Ya Ukhti Maukah Engkau Menikah Denganku” dan Wanita Yang Seharusnya Engkau Nikahi 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

——–

1.Apakah Benar Shalatnya Aisyah Menghadap Kuburan Nabi?

2.Tafsir Surat Hud Ayat 119 Tentang Pemberian Hidayah

3.Parenting Islami (51):Nafkah untuk Istri dan Anak-anak

4.Kaffârat Dalam Islam

5.Apa Kafarat Nazar?

6.Menikmati Kajian Rutin yang Membahas Buku Sampai Selesai

7.Shalat Tarawih Bagi Orang Musafir

=

97 KITABUT TAUHID 16 UST. ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .webm

FATHUL BAARI SYARAH SHAHIH BUKHARI

KITAB KE 97-KITAB AT TAUHID 16

BAB 41 | BAB Firman Allah Ta’ala : “dan Kamu sekali-kali tidakdapat bersembunyi dari persaksian pendengaran Kamu,penglihatan Kamu dan Kulit Kamu terhadap Kamu, akan tetapiKamu menyangka bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan apayang Kamu kerjakan”.(Surat Fushilat 22)

Hadits No. 7521

BAB 42 | Bab Firman Allah Ta’ala “Setiap waktu Dia dalamkesibukan”.(Surat Ar-Rahman 29)

Hadits No. 7522 – 7523

Aku Bangga Menjadi Muslim – Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc, MA.webm

Doa Mustajab Di Penghujung Shalat – Ustadz Mizan Qudsiyah,Lc..webm

Fiqih Ramadhan (bagian 1) – Ustadz Jamaluddin, Lc..webm

Harus Bertanya Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA.webm 

Misi Hidupmu – Ustadz Sofyan Cholid Ruray.webm

=

Ebook

CincinPinangan(Adab Pernikahan Islami-Muhammad Nashruddin Al-albani 185Halaman

Bagaimana-Merajut Benang Pernikahan Merajut Benang Pernikahan Secara Islami-Moch. Rachdie Pratama, S.Si dan Runinda Pradnyamita, S.Ked 44Halaman

Hak-hak Wanita Sebuah Tinjauan Sejarah – Dr. Abdullah H. Al-Kahtany 76Halaman

Jangan Bersedih (Kiat Meraih Hidup Bahagia) – Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dl 27Hlm

Ringkasan Fiqih Islam (6) ( NIKAH DANPERMASALAHAN TERKAIT

Hadits Puasa dari Bulughul Maram-karya Ibnu Hajar Al-Asqalani.85Halaman

Ebook Siap Dipinang-68Halaman

Mereka yang Merugi(Tadabur Tiga Ayat Surat Al-‘Ashr 80Halaman-M.Abduh Tuasikal)

Menikah Sesuai Tuntunan Nabi

36 Faidah Seputar Pernikahan dan Etikanya-Muhammad Shalih Al Munajjid (63hlm)

Ragu Menikah-Ustadz Ali Nur

Tuntunan Lengkap Pernikahan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah file DJVU

Ensiklopedi Fiqih Islam_6 Kitab Munakahat(Pernikahan)-149Hlm

Khithbah (Panduan Syariat Dalam Melamar)-16Hlm

Manhajus Salikin (3): Kitab Waris, Kitab Nikah & Kitab Mahar (Matan & Terjemahan)

 

==

➡ “Ya Ukhti Maukah Engkau Menikah Denganku” dan Wanita Yang Seharusnya Engkau Nikahi

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

——–

  • ➡ “Ya Ukhti Maukah Engkau Menikah Denganku”

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir

Diantara proses yang akan di lewati oleh seseorang yang ingin menikah adalah proses khitbah (melamar) seorang wanita yang ia sukai untuk menikah dengannya. hal ini sebagaimana perbuatan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang meminang ‘Aisyah binti Abi Bakr dan Hafsah binti Umar bin Khathab.Yang mana hukumnya sunnah sebagimana di jelaskan oleh para ulama.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masalah ini baik untuk laki-laki yang datang mengkhitbah atau perempuan yang laki-laki datang mengkitbahnya.

Yang pertama : Cari tahu lebih lanjut tentang kebaikkan agama, akhlak,  manhaj dan fisik calonnya sebelum mengkitbah atau menikah dengan tanpa berlebih-lebihan sehingga melangar batasan-batasan syar’i atau meremehkan sehingga menjadi masalah atau batu sandungan kelak dalam rumah tangganya.

✅ Tentang hal ini, yaitu memperhatikan kebaikan agama dan akhlaq calonnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya dan pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu)

✅ Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إذا خطب إليكم من ترضون دينه وخلقه فزوّجوه إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض

Jika datang kepada kalian seorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan anak kalian). Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh syaikh Al-Albani)

✅ Adapun yang terkait dengan mencari tahu lebih lanjut fisik calon yang akan dikhitbah atau yang akan ia nikahi terdapat dalam beberapa hadits diantaranya sebuah hadits yang diriwayatkan oleh  Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan :

 كُنْتُ عِنْدَ النَّبِىّ –صلى الله عليه وسلم– فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَأَخْبَرَهُ أَنَّهُ تَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنَ الأَنْصَارِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– « أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا ». قَالَ لاَ. قَالَ « فَاذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّ فِى أَعْيُنِ الأَنْصَارِ شَيْئًا ِ

Aku berada di sisi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,  lalu seseorang datang kepada beliau untuk memberitahukan bahwa dirinya ingin menikahi seorang wanita Anshar, maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bertanya : ‘Apakah engkau telah melihatnya?’ Ia menjawab: “Belum.” Beliau bersabda : “Pergilah dan lihatlah dia, sebab di mata orang Anshar ada sesuatu.” (HR. Muslim : 3550)

✅ Dan dalam hadist yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Jabir Radhiyallahu ‘anhu :

إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى مَا يَدْعُوهُ إِلَى نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ

Apabila seseorang diantara kalian meminang wanita, maka apabila dia bisa melihat apa yang mendorongya untuk menikahinya, maka lakukanlah.”

Ia mengatakan : “ Aku (Jabir) melamar seorang gadis, lalu aku bersembunyi untuknya agar aku bisa melihat darinya apa yang dapat mendorongku untuk menikahinya, lalu aku menikahinya.” (HR. Abu Dawud : 2084, dan menurut Imam Adz Dzahabi, para rawinya tsiqah)

✅ Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Al-Mugirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu yang meminang seorang wanita :

انظر إليها فإنه أحرى أن يؤدم بينكما

Lihatlah ia, dikarenakan hal itu lebih melanggengkan di antara kalian berdua.” (HR. At-Tirmidzi : 1087)

Kedua : Tidak boleh meminang wanita yang telah dipinang oleh saudaranya semuslim

✅ Tentang hal ini Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْمُؤْمِنُ أَخُو الْمُؤْمِنِ فَلاَ يَحِلُّ لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَبْتَاعَ عَلَى بَيْعِ أَخِيهِ وَلاَ يَخْطُبَ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَذَرَ

Seorang mukmin itu saudara bagi mukmin yang lainnya tidak halal bagi seorang muslim membeli atas apa yang dibeli saudaranya dan tidak juga mengkhitbah (meminang) pinangan saudaranya hingga dia meninggalkannya.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain terdapat lafadzh “ atau laki-laki yang mengkhitbah mengijinkannya”

➡ Pada masalah ini ada beberapa kondisi :

✅ Yaitu seorang laki-laki mengkhitbah seorang wanita, dan wanita tersebut atau walinya menyetujuinya maka pada kondisi ini tidak boleh laki-laki lain untuk datang mengkhitbah wanita tersebut. Dalam masalah ini tidak ada khilaf sebagaimana yang dinukilkan oleh Ibnu Qudamah.

✅ Yaitu wanita yang dikithbah menolaknya maka jika kondisinya seperti ini maka boleh bagi laki-laki yang lain datang untuk mengkhitbahnya.

✅ Yaitu wanita yang di khitbah didapatkan dari dirinya apa yang menunjukkan ia ridho terhadap laki-laki yang mengkhitbahnya tetapi secara sindiran tidak secara jelas, maka jika seperti ini tidak boleh bagi yang lain untuk mengkhitbahnya berdasarkan dzohir hadits.

✅ Jika belum diketahui wanita itu menerima atau menolaknya, maka yang seperti inipun wallahu a’lam ana pribadi cenderung kepada pendapat yang mengatakan tidak boleh bagi laki-laki lain mengkhitbahnya.

Ketiga : Jangan lupa shalat istiqarah

Kita sandarakan segala urusan kita kepada Allah. Agama kita mengajarkan untuk melaksanakan shalat istikharah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Jabir Radiyallahu ‘anhu menuturkan, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami istikharah di dalam segala urusan kami, sebagaimana mengajari kami surat di dalam al-Qur’an, yaitu beliau bersabda : “Bila salah seorang di antara kalian mempunyai urusan maka shalatlah dua rakaat, lalu berdoalah : ‘Ya Allah, saya meminta dengan ilmu yang ada pada-Mu, pilihan yang terbaik bagiku, saya minta ditetapkannya urusanku ini, sesuai kehendak-Mu, saya memohon karunia-Mu yang Agung. Karena Engkaulah yang menetapkan sedang saya tidak bisa menetapkan. Engkau yang tahu sedang saya tidak tahu, Engkaulah yang Maha Tahu tentang perkara-perkara ghaib. Ya Allah, bila menurut-Mu urusan ini baik bagi diriku, agamaku, penghidupanku, dan juga baik akibat-akibatnya, (dalam riwayat lain disebutkan : di masa sekarang atau di kemudian hari) maka tetapkanlah hal itu untukku. Namun, bila menurut-Mu  urusan ini jelek bagi diriku, agamaku, penghidupanku, dan juga jelek akibat-akibatnya, (dalam riwayat lain disebutkan : di masa sekarang atau di kemudian hari) maka jauhkanlah hal itu dariku dan jauhkanlah aku dari hal itu. Tetapkanlah selalu kebaikan untukku apapun keadaannya, lalu jadikanlah aku ridha kepadanya. Setelah membaca doa itu hendaklah ia menyebutkan keperluannya.’” (HR. Bukhari)

—-

  • Doa Setelah Shalat Istikharah 1

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ، اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَـٰذَا اْلأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ، وَمَعَاشِيْ، وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ، فَاقْدُرْهُ لِيْ، وَيَسِّرْهُ لِيْ، ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَـٰذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ، وَمَعَاشِيْ، وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ، فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ، وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

Allaahumma innii asta-khiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudrotika, wa as-aluka min fadh-likal ‘azhiim, fa-innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro khoirun lii fii diinii, wa ma’aasyii, wa ‘aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi, wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii, wa ma’aasyii, wa ‘aaqibati amrii, fash-rif-hu ‘annii, wash-rifnii ‘anhu, waqdur liyal khoiro haitsu kaana, tsumma ardhinii bih.

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu, dan aku mohon anugerah-Mu Yang Maha Agung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui hal yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untuk agama, kehidupan dan akhir urusanku, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkan ia untukku, kemudian berkahilah ia untukku. Tapi jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untuk agama, kehidupan dan akhir urusanku, maka jauhkan ia dariku, dan jauhkan aku darinya. Takdirkanlah yang terbaik untukku di mana pun itu, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.

HR. Al-Bukhari 7/162.

  • Tata Cara Shalat Istikharah

✅ Istikharah dilakukan ketika seseorang bertekad untuk melakukan satu hal tertentu, bukan sebatas lintasan batin. Kemudian dia pasrahkan kepada Allah.

✅ Bersuci, baik wudhu atau tayammum.

✅ Melaksanakan shalat dua rakaat. Shalat sunnah dua rakaat ini bebas, tidak harus shalat khusus. Bisa juga berupa shalat rawatib, shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, dll, yang penting dua rakaat.

✅ Tidak ada bacaan surat khusus ketika shalat. Artinya cukup membaca Al-Fatihah (ini wajib) dan surat atau ayat yang dihafal.

✅ Berdoa setelah salam dan dianjurkan mengangkat tangan. Caranya: membaca doa di atas (atau doa di halaman selanjutnya). Selesai doa dia langsung menyebutkan keinginannya dengan bahasa bebas. Misalnya: bekerja di perusahaan A, atau menikah dengan B, atau berangkat ke kota C, dst.

✅ Banyak orang beranggapan bahwa jawaban istikharah akan Allah sampaikan dalam mimpi. Ini adalah anggapan yang yang sama sekali tidak berdalil, karena tidak ada keterkaitan antara istikharah dengan mimpi.

✅ Melakukan apa yang menjadi tekadnya. Jika menjumpai halangan, berarti itu isyarat bahwa Allah tidak menginginkan hal itu terjadi pada anda.

✅ Apapun hasil akhir setelah istikharah, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan sebelumnya. Karena itu, kita harus berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa di atas, dengan menyatakan “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya”, maksudnya adalah ridha dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun tidak sesuai keinginanku.

✅ Hadits:

Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkata, “Adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Quran. Beliau bersabda, ‘Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua rakaat, kemudian bacalah: (doa di atas).’”

Tidak menyesal orang yang beristikharah kepada Al-Khaliq dan bermusyawarah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani persoalannya. Allah Ta’ala berfirman, “… dan bermusyawarahlah kepada mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, perekonomian, politik dan lain-lain). Bila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah…” (Ali Imran [3]: 159).

Keempat : Wanita yang telah dikhitbah statusnya tetap wanita ajnabiyyah (asing/bukan mahram) sampai dilaksanakannya akad nikah. Maka diharamkan apa-apa yang diharamkan bagi wanita asing. Seperti berduaan, jalan bareng atau yang lainnya

Kelima : Tidak ada tukar cincin dalam khitbah (lamaran)

✅ Karena hal ini bukanlah bagian dari adat kaum muslimin bahkan hal ini adalah adatnya atau kebiasaannya orang kafir yang kita diperintahkan untuk menyelisihinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

 مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. (HR. Abu Daud  dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah)

✅ adapun jika memakai cincinnya tersebut disertai dengan keyakinan syirik maka hukumnya syirik. naudzubillah

Itu diantara perkara yang penting yang perlu diketahui berkaitan dengan masalah khitbah, semoga penjelasan yang sederhana ini bermanfaat untuk kita semua. Wallahu a’lam bisshawwab

=

  • Wanita Yang Seharusnya Engkau Nikahi

Oleh : Abu Ibrahim ‘Abdullah bin Mudakir al-Jakarty

Selektif dalam memilih pendamping hidup adalah perkara yang sangat penting, karena hal ini menyangkut sebab bahagia dan  tidaknya seseorang dalam rumah tangganya, bahkan bagi dunia dan akhiratnya. Setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika seseorang hendak menikahi seorang wanita, di antaranya :

~~~•••… (Lanjut ke Halaman 2).~~~••••…