Pahala Mendo’akan Kaum Muslimin, Mendoakan Orang Kafir, Pemerintah
dan Orangtua dan Kerabat 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••=

1.Mendoakan Diri Sendiri Sebelum Orang Lain

2.Doa Meminta Ampunan Allah dan Doa Bahasa Indonesia Saat Sujud

3.Apa Maksud Doa Anak Soleh? |

4.Cara Berbakti kepada Orang Tua setelah mereka

5.Hukum Mendoakan Orang Kafir

6.Manfaat Mengimani Nama Allâh Subhanahu Wa Ta’ala ” Al-Azhîm”

7.Menasehati Itu Bukan dengan Menyindir di Publik

8.Tanya Jawab Seputar Syirik Kecil (Bag. 5)

9.Tidak Boleh Sembarangan Membunuh Hewan

10.Kerja Dong, Jangan Jadi Pengangguran

=

Sebab Kemenangan Ummat Islam Ustadz Mizan Qusyiah, Lc,MA.webm

Belajar Aqidah Inilah Pintu Pintu Kesyirikan, Sihir, dll, Ustadz.Mizan Qudsyiah, Lc, MA.webm

Ceramah Agama Dalil Batalnya Sesembahan selain Allah -Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc..webm .

Ceramah Singkt 5 Nasihat Berharga Menjelang PEMILU! -Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi.webm

Do’a Meminta Surga dan Dijauhkan Dari Api Neraka Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA.webm

Irtikabu akhaffu adh-dhararain(Memilih Kemadaratan Teringan)-Ust Abdul Hakim Amir Abdat.mp4

Kata Mutiara Salaf Untukmu Yang Malas Baca Al Qur’an.Ustadz Mizan Qusyiah, Lc, MA.webm

Kitab Shahih Bukhari Peperangan Rasulullah – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc., M.A..webm

Membangun Keluarga Sakinah Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc,M.A..webm

Fiqih Sebab-Ust Syariful Mahya Lc MA.webm

https://mir.cr/HJQEWFKW

Untukmu Yang Malas Belajar Agama Islam-Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc, MA.webm

=

Ebook

24 Jam di Bulan Ramadhan

==

  • Pahala Mendo’akan Kaum Muslimin dan Mendoakan Orangtua, Orang Kafir, Pemerintah

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

  • ➡ Keuntungan Mendo’akan Orang Lain

Sebagian kita mengira bahwa bahwa mendoakan orang lain itu hanya menguntungkan orang lain tersebut saja. Padahal sebenarnya, yang diuntungkan pertama kali adalah kita sendiri.

✅ Mari simak hadits berikut ini,

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنِ اسْتَغْفَرَ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِكُلِّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ حَسَنَةً»

Dari Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa mendoakan ampunan bagi kaum mukminin dan mukminat, Allah akan menuliskan untuknya pahala sejumlah mukmin dan mukminah”. HR. Thabaraniy dalam Musnad asy-Syamiyyin dan isnadnya dinilai baik oleh al-Haitsamiy.

Sejak adanya dunia hingga akhir zaman, berapa jumlah kaum mukminin dan mukminat?. Hanya Allah saja yang tahu pastinya. Sebanyak itulah pahala yang akan kita dapatkan. Bayangkan betapa banyaknya pahala tersebut!

Karenanya para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam pun terbiasa untuk mendoakan segenap kaum muslimin. Berikut contoh doa-doa mereka:

Doa Nabi Nuh ‘alaihissalam,

“رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ”

robbighfir lii wa liwaalidayya wa liman dakhola baitiya mu`minaw wa lil-mu`miniina wal-mu`minaat, wa laa tazidizh-zhoolimiina illaa tabaaroo

Artinya: “Ya Rabbi ampunilah aku, kedua orang tuaku dan siapapun yang memasuki rumahku dalam keadaan beriman. Serta orang yang beriman laki-laki dan perempuan”. QS. Nuh (71): 28.

➡ Doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam,

“رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ“

Robbanaghfir lii wa liwaalidayya wa lil-mu`miniina yauma yaquumul-hisaab

Artinya: “Wahai Rabb kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta semua orang yang beriman pada hari diadakannya perhitungan (hari kiamat)”. QS. Ibrahim (14): 41.

➡ Doa Untuk Saudara Yang Wafat Agar Dirahmati dan Diampuni Dosa-Dosanya Oleh Allah

 رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ“

Robbanaghfirlanâ wa li ikhwâninal ladzîna sabaqûnâ bil îmân, wa lâ taj’al fî qulûbinâ ghillal lilladzîna âmanû. Robbanâ innaka Ro’ûfur Rohîm”

(Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sungguh Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang”. QS. Al-Hasyr (59).

Ayat ini menganjurkan agar kaum muslimin generasi setelah para sahabat, untuk mendoakan kebaikan bagi kaum muslimin generasi pendahulunya. Memohon ampunan untuk mereka yang masih hidup dan untuk mereka yang sudah meninggal.

Ini dalil bahwa doa sesama muslim bisa sampai kepada mereka yang telah meninggal, meskipun tidak ada hubungan keluarga.

PELAJARAN KENABIAN YANG TELAH DITINGGALKAN AGAR DOA TERKABUL.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu berkata:”Datang Ummu Salamah Radhiyallahu Anha kepada Nabi shalallahu alaihi wa sallam kemudian ia berkata: Wahai Rasulullah, ajarilah aku beberapa kata yang akan aku gunakan untuk berdoa. Beliau menjawab: Engkau bertasbih (mengucapkan Subhanallah) sepuluh
kali, bertahmid (mengucapkan Alhamdulillah) sepuluh kali kemudian bertakbir (mengucapkan Allahu Akbar) sepuluh kali kemudian mintalah yang engkau inginkan, karena Dia mengatakan: Aku telah melakukan..Aku telah melakukan”.
Dikeluarkan oleh Ahmad, Tirmidzi dan Nasa’i dan dihasankan oleh Syaikh al-Imam Muhammad Nazaruddin alAlbani. (Ibrahim Sa’id).
=
Doa Meminta Ampun #1

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻰ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻱَّ ﻭَ ﻟِﻠْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤَﺎﺕ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕِ ﺍﻟْﺄَﺣْﻴَﺎﺀِﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺍﻟْﺄَﻣْﻮَﺍﺕ

Allahumaghfirli WaliWalidayya Wal Muslimina wal muslimat, wal mu’minina mal mu’minat, al ahyaa’i minhum wal amwat

“Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal”.

➡ Doa Meminta Ampun #2

“ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا، وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ“.

Robbanâghfirlanâ dzunûbanâ wa isrôfanâ fî amrinâ, wa tsabbit aqdâmanâ, wanshurnâ ‘alal qoumil kâfirîn”.

Artinya: “Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami. Serta tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. QS. Ali Imran (3): 147.

➡ Doa Meminta Ampun #3

“رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ“.

Robbanâ innanâ âmannâ faghfirlanâ dzunûbanâ wa qinâ ‘adzâbannâr”.

Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari siksaan neraka”. QS. Ali Imran (3): 16.

➡ Doa Meminta Ampun #4

“رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا، رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ“.

Robbanâ innanâ sami’nâ munâdiyan yunâdî lil îmâni an âminû birabbikum fa âmannâ. Robbanâ faghfir lanâ dzunûbanâ wa kaffir ‘annâ sayyi’âtinâ, wa tawaffanâ ma’al abrôr”.

Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kalian kepada Rabbmu”, maka kami pun beriman. Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti”. QS. Ali Imran (3): 193.

➡ Doa Meminta Ampun #5

“رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ“.

Robbanâ âmannâ faghfir lanâ warhamnâ wa Anta khoirur rôhimîn”.

Artinya: “Wahai Rabb kami, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik”. QS. Al-Mu’minun (23): 109.

➡ Doa Meminta Ampun #6

“رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“.

Robbanâ atmim lanâ nûronâ waghfirlanâ, innaka ‘alâ kulli syai’in qodîr”.

Artinya: “Wahai Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. At-Tahrim (66): 8.

Apalagi bila doa yang kita panjatkan tersebut tanpa sepengetahuan orang yang kita doakan. Ini akan lebih berpeluang untuk dikabulkan Allah.

عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ”، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ”، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”

Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.

Selain mustajab, doa untuk orang lain tanpa sepengetahuan dia juga akan menghasilkan karunia serupa untuk kita. Bila kita mendoakan kebaikan untuk orang lain, maka kita pun akan mendapatkan kebaikan semisalnya.

=

  • Peduli Dalam Do’a

Seorang muslim tertuntut untuk memiliki kepedulian. Baik terhadap diri sendiri maupun kepada orang lain. Kepedulian tersebut antara lain diwujudkan dalam bentuk doa. Nah, doa itu berdasarkan siapa yang didoakan bisa diklasifikasikan menjadi empat macam:

  • Pertama: Doa untuk diri sendiri

Contohnya:

“اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي“

Allaahummagh-fir lii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.”

“Ya Allah ampunilah aku. Rahmatilah aku. Limpahkanlah hidayah kepadaku. Sehatkan aku. Karuniakanlah rizki kepadaku”. HR. Muslim.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻰﺧَﻄِﻴﺌَﺘِﻰﻭَﺟَﻬْﻠِﻰﻭَﺇِﺳْﺮَﺍﻓِﻰ ﻓِﻰﺃَﻣْﺮِﻯ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻪِ ﻣِﻨِّﻰ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻰ ﺟِﺪِّﻯ ﻭَﻫَﺰْﻟِﻰ ﻭَﺧَﻄَﺌِﻰ ﻭَﻋَﻤْﺪِﻯ ﻭَﻛُﻞُّ ﺫَﻟِﻚَ ﻋِﻨْﺪِﻯ

Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii”

(Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan)-HR. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719

Doa Memohon Ampun (Doa Nabi Musa)

رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي

Robbi innii zholamtu nafsii, fagh-fir lii.

Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, karena itu ampunilah aku. (Al Qashash [28]: 16).

Doa Memohon Ampun Dalam Segala Hal

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ وَجَهْلِيْ، وَإِسْرَافِيْ فِي أَمْرِيْ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ جَدِّيْ وَهَزْلِيْ، وَخَطَئِيْ وَعَمْدِيْ، وَكُلُّ ذَالِكَ عِنْدِيْ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allaahummagh-fir lii khothii-atii wa jahlii, wa isroofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minnii. Allaahummagh-fir lii jaddii wa hazlii, wa khoto-ii wa ‘amdii, wa kullu dzaalika ‘indii. Allaahummagh-fir lii maa qoddamtu wa maa akh-khortu, wa maa asrortu wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihi minnii. Antal muqoddimu wa antal mu-akh-khiru, wa anta ‘alaa kulli syai-in qodiir.

Ya Allah, ampunilah kesalahanku dan kebodohanku, keberlebih-lebihan dalam perkaraku, dan apa yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah aku dalam kesungguhanku dan kelalaianku, kesalahanku dan kesengajaanku, dan semua itu berasal dari sisiku. Ya Allah, ampunilah aku dari dosa yang telah aku lakukan dan yang belum, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, dan apa yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang Mengakhirkan, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.-HR. Bukhari 6398 dan Muslim 2719

Diantara do’a yang dipanjatkan Umar ibn Khothob,

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺟْﻌَﻞْ ﻋَﻤَﻠِﻰ ﻛﻠَّﻪُ ﺻَﺎﻟﺤِﺎً ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻪُ ﻟِﻮَﺟْﻬِﻚَ ﺧَﺎﻟِﺼﺎً ﻭَﻻَ ﺗَﺠْﻌَﻞْ ﻟِﺄَﺣَﺪٍ ﻓِﻴْﻪِ ﺷَﻴْﺌﺎً

Allahummaj’al amali kullahu solihan, w-aj’al hu liwajhika kholison, wala taj’al li ahadin fihi syai’an”. HR. Ahmad (Yaa ALLAH jadikanlah seluruh amalku menjadi amal shaleh, dan jadikanlah amalku ikhlas untuk mencari wajahMu, dan jangan jadikan amalku karena seseorang atau sesuat

  • Kedua: Doa untuk orang lain

Seperti doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

“اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ“

Ya Allah perbanyaklah harta dan anaknya. Serta berkahilah karunia yang Engkau berikan padanya”. HR. Bukhari dan Musllim.

Juga arahan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut,

“مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ : جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ“

Barang siapa yang dibaiki, lalu ia berkata kepada yang berbuat baik, “Jazakallahu khairan (Semoga Allah membalasmu dengan yang lebih baik)”, sungguh dia telah maksimal dalam menghargainya”. HR. Tirmidziy dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban serta al-Albaniy.

  • Ketiga: Doa untuk diri sendiri dan orang lain

Dalam doa jenis ini, seyogyanya obyek yang didahulukan adalah diri sendiri. Sebagaimana yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

“أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا ذَكَرَ أَحَدًا فَدَعَا لَهُ بَدَأَ بِنَفْسِهِ“

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila menyebut seseorang lalu mendoakannya, maka beliau akan mengawali dengan mendoakan dirinya sendiri dulu”. HR. Tirmidziy dan beliau menyatakan hadits ini hasan gharib sahih.

Banyak sekali contoh doa jenis ini dalam al-Qur’an. Di antaranya:

“رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ“

Artinya: “Wahai Rabb kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta semua orang yang beriman pada hari diadakannya perhitungan (hari kiamat)”. QS. Ibrahim (14): 41.

  • Keempat: Doa untuk Bersama

Maksudnya mendoakan diri sendiri dan orang lain menggunakan redaksi jamak. Seperti yang ada dalam surat al-Fatihah

“اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ”

Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”. QS Al-Fatihah (1): 6.

=

  • Mendo’akan Kaum Muslimin

Siapa yang tidak suka didoakan orang lain? Bila kita merasa senang didoakan orang lain, maka seyogyanya kita pun berusaha membuat orang lain senang dengan mendoakan dia. Siapapun yang gemar mendoakan kebaikan untuk sesama muslim, Allah akan menggugah hati orang lain untuk mendoakan dia.

Amat beragam kondisi saudara kita. Ada yang sedang menderita sakit parah, sehingga memerlukan doa supaya disembuhkan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

” مَنْ عَادَ مَرِيضًا، لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَقَالَ عِنْدَهُ سَبْعَ مِرَارٍ: أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ، إِلَّا عَافَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ الْمَرَضِ “

Barang siapa membesuk orang sakit yang belum datang ajalnya. Kemudian dia di situ membaca tujuh kali, “As’alullôhal ‘azhîm Robbal ‘arsyil ‘azhîm an yasyfiyaka” (Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung Penguasa ‘arsy yang agung, agar menyembuhkanmu). Pasti Allah akan menyembuhkannya dari penyakit tersebut”. HR. Abu Dawud dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Hadist ini dinilai sahih oleh al-Hakim, adh-Dhiya’ dan al-Albaniy.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga biasa menjenguk orang sakit, sambil mendoakan,

“اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا“ 

Ya Allah Penguasa manusia, hilangkanlah penyakitnya. Sembuhkan dia, Engkaulah Yang Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu. Sembuhkanlah dia secara total”. HR. Bukhari dan Muslim.

Ada juga saudara kita yang wafat. Di kuburan dia diganjar sesuai amalan yang dahulu dikerjakannya. Sehingga dia amat membutuhkan doa, agar dirahmati Allah dan diampuni dosa-dosanya.

✅ Allah ta’ala berfirman,

“وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ“

Artinya: “Orang-orang yang hidup sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) berdoa, “Robbanaghfirlanâ wa li ikhwâninal ladzîna sabaqûnâ bil îmân, wa lâ taj’al fî qulûbinâ ghillal lilladzîna âmanû. Robbanâ innaka Ro’ûfur Rohîm” (Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan suadar-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sungguh Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang”. QS. Al-Hasyr (59).

Ayat ini memberikan banyak pelajaran untuk kita.

=

  • ➡ MENDOAKAN ORANG TUA DAN KERABAT

Allah ta’ala memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada sesama. Apalagi kepada orang yang memiliki hubungan darah dengan kita. Seperti ayah dan ibu. Di pertemuan sebelumnya telah dijelaskan anjuran mendoakan kaum muslimin secara umum. Walaupun mereka tidak memiliki jalinan kekerabatan dengan kita. Apalagi bila mereka mempunyai hubungan darah dengan kita. Tentu lebih dianjurkan lagi untuk didoakan.

✅ Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ: «أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أُمُّكَ» قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: «ثُمَّ أَبُوكَ»

Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk aku sikapi dengan baik?”. Beliau menjawab, “Ibumu”. Dia kembali bertanya, “Terus siapa lagi?”. Beliau menjawab, “Ibumu”. Dia kembali bertanya, “Terus siapa lagi?”. Beliau menjawab, “Ibumu”. Dia kembali bertanya, “Terus siapa lagi?”. Beliau menjawab, “Ayahmu”. HR. Bukhari dan Muslim.

✅ Dalam Shahih Muslim terdapat tambahan,

« ثُمَّ أَدْنَاكَ أَدْنَاكَ»

Selanjutnya adalah kerabat terdekatmu”. HR. Muslim.

Salah satu perbuatan baik terbaik adalah mendoakan. Allah ta’ala berfirman,

“وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا . وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا“ 

Artinya: “Rabbmu telah mewajibkan agar kalian tidak beribadah kecuali hanya kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orang tua. Apabila salah satu atau keduanya telah lanjut usia dalam pemeliharaanmu maka janganlah engkau ucapkan, “ah!”. Jangan pula engkau membentak keduanya. Akan tetapi ucapkanlah perkataan yang mulia kepadanya. Rendahkanlah dirimu di hadapan mereka berdua karena dorongan kasih sayang. Dan berdoalah, “Wahai Rabbi sayangilah mereka berdua sebagaimana keduanya merawatku di saat aku kecil”. QS. Al-Isra’ (17): 23-24.

Ayat ini mengajarkan pada kita agar berbuat baik kepada orang tua dengan segala jenis kebaikan. Berupa ucapan maupun perbuatan. Salah satu bentuk ucapan terbaik adalah doa. Apalagi bila kedua orang tua sudah tidak bisa lagi beramal. Alias telah wafat. Tentu lebih membutuhkan doa.

✅ Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam menerangkan,

“إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ؛ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ”.

Jika manusia mati, terputuslah amalannya kecuali tiga. (1) Sedekah jariyah, (2) Ilmu yang bermanfaat dan (3) Anak salih yang mendoakannya”. HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

= “`~~~(Lanjut ke Halaman 2)~~~“`