Keagungan Bulan Rojab

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

=

1.Kumpulan Amalan Ringan #13: Memberi Makan Orang yang Berpuasa

2.Non Muslim ya Kafir

3.Amalan Yang Menghilangkan Bencana

4.Broadcast Hadits Puasa Rajab, Shahihkah?

5.Harus Tahu Nama Mayit ketika Shalat Jenazah?

6.Kumpulan Amalan Ringan #12: Puasa Satu Hari di Jalan Allah

7.Setiap Kali Dia Mau Mendirikan Shalat Ada Saja Hambatannya

8.Ahlussunnah Sangat Sedikit Jumlahnya

9.Kisah Heroik Amir bin Al Akwa’ radhiyallahu’anhu

10.Menggunakan Bank Konvensional Untuk Mentrasfer Shodaqoh

11.Hukum Melihat Aurat Orang Tua Bagi Anak

=

Ust.Zainal Abidin Syamsudin-MengupasBulan Rojab

Hadits Maudhu.KeutamaanBulan Rojab-Ust.Badrusalam /

==

Membongkar Klenik Perdukunan – Ustadz Zainal Abidin, Lc.MM.webm

Pentingnya Menjaga Waktu Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.webm

Kisah Manusia Biasa Yang Diabadikan Al Qur’an – Ust. Dr.Firanda Andirja, MA.webm

Kitab Shahih Bukhari Tafsir Mimpi Rasul – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc., M.A..webm

Fitnah Akhir Zaman – Ustadz Zainal Abidin, Lc.webm

Bahaya Menyebarkan Hadits Palsu Puasa Rajab, Sholat Roghaib dan Perayaan Isra’ Mi’raj-Ust Sofyan Chalid Ruray.webm

BANYAK BELUM BERARTI BENAR Ustadz Rizal Yuliar Putrananda.webm

Ingin Rumah Yang Indah – Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA.webm

Ceramah Agama Islam Menolak Masuk Surga – Ustadz RizalYuliar Putrananda, Lc.webm

Jangan Ngurusin Orang – Ustadz DR Syafiq Riza Baslamah MA.webm  =

Ebook

20 Faidah Seputar Bulan RajabPenulis:Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid

==

  • KEAGUNGAN BULAN ROJAB

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

  • ➡ [1] Keberadaan bulan Rajab

Bulan Rojab adalah bulan yang ke tujuh dalam kalender islam, diapit antara jumadits Tsani dan Sya’ban.

  • ➡ [2] Makna Rojab :

Dalam kitab kitab Lisanul Arab disebutkan :

رَجِبَ الرجلُ رَجَباً وَرَجَبٌ شهْرٌ سموه بذلك لِتَعْظِيْمِهِمْ إِيَّاهُ فِيْ الْجَاهِلِيَّةِ عَنِ الْقِتَالِ فِيْهِ وَلَا يَسْتَحِلُّوْنَ الْقِتَالَ فِيْهِ

Rajab artinya mulia, sebagaimana perkataan, “Rajabar Rajulu Rajaban” artinya sesorang memuliakan dengan sebuah pemuliaan. Rajab adalah nama bulan. Dinamakan dengan rajab (mulia) karena mereka dahulu sangat mengagungkannya pada masa jahiliyyah, yaitu dengan tidak menghalalkan peperangan pada bulan tersebut”. (Lisanul Arob 1/411)

  • ➡ [3] Rajab adalah salah satu dari bulan Haram (suci) yang empat.

✅ Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada 4 bulan yang haram, itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di bulan-bulan itu.” (QS At-Taubah: 36)

Empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Sebagaimana yang telah diterangkan dalam sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Tahun itu terdiri dari 12 bulan, diantaranya 4 bulan haram; tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhar, berada diantara Jumaada dan Sya’ban.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu)

✅ Ibnu Rajab -rahimahullah- mengatakan,

فأخبر سبحانه أنه منذ خلق السماوات والأرض وخلق الليل والنهار يدوران في الفلك وخلق ما في السماء من الشمس والقمر والنجوم وجعل الشمس والقمر يسبحان في الفلك وينشأ منهما ظلمة الليل وبياض النهار فمن حينئذ جعل السنة اثني عشر شهرا بحسب الهلال فالسنة في الشرع مقدرة بسير القمر وطلوعه لا بسير الشمس وانتقالها كما يفعله أهل الكتاب.

Allah Ta’ala memberitahukan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya beredar pada porosnya. Selain itu sejak penciptaan benda yang ada di langit berupa matahari, bulan dan bintang Allah menjadikan matahari dan bulan beredar pada porosnya. Sehingga menimbulkan gelapnya malam dan terangnya siang. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perpuataran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan peredaran matahari dan perpindahannya sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 202)

Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa Rajab termasuk bulan haram. Dinamakan bulan haram karena Allah ta’ala memberikan penkhususan terhadap bulan ini dengan mengagungkannya melebihi bulan-bulan yang lain, demikian pula dosa dan amal shalih di bulan-bulan ini dilipatgandakan.

✅ Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ، عَنِ ابْنِ عباس قوله: {إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا} الْآيَةَ {فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ} فِي كلِّهن، ثُمَّ اخْتَصَّ مِنْ ذَلِكَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ فَجَعَلَهُنَّ حَرَامًا، وعَظم حُرُماتهن، وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيهِنَّ أَعْظَمَ، وَالْعَمَلَ الصَّالِحَ وَالْأَجْرَ أَعْظَمَ.

Dan berkata Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma: Firman Allah ta’ala, “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan.” (At-Taubah: 36) “Maka janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di bulan-bulan itu.” (At-Taubah: 36) Maksudnya adalah pada seluruh bulan diharamkan berbuat zalim, kemudian Allah ta’ala mengkhususkan empat bulan, menjadikannya haram (mulia) dan mengagungkan kemuliaan bulan-bulan tersebut, demikian pula Allah ta’ala menjadikan dosa di bulan-bulan itu lebih besar dan amal shalih serta pahala lebih agung.” (Tafsir Ibnu Katsir, 4/148)

✅ Imam al Qurthubi –rahimahullah- berkata :

هَذِهِ الآْيَةُ تَدُل عَلَى أَنَّ الْوَاجِبَ تَعْلِيقُ الأَحْكَامِ مِنَ الْعِبَادَاتِ وَغَيْرِهَا، إِنَّمَا يَكُونُ بِالشُّهُورِ وَالسِّنِينَ الَّتِي تَعْرِفُهَا الْعَرَبُ، دُونَ الشُّهُورِ الَّتِي تَعْتَبِرُهَا الْعَجَمُ وَالرُّومُ وَالْقِبْطُ

Ayat ini menunjukan bahwa perkara yang seharusnya dilakukan adalah mengaitkan hukum hukum ibadah dan yang selainnya dengan bulan bulan dan tahun tahun yang dikenal oleh bangsa Arab bukan bulan bulan yang dijadikan patokan oleh orang non Arab, Romawi dan Qibti (mesir kuno)” (Tafsir al Qurthubi 8/133)

  • ➡ [4] Anjuran memperbanyak amalan ibadah secara umum.

Dianjurkan untuk memperbanyak dan meningkatkan amalan shalih pada bulan bulan haram yang empat yaitu Dzulqa’idah, dzulhijjah, muharram dan Rajab. Namun amal shalih yang dimaksud di sini adalah amalan-amalan yang biasa kita kerjakan (yang berdasarkan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah), seperti sholat, puasa, membaca Al-Qur’an, dzikir, do’a, dan lain-lain. Contohnya, sholat tahajjud, sholat dhuha, puasa 3 hari tiap bulan, puasa Senin Kamis, memperbanyak puasa di bulan-bulan haram, dan lain-lain.

✅ Ibnu Rajab –rahimahullah- berkata :

شهر رجب مفتاح أشهر الخير والبركة قال أبو بكر الوراق البلخي: شهر رجب شهر للزرع وشعبان شهر السقي للزرع ورمضان شهر حصاد الزرع وعنه قال: مثل شهر رجب مثل الريح ومثل شعبان مثل الغيم ومثل رمضان مثل القطر وقال بعضهم: السنة مثل الشجرة وشهر رجب أيام توريقها وشعبان أيام تفريعها ورمضان أيام قطفها والمؤمنون قطافها

Bulan Rajab adalah kunci bulan bulan kebaikan dan keberkahan. Abu Bakar al Warraq al Balkhi berkata, Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan sya’ban adalah bulan mengairi tanaman, sedangkan bulan Ramadhan adalah bulan menuai hasilnya.”. Dalam kesempatan lain ia mengatakan, “Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, perumpamaan bulan Sya’ban seperti awan, sedangkan bulan Ramadhan seperti hujan”. Sebagian ulama mengatakan, “Tahun itu ibarat pohon, dan bulan rajab adalah masa bersemainya dedaunan, bulan Sya’ban bagaikan masa berbuah, sedangkan Ramadhan adalah masa untuk memanen. dan orang orang Mukmin itu adalah yang akan memanen. (Latho’iful Ma’arif 1/121)

Adapun melakukan amalan khusus di waktu-waktu khusus maka membutuhkan dalil, contohnya puasa Arafah tgl. 9 Dzulhijjah, Asyuro’ tgl. 10 Muharram, dan lain-lain, boleh dikhususkan karena adanya dalil yang menunjukkannya. Barangsiapa mengkhususkan suatu amalan tanpa dalil maka berarti ia telah mengada-ada; berbuat bid’ah dalam agama.

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah berkata :

إنما سماها حُرُماً لمعنيين. أحدهما: تحريم القتال فيها، وقد كان أهل الجاهلية يعتقدون ذلك أيضاً. والثاني: لتعظيم انتهاك المحارم فيها أشدَّ من تعظيمه في غيرها، وكذلك تعظيم الطاعات فيها.

Dinamakan bulan haram karena dua makna: pertama : Pada bulan tersebut diharamkan peperangan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. kedua : Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Masiir, 2/256, tafsir surat At Taubah ayat 36)

✅ Ibnu Rojab al hanbali –rahimahullah- berkata :

وقد كان بعض السلف يصوم الأشهر الحرم كلها منهم ابن عمر والحسن البصري وأبو اسحاق السبيعي وقال الثوري: الأشهر الحرم أحب إلي أن أصوم فيها

Dan sungguh sebagian para Salaf suka melakukan puasa pada bulan bulan haram semuanya (dzulqaidah, dzulhijjah, muharram dan rajab) diantara mereka Ibnu Umar, al Hasan al Bashri, Abu ishaq as Subai’i, dan Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.” (Latho’iful Ma’arif 1/118)

Namun bukan berarti menkhususkan puasa tertentu dengan istilah puasa rajab karena pengkhususan puasa di bulan Rajab ini butuh dalil sementara dalam masalah ini tidak ada dalil yang shahih berkaitan dengannya, adapun riwayat riwayat yang beredar di masyarakat tentang ibadah puasa khusus bulan rajab tidaklah shahih bahkan sebagiannya hadits palsu sebagaimana akan disampaikan di akhir bahasan. (lihat poin ke-6)

✅ Ibnu rajab rahimahullah berkata ;

وأما الصيام فلم يصح في فضل صوم رجب بخصوصه شيء عن النبي صلى الله عليه وسلم ولا عن أصحابه

Adapun puasa maka tidak ada satupun hadits yang shahih dari nabi shalallahu alaihi wasallam tentang keutamaan puasa bulan rajab secara khusus, tidak pula dari para Sahabatnya..” (Latho’iful Ma’arif 1/118)

  • ➡ [5] Mengkhususkan ibadah di bulan Rajab

Bulan Rajab tidak memiliki keutamaan khusus selain sebagi bulan haram saja yang dianjurkan padanya memperbanyak ibadah dan meninggalkan dosa dan maksiat sekecil apapun.

Oleh karena itu tidak diperbolehkan mengerjakan puasa bulan Rajab secara khusus atau mengkhususkan puasa pada hari-hari pertama bulan Rajab. Bahkan hal ini menyelisihi para salafus shalih dimana dahulu ’Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu pernah melarang seorang melakukan puasa Rajab, dan memaksanya untuk membatalkan puasanya tersebut.

✅ Diriwayatkan dari Khursyah bin Al-Hur ia berkata ;

رَأَيْتُ عُمُرَ يَضْرِبُ أَكْفَ النَّاسِ فِي رَجَبٍ حَتَّى يَضَعُوْهَا فِي الْجَفَانَ وَيَقُوْلُ كُلُوْا فَإِنَّمَا هُوَ شَهْرٌ كَانَ يُعَظِّمُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ.

Aku pernah melihat ’Umar radhiyallahu anhu memukul telapak tangan orang-orang yang berpuasa Rajab hingga mereka meletakkan tangan-tangan mereka di piring. ’Umar radhiyallahu anhu berkata, ”Makanlah!” Karena sesungguhnya ini adalah bulan yang dahulu pernah diagung-agungkan oleh kaum jahiliyah.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya 3/102)

➡ [6] Diantara hadits yang tidak shahih bahkan diantaranya palsu terkait bulan Rajab baik dalam masalah puasa ataupun shalat.

➡ Hadits pertama :

رَجَبٌ شَهْرُ اللَّهِ وَشَعْبَانُ شَهْرِيْ وَرَمَضَانَ شَهْرُ أُمَّتِيْ.

Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku” (Hadits Lemah, As-Silsilah Ahadits Adh-Dha’ifah 9/ 4400)

 “` (Lanjut ke Halaman 2) “`