Ayat-Ayat Manhaj

    Alhamdulillah

    Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

    ••

    1.Hukum Membuka Acara Dengan AlFatihah

    2.Hukum Keluar Rumah Bagi Perempuan

    3.Apakah Boleh Adzan Dengan Dilagukan?

    4.Kisah Nabi Khidir Hingga Di Masa Rasulullah

    5.Menyikapi Adzan Untuk Bayi Baru Lahir

    6.Hukum Mengusap Kepala Bagi YangBerambut Panjang

    7.Seseorang Mengerjakan Hal Yang Haram Jika Dalam Kondisi Sendirian, Dia Ingin Sembuh dariKebiasaannya ?

    8.Beberapa Dzikir Dikatakan Setelah Selesai Shalat

    9.Takut Siksa Allah di Dunia dan di Akhirat

    10.Tidak Ada Jomblo atau Bujangan Di Surga

    ••

     Maafkanlah Kesalahannya-Ustadz Nizar Saad Jabal 20Mb

    https://mir.cr/0RXOAWWR

    Hari Akhir-Ustadz Nizar Saad Jabal 24Mb

    https://www.mirrored.to/files/OXUMSON5/

    Apa Sebetulnya Itu Akhlaq-Ust. Nizar Sa’ad bin Jabal 10Mb

    Bagaimana Menyikapi Tahun Politik _ – Ustadz DR Syafiq Basalamah

    Dahsyatnya Sayyidul.Istighfar Rajanya Seluruh Istighfar-Ust Darul Palihin 10Mb

    Golongan Yang Selamat-Ust. Nizar Saad Bin Jabal 18Mb

    Kajian Terbaru_ Hasad Dengki dan Iri Hati_ Membuat Amalanmu Terhapus-Ust Darul Palihin9Mb

    Keutamaan Mengajarkan Kebaikan Kepada Manusia-Ustadz Nizar Saad Bin Jabal.19Mb

    Keutamaan Pergi Ke Masjid-Ust Nizar Saad Bin Jabal 17mb

    Kewajiban Istri Terhadap Suami Sikap Suami Terhadap Istri-Ust Nizar Saad Bin Jabal 15Mb

    KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU SYAR_I _ USTADZ YAZID BIN bdul Qadir Jawas

    Menutupi Aib-Aib Kaum Muslimin-Ust. Nizar Saad Bin Jabal 17Mb

    NIKMAT ISLAM_ SUNNAH_ ILMU DAN SALAF _ USTADZ Yazid Jawas 4Mb

    Romantika Pergaulan Suami Istri(Bag1)-Ust Nizar Saad Jabal 8Mb

    Sholatnya orang lebay.com – Ust Nizar Saad Jabal 3Mb  

    ==

    • ➡ AYAT AYAT MANHAJ

    Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

    Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

     

    • Ayat Ayat Manhaj(1)

    Surat Annisaa ayat 140

    ✅ Allah Ta’ala berfirman:

    وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِّثْلُهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

    Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.”

    Ayat ini walaupun sebabnya khusus untuk kaum kafirin, namun lafadz umum. Dan kaidah mengatakan, “Yang dianggap itu keumuman lafadznya bukan kekhususan sebabnya.”

    ✅ Imam Ath Thobari rahimahullah dalam tafsirnya berkata:

    وفي هذه الآية، الدلالة الواضحة على النهي عن مجالسة أهل الباطل من كل نوع، من المبتدعة والفسَقة، عند خوضهم في باطلهم. وبنحو ذلك كان جماعة من الأئمة الماضين يقولون

    Dalam ayat ini terdapat dalil yang jelas akan larangan duduk di majelis ahli batil dari semua jenisnya baik ahli bid’ah dan orang orang fasiq ketika mereka sedang berbicara dalam kebatilannya. Dan kepada pendapat ini jamaah ulama terdahulu berpendapat..

    Lalu beliaupun mengebutkannya.

    ✅ Imam Al Baghowi dalam tafsirnya membawakan perkataan ibnu Abbas:

    دخل في هذه الآية كل محدث في الدين، وكل مبتدع إلى يوم القيامة

    Masuk dalam ayat ini semua orang uang mengada ada dalam agama dan setiap orang yang membuat bid’ah sampai hari kiamat.” (Tafsir Al Baghowi 1/491)

    ✅ ibnu Abbas juga berkata:

    لا تجالس أهل الأهواء فإن مجالستهم ممرضة للقلب

    Jangan duduk di majelis ahli hawa, karena duduk di majelis mereka menimbulkan penyakit hati.” (Dikeluarkan oleh ibnu Bathoh dalam Al ibanah 2/438).

    Maka berhati hatilah saudaraku, dari duduk di majelis ahli hawa dengan alasan mencari ilmu kepada siapa saja. karena mencari ilmu wajib kepada orang yang telah mumpuni dan aqidahnya lurus sebagaimana sabda nabi shallallahu alaihi wasallam:

    إِن مِنْ أشراطِ السَّاعة أنْ يُلْتَمَسَ العلمُ عِنْدَ الأصاغِرِا

    Sesungguhnya diantara tanda hari kiamat adalah ilmu dicari dari para ashogier.” (HR ibnul Mubarok dalam kitab Az Zuhud)

    ✅ Abu Shalih bertanya kepada ibnul Mubarok, “Siapakah ashogier itu?” Beliau menjawab: “Yaitu ahli bid’ah.”

    Sebagian ulama menafsirkan juga bahwa ashogier itu orang orang yang dangkal ilmunya. Dan kedua tafsir tersebut tidak bertentangan, karena ahli bid’ah itu dangkal ilmunya. Jika kuat tentu ia akan meninggalkan kebid’ahannya.

    Banyak kita lihat sebagian ikhwah yang tadinya duduk di majelis sunnah lalu kemudian berubah dan meninggalkannya karena tidak memperdulikan ayat, hadits dan nasehat para ulama.

    =

    • AYAT AYAT MANHAJ (ch 2)

    Surat Al An’am ayat 153

    ✅ Allah Ta’ala berfirman:

    وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

    Dan sesungguhnya inilah jalanku yang lurus maka ikutilah. Dan janganlah kamu mengikuti jalan jalan lainnya, niscaya ia akan memecah belahmu dari jala-Nya. Itulah yang Dia wasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa.”

    Perhatikanlah ayat ini. Allah memerintahkan untuk mengikuti jalannya dan melarang mengikuti jalan jalan lainnya. Imam Mujahid menjelaskan bahwa yang dimaksud jalan jalan lainnya adalah bid’ah dan syubhat

    Lalu Allah menyebutkan akibatnya yaitu bahwa jalan jalan tersebut akan memecah belah kalian dari jalanNya

    ✅ Imam Ath Thobari dalam tafsirnya berkata:

    فيشتّت بكم، إن اتبعتم السبل المحدثة التي ليست لله بسبل ولا طرق ولا أديان, اتباعُكم إياها =” عن سبيله “, يعني: عن طريقه ودينه الذي شرعه لكم وارتضاه

    Maka akan mencerai beraikan kamu jika mengikuti jalan jalan yang diada adakan yang sama sekali bukan jalan Allah bukan pula agamaNya.

    Mencerai beraikan kamu dari jalanNya yaitu tata cara dan agamaNya yang Allah syari’atkan dan ridloi.”

    Ayat ini menunjukkan bahwa hakekat perpecahan itu bukanlah karena tidak mengikuti kebanyakan manusia, akan tetapi berpecah belah dari jalan Allah.

    ✅ Oleh karena ibnu Mas’ud berkata:

    الجماعة ما وافق الحق ولو كنت وحدك

    “Aljama’ah itu adalah yang sesuai dengan kebenaran walaupun kamu sendirian.” (Dikeluarkan oleh Al Laalikaai dalam syarah i’tiqod ahlissunnah dengan sanad yang shahih).

    ✅ Imam Al Auza’iy berkata:

    عليك بآثار من سلف وإن رفضك الناس، وإياك وآراء الرجال وإن زخرفوه بالقول.

    Hendaklah kamu mengikuti jejak salaf walaupun manusia menolakmu. Jauhi olehmu pendapat pendapat manusia walaupun dihiasi dengan kata kata yang indah”. (Dikeluarkan oleh Al Aajurry dalam kitab Asy Syari’ah dengan sanad yang shahih).

    ✅ Imam ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

    اعلم أن الإجماع والحجة والسواد الأعظم هو العالم صاحب الحق، وإن كان وحده، وإن خالفه أهل الأرض، فإذا ظفرت برجل واحد من أولي العلم، طالب للدليل، محكم له، متبع للحق حيث كان وأين كان، ومع من كان، زالت الوحشة

    Ketahuilah bahwa ijma, hujjah, dan assawadul a’dzom itu adalah ulama yang berpegang kepada kebenaran walaupun ia sendirian, walaupun ia diselisihi oleh penduduk bumi.

    Jika kamu mendapatkan seorang ulama penuntut dalil dan mapan padanya dan selalu mengikuti kebenaran kapan saja dan dimana saja dan bersama siapapun, maka hilanglah kesendirianmu.”

    (I’laamul Muwaqi’in 3/398)

    =

    • Ayat Ayat Manhaj (3)

    Surat Attaubah ayat 100

    ✅ Allah Ta’ala berfirman:

    وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

    Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS At-Taubah [9]: 100)

    Dalam ayat ini Allah menyatakan keridloan kepada para shahabat muhajirin dan anshor. Dan orang orang yang mengikuti mereka pun ikut mendapatkan keridloan Allah.

    ✅ ibnu Jarir Ath Thobari dalam tafsirnya berkata:

    وأما الذين اتبعوا المهاجرين الأولين والأنصار بإحسان, فهم الذين أسلموا لله إسلامَهم، وسلكوا منهاجهم في الهجرة والنصرة وأعمال الخير

    Adapun orang orang yang mengikuti muhajirin dan anshor yang pertama dengan ihsan adalah mereka yang masuk islam karena Allah dan meniti manhaj mereka dalam hijrah, membela agama dan amal amal kebaikan lainnya.”

    Rasulullah menyatakan bahwa mereka adalah generasi terbaik umat islam. Beliau bersabda:

    خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ.

    Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para Sahabat), kemudian yang datang sesudah mereka (Tabi’in), kemudian yang datang sesudah mereka (pengikut Tabi’in).” (Muttafaqun ‘Alaih).

    Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menjadikan mereka sebagai rujukan ketika terjadi perselisihan. Beliau bersabda:

    أوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِيْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

    Aku wasiatkan kepadamu agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan patuh (kepada pimpinan) ,meskipun ia seorang budak dari Habasyah (Ethiopia), karena sesungguhnya orang yang hidup di antara kamu sesudahkau akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah kamu kepada sunnahku dan sunnah para Khulafa’ (pengikutku) yang mendapat petunjuk, berpegang teguhlah kamu padanya dan gigitlah dengan geraham-geraham (mu), dan jauhilah hal-hal yang diada-adakan (dalam agama) karena setiap yang baru itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Abu Dawud dan Attirmidzi dan beliau berkata: Hadits Hasan shahih).

    Perhatikanlah hadits ini, ketika Nabi mengabarkan akan munculnya perpecahan ternyata nabi tidak mengatakan: bersatulah kalian. Tapi Nabi mengatakan: peganglah sunnahku dan sunnah khulafa rasyidin dan jauhi bid’ah..

    Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam juga mengabarkan bahwa satu satunya jalan keselamatan hanyalah jalan Rasulullah dan para shahahabatnya. Beliau bersabda:

    بَنِي إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي

    Sesungguhnya Bani Israil telah berpecah-belah menjadi 72 agama. Dan sesungguhnya umatku akan berpecah-belah menjadi 73 agama. Mereka semua di dalam neraka, kecuali satu agama. Mereka bertanya:“Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,“Siapa saja yang mengikutiku dan (mengikuti) sahabatku.” HR Attirmidzi, hasan.

    ✅ Imam Asy Asyafii rahimahullah berkata:

    وَكَانَ اتِّبَاعُهُمْ أَوْلَى بِنَا مِنَ اتِّبَاعِ مَنْ بَعْدَهُمْ

    Mengikuti mereka lebih layak untuk kita dari mengikuti orang orang setelah mereka.” (Al Madkhol Ilaa sunanil kubro karya imam AlBaihaqi no 20)

    ✅ Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah, ia berkata:

    عَلَى أُصُوْلُ السُّنَّةِ عِنْدَنَا: التَّمَسُّكُ بِمَا كَانَ عَلَيْهِ أَصْحَابُ رَّسُولِ اللهِ وَالْإِقْتِدَاءُ بِهِمْ , وَ تَرْكُ الْبِدَعِ, وَ كُلُّ بِدْعّةٍ ضَلاَلَةٍ…

    Pokok-pokok Sunnah menurut kami adalah: berpegang kepada apa yang para sahabat Rasulullah n berada di atasnya, meneladani mereka, meninggalkan seluruh bid’ah. Dan seluruh bid’ah merupakan kesesatan … [Riwayat Al Lalikai; Al Muntaqa Min Syarh Ushulil I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah, hlm. 57-58].

    =

    • ➡ Ayat Ayat Manhaj (4)

    Surat yusuf ayat 108.

    ✅ Allah Ta’ala berfirman:

    قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

    “Katakan, “Inilah jalanku, aku berdakwah kepada Allah. Di atas bashiroh aku dan orang orang yang mengikutiku. Maha suci Allah dan aku tidak termasuk kaum musyrikin.”

    Ayat ini menunjukkan bahwa manhaj dakwah para nabi adalah berdakwah kepada tauhid, dan mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah di atas ilmu dan bashiroh. Serta berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya.

    ✅ Abu Ja’far Ath Thobari rahimahullah berkata dalam tafsirnya:

    يقول تعالى ذكره لنبيه محمد صلى الله عليه وسلم: قل، يا محمد، هذه الدعوة التي أدعو إليها , والطريقة التي أنا عليها من الدعاء إلى توحيد الله وإخلاص العبادة له دون الآلهة والأوثان، والانتهاء إلى طاعته، وترك معصيته ،( سبيلي )، وطريقتي ودعوتي،

    Allah Ta’ala berfirman kepada nabiNya: “Katakan hai Muhammad! inilah dakwah yang aku berdakwah kepadanya dan jalan yang aku berada di atasnya yaitu berdakwah kepada mentauhidkan Allah dan mengikhlaskan ibadah hanya kepadaNya. Bukan kepada tuhan tuhan selain Allah dan berhala berhala. Senantiasa menaati Allah dan meninggalkan maksiat. 

    (sabiilii) jalanku dan dakwahku

    (أدعو إلى الله) وحده لا شريك له ، ( على بصيرة ) ، بذلك , ويقينِ عليمٍ منّي به أنا، ويدعو إليه على بصيرة أيضًا من اتبعني وصدقني وآمن بي

    (Aku berdakwah kepada Allah) Tiada sekutu baginya. (Di atas bashiroh) yaitu yakin dan benar benar berilmu aku dan juga orang orang yang mengikuti juga berdakwah di atas bashiroh.

    ، ( وسبحان الله )، يقول له تعالى ذكره: وقل، تنـزيهًا لله ، وتعظيمًا له من أن يكون له شريك في ملكه، أو معبود سواه في سلطانه: ( وما أنا من المشركين ) ، يقول: وأنا بريءٌ من أهل الشرك به , لست منهم ولا هم منّي.

    (Dan subhanallah) agungkan dan sucikanlah Allah dari adanya sekutu dan sesembahan selainNya dalam kerajaanNya dan kekuasaanNya.

    (Dan aku tidak termasuk orang musyrik) aku berlepas diri dari ahli syirik. Aku tidak termasuk golongan mereka, dan mereka juga bukan golonganku. (Tafsir Ath Thobari)

    Dan firman Allah: (Aku berdakwah kepada Allah) menunjukkan bahwa seorang da’i hendaklah berdakwah kepada Allah bukan kepada madzhabnya atau organisasinya atau partainya atau berdakwah kepada dirinya. Namun berdakwah hanya untuk meninggikan kalimat Allah dan agamaNya.

    Demikian pula berdakwah di atas dasar bashiroh yaitu ilmu yang dalam yang menimbulkan keyakinan yang kuat. Bukan sebatas pendapat dan perasaan belaka. Berilmu sebelum berkata dan berbuat.

    Allahul Musta’an

    Written by al Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc

    = <>><> Lanjut Ke Halaman 2 <>><><>