Musuh Dalam Selimut

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
••

1.Musuh Dalam Selimut

2.Antara Teman dan Musuh Dalam Selimut

Menggugah Nurani Pemirsa TV(Dampak Negatif Televisi)-Ust Zainal Abidin Syamsudin

Musuh Dalam Selimut” Oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri  

Cinta Kepada Allah & Konsekuensinya-Ustadz Sofyan Chalid Idham Ruray.webm

Manusia Dikumpulkan dan Mengalami Perhitungan Amal -Ustadz Dr. Sufyan Baswedan, M.A.webm

Bekal Di Alam Kubur Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA.webm

Bersaing Menggapai Surga Tertinggi – Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A..webm

Ceramah Pendek Agungnya Nikmat Tauhid Ustadz Dahrul Falihin, Lc.m4a

Himpitan Alam Kubur – Ustadz Dr. Sufyan Baswedan, M.A.webm

Khadijah Cinta Yang Tidak Pernah Hilang – Ust. Syariful Mahya Lubis, Lc, MA KAJIAN AL-HUJJAH.webm

==

Urgensi Manhaj Dalam Mencapai Kejayaan Umat-UstadzAbdurrahman Thoyyib.webm

Tentang Ilmu Kasyaf dan Menggandeng Tangan Ke Surga Menyoal UAH UAS-Ustadz Syirik Kecil dan Jenisnya-Ustadz Ali Ahmad.webm

Hakikat Istighfar-Ustadz Dr.Firanda Andirja.webm

Ada Apa Di Malam Nifsu Sya’bab-Ustadz Abu Zubeir AlHawary.mp3

Cara Meraih Barokah-Ustadz Abdurrahman Thayyib.webm

Cinta Kepada Allah dan Konsekuensinya-Ustadz Sofyan Chalid Idham Ruray.webm

Hakikat Keselamatan-Ustadz Rizal Yuliar Putrananda.webm

Haruskah Mengakui Pemimpin Dari Hasil Demokrasi-Ustadz Sofyan Chalid Idham Ruray.webm

Meraih Surga Allah-Ustadz Abdurrahman Thayyib.webm

Politik Bukan Duniamu Kembalilah Ke Majelis Ilmu-Ustadz Harits Abu Naufal.webm

Referensi Ahlus Sunnah Dalam Beraqidah-Ustadz Abdurrahman Thoyyib.webm

~webm diputar dgn aplikasi mx player di android~

==

Nasehat Setelah Pemilu 2019-Ustadz Ahmad Sabiq,Lc

Tausiah Umum (Penerjemah: Ustadz Ali Basuki, Lc) *Syaikh Prof. Dr. Adil as-Subai’iy ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ *(- Guru Besar Qismus Sunnah, Fakultas Ushuluddin Universitas Muhammad bin Su’ud,Sesi1 Sesi2

PRINSIP PRINSIP HIDUP DI MASA FITNAHBERSAMA PEMATERI AL USTADZ ABU YAHYA ASRI AL BUTHONY HAFIDZAHULLAH TA’ALALINK DOWNLOAD

Bekal Berharga DiBulan Yang MuliaBersama Pemateri-Ustadz IBNU YUNUS ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

INILAH JALANKU YANG LURUS-USTADZ FARHAN ABU FURAIHAN HAFIZHAHULLAH.

INGIN MEWARNAI NAMUN AKHIRNYA TEWARNAI ( Belajar Dari Kisah Imron Bin Hiththan )-Ustadz Farhan Abu Furaihan HafidzahullohSESI 1 SESI 2

PERSAUDARAAN KAUM MUSLIMIN-Ustadz Salman Mahmud

[KAJIAN MUSLIMAH] WANITA YANG DIRINDUKAN SURGA-Ustadz Salman Mahmud

IKHLAS DALAM BERAMAL-Ustadz Salman Mahmud

 =

Ebook

Bahaya Televisi

===

➡ Musuh Dalam Selimut

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga

hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah

menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam

https://free.facebook.com/groups/409575513161120?

 

==

MUSUH DALAM SELIMUT

Oleh: Abdullah Zaen, Lc., MA

“Bagai musuh dalam selimut” adalah sebuah peribahasa yang memiliki makna: orang dekat yang berkhianat diam-diam. Musuh yang berasal dari kalangannya sendiri. Musuh dekat yang dapat membuat celaka.

Jadi, musuh kita, bisa jadi adalah orang yang terdekat dengan kita! Hal itu telah diingatkan Allah jalla wa ‘ala dalam firman-Nya,

[arabic-font]”يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ”.[/arabic-font]

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah terhadap mereka”. QS. At-Taghabun (64): 14.

✅ Istri dan anak yang merupakan musuh kita adalah mereka yang menghalangi kita dari jalan Allah dan melemahkan semangat dalam beribadah. Maka berhati-hatilah untuk mengikuti arahan mereka! Demikian penafsiran yang disampaikan Imam ath-Thabary.

Manusia bertabiat mencintai anak dan istri. Maka Allah menasehati para hamba-Nya agar jangan sampai kecintaan tersebut berakibat terseret mengikuti keinginan-keinginan mereka yang menyimpang dari agama.[1]

✅ Manakala Anda akan berzakat, lalu istri menyampaikan seribu satu alasan; ingin beli kulkas baru lah, anak minta uang jajan lebih lah, perlu beli televisi yang lebih besar lah. Berhati-hatilah, istri Anda sedang terjangkiti virus musuh.

✅ Manakala Anda membangunkan anak untuk berangkat shalat Shubuh di masjid, kemudian istri menghalangi dengan alasan kasihan masih ngantuk; maka berhati-hatilah, itu merupakan salah satu indikasi adanya sifat musuh dalam diri istri.

✅ Manakala Anda ingin berpegang dengan prinsip akidah dan sunnah, lalu istri berargumen, “Jangan lah pak, ntar kita jadi bahan omongan tetangga”; berhati-hatilah, itu pertanda istri berpeluang untuk menjadi musuh.

✅ Adapun istri yang merupakan teman setia Anda adalah: istri yang membangunkan Anda manakala suara adzan dikumandangkan, saat Anda masih tertidur lelap.

Istri yang mengingatkan Anda manakala zakat belum Anda tunaikan.

✅ Istri yang menghibur Anda, manakala Anda dijauhi tetangga karena berpegang teguh dengan prinsip agama dan bahkan memotivasi Anda untuk terus meniti jalan kebenaran. Sebagaimana yang dilakukan ibunda kita; Khadijah radhiyallahu’anha tatkala menghibur suaminya; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang ketakutan dan merasa khawatir saat wahyu turun pertama kali pada beliau. Khadijah berkata,

[arabic-font]”كَلَّا وَاللَّهِ مَا يُخْزِيكَ اللَّهُ أَبَدًا؛ إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ، وَتَحْمِلُ الْكَلَّ، وَتَكْسِبُ الْمَعْدُومَ، وَتَقْرِي الضَّيْفَ، وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ”.[/arabic-font]

Demi Allah tidak mungkin! Allah tidak akan pernah menghinakanmu. Sebab engkau selalu bersilaturrahmi, meringankan beban orang lain, memberi orang lain sesuatu yang tidak mereka dapatkan kecuali pada dirimu, gemar menjamu tamu dan engkau membantu orang lain dalam musibah-musibah”. HR. Bukhari (hal. 2 no. 3) dan Muslim (II/376 no. 401).

✅ Namun demikian, andaikan pada beberapa momen, istri bersikap sebagai musuh kita, itu tidak otomatis lantas membuat kita bersikap kasar dan tidak membuka pintu maaf untuknya. Namun justru kita berkewajiban untuk menasehatinya dengan tutur kata yang lembut dan penuh kasih sayang. Hal ini Allah ingatkan di akhir ayat QS. At-Taghabun (64): 14 tersebut di atas,

[arabic-font]”وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ”.[/arabic-font]

Artinya: “Jika kalian maafkan dan kalian santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh Allah Maha Pengampun Maha Penyayang”.

[1] Tafsîr as-Sa’dy (hal. 804).

==

  • Musuh Dalam Selimut

Globalisasi membuat dunia seakan tanpa batas. Salah satu ‘hasil’-nya, tayangan-tayangan televisi mengalir deras mewarnai kehidupan sebagian besar rumah tangga muslim tanpa terbendung. Ini jelas membawa implikasi serius. Tanpa disadari, kerusakan akhlak telah menjadi ancaman di depan mata.

Kususun tulisan yang sederhana ini, menghimpun akibat buruk media televisi dan media audiovisual lainnya.

Pertama, melalui layar televisi dan media sejenis, seseorang akan memandang wanita, padahal hal ini diharamkan, sama saja baik memandang kepada diri wanita tersebut maupun sekadar gambarnya. Firman Allah ‘azza wa jalla:

قُل لِّلۡمُؤۡمِنِينَ يَغُضُّواْ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِمۡ وَيَحۡفَظُواْ فُرُوجَهُمۡۚ

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaknya mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka.” (an-Nur: 30)

Apabila memandang wajah wanita tidak diperbolehkan, bagaimana pula dengan orang yang melihat rambut wanita, terkadang dada bahkan seluruh tubuhnya, seakan-akan wanita tersebut adalah hewan yang berjalan di atas bumi. Semua itu, biasanya menimbulkan keinginan atau fantasi untuk melakukan hal-hal yang Allah ‘azza wa jalla haramkan kaitannya dengan hasrat seksual.

Demikian pula seorang wanita akan memandang laki-laki, sementara seorang wanita berdosa apabila memandang laki-laki. 

✅ Allah ‘azza wa jalla berfirman:

وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ

Dan katakanlah kepada kaum wanita yang beriman, hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka.” (an-Nur: 31)

Kedua, media ini menayangkan sisi buruk kehidupan masyarakat Barat serta visualisasi tentang gaya hidup musuh-musuh Islam yang acap ditiru oleh kaum muslimin.

✅ Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dihasankan oleh Ibnu Taimiyah, Ibnu Hajar, dan asy-Syaikh al-Albani sebagaimana dalam Jilbabul Mar’ah al-Muslimah, hlm. 203—204, dan juga oleh asy-Syaikh Muqbil)

Ketiga, menonton televisi berarti telah menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tidak ada manfaatnya.

✅ Sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dua nikmat yang sebagian besar manusia terlena karenanya, (yakni) kesehatan dan waktu luang.” (Sahih, HR. al-Bukhari)

➡ Keempat, shalat pun terabaikan dari waktunya. Terkadang berkumandang panggilan shalat ketika sebuah acara TV berlangsung, namun ia tidak menyambutnya hingga tuntasnya acara. Atau ia pergi menunaikannya, namun hatinya tersibukkan oleh keinginan untuk kembali mengikuti kelanjutan tayangan itu, sehingga menghilangkan kekhusyukan shalatnya.

✅ Allah ‘azza wa jalla berfirman:

فَوَيۡلٞ لِّلۡمُصَلِّينَ ٤ ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ ٥

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu yang lalai dari shalatnya.” (al-Ma’un: 4—5)

إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتۡ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ كِتَٰبٗا مَّوۡقُوتٗا ١٠٣

Sesungguhnya shalat adalah ketetapan yang telah ditentukan waktunya bagi kaum yang beriman.” (an-Nisa’: 103)

Kelima, anak-anak terdidik oleh keyakinan-keyakinan yang rusak melalui film-film kartun. Padahal cukup bagimu adanya hukum akan haramnya gambar hewan dan makhluk yang bernyawa, yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkannya.

✅ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيُقَالُ لَهُمْ: أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ

Sesungguhnya pembuat gambar-gambar ini, mereka akan diazab pada hari kiamat dan dikatakan kepada mereka: ‘Hidupkanlah ciptaanmu ini’.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Apa yang akan kita lihat dalam diri anak yang belajar dari film kartun? Bertakwalah kepada Allah ‘azza wa jalla, wahai ayah bunda! Isilah waktu anak-anak kita dengan kesibukan menghafal Al-Qur’an maupun Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena kita akan ditanya tentang mereka pada hari kiamat nanti.
Apa yang akan kita lihat dalam diri anak yang belajar dari film kartun? Bertakwalah kepada Alla

✅ Allah ‘azza wa jalla berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ ٦

Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, di dalamnya terdapat malaikat-malaikat yang keras lagi kasar yang tidak pernah memaksiati Allah dalam apa yang diperintahkan kepada mereka, dan mereka melaksanakan apa yang diperintahkan pada mereka.” (at-Tahrim: 6)

••~~•~~•~~ (Lanjut ke Halaman 2) ••~~•~~•~