Mengapa Dunia Serupa Dengan Air? dan Untung atau Buntung? 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Sya’ban, Antara Sunnah dan Bid’ah

2.Amal yang Paling dicintai

3.Shalat Ketika Makanan Sudah Dihidangkan

4.Wanita dan Shalat (bagian 4)

5.Berani Berbuat

6.Abdullah bin Abbas Mengingkari Abdullah bin Haris Saat Shalat

7.~Memenuhi Janji Adalah Sifat Orang Shaleh~

 8.Wanita dan Shalat (bagian 3)

9.Doa Buruk dari Orang Tua Mustajab?

10.Hukum Berobat dalam Tinjauan Syariat (Bag. 1)

11.Istighfar Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Setiap Harinya

=

Beruntungnya Orang Bertauhid-Ustadz Lalu Ahmad Yani

Kedudukan Shalat Dalam Islam-Ust Abu Hanifah Ibnu Yasin.Yasin.m4a 
Kumpulan Audio Kajian- Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi حفظه الله

Sifat – sifat Wanita Sholihah

Menjadi Muslim Terbaik 

Agar Bisa Bersama Rasulullah صلى الله عليه و سلم

Kalimat Indah Seputar Istiqomah

Keluar Dari Dunia Dengan SelamatSESI 1

Sesi2

Adab Menuntut Ilmu

Hadits Arbain Ke 5 Hadits Tentang.Bid’ah-Ustadz Anas Burhanuddin 

Proses Penciptaan Manusia dan Takdirdalam Lauhul Mahfudz-Ustadz Anas Burhanuddin

Mengenal Hak Pemimpin & Hak RakyatOleh Ustadz Aris.Munandar, M.PI

=

Berjalan Di Gurun Sahara-Ustadz Syariful Mahya Lubis.webm

Jika Engkau Cinta Rasul-Ustadz Abdurrahman Thayyib.webm

Kalau Takdirnya Masuk NERAKA Buat Apa Shalat Puasa Zakat dan Beramal Shalih-Ustadz Muflih Safitra.mp3

Tauhidkan Rabbmu Damailah Negeriku-Ustadz Zainal Abidin Syamsudin.webm

Wudhu Sesuai Sunnah-Ustadz Muflih Safitra.webm

Menggenggam DUNIA – Ustadz Anas Burhanuddin, Lc.,MA.webm

HakikatDunia – Ust. Syariful Mahya Lubis, Lc, MA.webm

(WEBM diputar dgn Aplikasi MX PLAYER)

=

Ebook

Pedoman Hidup Setiap Muslim-109Hlm

Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat-Syekh Muhammad bin Jamil Zainu 162Hlm

Bekal Terbaik Demi Menyongsong Kehidupan Akhirat-Hakam Bin Adil Zamo An Nuwairy 89Hlm

Harta Simpanan Berharga-Nashir bin Abdullah bin Dakhil Al Fuhaid-59Hlm

 

==

➡ Mengapa Dunia Serupa Dengan Air? dan Untung atau Buntung?

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

==

  • MENGAPA DUNIA SERUPA DENGAN AIR..?

Faidah yang anggun mempesona dari Imam al-Qurthûbî rahimahullâhu tatkala beliau menerangkan alasan mengapa Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan dunia dengan air, sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala :

( وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ )

Dan buatlah perumpamaan bagi mereka bahwa kehidupan dunia itu seperti air yang Kami turunkan dari langit.…” ( QS al-Kahfi : 45)

Seorang ulama yang arif menjelaskan :

➡ Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan dunia dengan air, (dengan beberapa alasan) :

✅ 1. Bahwa air itu tidak diam menetap di suatu tempat, demikian pula dengan dunia yang tidak tetap dengan satu kondisi yang sama.

2. Bahwa air itu bisa (mengalir) pergi tidak tetap, demikian pula dengan dunia yang bersifat fana tidak kekal.

✅ 3. Bahwa air itu, seseorang yang masuk ke dalamnya pasti akan basah. Demikian pula dunia, seseorang tidak akan mampu selamat dari fitnah dan bahayanya.

✅ 4. Bahwa air itu, apabila (digunakan) secara proporsional kadarnya niscaya bermanfaat.dan dapat menumbuhkan (tanaman), namun apabila melebihi batas berpotensi mendatangkan bahaya yang dapat membinasakan. Demikian pula dengan dunia, (jika dimanfaatkan) secukupnya akan bermanfaat, namun apabila mengambil lebih dapat membahayakan.

-al-Jâmi li Ahkâm Al-Qur’ân karya al-Qurthûbî (289/13)

===

  • MENGAPA DUNIA SERUPA DENGAN AIR..?

➡ 1. Bahwa air itu tidak diam menetap di suatu tempat, demikian pula dunia yang tidak tetap dengan satu kondisi yang sama .

Terkadang kita merasa sedih, terkadang merasa bahagia. Ada waktu saat merasa kesulitan dan kekurangan namun tak lama kemudian datang kebahagiaan dan kenikmatan.

Ada saatnya sempit dan ada saatnya lapang, semua datang silih berganti .

Tidak ada kesenangan yang terus menerus, dan tidak ada pula kesedihan yang berkesinambungan.

Mengapa ? Karena dunia ini semu, bukanlah kehidupan yang hakiki. Dan sejatinya kehidupan yang hakiki dan abadi adalah negeri akhirat, yakni surga Allah Ta’ala

➡ Faidah yang bisa diambil antara lain :

1. Pentingnya senantiasa bersyukur atas segala keadaan dan kondisi.

2. Jangan terpuruk atas kesedihan yang berkepanjangan

3. Buang kesombongan dan bangga diri

4. Tidak gelisah dan cemburu ketika orang lain mendapatkan dunia

5. Tidak menggantungkan hati kepada dunia

Allah Ta’ala berfirman,

( ﻟَﺌِﻦْ ﺷَﻜَﺮْﺗُﻢْ ﻟَﺄَﺯِﻳﺪَﻧَّﻜُﻢْ )

Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian .” ( QS. Ibrahim: 7)

Dan

( ﻭَﻧَﺒْﻠُﻮﻛُﻢْ ﺑِﺎﻟﺸَّﺮِّ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻓِﺘْﻨَﺔً ۖ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ )

Kami akan menguji kalian dengan kesempitan dan kenikmatan, untuk menguji iman kalian. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan kembali ” ( QS. Al-Anbiya: 35).

===

➡ 2. Bahwa air itu bisa ( mengalir ) pergi ,demikian pula dengan dunia yang bersifat fana dan tidak kekal

Dunia akan pergi meninggalkan kita, ia semakin menjauh, sedangkan kematian berjalan menghampiri dan akhirat semakin dekat.

✅ Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda,

« ﻣَﺎ ﻟِﻰ ﻭَﻣَﺎ ﻟِﻠﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻻَّ ﻛَﺮَﺍﻛِﺐٍ ﺍﺳْﺘَﻈَﻞَّ ﺗَﺤْﺖَ ﺷَﺠَﺮَﺓٍ ﺛُﻢَّﺭَﺍﺡَ ﻭَﺗَﺮَﻛَﻬَﺎ »

Apa peduliku dengan dunia?! Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.” ( HR. Tirmidzi no. 2551 )

➡ Faidah yang bisa diambil antara lain :

1. Pentingnya Istiqomah dalam ketaatan

2. Sibukkan diri dengan hal bermanfaat dan berlomba dalam berbuat kebaikan

3. Tidak menyia-nyiakan waktu dengan hal yang tidak berguna

4. Semangat menambah ilmu (ilmu agama)

5. Menyebarkan ilmu ( sesuai dengan kemampuan)

6. Mohon ampun selalu kepada Allah

7. Memberikan banyak manfaat bagi manusia disekelilingnya

8. Mengingat kematian

9.Semangat mengumpulkan bekal akhirat

10. Tidak panjang angan

➡ (3). Bahwa air itu , jika seseorang yang masuk ke dalamnya, pasti akan basah . Demikian pula dengan dunia seseorang tidak akan mampu selamat dari fitnah dan bahayanya.

Dunia ini penuh dengan sendau gurau, melalaikan dan menenggelamkan manusia dalam fitnah dan kebimbangan.

✅ Allah Ta’ala berfirman,

( ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻟَﻌِﺐٌ ﻭَﻟَﻬْﻮٌ ۖ ﻭَﻟَﻠﺪَّﺍﺭُ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓُ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺘَّﻘُﻮﻥَ ۗ ﺃَﻓَﻠَﺎﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ )

Dan tidaklah kehidupan dunia kecuali hanyalah permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Apakah kalian tidak mau berpikir ? “ ( QS. Al-An’am: 32).

➡ Faidah yang bisa diambil antara lain :

1. Pentingnya berpegang teguh dengan ketakwaan , sehingga Allah dan Rosul-Nya lebih ia cintai dari apapun di dunia ini .

2. Punya keyakinan dan tujuan yang jelas dan kuat untuk mencapai puncaknya ( yaitu akhirat ) dan memahami tentang hakikat hidup di dunia fana ini.

Sehingga tidak mudah terombang-ambing dalam kegalauan dan mabuk kenikmatan dunia yang semu.

3. Optimis, tidak pesimis dalam menjalani kehidupan.Senantiasa berharap Allah meridhoi langkah-langkah nya dalam menjalani kehidupan ini .

=

➡ (4). Bahwa air itu, apabila ( digunakan) secara proporsional kadarnya niscaya bermanfaat dan dapat menumbuhkan ( tanaman ) , apabila melebihi batas, berpotensi mendatangkan bahaya yang dapat membinasakan.

Demikian pula dengan dunia, ( jika dimanfaatkan ) secukupnya akan bermanfaat, namun apabila mengambil lebih dapat membahayakan

➡ Faidah yang bisa diambil diantaranya

:

✅ 1. Pentingnya memiliki sikap Qanaah ( merasa cukup dengan nikmat Allah )

Betapa pentingnya sikap ini dimiliki oleh seorang mukmin, sampai-sampai Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda,

« ﻗَﺪْ ﺃَﻓْﻠَﺢَ ﻣَﻦْ ﻫُﺪِﻯَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻹِﺳْﻼَﻡِ ﻭَﺭُﺯِﻕَ ﺍﻟْﻜَﻔَﺎﻑَ ﻭَﻗَﻨِﻊَ ﺑِﻪِ »

” Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rizki yang cukup, dan qana’ah (merasa cukup) dengan rizki tersebut .” ( HR. Ibnu Majah no. 4138, Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

✅ 2.Berhati-hati terhadap penyakit AL-WAHN ( Cinta dunia dan takut mati )

✅ Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda,

« ﺑَﺎﺩِﺭُﻭﺍ ﺑِﺎﻷَﻋْﻤَﺎﻝِ ﻓِﺘَﻨًﺎ ﻛَﻘِﻄَﻊِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺍﻟْﻤُﻈْﻠِﻢِ ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﻤْﺴِﻰﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﺃَﻭْ ﻳُﻤْﺴِﻰ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﺼْﺒِﺢُ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﻳَﺒِﻴﻊُ ﺩِﻳﻨَﻪُ ﺑِﻌَﺮَﺽٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ »

Bersegeralah beramal shalih, sebelum datang fitnah-fitnah yang banyak. Seseorang di waktu pagi masih beriman, namun di sore hari ia kafir. Atau seseorang di sore hari ia beriman, dan di pagi hari ia kafir. Dia menjual agamanya dengan secuil kesenangan dunia.” ( HR Muslim no. 118)

Semoga FAIDAH SEDERHANA ini membawa banyak manfaat bagi kita semua.

Ditulis oleh :

Ummu Farah

Sumber :

Catatan penulis saat Kajian DUNIAKAN BERLALU [Ustadz Abu Salma Muhammad] @purigading-Bekasi

https://almanhaj.or.id

Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Home

https://alwasathiyah.com/

= ~~~•~~~{Lanjut ke Halaman 2} ~~~•~~~

Iklan