Faedah Ilmu Tentang Pemilu di INDONESIA dan Apakah Salafi Golput atau Nyoblos (Bag.5)

 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Sebulan Sebelum Ramadan

2.Orang Cerdas: Memprioritaskan yang Paling Baik dari yangBaik

3.Doa Agar Tegar Dan Menerangi Manusia Dengan Kebaikan

4.Mengambil Faidah Dari Luqmanul Hakim TentangPendidikan Anak

5.Ambil Dulu, Bayar Belakangan

6.Perbedaan antara Ibadah Mahdhah dan Ibadah GhairuMahdhah (Bag. 2)

7.Hukum Tambahan Sayyidina Dalam Shalawat

8.Hukum Mandi di Air yang Menggenang

9.Menjawab Kerancuan Seputar Hadits Ummul Hushain

10.Kaidah-Kaidah Memahami Hakikat Istiqomah Bag. 3

11.Bertawakkal Hanya Kepada Allah AzzaWa Jalla

==

Pemilu 2019 Nyoblos Atau Golput-DR. Sufyan Baswedan

Masalah Iman: Antara Aqidah Salaf dan Aqidah Murjiah-Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi

Bag1Bag2

Syubhat-Syubhat Kekinian- Bersama Ustadz Dr. Musyaffa AdDariny MA.mp3

Misteri Usia 40 Tahun – Ust Syariful Mahya Lubis, Lc, MA.webm

Pilpres Nyoblos Atau Tidak?-Ustadz Abdullah Zaen

Irtikabu akhaffu adh-dhararain (Memilih Kemudharatan Teringan)-Ust Abdul Hakim Amir Abdat.mp4

Ceramah Singkt 5 Nasihat Berharga Menjelang PEMILU! -Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi.webm

Bolehkah Kita Ikut PEMILU Pilpres, Pikada – Ustadz Dr.Firanda Andirja, MA..webm

Obrolan Santai Menjelang Pemilu Pilih Golput atau Nyoblos – Dr. Muhammad Arifin Badri.m4a

Al-Intikhabat wa Ahkamuha fi Al-Fiqh Al-Islami (Pemilu dan Hukum-Hukumnya dalam Fiqih Islam)-Ust.Aris Munandar

Sikap Terbaik Dalam Menghadapi Pemilu Presiden – Ustadz Firanda Andirdja, MA

==

Ebook

Membongkar Dosa-Dosa Pemilu, Pro Kontra Praktik Pemilu Perspektif Syariat Islam

Aqidah Thahawiyah (Rangkuman Aqidah Islam)-37Hlm

Ensiklopedi Aqidah Islam-179Hlm

Ensiklopedi Aqidah Islam-200Hlm

Ensiklopedi Khutbah Pilihan-200Hlm

Ensiklopedi Hadits Pilihan-172Hlm

Kumpulan Materi Khutbah

Kumpulan Ceramah Singkat-95Hlm

Materi Kajian Tematik Untuk Para Da’i dan Thalabul Ilmi-90Hlm

Ringkasan Keyakinan Ahlus Sunnah-142Hlm

28 Aqidah Ahlus Sunnah

Jami’ul ‘Ulum min Qaulir Rasul 3-89Hlm(Jawami’ul Kalim, yaitu kata-kata yang singkattetapi maknanya padat dan Rangkuman Hadits-hadits yang membahas tentang hukum dari suatu ibadah)

==

Faedah Ilmu Tentang Pemilu di INDONESIA dan Apakah Salafi Golput atau Nyoblos (Bag.5)

 

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

➡ (MENGAPA MEMILIH UNTUK TIDAK MEMILIH)

  • ➡ PENDAHULUAN

Permasalahan ikut serta dalam pesta demokrasi bukanlah baru-baru ini muncul, melainkan sudah sejak lama diperdebatkan.

Ana sendiri sudah mencoba untuk merenungi ini dari sekian lama, bahkan pada tahun 2014 silam ana mengikuti pendapat untuk memilih karena melihat dalil-dalil yang dikemukakan.

Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, ada beberapa kejanggalan yang muncul dari itu semua, sehingga menjadikan ana mencoba untuk mengkaji lagi apa yang dahulu saya yakini.

Berikut ini adalah tulisan dari ana, yang merupakan hasil dari bahan renungan serta pengkajian ulang dari apa yang ana yakini sebelumnya.

  • ➡ DALIL-DALIL DILARANGNYA PEMILU

Berikut ini dalil-dalil tentang keharusan untuk tidak ikut dalam pemilu:

PERTAMA: Firman Allah ta’ala:

ولا تعاونوا على الإثم والعدوان

Dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan” (Q.S Al-Ma’idah :2)

➡ SISIS PENDALILAN: Tidak diragukan lagi bahwa ikut partisipasi dalam pesta besar demokrasi atau pemilu merupakan bentuk tolong menolong dalam dosa dan maksiat.

Bahkan maksiat ini adalah merupakan bentuk kesyirikan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, karena dalam sistem demokrasi bentuk pensyari’atan ada berada ditangan rakyat.

Dan ini jelas bertentangab dengan pondasi agama islam, yang menjadikan hak pensyari’atan hanya semata-mata untuk Allah subhanahu wa ta’ala.

✅ Allah berfirman:

فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ

Sesungguhnya Hukum itu hanyalah milik Allah yang maha tinggi dan lagi maha besar” (Q.S. Ghaafir: 12)

✅ Allah berfirman:

إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ

“Hukum itu hanya milik Allah (Q.S Yusuf :40)

✅ Allah berfirman:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْماً لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah yang mereka inginkan hukum jahiliyah?, Hukum siapakah yang lebih baik dari Allah bagi orang-orang yaing beriman” (Q.S Al-Ma’idah :50)

✅ Disebutkan dalam Kitab “Mausu’ah Al-adyan Wal Madzaahib Mu’ashirah 2/1066):

ولا شك في أن النظم الديمقراطية أحد صور الشرك الحديثة في الطاعة والانقياد أو في التشريع ، حيث تُلغى سيادة الخالق سبحانه وتعالى وحقه في التشريع المطلق ، وتجعلها من حقوق المخلوقين

Tidak diragukan lagi bahwasnya sistem demokrasi adalah salah satu bentuk kesyririkan terbaru dalam keta’atan, ketundukan dan hak pensyari’atan, dimana (dalam sitem ini) hak pensyari’atan mutlak bagi Allah telah dihilangkan, dan itu dijadikan sebagai hak-hak makhluk”.

Sungguh sangatlah aneh jika pemilu itu dipisahkan dengan sistem demokrasi, karena kenyataan yang ada justru pemilu ini adalah inti dari acara besar-besaran sistem demokrasi..

Maka dengan ikut serta dalam pesta demokrasi ini secara tidak langsung dia ikut serta dalam merayakan sistem yang bathil ini.

KEDUA: Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (Tajassus) dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang” [QS. Al-Hujuraat: 12].

➡ SISI PENDALILAN: Tidak diragukan lagi bahwa pemilu ini adalah merupakan ajang setiap pendukung salah satu pasangan calon untuk tajassus (mencari aib) dan menghibahi pendukung pasangan calon yang lainnya.

Tidak sedikit diantara mereka yang melontarkan perkataan-perkataan yang tidak pantas seperti cebong,kampret dan sebagainya.

Bahkan yang sangat menyedihkan inipun terjadi pada salah seorang diantara mereka yang menisbatkan diri kepada manhaj salaf mengikuti jalan mereka dengan memberikan laqob kepada salah satu paslon “ojokuwi”…!!!!

Dan ini semua adalah perbuatan yang diharamkan dalam islam.

✅ Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ، وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka (buruk), karena prasangka (buruk) itu adalah sedusta-dusta perkataan. Janganlah kalian saling mencari-cari kejelekan (Tahassus), saling memata-matai (Tajassus), saling hasad, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian, wahai hamba-hamba Allah, orang-orang yang bersaudara” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 6064].

✅ Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

وَاللهِ لأَنْ يَأْكُلَ أَحَدُكُمْ مِنْ لَحْمِ هَذَا (حَتَّى يمْلأَ بَطْنَهُ) خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ (الْمُسْلِمِ)

: “Demi Allah, salah seorang dari kalian memakan daging bangkai ini (hingga memenuhi perutnya) lebih baik baginya daripada ia memakan daging saudaranya (yang muslim)”

(Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul mufrod no.736)

✅ Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

: كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُه

Semua muslim terhadap muslim yang lain adalah harom, yaitu darahnya, kehormatannya, dan hartanya”. [HR. Muslim]

KETIGA: : Firman Allah ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ۚ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Artinya ; Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Alloh, kemudian Alloh akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” [Al-An’am ; 159]

➡ SISI PENDALILAN: Bagi siapa saja yang memperhatikan realita pemilu maka dia akan mendapatkan bagaimana pemilu ini merupakan sarana untuk memecah belah kaum muslimin.

Dan tidak diragukan lagi bahwa segala sesuatu yang bisa mendatangkan perpecahan ditubuh kaum muslimin maka itu adalah dilarang.

✅ Allah Ta’ala berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

KEMPAT :Firman Allah :

إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَىٰ وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Dan ingatlah ketika orang-orang kafir telah menjadikan dihati-hati mereka fanatisme jahiliyah maka Allah turunkan ketenangan kepada Rosul-Nya dan orang-orang beriman dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat taqwa (Q.S Alfath :48).

➡ SISI PENDALILAN: Dalam ayat yang mulia ini terdapat larangan untuk ta’ashub (fanatisme) seperti halnya orang-orang jahiliyah.

Dan dalam pemilu tersebut merupakan sarana bagi seseorang untuk menunjukkan sikap fanatisme ala jahiliyah kepada calon pasangan yang iya dambakan, sehingga dengan segala cara ditempuh agar pasangan calon tersebut menang dalam pertempuran kancah demokrasi.

✅ Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّجُلَ يَتَعَزَّى بِعَزَاءِ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَعْرِضُوْهُ بِهَنِ أَبِيْهِ وَلاَ تَكْنَوا

Jika kalian melihat seseorang mengajak kepada ta’ashub jahiliyyah maka suruhlah ia ‘menggigit kemaluan bapaknya’ Dan jangan pakai ungkapan lain.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

✅ Dan dalam riwayat Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa yang berperang di bawah bendera emosi, membela ashabiyah maka bangkainya adalah bangkai jahiliyyah.” (HR. Muslim dan Nasa`i dari hadits Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu)

KELIMA: Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

من تشبه بقوم فهو منهم

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka, ia bagian dari kaum tersebut (H.R Abu Dawud no. 4031, Dishahikan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no.6146)

➡ SISI PENDALILAN: Ikut serta dalam pesta demokrasi adalah merupakan bentu tasyabuh kepada orang-orang kafir yang telah membuat sistem demokrasi ini.

Karena sejatinya ikut serta dalam pesta demokrasi berarti sama saja dengan mengikuti mereka yang menjalankan sistem yang bathil ini.

  • FATWA-FATWA ULAMA YANG MENGAHARAMKAN PEMILU

✅ Berikut ini adalah fatwa ulama2 yang mengaharamkan pemilu

✅ 1. Syeikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy

Beliau menyatakan pemilu itu haram dalam bukunya “hurmatul intikhobat”

✅ 2. Syeikh Shalih Fauzan

Beliau mengatakan bahwa pemilu itu bertentangan dengan syari’at islam

Silahkan disimak disini https://youtu.be/hFrNKSGjnlY

✅ 3. Syeikh Albani dalam satu fatwanya

Beliau ketika ditanya tentang hukum pemilu diamerika beliau menjawab tidak boleh ikut

Silahkan disimak disini https://youtu.be/nLlAR5CENgA

✅ 4. Syeikh Utsaimin dalam fatwanya

Beliau juga pernah ditanya tentang ikut pemilu dan bergabung dengan partai2 yang didalamnya ada ahl bid’ah dan lainnya

Beliau menjawab tidak boleh

Silahkan dilihat https://youtu.be/5D52dWkyFM8

✅ 5. Syeik Abdurrahman Al Barrak (anggota hia’ah kibar ulama)

Beliau mengatakan bahwa hukum pemilu haram dakam fatwanya sebagaimana dinukil dalam buku “al intikhobat wa ahkumuha” hal: 58

✅ 6. Syeikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhaliy

Bisa disimak disini

✅ 7. Syeikh Muhammad bin Hadi

Bisa disimak disini

✅ 8. Lajnah da’imah

Dalam fatwanya (23/406-407) mengatakan:

Tidak boleh bagi seorang muslim untuk mencalonkan diri ke suatau negara yang tidak berhukum dengan hukum Allah dan syari’at islam.

✅ DAN TIDAK BOLEH BAGI SEORANG MUSLIM JUGA UNTUK MEMILIHNYA atau yang lainnya yang mereka bekerja di negeri itu.

Kecuali jika ada seoarang calon yang ingin mengubah hukum negara tersebut dengan syari’at islam. Dan menjadikan itu hanya sekedar perantara untuk menjatuhkan hukum negara tersebut

Dengan syarat orang yang sudah mencalonkannya juga ketika terpilih tidak melakukan sesuatu yang bertentangn dengan syari’at islam.”

✅ 9. Syeikh Muhammad bin Abdullah Al-Imam

Dalam bukunya yang berjudul “Tanwiir Dzulumat Bi Kasyfi mafaasid wa syubbat Al-intikhobaat”

  • KERUSAKAN-KERUSAKAN PADA PEMILU

Bagi siapa saja yang memperhatikan acara besar pesta demokrasi atau pemilu ini maka dia akan mendapatkan banyak sekali kerusakan-kerusakan yang dimunculkan disebabkan pemilu ini, diantara kerusakam-kerusakan itu

1. Membantu terselenggaranya sistem kesyrikan

2. Tidak adanya Al-wala’ wal Bara’ yang dibangun diatas agama

3. Tunduk kepada undang-undang sekulerisme

4. Memberikan keragu-raguan kepada kaum muslimin

5. Memberikan celah kepada sistem demokrasi dalam hak pensyari’atan

6. Membantu musuh-musuh islam dalam menjauhkan kaum muslimin dari agama mereka

7. Menyelisihi manhaj (megode) Rosulullah Sholllahu ‘alai wa sallam dalam menghadapi musuh.

8. Perantara kepada sesuatu yang diharamkan

9. Memecah belah persatuan kaum muslimin

10. Meruntuhkan perasaudaraan sesama muslim

11. Fanatisme golongan

12. Membantu para kaum hizbiyah

13. Dan masih banyak lagi akan kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan dari pemilu yang disebutkan oleh Syeikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam dalam kitabnya “Tanwiir Dzulumat Bi Kasyfi mafaasid wa syubbat Al-intikhobaat”

~~~~[Lanjut ke Halaman 2]~~~~