Cara Mengetahui Aqidah Ahlu Sunnah

Alhamdulillah washshalatu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Hukum Dan Keutamaan Belajar Akidah

2.Aqidah Imam Empat

3.Tanamkah Aqidah yang Benar , Agar Ringan Meninggalkan Yang Haram

4.7 Artikel Penting tentang Aqidah

5.Cara Mudah Mempelajari Aqidah Ahlus Sunnah

6.3 Prinsip Akidah Seorang Muslim

7.Pelajaran Dasar Agama Islam

==

Ust. Zainal Abidin Syamsudin · Aqidah Ahlussunnah & Jama’ah

Ust Abdurrahman Thayyib · Aqidah Ahlussunnah

Ust.Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja · Aqidah Ahlussunnah Wal.Jama’ah

Ust.Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja · Indah dan Bahagianya Hidup.Dengan Aqidah yang Benar

Ust.Ahmad Zainuddin · Kiat Istiqamah di Atas Aqidah Yang Benar

Ust.Ahmad Zainuddin · Mati di Atas Aqidah Yang Benar

Ust Abdurrahman Thayyib · Pentingnya Aqidahyang Benar

Mengenal Ahlussunnah Wal Jamaah”-Ustadz Aunur Roifq bin Ghufron Lc Hafidzahullah

Mengenal Aqidah Islam-Ustadz Aunur Roifq bin Ghufron Lc Hafidzahullah

UstYazid Jawas · Syarah Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah

Ust.Badrusalam · Ciri dan Karakteristik Ahlus Sunnah

==

Ebook

Jami’ul Bayan min ‘Aqidatil Islam,”(Ensiklopedi Aqidah Islam) 177Hlm

Aqidatus Salaf Ashhabul Hadits, karya Imam Ismail bin Abdurachman Ash-Shabuni

Lum’atul I’tiqad, karya Ibnu Qudamah al-Maqdisi

Syarah Lum’atul I’tiqad Cara Mudah Memahami Nama Dan Sifat Allah-Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin Chm File

Aqidah al-Wasithiyah, Ibnu Taimiyah

Syarah Aqidah Wasithiyah Induk Akidah Islam.

al-Qawaid al-Arba’, karya Muhammad bin Sulaiman at-Tamimi

Empat kaidah memahami Tauhid (Syarah Qowaidul Arba -Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan

Kitabut Tauhid, karya Muhammad bin Sulaiman at-Tamimi

Landasan Utama-karya Muhammad bin Sulaiman at-Tamimi

Kasyfu Syubhat (Mengungkap Kebathilan Argumen Penentang Tauhid)-karya Muhammad bin Sulaiman at-Tamimi

Buku Saku Aqidah Islam “Sembahlah Rabb Kalian..!

Khudz ‘Aqidataka Minal Kitab wa Sunnah Ash Shahihah (Dasar-dasar akidah ahli sunnah wal jamaah) Karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu

Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

200 Soal Jawab Aqidah Islam-Hafidz Ahmad Al Hakami

50 Soal Jawab Seputar Aqidah – Muhammadbin Sulaiman At-Tamimi

Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Konsep, Ciri Khas dan.Kekhususan Penganutnya -Muhammad bin Ibrahim al Hamd

Syarh Ath-Thahawiyah(Dasar-dasar ‘Aqidah Menurut Ulama Salaf)-Abdul Akhir Hammad Al-GhunaimiBag1:Bag2

===

  • Cara Mengetahui Aqidah Ahlus Sunah dan Pelajaran Penting Untuk Seorang Muslim

 

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

==

  • Cara Mengetahui Aqidah Ahlus Sunah

Bagaimana cara kita sebagai orang awam dalam memahami aqidah? Sementara tidak semua kita berkesempatan untuk belajar ke seorang ustad ahlus sunah…  mohon bimbingannya..

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Manusia dilahirkan oleh ibunya dalam kondisi tidak tahu apapun. Allah berfirman,

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا

Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian, dalam keadaan kalian tidak mengetahui apapun.” (QS. an-Nahl: 78).

Selanjutnya, secara bertahap kita mendapatkan berbagai informasi, sehingga kita mengenal orang di sekitar kita. Kita mengenal orang tua kita, mengenal suadara kita, dan kita meyakini bahwa mereka adalah keluarga kita. Selanjutnya informasi itu bertambah, sehingga kita mengenal mana kawan, mana lawan, dst.

Dan kita memahami bahwa realita di sekitar kita, ada yang bisa kita indera dan ada yang tidak bisa dijangkau dengan indera. Seperti adanya malaikat, adanya jin, di masa silam ada Nabi yang diutus Allah untuk menyampaikan risalah, ada alam kubur, ada surga, ada neraka, kelak akan ada akhirat, dst.

Keyakinan yang berkaitan dengan objek yang tidak terindera inilah yang sering diistilahkan dengan aqidah.

  • Lalu dari mana kita bisa mengenal objek yang tidak terindera itu?

Ada tiga kemungkinan sumber:

✅ [1] Dari akal dan logika, sehingga apa yang  menurut logika kita benar, kita yakini sebagai aqidah.

✅ [2] Dari perasaan, sehingga apa yang menurut perasaan kita benar, kita jadikan sebagai aqidah.

✅ [3] Dari dalil, al-Quran dan Sunah. Sehingga apa yang disebutkan dalam dalil, itulah aqidah yang benar.

Tentu saja, dua jawaban pertama tidak benar, karena logika dan perasaan kita, tidak mampu menjangkau hal-hal ghaib yang hanya bisa diketahui melalui wahyu.

Kaum muslimin, kaum yahudi, nasrani, hindu, budha, konghuchu atau semua penganut ajaran agama, mereka memiliki logika dan perasaan yang seragam ketika dilahirkan. Karena apapun agamanya, mereka semua manusia, yang proses penciptaannya seragam.

Jika sumber aqidah dikembalikan kepada logika dan perasaan, seharusnya hasilnya memungkinkan untuk diseragamkan. Namun aqidah seorang muslim dengan aqidah orang kafir, apapun agamanya sangat jauh berbeda.

Karena itu, jawaban yang paling benar adalah pilihan yang ketiga, bahwa aqidah hanya mungkin bersumber dari al-Quran dan sunah.

  • Cara Orang Awam Memahami Aqidah

Bagaimana orang awam bisa memahami aqidah, sementara mereka memiliki keterbatasan dalam memahami al-Quran dan sunah?

Belajar adalah kata kuncinya. Mempelajari keterangan dan kesimpulan yang disampaikan para ulama.

Karena itulah, Nabi ﷺ mewajibkan setiap muslim untuk belajar, agar mereka bisa memiliki aqidah yang benar, dan semua cara beragamanya benar.

✅ Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Belajar ilmu agama adalah kewajiban setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah 224 dan dishahihkan al-Albani).

Prinsip yang Allah ajarkan dalam al-Quran, bahwa aqidah yang paling benar adalah aqidah para murid Nabi ﷺ, merekalah para sahabat.

✅ Allah berfirman,

فَإِنْ آَمَنُوا بِمِثْلِ مَا آَمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا

Jika mereka beriman seperti imannya kalian (wahai para sahabat) maka mereka akan mendapatkan petunjuk. (QS. al-Baqarah: 137).

Allah memberikan jaminan, bahwa orang yang mengikuti imannya para sahabat akan mendapatkan petunjuk yang benar. Berarti makna kebalikannya, siapa yang tidak mengikuti aqidahnya para sahabat maka mereka akan sesat. (Bada’I al-Fawaid, 4/964)

Alhamdulillah, banyak sekali ulama yang menulis buku-buku seputar masalah aqidah, dengan penjelasan yang sangat mudah untuk dipahami. Sehingga kaum muslimin yang awam sekalipun, mudah bagi dia untuk bisa memahaminya. Mereka bisa membaca kitab-kitab aqidah yang ditulis ulama salaf ahlus sunah, sehingga mereka yakin bahwa apa yang tertulis di buku itu adalah aqidah ahlus sunah.

✅ Dr. Abdul Aziz ar-Rais menjelaskan,

لمعرفة مذهب السلف  طرق من أهمها  أن تنص كتب العقائد على أن هذا مذهب السلف كأبي عثمان الصابوني في هذا الكتاب  يذكر اعتقاد السلف وابن بطة في الإبانة الكبرى والصغرى والآجري في الشريعة  ابن تيمية في الواسطية

Untuk memahami madzhab (aqidah) salaf, ada beberapa cara. Yang paling penting adalah apa yang dinyatakan dalam kitab-kitab aqidah bahwa keterangan itu adalah aqidah salaf (sahabat). seperti kitabnya Abu Utsman as-Shabuni, dalam kitab aqidahnya beliau menyebutkan aqidah salaf, Ibnu Batthah dalam kitab al-Ibana al-Kubro dan as-Shughra, al-Ajurri dalam kitabnya as-Syariah, atau Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Aqidah al-Wasithiyah.

✅ Beliau melanjutkan,

فالأصل فيما حكاه عالم معروف بمذهب السلف ونسبه إليهم أنه كذلك حتى يتبين خلافه فإن مذهب السلف لا يكون إلا حقا وقد أمرنا أن نتبعهم فلابد أن ربنا قد حفظه لنا بجمع العلماء له.

Prinsipnya adalah apa yang dinyatakan oleh para  ulama yang dia dikenal sebagai ulama ber-aqidah salaf, dan mereka menyebutnya sebagai aqidah salaf, maka itu adalah aqidah salaf. Karena aqidah salaf itu pasti benar, dan kita diperintahkan untuk mengikuti mereka. Sehingga Allah pasti menjaga aqidah ini untuk kita, dengan cara Allah ciptakan para ulama yang menulis aqidah itu. (Mukadimah li Dirasah Kutub I’tiqad, hlm. 8)

Alhamdulillah, ada banyak sekali kitab-kitab aqidah yang ditulis oleh para ulama ahlus sunah, dan sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Diantaranya,

==

  • ✅ [1]. Aqidatus Salaf Ashhabul Hadits, karya Imam Ismail bin Abdurachman Ash-Shabuni

Buku ini telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul: Aqidah Salaf Ashhabul Hadits

Diterbitkan: Gema Ilmu

  • ✅ [2]. Lum’atul I’tiqad, karya Ibnu Qudamah al-Maqdisi

Buku ini diberi penjelasan oleh Imam Ibnu Utsaimin, dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Judul terjemah: Syarah Lum’atul I’tiqad Cara Mudah Memahami Nama Dan Sifat Allah

Diterbitkan: Media Hidayah

  • ✅ [3]. Aqidah al-Wasithiyah, Ibnu Taimiyah

Buku ini telah diberi penjelasan oleh Imam Ibnu Utsaimin dan telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Syarah Aqidah Wasithiyah Induk Akidah Islam.

Diterbitkan: Darul Haq

  • Kitabut Tauhid, karya Muhammad bin Sulaiman at-Tamimi

Buku ini telah diterjemahkan dengan judul Kitab Tauhid, dan diterbitkan oleh banyak penerbit.

  • ✅ [4]. al-Qawaid al-Arba’, karya Muhammad bin Sulaiman at-Tamimi

Duku ini telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Syarah al-Qawa’id al-Arba’: 4 Kaidah Memahami Kemusyrikan. Ada banyak sekali ulama yang memberikan penjelasan untuk buku ini, diantaranya adalah Dr. Sa’ad bin Nashir Asy-Syatsriy.

  • Tauhid 1, 2, dan 3, karya Dr. Soleh al-Fauzan dan tim penulis tauhid
  • Mukhtashar fi al-Aqidah, karya Dr. Khalid al-Musyaiqih

Buku ini sangat direkomendasikan, dan sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul, Buku Pintar Akidah. Diterbitkan oleh: Wafa Press

  • ✅ [5]. Khudz Aqidatak, karya Muhammad Bin Jamil Zainu.

Buku ini telah diterjemahkan dengan judul: Ambillah Aqidahmu Dari Al-Qur’an Dan As-Sunnah Shahih.

Sebaliknya, ada beberapa kitab yang membahas masalah aqidah, namun mayoritas sumbernya berasal dari klaim tanpa dalil atau dari hadis yang jelas palsu. Terutama buku-buku aqidah yang ditulis oleh orang sufi /Tasawuf dan memiliki penyimpangan dalam pemikiran. Karena mengikuti pengaruh ahli kalam.

Demikian, Semoga bermanfaat…

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

=

Taukah kamu ? Siapakah orang yang pertama kali menggunakan istilah ahlussunnati wal jamaa’ah ?

Dia adalah seorang pemuda Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallama, habrul ummah (Tinta Ummat), dan turjumaanul quran (penerjemah alquran), Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhumaa.

Berkata Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu mengenaik firman Allah ta’aalaa:

” ﻳﻮﻡ ﺗﺒﻴّﺾُ ﻭﺟﻮﻩٌ ﻭﺗﺴﻮﺩُّ ﻭﺟﻮﻩ ”

Hari yang wajah putih berseri dan wajah yang hitam”. (QS. Ali Imran)

Yang putih berseri itu ahlus sunnah wal Jamaa’ah, dan yang hitam wajahnya ahlul bid’ah wal firqah
“. [Tafsir Ibni Katsir rahimahullah]
Hanafi Abu Abdillah Ahmad 
=

~~~ [Lanjut ke Halaman 2] ~~~