Prinsip-Prinsip Penting Yang Harus Sering Diulang Bagi Setiap Muslim 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Islam Satu-Satunya Agama Yang Benar

2.Islam adalah Agama yang Haq

3.Agama Para Nabi itu Sama

4.Islam Agama Tauhid

5.Mengikuti Pemahaman Sahabat Nabi Dalam Beragama

6.Mengikuti Islam yang Murni

==

BELENGGU TAKLID.-Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray.webm

Mendalami Tiga Tauhid Dalam Islam – Ustadz Mizan Qudsiah,Lc.MA.webm 

Perbedaan Dakwah Salafiyah,Hizbiyyah Harokiyyah Siyaasiyyah-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat-mc.m4a

Tanya Jawab Aqidah, Ibadah & Muamalah – Ustadz Muflih Safitra, M.Sc.webm

Tauhid Syarat Masuk Surga Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas.webm

Tiga Ucapan yang Merusak Aqidah-Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray.webm

(Webm Diputar dgn aplikasi Mx Player)

==

Islam Agama Tauhid-Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas .

Cara Beragama Islam Yang Benar-Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas

Indahnya Agama Islam – Tabligh Akbar(Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)

Nasihat Dalam Menghadapi Cobaan Hidup YangBerat-Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas .

Bagaimana Cara Menjalani Kehidupan Didunia YangBaik-Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas .

Tujuan Hidup Seorang Muslim AdalahSurga-Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas .

Dalil-Dalil dari Penjelasan Para Ulama– Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Ustadz Yazid ‘Abdul Qadir Jawas)

Tata Cara Pengambilan Dalil Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah(Ustadz Yazid ‘Abdul Qadir Jawas)

Bagian 1:Bagian2:

Prinsip Dasar Islam-Ustadz Yazid Jawas

Prinsip Hidup Muslim-Ustadz Ahmad Zainuddin

Pondasi Tata Cara Beragama Islam-Ustadz Ahmad Zainuddin

Indahnya Agama Islam-Ustadz Yazid Jawas

Agama Islam Agama Ilmu-Ustadz Yazid Jawas

Pemahaman Sahabat Sebagai Standar Beragama-Ust Zainal Abidin Syamsudin

Agama Islam adalah Agama Tauhid-Ust Badrusalam

Ust.Muhammad Thoharo · Manusia Menurut Fithrahnya Beragama Tauhid

==

Ebook

Kumpulan Fatwa Ulama Dalam Masalah Aqidah-Yulian Purnama 73Halaman

Dasar-Dasar Aqidah Islam-43Hlm

Aqidah Shohihah VS Aqidah Bathilah-Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baaz 49Hlm

Apakah yang Dimaksud Dengan Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin 101Hlm

Hal-Hal yang Merusak Aqidah-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah Bin Baaz 36Hlm

Kesempurnaan Islam dan Bahaya Bid’ah-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin 39Hlm

Waspada Terhadap Bid’ah-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah Bin Baaz 56Hlm

Kiat Berpegang Teguh Dengan Agama Allah-Syaikh Muhammad Shaleh al-Munajjid 66Hlm

Ensiklopedi Aqidah Islam-200Hlm

Ensiklopedi Khutbah Pilihan-200Hlm

Ensiklopedi Hadits Pilihan-172Hlm

Kumpulan Ceramah Singkat-95Hlm

Materi Kajian Tematik Untuk Para Da’i dan Thalabul Ilmi-90Hlm

Ringkasan Keyakinan Ahlus Sunnah-142Hlm

28 Aqidah Ahlus Sunnah-45Halaman

Jami’ul ‘Ulum min Qaulir Rasul 3-89Hlm(Jawami’ul Kalim, yaitu kata-kata yang singkattetapi maknanya padat dan Rangkuman Hadits-hadits yang membahas tentang hukum dari suatu ibadah)

==

Prinsip-Prinsip Penting Yang Harus Sering Diulang Bagi Setiap Muslim

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

 

==

PRINSIP-PRINSIP PENTING YANG HARUS SERING DIULANG

  •  
  • ➡ [1]- AGAMA ISLAM ADALAH SATU-SATUNYA AGAMA YANG HAQ (BENAR)

Agama Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah, selain Islam tidak akan diterima.

Dalam Islam tidak ada: semua agama sama, semua agama baik, dan semua agama benar. Hanya Islam yang Allah ridhai. Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ …}

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam…” (QS. Ali ‘Imraan: 19)

✅ Dan Allah berfirman:

{وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ}

Dan barangsiapa mencari agama selain Islam; maka dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.” (QS. Ali ‘Imraan: 85)

Hanya Islam yang Allah terima dan Allah ridhai. Ketika Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- melaksanakan Haji Wada’; Allah turunkan:

{… الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا…}

Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…” (QS. Al-Maa-idah: 3)

✅ Dan Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

((وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ))

Demi (Allah) yang diri Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seorang dari umat Yahudi dan Nasrani yang mendengar diutusnya aku, lalu ia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku diutus dengannya (Islam), niscaya ia termasuk penghuni Neraka.”

[Hadits Shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah -radhiyallaahu ‘anhu-]

Keyakinan ini harus benar-benar kita yakini, karena usaha dari orang-orang kafir sangat gencar untuk memurtadkan kaum muslimin.

✅ Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ…}

Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka, setelah kebenaran jelas bagi mereka…”(QS. Al-Baqarah: 109)

Jadi, Allah sudah firmankan bahwa mereka sangat berkeinginan keras untuk memurtadkan kita. Allah juga berfrman:

{وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ …}

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka...” (QS. Al-Baqarah: 120)

Ini adalah ayat-ayat Al-Qur-an, jadi kita harus sadar bahwa propaganda Yahudi & Nasrani tidak berhenti, mereka membuat organisasi, membuat JIL (Jaringan Islam Liberal), dan sekarang JIN (Jaringan Islam Nusantara). Ini sesat dan menyesatkan. SEMUA INI DALAM RANGKA UNTUK MEMURTADKAN UMAT ISLAM, AGAR MEREKA MENGIKUTI ADAT ISTIADAT NENEK MOYANG, DAN MENINGGALKAN AL-QUR-AN & AS-SUNNAH.

✅ Syaikh Hammad Al-Anshari -rahimahullaah- menjelaskan bahwa fitnah yang ada bukan seperti dulu lagi…fitnah besar sekarang adalah: dimana mereka (musuh-musuh Islam) ingin memurtadkan umat Islam.

Dan awalnya pemurtadan (yang dilakukan langsung oleh orang kafir) tidak berhasil, oleh karena itu kemudian yang mereka gunakan adalah: tokoh-tokoh Ahlul Bid’ah.

Yang jelas: mereka sangat ingin memurtadkan umat Islam, Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً…}

Mereka ingin agar kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehingga kamu menjadi sama (dengan mereka)…” (QS. An-Nisaa’: 89)

✅ Luar biasa gencarnya mereka, tidak ada henti-hentinya, dan memang itulah jihad & perang mereka. Allah berfirman:

{…وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ}

“…Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 217)

✅ Siang dan malam mereka terus-menerus melakukan pemurtadan.

Ini adalah ayat-ayat Al-Qur-an yang harus kita terima, tidak boleh kita ingkari (tentang adanya usaha pemurtadan ini). Mereka menggunakan tokoh-tokoh Munafik dan Ahlul Bid’ah untuk memurtadkan kaum muslimin.

✅ Maka KITA LAWAN MEREKA DENGAN ILMU; bukan dengan pawai, bukan dengan demo. Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ}

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Al-Qur-an) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (QS. At-Taubah: 33)

✅ Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di -rahimahullaah- berkata dalam tafsirnya:

Dialah yang mengutus Rasul-Nya (Muhammad) dengan “Al-Hudaa”; yaitu ilmu yang bermanfaat, dan “Diinul Haqq”; yaitu amal shalih. Maka apa yang Allah utus Muhammad -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- dengannya: mencakup penjelasan kebenaran yang membedakan dari kebathilan, dalam nama-nama Allah, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya, hukum-hukum-Nya, kabar-kabar-Nya, dan perintah terhadap segala yang maslahat dan bermanfaat untuk hati, ruh, dan badan; berupa: mengikhlaskan agama hanya untuk Allah saja, mencintai Allah dan beribadah kepada-Nya, serta berisi perintah dengan akhlak-akhlak yang mulia, tingkah laku yang baik dan adab-adab yang bermanfaat, dan juga berisi larangan dari lawan hal-hal tersebut; berupa: akhlak dan amalan jelek yang berbahaya bagi hati, badan, dunia dan akhirat.

Maka Allah utus Rasul-Nya dengan “Al-Hudaa” & “Diinul Haqq”: agar Allah mengunggulkannya atas segala agama; yaitu: untuk meninggikannya atas seluruh agama, dengan hujjah dan keterangan (dan ini yang pertama) kemudian dengan pedang dan tombak, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” [“Taisiirul Kariimir Rahmaan”]

Janji Allah pasti terlaksana; yakni: Allah menjanjikan untuk memenangkan dan menolong; asalkan terpenuhi syaratnya, yaitu yang Allah firmankan:

{…إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ}

“…Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)

✅ Menolong agama Allah adalah: dengan mempelajari, mengamalkan dan bagi orang yang berilmu: mendakwahkannya.

Dan ini termasuk Jihad. Imam Ibnul Qayyim -rahimahullaah- menyebutkan (dalam “Zaadul Ma’aad”) tingkatan Jihad melawan hawa nafsu:

1. Menuntut ilmu.

2. Mengamalkannya.

3.Mendakwahkannya.

✅ Dakwah yaitu: menyampaikan kebenaran, kebenaran tentang Tauhid, bukan sekedar ceramah, cerita ke sana ke mari; maka ini dongeng, bukan dakwah.

✅ Dakwah yaitu dengan: para da’i membuat pondok pesantren kemudian mengajar di dalamnya, (dakwah juga) dengan mengajarkan (kepada masyarakat) tentang Tauhid dan Sunnah. Dan perjuangan semacam inilah yang ditakuti oleh orang-orang kafir serta tokoh-tokoh Munafik dan Ahlul Bid’ah.

Allah juga sebutkan perjuangan semacam ini dengan Jihad, sebagaimana dalam firman-Nya:

{فَلا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا}

Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al-Qur-an) dengan (semangat) perjuangan yang besar.” (QS. Al-Furqan: 52)

✅ Berarti kita harus faham tentang Al-Qur-an dan As-Sunnah serta kitab-kitab para ulama. Dan ini membutuhkan waktu yang lama.

✅ 4. Sabar.

Karena kalau sudah berdakwah; maka akan ada penentangan dan celaan. Seperti para rasul yang ditentang oleh kaumnya sendiri. Jadi, pasti akan ada tuduhan (jelek) ketika kita menyampaikan kebenaran, karena setan tidak senang (dengan tersebarnya kebenaran).

➡ [2]- Prinsip Kedua yang wajib kita dakwahkan adalah: KITA WAJIB MENGEMBALIKAN UMAT INI KEPADA AL-QUR-AN & AS-SUNNAH, DENGAN PEMAHAMAN SALAF (PARA SHAHABAT).

✅ Karena Allah telah ridha terhadap mereka (Salaf) dan Allah janjikan surga bagi mereka. Allah berfirman:

{وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ}

Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (QS. At-Taubah: 100)

✅ Dan Allah akan ridha kepada kita kalau kita mengikuti mereka (Salaf) dengan baik.

Sebaik-baik manusia adalah para Shahabat, Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

((خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ))

Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para Shahabat), kemudian setelahnya (para Tabi’in), kemudian setelahnya (Tabi’ut Tabi’in).”

Mereka (para Shahabat) adalah baik tentang: ilmu, amal, iman, pemahaman, dakwah, jihad, sedekah, dan lain-lain. Dan yang paling menonjol dari para Shahabat adalah: Amar Ma’ruf Nahi Munkar -yang hal ini sekarang sudah mulai hilang-. Allah berfirman tentang sifat para Shahabat:

{كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ…}

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…” (QS. Ali ‘Imraan: 110)

Ma’ruf yang paling ma’ruf adalah Tauhid, dan Munkar yang paling munkar adalah Syirik. Maka ini harus dipelajari, dan butuh waktu yang lama untuk mempelajarinya.

✅ Selain itu kita juga harus mempelajari: petunjuk Salaf dalam menuntut ilmu, petunjuk Salaf dalam bermu’amalah dengan penguasa, dan lain-lainnya. Karena (Manhaj) Salaf merupakan Islam itu sendiri. Oleh karena itu kita harus masuk ke dalamnya secara Kaaffah (keseluruhan), sebagaimana yang Allah firmankan

{يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً…}

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, …” (QS. Al-Baqarah: 208)

Banyak orang yang dianggap berilmu akan tetapi tidak memahami hal ini, tidak memahami Al-Qur-an & As-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih. Karena mereka memang dianggap berilmu, ustadz, bahkwan wali: hanya oleh orang-orang awam.

  • ➡ [3]- Prinsip Ketiga: ISLAM ADALAH AGAMA TAUHID

✅ Dan ini harus diulang-ulang, karena agama para nabi dan rasul adalah Tauhid. Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ…}

Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan): ‘Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah Thaaghuut’…” (QS. An-Nahl: 36)

“Tahaaghuut” yaitu: segala yang diibadahi selain Allah.

✅ Dan firman Allah:

{وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ}

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada ilaah (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiyaa’: 25)

Semua rasul mendakwahkan Tauhid. Dan kalau kita tidak mendakwahkan Tauhid; maka Allah akan timpakan adzab, sebagaiman firman-Nya

{لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ}

“Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada ilaah (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa adzab pada hari yang dahsyat (kiamat).” (QS. Al-A’raaf: 59)

(Maksiat) yang paling besar dilakukan oleh bangsa ini adalah kesyirikan. Sedangkan Allah turunkan adzab (di dunia) dengan sebab maksiat, dan yang terbesar adalah kesyirikan. 

✅ Allah berfirman:

{ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ * قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ}

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. KEBANYAKAN DARI MEREKA ADALAH ORANG-ORANG MUSYRIK (orang-orang yang mempersekutukan Allah).” (QS. Ar-Ruum: 41-42)

Yang dilakukan oleh bangsa ini adalah segala maksiat: syirik, bid’ah, homo, (dan lain-lain).

✅ Allah hanya berikan sebagian adzab:

{…لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا…}

“…Allah menghendaki agar mereka merasakan SEBAGIAN dari (akibat) perbuatan mereka…”

Kalaulah Allah adzab semuanya; maka akan habis.

Semua dosa sudah dilakukan, akan tetapi yang terbesar adalah Syirik.

Maka harus terus ada perbaikan. Dan Dakwah Salaf adalah dakwah perbaikan. Selama masih ada yang melakukan perbaikan; maka Allah tidak binasakan semuanya secara keseluruhan.

✅ Allah berfirman:

{وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ}

Dan Rabb-mu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, selama penduduknya orang-orang yang melakukan perbaikan.” (QS. Hud: 117)

✅ Allah sebutkan “Mushlih” (melakukan perbaikan), bukan Cuma “Shaalih” (orang baik).

– Orang shalat, zakat, berbuat baik kepada orang tua; maka ini adalah orang “shaalih”.

– Adapun “Mushlih” adalah: menjelaskan yang Tauhid adalah Tauhid, yang Syirik adalah Syirik, yang Sunnah adalah Sunnah, dan yang Bid’ah adalah Bid’ah. Inilah “Mushlih”.

Maka Allah tidak akan timpakan adzab kepada semuanya (secara menyeluruh) selama masih ada “Mushlih”. Sehingga harus ada da’i-da’i yang berilmu dan melakukan perbaikan. Bukan cuma da’i yang mendongeng dan cerita, akan tetapi yang mengajarkan Tauhid.

Dan Kitab Tauhid harus diulang-ulang (agar faham). Harus berilmu terhadap Tauhid sebelum mengatakan “Kami membela Tauhid”. Bagaimana mungkin akan membela Tauhid jika tidak berilmu tentangnya?!

Maka kita harus berilmu, dan ilmu itu terdapat dalam Al-Qur-an dan As-Sunnah, yang Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda (tentang keduanya):

((تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ؛ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدَهُمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِيْ))

Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara; yang kalian tidak akan tersesat setelahnya: Kitabullah dan Sunnah-ku.”

Maka kita harus mempelajari Al-Qur-an dan As-Sunnah.

-ditulis dengan ringkas oleh: Ahmad Hendrix-

= ~~~•~~~(Lanjut ke Halaman 2)~~~•~~~