Meninggalkan Shalat Ashar Maka Amalannya Hari Itu Gugur ? 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

=

1.Shalat Asar Gaya Munafik

2.Adakah Shalat Sunah Qabliyah Ashar ?

3.Shalat ‘ Ashar

4.Cara Qadha Shalat yang Terlupa

5.Benarkah Hadits Ini (Meninggalkan Shalat Ashar Terhapus Amalannya)

==

Misteri Usia 40 Tahun – Ust Syariful Mahya Lubis, Lc, MA.webm

Jangan Kau Tinggalkan Shalat ! – Ustadz DRSyafiq Riza Basalamah MA.webm

Kedudukan Shalat Dalam Islam-Ust Abu Hanifah J Yasin.m4a

Untukmu Yg Masih Meninggalkan Shalat-Ust Ahmad Zainuddin

Musibah Bagi Masih Meninggalkan Shalat-Ust Subhi Abdurrahman

Cara Taubat Orang Meninggalkan Shalat-KonsultasiSyariah

Kenapa Enggan Shalat-Ust.M.Abduh Tuasikal

Hukum Meninggalkan Shalat-Ust Zainal Abidin Syamsudin

Kafirkan Orang yg Hukum Meninggalkan Shalat-Ust Abdullah Zaen

Dosa Besar Meninggalkan Shalat-Ust Abu Ihsan Al Atsary

Orang yg Meninggalkan Shalat Berjama’ah-Ust Abu Ihsan Al Atsary

==

Ebook

Ensiklopedi Fiqih Islam_2 Kitab Shalat-299Hlm

Fiqh dan Hukum Seputar Shalat-105Hlm

Fiqih Shalat Lengkap-503Hlm

Tuntunan Praktis Shalat (Hukum-Hukum Seputar Shalat, mulai dari; syarat sah shalat hingga dzikir-dzikir sesudah shalat)

••

Mengapa kita Shalat

Hukum Shalat dan Keutamaannya

Keutamaan shalat berjamaah dan hukumnya

Hukum Orang Yang Meninggalkan Shalat

Hukum Meninggalkan Shalat

Sholat Definisi Anjuran dan Ancamannya

Bagaimana caranya memukul anak yang meninggalkan shalat?

Anak Melalaikan Sholat, Bagaiman Menyikapinya

Suami Tidak Shalat

Shalat Jama’ah

==

  • Meninggalkan Shalat Ashar Maka Amalannya Hari Itu Gugur ?

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hinggahari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

  • ➡ Shahihkah Hadits Meninggalkan Shalat Ashar?

✅ Pertanyaan :

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠّﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

Ustadz, Ana mau tanya tentang keshohihan hadits yang menerangkan: “ Barang siapa yang meninggalkan shalat ashar tanpa udzur syar’i, maka amalan shalatnya terhapus “. Jika hadits ini shohih, apakah amalan shalat yang terhapus di hari itu saja? Atau seluruh amalan shalat yang telah kita kerjakan sebelumnya?

=

✅ Jawaban:

Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari,

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺍﻟﻤَﻠِﻴﺢِ، ﻗَﺎﻝَ: ﻛُﻨَّﺎ ﻣَﻊَ ﺑُﺮَﻳْﺪَﺓَ ﻓِﻲ ﻏَﺰْﻭَﺓٍ ﻓِﻲ ﻳَﻮْﻡٍ ﺫِﻱﻏَﻴْﻢٍ، ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﺑَﻜِّﺮُﻭﺍ ﺑِﺼَﻼَﺓِ ﺍﻟﻌَﺼْﺮِ، ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ: ‏« ﻣَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺻَﻼَﺓَ ﺍﻟﻌَﺼْﺮِ ﻓَﻘَﺪْ ﺣَﺒِﻂَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ‏»

Dari Abu Malih, Beliau mengatakan: ‘Kami pernah bersama Buraidah (bin Al-Hushaib, salah seorang sahabat) pada suatu peperangan yang diselimuti mendung, maka beliau mengatakan; ‘Segera tunaikanlah shalat Ashar, Karena Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda; “Siapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka amalannya gugur“. (HR. Al-Bukhari 553)

Karena hadits tersebut diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari maka haditsnya shahih.

✅ Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, juga pernah menyatakan hadits yang semisal denganya, dalam riwayat imam Ahmad;

ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ” ﻣَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺻَﻠَﺎﺓَ ﺍﻟْﻌَﺼْﺮِﻣُﺘَﻌَﻤِّﺪًﺍ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻔُﻮﺗَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﺃُﺣْﺒِﻂَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa meninggalkan shalat ashar hingga keluar waktunya, maka amalannya telah gugur “. (HR. Ahmad 27.492 dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Shahih Targhib no hadits 479)

Para ulama ketika ada datang hadits ancaman seperti ini, biasanya mereka membiarkannya sebagaimana datangnya, agar seorang takut untuk melakukannya.

✅ Imam Ibnu Hajar, ketika menerangkan hadits ini berkata:

ﻭﺑﻴﻨﺎ ﺃﻥ ﺃﻛﺜﺮ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﻭﺍﻷﻣﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺬﻟﻚ، ﻭﺇﻣﺮﺍﺭ ﺍﻻﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﻮﺍﺭﺩﺓﻓﻴﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺟﺎﺀﺕ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺗﻌﺴﻒ ﻓﻲ ﺗﺄﻭﻳﻼﺗﻬﺎ

Telah kami terangkan juga, bahwa kebanyakan salaf dan umat, mengatakan hal ini dan membiarkan hadits seperti sebagaimana datangnya tanpa harus susah-susah mencari makna yang sebenarnya “.(Fathul Bari Syarah Hadits no 553)

Sehingga, biarkanlah arti hadits inisebagaimana datangnya. Tidak perlu diartikan, maksudnya seperti ini dan seperti itu.Dengan maksud agar orang yang mendengarkannya takut dan tidak melakukan apa yang dilarang dalam hadits.

Wallahu a’lam, wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:

Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc, ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ

=

Jangan Remehkan Shalat Ashar !

  • ➡ Perintah Allah Ta’ala untuk Menjaga Shalat Ashar

✅ Allah Ta’ala berfirman,

ﺣَﺎﻓِﻈُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِﺍﻟْﻮُﺳْﻄَﻰ ﻭَﻗُﻮﻣُﻮﺍ ﻟِﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻧِﺘِﻴﻦَ

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” [QS. Al-Baqarah [2]: 238]

Menurut pendapat yang paling tepat, yang dimaksud dengan “shalat wustha” dalam ayat di atas adalah shalat ashar. Hal ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika terjadi perang Ahzab,

ﺷَﻐَﻠُﻮﻧَﺎ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﺍﻟْﻮُﺳْﻄَﻰ، ﺻَﻠَﺎﺓِﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ

Mereka (kaum kafir Quraisy, ) telah menyibukkan kita dari shalat wustha, (yaitu) shalat ashar.” (HR. Bukhari no. 2931 dan Muslim no. 627. Lafadz hadits ini milik Muslim.)

Dalam ayat di atas, setelah Allah Ta’ala memerintahkan untuk menjaga semua shalat wajib secara umum (termasuk di dalamnya yaitu shalat ashar), maka Allah Ta’ala kemudian menyebutkan perintah untuk menjaga shalat ashar secara khusus. Apabila seseorang dapat menjaga shalat wajibnya, maka dia akan mampu untuk menjaga seluruh bentuk ibadahnya kepada Allah Ta’ala.(Taisir Karimir Rahman, hal. 106; karya Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah.)

  • Balasan bagi Orang yangMenjaga Shalat Ashar.

Terdapat hadits khusus yang menyebutkan pahala bagi orang yang menjaga shalat ashar, yaitu mendapatkan pahala dua kali lipat dan tidak akan masuk ke neraka. Abu Bashrah al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat ashar bersama kami di daerah Makhmash. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« ﺇِﻥَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻋُﺮِﺿَﺖْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْﻛَﺎﻥَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ ﻓَﻀَﻴَّﻌُﻮﻫَﺎ، ﻓَﻤَﻦْ ﺣَﺎﻓَﻆَﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﺃَﺟْﺮُﻩُ ﻣَﺮَّﺗَﻴْﻦِ، ﻭَﻟَﺎ ﺻَﻠَﺎﺓَﺑَﻌْﺪَﻫَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻄْﻠُﻊَ ﺍﻟﺸَّﺎﻫِﺪُ ‏» ،ﻭَﺍﻟﺸَّﺎﻫِﺪُ : ﺍﻟﻨَّﺠْﻢُ

Sesungguhnya shalat ini (shalat ashar) pernah diwajibkan kepada umat sebelum kalian, namun mereka menyia-nyiakannya. Barangsiapa yang menjaga shalat ini, maka baginya pahala dua kali lipat. Dan tidak ada shalat setelahnya sampai terbitnya syahid (yaitu bintang).’” (HR. Muslim no. 830.)

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« ﻟَﻦْ ﻳَﻠِﺞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺃَﺣَﺪٌ ﺻَﻠَّﻰ ﻗَﺒْﻞَ ﻃُﻠُﻮﻉِﺍﻟﺸَّﻤْﺲِ، ﻭَﻗَﺒْﻞَ ﻏُﺮُﻭﺑِﻬَﺎ »

Tidak akan masuk neraka seorang pun yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (yakni shalat subuh, ) dan sebelum matahari terbenam (yakni shalat ashar,).” (HR. Muslim no. 634.)

  • Ancaman bagi Orang yang Meninggalkan Shalat Ashar

Di antara dalil yang menunjukkan pentingnya kedudukan shalat ashar adalah ancaman bahwa barangsiapa yang meninggalkannya, maka terhapuslah pahala amal yang telah dikerjakannya di hari tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺗَﺮَﻙَ ﺻَﻼَﺓَ ﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ ﻓَﻘَﺪْ ﺣَﺒِﻂَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ

Barangsiapa yang meninggalkan shalat ashar, maka terhapuslah amalannya .” (HR. Bukhari no. 553, An-Nasa’i 1/83 dan Ahmad 5/349.)

Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata, “Yang tampak dari hadits ini – dan Allah lebih mengetahui tentang maksud Rasul-Nya- adalah bahwa yang dimaksud ‘meninggalkan’ ada dua kondisi. Pertama, meninggalkan shalat secara keseluruhan, tidak melaksanakan shalat sama sekali. Maka hal ni menyebabkan terhapusnya seluruh amal.

(Kondisi ke dua), meninggalkan shalat tertentu di hari tertentu. Maka hal ini menyebabkan terhapusnya amal di hari tersebut. Terhapusnya amal secara keseluruhan adalah sebagai balasan karena meninggalkannya secara keseluruhan, dan terhapusnya amal tertentu adalah sebagai balasan karena meninggalkan perbuatan tertentu.” (Ash-Shalah wa Hukmu Taarikiha hal.43-44.)

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

« ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺗَﻔُﻮﺗُﻪُ ﺻَﻠَﺎﺓُ ﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ، ﻛَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﻭُﺗِﺮَﺃَﻫْﻠَﻪُ ﻭَﻣَﺎﻟَﻪُ »

Orang yang terlewat (tidak mengerjakan) shalat ashar, seolah-olah dia telah kehilangan keluarga dan hartanya.”(HR. Bukhari no. 552 dan Muslim no. 200,626.)

Ketika seseorang kehilangan keluarga dan hartanya, maka dia tidak lagi memiliki keluarga dan harta. Maka ini adalah perumpamaan tentang terhapusnya amal seseorang karena meninggalkan shalat ashar.

Ancaman bagi Orang yang Menunda-nunda Pelaksanaan Shalat Ashar sampai Waktunya Hampir Habis

Apabila seseorang mengerjakan shalat ashar di akhir waktu karena berada dalam kondisi darurat tertentu, maka shalatnya tetap sah meskipun dia hanya mendapatkan satu raka’at shalat ashar sebelum waktunya habis.

✅ Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺩْﺭَﻙَ ﺭَﻛْﻌَﺔً ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْﺗَﻐْﺮُﺏَ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ، ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﺩْﺭَﻙَ ﺍﻟْﻌَﺼْﺮَ

Barangsiapa yang mendapati satu raka’at shalat ashar sebelum matahari terbenam,nmaka dia telah mendapatkan shalat ashar.” HR. Bukhari no. 579 dan Muslim no. 163,608.

Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah ketika seseorang sengaja menunda-nunda pelaksanaan shalat ashar sampai waktunya hampis habis tanpa ada ‘udzur tertentu yang dibenarkan oleh syari’at. Atau bahkan hal ini telah menjadi kebiasaannya sehari-harinkarena memang meremehkan shalat ashar.

Maka hal ini mirip dengan ciri-ciri orang munafik yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,

« ﺗِﻠْﻚَ ﺻَﻠَﺎﺓُ ﺍﻟْﻤُﻨَﺎﻓِﻖِ، ﻳَﺠْﻠِﺲُ ﻳَﺮْﻗُﺐُﺍﻟﺸَّﻤْﺲَ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺑَﻴْﻦَ ﻗَﺮْﻧَﻲِﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ، ﻗَﺎﻡَ ﻓَﻨَﻘَﺮَﻫَﺎ ﺃَﺭْﺑَﻌًﺎ، ﻟَﺎ ﻳَﺬْﻛُﺮُﺍﻟﻠﻪَ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻗَﻠِﻴﻠًﺎ »

Itulah shalatnya orang munafik, (yaitu)duduk mengamati matahari. Hingga ketika matahari berada di antara dua tanduk setan (yaitu ketika hampir tenggelam, ), dia pun berdiri (untuk mengerjakan shalat ashar) empat raka’at (secara cepat) seperti patukanbayam. Dia tidak berdzikir untuk mengingat Allah, kecuali hanya sedikit saja.” [HR. Muslim no. 622.]

Dari penjelasan di atas, jelaslah bagi kita bagaimanakah bahaya meninggalkan shalat ashar atau sengaja menunda-nunda pelaksanaannya hingga hampir di akhir waktunya. Oleh karena itu, hendaklah seorang muslim memperhatikan sungguh-sungguh masalah ini. Misalnya, seorang pegawai yang. akan pulang ke rumah di sore hari, hendaklah dia memperhatikan apakah mungkin akan terjebak macet di perjalanan sehingga tiba di rumah ketika sudah maghrib. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya dia menunaikan shalat ashar terlebih dahulu sebelum pulang dari kantor. Atau ketika ada suatu acara atau pertemuan di sore hari, hendaknya dipastikan bahwa dia sudah menunaikan shalat ashar.

Semoga tulisan ini menjadi pengingat(terutama) bagi penulis sendiri, dan kaummuslimin secara umum.

Penulis: dr. M. Saifudin Hakim, MSc.

==

  • Orang Yang Meninggalkan Shalat Ashar, Apakah Amalnya Akan Gugur?

✅ Pertanyaan

Saya mendengar bahwa apabila shalat Ashar tidak dilakukan, akan menggugurkan amal saya seluruhnya. Kemudian saya mendengar bahwa hal itu akan menggugurkan amal pada hari itu saja. Mana yang benar?

✅ Jawaban

Alhamdulillah.

  • Pertama:

Terdapat ancaman keras terhadap orang yang meninggalkan shalat Ashar dengan sengaja hingga keluar waktu.

Imam Bukhari telah meriwayatkan, no. 553, dari Buraiah bin Hushaib Al-Aslamy radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ صَلَاةَ الْعَصْرِ ، فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُه

Siapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka amalnya akan gugur.”

Sedangkan Imam Ahmad meriwayatkan dalam musnadnya, no. 26946, dari Abu Darda radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَكَ صَلَاةَ الْعَصْرِ مُتَعَمِّدًا ، حَتَّى تَفُوتَهُ ، فَقَدْ أُحْبِطَ عَمَلُهُ (وصححه الشيخ الألباني رحمه الله في “صحيح الترغيب والترهيب)

“Siapa yang meninggalkan shalat Ashar dengan sengaja hingga habis waktunya, maka amalnya akan gugur.” (Dinyatakan shahih oleh Al-Albany rahimahullah dalam Shahih Targhib dan Tarhib)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiah rahimahullah berkata, “Berakhirnya waktu Ashar (tanpa kita melakukan shalat Ashar pada waktu itu) lebih besar dari ketinggalan perkara lainnya, sesungguhnya dia adalah Ash-Shalat Al-Wushto yang mendapatkan peringatan khusus untuk kita pelihara. Inilah yang diwajibkan kepada orang sebelum kita, namun mereka menyia-nyiakannya.” (Majmu Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiah, 22/54)

  • Kedua:

Para ulama berbeda pendapat tentang ancaman yang terdapat dalam hadits tentang orang yang meninggalkan shalat Ashar, apakah dipahami berdasarkan zahirnya atau tidak?  Ada dua pendapat;

Perndapat pertama: Dipahami secara zahir. Maka orang yang meninggalkan sekali shalat Ashar dengan sengaja hingga keluar waktu, dianggap kafir. Inilah pendapat Ishaq bin Rahawaih, dan menjadi pendapat yang dipilih oleh ulama yang datang belakangan, seperti Syekh Ibnu Baz rahimahumallah.

✅ Syekh Bin Baz rahimahullah berkata, “Shalat Ashar kedudukannya sangat agung. Dia adalah Ashalat-Al-Wustha, dia merupakan shalat yang paling utama. Allah Ta’ala berfirman,

حَافِظُواْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلاَةِ الْوُسْطَى (سورة البقرة : 238)

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” SQ. Al-Baqarah: 238.

Dia dikhususkan penyebutannya dalam ayat ini, maka wajib bagi setiap muslim laki dan perempuan untuk memperhatikannya lebih besar dan menjaganya dan wajib baginya untuk menjaga seluruh shalat yang lima waktu dengan bersucinya serta thuma’ninah di dalamnya serta kewajiban lainnya. Bagi laki-laki hendaknya melakukannya dalam keadaan berjamaah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengkhususkan penyebutannya berdasarkan sabdanya,

من ترك صلاة العصر حبط عمله

Siapa yang meninggalkan shalat Ashar, gugurlah amalanya.”

✅ Beliau juga bersabda,

من فاتته صلاة العصر ، فكأنما وُتر أهله وماله

Siapa yang ketinggalan shalat Ashar, seakan dia dirampas keluarga dan hartanya.”

Hal ini menunjukkan besarnya kedudukan shalat Ashar. Yang benar adalah bahwa siapa yang meninggalkan shalat-shalat lainnya, gugur pula amalnya. Karena dia telah kafir berdasarkan pendapat yang shahih, akan tetapi dalam hadits dikhususkan penyebutannya oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam menunjukkan keistimewaannya yang agung, sementara kedudukan hukumnya sama. Siapa yang meninggalkan shalat Zuhur, Maghrib, Isya atau Fajar dengan sengaja, maka gugurlah amalnya, karena dengan demikian, dia telah kufur. Seseorang harus menjaga seluruh shalat wajib, siapa yang meninggalkan satu saja, maka seakan-akan dia meninggalkan seluruhnya. Shalat lima waktu harus dijaga seluruhnya, baik oleh laki-laki maupun wanita. Akan tetapi shalat Ashar memiliki keistimewaan yang tinggi dengan hukuman yang berat bagi yang meninggalkannya dan besarnya pahala bagi yang menjaganya dan istiqamah di atasnya bersama shalat-shalat lainnya.” (Fatawa Nurun Aladdarb)

http://ibnbaz.org/mat/14293

••••{Lanjut ke Halaman 2}••••