Apa Itu Salafi dan Kenapa Wajib Mengikuti Manhaj Salaf

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Manhajus Salikin: Sifat Shalat Nabi, Cara Sedekap

2.Nabi ini Memiliki 100 Istri dan Hikmahnya

3.Kumpulan Amalan Ringan #09: Puasa Sunnah

4.Tanah Tandus Tanpa Pohon, tapi Banyak Buah

5.Sifat Qudrah (Berkuasa) Allah Subhanahu Wa Ta’ala

6.Dihukumi Riyakah Memposting KegiatanSosial?

7.Seseorang Butuh Terhadap Saudaranya

8.Hukumnya Menjuluki Pemain Teladan Dengan Kata:.God dan Godlike

9.Diantara Doa Yang Lengkap Adalah:“Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba dan nabi-Mu; Muhammad sallallahu alaihi wa sallam kepada-Mu.”

10.Bahagia dengan Istighfar

==

SERI MELURUSKAN SYUBHAT YANG MEMALINGKAN DARI MANHAJ SALAF

Hanya Satu Jalan Sukses Berhijrah Yaitu Manhaj Salaf- Ust.Sofyan Chalid Ruray

Jangan Merasa Benar Sendiri-Ust Sofyan Chalid Ruray

Orang Khawarij Suka Mencela dan Menyesatkan-Ust Sofyan Chalid Ruray

Salaf Juga Beda Pendapat Ikut Salaf yang Mana- Ust Sofyan Chalid Ruray.webm

Salafi Hanya Mau Belajar Dari Kelompoknya Saja-Ust.Sofyan Chalid Ruray.webm

Salafi Lebih Membenci Orang Muslim Daripada Orang Kafir- Ust.Sofyan Chalid Ruray.m4a

Salafi Membenci Golongan Kelompok Lain-Ust Sofyan Chalid Ruray.webm  

==

Ustadz Hasan Al Jaizy, Lc. -Apa Itu Salaf? 

Bolehkah Menggunakan Istilah Salafi?-Ust.Abdurrahman Thayyib

Apa Arti Salafi-Ust Ahmad Zainuddin

Manhaj Salaf (Ustadz AhmadZainuddin, Lc.)

Apa Itu Manhaj Salaf?-Ust Abdullah Taslim

Menisbatkan Diri kepada Salaf dan Memakai Sebutan Salafiyah-Ust Abdullah Taslim

==

Kumpulan Ebook

Jawaban Atas Kesalahpahaman TerhadapPenamaan Salafi

Triologi JALAN KESELAMATAN (edisi revisi I)

Mengenal Manhaj Salafi, karya Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilali

Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah -Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin

Aqidah Salaf Ashabul Hadits & AhlusSunnah Wa I’tiqodud Dien – Imam Abu Ismail ash Shobuni

(Aqidah) Syarhus Sunnah oleh Imam Al Barbahary

==

APA ITU SALAFI ?

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

SOAL :

Apakah yang dimaksud Salafi dan Hizbi, dan apa perbedaan dari keduanya ? dari Ibnu Yamin di Pasuruan

JAWAB :

Barokallahu fikum, Salafi adalah sebuah ungkapan untuk penisbatan kepada Salaf atau salafus shalih. Dan yang dimaksud salafus salih adalah Generasi awwal dari umat ini yang disifati dengan kebaikan dan keshalihan serta kedalaman ilmunya terhadap agama, mereka yang hidup di tiga kurun yang memiliki kemuliaan.

✅ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

«خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ»

Artinya,“Sebaik-baik manusia adalah yang hidup pada masaku, kemudian manusia yang hidup pada masa berikutnya, kemudian manusia yang hidup pada masa berikutnya.” (HR. Bukhari : 2652 dan Muslim : 2533)

✅ Syaikh Ali Hasan al Halabi -hafidzahullah- berkata :

Salafus Shalih artinya mereka generasi pertama dari umat ini, yang mendalam keilmuannya, yang mendapatkan petunjuk dengan petunjuk Nabi shalallahu alaihi wasallam , menjaga sunnahnya, yang telah dipilih Allah untuk menemani Nabi Nya ..” (Hadzihi hiya As Salafiyyah, syaikh Ali Hasan, hal. 33)

  • ➡ [1] Siapakah Salaf itu

Salaf adalah Rasul -shalaalahu alaihi wasallam- dan para Sahabatnya -radhiyallahu anhum-, merekalah tiga generasi yang disifati oleh Allah dan Rasul Nya dengan kebaikan dan kemuliaan dalam beragama yang kita di perintahkan untuk mengikuti dan meneladani mereka dengan baik.

Imam Abu Hamid Al-Ghozali -rahimahullah- berkata :

Salaf itu mereka adalah para sahabat dan para tabi’in” (Iljamul ‘Awwam, hal. 62)

✅ Ibnu Hajar Alu Buthomi -rahimahullah- berkata :

“yang dimaksud dengan madzhab salaf adalah apa yang ditempuh oleh para sahabat yang mulia dan tabi’un serta yang mengikuti mereka dan para imam dari kalangan para ulama, yang terbebas dari tuduhan ahlul bid’ah seperti khowarij dll. Jika demikian maka yang disebut salafi atau salafus shalih adalah para sahabat dan siapa saja yang berjalan diatas petunjuknya” (Durusun fil aqidati wal Manhaj, hal. 95)

Atas dasar diatas kata atau ucapan salafi itu bukan menunjukan golongan atau kelompok yang di buat buat oleh manusia atau tokoh tertentu dengan nama dan aturan serta ciri khas tertentu, tapi ia adalah cara dan prinsip dalam beragama yaitu mengikuti atau ittiba’ kepada salafus shalih.

✅ Syaikh Abdul Aziz bin Baaz –rahimahullah- berkata :

فَالسَلَفِيَةُ لَقَبٌ صَالِحٌ تَعْنِيْ أَنَّهُمْ عَلَى طَرِيْقِ السَّلَفِ الصَّالِحِ مِنَ الصَّحَابَةِ فَمَنْ بَعْدَهُمْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْجَمِيْعِ فَهُوَ لَقَبٌ يَتَمَيَّزُوْنَ بِهِ عَنْ أَهْلِ الْبِدْعَةِ مِمَّنْ غَيَّرَ وَبَدَلَ وَحَرَّفَ

Salafiyah adalah gelar atau julukan yang baik, artinya berpegang teguh dengan jalannya para salafus shalih dari kalangan para Sahabat dan orang orang setelahnya semoga Allah meridhsi mereka seluruhnya. Salafiyah adalah julukan untuk membedakan dengan ahli bid’ah yang telah merobah robah agama, menggantinya dan menyeleweng (dari kebenaran)” (Fatwa Lajnah ad Daaimah 28/407)

Syaikh Bakar Abu Zaid –rahimahullah- berkata :

“Dan apabila dikatakan “as Salaf” atau “As Salafiyyun” atau “as Salafiyyah” itu maksudnya untuk penyebutan jalan bergama mereka, maka hal itu adalah nisbat kepada as Salafus Shalih yang mencakup seluruh sahabat dan orang orang yang mengikuti mereka dengan baik, bukan orang orang yang terjerumus kedalam aliran aliran yang ada setelah masa para sahabat dari kalngan generasi belakangan yang terpecah dari as Salafus Shalih dengan nama atau ciri cirinya” (Hukmul Intima’, Syaikh Bakar Abu Zaid, hal. 41-46)

  • ➡ [2] Kewajiban mengikuti Salaf.

Lalu kenapa kita harus meneladani mereka khususnya metode (cara) dalam beragama, jawabannya adalah karena sebaga bentuk pengamalan dari Firman Allah Ta’ala :

وَالسَّابِقُونَ اْلأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. [QS At Taubah:100].

✅ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertaqwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun (dia) seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kamu berpegang kepada Sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan giggitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat. [HR Abu Dawud, no. 4607; Tirmidzi 2676; Ad Darimi; Ahmad, dan lainnya dari Al ‘Irbadh bin Sariyah]

✅ Hudzaifah ibnul Yaman Radhiyallahu Anhu  berkata :

كُلُّ عِبَادَةٍ لَمْ يَتَعَبَّدْ بِهَا أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ فلاَ تَتَعَبَّدُوْا بِهَا ؛ فإَنَّ الأَوَّلَ لَمْ يَدَعْ لِلآخِرِ مَقَالاً ؛ فَاتَّقُوا اللهَ يَا مَعْشَرَ القُرَّاءِ ، خُذُوْا طَرِيْقَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

Setiap ibadah yang tidak pernah diamalkan oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, janganlah kalian beribadah dengannya. Karena generasi pertama tak menyisakan komentar bagi yang belakangan. Maka takutlah kepada Allah wahai orang yang gemar beribadah, dan ikutilah jalan orang-orang sebelummu” (Diriwayatkan oleh Ibnu Baththah dalam Al Ibanah).

✅ Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu berkata :

مَنْ كان مُسْتنَاًّ فَلْيَسْتَنِّ بِمَنْ قَدْ مَاتَ أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ كَانُوا خَيْرَ هَذِهِ الأُمَّةِ ، وَأَبَرَّهَا قُلُوباً ، وَأَعْمَقَها عِلْماً ، وَأَقَلَّهَا تَكَلُّفًا ، قَوْمٌ اِخْتَارَهُمُ اللهُ لِصُحْبَة نَبِيِّهِ وَنَقْلِ دِيْنِهِ فَتَشَبَّهُوْا بِأَخْلاَقِهِمْ وَطَرَائِقِهِمْ ؛ فَهُمْ كَانُوا عَلَى الهَدْيِ المُسْتَقِيمِ

Siapa yang ingin mengikuti ajaran tertentu, hendaklah ia mengikuti ajaran orang yang telah wafat, yaitu para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka ialah sebaik-baik umat ini. Hati mereka paling baik, ilmu mereka paling dalam, dan mereka paling tidak suka berlebihan (takalluf) dalam beragama. Merekalah kaum yang dipilih Allah untuk menjadi pendamping Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menyampaikan dien-Nya. Maka tirulah akhlak dan tingkah laku mereka, karena mereka selalu berada di atas petunjuk yang lurus” (Diriwayatkan oleh Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah).

✅ Dalam kesempatan lain beliau -radhiyallahu anhu- berkata :

“اِتَّبِعُوا وَلَا تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيتُمْ”

Artinya, “Ikutilah dan janganlah berbuat bid’ah, sungguh kalian telah dicukupi.” (Al-Bida’ Wan Nahyu Anha, hal.13)

✅ Umar bin Abdul ‘Aziz rahimahullah berkata ;

قِفْ حَيْثُ وَقَفَ القَوْمُ ، فَإِنَّهُمْ عَنْ عِلْمٍ وَقَفُوا ، وَبِبَصَرٍ ناَفِذٍ كَفُّوْا ، وَهُمْ عَلَى كَشْفِهَا كَانُوا أَقْوَى ، وَبِالْفَضْلِ لَوْ كَانَ فِيْهَا أَحْرَى ، فَلَئِنْ قُلْتُمْ : حَدَثَ بَعدَهُمْ ؛ فَمَا أَحْدَثهُ إِلاَّ مَنْ خَالَفَ هَدْيَهُمْ ، وَرَغِبَ عَنْ سُنَّتِهِمْ ، وَلَقَدْ وَصَفُوا مِنْهُ مَا يُشْفِي ، وَتَكَلَّمُوا مِنْهُ بِمَا يَكْفِي ، فَمَا فَوْقَهُمْ مُحَسِّرٌ وَمَا دُوْنَهُمْ مُقَصِّرٌ ، لَقَدْ قَصَرَ عَنْهُمْ قَومٌ فَجَفَوْا وَتجَاوَزَهُم آخَرُوْنَ فَغَلَوْا ، وَإِنَّهُمْ فِيْماَ بَيْنَ ذَلِكَ لَعَلىَ هُدًى مُسْتَقَيْمٍ

Berhentilah saat mereka (para salaf) berhenti. Karena mereka berhenti berdasarkan ilmu. Mereka menahan diri setelah berpikir jeli. Padahal merekalah yang lebih mampu untuk menyingkap setiap masalah, dan lebih gencar tuk mengejar setiap fadhilah. Kalau kalian berkata: “Banyak hal baru (dalam agama) yang muncul setelah mereka…” ingatlah, bahwa hal tersebut tidak dimunculkan kecuali oleh mereka yang menyelisihi pentunjuk salaf, dan menolak ajaran mereka. Para salaf telah menjelaskan agama segamblang-gamblangnya, dan menerangkannya sejelas mungkin. Siapa yang mendahului mereka akan menyesal, dan siapa yang berada di bawah mereka berarti pemalas. Sungguh, orang-orang yang berada dibawah mereka akhirnya gagal, namun yang ingin mengungguli mereka justru melampaui batas, sedangkan mereka (para salaf) tetap berada di antara keduanya, di atas jalan yang lurus” (disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam Lum’atul I’tiqad).

Kemudian Imam Malik meletakkan sebuah kaidah agung, yang merupakan intisari dari perkataan para ulama yang tadi kita sebutkan:

✅ Imam Malik rahimahullah berkata :

لَنْ يَصْلُحَ آخِرُ هَذِهِ الأُمَّةِ إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا ؛ فَمَا لَمْ يَكُنْ يَوْمَئِذٍ دِيْناً لاَ يَكُونُ اليَوْمُ دِيْناً

Generasi terakhir umat ini tak akan menjadi baik (shaleh), kecuali dengan apa-apa yang menjadikan generasi pertamanya baik. Karenanya, apa pun yang pada hari itu (zaman Rasulullah dan para sahabatnya) tidak dianggap sebagai agama, maka hari ini pun juga bukan bagian dari agama” (Asy Syifa fi Huquuqil Musthafa 2/88, oleh Al Qadhi ‘Iyadh).

✅ Imam Abu Hanifah –rahimahullah- mengatakan :

عَلَيْكَ بِالْأَثَرِ وَطَرِيقَةِ السَّلَفِ، وَإِيَّاكَ وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ، فَإِنَّهَا بِدْعَةٌ

Berpegang dengan hadits dan metode para Salaf dan jauhilah semua perkara yang di ada adakan karena sesungguhnya ia adalah bid’ah” (Ahadits fi Dzamil Kalam, hal. 81)

✅ Abul Mudzafar As Sam’ani –rahimahullah- berkata :

شعار أهل السّنة اتباعهم السّلف الصَّالح وتركهم كل مَا هُوَ مُبْتَدع مُحدث

Syiar Ahlus Sunnah itu adalah berpegang teguhnya mereka kepada salafus shalih dan meninggalkan setiap perkara yang diada adakan dalam agama” (Al Intishar li Ashabil hadits, hal. 31)

✅ Imam Adz Dzahabi –rahimahullah- menggunakan istilah Salafi (pengikut salaf) ketika menunjukan baiknya pemahaman agama seseorang, tidak adanya penyimpangan dari kesesatan kebid’ahan

✅ Beliau berkata ketika membawakan biografi Imam Daraqutni :

لَمْ يَدْخلِ الرَّجُلُ أَبداً فِي علمِ الكَلاَمِ وَلاَ الجِدَالِ، وَلاَ خَاضَ فِي ذَلِكَ، بَلْ كَانَ سلفيّاً

Beliau (Daraquthni) tidak pernah masuk dalam ilmu Filsafat tidak pula pada perdebatan tidak larut dalam masalah tersebut bahkan beliau seorang Salafi (pengikut salaf)” (As Siyar, Adz Dzahabi 16/457)

Maka gelar Salafi yang dimaksud oleh para ulama terdahulu maksudnya adalah orang yang lurus dalam pemahaman agamanya dari penyimpangan.

  • ➡ [3] Makna Hizbiyyah

Adapun Hizbiyah secara bahasa adalah penisbatan kepada hizb yaitu kelompok atau kumpulan manusia. [Qamusul Muhith hal.94]

Dan yang dimaksud Hizbi disini adalah segolongan manusia dengan pemikiran tertentu yang fanatik kepada pemikiran tersebut dan bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah, lalu loyal dan saling mencintai karena pemikiran tersebut,sehingga menjadikan standar kebenaran itu berdasarkan golongannya inilah yang disebut tahazzub (hizbiyyah)

✅ Tentang hizb atau golongan golongan ini Allah Ta’ala berfirman :

وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Artinya : Janganlah kalian termasuk orang-orang yang mempersekutukan Alloh, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (QS Ar-Rum : 31-32)

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata :

“Mu’awiyah berkata kepadaku : ‘Apakah kamu berada di atas milah Ali? Maka aku berkata : “Tidak, dan aku juga tidak berada di atas millah Utsman. Aku berada di atas millah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Ibanah Kubra, Ibnu Baththah, 1/355]

Dari pemaparan diatas disimpulkan bahwa salafi adalah penisbatan kepada cara beragama menurut salafus shalih baik dalam ibadahnya, dakwahnya, ilmunya, dan bukanlah sebuah kelompok atau golongan hizbiyyah yang didirikan oleh tokoh tertentu sebagaimana yang terjadi dalam hizbiyyah (kefanatikan terhadap golongan). wallahu waliyyut Taufiq.

Abu Ghozie As Sundawie

== {{{ Lanjut Ke Halaman 2 }}}