Antara Syahwat Politik Dengan Besarnya Dosa Kesyirikan ( Awas Manhaj Mencla-Mencle) 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Suami Menduakan Istri Dengan Sesama Jenis

2.Shahihkah Hadits Tentang Istri Melayani Suami?

3.Keterlambatan Pemberian Hak Gaji Pekerja

4.Hukum Memiliki Kunyah Abul Qasim, SepertiRasulullah

5.Kisah & Nasihat dalam Meniti Sunnah Poligami(Taadud)

6.Saat Shalat Mendapatkan Setetes Darah Di Bajunya, Apakah Shalatnya Dihentikan?

7.Memberikan Uang Kepada Penjual Emas Dengan Dicicil, Sampai Pada Jumlah Tertentu Lalu Dibelikan Emas Sesuai Dengan Jumlah Tersebut

8.Ingin Meminang Seorang Gadis Yang PernahBerpacaran Dengan Seseorang Namun TelahBertaubat, Maka Apakah Dia Boleh Bertanya Tentang Rincian Masa Lalunya?

9.Keshalihan Anak

10.Kebodohan Kita terhadap Makna Kalimat Tauhid (Bag. 4)

==

KEUTAMAAN SAHABAT NABI ﷺ _ USTADZ YAZIDBIN ABDUL JAWAS

Khutbah Jumat _ Orang Kaya Juga Harus Qonaah – Ustadz Firanda Andirja

Sikap Ahlusunnah Di Tahun Politik-Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Tegas Banget__ Awas Manhaj Mencla Mencle _ Ustadz Abdurahman Thayyib.

Ceramah Terbaru _ Perkara Yang Dibenci Dalam Shalat-Ust Mizan Qudsiyah.

Hakikat Hijrah-Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Hijrah Itu Kepada Sunnah-Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Bolehkah Mentahdzir Calon Presiden-Ustadz Sofyan Chalid Ruray

URGENSI WAKTU (Tafsir Surat Al-Ashr)-Ustadz Abdurahman Thayyib.

AQIDAH ISLAM TERHADAP MUSIBAH-Ustadz Abdurahman Thayyib.

==

  • Antara Syahwat Politik Dengan Besarnya Dosa Kesyirikan ( Awas Manhaj Mencla-Mencle)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

 

=

  • Ada Apa Dengan Do’a Bunda Neno Warisman?

Jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang kepada kami dan anak cucu kami. Jangan tinggalkan kami dan menangkan kami. Jika engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah kami khawatir tak ada lagi yang menyembahmu.”

Do’a itu sepertinya diinspirasi doa Nabi ﷺ saat menghadapi kaum kuffar dlm perang badar, tetapi karena dibawakan oleh bani parpol dlm menghadapi pemilu, dan fakta bahwa di dalam kubu mereka sendiri terdapat kaum kuffar dan sebaliknya di kubu seberang juga berisi kaum muslimin, maka saya memaknainya tak lebih mirip bully-an orang yg kebelet ngutang sambil ngancem: “kalau tidak (dipenuhi), saya akan pinjem ke rentenir“. Dan memang seperti yg saya tulis kemarin … memang ada orang yg seperti itu. Apakah dipikirnya Allah butuh disembah atau diibadahi mahlukNya?

Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS 14:8)

Kebelet boleh, tapi mikir harus, nek!

==

  • Sabar Atas Pemimpin Yang Zalim

Jika orang islam bersabar atau dilarang melawan kezaliman penguasa, maka bangsa indonesia tidak akan pernah merdeka bebas dari penjajahan. Begitu lah biasanya argumen pembenaran dari mereka yg mengambil sikap oposan thd pemerintah.

Yg pertama harus disadari adalah … pemerintah kolonial itu bisa disetarakan dengan penyerobot lahan yg datang tanpa diundang, dimana sebagai pewaris sah tanah nusantara, si mbah dan buyut2 kita berhak mempertahankannya. Para pendahulu kita itu juga pantas digelari mujahid yg loyal berjuang bersama raja2 terdahulu menumpas kaum kuffar yg merampas hak2 mereka.

Nah, sekarang bandingkan dgn penguasa atau pemerintahan kita saat ini. Apakah penguasa2 itu orang asing yg datang tanpa diundang? Bahkan bukankah rakyat indonesia juga yg mendaulat dan mengangkatnya menjadi presiden? Lha dimana logic-nya, memberi pengakuan pada demokrasi tapi di sisi lain menghujat penguasa yg dihasilkannya?

Argumen bahwa tak ada kemerdekaan tanpa perlawanan thd kezaliman penjajah, juga tidak tepat karena faktanya proklamasi 17 Agustus 1945 pun baru terwujud setelah Jepang mengakui kekalahan dalam Perang Dunia ke-2 pasca bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki. Ini artinya, seperti yg juga termaktub dlm pembukaan UUD45, kemerdekaan adalah rahmat dari Allah bukan karena ini dan itu. Tidak perlu diandai-andaikan, kemerdekaan itu cukup disyukuri dan dijaga agar tidak hilang lepas dari genggaman. Caranya? You Near & With Allah …. #YNWA alias mentauhidkan Allah azza wa jalla, sehingga rahmatNya senantiasa mengiringi kita bangsa Indonesia.

Salah satu tipe orang yg saya hilang hormat kepadanya adalah orang yg bermaksud berhutang sambil ngancem2 semisal: “kalau tidak (dipenuhi), saya akan pinjem ke rentenir”. Ada orang seperti ini? Banyaak …. sebanyak bocah2 alay yg bilang begini: “cinta ditolak, dukun bertindak” atau “cinta ditolak, bunuh diri solusinya”.

Saya beneran lost respect dgn orang seperti itu; yg tampak paham agama tetapi memanfaatkan keyakinan agama untuk membully seseorang. Apa bedanya orang seperti ini dgn bani parpol yg kerap menggunakan isu-isu agama untuk menggolkan kepentingannya?

Kepepet boleh, modus jangan!

@Katon Kurniawan

=

  • Umat Islam di Berbagai Negeri, Dulu dan Sekarang…

“Tidak samar lagi, kondisi umat Islam ketika dahulunya mereka berpegang teguh pada agama mereka dan bersatu di dalamnya, menghormati para pemimpin mereka, mentaati penguasanya dalam hal yang ma’ruf, maka ketika itu mereka meraih kedudukan tinggi dan kejayaan.

✅ Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

Allah telah menjanjikan untuk orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa Dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan berkuasa orang-orang sebelum mereka. Dan Allah betul-betul akan mengokohkan agama mereka yang Allah ridhai bagi mereka. Dan Allah akan menggantikan rasa takut mereka dengan rasa aman. Mereka senantiasa beribadah kepadaku dan tidak menyekutukanku dengan apapun.” (QS An Nuur 55)

✅ dan firman Allah Ta’ala:

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ . الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

Allah benar-benar akan menolong mereka yang menolong-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Yaitu mereka yang jika kami kokohkan kedudukan mereka di bumi ini, mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, serta memerintahkan pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan kepada Allah-lah segala urusan berpulang.” (QS Al Hajj 40-41)

Namun ketika umat Islam mulai mengada-ada dan memecah-belah agama mereka, dan mereka menentang para penguasa, bahkan memberontak pada mereka, dan mereka menjadi bergolong-golongan.. Maka tercabutlah rasa takut dari hati musuh-musuh mereka! Dan mereka pun saling berselisih, sehingga mereka menjadi gentar, dan hilanglah kekuatan mereka. Maka para musuh Islam pun mengerumuni mereka, sehingga mereka menjadi buih yang terombang-ambing seperti buih di lautan!”

Demikian cuplikan dari penjelasan risalah Al Ushul As Sittah karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At Tamimi, oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin pada bab/prinsip yang ketiga mengenai “Kesempurnaan Persatuan didapatkan dengan Mendengar dan Taat pada Pemimpin”.

@Ristiyan Ragil Putradianto

=

  • Manhaj Mencla Mencle

Di dalam Kitab-Nya (al-Qur-an) yang mulia, Allah telah berjanji akan memenangkan kaum muslimin yang mentauhidkan-Nya, serta beramal shalih dengan ketaatan dari tipu daya orang-orang kuffar dan munafiq.

Allah سبحانه و تعالىٰ berfirman :

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa tetap kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq.“(QS. An-Nuur [24] : 55)

Begitupun Allah telah mengkhabarkan bahwasanya tipu daya musuh-musuh Allah sangatlah lemah, maka janganlah sekali-kali engkau takut apalagi gentar terhadap mereka. Bersabar dan bertakwalah kepada-Nya yang dengannya Allah menangkan kita dari tipu daya mereka.

✅ Allah عز وجل berfirman :”Jika kalian memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kalian mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kalian bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepada kalian. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali-‘Imraan [3] : 120)

Menjadi berlebihan kiranya jika ada seseorang berdo’a kepada Allah, lantas meminta suatu do’a kemenangan politik demokrasi kemudian “mengancam” yang apabila do’anya tersebut tidak diijabah (baca : dikabulkan) dikhawatirkan tidak akan ada lagi manusia yang menyembah Allah, innalillaahi wa inna ilaihi raji’un… apakah sebegitu parah ‘aqidah kita sampai berdo’a demikian? dan apakah sezhalim itu lawan politik mereka melebihi kezhaliman Fir’aun terhadap mereka?

Ketahuilah bahwa kemenangan bagi kaum muslimin itu begitu dekat, hanya saja kita yang tidak mengetahui atau bahkan menyelisihi cara yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya, Muhammad ﷺ.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar رضي الله تعالىٰ عنهما, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,”Jika manusia telah menjadi kikir (pelit) dengan dinar dan dirham (uang dan hartanya), berjual-beli dengan cara ‘inah (riba), dan lebih mementingkan bercocok tanam (mengejar kesenangan dunia), serta meninggalkan jihad fii sabilillaah, maka Allah akan menurunkan bencana (adzab) kepada mereka. Dan bahwasanya Allah tidak akan mencabut kehinaan itu dari dari mereka, sampai mereka kembali kepada agama mereka.“(Shahiih, HR. Ahmad dalam kitab az-Zuhd, II/28, 42, no. 4825, dan Abu Dawud, no. 3462, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir, no. 13582, 13585, al-Baihaqi dalam Sunan-nya, V/316, dan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah, I/313 – 314, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah, no. 11)

Al-Fadhil Al-Ustadz Abu Unaisah ‘Abdul Hakim bin Amir Abdat حفظه الله تعالىٰ berkata,

Kembali kepada agama kamu maknanya, kamu berpegang dengan al-Kitab (al-Qur-an) dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih dari para Shahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in. Yang Allah telah memuliakan dan meninggikan mereka dan merendahkan dan menghinakan orang-orang kuffar.”(Telah Datang Zamannya, hal. 67)

Beliau حفظه الله تعالىٰ juga berkata,

Maksudnya, kembali kepada Islam yang dibawa, diajarkan, diamalkan dan dida’wahkan oleh Rasulullah ﷺ secara kaffah (menyeluruh).”

(Ta’liq Hadits Arba’in Abu Unaisah, 40 Hadits Prinsip dan Manhaj Salaf, hal. 25, Telah Datang Zamannya, hal. 68)

Lihatlah bagaimana Rasulullah ﷺ mengajarkan agar ummatnya kembali berjaya, kembali berkuasa mempunyai kekuatan dan mulia dihadapan musuh-musuh Allah, yaitu dengan kembali kepada agama mereka, kembali kepada tauhid mereka yang tegak padanya ‘aqidah yang benar sebagaimana yang diajarkan, diamalkan dan dida’wahkan oleh Rasulullah ﷺ dan para Shahabatnya.

✅ Jika ada yang mengatakan :

Bukankah boleh mengkhawatirkan itu?”

Tanggapan :

Kekhawatiran yang tidak dibangun diatas ‘ilmu hanya akan menyesatkan.

Wallaahi, akan tetap ada satu golongan dari kaum muslimin yang berdiri di atas al-haq sampai datang ketetapan Allah (hari Kiamat), tidak ada yang membahayakannya kecuali apa-apa yang telah Allah tetapkan.

Rasulullah ﷺ bersabda,”Senantiasa ada segolongan dari ummatku yang selalu menegakkan perintah Allah, tidak akan mencelakai mereka orang yang tidak menolong mereka dan orang yang menyelisihi mereka sampai datang perintah Allah dan mereka tetap di atas yang demikian itu.”

(Shahiih, HR. Al-Bukhari, no. 3641, dan Muslim, no. 1037 [174])

Inilah pedoman syari’at dalam memandang dan menilai suatu permasalahan dengan ‘ilmu, tidak semata-mata dengan emosi, perasaan serta ketakutan yang berlebihan yang tidak dibangun atasnya ‘ilmu.

Allah ﷻ berfirman :”Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar.“(QS. As-Sajdah [32] : 24)

✅ Allah عز وجل berfirman :”Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu‘.”(QS. Al-Baqarah [2] : 45)

Setelah kita mengetahui bathilnya do’a tersebut, maka hendaknya kita lebih takut dan berlindung kepada Allah dari perbuatan syirik, karena yang demikian adalah dosa besar yang paling besar yang pelakunya diancam oleh Neraka Jahannam, selama-lamanya dan itulah seburuk-buruknya tempat kembali.

Allah سبحانه و تعالىٰ berfirman :”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah (berbuat syirik), maka sungguh ia telah berbuat dosa yang sangat besar.“(QS. An-Nisaa’ [4] : 48)

Tidak hanya itu, apabila seorang muslim melakukan kesyirikan maka dikhawatirkan seluruh amal-amal shalih yang telah ia kerjakan akan hilang dan lenyap.

Allah عز وجل berfirman : “Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan.“(QS. Al-An’aam [6] : 88)

✅ Allah ﷻ berfirman :”Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: ‘Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang merugi.'”

(QS. Az-Zumar [39] : 65)

Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas رضي الله تعالىٰ عنهما, bahwa Rasulullah ﷺ ditanya tentang dosa-dosa besar, kemudian beliau menjawab,

Syirik kepada Allah, berputus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari adzab Allah.”

(Shahiih, HR. Ibnu Abi Hatim dalam Tafsiir-nya, no. 5201, Majma’ az-Zawa’id, no. 391)

Semoga Allah تبارك و‏تعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.

@Abu ‘Aisyah Aziz Arief_

==(Lanjut Ke Halaman 2)