• ➡ [Fakta Fakta tentang GO-PAY]

✅ 1. Pengisian top up saldo GO-PAY dilakukan melalui elektronic channel yang menjadi mitra perusahaan GO-JEK.

✅ 2. Saldo GO-PAY dapat dimanfaatkan kapan saja oleh customer hingga nilai saldo nol.

✅ 3. Saldo GO-PAY customer tidak digunakan oleh perusahaan GO-JEK untuk pembiayaan selain kewajiban customer. Sebagaimana term & conditions yg ditulis pada poin 5.9. sbb:

Saldo GO-PAY Anda hanya akan kami gunakan untuk memenuhi kewajiban kepada Anda dan merchant. Saldo GO-PAY Anda tidak akan digunakan untuk membiayai kegiatan di luar kewajiban kami kepada Anda dan merchant”

✅ 4. Saldo GO-PAY dapat ditarik (ditunaikan) oleh customer sewaktu-waktu.

✅ 5. Perusahaan GO-JEK tidak menjamin kerugian atas saldo GO-PAY kecuali kewajiban yg timbul dari penggunaan customer as it is sebagaimana T&C pada poin 14.3 :

Kami hanya bertanggung jawab atas kerugian langsung, yakni jumlah yang senyatanya dibayar, yang timbul atau sehubungan dengan penggunaan akun GO-PAY Anda, yang dapat dibuktikan terjadi karena kesalahan Kami atau pelanggaran Kami atas Syarat dan Ketentuan ini. Dalam setiap hal apapun, maksimal tanggung jawab Kami hanya terbatas pada jumlah saldo terakhir GO-PAY Anda yang ada di sistem Kami atau Rp. 10.000.000 (sepuluh juta Rupiah), mana yang lebih rendah.”

✅ 6. Saldo GO-PAY hanya dibatasi maks. 10 juta per akun, tersebut pada poin 6.1:

Jumlah saldo akun GO-PAY Anda dibatasi sebesar: (a) Rp. 2.000.000,- (dua juta Rupiah) jika akun Anda tidak terverifikasi; atau (b) Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta Rupiah) jika akun Anda terverifikasi; atau (c) jumlah lain yang lebih kecil sebagaimana Kami tentukan.

✅ 7. Adanya layanan GO-PAY sebagai dukungan kepada pemerintah untuk meningkatkan program inklusi keuangan Indonesia dan cashless society.

✅ 8. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik, yang dimaksud uang elektronik adalah instrumen pembayaran yang memenuhi unsur sebagai berikut:

a. diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu kepada penerbit;

b. nilai uang disimpan secara elektronik dalam suatu media server atau chip; dan

c. nilai uang elektronik yang dikelola oleh penerbit bukan merupakan simpanan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang mengatur mengenai perbankan.

✅ 9. Masih berdasarkan PBI di atas, maka saldo GO-PAY tergolong dalam kategori Dana Float. Dana Float adalah seluruh Nilai Uang Elektronik yang berada pada Penerbit atas hasil penerbitan Uang Elektronik dan/atau Pengisian Ulang (Top Up) yang masih merupakan kewajiban Penerbit kepada Pengguna dan Penyedia Barang dan/atau Jasa. Dana Float hanya dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban Penerbit kepada Pengguna dan Penyedia Barang dan/atau Jasa, dan dilarang digunakan untuk kepentingan lain.

So, artinya bahwa dana float itu bukan tergolong seperti Dana Pihak Ketiga (DPK) yg terhimpun di Bank.

✅ 10. Penjelasan Saldo GO-PAY bukan merupakan DPK pada butir 6.4 :

Kami perlu Anda memahami bahwa Kami bukan bank. Saldo akun GO-PAY Anda bukan merupakan tabungan berdasarkan pengertian hukum yang berkaitan dengan perbankan, tidak tunduk pada program perlindungan oleh Lembaga Penjamin Simpanan dan tidak berhak atas setiap fitur yang umumnya melekat pada rekening bank (seperti bunga, dsb).”

✅ 11. Saldo GO-PAY merupakan nilai uang elektronik yang disimpan dalam bentuk server based atau yg dikenal e-wallet alias dompet elektronik.

✅ 12. Penggunaan dana pada GO-PAY diatur oleh PBI No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran Pasal 22, yaitu :

a. memastikan penggunaan dana pada Dompet Elektronik hanya untuk tujuan pembayaran;

b. mematuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai batasan nilai dana yang dapat ditampung dalam Dompet Elektronik;

c. memastikan dana yang dimiliki pengguna telah tersedia dan dapat digunakan saat melakukan transaksi;

d. menempatkan seluruh dana yang tersimpan dalam Dompet Elektronik dalam bentuk aset yang aman dan likuid untuk memastikan ketersediaan dana sebagaimana dimaksud dalam huruf c;

e. memastikan bahwa penggunaan dana hanya untuk memenuhi kepentingan transaksi pembayaran oleh pengguna Dompet Elektronik; dan

f. menerapkan program anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

✅ 13. Masih menurut PBI yg tsb pada poin 12, Penyelenggara Dompet Elektronik harus menempatkan dana yang tersimpan dalam Dompet Elektronik sebesar 100% (seratus persen) pada bank umum dalam bentuk rekening simpanan, bagi Penyelenggara Dompet Elektronik berupa Lembaga Selain Bank.

✅ 14. GO-PAY berdiri di bawah naungan PT Dompet Anak Bangsa, entitas anak usaha PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, dan beroperasi sebagai operator uang elektronik atas izin dari Bank Indonesia No. 16/98/DKSP tertanggal 17 Juni 2014.

Mengapa GO-JEK memberikan diskon terhadap harga jasa dengan pembayaran menggunakan GO-PAY dibanding melalui cash basis? Saat ini, strategi GO-JEK untuk menghimpun database customer yang besar melalui penggunaan GO-PAY dengan ‘membakar’ duit (modal dia sendiri) utk mencadangkan biaya promosi, bukan dari dana pinjaman bank apalagi menggunakan dana customer dalam GO-PAY.

.

Tetapi, bukan berarti term & conditions yg sudah berlaku saat ini (tentang penggunaan saldo GO-PAY) tidak akan mengalami perubahan di masa mendatang. Tidak menutup kemungkinan nantinya bisnis ini merambah pada pembiayaan customer.

.

Rules dalam memberikan hukum terhadap sesuatu itu berlaku apa yg zhahir saat ini, apa yang tertulis itu yg dihukumi. So, dari karakteristik GO-PAY di atas apakah akad GO-PAY adalah wadi’ah (titipan) ataukah qardh (pinjaman) dengan konsekuensi2 nya?

.

Konsekuensi akad qardh (pinjaman) :

1. Dana tidak dapat diambil sewaktu-waktu melainkan sudah ditentukan temponya secara spesifik.

2. Bertanggung jawab terhadap dana yang dipinjam dan menjamin kerugian atas pengelolaan dana.

.

➡ Note : bagi ustadz yg memposting terkait penggunaan dana customer dalam GO-PAY oleh GO-JEK mohon disertakan fakta ilmiah, semacam riset bukan sekedar dugaan semata apalagi dengan bahasa yg tidak santun terhadap pendapat yg berseberangan. Itu namanya tidak elok, tidak santun terhadap ustadz senior, dan artinya menabuh genderang perang.

Oleh: Gal Dhuha

=

  • ➡[Hukum Dana Float]

Masih seputar kericuhan hukum dana float pada GO-PAY. Berikut aturan Dana Float yang dirangkum dari PBI tentang Uang Elektronik khusus Penerbit NON BANK.

✅ 1. Dana Float adalah seluruh Nilai Uang Elektronik yang berada pada Penerbit atas hasil penerbitan Uang Elektronik dan/atau Pengisian Ulang (Top Up) yang masih merupakan kewajiban Penerbit kepada Pengguna dan Penyedia Barang dan/atau Jasa.

✅ 2. Penempatan Dana Float bagi Non BANK minimal 30% dari Dana Float pada Giro di Bank Umum yang termasuk dalam kategori BUKU 4 dan maksimal 70% dari Dana

Float pada surat berharga atau instrumen keuangan yang diterbitkan oleh Pemerintah atau Bank Indonesia; atau rekening di Bank Indonesia.

✅ 3. Dana Float hanya dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban Penerbit kepada Pengguna dan Penyedia Barang dan/atau Jasa, dan dilarang digunakan untuk kepentingan lain.

✅ 3. Untuk memenuhi kewajiban kepada Pengguna dan Penyedia Barang dan/atau Jasa, Penerbit wajib:

a. memiliki sistem dan mekanisme pencatatan Dana Float;

b. memiliki sistem dan mekanisme monitoringketersediaan Dana Float;

c. memastikan pemenuhan kewajiban secara tepat waktu;

d. mencatat Dana Float secara terpisah dari pencatatan kewajiban lain yang dimiliki oleh Penerbit; dan

e. menempatkan Dana Float pada rekening yang terpisah dari rekening operasional Penerbit.

✅ 4. Meningkatkan modal disetor sesuai dengan peningkatan Dana Float:

a. Jika rata-rata nilai Dana mencapai > 3-5 milyar, maka modal disetor menjadi minimal 6 milyar;

b. Jika rata-rata nilai Dana mencapai > 5-9 milyar, maka modal disetor menjadi minimal 10 milyar; dan

c. Jika rata-rata nilai Dana mencapai > 9 milyar, maka modal disetor menjadi minimal 10 milyar ditambah 3% dari nilai Dana Float.

***

Pendapat yg semula mengharamkan pemanfaatan diskon dari penggunaan GO-PAY karena menganggap akad tindakan mendepositkan uang dalam dompet GO-PAY adalah qardh, dengan asumsi bahwa dana seluruh user GO-PAY digunakan oleh pihak Penerbit (GO-JEK) untuk kegiatan usaha lain, terpatahkan dengan aturan tertulis pada PBI tentang Uang Elektronik dan Dompet Elektronik serta T&C tentang GO-PAY yang secara tegas melarang penggunaan dana GO-PAY selain untuk pembayaran kewajiban user saja.

.

Namun, mereka (yg berpendapat akad qardh) tetap mempertahankan fatwanya dengan hujjah bahwa dana float yg diatur oleh PBI ditempatkan pada rekening bank buku 4 maupun surat berharga atau rekening di BI itu mendapatkan riba sehingga saldo GO-PAY user terkena riba dan artinya taawun dalam ribawi.

.

➡ Oke, jika logika takyif fiqihnya demikian.. coba kita rincikan:

✅ 1. Saat ini, ada 116 bank syariah yang terdiri dari BUS serta Unit Usaha Syariah (UUS). Sayangnya, baru satu bank yang masuk kategori BUKU 3 yaitu Bank Syariah Mandiri (BSM), sisanya masih di BUKU 2 dan BUKU 1. (Republika, Desember 2018).

.

Artinya, tidak mungkin dana float ditempatkan ke rekening BUS karna belum ada saat ini BUS yg masuk kategori BUKU 4, sedangkan aturan PBI dinyatakan wajib 30% dana float ditempatkan pada Giro di Bank BUKU 4.

✅ 2. Fyi, BUS aja sendiri wajib menempatkan GWM di rekening BI (Giro Wajib Minimum adalah dana atau simpanan minimum yang harus dipelihara oleh bank dalam bentuk saldo rekening giro yang ditempatkan di Bank Indonesia. Besaran GWM ditetapkan oleh bank sentral berdasarkan persentase Dana Pihak Ketiga yang dihimpun perbankan.).

.

Jika logikanya seperti itu, maka kita yang membuka rekening di BUS juga kena riba donk karena pun BUS menempatkan GWM di rekening BI.

✅ 3. Sebagai analogi lainnya :

a. Saya menitipkan uang di rekening pak ustadz.

b. Rekening pak ustadz ada di Bank Konvensional yang mendapatkan bunga

c. Bunga tsb tidak diberikan kepada saya selaku penitip.

.

Berdasarkan tindakan saya tsb, apakah dengan menitipkan uang di rekening konven milik pak ustadz saya jadi terkena riba? Apakah kemudian saya dihukumi ta’awun (tolong menolong) dalam riba?

.

Coba jawab pertanyaan2 saya di atas itu wahai pemberi fatwa haram..

Oleh:Gal Dhuha

•••••••••••••••••••••••

_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_

_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_

Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.

_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pemberat Timbangan Amal Kebaikan Di Akhirat Kelak. Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq

_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orangyang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_