Ramadhan Besok (Bag.2) 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Marhaban Ya Ramadhan-Ustadz Sahl Abu Abdillah

MENDULANG BERKAH DI BULAN YANG PENUH BERKAH-Ustadz Abu Abdirrahman Thoriq 

Mengukir Ramadhan Dengan Sunnah-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah

Hukum-Hukum Sebelum MemasukiBulan Ramadhan-Ustadz Bambang Abu Ubaidillah

ROMADHON YANG DIRINDUKAN”*(Bekal Berharga Menyambut Romadhon ‏)Ustadz Abu ‘Ubaidah Abdurrahman Ar_Riyawi

Serba-serbi Ramadhan-UstadzAbu Muhammad Fauzan Al Kutawy

Andai ini Ramadhan Terakhirku – Ustadz Dr. Sufyan Baswedan.M.A ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .webm

Fiqih Ramadhan (bagian 2) – Ustadz Teguh Irfan, Lc..webm

Ramadhan Nabi, Ramadhan Salafusshalih, Ramadhan Kita-Ustadz Abuz Zubair Hawaary.webm

Seputar Puasa Ramadhan – Ustadz Abdurrahman Thoyyib,Lc..webm

.==

Fiqih Ramadhan (bagian 1) – Ustadz Jamaluddin, Lc..webm

Amalan-Amalan Nabi di Bulan Ramadhan-Ustadz Abuz Zubair Hawaary.webm

Ramadhan Saatnya Hijrah Dari Riba Dr. Erwandi Tarmizi, MA.webm

Jika Ini Ramadhan Terakhirku – Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, Lc ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻝ .webm

Ramadhan Saatnya Hijrah Dari Riba Dr. Erwandi Tarmizi, MA.webm

Ngapain Puasa – Ustadz Dr syafiq Riza Basalamah.webm

Ceramah Agama Mengilmui Puasa Ramadhan – Ustadz Sufyan Bafin Zen.webm

Menyambut Kedatangan Ramadhan – Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc..webm

.===

Bekal Ilmu Dalam Beribadah Di Bulan Ramadhan – Ustadz Dr. Aspri Rahmat Azai, MA.webm

Ceramah Agama Keutamaan Bulan Ramadhan – Ustadz Ahmad Firdaus, Lc..webm

Fiqih Ramadhan – Ustadz Jefri Halim, MA.webm Hukum – Hukum Seputar Puasa – Ustadz AdeAgustian,Lc.webm

(WEBM DIPUTAR DENGAN MX PLAYER DI ANDROD. WEBM SAMA SEPERTI MP3)

.

97 KITABUT TAUHID 16 UST. ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .webm

Aku Bangga Menjadi Muslim – Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc, MA.webm

Doa Mustajab Di Penghujung Shalat – Ustadz Mizan Qudsiyah,Lc..webm

Harus Bertanya Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA.webm

Misi Hidupmu – Ustadz Sofyan Cholid Ruray.webm

••

Ebook

Kompilasi Faidah Ramadhan-31Halaman

link2

Hakikat Shiyam – Syaikhul Islam IbnuTaimiyyah

Meraih Surga Bulan Ramadhan – SyaikhMuhammad bin Shalih Al Utsaimin

====

➡ Ramadhan Besok (Bag.2)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

=========

  • RAMADHAN BESOK… [2]

Ramadhan besok adalah momen untuk membulatkan tekad untuk lebih serius mengerjakan shalat.

Sampai kapan akan terus meninggalkan shalat? Sampai kapan akan terus menunda-nunda shalat? Sampai kapan bolos terus dari shalat berjama’ah di masjid?

Bukankah Allah perintahkan kita untuk shalat?

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِين

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk” (QS. Al-Baqarah: 43).

✅ Bukankah shalat adalah salah satu dari rukun Islam? Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

بُنِيَ الإسْلامُ علَى خَمْسٍ، شَهادَةِ أنْ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وأنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسولُهُ، وإقامِ الصَّلاةِ، وإيتاءِ الزَّكاةِ، وحَجِّ البَيْتِ، وصَوْمِ رَمَضانَ

Islam dibangun di atas 5 perkara: bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah dan puasa Ramadhan” (HR. Bukhari no.8, Muslim no. 16).

Seriuslah untuk mendirikan shalat 5 waktu karena ini adalah pemisah antara mukmin dan kafir. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

بَيْن الرَّجل وَبَيْن الشِّرْكِ وَالكُفر ترْكُ الصَّلاةِ

Pembatas bagi antara seseorang dengan syirik dan kufur adalah meninggalkan shalat” (HR. Muslim no. 82).

✅ Para sahabat Nabi ijma’ (bersepakat) bahwa orang yang meninggalkan shalat 5 waktu maka dia keluar dari Islam. Abdullah bin Syaqiq Al ‘Uqaili mengatakan:

لم يكن أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم يرون شيئا من الأعمال تركه كفر غير الصلاة

Dahulu para sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak memandang ada amalan yang bisa menyebabkan kekufuran jika meninggalkannya, kecuali shalat” (HR. At Tirmidzi no. 2622).

✅ Maka meninggalkan shalat lebih parah dan lebih berbahaya dari pada zina, minum khamr, mencuri dan korupsi.

✅ Ramadhan besok adalah momen bagi para lelaki sejati, untuk kembali memenuhi panggilan Allah yang dikumandangkan di masjid-masjid. Karena shalat berjama’ah 5 waktu di masjid bagi laki-laki hukumnya wajib. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام ثم آمر رجلا فيصلي بالناس ثم أنطلق معي برجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم بالنار

Sungguh aku benar-benar berniat untuk memerintahkan orang-orang shalat di masjid, kemudian memerintahkan seseorang untuk menjadi imam, lalu aku bersama beberapa orang pergi membawa kayu bakar menuju rumah-rumah orang yang tidak menghadiri shalat jama’ah lalu aku bakar rumahnya” (HR. Bukhari no. 7224, Muslim no. 651).

✅ Bagaimana mungkin Rasulullah sampai demikian jika perkara ini bukan kewajiban!?

Maka, Ramadhan besok adalah titik balik untuk memperbaiki shalat kita selama ini. Semoga menjadi penghapus dosa-dosa kita. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الصَّلاةُ الخمسُ والجمعةُ إلى الجمعةِ كفَّارةٌ لما بينَهنَّ ما لم تُغشَ الْكبائرُ

Shalat yang lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum’at selanjutnya, ini semua menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, selama tidak melakukan dosa besar” (HR. Muslim no. 233).

Semoga Allah memberi taufiq.

—-Yulian Purnama—-

====

  • Apa Hukum Berpuasa Tetapi Meninggalkan Shalat (yg wajib)?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pernah ditanya:

“Apa hukum berpuasa tapi meninggalkan shalat?”

✅ Syaikh menjawab:

Meninggalkan shalat puasanya tidaklah sah dan tidak diterima, karena meninggalkan shalat hukumnya kafir murtad. Berdasarkan firman Allah

فَإِن تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ

Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama” (At-Taubah: 11)

✅ Dan Rasulullaah ﷺ bersabda,

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ

Sungguh, yang memisahkan antara seorang laki-laki dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat” (HR. Muslim no. 82)

✅ Dan sabdanya ﷺ

إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Perjanjian yang ada di antara kita dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya berarti kafir.” (HR. An-Nasa-i no. 463)

✅ Dan sungguh ini merupakan keumuman perkataan para sahabat, walaupun tidak ijma dari mereka. Berkata Abdullah bin Syaqiq – rahimahullaah- dia adalah tabi’in yang dikenal bahwa para sahabat Nabi ﷺ tidak memandang sesuatu pun dari amalan yang meninggalkan amalan tersebut menjadi kafir melainkan shalat (tidak ada amalan ibadah yang ditinggalkan dapat menyebabkan kafir kecuali shalat)

Dan atas hal ini apabila seorang berpuasa dan dia meninggalkan shalat, maka puasanya tertolak tidak diterima. Tidak ada manfaat baginya di sisi Allah pada hari kiamat. Dan kami katakan kepadanya (orang yang puasa tapi ga sholat), sholatlah kemudian puasalah. Apabila anda berpuasa dan tidak sholat, maka puasa anda tertolak, karena orang yang kafir tidak diterima ibadah darinya.

Referensi

– مجموع فتاوى و رسائل العثيمين، ص. ٨٧ – ٨٨

Tambahan:

Ini merupakan salah satu pendapat dari madzhab syafi’i dan madzhab hanbali terkait orang yang meninggalkan shalat

Terkait pendapat madzhab syafi’i https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10216794787493936&id=1590593584

=

  • Tujuh Bekal Agar Ramadhan Lebih Bermakna.
  • ➡ [1]. Bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kebaikan, bulan yang penuh dengan keberkahan dan pengampunan.

✅ Dari Abu Hurairah رضـﮯ اللـہ تعالـﮯ عنـہ, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu dibuka pintu-pintu Surga sedang pintu-pintu Neraka ditutup dan syaithan-syaithan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalangi (tercegah) untuk mendapatkan kebaikannya, maka sungguh dia terhalangi untuk mendapatkannya.”

(Shahiih, HR. Ahmad, II/230, 385, 425, an-Nasaa-i, V/129, Ibnu Majah, no. 1644, dan Ibnu Khuzaimah, no. 1887, Tamamul Minnah, hal. 395)

Maka sudah sepatutnya kita bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan.

Dari Abu Hurairah رضـﮯ اللـہ تعالـﮯ عنـہ, ia berkata,

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimaman dan mengharapkan pahala (dari Allah), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(Shahiih, HR. Al-Bukhari, IV/99, no. 38, 1901, Muslim, no. 759, 760, Abu Dawud, 1372, at-Tirmidzi, no. 683, an-Nasaa-i, IV/155, 156, 157, Ibnu Majah, no. 1326, Ahmad, II/232, 241, 385, 503, dan ath-Thayalisi, no. 2360)

  • ➡ [2]. Hendaknya seorang hamba memperhatikan amalan-amalan hatinya.

Allah سبحانـہ و تعالــﮯ berfirman :

Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

(QS. An-Nahl [16] : 97)

Dari Abu Sa’id al-Khudriy رضـﮯ اللـہ تعالـﮯ عنـہ, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

Barangsiapa berpuasa Ramadhan, mengetahui batasan-batasannya dan menjaga diri dari sesuatu yang harus dijaga di dalamnya, maka dia telah menghapus dosa-dosa yang sebelumnya.”

(Hasan, HR. Ahmad, III/55, dan Ibnu Hibbaan, no. 879)

Amalan hati begitu penting, karena ialah yang membedakan antara puasanya seorang mukmin dengan puasanya orang-orang munafiq.

✅ ‘Abdullah bin Mubarak رحمـہ اللــہ تعالــﮯ berkata,

Berapa banyak amalan kecil menjadi besar pahalanya karena niat, dan berapa banyak pula amalan besar menjadi kecil karena niat.”

(Jaami’ul ‘Uluum wal Hikaam, hal. 12)

  • ➡ [3]. Hendaknya menyambut bulan Ramadhan dengan taubat dan istighfar kepada Allah.

Allah ﷻ berfirman :

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

(QS. Ali ‘Imraan [3] : 133 – 134)

Dengan taubat dan istighfar maka Allah akan jadikan Ramadhan lebih bermakna.

Dari ‘Abdullah bin ‘Abbas رضـﮯ اللـہ تعالـﮯ عنـہما, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan, kemudahan dari setiap penderitaan, serta memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

(Shahiih, HR. Ahmad dalam Musnad-nya, I/248, al-Hakim, IV/262, dan Abu Dawud dalam Sunannya, kitab Ash-Shalaah, bab Fil Istighfaar, II/178, dan Ibnu Majah dalam Sunannya, kitab Al-Adab, bab Al-Istighfaar, II/1254)

  • ➡ [4]. Menjaga amalannya agar sesuai dengan al-Qur-an dan As-Sunnah.

Dari Ummul Mukminin, Ummu ‘Abdillah, ‘Aisyah رضـﮯ اللـہ تعالـﮯ عنـہا, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

Barangsiapa yang mengada-adakan hal yang baru (bid’ah) dalam urusan (agama) kami ini yang tidak ada contohnya, maka amalan tersebut tertolak.”

✅ Dalam lafazh lainnya disebutkan :

Barangsiapa yang beramal tanpa ada tuntutan dan contohnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak.”

(Shahiih, HR. Al-Bukhari, no. 2697, Muslim, no. 1718 [17, 18], Abu Dawud, no. 4606, Ahmad, VI/146, 180, 256, 270, Ibnu Majah, no. 14, dan Ibnu Hibbaan, no. 26, 27)

Jika seandainya seseorang melakukan suatu amalan yang dibangun bukan berdasarkan al-Qur-an dan As-Sunnah maka amalan tersebut akan tertolak. Maka beristiqomahlah dengan amalan yang dibangun padanya al-Qur-an dan As-Sunnah meskipun sedikit.

✅ Rasulullah ﷺ bersabda,

Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (kontinyu) meskipun sedikit.”

(Shahiih, HR. Al-Bukhari dalam kitab Iimaan, bab Ahabbud Diin ilallaahi Adwaamuhu, Fat-hul Baari, I/136, no. 43, dan Muslim, no. 783 [218]

  • ➡ [5]. Menjadikan bulan Ramadhan sebagai pendidikan akhlak yang baik.

Akhlak adalah pintu ibadah yang besar karena ia bagian dari manhaj.

Dari Abu Hurairah رضـﮯ اللـہ تعالـﮯ عنـہ, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

(Shahiih, HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, no. 273, Ahmad, II/318, dan al-Hakim, II/613)

Dari ‘Aisyah رضـﮯ اللـہ تعالـﮯ عنـہا, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

Sesungguhnya seorang mukmin itu dengan sebab akhlaknya yang baik, sungguh akan mencapai derajat orang yang berpuasa di siang hari dan shalat di tengah malam.”

(Shahiih, HR. Abu Dawud, no. 4798, dan al-Hakim, I/60)

  • ➡ [6]. Menyambut bulan Ramadhan dengan kecintaan dan kerinduan.

✅ Allah سبحانـہ و تعالــﮯ berfirman :

“Katakanlah : ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.

(QS. Ali ‘Imraan [3] : 31)

Al-Hafizh Ibnu Katsir رحمۃ اللــہ علیہ ketika menafsirkan ayat di atas berkata,

Ayat yang mulia ini merupakan hakim atau pemutus bagi orang-orang yang mengaku mencintai Allah dan Rasul-Nya tetapi dia tidak mengikuti jalan yang ditempuh Nabi Muhammad ﷺ, maka orang itu telah berdusta dalam pengakuannya (cintanya) sampai dia mengikuti syari’at (ajaran) dan agama Nabi Muhammad ﷺ dalam setiap ucapan dan perbuatannya.

(Tafsir Ibnu Katsir, II/32)

✅ Dari Abu Hurairah رضـﮯ اللـہ تعالـﮯ عنـہ, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Allah ﷻ berfirman :

Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan ganjaran pahala atasnya. Dia meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya demi diri-Ku. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalas (ganjarannya). Satu kebaikan itu diganjar dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat. Puasa itu adalah perisai (pelindung bagi dirinya), maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah melakukan rafats (hubungan badan atau berbicara keji) dan tidak juga membuat kegaduhan. Adapun jika ada orang yang mencaci atau menyerangnya, hendaklah ia berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’

Demi Rabb yang jiwa Muhammad ﷺ berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi. Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kegembiraan, yaitu ketika berbuka, dia sangat gembira dan jika berjumpa dengan Rabbnya, dia juga bergembira dengan (pahala) puasanya.'”

(Shahiih, HR. Al-Bukhari, IV/88, no. 1761, 1894, 1904, Muslim, no. 1151 [164], Abu Dawud, no. 2363, at-Tirmidzi, no. 764, 766, an-Nasaa-i, IV/162 – 165, Ibnu Majah, no. 638, 1691, 3823, Ahmad, II/393, 443, dan ath-Thayalisi, no. 2485)

  • ➡ [7]. Menyambut bulan Ramadhan dengan semangat.

Dari Abu Hurairah رضـﮯ اللـہ تعالـﮯ عنـہ, ia berkata,

Rasulullah ﷺ bersabda,

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan Allah, yaitu :

1. Imam (pemimpin) yang adil.

2. Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah.

3. Seorang pria yang hatinya bergantung di masjid-masjid Allah.

4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah karena Allah.

5. Seseorang yang diajak untuk berzina oleh seorang wanita yang berkedudukan dan cantik namun ia berkata,

‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah.’

6. Seseorang yang bersedekah lalu ia sembunyikan hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.

7. Dan seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam keadaan sepi (sendiri) lalu kedua matanya berlinang air mata..”

(Shahiih, HR. Al-Bukhari, II/143, no. 660, Fat-hul Baari, II/168, dan Muslim, II/715, no. 1031)

Disarikan dari kajian al-Ustadz Dzulqarnain M Sunusi al-Makassari al-Atsary حفـظـہ اللــہ تعالــﮯ

Semoga Allah تبارك و‏تعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.

—–Abu ‘Aisyah Aziz Arief——

= ~~~•••~~~ (Lanjut ke Halaman 2) ~~~••~