Meminta dan Berharap Hanya Kepada Allah 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Meminta dan Berharap Hanya Kepada Allah-Ustadz Yazin Bin AbdulQadir Jawas.mp3

Cinta Kepada Allah & Konsekuensinya-Ustadz Sofyan Chalid Idham Ruray.webm

Manusia Dikumpulkan dan Mengalami Perhitungan Amal -Ustadz Dr. Sufyan Baswedan, M.A.webm

Bekal Di Alam Kubur Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA.webm

Bersaing Menggapai Surga Tertinggi – Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A..webm

Ceramah Pendek Agungnya Nikmat Tauhid Ustadz Dahrul Falihin, Lc.m4a

Himpitan Alam Kubur – Ustadz Dr. Sufyan Baswedan, M.A.webm

Khadijah Cinta Yang Tidak Pernah Hilang – Ust. Syariful Mahya Lubis, Lc, MA KAJIAN AL-HUJJAH.webm

.

Nasehat Setelah Pemilu 2019-Ustadz Ahmad Sabiq,Lc

Tausiah Umum (Penerjemah: Ustadz Ali Basuki, Lc) *Syaikh Prof. Dr. Adil as-Subai’iy ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ *(- Guru Besar Qismus Sunnah, Fakultas Ushuluddin Universitas Muhammad bin Su’ud,

lPRINSIP PRINSIP HIDUP DI MASA FITNAHBERSAMA PEMATERI AL USTADZ ABU YAHYA ASRI AL BUTHONY HAFIDZAHULLAH TA’ALALINK DOWNLOAD

Bekal Berharga DiBulan Yang MuliaBersama Pemateri-Ustadz IBNU YUNUS ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

INILAH JALANKU YANG LURUS-USTADZ FARHAN ABU FURAIHAN HAFIZHAHULLAH.

INGIN MEWARNAI NAMUN AKHIRNYA TEWARNAI ( Belajar Dari Kisah Imron Bin Hiththan )-Ustadz Farhan Abu Furaihan HafidzahullohSESI 1-SESI 2

PERSAUDARAAN KAUM MUSLIMIN-Ustadz Salman Mahmud

([KAJIAN MUSLIMAH] WANITA YANG DIRINDUKAN SURGA-Ustadz Salman Mahmud

IKHLAS DALAM BERAMAL-Ustadz Salman Mahmud

Hukum Meminta-Minta-Ustadz Armen Halim Naro

Takut dan berharap hanya Kepada Allah-Ustadz Mizan Qudsiyah

Keutamaan berharap hanya Kepada Allah-Syaikh Prof.DR. Abdur Rozzaq Al Badr

••

Bertaubatlah Sehingga Kalian Beruntung-Ustadz Syariful Mahya.webm
https://app.box.com/s/1e6ihly23bmjdlmxvcdgbqv2ni3mrfs5

Hakekat Makna Kalimat Tauhid – Ustadz Mizan Qudsiah, Lc. MA.webm
https://app.box.com/s/pfvl14bynfv40zg5nsfxhzorjzmt32zd

Harus Siap Menghadapi Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA.webm
https://app.box.com/s/t7wuj9avepwoyfdeuhqkjxzdh4zajmuw

Jihad dan Muhajadah-Ustadz Syariful Mahya.webm
https://app.box.com/s/hwwrq6flgmxiargs139ry010okhkob0r

Kajian Muslimah Cara Menjaga Kehormatan Wanita – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc..webm
https://app.box.com/s/qtgx688jioh16yybgsbb6ahcztfy1r0k

Kisah Taubat Vice President Bank Konvesional Ust. Dr. Erwandi Tarmizi, MA.webm
https://app.box.com/s/w5g9zuym6bpa0jnpimk6dz2atb7sp87q

Kobarkan Semangat Menyambut Ramadhan Dr. Firanda Andirja, MA.webm
https://app.box.com/s/ibp09f2hufuk7ujrnlbtnz9tuz69ja4i

ORANG PINTAR YANG SELALU INGAT MATI USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .webm
https://app.box.com/s/gyoo65355bys70r4dzhtwysvn2bmtt27 

Saling Tolong Menolong Dalam Kebaikan & Ketaqwaan – Dr.Syafiq Riza Basalamah, MA.webm
https://app.box.com/s/t4wik7qktxgr3aq9c3mtvvmf0qexzntt

SOAL JAWAB SEBAIK-BAIKNYA AMALAN ADALAH SHALAT USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .webm
https://app.box.com/s/s0m5m86kr9fxn3vh17z5ck1dm6bj5byv

TUDUHAN KEJI WAHABI USTADZ YAZID BIN ABDUL QODIR JAWAS ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .webm
https://app.box.com/s/h9kxxbktuptb8876hqu2dc7973doh3nz

Cambuk Hati Sahabat Nabi – Al Ustadz Abu Ubaidah Yusuf Sidawy
https://app.box.com/s/bwzwk5duku79uobrdjnwch8e0r39ykui  

(webm diputar dgn aplikasi MX Player)
••

===

➡ Meminta dan Berharap Hanya Kepada Allah

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

==

NASEHAT USTADZ YAZID BIN ‘ABDUL QADIR JAWAS -hafizhahullaah- (MEMINTA DAN BERHARAP HANYA KEPADA ALLAH)

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

➡ Antum perhatikan:

Allah memberikan rezeki kepada orang kafir,

– memberikan rezeki kepada orang fajir yang jahat,

– Allah memberikan rezekikepada orang yang berbuat maksiat;

maka tidak mungkin Allah Allah nggak berikan rezekikepada kita yang ruku’ dan sujud kepada Allah.

➡ Harus yakin seperti itu.

Setiap thalibul ‘ilmi (penuntut ilmu), setiap muslim: harus yakinbahwa jika melaksanakan perintah Allah; maka pasti diberikan rezeki oleh Allah:

Kita menuntut ilmumerupakan kewajiban, makapasti akan diberikan rezeki oleh Allah.

– Kita ibadah tetap terus jalan, dan Allah akan berikan rezeki.

– Kita dakwah terus jalan, danjangan mengharapkan sesuatu dari manusia. Tetapi kebanyakan manusia mengharap sesuatu pada manusia, dan mereka minta-minta; padahal minta-minta hukumnya haram dalam Islam.

Bahkan ada da’i yang mengharapkan: “Saya ngajarharus dikasih uang, saya nggak mau kalau nggak dapat uang.” Hal semacam ini tidak boleh dalam Islam. Kewajiban menyampaikan dakwah wajib.

Ketika seorang menjadi imam shalat; maka dia wajib untuk mengimami, ketika adzan dikumandangkan; maka muadzin wajib untuk mengumandangkan adzan. Ibadah wajib, termasuk:menuntut ilmu adalah]wajib.

Maka kita mengharapkanrezeki dari siapa? Dari Allah, bukan dari manusia.

Tidak boleh kita iri kepada orang lain, dan tidak boleh dengkikepada orang lain, tapi minta kepada siapa? Kepada Allah.

✅ Allah sebutkan dalam SuratAn-Nisaa’ ayat 32:

{وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا}

Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisaa’: 32)

Oleh karena itu dikatakan olehImam Ibnul Qayyim -rahimahullaah- dalam kitabnya“Madaarijus Saalikiin”:

Orang yang meminta-minta kepada manusia: rusak TauhidRububiyyah-nya.”

Kalau kita lihat banyakpenuntut ilmu minta kepada penuntut ilmu yang lain, dan da’i minta kepada muridnya; maka initidak boleh dalam Islam.

✅ Mintalah kepada Allah:

{وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ}

Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.” (QS. An-Nisaa’: 32)

Dengan kita beribadah kepada Allah; maka Allah berikan rezeki kepada kita dengan rezeki seperti air yang mengalir.

Jangan mengharap sesuatukepada manusia; sehingga dengan demikian kita menjadi orang yang paling kaya di muka bumi ini. Tapi banyak orang yang tidak faham, ada orang yang katanya mengajarkan Tauhid, KitabTauhid; tapi masih meminta-minta kepada orang; maka hal initidak boleh tidak dalam Islam. Tidak boleh kita ceritakan urusan kita kepada orang supaya dibantu; seperti kalau ada yang bertanya: “Ustadz, bagaimanakabarnya?” Maka dijawab: “Baik,cuma anak saya sakit.” Tujuannyasupaya orang bantu anaknya sakit. Ada lagi yang bertanya:“Bagaimana kabarnya?” Dijawab:“Baik, cuma anak saya belum bayar SPP.” Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah. Ini merupakan bentuk menghinakan diri kepada manusia, dan hal ini tidak boleh dalam Islam.

Kita harus memiliki ‘izzah (keperkasaan/kemuliaan), oleh karena itulah Nabi -shallallaahu‘alaihi wa sallam- bersabda:

وَاعْلَمْ أَنَّ شَرَفَ الْمُؤْمِنِ قِيَامُهُ بِاللَّيْلِ وَعِزَّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

Ketahuilah, bahwa kemulian seorang mukmin: shalatnya dia di tengah malam, dan keperkasaannya: tidak mengharap sesuatu dari manusia.” [HR. Ath-Thabrani dalam “Al-Mu’jamul Ausath, Abu Nu’aim dalam “Hilyatul Aulia”, dan Al-Hakim dalam “Al-Mustadrak”]

✅ Kita tidak meminta-minta kepada manusia, tapi hanyaminta kepada Allah. Allah lah yang mengajarkan:

{وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ}

Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.” (QS. An-Nisaa’: 32)

Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- mengajarkan kepada Ibnu ‘Abbas -radhiyallaahu ‘anhumaa- yang masih remaja:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ

Apabila engkau minta; maka mintalah kepada Allah, dan kalau engkau minta tolong; maka minta tolonglah kepada Allah.”

✅ Inilah yang kita baca setiap hari dalam Shalat:

{إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}

Hanya kepada Engkaulah kami beribadah, dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

Dalam pembahasan Tauhid Rububiyyah, dari segi rezeki ini saja belum yakin: masih banyak keluhan; baik dari ustadznya,penuntut ilmunya, dan istrinya juga, terus mengeluh dan tidakada habisnya. Tidak ada syukur kepada Allah.

Padahal, seandainya kita punya cuma satu gelas kecil walaupun tidak ada yang lain, tapi kita bisa masak, kita makan dan istri kita bisa makan: maka itu merupakan nikmat dari Allah, walaupun seandainya kita tidak punya yang lain; maka itu sudah cukup Allah berikan kepada kita, meskipun tidak ada lauk; tapi itu sudah cukup, karena banyak orang yang lebih susah dari kita.

Maka Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan kepada kita:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلُ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ

Lihatlah kepada yang bawahmu, jangan lihat yang atas;supaya engkau tidak menganggap remeh nikmat Allah kepadamu.”

✅ Jadi kita bersyukur kepada Allah. Bahkan kata Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-: orang yang diberikan aman oleh Allah, kesehatan, dan dia punya rezeki walau pas-pasan; maka seolah-olah ia menguasai dunia. Karena nikmat Allah sangat banyak, dan kalau kita menghitung nikmat mata, nikmat telinga, dan nikmat-nikmat yang lain; maka sangat banyak, dan wajib kita syukuri.

Maka kalau ada kekurangan sedikit dari harta; janganlah kita keluhkan kepada manusia. Karena yang memberikan rezeki adalah Allah; maka bagaimana bisa kita keluhkan Allah kepadamanusia?! Ini salah!! Yang benar adalah: kita mengeluhkannya kepada Allah: “Ya Allah, saya tidak punya beras. Ya Allah, saya tidak punya uang. Ya Allah, saya tidak punya biaya untuk Rumah Sakit, untuk sekolah anak.”

Mintalah kepada Allah, dan adukanlah semuanya kepada Allah; jangan manusia! Karena yang mau mendengarkan keluhan kita hanyalah Allah saja, yang mendatangkan manfaat kepadakita hanyalah Allah, dan yang menolak bahaya hanya Allah. Kita harus yakin seyakin-yakinnya.

Ini masih pembahasan Rububiyyah, dan ini saja kalau dikaji luas; barulah kita bisa memahaminya.

-ditranskrip dan diedit oleh: Ahmad Hendrix

Sumber: https://youtu.be/6LZCTSdBhtI

==

  • Sudah Ditanggung Allah

Oleh: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA

Salah satu masalah yang paling memusingkan banyak orang, pribadi maupun negara, adalah masalah rezeki. Pengangguran meruyak di mana-mana. Tidak sedikit orang yang stress, bahkan bunuh diri, gara-gara himpitan ekonomi.

Padahal sebenarnya kita tidak perlu mengalami kondisi buruk kejiwaan seperti itu. Apalagi bila kita mengenal Allah ta’ala dengan baik.

Ketahuilah bahwa rezeki seluruh makhluk tanpa terkecuali sudah ditanggung Allah ta’ala. Di dalam al-Qur’an telah dijelaskan,

[arabic-font]”وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا”[/arabic-font]

Artinya: “Tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi ini; melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya”. QS. Hud (11): 6.

✅ Statemen di atas adalah janji dari Allah ta’ala. Dan sebagaimana telah maklum bahwa Allah itu tidak mungkin mengingkari janji-Nya.

Bila ada orang kaya nan jujur dan dermawan bersedia menjamin biaya kehidupan Anda selama satu tahun misalnya, saya yakin Anda pasti akan merasa senang sekali. Bagaikan kejatuhan durian runtuh. Anda akan menghadapi kehidupan setahun ke depan dengan penuh optimisme.

Mengapa giliran Allah yang menjamin rezeki kita, lantas ada di antara kita yang merasa pesimis dalam menghadapi hidup ini? Bukankah Allah jauh lebih kaya, jujur dan dermawan dibanding orang kaya di atas?

  • Penuhi syarat-Nya!

Namun tentunya perlu dibedakan antara optimis dengan nekat.

Allah akan menjamin rezeki kita, bila syarat yang digariskan-Nya kita penuhi. Yakni tekun beribadah kepada-Nya.

Menarik sekali untuk kita cermati firman Allah berikut ini,

[arabic-font]”وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (56) مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (57) إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ (58)”[/arabic-font]

Artinya: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan yang sangat kokoh”. QS. Adz-Dzariyat (51): 56-58.

✅ Allah menjelaskan bahwa tujuan utama diciptakannya jin dan manusia adalah agar beribadah kepada-Nya. Setelah itu Allah menegaskan bahwa Dialah Sang Pemberi rezeki.

Seakan Allah ingin menjelaskan agar kita menjalankan saja tugas utama tersebut, yakni sibukkan diri dengan beribadah. Niscaya timbal baliknya, pasti Allah akan menjamin rezeki kita.

Tapi bukan berarti kita tidak perlu bekerja mencari nafkah. Sebab menafkahi anak dan istri pun juga ibadah.

Hanya saja jangan sampai upaya kita dalam mencari rezeki justru malah melalaikan kita dari ibadah-ibadah pokok, seperti shalat dan yang semisalnya.[1] Dan jangan pula kita melanggar aturan Allah serta menghalalkan segala cara demi mendapatkan rezeki.

Rezeki Allah pasti kita dapatkan dengan cara-cara yang halal. Andaikan kita dapatkan dengan cara yang haram pun, tentu tidak akan mendatangkan keberkahan.

Semoga renungan singkat ini bermanfaat…

= ~~~••~~~ (Lanjut ke Halaman 2) ~~~••~~~