Makan Sahur dan Berbuka Puasa (Ifthar) 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Mendoakan Orang yang MemberiBuka Puasa

2. Doa Berbuka Yang Benar dan YangSalah

3.Manakah yang Lebih Utama, Wanita Shalat di Rumah atau di Masjid? (Bag. 1)

4.Doa Meminta Ampun Pada Hari Pembalasan

5.Haid Di Waktu Sholat Sementara Belum Sempat Sholat

6.10 Kiat Istiqamah (16)

7.Cara Agar Istiqamah Beramal Shalih

8.Shahihkah Hadits “Allah Tidak Akan Menerima Puasa Orang Yang Melakukan Bid’ah?”

9.Apa Hukum Mengikuti Perlombaan Renang Dengan Celana Di Atas Mata Kaki?

10.Bolehkah Puasa Ramadhan Diganti Dengan Fidyah?

==

KonsultasiSyariah-Kumpulan Kajian Ramadhan

Adab Sahur dan Berbuka Bersama-Ustadz Armen Halim Naro

Adab Bersahur-Ustadz Ahmad Zainuddin

Fikih dan Adab Puasa-Ustadz Ahmad Zainuddin

Berbuka Sesuai Sunnah-Ustadz Ahmad Zainuddin 

Hadits Tentang Adab Berbuka Puasa

Hadits Tentang Adab Sahur

Tips Sahur Barokah Dari Rasulullah-Ustadz Mizan Qudsiyah

Cara Membangunkan Sahur Yang Benar

Hukum Puasa Tanpa Sahur

Sahur dan Kafarat Jima-Ustadz Armen Halim Naro

Sahur Setelah Adzan Subuh Karena Tidak Tahu

Hutang Puasa dan Waktu Berbuka-Ustadz Armen Halim Naro

Pacaran Membatalkan Puasa

Hadist Seputar Puasa.Ramadhan

Pembagian Hari di Bulan Ramadhan 

Puasa Tanpa Pahala

Puasa Wanita yang Tidak Berjilbab, TidakDiterima?

==

Ebook

40 Amalan Dalam 24 Jam di Bulan Ramadhan 116Hlm link2

Ramadhan Bersama Nabi shallallahu ‘alaihiwa sallam”-Muhammad Abduh Tuasikal 92Hlm

Berbagi Faedah Fikih Puasa dari Matan Abu Syuja-Muhammad Abduh Tuasikal, MSc 86Halaman link2

Paket Fiqih Ramadhan-1_Puasa-22Hlm

Fiqih Puasa (membahas hukum seputar puasa, baik itu; Puasa Ramadhan, Puasa Sunnah,dan Puasa yang Dilarang)-54Hlm

Tafsir Ayat Tentang Puasa-42Hlm

Jangan Sia-Siakan Ramadhan Tahun Ini-26Hlm

Amalan Utama di Bulan Ramadhan-24Hlm

Fiqih Ramadhan-128Halaman

Fiqih Puasa-90Hlm(Membahas hukum seputar puasa, baik itu; Puasa Ramadhan,Puasa Sunnah,Puasa yang Dilarang, dan I’tikaf)

====

Makan Sahur dan Berbuka Puasa (Ifthar)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

==

  • 20. MAKAN SAHUR

Bab ini akan menyebutkan dalil-dalil terkait dengan sahur.

  • Keberkahan Sahur

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

Bersahurlah, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat keberkahan (H.R alBukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

  • Bersahurlah Meski dengan Seteguk Air

السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Sahur adalah makanan keberkahan. Janganlah sekali-kali meninggalkannya meski hanya meneguk seteguk air. Karena Allah dan para Malaikatnya bersholawat kepada orang-orang yang sahur (H.R Ahmad dan dinyatakan bahwa sanadnya kuat oleh al-Mundziri dalam atTarghib wat Tarhiib, dihasankan al-Albany).

  • Disunnahkan Mengakhirkan Waktu Sahur

عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

Dari Anas bin Malik dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu beliau berkata: Kami sahur bersama Nabi shollallahu alaihi wasallam kemudian bangkit menuju sholat. Aku (Anas bin Malik) berkata: Berapa (lama) antara adzan dengan sahur? (Zaid bin Tsabit) berkata: sekitar (membaca) 50 ayat (al-Quran)(H.R al-Bukhari no 1787)

Hadits tersebut merupakan dalil yang menunjukkan disunnahkannya mengakhirkan sahur hingga menjelang masuknya waktu Subuh (pendapat al-Imam asy-Syafi’i, Ahmad, Ishaq, dinukil oleh atTirmidzi dalam sunannya (no 638)). Antara sahur dengan adzan berjarak seperti orang membaca al-Quran 50 ayat. Menurut Syaikh Ibnu Utsaimin sekitar 10-15 menit (syarh Riyadhis Sholihin (1/1414)). 

  • Masa Sahur Berakhir dengan Terbitnya Fajar Shadiq

✅ Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Dan makan dan minumlah hingga tampak jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu hingga (datangnya) malam (Q.S al-Baqoroh:187)

Ayat di atas jelas menunjukkan bahwa batas akhir seseorang boleh makan, minum, dan hal-hal pembatal puasa di siang hari adalah hingga terbitnya fajar (masuknya waktu Subuh). Karena itu salahlah anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa batas akhir sahur adalah pada saat seruan imsak. Justru dari hadits Zaid bin Tsabit di atas nampak jelas bahwa menjelang Subuh 10-15 menit Nabi dan para Sahabat masih sahur.

Di masa Nabi tidak dikenal adanya seruan imsak. Justru di waktu itu, Nabi memerintahkan untuk mengumandangkan adzan 2 kali. Adzan pertama dikumandangkan oleh Bilal, pada saat masih malam. Sedangkan adzan ke-dua dikumandangkan oleh Ibnu Ummi Maktum pada saat sudah masuk waktu Subuh.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ بِلَالًا كَانَ يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ فَإِنَّهُ لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

Dari Aisyah radhiyallahu anha : Sesungguhnya Bilal adzan pada saat (masih) malam. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Makan dan minumlah hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan karena dia tidaklah adzan hingga terbit fajar (H.R alBukhari no 1785) 

  • Sahur Pembeda Antara Puasa Kita dengan Puasa Ahlul Kitab

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Pembeda antara puasa kita dengan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur (H.R Muslim dari Amr bin al-Ash no 1836)

  • Memanfaatkan Waktu Sahur untuk Istighfar Kepada Allah

وَبِالأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Dan di waktu sahur mereka beristighfar (Q.S adz-Dzaariyaat:18)

وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالأسْحَارِ

dan orang-orang yang beristighfar di waktu sahur (Q.S Ali Imran:17)

=

  • ➡ 21. BERBUKA PUASA (IFTHAR) 

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang:

1. Disunnahkan menyegerakan berbuka puasa

2. Berbuka ringan sebelum sholat

3. Doa pada saat berbuka

4. Keutamaan memberi hidangan buka puasa untuk orang yang berpuasa

5. Doa bagi yang diberi hidangan berbuka

  • Disunnahkan Menyegerakan Berbuka Puasa

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Senantiasa manusia dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d)

Menyegerakan berbuka artinya: pada saat sudah meyakinkan bahwa matahari telah tenggelam sempurna, seluruh bagian lingkaran matahari telah terbenam di ufuk barat, maka segara berbuka dengan air minum atau makanan ringan seperti beberapa butir kurma.

  • Berbuka Ringan Sebelum Sholat Maghrib

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Dari Anas bin Malik -radhiyallahu anhu- beliau berkata: Nabi shollallahu alaihi wasallam berbuka sebelum sholat (Maghrib) dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada kurma basah, maka dengan kurma kering. Jika tidak ada kurma kering maka beliau meminum beberapa teguk air (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ahmad, dishahihkan oleh al-Hakim dan al-Albany)

Dalam kondisi normal, seseorang hendaknya mendahulukan berbuka ringan, kemudian sholat, sebelum makan besar. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas. Namun, dalam kondisi tertentu kadangkala seseorang sangat lapar, sulit menahan dirinya sedangkan makanan sudah dihidangkan. Maka, dalam kondisi tersebut, hendaknya ia makan terlebih dahulu, baru kemudian sholat. Karena disebutkan di dalam hadits:

لَا صَلَاةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلَا هُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ

Tidak (sempurna) sholat ketika makanan telah dihidangkan dan pada saat menahan dari dua jalan (kubul dan dubur)(H.R Muslim no 869 dari Aisyah)

Hal itu dilakukan agar ia bisa sholat dengan khusyu’ saat bermunajat dengan Allah, tidak terganggu pikirannya dengan makanan.

  • Doa pada Saat Berbuka Puasa

Disunnahkan pada saat berbuka mengucapkan doa:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ

/dzahabazh zhomaa-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/

 Telah pergi dahaga, telah basah urat-urat, dan telah tetap (terpenuhi) pahala, insyaAllah (H.R Abu Dawud, anNasaai, dishahihkan al-Hakim, dan dinyatakan sanadnya hasan oleh ad-Daraquthny)

Doa tersebut dibaca setelah berbuka ringan seperti meneguk air atau minuman lain sebagai pelepas dahaga. Adapun sebelum (menjelang) berbuka, disunnahkan berdoa dengan doa apa saja yang kita butuhkan, karena pada saat itu saat-saat mudahnya terkabulkan doa.

 عَنِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَبْدِ الله بْنِ عَمْروٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم : إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَة مَا تُرَدُّ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الله يَقُولُ عِنْدَ فِطْرِهِ : اللهمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

Dari Ibnu Abi Mulaikah dari Abdullah bin Amr beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika berbukanya terdapat doa yang tidak tertolak. (Ibnu Abi Mulaikah) berkata: Saya mendengar Abdullah (bin Amr) ketika berbuka membaca doa: Allahumma Inni As-Aluka bi Rahmatika Al-Latii Wasi’at Kulla Syai-in An Taghfira Lii. Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu untuk mengampuni dosaku (H.R Ibnu Majah no 1743, dinyatakan oleh al-Bushiry bahwa sanadnya shahih dan perawi-perawinya terpercaya).

  • ➡ Keutamaan Memberi Hidangan Buka Puasa bagi Orang yang Berpuasa

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Barangsiapa yang memberi hidangan berbuka pada orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti (orang yang berpuasa itu) tanpa dikurangi dari pahala orang tersebut sedikitpun (H.R atTirmidizi, Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany)

Contoh: Ahmad memberi hidangan berbuka puasa kepada Hibban. Maka Ahmad akan mendapatkan pahala puasa Hibban, sedangkan Hibban tidak dikurangi sedikitpun pahala puasanya.

Para Ulama’ Salaf merasa senang ketika saudaranya mendapatkan pahala ibadah yang ia lakukan. Utbah al-Ghulaam,  jika beliau akan berbuka puasa dan ada orang yang melihatnya, maka ia berkata : Berikan aku minum dan kurma milik kalian agar aku bisa berbuka dengannya, sehingga kalian bisa mendapatkan pahala (puasa) seperti aku (Jaami’ul Uluum wal Hikam (1/123))

  • Doa Bagi yang Diberi Hidangan Berbuka

Seseorang yang mendapatkan undangan makan, baik undangan berbuka puasa atau undangan makan lainnya (pernikahan, aqiqah, dan sebagainya) hendaknya mendoakan tuan rumah yang telah menghidangkan makanan untuknya dengan doa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُم

ALLAHUMMA BAARIK LAHUM FII-MAA RAZAQTAHUM, WAGH-FIR LAHUM, WAR-HAM-HUM”

Ya Allah berilah keberkahan dalam rezeki yang Engkau berikan pada mereka, ampuni mereka, dan rahmatilah mereka (H.R Muslim no 3085 dari Abdullah bin Busr)

Oleh: Ustadz Abu Utsman Kharisman

=

  • ➡ Beberapa kesalah-pahaman dalam ibadah puasa

✅ 1. Niat puasa tidak perlu dilafalkan, karena niat adalah amalanhati. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga tidak pernah mengajarkan lafal niat puasa. Menetapkan itikad di dalam hati bahwa esok hari akan berpuasa, ini sudah niat yang sah.

✅ 2. Berpuasa namun tidak melaksanakan shalat fardhu adalah kesalahan fatal. Diantara juga perilaku sebagian orang yang makan sahur untuk berpuasa namun tidak bangun shalat shubuh. Karena dinukil bahwa para sahabat berijma tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, sehingga tidak ada faedahnya jika ia berpuasa jika statusnyakafir. Sebagian ulama berpendapat orang yang meninggalkan shalat tidak sampai kafir namun termasuk dosa besar, yang juga bisa membatalkan pahala puasa.

✅ 3. Berbohong tidak membatalkan puasa, namun bisa jadimembatalkan atau mengurangi pahala puasa karenaberbohong adalah perbuatan maksiat.

✅ 4. Sebagian orang menahan diri melakukan perbuatan maksiathingga datang waktu berbuka puasa. Padahal perbuatan maksiat tidak hanya terlarang dilakukan ketika berpuasa,bahkan terlarang juga setelah berbuka puasa dan jugaterlarang dilakukan di luar bulan Ramadhan. Namun jika dilakukan ketika berpuasa selain berdosa juga dapatmembatalkan pahala puasa walaupun tidak membatalkan puasanya.

✅ 5. Mengenai “Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah”.

Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi di Syu’abul Iman(3/1437). Hadits ini dhaif, sebagaimana dikatakan Al Hafidz Al

Iraqi dalam Takhrijul Ihya (1/310). Al Albani juga mendhaifkan hadits ini dalam Silsilah Adh Dha’ifah (4696).

Tidur adalahperkara mubah (boleh) dan bukan ritual ibadah. Maka,sebagaimana perkara mubah yang lain, tidur dapat bernilai ibadah jika diniatkan sebagai sarana penunjang ibadah.Misalnya, seseorang tidur karena khawatirtergoda untukberbuka sebelum waktunya, atau tidur untuk mengistirahatkan tubuh agar kuat dalam beribadah. Sebaliknya, tidak setiap tidurorang berpuasa itu bernilai ibadah. Sebagai contoh, tidurkarena malas, atau tidur karena kekenyangan setelah sahur.

 

Keduanya, tentu tidak bernilai ibadah, bahkan bisa dinilaisebagai tidur yang tercela. Maka, hendaknya seseorangmenjadikan bulan ramadhan sebagai kesempatan baik untuk memperbanyak amal kebaikan, bukan bermalas-malasan.

✅ 6. Tidak ada hadits “berbukalah dengan yang manis“. Pernyataanyang tersebar di tengah masyarakat dengan bunyi demikian, bukanlah hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

✅ 7. Tidak tepat mendahulukan berbuka dengan makanan manisketika tidak ada kurma. Lebih salah lagi jika mendahulukanmakanan manis padahal ada kurma. Yang sesuai sunnah Nabi adalah mendahulukan berbuka dengan kurma, jika tidak adakurma maka dengan air minum. Adapun makanan manissebagai tambahan saja, sehingga tetap didapatkan faidahmakanan manis yaitu menguatkan fisik.

Wallahu ta’ala a’lam.

= ~~~•~~~ (Lanjut ke Halaman 2) ~~~•~~~