Sirah Nabi 26 – Dakwah di Dārul Arqām (Rumah al-Farqom) dan Perintah Untuk Shalat

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Faedah Sirah Nabi: Darul Arqam

2.Peran Para Pendahulu Islam

3.Aktivitas di Rumah Al-Arqam

4.Manhajus Salikin: Sifat Shalat Nabi, Membaca Ta’awudz dan Bismillah

5.Meninggal Ketika Menuju Ke Masjid Mendapat Jaminan Surga

6.Doa Agar Terhindar dari Berbagai Keburukan Dunia dan Akhirat

7.Jatah Warisan dari Sang Kakak

8.Pelajari Tata Cara Shalat Dengan Benar

9.Hukum Menutup Mulut Ketika Shalat

==

Fiqih Siroh.Nabi -.MadrasahDarul Al-Arqom-Ust Abdullah Zaen

Inilah Hijrah Yang Sebenarnya-Ustadz Nizar Sa’ad Jabal, Lc M.Pd.webm

HATI YANG KERAS Ust. Syariful Mahya Lubis.webm

Akhir Yang Indah – Ust Syariful Mahya Lc MA

 Pelaksanaan Dakwah-Ust Sufyan Bafin Zen 

Taubat Nasuha Ust. Syariful Mahya Lubis, Lc, MA.webm

Peringatan Kepada Orang Munafiq oleh Ust Syariful Mahya, Lc. MA.webm

Permusuhan Setan Dengan Manusia oleh Ust Syariful MahyaMA.webm

Sesatnya Istighosah Kepada Selain Allah – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc..webm

Ustadz Nizar Sa’ad Jabal Membina Rumah Tangga Sakinah Mawaddah Warohmah.webm

 

Menggenggam DUNIA – Ustadz Anas Burhanuddin, Lc.,MA.webm

Larangan Mengikuti Acara-acara Ahli Bid’ah -Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc., M.A..webm

Khutbah Jumat – Istilah Kafir – Ustadz Nizar Saad Jabal,Lc,M.Pd.webm

=

*** WebM Bisa Diputar Dgn App MX Player ***

••

  • Sirah Nabi 26 – Dakwah di Dārul Arqām

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

 

  • Dakwah di Dārul Arqām (Rumah al-Arqom)

Pada pasal yang lalu telah dibahas metode-metode yang digunakan orang-orang kafir dalam menghalangi dakwah Nabi ﷺ, yaitu: serangan secara psikis maupun secara mental. Dalam kondisi demikian, Rasūlullāh ﷺ tetap berusaha berdakwah dan pantang mundur. Diantara metode yang diambil oleh Nabi ﷺ untuk melanjutkan dakwah beliau adalah dengan mencari suatu tempat untuk bisa berkumpul agar pembinaan terhadap para sahabat tetap berjalan.

Rasūlullāh ﷺ akhirnya menentukan suatu rumah milik salah seorang shahābat bernama Al-Arqam bin Abil Arqam al-Makhzumi radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, karena itu rumah beliau dikenal dengan Dārul Arqām. Saat itu para shahābat yang turut di dalam pertemuan kira-kira ada 60 orang, seperti yang disebutkan oleh para ahli sejarah. Yang menakjubkan adalah, orang-orang kafir Quraisy tidak mengetahui tempat ini, padahal kota Mekkah saat itu adalah kota yang kecil, tidak seperti sekarang. Penduduk Mekkah saling mengenal diantara mereka, masing-masing kabilah mengenal anggota kabilahnya. Sementara mereka tidak tahu dimana tempat bertemunya Nabi ﷺ dengan para shahābat beliau. Mereka tahu rumah al-Arqām, yaitu dekat Jabal Shafa, dekat dengan Ka’bah. Akan tetapi mereka tidak tahu bahwa rumah ini dijadikan tempat pertemuan Nabi ﷺ dan para sahabat beliau. Pintu masuknya dari belakang sehingga banyak orang tidak memperhatikan. Inilah yang membuat rumah tersebut tidak diketahui oleh orang-orang Quraisy.

➡ Diantara alasan orang-orang kafir Quraisy tidak mengetahui pertemuan Nabi di rumah al-Arqom adalah:

Pertama : Al-Arqām bin Abil Arqām ini umurnya masih muda, sekitar 16 tahun dan dia belumlah dikenal dengan keislamannya. Sedangkan Rasūlullāh ﷺ sendiri tidak pernah menyebutkan siapa saja yang masuk Islam dari bangsa Quraisy. Orang-orang kafir Quraisy menyangka, apabila Rasūlullāh ﷺ bermaksud membuat markaz pertemuan, maka beliau akan menjadikan rumah salah satu pembesar shahābat, ternyata yang digunakan adalah rumah seorang pemuda yang tidak begitu dikenal.

Kedua : Al-Arqām bin Abil Arqām berasal dari Kabilah Bani Makzhum, kabilah yang sama dengan Abu Jahl. Kabilah ini telah diketahui sebagai kabilah yang sering bersaing dengan kabilahnya Rasūlullāh ﷺ (Bani Hāsyim atau Abdi Manaf). Di pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa diantara alasan yang membuat Abu Jahl tidak mau masuk Islam adalah, dia merasa tersaingi oleh Kabilah Abdi Manaf (kabilahnya Nabi. ﷺ) sedangkan kabilahnya paling membenci kabilahnya Nabi ﷺ. Karena itu, tidak pernah terbetik di dalam benak mereka bahwa rumah yang akan digunakan sebagai markas adalah rumah salah seorang dari Bani Makzhum.

Di sisi lain ini adalah resiko besar yang diambil oleh Al-Arqām. Karena apabila ketahuan oleh kabilahnya (Bani Makhzuum), maka dia bisa dibunuh oleh Abu Jahl, dimana saat itu Abu Jahl adalah pembesarnya Bani Makzhum.

Anehnya, selama bertahun-tahun, dari semenjak sekitar tahun 5 sampai 7 atau 8 kenabian, mereka tidak ada yang tahu di mana gerangan tempat Nabi ﷺ berkumpul. Nabi ﷺ berkumpul adalah dalam rangka mendidik para shahābat, memberi wejangan dan nasehat kepada mereka, dan aktivitas ini sangatlah penting. Karena seseorang butuh untuk bisa berkumpul dengan orang-orang Shalih, karena syaithan lebih menyukai bersama dengan orang yang sendirian. Jika seseorang bertemu dengan sahabatnya yang shalih, sedikit banyak akan membantu untuk mengingat akhirat. Teman yang sejati adalah teman yang senantiasa mengingatkan akan akhirat, bukan yang mengingatkan urusan dunia terus. Apalagi, kita perlu ketahui bahwa kita hidup harus penuh dengen perjuangan, dan tujuannya adalah akhirat Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

  • Pelajaran yang Bisa Dipetik

Pertama : Inilah kepedulian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengumpulkan para sahabatnya di satu tempatuntuk mengambil hikmah dan pelajaran.

Kedua: Pentingnya shalat berjamaah di masjid, karena sangat jauh perpautannya antara shalat sendirian di rumah dan shalat berjamah di masjid.

Ketiga: Pentingnya memiliki sahabat yang baik dalam kehidupan seorang muslim karena seorang muslim harus memiliki teman baik yang bisa mengingatkannya apabila dia khilaf, mengajarkannya apabila dia lupa, dan.menasihatinya apabila dia lalai.

Keempat: Pentingnya sebuah ikatan dan hubungan terus menerus antara sesama muslim, dan hukumnya akan semakin penting apabila mereka berada di negeri asing dan di kalangan masyarakat yang tidak mengindahkan aturan Islam. Oleh karena itu, bagi mereka yang seperti ini penting mengadakan perkumpulan untuk bisa bekerja sama dalam kebaikan dan agar.tetap berada dalam kebenaran, agar ikatan persaudaraan semakin kuat, dan agar iman yang ada di dalam dada tetap terjaga tidak luntur dan tidak lemah.

Kelima: Pentingnya tarbiyah dan kekompakan yang bersifat kontinyu dalam masalah perbaikan dan pengarahan, karena dalam perbaikan mesti ada tarbiyah atau pembimbingan.

  • Manfaat Shalat Berjamaah di Masjid

1. Agar bisa berkumpul di waktu tertentu, juga agar bisa mengatur waktu dengan baik.

2. Beribadah kepada Allah dengan bentuk berkumpul.

3. Menumbuhkan rasa cinta sesama.

4. Saling mengenal satu dan lainnya.

5. Menyuarakan syi’ar Allah.

6. Menampakkan besarnya Islam.

7. Mengajarkan orang yang tidak mengerti shalat.

8. Menyatukan umat Islam, tidak menjadikan mereka berpecah belah.

9. Belajar untuk mengikuti seorang pemimpin

Taat pada imam di sini bentuknya juga adalah tidak mendahului dan tidak sangat terlambat dari imam. Karena barangsiapa yang mendahului imam dalam keadaan tahu dan sengaja, shalatnya batal. Hal ini dikarenakan ancaman yang disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺃَﻣَﺎ ﻳَﺨْﺸَﻰ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﺭَﻓَﻊَ ﺭَﺃْﺳَﻪُ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻹِﻣَﺎﻡِ ﺃَﻥْ ﻳَﺠْﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺭَﺃْﺳَﻪُﺭَﺃْﺱَ ﺣِﻤَﺎﺭٍ ﺃَﻭْ ﻳَﺠْﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺻُﻮﺭَﺗَﻪُ ﺻُﻮﺭَﺓَ ﺣِﻤَﺎﺭٍ

Salah seorang di antara kalian dikhawatirkan dijadikan kepalanya menjadi kepala keledai atau rupanya menjadi rupa keledai ketika ia mengangkat kepalanya sebelum imam .” (HR..Bukhari, no. 691).

10. Kaum muslimin merasa berada dalam satu derajat karena berada dalam jamaah yang sama.

Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.memerintahkan untuk meluruskan shaf,

ﺍﺳْﺘَﻮُﻭﺍ ﻭَﻻَ ﺗَﺨْﺘَﻠِﻔُﻮﺍ ﻓَﺘَﺨْﺘَﻠِﻒَ ﻗُﻠُﻮﺑُﻜُﻢْ ﻟِﻴَﻠِﻨِﻰ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺃُﻭﻟُﻮ ﺍﻷَﺣْﻼَﻡِﻭَﺍﻟﻨُّﻬَﻰ ﺛُﻢَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻠُﻮﻧَﻬُﻢْ ﺛُﻢَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻠُﻮﻧَﻬُﻢْ

Luruskanlah shaf kalian. Janganlah berselisih (dalam badan, pen.), maka nantinya hati-hati kalian akan berselisih. Hendaklah yang mendekatiku orang yang sudah baligh dan berakal, kemudian yang semisal itu dan semisal itu lagi.” (HR. Muslim, no. 432, dari Ibnu Mas’ud. Lihat keterangan dalam Tuhfah Al-Ahwadzi)

  • 11. Mengikuti generasi awal Islam yang rajin berjamaah

Terdapat sebuah atsar dari dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “ Barangsiapa yang ingin bergembira ketika berjumpa dengan Allah besok dalam keadaan muslim, maka jagalah shalat ini (yakni shalat jama’ah) ketika diseru untuk menghadirinya. Karena Allah telah mensyari’atkan bagi nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam sunanul huda (petunjuk Nabi). Dan shalat jama’ah termasuk sunanul huda (petunjuk Nabi). Seandainya kalian shalat di rumah kalian, sebagaimana orang yang menganggap remeh dengan shalat di rumahnya, maka ini berarti kalian telah meninggalkan sunnah (ajaran) Nabi kalian. Seandainya kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian, niscaya kalian akan sesat .” (HR. Muslim, no. 654)

12. Bersatunya kaum muslimin di masjid akan turun berkah.

13. Menambah semangat jika berjamaah karena di masjid berkumpul pula orang-orang yang semangat untuk ibadah.

14. Semakin menambah pahala jika jamaah semakin banyak.

15. Dengan shalat jama’ah akan ada dakwah dengan perkataan dan perbuatan.

Pentingnya Teman yang Baik

Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﺍﺻْﺒِﺮْ ﻧَﻔْﺴَﻚَ ﻣَﻊَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺭَﺑَّﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻐَﺪَﺍﺓِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺸِﻲِّ ﻳُﺮِﻳﺪُﻭﻥَﻭَﺟْﻬَﻪُ

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap wajah-Nya .” (QS. Al-Kahfi: 28)

Diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian .” (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; dan Ahmad, 2:344. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

  • Manfaat Berteman dengan Orang Shalih

1- Dia akan mengingatkan kita untuk beramal shalih, juga saat terjatuh dalam kesalahan.

2- Dia akan mendoakan kita dalam kebaikan.

3- Teman dekat yang baik akan dibangkitkan bersama kita pada hari kiamat.

Referensi:

1. Fikih Sirah Nabawiyah. Dr.Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid.Penerbit Darus Sunnah.

2. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim . Cetakan pertama, tahun 1431H. Imam Ibnu Katsir. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

3. Shalat Al-Mu’min . Cetakan ketiga, Tahun 1431 H. SyaikhDr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani. Penerbit MaktabahAl-Malik Fahd. hlm. 517-519

Firanda.com dan Rumaysho.com

= |||| [Lanjut ke Halaman 2,]…|||