Kumpulan Hadits Seputar Wanita (Bag.1)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.40 Hadits Tentang Wanita

2.Larangan Menyerupai Lawan Jenis

3.Aturan Potong Rambut Wanita

4.Apa Maksud Hadits, ” Wanita Kurang Akal dan Agamanya

5.Penjelasan Hadits ” Wanita Kurang Agama Dan Akalnya

6.Keutamaan Anak Perempuan

7.Sabar Terhadap Anak Perempuanterhadap-anak-perempuan.html

8.Pemimpin Wanita dalam Tinjauan

9.Kepemimpinan Laki-Laki Atas Wanita –

10.Wanita dan Majelis Ilmu

11. Menumbuhkan Semangat Menuntut Ilmu pada Muslimah

==

Membangun Keluarga Sakinah Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc,M.A..webm

Kumpulan Ceramah Wanita Muslimah

Abu Ihsan Al-Atsary · Pendidikan Anak WanitaSeluk BelukMendidik AnakPerempuan Dalam IslamBag1:

Mendidik Anak Perempuan Dalam Islam-Ust Ahmad Zainuddin Bag1: Bag2

Nasihat untuk Orang Tua yangMempunyaiAnakPerempuan-Ust. Aunur Rafiq Ghufran /

Laki-laki Pemimpin Atas Wanita, oleh Ustadz Armen Halim Naro, RahimahullahBag1:Bag2

Dosa Besar-34 Wanita yang Menyerupai Laki- laki dan Sebaliknya-Abu Ihsan Al Atsary

Solusi Penghalang Wanita untuk Menuntut Ilmu, oleh Ustadz Armen Halim Naro, Lc. – RahimahullahBag1: Bag2

Wanita, Ilmu dan Rumah Tangga, oleh Ustadz Abu Zubair Al-HawaariBag1 :Bag2

=

Ebook

Wanita Dalam Perspektif Quran & Hadits

AYAT & HADITS SPESIAL UNTUK WANITA

==

  • Kumpulan Hadits Seputar Wanita (Bag.1)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

=

  • Hadits Pertama*

_Wahai wanita, di antara hakmu adalah memperoleh edukasi keagamaan_

✅ Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,

جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، ذَهَبَ الرِّجَالُ بِحَدِيثِكَ ، فَاجْعَلْ لَنَا مِنْ نَفْسِكَ يَوْمًا نَأْتِيكَ فِيهِ تُعَلِّمُنَا مِمَّا عَلَّمَكَ اللَّهُ ، فَقَالَ : اجْتَمِعْنَ ، فِي يَوْمِ كَذَا وَكَذَا فِي مَكَانِ كَذَا وَكَذَا ، فَاجْتَمَعْنَ ، فَأَتَاهُنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَعَلَّمَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَهُ اللَّهُ ، ثُمَّ قَالَ : مَا مِنْكُنَّ امْرَأَةٌ تُقَدِّمُ بَيْنَ يَدَيْهَا مِنْ وَلَدِهَا ثَلَاثَةً إِلَّا كَانَ لَهَا حِجَابًا مِنَ النَّارِ ، فَقَالَتِ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَوِ اثْنَيْنِ ، قَالَ : فَأَعَادَتْهَا مَرَّتَيْنِ ، ثُمَّ قَالَ : وَاثْنَيْنِ ، وَاثْنَيْنِ ، وَاثْنَيْنِ

Seorang wanita menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata kepada beliau, _‘Wahai Rasulullah, para pria sudah biasa datang kepadamu dan menimba hadits, maka tolong berilah kami jatah harimu sehingga kami bisa menemuimu dan anda dapat mengajarkan kepada kami ilmu yang telah Allah ajarkan kepada anda._’ Rasulullah mengiyakan dengan bersabda, _‘Boleh, berkumpullah kalian pada hari ini dan ini, di tempat si fulan dan fulan.’_ Maka para wanita pun berkumpul dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari mereka ilmu yang telah Allah ajarkan kepada beliau. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan kepada para wanita tersebut, _‘Tidaklah salah seorang di antara kalian yang ditinggal mati oleh tiga anaknya, kecuali ketiga anak itu akan menjadi penghalang neraka baginya.’_ Maka ada seorang wanita yang bertanya, _’Wahai Rasulullah, bagaimana kalau hanya dua?’_ Wanita itu mengulanginya hingga dua kali. Maka Rasulullah menjawab, _‘Iya. Sekalipun hanya dua, sekalipun hanya dua (mereka akan menjadi penghalang neraka baginya.’_” [HR. al-Bukhari dan Muslim]

  • ➡ *Beberapa faidah dari hadits di atas:*

1. Disyari’atkannya mengkhususkan hari tertentu bagi para wanita muslimah agar mereka dapat mempelajari agama.

2. Seyogyanya wanita tidak bercampur baur dengan pria, meskipun tengah melakukan aktivitas menuntut ilmu agama.

3. Hadits ini menunjukkan haramnya ikhtilath (bercampur baur antara wanita dan pria).

4. Perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan yang ada antara pria dan wanita dalam aktivitas taklim.

5. Wanita diistimewakan dengan adanya sifat malu, karena itu harus memperhatikan dan mempertimbangkan karakter mereka tersebut di setiap program atau aktivitas yang melibatkan partisipasi mereka.

6. Tindakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyetujui permintaan wanita di atas menunjukkan besarnya perhatian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mendidik para wanita.

7. Motivasi bagi wanita untuk bersabar ketika kehilangan anak; bahwa pahala bagi atas musibah tersebut adalah jannah.

8. Anak-anak kaum muslimin yang meninggal berada di dalam jannah dan menjadi sebab orang tua mereka juga masuk ke dalam jannah bersama mereka.

9. Hadits ini menunjukkan kegigihan sahabiyah (sahabat wanita) dalam mempelajari agama.

10. Diperbolehkan wanita belajar dan berdiskusi agama dengan seorang pria yang alim lagi menjaga diri; khususnya dalam perkara agama yang sulit dipahami.

=

  • Hadits Kedua*

_Wahai wanita, tundukkan jiwamu untuk menerima firman Allah dan sabda Rasul-Nya, dan jangan jadikan akal dan perasaanmu sebagai standar dalam memahami hukum-hukum agama_

✅ Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,

خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ إِلَى الْمُصَلَّى فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ قُلْنَ وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا

_“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari raya ‘Iedul Adlha atau Fitri keluar menuju tempat shalat, beliau melewati para wanita seraya bersabda: “Wahai para wanita! Hendaklah kalian bersedekahlah, sebab diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka.” Kami bertanya, “Apa sebabnya wahai Rasulullah?” beliau menjawab: “Kalian banyak melaknat dan banyak mengingkari pemberian suami. Dan aku tidak pernah melihat dari tulang laki-laki yang akalnya lebih cepat hilang dan lemah agamanya selain kalian.” Kami bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, apa tanda dari kurangnya akal dan lemahnya agama?” Beliau menjawab: “Bukankah persaksian seorang wanita setengah dari persaksian laki-laki?” Kami jawab, “Benar.” Beliau berkata lagi: “Itulah kekurangan akalnya. Dan bukankah seorang wanita bila dia sedang haid dia tidak shalat dan puasa?” Kami jawab, “Benar.” Beliau berkata: “Itulah kekurangan agamanya.”_ [HR. al-Bukhari dan Muslim]

  • Beberapa faidah dari hadits di atas:

1. Wanita dianjurkan menghadiri shalat ‘ied di lapangan sembari wajib menjaga aurat.

2. Motivasi para wanita untuk bersedekah.

3. Sedekah merupakan salah satu sebab yang mampu melindungi dari siksa api neraka.

4. Salah satu cara mendidik wanita adalah dengan memberikan wejangan yang berisi peringatan agar tidak melakukan dan meneruskan perbuatan maksiat.

5. Diperbolehkan memberikan nasihat dengan redaksi secara tegas dan umum, tanpa menunjuk individu tertentu.

6. Mayoritas penghuni neraka adalah wanita.

7. Di antara sebab terbesar yang memasukkan wanita ke dalam neraka adalah mengingkari kebaikan suami dan sering melaknat.

8. Membina dan mendidik wanita untuk memperhatikan etika berbicara dan berinteraksi dengan sesama adalah hal yang penting untuk dilakukan, sehingga mereka tidak terjerumus ke dalam perbuatan mengingkari kebaikan suami dan sering melaknat.

9. Wanita adalah makhluk yang memiliki kekurangan dalam hal akal dan agama. Namun, kekurangan akal yang ada padanya adalah hal yang fitrah dan berasal dari ketetapan Allah, sehingga tidak patut dijadikan bahan celaan. Demikian pula, kekurangan dalam hal agama dikarenakan adanya siklus haidh, sehingga hal itu tidak menjadikannya berdosa.

10. Kurangnya akal dan agama pada wanita bukan berarti menunjukkan ketidakmampuan mereka di segala bidang. Betapa banyak wanita yang juga mengungguli pria dalam bidang-bidang tertentu.

11. Akal dapat bertambah dan berkurang.

12. Betapa pun wanita berusaha menggali pengetahuan, dia tidak akan mampu menutupi kekurangan akalnya, karena hal tersebut adalah hal yang fitrah pada diri wanita.

13. Setiap orang yang mengingkari kekurangan akal pada wanita berarti menolak hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas.

14. Kondisi agama wanita dapat bertambah dan berkurang. Bertambah dengan melakukan ketaatan; berkurang karena mengerjakan kemaksiatan atau meninggalkan ketaatan seperti ketika mengalami haidh.

15. Wanita yang haidh tidak boleh mengerjakan shalat dan puasa hingga dia suci. Jika telah suci, maka puasa wajib yang ditinggalkan harus diqadha. Adapun shalat tidak perlu untuk diqadha.

16. Salah satu bukti kurangnya akal pada wanita adalah nilai persaksian wanita setengah dari persaksian pria

=

  • Hadits Ketiga

_Wahai wanita, engkau tak diciptakan untuk memimpin pria, tapi untuk melahirkan dan mendidik pemimpin_

Dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Allah memberikan manfaat kepadaku dengan sebuah kalimat yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari-hari terjaidnya Perang Jamal; karena hampir saja aku turut serta ikut dan berperang bersama Ashab al-Jamal (peserta Perang Jamal); yaitu kalimat yang diucapkan ketika sampai kabar bahwa bangsa Persia mengangkat putri Kisra sebagai pemimpin, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمُ امْرَأَةً

_“Tidak akan beruntung suatu kaum (bangsa) manakala menyerahkan urusan (kepemimpinan) nya kepada seorang wanita.”_ [HR. al-Bukhari]

  • ➡ *Beberapa faidah dari hadits di atas:*

Mengangkat wanita sebagai pemimpin dalam bidang kepemimpinan publik adalah hal yang dilarang.

▪ Wanita tidaklah dijadikan sebagai kepala/penguasa dalam urusan pekerjaan maupun rumah tangga.

▪Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa setiap komunitas yang di dalamnya wanita mengepalai para pria dalam kepemimpinan publik, kelak tidak akan beruntung.

▪ Celaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap hal tersebut bersumber dari informasi wahyu Allah ta’ala yang telah menciptakan wanita. Dia-lah yang Mahamengetahui akan karakter wanita berikut aktivitas pekerjaan yang sesuai untuk mereka.

= “`(Lanjut ke Halaman 2) “`