10 Years Challenge
Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Hukum Bekerja Sebagai Search EngineOptimization

2.Apakah Menutup Muka Menjadi Syarat DalamPernikahan ?

3.Bagaimana Orang Musafir Shalat Apabila TidakMampu Mengetahui Arah Kiblat

4.Agar Dada Terasa Lapang

5.Penyakit yang Paling Berbahaya

6.Tegakkan Shalat Dengan Berjama’ah

7.Hakikat Iman Kepada Allah

8.3 Rangkaian Dosa: Buruk Sangka, Tajassus dan Ghibah

9.Akhirat, Kehidupan Yang Hakiki

••

Meraih Mahabbatullah-Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin

Rekaman Kajian Menjaga Tauhid dalam Hidup dan Mati Oleh Ust Hanif Muslim

Tips Jitu Membiasakan Anak Sholat-Ust Zainal Abidin Syamsudin

https://mir.cr/TQXRQ5NA

Kenapa Rezekiku Terpuruk-Ust Zainal Abidin Syamsudin

https://mir.cr/YFRUV1L2

Ceramah Agama_ Pengikut Yahudi dan Nasrani – Ustadz Mizan Qudsiyah 9Mb

HARAMNYA MEMBANGUN MASJID DIATAS Kuburan-Ust Mizan Qudsiyah 2Mb

Bentuk Cinta Allah kepada HambaNy-UstMizan Qudsiyah

Cita-cita Non Muslim Pada Umat Islam Ustadz Zainal Abidin 18Mb

Dauroh Sesi 2 – Dosa-Dosa Yang Tidak Disadari Kaum Wanita- Ust Firanda Andirja 16Mb

Kehendak Allah Tidak Terelakkan – Ustadz Mizan Qudsiyah 9Mb

Kemuliaan Sholat Malam – Ustadz Dr.FirandaAndirja 2.5Mb

Syarah Kitab Tauhid-Larangan Ibadah Di Kuburan Orang Shaleh 2-Ust Firanda Andirja 10Mb

YANG WAJIB ADA SAAT BERIBADAH-Ust Ahmad Firdaus 8Mb

Pasang Surut Keimanan-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron,Lc

Muhammad Elvi Syam · Indahnya Hidup dengan Sunnah

Aunur Rafiq Ghufran · Kunci Keberhasilan Dakwah Islam

Para Penghuni Neraka – Ustadz AbuHaidar as-Sundawy

Bahan Bakar Api Neraka – Ustadz AbuHaidar as-Sundawy

••

==

  • 10 YEARS CHALLENGE*

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

  • ➡ *10 YEARS CHALLENGE*

Oleh: Abi Firdaus_

Lagi ramai di medsos *10 Years Challenge*, apaan tuh?

Yaitu postingan foto 10 tahun silam yang disandingkan dengan foto keadaan dirinya sekarang (thn 2019).

  • Buat apa?

1.Sebagian ingin mengenang masa lalunya yang kelam.

2.Sebagian ingin menunjukkan bahwa _’gue beda’_, dirinya telah jauh berubah, makin keren, sukses, bla bla bla.. Sebagian bernuansa agamis, sudah alim, tobat, sudah berhijab, sudah ‘nyunnah’, de el el…

3.Sebagiannya lagi ingin agar semua orang tahu bahwa dirinya yang sekarang tuh _’Wow’_ pake _’bangettt’…_

Dan berbagai macam alasan yang lain.

  • Apa yang salah??

Upaya umbar identitas ini rupanya telah melenakan sebagian saudara-saudara kita…

  • 1.*Sia-Sia*

Di antara tanda baiknya seorang muslim adalah ia meninggalkan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat.

Waktunya diisi hanya dengan hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya.

✅ Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

_“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat”_.

(Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976)

  • 2.*Fitnah Wanita*

Sangat ‘PeDe’ menebar pesona, dikonsumsi sejuta mata. Seolah hendak berkata _’cantikan mana?? dulu atau sekarang?’_ ah.. sama saja.

✅ Dari Usamah Bin Zaid. Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

_“Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.”_

(HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2740)

Miriss…

Ternyata terjangkit pula pada saudari-saudari kita disana, terutama yang baru berhijrah. Tak ragu memampang fotonya 10 tahun silam, sebelum berhijab tentunya.

WaLlaahul musta’aan.. entah apa yang ada di pikiran mereka.

_”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”_

(Qs. Al-Ahzaab: 59)

  • ✅ *Asal Muasal*

Mereka lupa, sejatinya hanyalah berasal dari setetes air yang hina..

Manusia hanya tercipta dari mani, namun akhirnya ia jadi sombong dan berbuat zalim. Apa yang mau kita banggakan?! Merasa hebat 10 tahun silam? Atau merasa paling baik di tahun-tahun setelahnya??

✅ Allah Ta’ala berfirman,

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ

_“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!”_ (QS. Yasin: 77)

✅ Aduhai..

Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah, hanya dari mani yang hina.

Namun akhirnya sombong, angkuh, seakan lupa… Rupa dan tubuh yang ia banggakan kelak akan menjadi bangkai yang busuk dimakan ulat.

  • ➡ *Lupakah kita?*

Kalau Allah mampu menciptakan manusia, maka Allah mampu pula mengembalikan dan membangkitkannya.

Buat apa dikenang-kenang, toh tinggal kenangan. Mending mikirin 10 tahun yang akan datang,… Siapa yang bisa ngira, bisa jadi 10 bulan, hari, jam, menit, atau 10 detik lagi kita sudah tak bernyawa.

*Yang lalu biarlah berlalu, saatnya memikirkan maut yang datang tak menentu..*

Belia maupun tua tidak ada yang tahu, mereka pun bisa merasakan kematian.

Sepuluh tahun belakang ini, barangkali kita melihat saudara kita dalam keadaan sehat bugar, ia pun masih muda dan kuat. Namun hari ini ternyata ia telah pergi meninggalkan kita. Kita pun tahu, kita tidak tahu kapan maut menjemput kita. Entah besok, hari ini, atau lusa, entah kapan…

Sungguh, kematian dari orang sekeliling kita banyak menyadarkan kita. Oleh karenanya, kita diperingatkan untuk banyak-banyak mengingat mati. Bukan narsis atau selfie..

✅ Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

_“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”_

(HR. An Nasai no. 1824, Tirmidzi no. 2307 dan Ibnu Majah no. 4258 dan Ahmad 2: 292. Hadits ini hasan shahih menurut Syaikh Al Albani).

Yang dimaksud adalah kematian. Kematian disebut haadzim (pemutus) karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia.

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, _“Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?”_ Beliau bersabda, _“Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”_, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, _“Yang paling banyak *mengingat kematian* dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.”_ (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Oh.. Betapa lalainya diri kita…

  • ➡ *10 Years Muhasabah..*

Yuk introspeksi diri,.. Waktu begitu berharga, daripada upload yang gak jelas mending kita ngaji. Tampan dan cantiknya kita hanyalah sementara. Kita yang sudah berhijrah, istiqomahlah.. tak perlu meng-upload foto masa lalunya, apalagi jika itu mengantarkannya untuk merindu dengan keadaan saat itu. Cukuplah menjadi cerita bagi setiap pribadi, tanpa harus diumbar ke khalayak ramai.

✅ Alangkah baiknya, kita semua melihat, sudah berapa banyak hafalan al-Qur’an yang kita miliki selama 10 tahun ini, atau ibadah-ibadah lain yang sedang dan akan kita realisasikan di tahun-tahun mendatang.

Wallaahua’lam…

@CHANNEL MEDIA DA’WAH AL-FURQON

=

  • KARENA LATAH #10YEARSCHALLENGE, JADI RUGI SENDIRI*

Oleh: _Abu Abdillah az-Zahir_

Itulah buruknya budaya kita, yaitu latah dan sering mudah ikut-ikutan. *#10yearchallenge* ternyata tanpa disadari telah menjatuhkan kita pada kerugian besar, pengampunan Allah dari dosa kembali tercabut.

Sebagian orang yang telah hijrah dari masa kelamnya yang lalu, karena budaya latah tadi, ia postingkan keadaan dirinya dengan dua foto bergandengan; dikiri 2009, foto megang gitar, lagi di PUP, atau tidak berhijab, penuh maksiat.

Sedang, di kanan 2019, dengan foto berjenggot, bergamis, sedang pengajian atau telah berhijab syar’i, penuh dengan kebaikan. Dengan niatan untuk menunjukkan syukur atas hidayah Allah untuk dirinya.

Subnallah, justru ini masalah dan musibah besar. Saat kita menunjukkan keadaan diri kita pada masa kelam itu, tanpa disadari kita telah membuka sendiri dosa yang telah ditutup oleh Allah. Dan kita masuk dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berikut ini. Beliau bersabda:

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ وَإِنَّ مِنْ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَيَقُولَ يَا فُلَانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

Setiap umatku dimaafkan (dosanya) kecuali orang-orang menampak-nampakkannya dan sesungguhnya diantara menampak-nampakkan (dosa) adalah seorang hamba yang melakukan amalan di waktu malam sementara Allah telah menutupinya kemudian di waktu pagi dia berkata: ‘Wahai fulan semalam aku telah melakukan ini dan itu, padahal pada malam harinya (dosanya) telah ditutupi oleh Rabbnya. Ia pun bermalam dalam keadaan (dosanya) telah ditutupi oleh Rabbnya dan di pagi harinya ia menyingkap apa yang telah ditutupi oleh Allah.”_ (HR. Bukhari: 6069, Muslim: 2990)

Aduhai, betapa ruginya Anda wahai saudara-saudaraiku. Dosa yang telah Allah tutupi, engkau sibak kembali. Bentuk rasa syukur karena Allah telah memberi hidayah bukan dengan begitu, tapi justru dengan menutup rapat semuanya. Oleh sebab itu, kembalilah bertaubat hapus semua postingan itu. Dan berjanjilah untuk tidak mengulanginya. Camkan hadits di atas, agar Anda tidak salah langkah lagi.

@maribaraja.com

=

  • ➡ *Penyebab Kita Berpisah*

Nasehat Semalam, Syaikh Waliid Saifun-nashr-hafizhahullaah- (salah seorang murid senior al-Imam al-Albani rahimahullah)

*Penyebab Kita Berpisah*

——————-

Bersyukur kepada Allah kemudian terima kasih yang sedalam-dalamnya teruntuk guru-guru kami di Ma’had Abu Dzar al-Ghifary Kediri-Lobar atas undangan Liqo Maftuh semalam (Kamis, 11 Jumadal Ula 1440 / 17-01-2019) bersama Syaikhuna Waliid Saifun-nashr -hafizhahullaah-.

Sungguh majelis semalam, adalah majelis yang sarat faidah, langka dan berharga. Betapa tidak, Syaikh adalah salah seorang murid penerus estafet jihad ilmu dan dakwah al-Imam al-Albani rahimahullah. Seakan kita menyaksikan sosok Sang Guru tengah berbicara semalam, memberikan nasehat yang dalam.

***

Di antara sekian banyak Fawaid dan nasehat yang beliau sampaikan, satu hal terasa begitu mengena, sekaligus menjawab realita permasalahan yang hari ini tengah menimpa dakwah ini. Yaitu saat beliau berbicara tentang fitnah perpecahan yang menimpa (individu-individu) “ahlussunah”.

Inti jawaban beliau; tidak lain penyebab perpecahan ini adalah *dosa*.

✅ Beliau hafizhahullaah lantas membawakan sabda Rasulullah ﷺ:

والذي نفس محمد بيده؛ ما تواد اثنان ففرق بينهما، إلا بذنب يحدثه أحدهما

_”Demi Dzat yang jiwa Muhammad ﷺ berada dalam genggaman-Nya. Tidaklah dua orang saudara saling menyayangi (di jalan Allah) lantas keduanya bercerai-berai, melainkan itu disebabkan oleh dosa yang dilakukan oleh salah seorang dari keduanya”._ [Di-shahihkan al-Albani dalam Shahiih al-Adab al-Mufrad]

✅ Syaikh juga menukil firman Allah:

فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

_”….tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.”_ [QS. Al-Ma’idah: 14]

@Johan Saputra Halim

=

KENAPA ADA ULAMA [ATAU USTADZ] YANG TIDAK MAU PERKATAAN [ATAU CERAMAH]-NYA DITULIS [UNTUK KEMUDIAN DISEBARKAN]?

✅ [1]- Zufar berkata: Kami sering bolak-balik menemui Abu Hanifah [-rahimahullaah-] dan bersama kami ada Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan, dan kami menulis dari (perkataan)nya (Abu Hanifah); maka Abu Hanifah menegur kami: “Wahai Ya’qub! Janganlah engkau tulis semua yang engkau dengar dariku, karena sungguh: bisa jadi aku mengatakan suatu pendapat hari ini dan ternyata besoknya aku tinggalkan (pendapat tersebut), atau aku mengatakan suatu pendapat pada besok hari dan ternyata besok lusa aku tinggalkan (pendapat tersebut)!”

[“Taariikh Baghdaad” (XV/554), karya Imam Al-Khathib Al-Baghdadi -rahimahullaah-]

✅ [2]- Imam Malik bin Anas -rahimahullaah- berkata: “Saya hanyalah manusia biasa yang bisa salah dan bisa benar, maka lihatlah dari pendapat-pendapatku: setiap yang sesuai dengan Al-Qur-an dan As-Sunnah; maka ambillah, dan yang tidak sesuai dengan Al-Qur-an dan As-Sunnah; maka tinggalkanlah!”

[“Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi Wa Fadhlihi” (hlm. 775), karya Imam Ibnu ‘Abdil Barr -rahimahullaah-]

✅ [3]- Pernah ada yang berkata kepada Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullaah-: Orang-orang menulis pendapat anda. Maka beliau berkata: “Mereka menulis sesuatu yang bisa jadi saya ruju’ (meninggalkan) pendapat tersebut pada besok hari.”

[“Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi Wa Fadhlihi” (hlm. 775), karya Imam Ibnu ‘Abdil Barr -rahimahullaah-]

➡ Kesimpulan:

Di antaranya: ada sebagian orang yang “ngotot” nyebarin perkataan sebagian ustadz yang sudah mewanti-wanti untuk.tidak menyebarkan kutipan ceramahnya. Di antara alasan orang tersebut: “Lalu buat apa ceramah (bahkan direkam) kalau tidak.boleh disebarkan?” Kira2 seperti itu.Maka ini sebagai salah satu jawabannya. Wallaahu A’lam.

-ditulis oleh: Ahmad Hendrix-

= {{{{ Lanjut Ke Halaman 2 }}}}