Antara Hanan Attaki, Jangan Kau Nodai Rumah Allah dan Beberapa Pesan Kasih Sayang 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Fenomena Bikin Masjid Gaul yang Ada Cafe dan Musiknya

2.Tegar Walau Dihujat

3.Inilah Sederet Lontaran Da’i “Gaul” yang RamaiDipermasalahkan

4.MEMBANGUN MASJID UNTUK AJANG PAMER

5.Syarhus Sunnah: Penciptaan Adam #01

6.Halangan Dan Rintangan Dalam Menyusuri As-Shirât Al-Mustaqîm (Jalan Yang Lurus)

7.Siapakah Orang Yang Berjalan Di Atas Ash-Shirât Al-Mustaqîm?

8.Kafir atau Non Muslim?

9.Profesi Dokter, Apakah Berpahala?

=

Dianjurkan Untuk Membuat Orang Kafir Marah & Jengkel -Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah.mp3

Bahaya Kaum Munafikun-Ust Abdurrahman Thayyib.webm

Haruskah Kita Membenci Orang Kafir _ – Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA.m4a

Meraih Kebahagian Dunia-Ust Abdurrahman Thayyib.webm

Perlukah Masjid Dgn Musik Cafe dan Breakdance-Ust Harits Abu Naufal.mp4

Tanggapan Rencana Masjid Gaul-Ust Muhammad Alif.mp4

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP -Kesalahan ketika Sujud & Sujud yang Benar.mp4

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP- Rukuk Seperti Rasulullah.mp4

WEBM bisa diputar dgn Aplikasi MX Player

==

Dakwah Gaul Dengan Musik Berhasil Apa Jadi Boleh?-Ust Sofyan Chalid Ruray

JANGAN PANGGIL ORANG DILUAR ISLAM KAFIR-Ust Abdul Hakim Amir Abdat

Kita Diantara Surga dan Neraka-Ust Mizan Qudsiyah.webm

Kupas Tuntas Tentang Musik-Ust.Syariful Mahya Lc.MA.webm

Sepakat Ulama Tidak Mengkafirkan Orang Kafir Adalah KeKafiran Mengapa-Ust Sofyan Chalid Ruray

Tentang Dai Dai yang Mengajak Pada Neraka-Ust Dzulqarnain.M.Sunusi 

==

 

Kajian “Halalnya Musik” Oleh Ustadz Ali Nur Lc

Petaka Musik Pemabuk Jiwa – Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary.mp3

Hukum Musik-Ust.Maududi Abdullah

Hukum Musik dan Lagu-Ust.Yazid Jawas

Bag1 : Bag2Bag3Bag4

Pengaruh Dosa dan Maksiat-Ust.Yazid Jawas

Pengaruh Maksiat Trhdp Keimanan-Ust Mizan Qudsiyah

Tatkala Bermaksiat-Ust.Firanda Andirja

=

Ebook

Meninggalkan Maksiat karena Allah

Dampak Negatif Kemaksiatan

Hukum Menutupi Pelaku Maksiat 

==

  • Antara Hanan Attaki, Jangan Kau Nodai Rumah Allah dan Beberapa Pesan Kasih Sayang

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

  • Beberapa Pesan kasih sayang:


1. Saya menulis status dan caption ini karena banyak sekali pertanyaan tentangnya.

2. Saya wajib beramar makruf nahi mungkar, jika diterima maka semua petunjuk kebaikan datang dari Allah Taala, jika ditolak bahkan dihina maka tugas saya bersabar.

3. Tulisan ini tidak perlu diskusi/didebat karena hanya berupa nasehat dari Alquran dan hadits, yang wajib dilakukan adalah diimani dan diamalkan.

4. Diharamkan musik dan nyanyian dengan segala macam bentuknya (kecuali penggunaan rebana saja dalam beberapa keadaan), berdasarkan: Alquran:

Lihat dan perdalam tafsir QS. Luqman: 6

– Lihat dan perdalam tafsir QS. Al Isra: 64

– Lihat dan perdalam tafsir QS. An Najm: 59-61

Hadits:

– Abu ‘Amir atau Abu Malik Al Asy’ari telah menceritakan bahwa dia tidak berdusta, lalu dia menyampaikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

‎لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ ، يَأْتِيهِمْ – يَعْنِى الْفَقِيرَ – لِحَاجَةٍ فَيَقُولُوا ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا . فَيُبَيِّتُهُمُ اللَّهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ ، وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat.”HR. Bukhari. Jika dikatakan menghalalkan musik, berarti musik itu haram.

✅ – Dari Abu Malik Al Asy’ari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎لَيَشْرَبَنَّ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِى الْخَمْرَ يُسَمُّونَهَا بِغَيْرِ اسْمِهَا يُعْزَفُ عَلَى رُءُوسِهِمْ بِالْمَعَازِفِ وَالْمُغَنِّيَاتِ يَخْسِفُ اللَّهُ بِهِمُ الأَرْضَ وَيَجْعَلُ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ

Sungguh, akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr, mereka menamakannya dengan selain namanya. Mereka dihibur dengan musik dan alunan suara biduanita. Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk mereka menjadi kera dan babi.” HR. Ibnu Majah.

  • Empat Ulama Madzhab Mencela Nyanyian

1. Imam Abu Hanifah. Beliau membenci nyanyian dan menganggap mendengarnya sebagai suatu perbuatan dosa.

2. Imam Malik bin Anas. Beliau berkata, “Barangsiapa membeli budak lalu ternyata budak tersebut adalah seorang biduanita (penyanyi), maka hendaklah dia kembalikan budak tadi karena terdapat ‘aib.”

3. Imam Asy Syafi’i. Beliau berkata, “Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya tertolak.

4. Imam Ahmad bin Hambal. Beliau berkata, “Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan dalam hati dan aku pun tidak menyukainya.”

Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/372-saatnya-meninggalkan-musik.html

=

Masjid itu dibangun untuk dzikir, sholat dan membaca alqur’an”.(HR Muslim.)

Bukan dibangun untuk breakdance, kafe atau perbuatan sia sia.

✅ Al Hakim meriwayatkan dalam Mustadroknya bahwa :

ﻳﺄﺗﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺯﻣﺎﻥ ﻳﺘﺤﻠﻘﻮﻥ ﻓﻲ ﻣﺴﺎﺟﺪﻫﻢ ﻭﻟﻴﺲ ﻫﻤﺘﻬﻢ ﺇﻻ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ، ﻟﻴﺲﻟﻠﻪ ﻓﻴﻬﻢ ﺣﺎﺟﺔ ﻓﻼ ﺗﺠﺎﻟﺴﻮﻫﻢ

Akan datang kepada manusia zaman, mereka berhalaqoh di masjid tidak ada keinginan mereka kecuali dunia. Allah tidak membutuhkan mereka maka janganlah duduk bersama mereka.” (Al Hakim berkata: “Shahih.” Dan dishahihkan juga oleh Adz Dzahabi dalam talkhisnya.)

  • ➡ JANGAN KAU NODAI RUMAH ALLAH !!

✅ Oleh: Ibnu Abdil Qodir al-Faqiir_

√ •Sungguh, tempat terbaik dan yang paling dicintai oleh Allâh Azza wa Jalla di bumi ini adalah masjid-masjid. Masjid merupakan tempat terkumpulnya kebaikan-kebaikan, sentral ketaatan, serta tempat berlabuhnya hati-hati kaum mukminin.

√ •Bangunan masjid ditinggikan guna disebutkan nama-Nya di sana dan menjadi tempat penegakan shalat.

√ •Masjid sebagai sumber ilmu dan pusat untuk memancarkan ilmu dan cahayanya. Masjid juga berguna menjadi mimbar penyebar hidayah dan kebaikan.

√ •Masjid adalah tempat yang dituju kaum Mukminin dan tempat berkumpulnya orang-orang yang bertakwa. Mereka berdoa, beribadah, serta bermunajat kepada Allah Azza wa Jalla.

√ •Di dalam masjid, hati menjadi tentram, jiwa pun tenang, kepenatan pikiran menjadi sirna, akhirnya ketenangan pun menjadi nyata. Di sana, hubungan seorang hamba dengan Rabbnya menjadi semakin kuat.

Betapa dahsyat pengaruh masjid! Alangkah besar manfaat dan faedahnya!

√ •Namun, ada sebagian orang yang hendak menjadikan masjid sebagai sarang maksiat, melecehkan kehormatan dan menodai karismanya.

√ •Menyusupkan seruling-seruling setan ke dalamnya, menyandingkannya dengan budaya-budaya orang kafir. Semua itu dengan dalih; ‘Masjid Pemuda’, ‘Masjid Gaul’, ‘Masjid kereeen’.

Wallaahul Musta’aan…

√ •Menjadi keprihatinan yang muncul pada hati banyak kaum Muslimin. Menyayat hati kami semua. Kekhawatiran dalam diri, sudah benarkah hijrah mereka?

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

_”Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya“_.(QS. al-Baqarah: 42)

√ Aduhai…

Dua puluh atau tiga puluh tahun lalu, sekiranya engkau bertanya kepada seseorang, _“Apakah terbayang dalam benakmu bahwa suatu hari nanti engkau akan mendengar suara musik di area masjid bahkan di dalam masjid?”_ Pastilah orang itu akan menjawab, “Itu khayalan belaka, mustahil”.

√ •Jauh-jauh hari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah mewanti-wanti;

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda,

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

_”Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras, dan *alat-alat musik*.”_ (HR. Bukhari: 5590)

√…Siapakah yang akan percaya jika hal itu akan terjadi di rumah-rumah Allah?!

√ •Mungkinkah Masjid bersanding dengan live music, akustic, break dance, hip-hop, skate part, dan yang lainnya dari budaya kuffar?

•Dimanakah kehormatan masjid-masjid itu?!

•Kemana kedudukan masjid yang agung di hati kita?!

•Dimanakah ketaqwaan dan rasa takut kita kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala?!

•Mana bukti pengagungan kita terhadap syi’ar-syi’ar Nya yang mulia?

✅ Bukankah Allâh Azza wa Jalla berfirman :

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

_”Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allâh, maka sesungguhnya yang demikian itu timbul dari ketaqwaan hati”_.(QS. al-Hajj: 32)

åSungguh, tidak akan pernah bersatu dalam hati seorang hamba antara nikmatnya ketaatan dengan asyiknya kemaksiatan..!!

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:._”Tidak akan bersatu cinta musik dan cinta Al-Qur’an di hati orang beriman. Siapa yang di hatinya terkumpul keduanya, maka hatinya akan condong kepada musik. Karena Al-Qur’an itu suci, tidak akan masuk ke dalam hati yang rusak”_..(Lihat: Ighotsatul lahfan: 321)

åAkankah dengannya (musik) tercapai kekhusyukan dalam beribadah???

Jangankan musik, membaca al-Qur’an saja dilarang jika mengganggu ibadah oranglain.

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu, beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di masjid lalu mendengar orang-orang mengeraskan bacaan al-Qur`an dalam keadaan beliau di kemahnya. Lalu beliau menyingkap tirai dan bersabda,._“Ketahuilah, kalian semuanya sedang bermunajat kepada Rabbnya, maka jangan sebagian kalian mengganggu sebagian yang lainnya! Janganlah sebagian dari kalian mengeraskan suara atas yang lainnya dalam membaca al-Qur`an -atau- dalam shalat”_. (HR. Ahmad: 11896, Abu Dawud: 1332, dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami no. 2639)

√ •Lalu, bagaimana dengan senandung-senandung setan?! Budaya-budaya yang katanya trend, gaul, dan kereeen.. namun menyimpang?!! tentu lebih terlarang lagi.

√ •Sungguh, masalah ini sangat menyedihkan ! Kondisi ini juga menunjukkan lemahnya iman, kurangnya ilmu agama dan akal, serta lemahnya rasa hormat juga rendahnya keinginan menjaga kesucian rumah-rumah Allâh Subhanahu wa Ta’ala.



✅ Dari semua ini, benarlah ucapan al-Imam Malik bin Anas rahimahullah:

_”Ilmu agama ini adalah darah dagingmu, engkau akan ditanya pada hari kiamat tentangnya, maka perhatikanlah dari siapa kamu mengambilnya”_ (Bughyatu al-Muktamis hal. 77)

✅ Ibnu Sirin –ulama tabi’in– pun mengingatkan;

_”Ilmu adalah bagian dari agama, karena itu perhatikan, dari mana kalian mengambil agama kalian”._(Siyar A’lam an-Nubala’, 4/606)

√ •Hendaklah kita bertaqwa kepada Allâh dan hati-hati dari semua yang menyebabkan kemarahan dan siksa Allâh Subhanahu wa Ta’ala!

√ •Akhirnya, semoga kita semua termasuk kedalam golongan orang-orang yang beriman, berilmu dan beramal, hijrah diatas jalan-Nya yang lurus, serta senantiasa memuliakan rumah-rumah Allah tabaaraka wa ta’ala dan menjaga kesuciannya. Aamiin…

==

  • Hijrah ngikutin selera…*

Sayang seribu kali sayang, banyak di antara kita yang ingin memasuki gerbang iltizam dengan membawa _“seluruh isi kopernya”_.

Dia ingin membawa segala sesuatu ke dalam Islam. Jiwanya yang manja menolak untuk meninggalkan fasilitas-fasilitas kesenangan yang diharamkan. Pada hari pertama iltizamnya, dia tidak memutuskan semua keterikatannya dengan maksiat-maksiat tersebut, sehingga hasilnya adalah seperti yang engkau lihat dan kau dengar sendiri (lahirnya generasi dakwah tambal-sulam).

Saudara dan Saudariku, para sahabat Nabi radhiallahu ‘anhum adalah orang-orang yang memiliki keunikan dalam berhijrah. Mereka unik dalam hal melepaskan diri sepenuhnya dari masyarakat, persepsi, dan kebiasaan jahiliyah, dimana mereka bertumbuh-kembang di sana. Mereka melepaskan diri dari akidah syirik kepada akidha tauhid, dari persepsi dan kebiasaan jahiliah kepada persepsi dan kebiasaan Islam.

Oleh karena itu, kita kerap menemukan dalam hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbagai hal yang dilakukan pada masa jahiliah. Tujuannya, mereka ingin tahu, apakah hal itu dibolehkan atau dilarang dalam Islam. Mereka mengetahui bahwa sejak berislam, mereka telah terlahir kembali, sehingga menyadari mereka harus berupaya melepaskan diri dari seluruh bentuk dosa dan maksiat. Akibatnya, mereka benar-benar mencurigai segala kebiasaan mereka terdahulu.

Itulah Islam. Kehidupan baru. Persepsi baru. Kebiasaan baru. Menghapus semua tilas masa lalu, hingga tak sedikit pun bersisa.

Jadi, pada fase ini, kita wajib menanggalkan semua indikator maksiat dan dosa yang dulu kita hidup di dalamnya. Kita harus kembali kepada keislaman, kepada mata air jernih yang menjadi acuan generasi Islam pertama dalam hal akidah, persepsi, perbuatan, dan perkataan mereka.- Syaikh Muhammad Husain Ya’qub –

*NB:*

Musik diharamkan dalam Islam. Dalilnya jelas dan alim-ulama empat madzhab sepakat mengharamkannya. Apatah lagi, produk-produk turunannya seperti breakdance, hip-hop, dan akustikan. Sayangnya, telah muncul ide untuk membangun pusat peradaban dengan “mendekatkan” semua hal itu ke masjid, tempat peribadatan kaum muslimin.

==

  • Gado_gado

Contoh da’i yang mencampur aduk antara kebenaran dan kebatilan.

1. Membangun tempat ibadah, niat baik agar pemuda banyak yang ke masjid, akrab dengan Masjid. Namun di sisi lain disediakan cafe, supaya pemuda-pemudi bisa duduk bareng ikhtilat sambil dengarkan Musik. Sikap tersesat tanpa sadar..

2. Niatnya baik, ingin toleransi, bersikap bijak kepada orang salain agamanya. Namun mengatakan orang kafir yang telah Allah kafirkan di ganti menjadi Non Muslim ( Tidak kafir ). Sikap seperti ini bisa murtad tanpa sadar.

Bagaimana sikap kita jika menjumpai da’i seperti itu..? Lari dari sisinya, sebagaimana engkau lari melihat singa di padang pasir.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq (kebenaran) dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui”. ( Al-baqrah: 42 )

• Nasehat, jika ingin membantah penyimpangan jangan ikut-ikutan menjadikan hal tersebut plesetan. Karena ini tidak akan membuat pelaku kesalah merasa salah dan jera.

Berdakwahlah mengikuti cara lelaki terbaik, Roslullah. Yang telah terbukti mencetak tokoh_terbaik umat ini. Jangan jadi Da’i gado-gado..!

Baarakallah Fiikum..

Oleh: Abu Naayif

= “` [Lanjut Ke Halaman 2 ] ,“`