Mungkin Dulu Aku Salah Kriteria dan Beberapa Tipe Laki-Laki yang Harus Dijauhi Ketika Memilih Pendamping Hidup

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Bekal Ilmu Dalam Beribadah Di Bulan Ramadhan – Ustadz Dr. Aspri Rahmat Azai, MA.webm

Perusak – Perusak Aqidah Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA.webm

Berhati Hati dari Sering Terlambat Sholat Jamaah Ustadz Ayman Abdillah.m4a

Ceramah Agama Keutamaan Bulan Ramadhan – Ustadz Ahmad Firdaus, Lc..webm 

Ceramah Agama Wasiat Ummul Mukminin Aisyah – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc., M.A..webm

Fiqih Ramadhan – Ustadz Jefri Halim, MA.webm 

Hukum – Hukum Seputar Puasa – Ustadz AdeAgustian,Lc.webm

Keluarga Sakinah-Ustadz Dr.Firanda Andirja.webm

Kitab Shahih Bukhari Kabar Gembira bagi Orang Bertauhid -Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc., M.A..webm

Menjaga Nikmat Keamanan Negeri- Ustadz Sofyan Chalid Ruray.webm

Sifat-sifat Istri Shalihah Calon Penghuni Surga-Ustadz Sofyan Chalid Ruray.webm

Wanita yang Masuk Surga dari Pintu Mana Saja yang Dikehendakinya- Ustadz Sofyan Chalid Ruray.webm

Andai aku Tidak Menikah Dengannya-Dr. Syafiq Riza Basalamah,MA.webm  

Fiqih Nikah-Ust.Ahmad Sabiq 

==

Ebook

Manhajus Salikin (3): Kitab Waris, Kitab Nikah & Kitab Mahar (Matan & Terjemahan)

Ensiklopedi Fiqih Islam_6 Kitab Munakahat-149Hlm

Fikih Munakahat(Fiqih seputar pernikahan. Di mulai dari pembahasan; sebelum pernikahan, ketika pernikahan, hingga hal-hal yang dapat memutuskan hubungan pernikahan)

Fikih Munakahat Bab1-48Hlm

Fikih Munakahat Bab2-105Hlm

Fikih Munakahat Bab3-84Hlm

Tuntunan Menggapai keluarga sakinah gratis disertai kiat-kiat memperbaiki rumah tangga Karya : Syaikh Abu Muhammad Ibnu shahih Hasbullah 58Hlm

Bagaimana Merajut Benang Pernikahan Secara Islami-Abu Salma 44Halaman

Kado Pernikahan-Abdullah Bin Muhammad Al-Dawud 378Halaman

Kado Pernikahan-Mahmud Mahdi Al-Istanbuli 552 Hlm

Kado Pernikahan [kumpulan fawaid ilmiyyah seputar pernikahan, kehidupan berumah tangga dan pendidikan anak.] Format CHM FILE

==

➡ Mungkin Dulu Aku Salah Kriteria dan Beberapa Tipe Lelaki yang Jangan Kau Pilih Wahai Saudariku Sebagai Suamimu

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

  • Mungkin Dulu Aku Salah Kriteria

Mungkin dulu aku salah kriteria ucap salah seorang istri yang menyesal karena dulu kurang memperhatikan kriteria agama dalam memilih calon suaminya, ketika itu dia lebih mengedepankan kriteria kemapanan untuk calon suaminya. Apa yang dialaminya mungkin tidak separah apa yang pernah kita dengar atau bahkan saksikan dari kisah-kisah yang memilukan dari seorang istri yang hidup bersama suami yang tidak shalih. Bahkan di sana ada salah seorang wanita yang telanjur memilih laki-laki yang tidak shalih menjadi pendamping hidupnya, yang akhirnya membawa kejelekkan dan bahaya bagi wanita tersebut di dunia dan akhirat, bahkan tidak cukup sampai di situ orang tua dan adik serta kakaknya pun sedikit banyak mendapat imbas dari suaminya tersebut -hanya kepada Allah-lah kita mengadu -.

Kalau kita ingat sebuah hadits bagaimana Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam jauh-jauh hari menasehati  para wali dan orang tua untuk mencari suami yang shalih untuk putrinya, maka Insya Allah kebahagian yang ia dapatkan dalam rumah tangganya, bahkan dengan idzin Allah menjadi sebab kebahagian di dunia dan di akhirat.

Sebagaimana dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda : “Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, nasabnya, kecantikkannya, dan karena agamanya dan pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung. “ (HR. Bukhari dari shahabat Jabir bin Abdillah)

Dalam hadits lain Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda : “ Jika datang kepada kalian seorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakkan yang besar. “ (HR. at-Tirmidzi, al-Baihaqi dan ini lafadznya, dihasankan oleh syaikh al-Albani)

Seseorang datang kepada al-Hasan al-Bashri dan bertanya kepadanya, “ Pria manakah yang engkau suruh untuk aku menikahkannya dengan putriku?” Hasan al-Bashri Rahimahullaah menjawab : “ Nikahkanlah ia dengan pria yang beriman karena bila ia mencintainya maka ia akan memuliakannya. Dan bila ia tidak mencintainnya maka dia tidak akan mendzaliminya.“ (Ni’matuz Zawaaj wa Shalaahuz Zawjain, Syaikh  Abu Munir ‘Abdullah bin Muhammad ‘Ustman adz-Dzamari : 22).

Qadarullaah semua sudah terjadi tinggal dicari solusi syar’inya di samping banyak berdoa kepada Allah dan bershabar.

Adapun bagi para muslimah yang belum menikah semoga tulisan ini sebagai nasehat yang bermanfaat untuk kalian, semoga apa yang menimpa sebagian dari wanita tidak menimpa kepada kalian.

Wahai saudariku… pililah laki-laki shalih yang baik agama dan akhlaknya menjadi suamimu Insya Allah hal tersebut akan menjadi sebab seseorang mendapat kebahagian dalam rumah tangganya. Dan janganlah memilih tipe laki-laki di bawah ini.

  • Pertama: Laki-laki beda agama.

Di antara malapetaka yang besar ketika seorang muslimah memilih calon pendampingnya dari laki-laki kafir, baik dari kalangan Yahudi, Nashrani ataupun orang-orang musyrik. Haram hukumnya seorang muslimah untuk dinikahkan dengan orang kafir (Yahudi, Nasrani dan musyrik).

✅ Allah Ta’aala berfirman :

وَلا تُنكِحُوا المُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُوْلَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ

Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan idzin-Nya.” (Qs. Al Baqarah : 221)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ المُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلا هُمْ يَحِلُّونَ

Wahai orang-orang yang beriman, apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka, jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka…” (Qs. al-Mumtahanah : 10)

Dan berapa banyak dari sebab menikahnya seorang muslimah dengan orang kafir menyebabkan mereka pindah agama. –naudzubillaah– adakah kecelakaan, kesengsaraan dan kerugian yang lebih besar daripada ini.

✅ Allah Ta’aala berfirman :

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُوْلَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Qs. al-Baqarah : 217)

  • Kedua : Laki-laki yang manhaj dan aqidahnya menyimpang

Ketika kita ingin menikah tentu kebahagian yang kita inginkan dalam rumah tangga dan kehidupan kita di dunia ini. Bahkan tidak cukup sampai di sini, juga kebahagian di akhirat kelak yang kita inginkan. Apakah kita hanya ingin senang dan bahagia di dunia saja tapi di akhriat kita mendapatkan kesengsaraan dan kepedihan adzab Allah. Tentu tidak…!!!

Maka dari itu pilihlah calon suamimu yang menjadi sebab engkau akan bahagia di dunia dan akhirat. Yang bisa membimbingmu, menasehatimu dan menjadi sebab kebaikkanmu di dunia dan di akhirat. Tidaklah hal itu bisa dilakukakan kecuali oleh suami yang shalih.

Apakah kalian berharap hal itu dari suami yang tidak shalih…?! Jangan harap wahai saudariku…!!. Jangankan menjadi sebab kebaikkan untuk dirimu di dunia dan di akhirat, tidak menjadi sebab kecelakaan dan kesengsaraanmu di dunia dan di ahirat saja suatu hal yang sulit untuk dibayangkan tidak terjadi. Maka dari itu wahai saudariku pilihlah laki-laki shalih niscaya kalian akan beruntung di dunia dan di akhirat kelak.

  • Lalu siapakah laki-laki shalih itu…?.

✅ Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin memberikan definisi orang shalih adalah : “ Seseorang yang menunaikan hak Allah dan hak hamba Allah.“ (Syarhu Kasyfisy Syubhaat : 25)

Seseorang dikatakan shalih ketika ia memiliki  aqidah dan manhaj yang lurus sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya ajarkan. Diantaranya dia tidak melakukan perbuatan yang melanggar hak Allah yang terbesar yaitu mentauhidkan Allah. Dia tidak melakukan perbuatan kesyirikkan. Seperti mengkeramatkan kuburan, atau mendatangi dukun serta membenarkan perkataannya dan semisalnnya.

Wahai muslimah, saudari bisa bayangkan bagaimana ketika saudari mempunyai seorang suami yang menyuruh berbuat syirik (menyekutukkan Allah) atau meminta bantuan saudari untuk membantunya untuk melakukan kesyirikan kepada Allah, sebuah dosa besar yang Allah tidak akan mengampuni pelakunyanya bahkan pelakunya kekal didalam neraka jika dia mati dalam keadaan belum bertaubat dari dosa syirik akbar (besar).

✅ Allah Ta’aala berfirman :

إِنَّ اللهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh , dia telah berbuat dosa yang besar.” (Qs. An-Nisa : 48)

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatau dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah  neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang dzalim itu.” (Qs. al-Maidah : 72)

Dan bukanlah seorang yang shalih seseorang yang memiiliki pemikiran-pemikiran yang menyimpang dari aqidah dan manhaj yang haq (benar) seperti pemikiran khawarij yang kerjaannya membrontak pemerintah kaum muslimin atau mengkafirkan pelaku dosa besar yang bukan kekufuran.

Atau pemikiran dari kelompok-kelompok sesat yang melenceng dari agama islam, seperti islam jama’ah (LDII) atau NII, atau kelompok yang tidak memperhatikan dan menjadikan tujuan dakwahnya agar ummat mentauhidkan Allah, sibuk dengan perkara yang lain. Atau seseorang yang gemar melakukan bid’ah dalam kehidupan agamanya. Karena itu semua bentuk dari tidak menunaikah hak Allah yaitu taat kepada-Nya.

Adapun menunaikan hak hambanya berbuat baik kepada mereka, menasehati mereka dan tidak berbuat dzalim kepadanya.

  • Ketiga : Laki-laki yang tidak shalat.

Di antara tipe laki-laki yang harus dijauhi adalah laki-laki yang tidak mengerjakan shalat. Sebuah ibadah yang sangat agung bahkan rukun Islam yang kedua yang menjadi pembeda antara seorang muslim dan kafir. Seseorang yang meninggalkan shalat  berarti dia telah melakukan dosa yang sangat besar bahkan dosa kekufuran.

✅ Allah Ta’aala berfirman :

 وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَلا تَكُونُوا مِنَ المُشْرِكِينَ

“Serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.” (QS. Ar-Rum : 31)

Rasullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda : ” Sesungguhnya pembatas  antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim Jabir bin Abdullah Radhiyallaahu ‘anhu)

Dalam hadits lain Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda, ” Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa yang meninggalkan shalat maka sungguh dia telah kafir.“ (HR. Imam Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Majah dishahihkan Syaikh al- Albani).

Berkata asy–Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullaah : ” Kami mendapati  di dalam al-kitab (al-Qur’an) dan as-Sunnah yang keduanya menunjukkan atas kafirnya orang yang meninggalkan shalat.”  (Hukmu Tarkis Shalah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin : 6)

Lalu apa yang diharapkan dari tipe laki-laki seperti ini setelah kita membaca ayat dan hadits serta penjelasan ulama di atas…!!! disamping itu tidak boleh menikahkan wanita muslimah dengan orang yang tidak shalat

  • Keempat : Laki-laki yang meninggalkan shalat jama’ah.

Kewajiban laki-laki adalah melaksanakan shalat dengan berjamaah, hal ini sebagaimana Allah Ta’aala berfirman :

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat , tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS. al-Baqarah : 43)

Berkata asy-Syaikh al-Alamah Abdul Aziz bin Baaz  Rahimahullaah : ” Ayat yang mulia ini merupakan nash (dalil) wajibnya shalat berjama’ah dan kebersamaan orang-orang yang shalat dalam shalat mereka.” (Wujuubu Ada’ais Shalah fil Jama’ah, Syaikh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullaah)

Maka sebagai orang tua harus memperhatikan calon suami putri-putrinya apakah ia seorang yang melaksanakan shalat berjama’ah atau tidak. Karena shalat adalah barometer penilaian baik dan tidaknya seseorang.

  • Kelima : Laki-laki yang durhaka kepada orang tuanya.

Wahai saudariku, kalau kalian ingin tahu baik dan tidaknya seseorang lihatlah bagaimana keseharian dia dalam bermu’amalah kepada orang tuanya. Apakah dia seorang yang senantiasa  berbakti kepada orang tuanya, apakah ia berlaku berlemah lembut kepadanya, apakah dia termasuk anak yang berusaha agar orang tuannya mendapat hidayah dan seterusnya, maka jika iya Insya Allah dia termasuk orang yang baik dan jika tidak maka ia termasuk orang yang tidak baik. Karena orang tuanyalah orang yang paling punya andil dan jasa yang baik kepadanya, kalau dia tidak bisa berbuat baik, berlemah-lembut kepadanya maka kepada selainnya kemungkinan lebih tidak bisa berbuat baik dan berlemah lembut. Berpikirlah wahai saudariku.

Abu Hurairah Radiyallaahu ‘anhu menuturkan : “ Datang seseorang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, ’Wahai Rasulullah siapakah yang paling berhak saya perlakukan dengan baik?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Dia bertanya kembali kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ’Ibumu.’ Dia bertanya kembali kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ’Ibumu.’ Dia bertanya lagi kemudian siapa?’  Beliau menjawab,’ Ayahmu.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

➡ Adakah yang mau mengambil pelajaran dari hadits ini…?!

Dan dalam sebuah hadits Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda : ”Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa besar yang paling besar, para shahabat berkata : ‘Tentu wahai Rasulullah’, Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda: ‘ Menyekutukan Allah (berbuat syirik) dan durhaka kepada orang tua. ” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah Radiyallaahu ‘anhu)

  • Keenam : Laki-laki pezina.

✅ Tentang tipe laki-laki ini Allah Ta’aala berfirman dalam sebuah ayat :

الزَّانِي لا يَنكِحُ إلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى المُؤْمِنِينَ

Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik, dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki  musyrik, dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.” (Qs. an-Nuur : 3)

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُوْلَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (Qs. an-Nuur : 26)

Adakah dari kalian wahai muslimah yang ingin menikah dengan pezina…?!

—– (Lanjut ke Halaman 2) —–