Jangan Pernah Membandingkan Antara Sahabat Nabi( ‘Umar bin Al-Khaththaab) dengan Orang Kafir (Ahok)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

 1.Pendapat Sebagian Orang: Janganlah Keluar SampaiBerucap Subhanallah, atau Jika Anda Tidak.Mengatakan Begini, Maka Berarti Anda MencintaiSyetan

2.Tidak Bertegur Sapa Kepada Ayah, Bibi-bibinya, TidakMelaksanakan Shalat, Berburuk Sangka Kepada Allah

Memasukkan Kedua Tangan Dan Kedua Kaki DalamBaskom Yang Ada Air. Apakah Diterima Wudunya?

4.Duduk Bersama Peminang Untuk Membahas MasalahAgama Dan Pernak-pernik Pernikahan

5.Pengajian Ibu-ibu, Kebun Pahala Atau LadangDosa?

6.Taubat Adalah Obat YangKhasiatnya Bertingkat -tingkat

7.Sejarah Kemunculan Hadits Maudhu ’

8. WAJIBNYA ITTIBA KEPADA NABI SHOLLALLAHU ALAIHI WASALLAM

9. Doa Ketika Manusia Sibuk Menimbun Emas dan Perak

10. Nasehat Bagi Penuntut Ilmu

••

Download Rekaman Audio Dauroh ForumDakwah Sunnah Karanganyar Risalah TafsirKalimat Tauhid Syarh Syaikh Shalih Fauzan AlFauzan

Rekaman Tabligh Akbar – QOLBUN SALIM Oleh Ustadz Maududi Abdullah, Lc

Rekaman Kajian Konsultasi Hukum Seputar Keluarga Pertemuan 1

Rekaman Kajian Kamis Sore – Aku dipersimpangan jalan! Oleh Ustadz Ahmad Anshori, LcBag1:Bag2

••
ARBAIN ABU UNAISAH 4 _ USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT 23Mb/2Jm11MnitHADITS ARBAIN ABU UNAISAH | Bagian Ke-4


40 HADITS PILIHAN TENTANG PRINSIP DAN MANHAJ DALAMBERAGAMA
Hadits 10 | KEMBALI KEPADA ISLAM YANG DIAMALKAN & DIDAKWAHKAN RASULULLAH ﷺ
Hadits 11 | AKIBAT DARI CINTA KEPADA DUNIA DAN TAKUT MATI

Sering Dengar Kata BID_AH_ Inilah Bahaya Besar BIDAH- Ustadz Mizan Qudsiyah 8Mb 42Mnit

Merawat Persatuan Dalam Bingkai Iman dan Taqwa – Ustadz Mizan Qudsiyah 4Mb/23Mnit

Kitab Shahih Bukhari_ Bai_at Seorang Muslim – Ustadz Mizan Qudsiyah 6.5Mb 36Mnit

Ceramah Agama_ Indahnya Keputusan Allah – Ustadz Mizan Qudsiyah 6Mb 35Mnit

Ceramah Agama_ Bid_ah Melawan Ahlussunnah – Ustadz Mizan Qudsiyah 9Mb 52Mnit

Ceramah Agama_ Awas Dosa Jariyah – Ustadz Mizan Qudsiyah 9Mb 53Mnit

Hukum Khusus Seputar Shalatnya Wanita_ Ini Penjelasannya-Ust Darul Palihin 12Mb 1Jm6Mnit

Rambu-Rambu Dalam Sholat – Ustadz Mizan Qudsiyah 23Mb 2Jm23Mnit

••

MENGENALI KEAGUNGAN RASULULLAH-Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin,Lc-Hafizhahullah-.

Menggapai Cinta Allah-Ustadz Fadlan Fahamsyah,Lc.M.HI -Hafizhahullah

BUAH KETAATAN DI DUNIA- Ustadz Anas Burhanudin, MA-Hafizhahullah

ILMU YANG BERMANFAAT-Ustadz Abdullah Taslim,Lc MA-Hafizhahullah-

Orang Mukmin Tidak Pernah Stress-Ustadz Abdullah Taslim,Lc MA-Hafizhahullah

Iman Meraih Syurga-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron,Lc -Hafizhahullah-

Kenapa Kita Wajib Mengikuti Salafush Shalih?-Ust Yazid Jawas

Antara Kenyataan dan Pengakuan Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam-Ustadz Abdullah Taslim,Lc MA

••  
 

  • Antara Umar bin Al-Khaththaab, Ahok, Hizbi,Hidayah,Qiyas, Cocoklogi dan Fitnah

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

===

  • Jangan Pernah Membandingkan Antara Sahabat Nabi( ‘Umar bin Al-Khaththaab) dengan Orang Kafir (Ahok)

✅ Allah ta’ala berfirman:

أَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا لَا يَسْتَوُونَ

Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama” [QS. AS-Sajdah : 18].

Apakah sama ? Allah ta’ala menjawab dengan tegas : TIDAK SAMA. Jika orang fasiq saja Allah enggan untuk menyamakan, orang kafir terlebih lagi. Sekali-kali tidak !!

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ

Maka APAKAH PATUT Kami menjadikan orang-orang Islam itu SAMA dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)?” [QS. Al-Qalam : 35].


Jangan pernah sekalipun membanding-bandingkan antara orang yang beriman – terlebih sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam – dengan orang kafir yang jelas kekafirannya.

✅ Apakah terbayang di benak kita nama ‘Umar bin Al-Khaththaab disandingkan seorang manusia sampah yang kotor mulutnya ?.

✅ Apakah keberanian ‘Umar melawan orang-orang kafir hendak disamakan dengan ‘keberanian’ si manusia sampah itu dalam menggusur pemukiman warga kelas bawah di Jakarta ?.

✅ Apakah ketegasan ‘Umar dalam membela kebenaran hendak disamakan dengan ‘ketegasan’ si manusia sampah dalam memaki-maki bawahannya ?. Hanya orang GOBLOK yang membandingkan keduanya. Apalagi ditambah analisis Rongowarsito ilmu cocok-cocokan kesamaaan huruf.

Satu saat, ada yang ingin membandingkan antara ‘Umar bin ‘Abdil-‘Aziiz dengan Mu’aawiyyah bin Abi Sufyaan radliyallaahu ‘anhum dengan menanyakannya kepada Ibnul-Mubaarak rahimahullah. Apa jawaban Ibnul-Mubaarak ?

تُرَابٌ دَخَلَ فِي أَنْفِ مُعَاوِيَةَ رَحِمَهُ اللَّهُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرٌ أَوْ أَفْضَلُ مِنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ

Tanah yang masuk di hidung Mu’aawiyyah rahimahullah bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam lebih baik/lebih utama daripada ‘Umar bin ‘Abdil-‘Aziiz”.

✅ Artinya, jangan pernah membandingkan antara sahabat Nabi dengan selainnya. ‘Umar bin Al-Khaththaab jauh lebih utama daripada Mu’aawiyyah, dan ‘Umar bin ‘Abdil-‘Aziiz jauh lebih tinggi di atas langit dibandingkan si manusia sampah yang ada di dasar sumur Freeport paling dalam. Dakinya ‘Umar bin Al-Khaththaab lebih mulia dibandingkan ubun-ubunnya si manusia sampah itu.

Allaahul-musta’aan….

By. Ustadz Abul Jauza’

==

  • Baik Sangka Kepada Penista Agama

Kok bisa ya baik sangka kepada penista Kalamullah, kafir, penyebab murtadd seorang muslimah karena menikah dengan dirinya namun buruk sangka kepada da’i Ahlus Sunnah yang datang ke kotanya, katanya yang mengundang pihak Rodja. Kok bisa buruk sangka ke Rodja namun begitu “lembut” kepada Ahok. Btw, emang ada kru Rodja disana yang membikin kajian waktu itu ?

Begini, harapan agar siapapun dapat hidayah tidaklah mencegah sikap kita atas segala macam makar dan permusuhan orang tersebut ke dalam Islam. Berikutnya, apakah tepat Ahok di qiyaskan kepada Amirul mukminin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu ? Cocoklogi mulai dimainkannya

Istifham inkari dari saya

  • Hizby

Kapan seseorang disebut hizby ? Yaitu ketika orang lain berseberangan dengan pendapatnya, padahal pada perkara bukan bidang Ushul yang merupakan titik pembeda antara Sunny dan selain Sunny. Inilah pendapat Al-Ustadz Lc yang mendoakan Ahok namun mentahdzir dan meng-hizbikan saya yang kontra dengan pendapatnya. Harusnya saya juga di-doakan dong ustadz, Ahok saja di doakan hidayah, mosok saya langsung di tahdzir ? Ha..

Al-Ustadz Lc sepertinya belum memahami dinamika medsos, apa yang dilakukan banyak orang termasuk saya kemarin ialah berupa respon biasa dalam bermedsos ketika merespon postingan Al-Ustadz yang menyamakan ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dengan penista Kalamullah, penyebab murtadd muslimah si Ahok kafir. Sisi qiyas yang keliru, dan sangat tidak patut pedang tajam disamakan dengan tusuk gigi bekas.

  • Qiyas Batil

Ketika netizen bereaksi, ini adalah respon yang wajar dalam bermedsos. Dimana netizen hanya merespon aktivitas Al-Ustadz Lc di medsos, bukan di luar medsos. Mau di istilahkan “menggoreng, merebus, memanggang” dll, itu adalah sanksi sosial atas kekeliruan Al-Ustadz Lc yang sangat berbahaya apabila dibiarkan, sehingga Al-Wala’ wal Bala’ diketahui penempatannya oleh khalayak. Kalau Al-Ustadz Lc tidak menerima sanksi sosial ini, ya tutup saja akunnya dengan nama Al-Ustadz Lc tersebut, medsos mengubur jauh-jauh kebaperan.

Sang Al-ustadz Lc yang mengqiyaskan ‘Umar radhiyallahu’anhu di masa jahiliah dengan si mulut sampah tetap bertahan diatas kebatilan pendapatnya, bahkan dengan jahilnya ia memvonis hizby siapa saja yang mengkritiknya. ‘Umar berani dan tegas dalam segala hal, berjihad dll. Sedangkan si mulut sampah ? Ia pun tegas hanya kepada nenek-nenek, namun diam terhadap kebijakan batil di DKI yang dibuat oleh tokoh atau partai pendukungnya. Jangan ngaco wahai Abdul Qadir lc.

Para kroco nya yang jahil ikut-ikutan membenarkan kebatilan sang al-Ustadz Lc kebanggaannya dan sok gaya-gayaan membantah siapa saja yang mengkritik kebatilan ustadznya.

Cukuplah ustadz LC tersebut ditinggalkan, bukan maknanya kita ikut-ikutan kengawuran dan kebodohan Al-Ustadz Lc tersebut yang memvonis orang lain sebagai hizby hanya lantaran mengkritiknya, namun keengganan dirinya rujuk dan menanggalkan kebatilan, sudah menjadi tanda karakter dan kepribadiannya yang busuk. Benar sebagaimana dikatakan status berikut : hanya orang GOBLOK yang berpendapat kesamaan ‘Umar dan Ahok berdasarkan dari sisi jumlah huruf. Benar-benar jahil. Tinggalkan !!

Abu Hanifah Jandriadi Yasin

=

  • MENDOAKAN NON MUSLIM MENDAPATKAN HIDAYAH ISLAM

Oleh : Abu Fadhel Majalengka

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mendoakan hidayah kepada orang-orang kafir yang memusuhi islam dan kaum muslimin. Ini menunjukkan bolehnya mendoakan hidayah kepada mereka. Seperti doa beliau kepada dua Umar.

✅ Berkata Ibnu Umar radhiyallahu anhu :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ بِأَحَبِّ هَذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ إِلَيْكَ بِأَبِي جَهْلٍ أَوْ بِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ

Bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu ’alaih wa sallam berdoa: “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan sebab kecintaan dua lelaki kepadaMu, yaitu dengan sebab ‘Amr bin Hisyam (Abu Jahl) atau dengan sebab ‘Umar bin Khattab.” (HR. At-Tirmidzi. Berkata Syeikh Al Albani : Hadits Shahih).

Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berdakwah mengajak kepada islam orang-orang Thaif, namun justru beliau dilempari batu oleh mereka, namun Rasulullah mendoakan hidayah islam untuk anak keturunan mereka.

✅ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

هَلْ أَتَى عَلَيْكَ يَوْمٌ كَانَ أَشَدَّ عَلَيْكَ مِنْ يَوْمِ أُحُدٍ قَالَ لَقَدْ لَقِيتُ مِنْ قَوْمِكِ مَا لَقِيتُ وَكَانَ أَشَدَّ مَا لَقِيتُ مِنْهُمْ يَوْمَ الْعَقَبَةِ إِذْ عَرَضْتُ نَفْسِي عَلَى ابْنِ عَبْدِ يَالِيلَ بْنِ عَبْدِ كُلَالٍ فَلَمْ يُجِبْنِي إِلَى مَا أَرَدْتُ فَانْطَلَقْتُ وَأَنَا مَهْمُومٌ عَلَى وَجْهِي فَلَمْ أَسْتَفِقْ إِلَّا وَأَنَا بِقَرْنِ الثَّعَالِبِ فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا أَنَا بِسَحَابَةٍ قَدْ أَظَلَّتْنِي فَنَظَرْتُ فَإِذَا فِيهَا جِبْرِيلُ فَنَادَانِي فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ وَمَا رَدُّوا عَلَيْكَ وَقَدْ بَعَثَ إِلَيْكَ مَلَكَ الْجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بِمَا شِئْتَ فِيهِمْ فَنَادَانِي مَلَكُ الْجِبَالِ فَسَلَّمَ عَلَيَّ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمْ الْأَخْشَبَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

Apakah pernah datang kepadamu satu hari yang lebih berat dibandingkan dengan saat perang Uhud?”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Aku telah mengalami penderitaan dari kaummu. Penderitaan paling berat yang aku rasakan, yaitu saat ‘Aqabah, saat aku menawarkan diri kepada Ibnu ‘Abdi Yalîl bin Abdi Kulal, tetapi ia tidak memenuhi permintaanku. Aku pun pergi dengan wajah bersedih. Aku tidak menyadari diri kecuali ketika di Qarnust-Tsa’âlib, lalu aku angkat kepalaku. Tiba-tiba aku berada di bawah awan yang sedang menaungiku. Aku perhatikan awan itu, ternyata ada Malaikat Jibril alaihissalam, lalu ia memanggilku dan berseru: ‘Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mendengar perkataan kaummu kepadamu dan penolakan mereka terhadapmu. Dan Allah Azza wa Jalla telah mengirimkan malaikat penjaga gunung untuk engkau perintahkan melakukan apa saja yang engkau mau atas mereka’. Malaikat (penjaga) gunung memanggilku, mengucapkan salam lalu berkata: ‘Wahai Muhammad! Jika engkau mau, aku bisa menimpakan Akhsabain’ (dua gunung besar di Mekkah, yaitu Gunung Abu Qubais dan Gunung Qu’aiqi’an).

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “(Tidak) namun aku berharap supaya Allah Azza wa Jalla melahirkan dari anak keturunan mereka orang yang beribadah kepada Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun jua”. [HR Imam al-Bukhâri dan Imam Muslim].

Seorang sahabat melaporkan bahwa suku Daus menolak dakwah islam dan meminta Rasulullah mendoakan keburukan kepada mereka, akan tetapi Rasulullah mendoakan hidayah kepada mereka.

✅ Berkata Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata :

قَدِمَ الطُّفَيْلُ وَأَصْحَابُهُ فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ دَوْسًا قَدْ كَفَرَتْ وَأَبَتْ، فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهَا! فَقِيلَ: هَلَكَتْ دَوْسٌ! فَقَالَ: اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَائْتِ بِهِمْ!ـ

(Suatu hari) At-Thufail dan para sahabatnya datang, mereka mengatakan: “ya Rasulullah, Kabilah Daus benar-benar telah kufur dan menolak (dakwah Islam), maka doakanlah keburukan untuk mereka! Maka ada yg mengatakan: “Mampuslah kabilah Daus”. Lalu beliau mengatakan: “Ya Allah, berikanlah hidayah kepada Kabilah Daus, dan datangkanlah mereka (kepadaku). (HR. Bukhori dan Muslim).

Bahkan ada sebagian orang-orang yahudi berpura-pura bersin agar Rasulullah mendoakan mereka.

✅ Berkata Abu Musa radhiyallahu anhu :

كَانَ الْيَهُودُ يَتَعَاطَسُونَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُونَ أَنْ يَقُولَ لَهُمْ يَرْحَمُكُم اللَّهُ، فَيَقُولُ: يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Dahulu Kaum Yahudi biasa berpura-pura bersin di dekat Nabi -shallallahu alaihi wasallam-, mereka berharap beliau mau mengucapkan doa untuk mereka “yarhamukalloh (semoga Allah merahmati kalian)”, maka beliau mengatakan doa: “yahdikumulloh wa yushlihabalakum (semoga Allah memberi hidayah kepada kalian, dan memperbaiki keadaan kalian)” (HR. Tirmidzi. Berkata Syeikh Albani : Hadist Shahih).

Dalil-dalil di atas menunjukkan bolehnya memintakan hidayah islam untuk orang kafir.

Mungkin yang menjadi permasalahan, ada seseorang yang menyamakan Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu ketika sebelum islam dengan Ahok, sungguh penyerupaan yang sangat jauh berbeda. Diantaranya :

Umar Bin Khattab seorang pendekar dan panglima yang ditakuti, sedangkan Ahok, semua orang berani dengannya.

Ahok banyak mendirikan masjid, mengumrohkan marbot mushola dan masjid dan mengunjungi pesantren, Umar ketika jahiliyah tidak demikian.

Dalam sebagian riwayat, Umar mengubur anak perempuannya hidup-hidup, yang riwayatnya dipertanyakan kebenarannya, Ahok tidak.

Umar waktu jahiliyah memakan tuhannya sendiri yang terbuat dari tepung ketika kelaparan di perjalanan, Ahok tidak pernah dengar makan Tuhannya.

Dan perbedaan-perbedaan lainnya sehingga tidak layak menyamakan beliau dengan Ahok. Cukuplah mendoakan hidayah kepada Ahok.

=[ Lanjut Ke Halaman 2 ]

Iklan