• SEBAB DAN WASILAH PERSATUAN

Syaikh Fauzan –hafidzohullah- ditanya: “apa sebab-sebab dan wasilah persatuan (umat islam)?

Syaikh menjawab:

Sebab-sebab dan wasilah persatuan adalah.

[1] memperbaiki aqidah, di mana selamat (aqidah itu) dari kesyirikan. Allah –subhanahu wa ta’ala- berfirman:

(وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ)

Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku” QS. Al-Mu’minun: 52

Karena aqidah yang shahihah ialahyang menjinakkan hati-hati (manusia), dan yang menghilangkan kedengkian, berbeda apabila aqidah beragam, dan sesembahan bermacam-macam; maka penganut setiap aqidah akan mengistimewakan aqidah dan sesembahannya, dan akan menganggap batil apa yang ada pada selain mereka. Oleh karena itu Allah –ta’ala- berfirman:

( أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ)

manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa” QS. Yusuf: 39

Oleh sebab itu dahulu bangsa Arab di masa jahiliah bercerai berai, dan termasuk orang-orang yang lemah di muka bumi. Maka ketika mereka masuk islam dan benar aqidah mereka maka; kalimat mereka satu dan negeri mereka bersatu.

[2] mendengar dan taat kepada pemerintah kaum muslimin.

Oleh karena itu nabi –shallallahu ‘alaihi wa salam- bersabda:

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تأمّر عَلَيْكم عَبْد حَبَشِيّ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلافًا كَثِيرًا

aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat (kepada pemimpin), walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Sesungguhnya siapa saja di antara kalian yang masih hidup maka akan melihat perselisihan yang banyak.” Shohih, HR. Abu Daud (4607), Tirmidzi (2776), Hakim (I/96)

Dan karena bermaksiat (membangkang) terhadap pemimpin adalah sebab berpecah belah.

[3] kembali kepada al-Kitab dan as-Sunnah untuk mengrangi pertikaian dan menghentikan perselisihan.

Allah –subhanahu wa ta’ala- berfirman:

(فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا)

Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” QS an-Nisa: 59

Tidaklah kembali kepada pendapat orang dan kebiasaan mereka.

[4] mendamaikan pihak yang bertikai ketika pertikaian antar individu atau antar suku mulai menyusup. Allah –ta’ala- berfirman

(فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ)

bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu” QS al-Anfal: 1

[5] memerangi pemberontak dan khawarij yang ingin memecah belah kalimat kaum muslimin apabila mereka (para pemberontak dan khawarij) memiliki kemampuan dan kekuatan yang mengancam masyarakat islam, dan merusak keamanan mereka. Allah –ta’ala- berfirman:

(فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ)

Tapi kalau kelompok yang satu memberontak terhadap yang lain, hendaklah yang memberontak itu kamu perangi sampai kembali pada perintah Allah” QS. Al-Hujurot: 9

Oleh karena itu amirul mu’minin Ali bin Abi Tholib –radhiyallah anhu- memerangi pemberontak dan khawarij. Dan dianggap perbuatannya tersebut termasuk kemuliannya yang paling utama. Semoga Allah meridhoinya.

[al-ajwibah al-mufidah ‘an asilatil manahijil jadidah, hlm. 211-213 Cet. dar Sahab salafiyah]

Alih bahasa

Dika wahyudi Lc.

•••••••••••••••••••••••

_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_

_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_

Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.

_*Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pemberat Timbangan Amal Kebaikan Di Akhirat Kelak. Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq

_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orangyang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_