Doa dan Dzikir Harian (Bag.2) 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Apakah Masalah-masalah Ijtihad Tidak Boleh

Diingkari ?

2.Hukum Melihat Tunangan Melalui Media VideoRekaman Oleh Kerabatnya

3.Larangan Shurah(Membuat Patung/Menggambar Makhluk Bernyawa)

4.Masuk Pasar Cuma untuk Mengucapkan Salam

5.Inti Pendidikan Anak Adalah Menjauhkan dari Teman yang.Buruk

6.Problematika di antara Anak-Anak

7.Zaman tersebarnya harta haram

8.Bercak Bercak Komunisme

9.Jadilah Salafi Sejati

=

Agar Terhindar Dari Kesesatan — Ustadz Yazid bin Abdul.Qadir Jawas

Fitnah akhir Zaman-Ust.Abdurrahman Thayyib.webm

Bolehkah Membangun Masjid Yang Disekitarnya Ada Pertunjukan Musik Live-Ust.Dzulqarnain M.Sunusi.

Dakwah Yang Sayang Kepada Umat-Ust Yazid Jawas.webm

Hukum Uang Elektronik-Ust.Dzulqarnain M.Sunusi.m4a

Jangan Sembarangan Memvonis Sesat — Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.m4a

Mengenal Nabi Biografi Singkat Nabi Muhammad-Ust Mizan.Qudsiyah.webm

MENGGAPAI HUSNUL KHATIMAH… _ USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS.m4a

Sedang Viral _ Penggunaan Kata KAFIR diganti Non Muslim _Ustadz Mizan Qudsyiah.m4a

==

Doa Hisnul Muslim-Ust Sa’ad Al Ghomidi

==

Kumpulan Ebook

Fikih Doa & Dzikir 1 Set 2 Jilid-Penulis : Syaikh Abdur Razzaq bin AbdulMuhsin al-Badr

Fikih Doa & Dzikir Jilid 1(720hlm)

Fikih Doa & Dzikir Jilid 2(662 hlm)

Aplikasi Android Apa Doanya (400+ Doa,

Dzikir Dari Al-Qur’an dan Hadits Shahih)

Kumpulan Doa dan Dzikir Nabawi Karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 297 Halaman

Kumpulan Doa dan Dzikir Dalam Al-Quran dan Sunnah karya Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr 287 Halaman

Hisnul Muslim Doa dan Dzikir Shahih dari Al-Quran dan Sunnah Karya Syaikh Sa’id bin Ali al-Qohton

Kumpulan Do’a dan Dzikir Nabawi-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

Doa & Dzikir-Abdul Aziz Ibn Baz

===

  • Dzikr Harian (3)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingg hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah.menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

بسم الله الرحمن الرحيم

  • Doa dan Dzikr Harian (Bag. 3)

الحمد لله والصلاة والسلام على من لانبي بعده اما بعد:

Berikut ini merupakan lanjutan doa dan dzikr harian yang telah kami sebutkan dalam risalah sebelumnya. Kami meminta kepada Allah agar risalah ini bermanfaat, Allahumma aamin.

➡ Doa Penawar Duka

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ

Allaahumma innii ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qodhoo-uka, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, au anzaltahu fii kitaabika, au ‘allamtahu ahadan min kholqika, awista’tsarta bihi fii ‘ilmil ghoibi ‘indaka, an taj’alal qur-aana robii’a qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huznii, wa dzahaaba hammii.”

Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadha-Mu kepadaku adalah adil. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu ghaib di sisiMu, agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”  (HR. Ahmad 1/391. Menurut Syaikh Al Albani, hadits tersebut adalah sahih)

➡ Ucapan Ketika Mendapatkan Sesuatu Yang Tidak Disenangi

قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

Qodarullaahi wa maa syaa-a fa’ala.”

Allah sudah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki Dia lakukan.”  (HR. Muslim)

➡ Ucapan Kepada Orang Yang Sakit

لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

Laa ba’sa, thohuurun in syaa-allaah.”

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.”  (HR. Bukhari)

Keterangan:

1.Doa ini dibaca oleh orang yang menjenguk di dekat si sakit.

2.Ketika sakit menjawab: Amin.

➡ Doa Untuk Mengobati Orang Yang Sakit

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، مُذْهِبَ البَاسِ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Allaahumma robban-naas, adz-hibil baas, isyfi, antasy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughoodiru saqoman.”

“Ya Allah Tuhan manusia, yang menghilangkan rasa sakit. Sembuhkanlah. Engkau adalah Penyembuh. Tidak ada yang menyembuhkan selain Engkau. Engkau menyembukan tanpa meninggalkan rasa sakit.”  (HR. Bukhari)

➡ Doa Ketika Tertimpa Musibah

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أُجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun, allaahumma ujurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khoiron minhaa.”

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).”  (HR. Bukhari)

➡ Doa Ketika Menderita

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ

Laa ilaaha illallaahul ‘azhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu robbul ‘arsyil ‘azhim, laa ilaaha illallaahu robbus-samaawaati wa robbul ardhi wa robbul ‘arsyil kariim.”

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Pengampun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai Arsy, Yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi. Tuhan Yang menguasai Arsy, lagi Maha Mulia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

➡ Doa Apabila Ada Angin Ribut

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa a’uudzu bika min syarrihaa.”

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/305)

➡ Doa Ketika Ada Halilintar

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Subhaanalladzii yusabbihur-ro’du bihamdihi, wal malaaikatu min khiifatih.”

“Mahasuci Allah yang halilintar bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya.”  (Al Muwaththa’ 2/992. Al-Albani berkata: Hadits di atas mauquf (sampai kepada sahabat) yang shahih sanadnya.)

➡ Doa Ketika Hujan Turun

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allaahumma shoyyiban naafi’an.”

“Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang).” (HR. Bukhari)

➡ Ucapan Setelah Turun hujan

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

Muthirnaa bifadhlillaahi wa rahmatihi”

“Kita diberi hujan karena karunia Allah dan rahmat-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

➡ Doa Agar Hujan Berhenti

اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى اْلآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, allaahumma ‘alal aakaami wazh-zhiroobi, wa buthuunil audiyati wa manaabitisy-syajari.”

“Ya Allah, hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya, Allah, berilah hujan ke dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

➡ Doa Ketika Bertemu Musuh dan Penguasa

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ

Allaahumma innaa naj’aluka fii nuhuurihim, wa na’uudzu bika min syuruurihim.”

“Ya Allah, sesungguhnya kami menjadikan Engkau pada leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya ketika berhadapan dengan kami). Dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka.” (HR. Abu Dawud 2/89, dishahihkan oleh Hakim dan disepakati oleh Adz Dzahabi 2/142)

Doa Ketika Takut Kepada Kezaliman Penguasa

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ فُلاَنٍ بْنِ فُلاَنٍ، وَأَحْزَابِهِ مِنْ خَلاَئِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Allaahumma robbas-samaawaatis-sab’i, wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, kun lii jaaron min fulaanibni fulaan, wa ahzaabihi min kholaa-iqika, an yafrutho ‘alayya ahadun minhum au yath-ghoo, ‘azza jaaruka, wa jalla tsanaa-uka, wa laa ilaaha illa”

Ya Allah, Tuhan Penguasa tujuh langit, Tuhan Penguasa ‘Arsy yang agung. Jadilah Engkau pelindung bagiku dari Fulan bin Fulan, dan kelompok-kelompoknya dari makhluk-Mu. Jangan ada seorang pun dari mereka yang menyakitiku atau melampaui batas terhadapku. Sungguh kuat perlindungan-Mu, dan sungguh agung pujian-Mu. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Bukhari dalam Al Adabul Mufrad no. 707, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabil Mufrad no. 545)

➡ Doa Untuk Kehancuran Musuh

اَللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ، سَرِيْعَ الْحِسَابِ، اهْزِمِ اْلأَحْزَابَ، اَللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

Allaahumma munzilal kitaab, sarii’al hisaab, ihzimil ahzaab, allaahummah-zimhum wa zalzilhum”

“Ya Allah Yang menurunkan Kitab Suci, yang menghisab perbuatan manusia dengan cepat. Ya Allah, cerai beraikanlah golongan musuh dan goncangkanlah mereka.” (HR. Muslim 3/1362)

➡ Doa Ketika Takut Kepada Suatu Kaum

اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْهِمْ بِمَا شِئْتَ

َ

Allaahummak-finiihim bimaa syi’ta.”

“Ya Allah, cukupilah aku dalam menghadapi mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.” (HR. Muslim 4/2300)

➡ Yang Perlu Dilakukan Ketika Ragu Dalam Keimanan

1.  Memohon perlindungan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala (HR. Bukhari  di Al Fath 6/336 dan Muslim 1/120).

2.  Berhenti dari keraguannya (HR. Bukhari di Fathul Bari 6/336 dan Muslim 1/120)

3.  Hendaklah mengucapkan:

آمَنْتُ بِاللهِ وَرُسُلِهِ

Aamantu billaahi wa rusulih.”

“Aku beriman kepada Allah dan para rasul-Nya.” (HR. Muslim 1/119-120)

4.  Membaca firman Allah Ta’ala:

{هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ}

Huwal awwalu wal aakhiru wazh-zhoohiru wal baathinu, wa huwa bikulli syai-in ‘aliim.”

Artinya: “Dialah Yang Awwal (Yang tidak ada segala sesuatu sebelum-Nya), Yang Akhir (Yang tidak ada segala sesuatu setelah-Nya), yang Zhahir (Yang tidak ada seala sesuatu di atas-Nya), Yang Bathin (Yang tidak ada segala sesuatu di bawah-Nya). Dialah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” (Al Hadid: 3)

(HR. Abu Dawud 4/329, dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Abi Dawud 3/926)

➡ Doa Agar Bebas Dari Hutang

اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allaahummakfinii bihalaalika ‘an haroomika, wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaak.”

 

“Ya Allah, cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Cukupilah aku dengan karunia-Mu (hingga aku tidak butuh) kepada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi, lihat Shahih At Tirmidzi 2/180)

➡ Doa Ketika Was-Was Dalam Shalat dan Ketika Membaca Al Qur’an

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.”

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Dan meludah ke kiri sebanyak tiga kali (HR. Muslim dari hadits Utsman bin Abil ‘Aash).

Doa Mengusir Setan dan Was-Wasnya

1.   Memohon perlindungan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala darinya (HR. Abu Dawud 1/206, Tirmidzi, lihat Shahih At Tirmidzi 1/77, dan lihat pula surat Al Mu’minun 98-99).

2.  Mengumandangkan azan (HR. Muslim 1/291 dan Bukhari 1/151).

3.  Membaca dzikr yang telah diterangkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah, dan membaca Al Qur’an. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Janganlah kamu menjadikan rumahmu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al Baqarah.” (HR. Muslim)

Di antara dzikr yang dapat mengusir setan adalah dzikr pagi dan petang, dzikr ketika akan tidur dan bangun tidur, dzikr masuk rumah dan keluar rumah, dsb.

➡ Doa Untuk Perlindungan Anak

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

U’iidzuka bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli ‘ainin laammah.”

“Aku berlindung kepada Allah untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.” (HR. Bukhari 4/119 dari hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

Talqin (Mengajari) “Laailaahaillallah” Kepada Orang Yang Akan Meninggal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barang siapa yang akhir ucapannya adalah Laailaahaillallah, maka ia akan masuk surga.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Ahkamul Janaa’iz (34)) dan Shahihul Jaami’ no. 6479)

Doa Ketika Memejamkan Mata Mayit

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِفُلاَنٍ … وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّيْنَ، وَاخْلُفْهُ فِيْ عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِيْنَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، وَافْسَحْ لَهُ فِيْ قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيْهِ

Allaahummaghfir lifulaan (bismihi), warfa’ darojatahu fiil mahdiyyiin, wakhlufhu fii ‘aqibihi fiil ghoobiriin, waghfir lanaa wa lahu, yaa robbal ‘aalamiin, wafsah lahu fii qobrihi wa nawwir lahu fiihi.”

“Ya Allah, ampunilah si fulan …(disebut namanya), angkatlah derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk, berilah penggantinya bagi orang-orang yang ditinggalkan setelahnya. Dan ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan seluruh alam. Luaskanlah kuburannya dan berilah cahaya di dalamnya.” (HR. Muslim 2/634)

➡ Doa Ta’ziyah

إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى  فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

Inna lillaahi maa akhodza, wa lahu maa a’thoo wa kullu syai-in ‘indahu bi-ajalin musamman, faltashbir wal tahtasib.”

“Sesungguhnya hak Allah adalah mengambil sesuatu dan memberikan sesuatu. Segala sesuatu yang di sisi-Nya dibatasi dengan ajal yang ditentukan. Oleh karena itu, bersabarlah dan carilah pahala Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

➡ Doa Ketika Memasukkan Mayit Ke Kubur

بِسْمِ اللهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ

Bismillaahi wa ‘alaa sunnati rosuulillaah.”

“Dengan nama Allah dan di atas Sunnah Rasulullah” (HR. Abu Dawud 3/314 dengan sanad yang shahih. Adapun Imam Ahmad meriwayatkan dengan lafaz sebagai berikut, “Bismillaah wa ‘alaa millati Rasulillaah,” sanadnya juga shahih)

➡ Doa Setelah Menguburkan Mayit

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ

Allaahummaghfir lahu, allaahumma tsabbit-hu.”

Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, teguhkanlah dia. (HR. Abu Dawud 3/315 dan Hakim, ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi 1/370)

➡ Doa Ketika Ziarah Kubur

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّاإِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ (وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ) أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

“As-salaamu ‘alaikum ahlad-diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa-allaahu bikum laa hiquun. (Wa yarhamullaahul mustaqdimiina minnaa wal musta’khiriin). Nas-alullaaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.”

“Semoga kesejahteraan terlimpah kepadamu wahai penduduk kampung (Barzakh) dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami –insya Allah- akan menyusulmu (semoga Allah merahmati orang-orang yang terdepan di antara kami (memasukinya) dan yang terakhir), saya memohon kepada Allah untuk kami dan kamu, agar diberikan keselamatan (dari apa yang tidak diinginkan).” (HR. Muslim 2/671 dan Ibnu Majah. Lafazh hadits di atas milik Ibnu Majah 1/494 dari Buraidah, sedangkan doa yang ada di antara dua tanda kurung, menurut riwayat Muslim, 2/671)

➡ Doa Masuk Pasar

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, yuhyii wa yumiit, wa huwa hayyun laa yamuut, biyadihil khoir, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.”

 

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”  (HR. At-Tirmidzi, Hakim, dan Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih Ibnu Majah 2/21 dan Shahih At-Tirmidzi 2/152)

➡ Doa Untuk Orang Yang Memberinya Minum

اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ

Allaahumma ath’im man ath’amanii, wasqi man saqoonii.”

“Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberikan makanan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberikan minuman kepadaku.” (HR. Muslim 3/126)

=

Wallahu a’lam, wa shallallahu ‘ala Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Marwan bin Musa

Maraji’: Hishnul Muslim (Dr. Sa’id Al Qahthani), Al Maktabatusy Syaamilah dll.

= || (Lanjut ke Halaman 2) ||