Kiat-kiat dan Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Agar Kita Turut Merasakan Indahnya Ramadhan

2.Persiapkan Diri Menyambut Ramadhan

3.Tiga Kunci Sukses Menjadi Orang Bertakwa Dibulan Ramadhan

4.10 Kiat Menghidupkan Ramadhan

5.Risalah Menyambut Bulan Ramadhan |

6.Istiqamah Setelah Ramadhan

7. Agar Kita Turut Merasakan Indahnya Ramadhan

8.Optimalkan Ramadhan di Kala Sibuk

9. Agar Kita Turut Merasakan Indahnya Ramadhan Bag2.

10. Agar Ramadhan Bermakna Indah

==

Kiat-kiat Menyambut Bulan Ramadhan-Ust Abdullah Taslim 

Ust Syafiq Basalamah · Bagaimana Kita Menyambut Bulan Ramadhan

Ust Zainal Abidin Syamsudin · Bagaimana Menyambut Ramadhan

Bekal Menyambut Bulan Ramadhan-Ust Abdullah Taslim 

Ilmu Wajib Menyambut Bulan Ramadhan-Ust Mizan Qudsiyah

Menyambut Bulan Ramadhan Bulan Seribu Bulan-Ust Abdullah Roy

Menyambut Bulan Ramadhan-Ust Aris Munandar

Ust.Ahmad Zainuddin · Nasehat Pembersih Qalbu Menyambut Ramadhan

Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan-Ust Aris Munandar

===

Ebook

Buku Saku Ramadhan”-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Munajjid 117Hlm

Bekal Ramadhan”-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid 89Hlm

Buku Saku I’tikaf Penulis : Dr. Khalid bin ali al-Musyaiqih136 halaman

Bekal Bekal Ramadhan-Syaikh Muhammad Jamil Zainu

Fatwa Fatwa Ramadhan-Asy Syaikh Abdul Aziz Bin Baz

(Fiqh Puasa dan Panduan Menjalani. RamadhanSesuai Sunnah Nabi).270Hlm

Hadiah dan Bekal Persiapan Menyambut Ramadhan 227 Hlm

24 Jam di Bulan Ramadhan 116Hlm link2

Buku Saku Ramadhan(Panduan Penting Untuk Orang Yang Berpuasa)
Hukum, Keutamaan dan Beberapa Perkara yg Berkaitan Dgn Puasa  

==

➡ Kiat-kiat Menyambut Bulan Ramadhan

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

 

Sadarkah kita bahwa di tengah polemik politik di negeri kita, yang kita sibuk mengamati dan berkomentar atasnya.

Bahwa Beberapa hari kita akan ada tamu, bulan yang sangat mulia, bulan Al-Quran. Yaitu bulan Ramadhan, yang mana kedatangannya membawa ampunan,

✅ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Antara shalat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

✅ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

✅ Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita ini setiap tahun menjumpai Ramadhan (semasa kita hidup), jangan sampai Ramadhan itu menjadi hampa karena setiap tahun kita berjumpa dengannya.

✅ Ada sebuah kaidah :

كثرة المساس تميت الإحساس

Sering dan banyaknya interaksi, itu bisa mematikan sensitivitas ”

Tapi kalau kaidah ini kita terapkan di setiap ibadah kita, dan kita terapkan juga di Bulan Ramadhan, berbahaya sesekali. Ini fatal sekali.

Bulan Ramadhan itu bisa jadi bumerang buat kita.

✅ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ – أَوْ بَعُدَ – دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.” (HR. Ahmad)

✅ Imam Qatadah rahimahullah mengatakan,

مَنْ لَمْ يُغْفَرْ لَهُ فِي رَمَضَانَ فَلَنْ يُغْفَرَ لَهُ فِيْمَا سِوَاهُ

Siapa saja yang tidak diampuni di bulan Ramadhan, maka sungguh di hari lain (di luar Ramadhan), ia pun akan sulit diampuni.” (Lathaif Al-Ma’arif)

Ketika Bulan Ramadhan itu akses maksiat banyak ditutup, tapi kita masih melakukan maksiat. Sungguh rugi kita!!

✅ Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim ).

Maka kita rugi besar, jika kita tidak benar benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin

  • Berikut ini kiat – kiat dalam menyambut Ramadhan secara singkat :

➡ 1. Matengin ilmu tentang romadhan dan yang berkaitan dengannya (Kalau bisa sebelum bulan Ramadhan sudah khatam Fiqh Puasa dan Zakat).

✅ Imam Bukhari mengatakan :

العلم قبل القول و العمل

✅ Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَاْلإِثْمَ وَالْبَغْىَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُوا بِاللهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui (berbicara tentang Allah tanpa ilmu)” (Al-A’raf:33)

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. Al-Isra’ : 36)

  • ➡ 2. Pemanasan

Kalau bermain saja butuh pemanasan, maka ibadah juga butuh pemanasan.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

فاستبقوا الخيرات

Berlomba lombalah kalian untuk melakukan kebaikan”

Makanya Ramadhan itu adalah olimpiade orang-orang yang bertaqwa. Sebelum memasuki nya mulailah pemanasan. Dengan melakukan puasa-puasa sunnah di Bulan Sya’ban.

✅ Aisyah radhiyallahu ‘anha juga mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim )

➡ 3. Taubat dan memperbanyak istighfar kepada Allah

Taukah kita yang membuat kita lemas ketika Ibadah? karena hal ini keberatan dosa.

✅ Para ulama mengatakan bahwa

إن الحسنات تنادي أختها، يا أخت يا أخت

Kebaikan itu akan memanggil saudaranya, Sini nih, ada kebaikan di orang ini

✅ Begitu juga sebaliknya

إن المعصية تنادي أختها، يا أخت يا أخت

Sini nih, ada keburukan di orang ini

Maka dari itu perbanyak istighfar kepada Allah.

➡ 4. Doa dan tawakal..

Jangan menyambut bulan Ramadhan dengan merasa diri hebat , jangan sekali-kali mengandalkan kekuatan diri sendiri. Gantungkanlah semuanya urusan kita kepada Allah.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

و من يتوكل على الله فهو حسبه، إن الله بالغ أمره

Barangsiapa bertawakkal kepada Allah maka Allah akan cukupkan dia, akan di permudah urusannya” (At-Talaq : 3).

Ibadah itu bukan permainan otak dan otot. Ibadah itu adalah Taufik dari Allah. Betapa banyak otot kuat tulang kawat, tapi tidak mampu untuk puasa, dan betapa banyak profesor yang cerdas, yang mana mereka juga tidak puasa.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

إياك نعبد و إياك نستعين

Imam At-Thabary mengatakan :

Tujuan hidup kita adalah ibadah, lalu meminta pertolongan kepada Allah adalah sarana untuk menuju tujuan tersebut.

Banyak doa agar dipertemukan dengan Ramadhan, dan berdoa pula agar kuat untuk dimudahkan beribadah di bulan penuh mulia itu.

➡ 5. Buat target

Karena sesuatu kalau tidak dibuat target akan di remehkan, cenderung di tunda-tunda. Kalau perlu ada catatan khusus.

Misal target,

khatam Al-Qur’an 1 kali

Mengeluarkan uang setiap hari 50 rb atau 100 rb,

Dll

Intinya buat target target kebaikan, agar kita keluar dari bulan Ramadhan mendapatkan ampunan Sang Rahman.

Semoga Allah merahmati kita semua dan melembutkan hati kita untuk selalu bersimpuh di Hadapan Nya

Yuk, kembali…

Manhaj salaf itu identik dengan ilmu dan amal, bukan hal hal yang tidak ada manfaat. Semisal debat di medsos yang bikin hati ini rapuh dan futur serta mengeras. Allahu Mustaan

_________________________________

Kajian ini disampaikan di Mushollah Al-Jihad, Pekanbaru beberapa pekan lalu, in syaa Allah akan di sampaikan di kesempatan berikutnya di masjid masjid lain jika ada kesempatan.

Oleh: _Abu Yusuf_

=

Tata cara tambahan amalan sholat Tarawih yang diada adakan, dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat Nya

——

➡ 1. Jika Sholat tarawih nya 11 rekaat, maka tiap 2 rekaat dikumandangkan nama Kholifah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali sebagai penanda jumlah rekaat.

Jika sudah sampai nama Ali, maka itu berarti sudah selesai 8 rekaat dan tinggal witir.

➡ 2. Jika Sholat tarawih nya 23 rekaat, maka tiap 4 rekaat dikumandangkan nama Rasulullah, Kholifah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali sebagai penanda jumlah rekaat.

Jika sudah sampai nama Ali, maka itu berarti sudah selesai 20 rekaat dan tinggal witir.

***

✅ Kalau ditanya, kenapa kok nggak boleh? Kan bagus, sebagai penanda. Agar rekaat nya nggak kelebihan dan nggak kekurangan.

✅ Jawab : Rekaat nya kelebihan atau kekurangan pun sebenarnya nggak masalah. Sholat Tarawih itu sebenarnya jumlah rekaat nya minimal 2 rekaat, maksimal tidak dibatasi, dan yang paling afdhol adalah 11 rekaat sebagaimana contoh Rasulullah.

Demikian yang rojih.

Jadi sebenarnya kelebihan ataupun kekurangan juga nggak masalah.

***

➡ 3. Membaca doa yang disebut “doa kamilin” ketika sebelum masuk sholat witir sesudah selesai tarawih.

Seorang membacakan doa kamilin, bisa sang imam atau orang lain, sedangkan para jamaah meng-amin-kannya.

➡ 4. Adanya dzikir dzikir tertentu sehabis witir, selain dzikir subhaanal malikil qudus 3x robbunaa wa robbul malaaikati war ruuh. Yang mana jamaah lainnya mengikutinya dan meng-amin-kannya.

Bahkan dzikir subhaanal malikil qudus 3x robbunaa wa robbul malaaikati war ruuh itu sejati nya harusnya dibaca sendiri sendiri saja, tidak perlu bersama sama.

➡ 5. Memandu untuk membaca niat puasa untuk keesokan harinya “Nawaitu shouma ghodin… dst”, yang ditirukan oleh para jamaah. Setelah dzikir dan doa pasca sholat witir selesai

=

  • Kritik terhadap amalan membaca doa Kamilin setelah selesai Sholat Tarawih, sebelum Sholat Witir

———

Berikut adalah fatwa dari Syaikh Dr. Ahmad ‘Ali Al Maqromi – hafidzahullah- mengenai amalan doa Kamilin.

Beliau adalah ulama pengajar resmi Madzhab Syafi’i di Masjidil Nabawi di Madinah.

*

➡ Tanya :

Wahai Syaikh kami… Di negara kami Indonesia, diantara sholat Tarawih dan sholat witir, kami membaca doa yang disebut doa Kamilin.

Seseorang membaca doa ini, sedangkan yang lainnya meng-amin kannya.

Amalan ini masyhur dilakukan oleh para pengikut Syafi’iyyah di Indonesia… Apakah amalan ini ma’ruf terdapat di dalam kitab-kitab Syafi’iyyah wahai Syaikh?

✅ Berikut adalah apa yang dibaca pada doa yang disebut doa Kamilin itu :

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat , yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

*

➡ Jawab :

Semua doa ini indah dan bagus.

Akan tetapi mengkhususkan waktu tertentu dan isi doa yang tidak berasal dari Sunnah, maka ini adalah kesalahan.

Akan tetapi isi doa ini sebenarnya tidak mengapa, bahkan ini yang kita harapkan dan ini merupakan suatu doa yang indah.

*

➡ Tanya :

Jika begitu, berarti tidak boleh untuk mengamalkan pembacaan doa Kamilin ini, karena amalan ini dikhususkan untuk dibaca diantara sholat Tarawih dan sholat witir, wahai Syaikh?… Haram?…

*

➡ Jawab :

Na’am (iya, benar)

Oleh: Kautsar Amru

= ~~~(Lanjut ke Halaman 2)~~~