Antara Hanan Attaki, “Hijrah”, Pelecehan Terhadap Syariat, Donasi Haram, Tongkrongan Gaul dan Musik Religi Menurut Imam Asy Syafi’i

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Temanmu, Cerminan Dirimu

2.Sudah Rutinkan Shalat Dhuha?

3.Bolehkah Istri Menolak Ajakan Suami karena Tidak Ada Air?

4.Kumpulan Amalan Ringan #08: Menghadiri Prosesi Jenazah

5.Persahabatan yang Sampai keSurgaSelamanya

6.Meminta Ampun Dari Segala Dosa

7.Syarhus Sunnah: Beriman kepada Malaikat #05

8.Mantan Mertua Masih Tetap Mahram Bagi Mantan Menantu?

9.6 Sifat Wanita yang Wajib Diwaspadai

10.Kebodohan Kita terhadap Makna Kalimat Tauhid (Bag. 5)

==

Penuh Dalil__ Larangan Duduk Di Majlis Ahli Bid_ah-Ustadz Mizan Qudsiyah 9Mb

Istigosah kepada Selain Allah – Ust LaluAhmad Yani 9Mb

Syarat Ketika Wanita Ingin Shalat DiMesjid-Ustadz Darul Palihin.11Mb

Dzikir Yang Diberikan 1 Pohon Di Syurga _ Ust. Nizar Saad Bin Jabal 19Mb

Jujur-Ust. Nizar Saad Bin Jabal 17Mb

Bersatu Diatas Aqidah Yang BenarOleh Ustadz Ristiyan Ragil

Ustadz Farhan Abu Furaihan -Kitab Al-I’tisham li Imam Asy- Syatibi

Ustadz Sufyan Baswedan -Syarah Tsalatsatul Ushul

Ustadz Hasan Al-Jaizy – Ushul Sunnah Ahmad bin Hanbal

Ustadz Afifi Abdul Wadud -Minhaj Firqah Najiyah wa Thaifah Manshurah

Ustadz Luthfi Abdul Jabbar -Aqidah Salaf wa Ashabul Hadits

Ustadz Ahmad Zainuddin -Khudz Aqidataka minal Kitab was Sunnah Ash-Shahihah

Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin – Syarah Muqadimah At-Tafsir

Ustadz Abdullah Taslim -Risalah At-Tabukiyyah

Ustadz Aris Munandar -Kasyifatus Saja Syarah Safinatun Naja

Ustadz Danni Nursalim Harun – Minhajul Muslim

Ustadz Farhan Abu Furaihan -Ushul min ‘Ilmil Ushul

Ustadz Ahmad Sabiq – Syarah Lum’atul I’tiqad

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan – Syarah Aqidah Wasithiyah

Ustadz Aris Munandar – Kitabul Akhlaq wa Siyar

Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan – Shifat Shalat

Ustadz Farid Fadhilah – SyarahKitab Al-Kabaa’ir

 Ustadz Abu Hanifah Jandriadi Yasin – Syarah Aqidah Wasithiyah Syaikh Halil Kharras

Ustadz Sofyan Chalid Ruray -Syarah Kitab Tauhid (Masjid Nurul Iman Blok M)

Kajian Kitab Lainnya

=

Antara Hanan Attaki, “Hijrah”, Pelecehan Terhadap Syariat, Donasi Haram, Tongkrongan Gaul dan Musik Religi Menurut Imam Asy Syafi’i

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

 

==

  • Masjid Anak Muda


✅ hanan attaki Berkata: Yuk pinjamkan harta terbaik kita kepada Allah dengan ikutan wakaf #500k untuk mewujudkan masjid anak muda @pesan_trend Pemuda yg #taattapiasik

InsyaAllah bisa lebih keren dari kawasan Arab Street di Singapore

Kereeen ga sih, kalo kita bisa ikut taklim tiap malam sambil nongkrong di kafe depan masjid? Dgn big screen beberapa di kanan dan kiri. Trus ada stage buat ustad perform dgn nuansa live music. Sesekali dibikin ice breaking pake akustikan,.bahkan bisa ada break dancer streetnya sambil nonton perform hip hop dr kang @ebithbeata dan talent2 muda lainnya. Kawasan yg anak muda banget. Dimana kafe, studio mural, bengkel modif, skate park, dan masjid bersatu dalam performance yg harmonis

View this post on Instagram

Yuk pinjamkan harta terbaik kita kepada Allah dengan ikutan wakaf #500k untuk mewujudkan masjid anak muda @pesan_trend Pemuda yg #taattapiasik InsyaAllah bisa lebih keren dari kawasan Arab Street di Singapore ___________________ BAYANGIN😎 . Kereeen ga sih, kalo kita bisa ikut taklim tiap malam sambil nongkrong di kafe depan masjid? Dgn big screen beberapa di kanan dan kiri. Trus ada stage buat ustad perform dgn nuansa live music Sesekali di sekitar area itu dibikin ice breaking pake akustikan, bahkan bisa ada break dancer streetnya sambil nonton perform hip hop dr kang @ebithbeata dan talent2 muda lainnya Kawasan yg anak muda banget. Dimana kafe, studio mural, bengkel modif, skate park, dan masjid bersatu dalam performance yg harmonis ___________________ Ikuti program wakaf #500k dengan transfer ke rekening: Bank syariah mandiri no (451) 7611112135 an Yayasan Pemuda Hijrah Indonesia Donasi pake kode angka terakhir 005 Misal, 500,005 atau 1,000,005 ___________________ Info lebih lanjut DM @pesan_trend @ifan_azfan atau WA +62817221808

A post shared by Founder SHIFT Pemuda Hijrah (@hanan_attaki) on

=

  • Tanggapan Atas Hanan Attaki

Yang mau investasi dosa besar dan maksiat silahkan donasi. Pelecehan terhadap syari’at dari orang ini sudah semakin parah. Dia mengajak orang lain hijrah, hijrah kemana ?

Hijrah dari lubang nestapa menuju lubang kebinasaan dan kesesatan. Semakin banyak orang-orang yang berperan sebagai dai-dai yang menyeru kepada neraka jahanam, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi shalallahu alaihi wa sallam.

@Abu Hanifah Jandriyadi Jasin

=

Innalillahi Wa inna Ilahi roji’un..

Haram hukumnya donasi membangun masjid yang tujuannya seperti orang bodoh ini katakan

Na’audzubillah min dzalik.

@Agus susanto

=

Buat apa “Hijrah” kalau dari kegelapan menuju kesesatan yang terang benderang?

@Dany Nursalim Harun

=


Lha katanya lulusan AlAzhar Kairo, tapi koq referensinya Arab Street di negeri liberal, singapore? Apa karena berbau kearab2an?

Kalau anda jalan menyusuri Arab Street dari sungai (jembatan) ke arah selatan, sebaiknya nengok ke kiri terus; minimal bisa mengagumi keindahan arsitektur mesjid Sultan, yg konon merupakan masjid pertama yg dibangun di singapore. Mata dijaga jangan jelalatan kebanyakan nengok ke kanan karena disitu isinya butik, kafe, bar live music dll. Pokoke, jangan nganan! Awas Nganan Kettaki! Ojo dipikir nemen2 … santai wae.

@Katon Kurniawan

=

Sekarang ini terlalu banyak da’i jadi-jadian di medsos. Jika ada suatu masalah maka semua ingin berkomentar. Ini tidak bermanfaat…

Kalian itu cukup share nasehat dan tanggapan para da’i Sunnah tentang masalah tersebut, tidak perlu kalian yang menjadi da’i. Namun, jadilah kalian duta para Da’i Sunnah.

@Muhammad Abu Muhammad Pattawe

==

Hari ini banyak orang tdk perduli siapa yg harus menjadi temannya, yg penting baginya dapat dimamfaatkan utk kepentingan sesaat…

Wahai saudaraku, ingat dlm berteman itu ada tanggungjawab yg wajib kita tunaikan, menolongnya dlm kebaikan dan mencegahnya dlm kemungkran… Jangan malah sebaliknya, kita awalnya baik malah menjadi buruk, bahkan ikut-ikutan membela kebatilannya…

Sudah menjadi ketentuan taqdir kauni kalau yg buruk akan senang berkumpul sesamanya, seperti lalat jarang kita temukan di tempat yg bersih… Sabda Rasul kita shalallahu ‘alaihi wa salam: “seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaklah salah seorang kalian melihat siapa yg menjadi temannya”.

@Alimusri Semjan Putra

=


Karenanya mengajak siapa saja yang membaca tulisan ini. Untuk belajar menjauh dari musik, tempat yang di dalamnya full musik dan para “ustadz” yang sok gaul penyeru kepada musik dan simbol-simbol setan.

Demi Allah, musik hanya akan membuat anda menderita, cepat atau lambat. Itulah salah satu cara paling indah menyesatkan banyak orang.

Heran saja, tetiba ada yang katanya lulusan Mesir, namanya sama sekali tidak populer di kalangan penggila musik dan anak gaul di Mesir. Pulang ke Indonesia malah mengajak sesama dengan caranya yang sok gaul, tak mengapa dengan musik, akustikan dll.Saya jadi malu dengarnya.

Maka renungankanlah salah satu ucapan ulama besar dunia, Syeikh Dr. Ahmad Isa Al-Ma’shrawiy, “Mereka yang hidup bersama Al-Quran. baik dengan membaca ataupun menghafalnya. benar-benar memiliki kepribadian yang khusus dan indah sekali. setiap kali dunia memalingkan mereka. Al-Quran kembali mengajak dan menarik mereka dengan lembut, dan merekapun kembali menjadi orang-orang yang bertaubat..

Kecanduan nongkrong, salah pilih ustadz menyebabkan fanatisme, sensi, gagal faham bin keblinger. Umat butuh “kaifiyyah” alias kualitas! Bukan “kammiyyah”, kuantitas kurang mutu.

Bani Israil masuk tanah Palestina di bawah komando Yusha (Joshua) bin Nun, perang talut jalut, Badar, penaklukan baitul maqdis, Andalusia, Konstantinopel, kemerdekaan Bangsa Indonesia dari para penjajah dll.

Bukti kualitas menentukan kejayaan meskipun seuprit atau secuil, bukan menyoal banyaknya prajurit.

Shalahuddin Al Ayyubi al kurdiy rahimahullah, rela menahan tawanya sebelum berhasil membebaskan al aqsha. Pasukannya siang malam membaca quran, banyak menangis, kuat berdoa, takut kepada Allah, jauhi fitnah, merindukan redho, rahmatNya, sederhana dalam tutur dan prilaku.

Kalau jutaan anak muda duduk manis di kafe, dihiasi musik, ketawa ketiwi, goal geol sok gaul sepanjang hari sambil mengigau tentang kejayaan Islam sebagaimana buah pikir “dai” idolanya..Itu ngikutin siapa, mau naklukan apaan dan apa yang diharapkan sebenarnya?

Ikuti cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?.Khulafa ar Rasyidin radhiyallahu ‘anhum? Para pejuang muslim dari zaman ke zaman? Atau ngikuti para pesohor yang cenderung menghalalkan segala cara?!

Jika dibiarkan, apalagi dibenarkan dengan mencari pembenaran. Berbahaya! Ibarat seseorang yang sukses keluar dari kolam buaya, namun masuk kandang singa setelahnya.

@Guntara Nugraha Adiana Poetra

=

  • Musik Religi Menurut Imam Asy Syafi’i


Sebelum kita sebutkan perkataan beliau, kita sebutkan dulu sebaik-baik perkataan yaitu perkataan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an Al Karim:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan lahwal hadis untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman: 6).

Mayoritas ahli tafsir menafsirkan lahwal hadis dalam ayat ini maknanya: al ghina’ (nyanyian). Ini merupakan tafsir Ibnu Abbas, Jabir bin Abdillah, Mujahid, Ikrimah. Namun yang dimaksud nyanyian di sini adalah nyanyian yang diiringi alat musik. Sebagaimana dikatakan oleh Mujahid

عن مجاهد، قال: اللهو: الطبل

Dari Mujahid, ia berkata: yang dimaksud al lahwu di sini adalah gendang” (lihat Tafsir At Thabari tentang ayat di atas)

Al Imam Ibnu Katsir juga mengatakan:

نزلت هذه الآية في الغناء والمزامير

ayat ini turun terkait dengan nyanyian dan seruling” (lihat Tafsir Ibnu Katsir tentang ayat di atas)

✅ Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الحِرَ والحريرَ والخَمْرَ والمَعَازِفَ

Akan datang kaum dari umatku kelak yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan ma’azif (alat musik)” (HR. Bukhari secara mu’allaq dengan shighah jazm).

✅ Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ خَسْفٌ ، وَقَذْفٌ ، وَمَسْخٌ ” ، قِيلَ : وَمَتَى ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : ” إِذَا ظَهَرَتِ الْمَعَازِفُ وَالْقَيْنَاتُ ، وَاسْتُحِلَّتِ الْخَمْرُ

Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (ke dalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya menjadi buruk”. Beliau ditanya, “Kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Ketika ma’azif (alat-alat musik) dan para penyanyi wanita telah merajalela, serta khamr di anggap halal” (HR. Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir, 5672, dihasankan Asy Syaukani dalam Nailul Authar, 8/262, bahkan disahihkan Al Albani dalam Sahih At Targhib, 3665).

Ini adalah dalil-dalil yang tegas tentang haramnya musik secara umum, termasuk musik religi.

  • ➡ [Perkataan Imam Asy Syafi’i]

✅ Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan:

تَرَكْتُ فِي الْعِرَاقِ شَيْئًا يُقَالُ لَهُ : التَّغْبِيرُ أَحْدَثَهُ الزَّنَادِقَةُ ، يَصُدُّونَ بِهِ النَّاسَ عَنِ الْقُرْآنِ

Di Irak aku meninggalkan sesuatu yang disebut taghbir, ini merupakan buatan orang-orang zindiq yang membuat orang-orang berpaling dari Al Qur’an” (Al Amr bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, no. 194, karya Al Khallal).

  • Apa yang dimaksud dengan TAGHBIR?

✅ Al Jauhari dalam Tajul ‘Arus menjelaskan makna taghbir:

التغبير: تهليل أو ترديد صوت يُرَدَّدُ بقراءة وغيرها.. والمراد به ما قال الليث: ما نصه: وقد سموا ما يطربون من الشعر في ذكر الله تغبيراً كأنهم إذا تناشدوه بالألحان طربوا فرقصوا وأرهجوا

“At Taghbir adalah mengiramakan dan mendayu-dayukan suara serta mengulang-ulang suatu bacaan atau semacamnya. Sebagaimana yang disebutkan Al Laits: mereka menamai perbuatan menyanyikan syair YANG BERISI DZIKIR KEPADA ALLAH dengan alat musik tharab sebagai taghbir. Mereka menyanyikannya dengan lahn-lahn (irama-irama), mereka memainkan tharab, berjoget dan bergembira”.

Maka yang disebut “perbuatan orang zindiq” dan “membuat orang berpaling dari Al Qur’an” oleh Asy Syafi’i adalah nyanyian yang isinya dzikir kepada Allah, dengan kata lain: MUSIK RELIGI.

✅ Tidak hanya musik religi yang belia cela, namun juga musik secara umum, Imam Asy Syafi’i mengatakan:

الغناء لهو مكروه يشبه الباطل ومن استكثر مِنْهُ فهو سفيه ترد شهادته

Al ghina’ (nyanyian yang diiringi musik) merupakan perkara melalaikan yang dibenci, merupakan kebatilan. Barangsiapa memperbanyaknya maka dia seorang yang bodoh. Persaksiannya ditolak” (Talbisul Iblis karya Ibnul Jauzi, 1/205)

✅ Jika firman Allah sudah jelas, sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga jelas, ditambah dengan keterangan dari imam besar Ahlussunnah, imam Asy Syafi’i rahimahullah, maka mengapa masih ragu bahwa tidak ada musik religi dalam Islam.Semoga Allah memberi taufik.

@Yulian Purnama

===

  • Opiniyyun dan Hanan Attaki

Firman Allah Ta’ala :

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

[Q.S An-Nahl:125]

Dalam atsar disebutkan bahwasanya hadiah paling baik untuk kaum muslimin adalah kalimat penuh hikmah.

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ أَخْبَرَنَا شُرَحْبِيلُ بْنُ شَرِيكٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيَّ يَقُولُ لَيْسَ هَدِيَّةٌ أَفْضَلَ مِنْ كَلِمَةِ حِكْمَةٍ تُهْدِيهَا لِأَخِيكَ

Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Yazid telah menceritakan kepada kami Haiwah telah mengabarkan kepada kami Syurahbil bin Syarik: “Ia pernah mendengar Abu Abdur Rahman Al Hubuli berkata:’Tidak ada hadiah yang lebih utama yang kamu berikan kepada saudaramu daripada kalimat yang mengandung hikmah.“[Diriwayatkan oleh Ad-Darimiy no. 354;shahih]

✅ Mari kita bandingkan dengan realitas “lapangan” dunia para Ahlul Vonis Netizen “bermanhaj-Salaf” dari kalangan Opiniyyun..

Apakah mereka membantah dengan pelajaran baik dan hikmah berisi Nash dan Atsar?

Memang kekonyolan Ustadz tersebut secara akal terhadap penyelisihan nash dan atsar layak ditertawakan dan dicela secara maksimal.

Akan tetapi…

Nash dan atsar pula lha yang membatasi hal yang melampaui batas tersebut..

✅ Firman Allah Ta’ala :

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.[Q.S Yusuf:108]

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚوَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ ۚإِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚوَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚعَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Syu`aib berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya rezki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.[Q.S Hud:88]

✅ Dari 2 ayat Kitabullah tersebut terdapat hikmah bahwasanya apabila ingin mengajak seseorang ke jalan Al-Haq mesti dengan cara Al-Haq pula,tidak melampaui batas sehingga menjadi kekonyolan dibalas dengan kebanyolan yang nyata,karena semestinya dan seharusnya apa yang saja hujjah yang disampaikan harus diperhitungkan waqi’ nya.

وَقَالَ عَلِيٌّحَدِّثُوا النَّاسَ بِمَا يَعْرِفُونَ أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذَّبَ اللَّهُ وَرَسُولُهُحَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ مَعْرُوفِ بْنِ خَرَّبُوذٍ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَنْ عَلِيٍّ بِذَلِكَ

Dan ‘Aliy berkata,”Berbicaralah dengan manusia sesuai dengan kadar pemahaman mereka, apakah kalian ingin jika Allah dan rasul-Nya didustakan?”Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Musa dari Ma ‘ruf binKharrabudz dari Abu Ath Thufail dari ‘Aliy seperti itu.”[Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no.127]

Ya kita ketahui ustadz tersebut tidak berada di atas atsar karena lebih cenderung kepada motivator retoris bukan penyeru Al-Haq,ini bisa dipahami dari backgroundnya yang bukan seorang ashabul hadits dari segi apa yang dipelajari,ditapaki ,dipahami dan di implementasikan,mempelajari methode berdakwah saja kepada anak muda pun beliau ini mesti turun kepada Surfer supaya diterima dan berkesesuaian, bahkan iconic AlMujjadidnya saja Hasan Al Banna yang bukan seorang fuqaha dan seorang ahlul hadits.

✅ Ya memang kekonyolan statement beliau ini mesti diluruskan ya.Tapi luruskan dengan solusi yang berasal dari atsar bukan opini dari hasrat ingin memvonis..Sekedar contoh pelurusannya..Kasus yang terakhir ustadz ini ingin bikin tongkrongan gaul yang asyik, cafe bermusik,dan hal-hal bathil lainnya,tentu ini bertentangan dengan Firman Allah Ta’ala :

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”[Q.S Al-Furqan:72]

✅ Dan terdapat pemahaman dari hadits berikut

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ سَلَّامٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ الْأَزْرَقِ قَالَكَانَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ الْجُهَنِيُّ يَخْرُجُ فَيَرْمِي كُلَّ يَوْمٍ وَكَانَ يَسْتَتْبِعُهُ فَكَأَنَّهُ كَادَ أَنْ يَمَلَّ فَقَالَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِمَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَلَى قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلَاثَةَ نَفَرٍ الْجَنَّةَ صَاحِبَهُ الَّذِي يَحْتَسِبُ فِي صَنْعَتِهِ الْخَيْرَ وَالَّذِي يُجَهِّزُ بِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِي يَرْمِي بِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالَ ارْمُوا وَارْكَبُوا وَإِنْ تَرْمُوا خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوا وَقَالَ كُلُّ شَيْءٍ يَلْهُو بِهِ ابْنُ آدَمَ فَهُوَ بَاطِلٌ إِلَّا ثَلَاثًا رَمْيَهُ عَنْ قَوْسِهِ وَتَأْدِيبَهُ فَرَسَهُ وَمُلَاعَبَتَهُ أَهْلَهُ فَإِنَّهُنَّ مِنْ الْحَقِّقَالَ فَتُوُفِّيَ عُقْبَةُ وَلَهُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ أَوْ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ قَوْسًا مَعَ كُلِّ قَوْسٍ قَرْنٌ وَنَبْلٌ وَأَوْصَى بِهِنَّ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَزْرَقِ أَنَّ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلَاثَةً الْجَنَّةَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ

Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Yahya bin Abu Katsir dari Zaid bin Sallam dari Abdullah bin Zaid Al Azraq dia berkata,

“Setiap hari Uqbah bin Amir Al Juhani keluar dan berlatih memanah, kemudian ia meminta Abdullah bin Zaid agar mengikutinya namun sepertinya ia nyaris bosan.Maka Uqbah berkata, “Maukah kamu aku kabarkan sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” ia menjawab, “Mau.” Uqbah berkata, “Saya telah mendengar beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.” Beliau bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.”Dan beliau juga bersabda: “Segala bentuk permainan itu batil bagi anak Adam, kecuali tiga perkara; melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda dan senda gurau (bermain-main) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.“Abdullah bin Zaid berkata, “Lalu Uqbah wafat sementara ia memiliki sekitar enam puluh atau tujuh puluh lebih busur, setiap busur mempunyai seutas tali dan beberapa anak panah. Dan dia mewasiatkan agar itu digunakan di jalan Allah.”Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dia berkata, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Abu Sallam dari Abdullah bin Al Azraq bahwa Uqbah bin Amir berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah.” Lalu ia pun menyebutkan hadits itu.[Diriwayatkan oleh Ahmad no.16699;shahih]

Ya kalau mau bernilai pahala dan keutamaan dalam agama baiknya jangan dibikin cafe musik ataupun tongkrongan berbau “kegaulan” tapi eloknya dibikin area panahan dan berkuda..

Dan untuk para pemvonis ini banyak banyak bermuamalah dan mengimplementasikan saja ya.Jangan sok mengisolir diri saja,situ bukan Ikhwan Sholihah,

✅ Firman Allah Ta’ala :

(33). وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖوَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ الَّهَ وَرَسُولَهُ ۚإِنَّمَا يُرِيدُ الَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

(34). وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ الَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚإِنَّ الَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا

Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.

[Q.S Al-Ahzab :33-34]

Allahu ‘alam

@Al-Atsariyyah

= ““ (Lanjut Ke Halaman 2) ““

Iklan