Tata Cara Tasyahud Akhir Dalam Salat Sesuai Sunnah  

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••=

1.Penjelasan Doa Setelah Tasyahud Akhir – Berlindung Dari 4 Perkara

2.Kisah Bacaan At-Tahiyat ketika Isra Mi’raj

3.Kapan Waktunya Menggerakkan Jari Telunjuk Ketika Tasyahud

4.Hukum Membaca Shalawat pada Tasyahud Awal

5.Kelembutan Dalam Berdakwah

6.Kecemburuan Suami Terhadap Istri Dan Anak-anak Wanitanya

7.Mendaftar Haji Atau Melunasi Hutang Riba

8.Tafsir QS At – Taubah : 19

==

Bacaan Shalawat Dalam Tasyahud Akhir-Ust Abdullah Zaen

Bacaan Tasyahud Akhir-Ust Abdullah Zaen

Makna Bacaan Tasyahud Akhir-Ust Abdullah Zaen

Tasyahud Dalam shalat-Ust Armen Halim NaroBag1:Bag2

=

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP -Kesalahan ketika Sujud & Sujud yang Benar.mp4

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP- Rukuk Seperti Rasulullah.mp4

Makmum Masbuk_ Tata Cara Makmum Masbuk LENGKAP.mp4 10Mb

Tata Cara Mandi Wajib yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Cara Mandi Junub.mp4 10Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Bacaan Ketika Rukuk.mp4 7.5Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Cara Membaca Amiin yang Benar.mp4 8.5Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Melihat Tempat Sujud Dalam Sholat Dengan Khusyhu.mp4 8Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP- Membaca Al-Fatihah Dalam Shalat.mp4 7Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara I’Tidal.mp4 10Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara Membaca Ta’awudz dan Basmalah.mp4 4Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara Sedekap Dalam Shalat.mp4 9Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara Sujud.mp4 10Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara Takbiratul Ihram.mp4 13Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP-Tata Cara Turun Sujud.mp4 13Mb

Tata Cara Sholat yang Benar Sesuai Sunnah LENGKAP- Tumakninah Dalam Shalat Rukun yang Sering Terlupakan.mp4 7Mb

==

Ebook

Hal-Hal Yang Diwajibkan dalam Shalat

Khusyuk dan Tuma’ninah Dalam Shalat

Petunjuk Nabi Tentang Shalat 7Mb 240Hlmn

Koreksi Atas Kekeliruan Ibadah Sholat 615Hlm

33 FAKTOR YANG MEMBUAHKAN KEKHUSYU’AN DALAM SHALAT

Sifat Shalat Nabi

Petunjuk Anda Menuju Ketaatan

TUNTUNAN THAHARAH DAN SHALAT

Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai TuntunanNabi

==

  • Tata Cara Tasyahud Akhir Dalam Salat Yang Benar Sesuai Sunnah

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingg hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

 

Tasyahud akhir dilakukan setelah sujud kedua pada rakaat paling terakhir dalam salat. Duduk tasyahud akhir dan bacaannya adalah rukun salat. Dalilnya adalah hadis Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu tentang bacaan tasyahud akhir, beliau berkata:

ﻛﻨَّﺎ ﻧﻘﻮﻝُ ﻗﺒْﻞَ ﺃﻥْ ﻳُﻔﺮَﺽَ ﻋﻠﻴﻨﺎﺍﻟﺘﺸﻬُّﺪُ: ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻗﺒْﻞَ ﻋﺒﺎﺩِﻩ،ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻋﻠﻰ ﺟِﺒْﺮﻳﻞَ، ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻋﻠﻰﻣﻴﻜﺎﺋﻴﻞَ، ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻋﻠﻰ ﻓُﻼﻥٍ، ﻓﻘﺎﻝﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ: ﻻ ﺗﻘﻮﻟﻮﺍ:ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪِ؛ ﻓﺈﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻫﻮﺍﻟﺴَّﻼﻡُ، ﻭﻟﻜﻦ ﻗﻮﻟﻮﺍ : ﺍﻟﺘَّﺤﻴَّﺎﺕُ ﻟﻠﻪِ

Dahulu sebelum tasyahud diwajibkan kepada kami, kami mengucapkan: as salaam ‘alallah qabla ibaadihi, as salaam ‘ala Jibril, as salaam ‘ala Mikail, as salaam ‘ala fulan (Salam kepada Allah sebelum kepada hamba-Nya, salam kepada Jibril, salam kepada Mikail, dan salam kepada fulan). Maka Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pun mengatakan: janganlah kalian mengatakan “as salaam ‘alallah” karena Dialah As Salam. Namun katakanlah: at tahiyyatu lillah (segala penghormatan hanya milik Allah).” (HR. Bukhari no. 1202, Muslim no. 402)

Dalam hadis ini jelas disebutkan “ sebelum tasyahud diwajibkan kepada kami“, menunjukkan bahwa tasyahud akhir hukumnya wajib dan merupakan rukun salat.

Dan ulama ijma bahwa duduk tasyahud akhir merupakan rukun salat. Imam An Nawawi mengatakan:

ﻓﻤِﻦ ﺍﻟﻤﺠﻤَﻊ ﻋﻠﻴﻪ : ﺍﻟﻨﻴَّﺔ، ﻭﺍﻟﻘﻌﻮﺩُﻓﻲ ﺍﻟﺘﺸﻬُّﺪ ﺍﻷﺧﻴﺮ

Diantara kesepakatan ulama, niat dan duduk tasyahud akhir (adalah rukun salat).” (Syarah Shahih Muslim, 4/107)

  • Cara Duduk Tasyahud Akhir

Cara duduk tasyahud akhir adalah dengan duduk tawarruk, yaitu duduk di lantai, kedua kaki diletakkan di sebelah kanan pinggang, kaki kiri dibentangkan, sedangkan kaki kanan ditegakkan. Dalam hadis Abu Humaid As Sa’idi radhiallahu’anhu beliau berkata:

ﻓﺈﺫﺍ ﺟﻠﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﺟﻠﺲ ﻋﻠﻰﺭﺟﻠٌﻪ ﺍﻟﻴﺴﺮﻯ، ﻭﻧﺼﺐ ﺍﻟﻴﻤﻨﻰ، ﻭﺇﺫﺍﺟﻠﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻛﻌﺔ ﺍﻵﺧﺮﺓ، ﻗﺪﻡ ﺭﺟﻠٌﻪﺍﻟﻴﺴﺮﻯ، ﻭﻧﺼﺐ ﺍﻷﺧﺮﻯ، ﻭﻗﻌﺪ ﻋﻠﻰﻣﻘﻌﺪﺗﻪ

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika duduk dalam salat di dua rakaat pertama beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kaki kanan. Jika beliau duduk di rakaat terakhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya dan duduk di atas lantai.” (HR. Bukhari no. 828 dan Muslim no. 226)

✅ Dalam riwayat lain:

ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖِ ﺍﻟﺮَّﻛﻌﺔُ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﻨﻘﻀﻲﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺼَّﻼﺓُ، ﺃﺧَّﺮَ ﺭِﺟْﻠَﻪ ﺍﻟﻴُﺴﺮﻯ،ﻭﻗﻌَﺪ ﻋﻠﻰ ﺷِﻘِّﻪ ﻣﺘﻮﺭِّﻛًﺎ ﺛﻢ ﺳﻠَّﻢَ

.“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika sudah sampai pada rakaat terakhir salat, beliau menjulurkan kaki kirinya dan duduk langsung.di lantai dalam keadaan tawarruk, kemudian salam.” (HR. Abu Daud no. 730, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud )

Demikian juga jika dalam salat ada dua tasyahud, maka tasyahud pertama dibaca dengan keadaan duduk iftirasy dan tasyahud yang kedua dibaca dalam keaadaan duduk tawarruk sebagaimana zahir hadis-hadis di atas.

  • Cara Duduk Tasyahud Jika Satu Dua Tasyahud

Para ulama berbeda pendapat (khilaf) mengenai cara duduk tasyahud akhir jika di dalam salat hanya ada satu tasyahud. Karena dalam hadis Abu Humaid di atas, terdapat isyarat bahwa Nabi duduk iftirasy pada rakaat kedua, sedangkan dalam riwayat Abu Daud dipahami bahwa duduk tawarruk adalah duduk tasyahud di rakaat terakhir. Padahal jika salat hanya dua rakaat maka duduk tasyahud ketika itu adalah tasyahud di rakaat kedua sekaligus di rakaat terakhir.

  • Para ulama khilaf dalam dua pendapat:

Pendapat pertama, duduk dengan cara tawarruk. Ini adalah pendapat Syafi’iyyah dan Malikiyyah. Dalil mereka adalah riwayat Abu Humaid yang terdapat lafadz:

ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖِ ﺍﻟﺮَّﻛﻌﺔُ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﻨﻘﻀﻲﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﺼَّﻼﺓُ، ﺃﺧَّﺮَ ﺭِﺟْﻠَﻪ ﺍﻟﻴُﺴﺮﻯ،ﻭﻗﻌَﺪ ﻋﻠﻰ ﺷِﻘِّﻪ ﻣﺘﻮﺭِّﻛًﺎ ﺛﻢ ﺳﻠَّﻢَ

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika sudah sampai pada rakaat terakhir salat, beliau menjulurkan kaki kirinya dan duduk langsung di lantai dalam keadaan tawarruk, kemudian salam 

Pendapat kedua : duduk dengan cara iftirasy.Ini adalah pendapat Hanabilah danHanafiyah, juga dikuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syaikh Abdul Aziz bin Baz. Dalilnya hadis Abu Humaid riwayat Bukhari – Muslim di atas:

ﻓﺈﺫﺍ ﺟﻠﺲ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻛﻌﺘﻴﻦ ﺟﻠﺲ ﻋﻠﻰﺭﺟﻠٌﻪ ﺍﻟﻴﺴﺮﻯ، ﻭﻧﺼﺐ ﺍﻟﻴﻤﻨﻰ

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika duduk dalam salat di dua rakaat pertama beliau duduk di atas kaki kirinya dan menegakkan kakikanan”

✅ Dikuatkan dengan riwayat dari Aisyah radhiallahu’anha :

ﻭﻛﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝُ ﻓﻲ ﻛﻞِّ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ ﺍﻟﺘﺤﻴﺔَ،ﻭﻛﺎﻥ ﻳﻔﺮﺵُ ﺭِﺟﻠَﻪ ﺍﻟﻴُﺴﺮَﻯ، ﻭﻳﻨﺼﺐُﺭِﺟﻠَﻪ ﺍﻟﻴُﻤﻦَﻯ

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di setiap dua rakaat beliau mengucapkan tahiyyah (tasyahud). Dan beliau membentangkan kaki kirinya dan menegakkan kaki kanannya.” (HR. Muslim no. 498)

Maka pendapat kedua ini nampaknya yang lebih rajih, wallahu a’lam .

  • Bacaan Tasyahud Akhir dan Isyarat Jari

Bacaan tasyahud akhir sama dengan bacaan tasyahud awal hanya saja ada tambahan shalawat. Silakan simak kembali artikel Tata Cara Tasyahud Awal

https://assunahsalafushshalih.wordpress.com/2019/03/01/tata-cara-dan-bacaan-tasyahud-awal-dalam-salat-sesuai-sunnah/

untuk mengetahui bacaan-bacaan tersebut. Demikian juga mengenai isyarat jari, sama seperti pada tasyahud awal, silakan merujuk kembali pada artikel tersebut.

  • Shalawat di Tasyahud Akhir

Para ulama khilaf mengenai hukumnya menjadi dua pendapat:

Pendapat pertama : hukumnya sunnah . Ini adalah pendapat Hanafiyah, Malikiyah, Ibnu Abdil Barr, Ibnul Munzhir, Zhahiriyah, dan juga pendapat yang dikuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin.

✅ Dalil yang mereka gunakan adalah sebuah hadis dari Alqamah:

ﻋَﻠﻘﻤﺔَ ﺃﻥَّ ﻋﺒﺪَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑﻦَ ﻣﺴﻌﻮﺩٍ ﺃﺧﺬَﺑﻴﺪِﻩ، ﻭﺃﻥَّ ﺭﺳﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ ﺃﺧَﺬ ﺑﻴﺪِ ﻋﺒﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓﻌﻠَّﻤَﻪﺍﻟﺘﺸﻬُّﺪَ ﻓﻲ ﺍﻟﺼَّﻼﺓِ، ﻗﺎﻝ : ﻗُﻞِ :ﺍﻟﺘَّﺤﻴَّﺎﺕُ ﻟﻠﻪِ، ﻭﺍﻟﺼَّﻠﻮﺍﺕُ، ﻭﺍﻟﻄَّﻴِّﺒﺎﺕُ،ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻋﻠﻴﻚ ﺃﻳُّﻬﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲُّ ﻭﺭﺣﻤﺔُ ﺍﻟﻠﻪِﻭﺑﺮﻛﺎﺗُﻪ، ﺍﻟﺴَّﻼﻡُﻋﻠﻴﻨﺎ ﻭﻋﻠﻰ ﻋﺒﺎﺩِﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟﺤﻴﻦَ، ﻗﺎﻝ ﺯُﻫَﻴﺮٌ : ﺣﻔِﻈْﺖُﻋﻨﻪ ﺇﻥ ﺷﺎﺀَ ﺍﻟﻠﻪُ : ﺃﺷﻬَﺪُ ﺃﻥْ ﻻ ﺇﻟﻪَ ﺇﻟَّﺎﺍﻟﻠﻪُ، ﻭﺃﺷﻬَﺪُ ﺃﻥَّ ﻣﺤﻤَّﺪًﺍ ﻋﺒﺪُﻩﻭﺭﺳﻮﻟُﻪ، ﻗﺎﻝ : ﻓﺈﺫﺍ ﻗﻀَﻴْﺖَ ﻫﺬﺍ ﺃﻭﻗﺎﻝ : ﻓﺈﺫﺍ ﻓﻌَﻠْﺖَ ﻫﺬﺍ، ﻓﻘﺪ ﻗﻀَﻴْﺖَﺻﻼﺗَﻚ، ﺇﻥ ﺷﺌﺖَ ﺃﻥْ ﺗﻘﻮﻡَ ﻓﻘُﻢْ،ﻭﺇﻥﺷِﺌْﺖَ ﺃﻥْ ﺗﻘﻌُﺪَ ﻓﺎﻗﻌُﺪْ

Abdullah bin Mas’ud menarik tangannya Alqamah sedangkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menarik tangan Ibnu Mas’ud untuk mengajarkannya tasyahud di dalam salat. Nabi bersabda ucapkanlah at tahiyyaatu lillaah was shalawaatu wat thayyibaat as salaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatullah wabarakaatuh, as salaamu ‘alainaa wa ‘ala ibaadillahis shaalihiin” . Zuhair berkata: yang aku hafal insya Allah ada tambahan: “asy-hadu an laailaaha illallah, wa asy-hadu anna muhammadan abduhu wara suluh” .

Nabi lalu bersabda: jika engkau sudah selesai membaca ini, maka engkau telah menyelesaikan salatmu. Jika engkau ingin berdiri, silakan berdiri, atau jika engkau ingin duduk silakan duduk.” (HR. Abu Daud no. 970)

✅ Namun Syaikh Al Albani menegaskan:

ﺷﺎﺫّ ﺑﺰﻳﺎﺩﺓ ))ﺇﺫﺍ ﻗﻠﺖ ((.. ، ﻭﺍﻟﺼﻮﺍﺏﺃﻧَّﻪ ﻣﻦ ﻗﻮﻝ ﺍﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﻣﻮﻗﻮﻓًﺎﻋﻠﻴﻪ
Hadits ini syadz dengan tambahan: “jika engkau sudah selesai membaca ini, dst.” yang benar ini adalah hadis yang mauquf, merupakan perkataan Ibnu Mas’ud.” (Shahih Sunan Abu Daud no. 970)

Pendapat kedua : hukumnya wajib. Ini adalah pendapat Hanabilah, Syafi’iyyah, Ibnu Arabi dan dikuatkan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz.

✅ Dalilnya hadis Ka’ab bin Ujrah radhiallahu’anhu , ia berkata:

ﺇﻥَّ ﺍﻟﻨﺒﻲَّ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ ﺧﺮَﺝﻋﻠﻴﻨﺎ، ﻓﻘُﻠْﻨﺎ : ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗﺪ ﻋﻠِﻤْﻨﺎﻛﻴﻒ ﻧُﺴﻠِّﻢُ ﻋﻠﻴﻚ، ﻓﻜﻴﻒ ﻧُﺼﻠِّﻲ ﻋﻠﻴﻚ؟ ﻗﺎﻝ : ﻗﻮﻟﻮﺍ : ﺍﻟﻠﻬﻢَّ ﺻﻞِّ ﻋﻠﻰﻣﺤﻤَّﺪٍ، ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝِ ﻣﺤﻤَّﺪٍ، ﻛﻤﺎ ﺻﻠَّﻴْﺖَﻋﻠﻰ ﺁﻝِ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢَ، ﺇﻧَّﻚ ﺣﻤﻴﺪٌ ﻣﺠﻴﺪٌ،ﺍﻟﻠﻬﻢَّ ﺑﺎﺭِﻙْ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤَّﺪٍ، ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝِﻣﺤﻤَّﺪٍ، ﻛﻤﺎ ﺑﺎﺭَﻛْﺖَ ﻋﻠﻰ ﺁﻝِ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢَ،ﺇﻧَّﻚ ﺣﻤﻴﺪٌ ﻣﺠﻴﺪٌ

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam keluar bersama kami, lalu kami berkata: Wahai Rasulullah kami sudah tahu cara salam kepadamu, lalu bagaimana cara bershalawat kepadamu? Nabi menjawab: ucapkanlah

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shalayta ‘ala aali Ibrahim, innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhamamd kamaa baarakta ‘ala aali Ibrahim, innaka hamiidum majid”

(Ya Allah semoga shalawat terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana shalawat terlimpah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim,Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.Ya Allah semoga keberkahan terlimpah kepada Muhammad dan

keluarga Muhammad, sebagaimana engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia)” (HR. Bukhari no. 6357, Muslim no. 406)

Dalam hadis ini digunakan fi’il amr (perintah), maka menunjukkan hukumnya wajib. Wallahu a’lam , ini pendapat yang lebih rajih.

=

  • Bacaan Sholawat kepada Nabi

➡ 1. Bacaan sholawat dari seorang Sahabat Nabi yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh  Ahmad dan at-Thohaawy dengan sanad yang shahih
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَ عَلَى أَزْوَاجِهِ وَ ذُرِّيَتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَ باَرِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِ بَيْتِهِ  وَ عَلَى أَزْوَاجِهِ وَ ذُرِّيَتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ahli baitihi, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid. Wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ahli baitihi, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.”

“Yaa Allah, bersholawatlah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, istri-istri, dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah bersholawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya engkau Maha terpuji lagi Maha Agung. Berkahilah Muhammad, keluarga, istri-istri, dan keturunannya sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung “

➡ 2. Bacaan yang disebutkan dalam hadits Ka’ab bin Ujroh yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ , اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim, wa ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid. Allaahumma baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim, wa ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.

“Ya Allah, bersholawatlah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bersholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung. Yaa Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung“

➡ 3. Hadits Ka’ab bin Ujroh yang diriwayatkan Ahmad

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ , وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim, wa ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid. Wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim, wa ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.

“Ya Allah, bersholawatlah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah bersholawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung“

➡ 4. Hadits Abu Mas’ud Uqbah bin ‘Amr yang diriwayatkan Ahmad

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِي اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, an-nabiyyil ummiyyi, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim. Wa baarik ‘alaa muhammad, an-nabiyyil ummiyyi, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.

“Yaa Allah, bersholawatlah kepada Muhammad, Nabi yang ummi, dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bersholawat kepada keluarga Ibrahim dan berkahilah Muhammad Nabi yang ummi, dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberkahi keluarga Ibrahim di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau adalah Yang Maha Terpuji lagi Maha Agung “

➡ 5. Bacaan sholawat berdasarkan hadits Abu Sa’id al-Khudriy riwayat al-Bukhari

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammadin abdika warosuulika, kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim, Wa baarik ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin, kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim. wa ‘aali ibroohiim

“Yaa Allah, bersholawatlah kepada Muhammad, hamba dan RasulMu, sebagaimana Engkau bersholawat kepada  Ibrahim, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim “

➡ 6. Bacaan sholawat dalam hadits Abu Humaid as-Sa’idiy riwayat Muslim

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa shollaita ‘alaa aali ibroohiim. Wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa azwaajihi wa dzurriyyatihi, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.

“Yaa Allah, bersholawatlah kepada Muhammad, dan kepada istri-istri serta keturunannya sebagaimana Engkau bersholawat kepada keluarga Ibrahim dan berkahilah Muhammad dan istri-istri serta keturunannya, sebagaimana Engkau berkahi keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung “

➡ 7. Bacaan sholawat dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan at-Thohawy dalam Musykilul Atsar

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمَّدٍ  كَمَا صَلَّيْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa shollaita wa baarokta ‘alaa ibroohiim, wa aali ibroohiim, innaka hamiidun majiid.

“Yaa Allah, bersholawatlah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana engkau bersholawat dan memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung “

••• [Lanjut Ke Halaman 2] •••