Cara Duduk Di Antara Dua Sujud Dalam Salat Sesuai Sunnah

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Keajaiban dan Keistimewaan Maqam Ibrahim

2.Hikmah di Balik Qurban

3.Menikah Dengan Kerabat Dan Hadits: (Menikahlah.Dengan Orang Asing)

4.Bacaan ketika Duduk di Antara Dua Sujud dalamSholat

5.Menggenggam Telapak Tangan Dan Menggererakkan Telunjuk Dalam Duduk Diantara Dua Sujud

6.Tentang Duduk Antara Dua Sujud

7.Apakah Hukum Duduk Istirahat Setelah Bangkit dari Sujud

8.Macam-Macam Doa Duduk Diantara Dua Sujud 

Bacaan Duduk Diantara Dua Sujud-Ust Abdullah Zaen

Makmum Masbuk_ Tata Cara Makmum Masbuk LENGKAP.mp4 10Mb

Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Cara Mandi Junub.mp4 10Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Bacaan Ketika Rukuk.mp4 7.5Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Cara Membaca Amiin yang Benar.mp4 8.5Mb 

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Melihat Tempat Sujud Dalam Sholat Dengan Khusyhu.mp4 8Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP- Membaca Al-Fatihah Dalam Shalat.mp4 7Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara I’Tidal.mp4 10Mb 

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara Membaca Ta’awudz dan Basmalah.mp4 4Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara Sedekap Dalam Shalat.mp4 9Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara Sujud.mp4 10Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara Takbiratul Ihram.mp4 13Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara Turun Sujud.mp4 13Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP- Tumakninah Dalam Shalat Rukun yang Sering Terlupakan.mp4 7Mb

••

Membawa Ember yang Bocor (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Kajian Umum _ Nasihat Kepada Wanita Muslimah – Ust Firanda Andirja 14Mb

Khutbah Jumat _ Bersaing Menggapai Surga Tertinggi-Ust Firanda Andirja

MUSIK ITU QUR_AN NYA SYAITAN – Kajian Islam – Ust Nizar Saad Jabal 8Mb

Sebelum Terlambat – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah 10Mb

Surga _ Kenikmatannya – Ustadz Nizar Saad Jabal_Lc 17Mb

Surga _ Neraka – Ust. Dr. Firanda Andirja_ MA.20Mb

Tergantung Tutupnya – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah 18Mb

The Power Of Emak Emak – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah 16Mb

l[LIVE] Jalan Golongan Yang Selamat – Ustadz Nizar Saad Jabal 18Mb

LIVE] Ust. Nizar Saad Jabal_ Lc_ MPd-Tazkiyatun Nufus 8Mb

_Kiamat Sudah Dekat_ Ustadz Nizar Saad Jabal_ MA 18Mb

••

Ustadz Ammi Nur Baits – Kami Dengar Kami Taat

Ustadz Ahmad MZ – Memelihara Sunah dan Adab nya

Ustadz Ahmad Mz – Pintu Surga Paling Tengah 

Ustadz Ammi Nur Baits – Pemimpin Kafir Ujian Kaum Muslimin

Ustadz Arifin Riddin – Ngalap Berkah di Bulan Ramadhan

Download Rekaman Audio Kajian Kitab Matan Al Ghayah Wat Taqrib

==

••

Ebook

KOREKSI ATAS KEKELIRUAN PRAKTEK IBADAHSHALAT.

Koreksi Kekeliruan Praktek Sholat-Masyhur bin Hasan alu Salman.pdf

Koreksi Tata Cara & Bacaan Sholat

Panduan-Solat-Sembahyang-Rasulullah-yang-Benar-Lengkap-dengan-Dalil-Hadis-Sahih.

Petunjuk Lengkap Tentang Shalat

==

  • Cara Duduk Di Antara Dua Sujud Dalam Salat

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Setelah sujud pertama, orang yang salat bangun dari sujud untuk duduk di antara dua sujud. Duduk di antara dua sujud merupakan rukun salat. Dalam hadis al musi’ shalatahu, dari Rifa’ah bin Rafi radhiallahu’anhu , di dalamnya disebutkan:

ﺛُﻢَّ ﻳَﺴْﺠُﺪُ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦَّ ﻣﻔﺎﺻﻠُﻪ ﺛُﻢَّﻳَﻘُﻮْﻝُ : ﺍﻟﻠﻪُ ﺃﻛﺒﺮُ ﻭﻳﺮﻓﻊُ ﺭﺃﺳَﻪ ﺣﺘَّﻰﻳﺴﺘﻮﻱَ ﻗﺎﻋﺪًﺍ

“… kemudian Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sujud sampai anggota badannya menempati tempatnya, kemudian mengucapkan “Allahu.Akbar”. Kemudian mengangkat kepalanya (bangun dari sujud) sampai ke posisi duduk “ (HR. Abu Daud no. 857, dishahihkan.Al Albani dalam Ashl Sifati Shalatin Nabi.[1/189])

  • Cara Duduk Di Antara Dua Sujud

Cara duduk di antara dua sujud adalah dengan duduk iftirasy , yaitu dengan membentangkan punggung kaki kiri di lantai, dan mendudukinya, kemudian kaki kanan ditegakkan dan jari-jarinya menghadap kiblat.

✅ Dari Abu Humaid As Sa’idi radhiallahu’anhu beliau berkata:

ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺟَﻠَﺲ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَﻛﻌَﺘَﻴﻦ ﺟَﻠَﺲ ﻋﻠﻰﺭﺟﻠٌﻪ ﺍﻟﻴﺴﺮﻯ، ﻭﻧﺼﺐ ﺍﻟﻴﻤﻨﻰ، ﻭﺇﺫﺍﺟﻠﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻛﻌﺔ ﺍﻵﺧﺮﺓ، ﻗﺪﻡ ﺭﺟﻠٌﻪﺍﻟﻴﺴﺮﻯ، ﻭﻧﺼﺐ ﺍﻷﺧﺮﻯ، ﻭﻗﻌﺪ ﻋﻠﻰﻣﻘﻌﺪﺗﻪ

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika duduk dalam salat di dua rakaat pertama beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Jika beliau duduk di rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan duduk di atas lantai. ” (HR. Bukhari no. 828 dan Muslim no. 226)

✅ Dalam riwayat lain:

ﺛُﻢَّ ﺛَﻨَﻰ ﺭِﺟْﻠَﻪُ ﺍﻟْﻴُﺴْﺮَﻯ ﻭَﻗَﻌَﺪَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺛُﻢَّﺍﻋْﺘَﺪَﻝَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺮْﺟِﻊَ ﻛُﻞُّ ﻋَﻈْﻢٍ ﻓِﻰﻣَﻮْﺿِﻌِﻪِ ﻣُﻌْﺘَﺪِﻻً ﺛُﻢَّ ﺃَﻫْﻮَﻯ ﺳَﺎﺟِﺪًﺍ

Kemudian kaki kiri ditekuk dan diduduki. Kemudian badan kembali diluruskan hingga setiap anggota tubuh kembali pada tempatnya. Lalu turun sujud kembali. ” (HR.Tirmidzi no. 304. At Tirmidzi mengatakan hasan shahih ).

✅ Abdullah bin Umar radhiallahu’anhu mengatakan:

ﻣﻦ ﺳُﻨَّﺔِ ﺍﻟﺼﻼﺓِ ، ﺃﻥْ ﺗﻨﺼِﺐَ ﺍﻟﻘﺪﻡَﺍﻟﻴﻤﻨَﻰ ، ﻭﺍﺳﺘﻘﺒﺎﻟُﻪُ ﺑﺄﺻﺎﺑﻌِﻬﺎ ﺍﻟﻘﺒﻠﺔَ ،ﻭﺍﻟﺠﻠﻮﺱُ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻴﺴﺮَﻯ

Diantara sunnah dalam shalat adalah menegakkan kaki kanan lalu menghadapkan jari-jarinya ke arah kiblat dan duduk di atas kaki kiri. ” (HR. An Nasa’i no. 1157, di-shahih- kan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i )

  • Duduk Iq’a

Selain duduk iftirasy , dibolehkan juga duduk iq’a . Cara duduk iq’a dalam salat yang dibolehkan adalah dengan menegakkan kedua kaki lalu duduk di atas kedua tumit kaki, dan jari-jari kaki menghadap ke kiblat. Seorang tabi’in , Thawus bin Kaisan rahimahullah mengatakan:

ﻗُﻠﻨﺎ ﻻﺑﻦِ ﻋﺒﺎﺱٍ ﻓﻲ ﺍﻹﻗﻌﺎﺀِ ﻋﻠﻰﺍﻟﻘﺪَﻣﻴﻦِ . ﻓﻘﺎﻝ : ﻫﻲ ﺍﻟﺴﻨﺔُ . ﻓﻘﻠﻨﺎﻟﻪ : ﺇﻧﺎ ﻟﻨﺮﺍﻩُ ﺟﻔﺎﺀً ﺑﺎﻟﺮﺟﻞِ . ﻓﻘﺎﻝﺍﺑﻦُ ﻋﺒﺎﺱٍ : ﺑﻞ ﻫﻲ ﺳﻨﺔُ ﻧﺒﻴِّﻚَ ﺻﻠَّﻰﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪِ ﻭﺳﻠَّﻢَ

Kami bertanya mengenai duduk iq’a kepada Ibnu Abbas, ia berkata: itu sunnah. Thawus berkata: kami memandang perbuatan tersebut adalah sikap tidak elok terhadap kaki. Ibnu Abbas berkata: justru itu sunnah Nabimu Shallallahu’alaihi Wasallam.” (HR. Muslim no. 536)

✅ Di sisi lain, ada cara duduk iq’a yang dilarang. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata:

ﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺑِﺜَﻠَﺎﺙٍ ﻭَﻧَﻬَﺎﻧِﻲ ﻋَﻦْ ﺛَﻠَﺎﺙٍﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺑِﺮَﻛْﻌَﺘَﻲْ ﺍﻟﻀُّﺤَﻰ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍﻭَﺍﻟْﻮِﺗْﺮِ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡِ ﻭَﺻِﻴَﺎﻡِ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻡٍﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺷَﻬْﺮٍ ﻭَﻧَﻬَﺎﻧِﻲ ﻋَﻦْ ﻧَﻘْﺮَﺓٍ ﻛَﻨَﻘْﺮَﺓِﺍﻟﺪِّﻳﻚِ ﻭَﺇِﻗْﻌَﺎﺀٍ ﻛَﺈِﻗْﻌَﺎﺀِ ﺍﻟْﻜَﻠْﺐِﻭَﺍﻟْﺘِﻔَﺎﺕٍ ﻛَﺎﻟْﺘِﻔَﺎﺕِ ﺍﻟﺜَّﻌْﻠَﺐِ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan aku dengan tiga perkara dan melarangku dari tiga perkara. Memerintahkan aku untuk melakukan salat dhuha dua raka’at setiap hari, witir sebelum tidur, dan puasa tiga hari dari setiap bulan. Melarangku dari mematuk seperti patukan ayam jantan, duduk iq’a seperti duduk iq’a anjing, dan menoleh sebagaimana musang menoleh. ” (HR. Ahmadno. 8106, dishahihkan Ahmad Syakir dalamTakhrij Musnad Ahmad 15/240)

Duduk iq’a yang dilarang ini yaitu dengan meletakkan bokong di atas lantai lalu kaki ada di bagian kanan dan kiri badan dalam keadaan terhampar. Dari Aisyah radhiallahu’anha ia berkata:

ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦْ ﻋُﻘْﺒَﺔِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِﻭَﻳَﻨْﻬَﻰ ﺃَﻥْ ﻳَﻔْﺘَﺮِﺵَ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺫِﺭَﺍﻋَﻴْﻪِﺍﻓْﺘِﺮَﺍﺵَ ﺍﻟﺴَّﺒُﻊِ

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang ‘uqbatusy-syaithan, juga melarang seseorang menghamparkan kedua lengannya seperti terhamparnya kaki binatang buas. ” (HR Muslim, no. 498)

✅ Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan:

ﺍﻹﻗﻌﺎﺀ ﻧﻮﻋﺎﻥ : ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ : ﺃﻥ ﻳﻠﺼﻖﺃﻟﻴﺘﻴﻪ ﺑﺎﻷﺭﺽ ﻭﻳﻨﺼﺐ ﺳﺎﻗﻴﻪﻭﻳﻀﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺭﺽ ﻛﺈِﻗﻌﺎﺀﺍﻟﻜﻠﺐ، ﻫﻜﺬﺍ ﻓﺴّﺮﻩ ﺃﺑﻮ ﻋﺒﻴﺪﺓ ﻣﻌﻤﺮﺑﻦ ﺍﻟﻤﺜﻨﻰ، ﻭﺻﺎﺣﺒﻪ ﺃﺑﻮ ﻋﺒﻴﺪﺍﻟﻘﺎﺳﻢ ﺑﻦ ﺳﻼﻡ، ﻭﺁﺧﺮﻭﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞﺍﻟﻠﻐﺔ، ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﻨﻮﻉ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﻜﺮﻭﻩ ﺍﻟﺬﻱﻭﺭﺩ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻨﻬﻲ، ﻭﺍﻟﻨﻮﻉ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ : ﺃﻥﻳﺠﻌﻞ ﺃﻟﻴﺘﻴﻪ ﻋﻠﻰ ﻋﻘﺒﻴﻪ ﺑﻴﻦﺍﻟﺴﺠﺪﺗﻴﻦ، ﻭﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﻣﺮﺍﺩ ﺍﺑﻦﻋﺒّﺎﺱ ‏[ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ‏] ﺑﻘﻮﻟﻪ ﺳﻨﺔﻧﺒﻴّﻜﻢ – ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ –ﻭﻗﺪ ﻧﺺّ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ -ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻮﻳﻄﻲ ﻭﺍﻹﻣﻼﺀ ﻋﻠﻰﺍﺳﺘﺤﺒﺎﺑﻪ ﻓﻲﺍﻟﺠﻠﻮﺱ ﺑﻴﻦﺍﻟﺴﺠﺪﺗﻴﻦ

Duduk iq’a ada dua macam: yang pertama, mendudukan bokong di atas lantai kemudian menegakkan betisnya dan meletakkan kedua tangannya di atas lantai sebagaimana duduknya anjing. Ini yang ditafsirkan oleh Abu Ubaidah Ma’mar bin Al Mutsanna. Dan muridnya yaitu Abu Ubaid Al Qasim bin Salam. Dan para ahli bahasa yang lain. Duduk jenis ini makruh dan ini yang dilarang dalam hadis. Yang jenis kedua, mendudukan bokong di atas kedua tumit di antara dua sujud. Inilah yang dimaksud Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma dalam perkataan beliau: “Ini adalah sunnah Nabimu Shallallahu’alaihi Wasallam”. Dan Imam Asy Syafi’i dalam Al Buwaithi dan Al Imla’ menyatakan duduk seperti ini dianjurkan ketika duduk di antara dua sujud” ( Syarah Shahih Muslim , 5/19).

  • Bacaan Ketika Duduk Di Antara Dua Sujud

Ada beberapa bacaan yang sahih yang dibaca ketika duduk di antara dua sujud:

  • Bacaan pertama:

Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhuma, beliau berkata:

ﺍﻥَ ﺭﺳﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋﻠﻴْﻪِ ﻭﺳﻠَّﻢَﻳﻘﻮﻝُ ﺑﻴﻦَﺍﻟﺴَّﺠﺪﺗﻴﻦِ ﻓﻲ ﺻﻼﺓِﺍﻟﻠَّﻴﻞِ ﺭﺏِّ ﺍﻏﻔِﺮ ﻟﻲ ﻭﺍﺭﺣَﻤﻨﻲﻭﺍﺟﺒُﺮﻧﻲ ﻭﺍﺭﺯُﻗﻨﻲ ﻭﺍﺭﻓَﻌﻨﻲ

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika duduk di antara dua sujud pada salat malam beliau membaca:Robbighfirlii warahmnii, wajburnii, warzuqnii, warfa’nii (artinya: Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, berilah rezeki dan tinggikanlah derajatku)” (HR. Ibnu Majah no.740, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah ).

  • Bacaan kedua:

Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhuma juga, beliau berkata:

ﺃﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒﻲَّ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋﻠَﻴﻪِ ﻭﺳﻠَّﻢَ ﻛﺎﻥَﻳﻘﻮﻝُ ﺑﻴﻦَ ﺍﻟﺴَّﺠﺪَﺗَﻴﻦِ : ﺍﻟﻠَّﻬﻢَّ ﺍﻏﻔِﺮﻟﻲ ﻭﺍﺭﺣَﻤﻨﻲ ﻭﺍﺟﺒُﺮﻧﻲ ﻭﺍﻫﺪِﻧﻲﻭﺍﺭﺯُﻗﻨﻲ

Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika duduk di antara dua sujud beliau membaca: Allohummaghfirli warahmnii, wajburnii, wahdini, warzuqnii (artinya: Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, berilah aku petunjuk, dan.berilah rezeki).” (HR. At Tirmidzi no.284, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At.Tirmidzi)

  • Bacaan ketiga:

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu’anhu , ketika Nabi mengajarkan bacaan salat kepada orang Arab Badui, Nabi mengajarkan doa:

ْﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲْ ، ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨِﻲْ ، ﻭَﻋَﺎﻓِﻨِﻲْ، ﻭَﺍﺭْﺯُﻗْﻨِﻲ

Allahummaghfirlii warhamnii, wa’aafini, warzuqnii“ (dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib, 1562).

  • Bacaan keempat:

Dari Hudzaifah Ibnul Yaman radhiallahu’anhu, beliau berkata:

ﺛﻢ ﺟﻠﺲَ ﻳﻘﻮﻝُ ﺭﺏّ ﺍﻏﻔﺮْ ﻟِﻲ ﺭَﺏِّﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲْ ﻣﺜﻞَ ﻣﺎ ﻛﺎﻥَ ﻗﺎﺋِﻤﺎ ﺛﻢ ﺳﺠﺪَ

“…kemudian Nabi duduk (setelah sujud) dan mengucapkan: rabbighfirlii, rabbighfirlii (Ya.Allah ampuni aku, Ya Allah ampuni aku), dan lamanya semisal dengan lama berdirinya..Kemudian beliau sujud…” (HR. An Nasai no. 1665, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i ) .

  • Bacaan kelima

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، (وَاجْبُرْنِي)، (وَارْفَعْنِي)، وَاهْدِنِي، (وَعَافِنِي)، وَارْزُقْنِي

Allaahummagh-fir lii, warhamnii, (wajburnii), (warfa’nii), wahdinii, (wa ‘aafinii), warzuqnii.

Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, (cukupilah kekuranganku), (angkatlah derajatku), tunjukilah aku, (selamatkanlah aku) dan berilah aku rezeki.

HR. Abu Dawud no. 850, at- Tirmidzi no. 284, Ibnu Majah no. 898, al-Hakim 1/262, 271, al-Baihaq 2/122, Ahmad 1/315, 371 dll. Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Hadits ini sahih sebagaimana dinyatakan oleh al-Imam Albani dalam Shahih Kutubus Sunan.

Menurut al-Imam an-Nawawi rahimahullah dalam al-Majmu’ (3/415), yang lebih hati-hati seluruh lafalnya diucapkan, yaitu ada tujuh kalimat sebagaimana disebutkan di atas.

Dalam lafal lain, ‘Allaahumma’ (Ya Allah) diganti dengan ‘Robbi’ (Ya Rabb).

  • Apakah Mengangkat Tangan?

Sebagian ulama berpendapat bahwa ketika bangun dari sujud menuju duduk di antara dua sujud, maka seorang yang salat disyariatkan mengangkat tangan ketika bertakbir. Karena terdapat hadis:

ﻛﺎﻥ ﻳﺮﻓﻊُ ﻳﺪﻳﻪ ﻣﻊ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺘﻜﺒﻴﺮِ

Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengangkat tangan bersamaan dengan takbir ini (yaitu ketika bangun dari sujud) ” (HR.Ahmad, Abu Daud, dishahihkan Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi , 151)

✅ Ibnu Qayyim mengatakan:

ﻭﻧﻘﻞ ﻋﻨﻪ ﺍﻷﺛﺮﻡ ﻭﻗﺪ ﺳُﺌﻞ ﻋﻦ ﺭﻓﻊﺍﻟﻴﺪﻳﻦ؟ ﻓﻘﺎﻝ : ﻓﻲ ﻛﻞ ﺧﻔْﺾ ﻭﺭﻓْﻊ،ﻗﺎﻝ ﺍﻷﺛﺮﻡ : ﺭﺃﻳﺖ ﺃﺑﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺮﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺧﻔْﺾﻭﺭﻓْﻊ

Dinukil dari Al Atsram ketika beliau ditanya mengenai mengangkat tangan, beliau berkata: mengangkat tangan itu setiap kali merunduk dan setiap kali naik. Aku melihat Abu Abdillah (Imam Ahmad) mengangkat tangannya dalam shalat setiap kali merunduk dan setiap kali naik.” (Bada’iul Fawaid , 4/89)

Namun yang tepat, ini dilakukan kadang-kadang saja tidak setiap saat. Syaikh Husain Al Awaisyah mengatakan:

ﻛﺎﻥ ﻳﺮﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﻣﻊ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺘﻜﺒﻴﺮﺃﺣﻴﺎﻧﺎً

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengangkat tangan ketika takbir (saatbangun dari sujud) kadang-kadang” ( Mausu’ah Fiqhiyyah Muyassarah ,2/70)

,== +++ Lanjut Ke Halaman 2 +++