Menata Hati Usai Pemilu, Merajut Kembali Ukhuwwah Islamiyyah, Kembali Ke Majelis Ilmu dan Menuntut Ilmu Syar’i 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Apakah Akan Sia-Sia Ibadah Tanpa Tauhid?

2.Dakwah Yang Menenangkan

3.Ambillah Akidah Dari Al-Qur’an Dan As-Sunnah Yang Shahih

4.Hadits Tentang Membacakan Surat Yasin Kepada Orang Yang Sakaratul Maut

5.Mengucapkan Istirja’ Ketika Mendengar Orang Lain Tertimpa Musibah 

6.Ukhuwah Islamiyah

7.Pentingnya Ukhuwwah

8. Dasar Setiap Amalan Adalah Cinta 

==

Syirik Simbol Kebodohan Oleh Ust Hanif Muslim

 Syafiq Basalamah · Ukhuwah Islamiyah

Firanda Andirja · Nikmatnya Ukhuwah KarenaAllah

Firanda Andirja · Menjalin UkhuwahMenebarkan Berkah

Menjaga Kelestarian Ukhuwah-MuhammadNuzul Dzikri

Firanda Andirja · Menjaga Ukhuwah MeleraiPertikaian

Firanda Andirja · Lerai Pertikaian SudahiPermusuhan

Abdul Hakim Amir Abdat · Ukhuwah Islamiyah

Bag1Bag2

Ukhuwah Imaniyyah-Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq AlBadr /

Bagian1:Bagian2:

.

Urgensi Manhaj Dalam Mencapai Kejayaan Umat-UstadzAbdurrahman Thoyyib.webm

Tentang Ilmu Kasyaf dan Menggandeng Tangan Ke Surga Memyoal Ustadz Adi Hidayat-Ustadz Sofyan Chalid Idham Ruray.webm

Syirik Kecil dan Jenisnya-Ustadz Ali Ahmad.webm

Hakikat Istighfar-Ustadz Dr.Firanda Andirja.webm

Ada Apa Di Malam Nifsu Sya’bab-Ustadz Abu Zubeir AlHawary.mp3

Cara Meraih Barokah-Ustadz Abdurrahman Thayyib.webm

Cinta Kepada Allah dan Konsekuensinya-Ustadz Sofyan Chalid Idham Ruray.webm

Hakikat Keselamatan-Ustadz Rizal Yuliar Putrananda.webm

Haruskah Mengakui Pemimpin Dari Hasil Demokrasi-Ustadz Sofyan Chalid Idham Ruray.webm

Meraih Surga Allah-Ustadz Abdurrahman Thayyib.webm

Politik Bukan Duniamu Kembalilah Ke Majelis Ilmu-Ustadz Harits Abu Naufal.webm

Referensi Ahlus Sunnah Dalam Beraqidah-Ustadz Abdurrahman Thoyyib.webm

==

Ebook

Ukhuwah Islamiyah 

Menjaga Ukhuwah Tanpa Cacian & Ghibah

Hak-Hak Ukhuwah – Indonesia – Shaleh Al-Fauzan

SALING MENCINTAI DAN PERSAUDARAAN SESAMA MUSLIM

Berlemahlembutlah Wahai Penuntut Ilmu-Syaikh Muhammad Al Imam

Bersatulah Wahai Ahlus Sunnah dan Jangan Bertikai-Syaikh Rabi bin Hadi al Madkholi

Berlemahlembutlah Wahai Ahlus SunnahKepada Saudaramu-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al’Abbad

Ikuti Sunnah Jauhi Bid’ah-Syaikh ‘Abdul Muhsin Al’Abbad

Belajar Manhaj Salaf Secara Ringkas-Syaikh Abdul Qadir Al Arnauth

11 Cara Efektif Menulis Mencatat Ilmu-Syaikh Abdul Aziz Sindi

Wasiat Salaf Bagi Para Pemuda-Syaikh Abdurrazzaq Al Badr

Faktor Meraih Kejayaan Islam-Syaikh Muhammad Musa Nasr

Pokok-Pokok Aqidah Salafiyah Secara Ringkas-Albani Center

15 Faktor Penopang Mantapnya Aqidah-Syaikh Abdurrazzaq Al Badr

===

➡ Menata Hati Usai Pemilu, Merajut Kembali Ukhuwwah Islamiyyah, Kembali Ke Majelis Ilmu dan Menuntut Ilmu Syar’i

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam
https://free.facebook.com/groups/409575513161120?  
 

  • Menata Hati Usai Pemilu

Abu Ubaidah As Sidawi

Pemilu sudah selesai. Marilah kita tenang menunggu hasil resminya, bukan klaim survei dan masing-masing pribadi. Marilah kita jaga keamanan dan persatuan di negeri ini. Marilah kita senantiasa berdoa kepada Allah hasil yang terbaik untuk agama dan negara kita ini.

Dan hal yang paling penting, apapun hasilnya pemilu nanti dan siapapun yang menang dan terpilih sebagai pemimpin negeri, maka marilah kita laksanakan kewajiban kita sebagai rakyat yaitu mendengar dan taat kepadanya sebagaimana ajaran Al-Qur’an dan as-Sunnah, selagi tidak memerintahkan kepada maksiat.

Namun jika memerintahkan kemaksiatan maka tidak boleh untuk didengar dan ditaati, namun tetap kita tidak boleh memberontak kepemimpinannya.

أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَ اْلسَّمْعِ وَ اْلطَّاعَةِ وَ إِنْ كَانَ عَبْدًا حَبَشِيًّا

Aku wasiatkan kepada kalian dengan taqwa kepada Allah dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) sekalipun dia adalah budak Habsyi (orang berkulit hitam)” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan dishohihkan Al Albani)

✅ Nabi juga bersabda:

عَلىَ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَإِنْ أَمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) dalam perkara yang ia senangi dan ia benci kecuali apabila diperintah kemaksiatan. Apabila diperintah kemaksiatan maka tidak perlu mendengar dan taat.” [HR. Bukhari 13/121, Muslim 3/1469]

Marilah kita semua menjaga stabilitas keamanan negara dan menjaga emosi kita tatkala pilihan kita kalah, karena keamanan adalah sesuatu yang harus kita jaga bersama demi terjaganya nyawa, harta dan agama, lebih penting daripada hanya sekedar membela dan fanatik kepada pemimpin atau golongan tertentu.

✅ Para ulama mengatakan:

الْمَصْلَحَةُ الْعَامَّةُ مُقَدَّمَةٌ عَلَى الْمَصْلَحَةِ الْخَاصَّةِ

Kemaslahatan umum lebih didahulukan daripada kemaslahatan pribadi” (Al Muwafaqot 6/123 karya Asy Syathibi)

Marilah kita rajut kembali ukhuwwah Islamiyyah yang telah terkoyak oleh pesta demokrasi ini, terlebih lagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci. Yuk, beningkan hati dan sucikan hati dari segala noda yang mengotori

===

  • Bermuamalah Dengan Pemimpin Muslim

Yang diucapkan ahlus Sunnah tatkala terpilih pemimpin muslim yang baru ialah sama seperti yang diucapkan Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu tatkala Yazid bin Muawiyah di baiat menjadi pemimpin :

إن كان خيرا رضينا و إن كان شرا صبرنا

Apabila ia kelak berbuat kebajikan kita meridhainya, namun apabila ia kelak berbuat keburukan maka kita bersabar”

Ahlus Sunnah tidaklah seperti kelompok lainnya yang berpartisipasi dalam pilpres ini, ahlus Sunnah hanya sekadar melaksanakan fatwa para ulama kibarnya dalam upaya mewujudkan mashlahat bagi ummat dan menolak kemudharatan yang paling dominan.

Ahlus Sunnah hanya melaksanan petuah ulama mereka yang mewajibkan berpartisipasi dalam momen ini semisal Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah. Asy-Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy-Syatsri Hafizhahullah (penasihat raja Salman, ulama besar Saudi) menyatakan seorang mukmin yang berpatisipasi dalam pemilu selama niatnya sebagaimana diatas maka ia akan mendapatkan pahala dari Allah.

Ahlus Sunnah tidaklah memposisikan dirinya sebagai oposisi bagi pemerintahan karena memang hanya sebatas hal-hal diatas, tidak ada keinginan duniawi atau kekuasaan sebagaimana disangka oleh orang-orang yang berburuk sangka.

➡ Prinsip-prinsip ahlus Sunnah tetap di yakini dan diamalkan berkaitan dengan muamalah dengan pemimpin muslim sebagaimana yang tertera dalam kitab-kitab aqidah, yaitu :

1. Mentaati pemimpin selama bukan kemaksiatan kepada Allah

2. Membaiat mereka

3. Meyakini memberontak pemimpin yang muslim adalah sebuah hal yang haram

4. Memberikan peringatan kepada ummat tentang bahaya khawarij

5. Tidak membenarkan kedzaliman mereka sebagaimana Murji’ah

6. Bersabar atas kedzaliman dan keburukan mereka

7. Berjihad fi Sabilillah bersama mereka

8. Menasihati mereka : secara tersembunyi, dan terkadang dengan terang-terangan tanpa menghasut masyarakat untuk membenci dan memberontak pemimpin.

9. Mendoakan kebaikan untuk mereka

10. Menyebutkan kebaikan mereka kepada khalayak (tidak didepan pemimpin) jika memang diperlukan

✅ Saya gak mau ribet dengan isu curang atau perhitungan. Tugas sudah selesai mengamalkan fatwa para ulama kibar, tegak diatas ilmu. Yang nyoblos segera move on, aktifitas dan rutinitas menunggu. Yang hari-hari nya sibuk dengan durus, lanjutkan. Silahkan lanjutkan dagangnya, usahanya, ngantornya, ngulinya. Yang hari-hari nya bertengkar nyinyir dan ribet gak karuan segera hentikan. Yang gak nyoblos tidak perlu seperti asisten setan memancing keributan dengan meledek ikhwah yang nyoblos.

Urusan perhitungan, percayakan saja kepada pihak berwenang. Fatwa ulama tidak sejauh itu. Masalah isu kecurangan, urusan pihak terkait saja yang menangani dan berkomentar. Siapapun pemimpin Muslim yang terpilih, sikap kita sama seperti yang dijabarkan oleh para ulama, walau hasil kudeta sekalipun.

Akhukum fillah

Harapan Jaya, Bekasi

Pelayan Ma’had Al-Hasan Tambun

Abu Hanifah Ibnu Yasin

==

  • PEMILU TELAH SELESAI

BBG AL ILMU

Ust. Firanda, حفظه الله

Bismillah..

Harapan kepada para ikhwan kembali lagi pada kesibukan semula (berdakwah dan lain-lain), pemilu sudah cukup menguras waktu dan energi dan ketegangan…

Kita hanya tunggu taqdir Allah tentang negeri ini, semoga tetap yang terbaik bagi kaum muslimin, semoga Allah memberi ganjaran bagi semuanya yang telah ber usaha & berijtihad semaksimal mungkin, baik yang nyoblos maupun yang golput…

Maafkanlah saudara-saudaramu yang mencelamu..tidaklah mereka mencela kecuali karena cinta kepada agama…

Adapun antum tidak perlu mencela dan tidak perlu membalas, cukuplah Allah yang tahu niat baik antum…

Ana sengaja meng off kan tulisan kemarin (tentang memilih) agar tidak berlanjut lagi, mungkin akan ada tulisan lagi menjelang pemilihan presiden…

➡ Banyak pelajaran yang bisa diambil dari sikap sebagian teman-teman, diantaranya :

* alhamdulillah masih banyak yang faham fikih ikhtilaf

* masih banyak yang berhusnudzon kepada para ulama & para penuntut ilmu

* masih banyak yang tidak memaksakan pendapat dan menyatakan bodoh/jahil/hizbi bagi yang berselisih dengannya

* masih banyak yang tetap bisa menahan mulutnya sehingga tidak menjatuhkan & mencela saudaranya apalagi melupakan kebaikan-kebaikan saudaranya hanya krn sesuatu yang dinilai sbg suatu kesalahan.

Toh semuanya (memilih, golput, mencela, mendukung, dll) semuanya akan bertang gung jawab masing” dihadapan Allah.

Mari rapatkan barisan,

Kembali berdakwah seperti biasa…

Baarokallahu fiikum

Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

=

  • NASEHAT MENJELANG PENETAPAN HASIL PEMILU PRESIDEN

BBG AL ILMU

Ustadz DR. Syafiq Basalamah, MA, حفظه الله تعالى

Kekuasaan hanya milik Allah.

Dia yang memilikinya,

Dia memberikan kepada siapa yg dikehendakiNya,

Dia mencabut dari siapa yg dimauiNya.

DitanganNya segala kebaikan

Berarti kepadaNya meminta pemimpin

KepadaNya memohon penguasa yang baik

KepadaNya memohon perlindungan agar dijauhkan dari pemimpin-pemimpin yang zhalim

Dan hendaknya kita banyak berdo’a serta jangan pernah menganggap remeh sebuah do’a.

✅ Berdo’alah seperti do’a Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan ucapan:

ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN IMAARATISHSHIBYAAN WAS SUFAHAA’ .

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak dipimpin oleh orang-orang yang kekanak-kanakkan dan orang-orang yang bodoh”.

✅ Tapi jangan lupa firman Allah ta’ala:

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Demikianlah kami jadikan sebagaian orang zhalim sebagai pemimpin bagi orang zhalim yang lain, disebabkan perbuatan maksiat yang telah mereka lakukan.” ( Al-An’am: 129).

“Sebagaimana kondisi kalian, maka seperti itulah pemimpin yang akan mengatur kalian. Pemimpin kalian itu sesuai dengan amal kalian.”

Maka Jangan mengharapkan buah anggur, bila yang kau tanam adalah onak dan duri. Mengharap pemimpin yang muslim, baik dan jujur, selain berdoa harus dibalut dengan usaha memperbaiki rakyat yang mana merekalah basis utama para pemimpin. Perbaikilah iman, tauhid dan ibadah ummat. Bumi ini milik Allah, Dia mewariskan kepada hamba-hamba yg dikehendakiNya, dan akhir yang baik adalah untuk orang-orang yang bertaqwa. Ingatlah pesan Nabi Musa ‘alaihissalam kepada kaumnya:

Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini milik Allah, Dia memberikannya kepada siapa saja hamba yang dikehendaki-Nya. Dan akhir yang baik adalah bagi orang-orang yg bertakwa” (QS. Al-A’raf:128)

Tetap optimis dan berusaha memperbaiki dengan berbalut doa yang tulus.

Baarakallahu fiykum

=

  • SERUAN KEPADA KAUM MUSLIMIN SELURUH INDONESIA

✅ Saudara-saudara, kaum muslimin rahimakumullah.. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa”

(QS. Al-Hujuraat: 12).

✅ Oleh sebab itu janganlah kalian berprasangka buruk tanpa adanya bukti yang kuat!

Saudara-saudara sekalian, ingatlah bahwa Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya. (QS. Al-Isra’ : 36)

Maka janganlah mengikuti, apalagi menulis apa-apa yang kalian tidak punya pengetahuan tentangnya!

✅ Saudara-saudara sekalian, ingat bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR At Tirmidzi)

Oleh karena itu jangan sibukkan diri kita dengan sesuatu yang tidak bermanfaat.. yang keberadaan kita tidak memberikan apa-apa padanya.. dan tidak pula berfaidah untuk kita..

dan mari beralih kepada kegiatan yang jelas lebih bermanfaat, seperti menuntut ilmu, atau menyiapkan mental serta bekal ilmu yang cukup untuk menyambut bulan yang mulia, yaitu Ramadhan..

Barakallahu fiik.

Ristiyan Ragil Putradianto

=

  • Dakwah Tauhid dan Sunnah Jalan Seperti Biasa

Dakwah kepada tauhid dan sunah dengan segala dinamikanya tetap berjalan.

Pemilu hanya selingan sebagai salah satu bentuk upaya mempertahankan eksistensi dakwah Islam dengan terpilihnya pemimpin yang adil serta anggota parlemen yang berusaha memperjuangkan kepentingan kaum muslimin.

Itu saja. Keduanya tidak perlu dipertentangkan, apalagi diprasangkaburukkan bahwa yang berusaha memilih pemimpin dari salah satu paslon sudah lupa bahwasanya Allah lah yang memberikan keamanan, ketenteraman dan kemakmuran negeri.

Saya rasa tidak ada orang beriman yang berpikir seperti itu. Mereka selain berharap hanya kepada Allah, juga berikhtiar. Jadi tidak meninggalkan salah satunya apalagi kedua-duanya.

Sesimpel itu!

Alee Masaid

=

  • Dakwah Tauhid akan terus berjalan

Apapun hasilnya, dakwah tauhid akan terus berjalan….

Siapapun pemimpinnya, dakwah tauhid harus terus bergema…

Bagaimanapun keadaanya, dakwah tauhid harus terus bergemuruh….

✅ Sampai kapan??

Sampai nafas berhenti berhembus,

sampai lisan tak mampu bergerak,

Sampai pena tak bisa menggores,

Sampai pedang tak mampu lagi menyayat…

✅ Ketahuilah sebaik apapun pemimpin anda apabila rakyatnya tidak beriman dan bobrok, niscaya Rahmat Allah akan jauh dari negri ini, nestapa akan mudah hinggap dinegeri ini.

Lihatlah bani Israil yang Allah berikan kepada mereka nabi terbaik, nabi Musa alaihi salam, tapi apa yang Allah timpakan kepada mereka, ketika pemimpin baik, tapi rakyatnya bobrok,.

Oleh karena itu, dakwah akan terus berjalan, agar rakyat menjadi hamba yang bertauhid, dan rakyat jadi hamba yang Sholeh…. Niscaya Allah akan berikan kebaikan walaupun pemimpin mereka dzolim, cepat atau lambat….

Ingat lah kawan, kalau kita dipimpin oleh pemimpin yang dzolim sekalipun, janganlah menyalahkan kecuali diri kita sendiri pertama kali….

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Dan demikianlah kami jadikan sebagian orang yang zalim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yang lainnya disebabkan apa yang mereka usahakan” al an’am:129

Seharusnya ketika kita ditimpa kedzoliman penguasa, hendaknya kita bertaubat dari segala kesalahan. Bukan malah mengajak masyarakat melakukan kesalahan lain dan melakukan kemaksiatan yang lain dengan mengajak menentang pemerintah, melakukan kudeta,berdemonstrasi, Dan kemaksiatan yang menjauhkan kita dari Allah.

Karena pada hakikatnya kedzoliman penguasa adalah sebab kedzoliman kita sendiri.

Ketika kaum muslimin ditimpa kekalahan dalam Perang Uhud maka Allah subhanahu wa ta’ala menyandarkan dan menyalahkan kekalahan itu kepada orang beriman dan tidak menimpakan kesalahan kepada orang-orang kafir. Karena kekalahan itu disebabkan oleh kemaksiatan mereka.

✅ Allah ta’ala berfirman:

أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير

“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah pada peperangan uhud padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh musuh-MU pada peperangan Badar kamu berkata: Dari mana datangnya kekalahan ini KATAKANLAH!: ITU DARI KESALAHAN KALIAN SENDIRI Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu” Ali Imron 165

Syeikh Albani berkata: “dalam perkataan (imam Thohawi) ini ada Penjelasan jalan keselamatan dari kedzoliman para penguasa yang warna kulit mereka sama dengan kulit kita, berbicara sama dengan bahasa kita; Bahasa Arab. karena itu Supaya umat Islam selamat maka hendaklah kaum muslimin;

1)bertaubat kepada Allah ta’ala

2)memperbaiki akidah mereka

3)hendaklah mereka mendidik diri dan keluarganya di atas Islam yang benar sebagai penerapan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka menunggu merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” ar-ra’d: 11

(lihat ta’liq kitab al-aqidah ath-thohawiyah, hlm. 44)

✅ Dan ingatlah, bahwa pemimpin kita adalah cerminan rakyat dari negeri kita….

Berkata Imam Ibnu qayyim -rahimahullah- Ta’ala: “dan perhatikanlah hikmah-Nya -Ta’ala- dalam menguasakan raja-raja manusia, pemimpin-pemimpin mereka, penguasa-penguasa mereka dari jenis amalan mereka sendiri. Bahkan amalan-amalan mereka nampak dalam bentuk kepemimpinan mereka dan kekuasaan mereka. Apabila mereka (para rakyat) Istiqomah maka penguasa-penguasa mereka akan Istiqomah, apabila rakyatnya adil maka penguasanya akan berbuat adil, dan apabila rakyatnya berbuat zalim maka Penguasa dan pemimpin mereka akan berbuat zalim.

Dan apabila nampak pada mereka perbuatan makar dan menipu, maka pemimpin-pemimpin mereka akan berbuat demikian juga. Dan apabila mereka (rakyat) mencegah hak-hak Allah yang ada pada mereka dan mereka berbuat Bakhil terhadap (yang miskin) diantara mereka, maka raja-rajamereka dan pemimpin mereka akan mencegah hak-hak mereka yang ada pada pemimpinnya, dan para pemimpin akan bakhil terhadapnya.

Dan apabila mereka (para rakyat) mengambil dari orang-orang yang lemah apa yang mereka tidak berhak untuk mengambilnya di dalam permasalahan muamalah mereka, maka raja-raja akan mengambil dari mereka apa yang mereka (raja-raja) tidak berhak terhadapnya, dan mewajibkan kepada mereka Pajak Perdagangan dan biaya-biaya dan setiap dari apa yang mereka minta dari orang-orang yang lemah, maka para raja mereka akan meminta nya dari para rakyat dengan kekuatannya. dan para pegawai raja Ini akan nampak dalam bentuk amal-amal mereka (rakyat).

Dan bukanlah merupakan Hikmah ilahiyah ketika Allah memberikan pemimpin terhadap orang-orang yang buruk orang-orang yang jahat kecuali pemimpin tersebut dari jenis mereka sendiri.

Dan ketika generasi yang pertama mereka adalah sebaik-baik generasi, maka pemimpin mereka juga demikian. Maka ketika mereka menipu maka para pemimpin menipu mereka.

Dan hikmah Allah ta’ala enggan untuk memberikan pemimpin terhadap kita yang semisal pada zaman tersebut, seperti: muawiyah -radhiyallahu Anhu- dan Umar bin Abdul Aziz -rahimahullah Ta’ala- terlebih lagi seperti Abu Bakar dan Umar -radhiyallahu Ta’ala anhuma-

Akan tetapi para pemimpin kita sesuai dengan kadar kita. Dan para pemimpin orang yang sebelum kita sesuai atas kadar mereka, dan kedua-duanya tersebut ini merupakan tuntutan dari Hikmah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

[Miftah Daris Sa’adah, (II/177-178), tahqiq Syaikh Ali Hasan, cet. Dar Ibnu Qayyim dan Dar Ibnu Affan)

Apakah dakwah tauhid sudah menemui ajalnya sampai disini….

Tidak kawan, dakwah tauhid justru baru dimulai….

Dika Wahyudi

=

  • DIALAH JAWABAN DARI DOAMU

Kok bisa dia yang menang?

Kok bisa pilihanku kalah?

Mungkin itulah yang terucap dari sebagian saudara kita…

Ikhwah fillah…

Meski engkau telah pamerkan jarimu…

Meski engkau telah pemerkan surat panggilan pemilumu…

Yakinlah bahwa yang terbaik adalah apa yang Allah pilihkan…

Meski engkau menganggap pilihamnu yang terbaik, tapi bisa jadi yang terbaik bagi Allah adalah sebaliknya.

✅ Allah berfirman:

وعسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم وعسى أن تحبوا شيئا وهو شر لكم والله يعلم وأنتم لا تعلمون

Bisa jadi apa yang engkau tidak sukai itu baik bagimu , dan bisa jadi apa yang engkau sukai itu buruk bagimu, Allah maha mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui”. (Q.S Al-baqoroh :216)

✅ Ikhwah fillah…

Walau engkau telah memanjatkan do’a agar pilihanmu bisa menjadi pemimpin

Yakinlah apa yang Allah beri itulah yang terbaik..

Engkau berdo’a agar dikaruniakan pemimpin yang terbaik,

Mungkin dialah jawaban dari do’amu tersebut…

Teruslah berdo’a untuk negerimu agar beliau yang terpilih bisa diberikan taufiq oleh Allah untuk bisa memimpin negeri ini dan mengayomi kita semua terutama kaum muslimin..

Bantulah dia dengan do’a

Bukan dengan hinaan dan bukan pula cacian..

Karena sejatinya hanya do’a kita yang bisa mengantarkan negeri kita menjadi “baldatun thoyyibah”

Agus Susanto

== ~~~•~~~ (Lanjut ke Halaman 2) ~~~•~~~