Sabar Hadapi Kezaliman Penguasa, Jangan Terprovokasi dan Renungan Bagi Pengobar Revolusi Di Indonesia

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Sabar Hadapi Kezaliman Penguasa, Jangan Terprovokasi-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray.webm


Meredam Fitnah Akhir Zaman – Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, M.M..webm

https://app.box.com/s/ecr2y9ku5rfo9txg1imrg0faxh6ctciv

Syarat Kalimat LA ILAHA ILLALLAH – Ustadz Thantawi Abu Muhammad.webm
https://app.box.com/s/t0j5al49hkfh3nagpd26kodn84nda14l

Ustadz Midzan Qudsyiah – Keutamaan Dakwah Tauhid.webm
https://app.box.com/s/fvo4exnshxn8vwoaewzldk97rva3ud07

Teman-Teman Syaithan – Ustadz Zainal Abidin, Lc. ﺣﻔﻈﻪﺍﻟﻠﻪ.webm
https://app.box.com/s/u9wzmuzxv9k0demse1lnl91ik3xmiuxe

Suka Duka Ibunda Ummu Salamah – Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A..webm
https://app.box.com/s/vxiafcyojcv55f4vg49ev6zvwhxlwgpv

Ceramah Agama Mengenal Sifat Berkehendak Allah – Ustadz Lalu Ahmad Yani, Lc..webm
https://app.box.com/s/zr8p0zj42i7ukz24drel5e8rlfr85fwv

97 KITABUT TAUHID 17 UST. ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDATﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .webm
https://app.box.com/s/5h1vyvc5yjph73c0xvvsvohmjkbrzqw2

97 KITABUT TAUHID 18 UST. ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDATﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .webm
https://app.box.com/s/5hgf7u3e4425niwbkhgcx6o2rv791nx6

Akhlak Orang Munafik – Ustadz Abdurrahman Thoyyib,Lc..webm
https://app.box.com/s/3a5kxnbpbirarrnpfqciu6xoauoit50x

Sabar Hadapi Kezaliman Penguasa, Jangan Terprovokasi-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray.webm
https://app.box.com/s/w18syv4v5r6eqp1pttrmaf9dt3v8s4u2

Tauhid Sumber Kebahagiaan – Ustadz Harits Abu Nufal.webm
https://app.box.com/s/rqo3b7jp7vu08b5esp5ubnbbhxfvx87c

==
—(Webm Diputar Dengan Pemutar Mx Player di Android)— 
 

==

Sabar Hadapi Kezaliman Penguasa, Jangan Terprovokasi dan Renungan Bagi Pengobar Revolusi Di Indonesia

RENUNGAN BAGI PARA PENGOBAR REVOLUSI

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

====

  • ➡ RENUNGAN BAGI PARA PEMBERONTAK

Tidak tersembunyi bagi setiap muslim tentang mafsadah yang besar yang diakibatkan oleh khuruj ( pemberontakan ) kepada penguasa muslim, sejarah membuktikan bahwa tidak pernah diketahui dari kelompok manapun yang memberontak kepada penguasa melainkan kerusakan yang ditimbulkan oleh pemberontakan tersebut lebih besar dari kerusakan yang dihilangkan.

Hasil maksimal yang didapatkan oleh para pemberontak adalah adakalanya mereka kalah dan adakalanya mereka menang kemudian hilang kekuasaan mereka tidak ada bekasnya, sehingga pemberontakan tidaklah menegakkan agama dan tidak memperbaiki dunia.

✅ Jauh-jauh sebelumnya Rasulullah ( telah memerintahkan setiap muslim agar selalu taat kepada waliyyul amr, tidak membatalkan baiat, sabar atas kecurangan para penguasa, dan sekaligus melarang memerangi para penguasa meskipun mereka melakukan kemungkaran.

Demikian juga ahli sunnah wal jamaah telah sepakat atas haramnya memberontak kepada para penguasa yang zhalim dan fasik dengan cara revolusi atau kudeta atau dengan cara yang lainnya, jadilah pokok ini merupakan pokok yang terpenting dari ahli sunnah wal jamaah yang menyelisihi semua kelompok-kelompok yang sesat dan ahlil ahwa.

Begitu pentingnya masalah ini sehingga hampir-hampir tidak ada ulama yang menulis tentang aqidah melainkan menuliskan pokok ini dalam kitab-kitab mereka

✅ Tetapi sangat disayangkan masih ada orang-orang yang menyelisihi hal ini dengan lisan dan perbuatan, bahkan ada yang begitu gigih bersekutu dengan syaithan memalingkan manusia dari jalan Alloh, mereka hasung manusia untuk memberontak kepada penguasa dengan nama oposisi, demokrasi, dan amar maruf nahi mungkar !!!.

Lebih dari itu bahkan ada yang membuat keragu-raguan dalam kesepakatan ahli sunnah dalam hal ini, dia katakan bahwa haramnya khuruj diperselisihkan di kalangan ahli sunnah seperti dilakukan oleh Dr. Ali Abu Ghuraisah memandang adanya perselisihan dalam masalah ini di antara ahli sunnah dalam kitabnya Masyruiyah Islamiyyah Ulya hal. 273 278.

✅ Ada lagi yang menggambarkan sosok seorang ulama panutan sebagai seorang yang melawan penguasa dengan maksud untuk melegalkan pemikiran khurujnya, seperti yang dilakukan oleh Salman Al-Audah dalam website fitnahnya http://www.islamtoday.net yang meluncurkan sebuah tulisan berjudul Imam Ahli Sunnah yang menggambarkan kehidupan Imam Ahli Sunnah Ahmad bin Hanbal sebagai seorang yang melawan penguasa !!!.

Dari sini terbetik dalam benak kami untuk menyumbangkan saham dalam menjelaskan pokok yang agung ini kepada umat yaitu tentang haramnya khuruj kepada penguasa muslim dan wajibnya taat kepada mereka.

  • DALIL-DALIL ATAS HARAMNYA KHURUJ (PEMBERONTAKAN)

✅ Di antara dalil-dalil yang menunjukkan atas haramnya khuruj adalah perintah Alloh kepada setiap muslim agar taat kepada waliyyul amr sebagaimana dalam firmanNya :

( يا أيها الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ(

Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kalian. ( An-Nisa : 59 )

✅ Adapun dari Sunnah Rasullullah ( maka di antaranya adalah perintah Rasulullah ( agar selalu taat kepada waliyyul amr, tidak membatalkan baiat, dan sabar atas kecurangan para penguasa :

✅ Dari Ubadah bin Shamit bahwasanya dia berkata :دعانا رسول الله صلى الله عليه وسلم فبايعناه فكان فيما أخذ علينا أن بايعنا على السمع والطاعة في منشطنا ومكرهنا وعسرنا ويسرنا وأثرة علينا وأن لا ننازع الأمر أهله قال إلا أن تروا كفرا بواحا عندكم من الله فيه برهان

Rasullullah ( menyeru kami maka kami membaiatnya, di antara yang diambil atas kami bahwasanya kami berbaiat atas mendengar dan taat dalam keadaan yang lapang dan sempit, dalam keadaan sulit dan mudah, dan atas sikap egois atas kami, dan agar kami tidak merebut kekuasaan dari pemiliknya beliau bersabda : Kecuali jika kalian melihat kekufuran yang jelas dan nyata yang kalian punya bukti di hadapan Alloh ( Shahih Muslim : 1709 ).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata : Ini adalah perintah agar selalu taat walaupun ada sikap egois dari waliyyul amr, yang ini merupakan kezhaliman darinya, dan larangan dari merebut kekuasaan dari pemiliknya, yaitu larangan dari memberontak kepadanya, karena pemiliknya adalah para waliyul amr yang diperintahkan agar ditaati, dan mereka adalah orang-orang yang memiliki kekuasaan untuk memerintah ( Minhajus Sunnah 3/395 ).

Al-Karmani berkata : Hadits ini menunjukkan bahwa seorang penguasa tidak boleh diturunkan dengan sebab kefasikan, karena menurunkan dia akan menyebabkan fitnah, penumpahan darah, dan pemutusan hubungan, maka mafsadah ( kerusakan ) dari menurunkannya lebih besar daripada membiarkan dia dalam kedudukannya “ ( Syarah Bukhary 24/169 ).

✅ Dari Ummu Salamah bahwasanya Rasulullah ( bersabda :

إنه يستعمل عليكم أمراء فتعرفون وتنكرون فمن كره فقد برئ ومن أنكر فقد سلم ولكن من رضي وتابع قالوا يا رسول الله ألا نقاتلهم قال لا ما صلوا

“ Sesungguhnya akan datang bagi kalian para pemimpin yang berbuat ma’ruf dan mungkar , maka barangsiapa yang membenci kemungkaran tersebut maka sunguh dia telah lepas dari dosa, dan barangsiapa yang mengingkarai maka dia telah selamat, tetapi orang yang ridha dan mengikuti maka dialah yang terkena dosa , para sahabat berkata : Wahai Rasulullah tidakkah kami memeranginya ? , Rasulullah ( bersabda : Jangan, selama mereka masih sholat ( Shahih Muslim : 1854 ).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata : Rasulullah ( melarang memerangi para pemimpin dalam keadaan mereka melakukan perkara-perkara yang mungkar, ini menunjukkan bahwa tidak boleh mengingkari para penguasa dengan pedang, sebagaimana difahami oleh orang-orang yang memerangi para penguasa dari kelompok khawarij, zaidiyyah, dan mu’tazilah “ ( Minhajus Sunnah 3/392 )

✅ Dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah ( bersabda :

من رأى من أميره شيئا يكرهه فليصبر فإنه من فارق الجماعة شبرا فمات فميتة جاهلية

Barangsiapa yang melihat pada pemimpinnya perkara yang dia benci maka hendaknya dia bersabar, karena sesunggunya orang yang melepaskan diri dari jama’ah sejengkal kemudian mati maka matinya adalah jahiliyyah “ ( Muttafaq Alaih, Shahih Bukhari 6/2588 dan Shahih Muslim 3/1477 ).

  • ➡ PEMBERONTAKAN TIDAK MEMPERBAIKI AGAMA DAN DUNIA

Siapa saja yang mau menelusuri perjalanan sejarah manusia dari dahulu hingga sekarang akan jelas baginya bahwa tidak pernah terealisasi tujuan-tujuan dan maksud-maksud dari para pemberontak, bahkan tidak pernah didapatkan kecuali kejelekan, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata : Tidaklah ada seorang yang memberontak kepada penguasa melainkan kejelekan yang ditimbulkannya jauh lebih besar daripada kebaikan yang dihasilkan, seperti orang-orang di Madinah yang memberontak kepada Yazid, seperti Ibnul Asyats di Iraq yang memberontak kepada Abdul Malik Bin Marwan, seperti Ibnul Muhallab di khurasan yang memberontak kepada Walid bin Abdul Malik, seperti Abu Muslim di Khurasan juga yang memberontak kepada Bani Umayyah, seperti orang-orang di Madinah dan Bashrah yang memberontak kepada Al-Manshur, dan orang-orang yang semisal mereka.

✅ Hasil maksimal yang mereka dapatkan adalah adakalanya mereka kalah dan adakalanya mereka menang kemudian hilang kekuasaan mereka tidak ada bekasnya, seperti Abdullah bin Ali dan Abu Muslim yang ( memberontak kepada Bani Umayyah dan menang ) keduanya telah membunuh orang-orang yang banyak sekali ( dari Bani Umayyah ), kemudian keduanya dibunuh oleh Abu Jafar Al-Manshur, adapun Ahlul Harrah dari Madinah, Ibnul Asyats, Ibnul Muhallab, dan yang lainnya, mereka kalah dan dihancurkan beserta pengikut mereka, sehingga mereka tidaklah menegakkan agama dan tidak menyisakan dunia, dalam keadaan Alloh tidak pernah memerintahkan suatu perkara yang tidak mendatangkan kebaikan agama dan dunia samasekali ( Minhajus Sunnah 4/527-528 ).

Al-Imam Abul Hasan Al-Asyari menyebut 25 pemberontak dari ahlil bait, tidak ada satupun yang mendapatkan maksud yang mereka inginkan ( Maqalat Islamiyyin 1/150-166 )

✅ Di antara contoh yang terjadi pada masa sekarang adalah kejadian di Shomalia, meskipun pemerintahan yang dipimpin oleh Siad Beri begitu jelek tetapi kehidupan rakyat tetap berlangsung dengan kebaikan dan kejelekan yang ada, pedagang dengan tenang bekerja di tokonya, petani di sawahnya, para pekerja di pabrik-pabrik mereka, orang-orang berangkat dan pulang dengan tenang untuk mencari penghidupan, ketika terjadi kudeta dan pemerintahan terguling maka kekacauan terjadi di mana-mana, jadilah negeri tanpa penguasa, terjadi peperangan antar suku, bergelimpanglah ratusan mayat, jutaan para pengungsi dan orang-orang yang kelaparan, semua ini adalah realita yang memilukan ( Lihat Wujubu Thaati Sulthan oleh Al-Uraini hal. 20

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Suriah, Mesir, dan Al-Jazair tidak jauh berbeda dengan keadaan di Shomalia, benarlah apa yang dulu pernah dikatakan 60 tahun dengan pimpinan yang jelek lebih baik daripada satu malam tanpa ada pimpinan !.

✅ Jikasaja khuruj selamanya selalu membawa kerusakan meskipun pelakunya berniat amar maruf nahi mungkar maka tidaklah dibolehkan karena Pembuat syariat tidak pernah memerintahkan kecuali yang ada mashlahat di dalamnya ( Al-Ghuluw fid Diin hal. 424 ).

=

  • REZIM ZHALIM

Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{ثُمَّ بَدَا لَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا رَأَوُا الآيَاتِ لَيَسْجُنُنَّهُ حَتَّى حِينٍ}

Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu.” (QS. Yusuf: 35)

✅ Imam Ibnu Katsir -rahimahullaah- berkata:

Allah -Ta’aalaa- berfirman: Kemudian tampak kemaslahatan versi mereka bahwa mereka harus memenjarakan Yusuf sampai suatu waktu (yang tidak ditentukan). Hal itu mereka lakukan setelah mereka mengetahui bahwa Yusuf terbebas dari kesalahan, dan telah tampak tanda-tanda -bahkan bukti-bukti- kebenaran Yusuf dalam kesucian dan kebersihannya.

Seolah-olah mereka -Wallaahu A’lam- memenjarakan Yusuf tatkala tersebar berita (bahwa Zulaikha merayunya); maka mereka bermaksud membuat image (gambaran) seoalah-olah Yusuf lah yang merayu (Zulaikha), sehingga dia dipenjara dengan sebab itu.”

[“Tafsiir Al-Qur’aanil ‘Azhiim” (IV/387)]

✅ Maka, Yusuf dipenjara tanpa kesalahan, justru karena kezhaliman dan politik pemerintahan; demi menjaga nama baik mereka. Dipenjara bukan karena kemaksiatan, justru disebabkan ketaatan. Semisal perlakuan yang didapatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullaah- yang dipenjara -dan disiksa- dikarenakan membela ‘Aqidah Ahlus Sunnah.

[Lihat: “It-haaful Ilf” (I/418-421)]

  • Maka, bagaimana Yusuf meniyikapi kezhaliman penguasa ini?

Sebelumnya perlu diketahui: bahwa para Nabi -‘alaihimus salaam- tidaklah diutus untuk menjatuhkan seorang pemimpin negeri dan mengangkat yang lainnya, akan tetapi mereka diutus untuk mengajak kepada Tauhid.

✅ Yusuf dipenjara karena kezhaliman penguasa, akan tetapi beliau tidak mengajak manusia untuk melakukan pemberontakan. Karena, para nabi memang bukan diutus untuk mencari kekuasaan, dan tidak juga membuat partai-partai untuk mewujudkan hal tersebut, akan tetapi mereka diutus untuk memberikan hidayah kepada manusia, menyelamatkan mereka dari kesesatan dan kesyirikan, serta mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, dan mengingatkan mereka akan siksaan Allah terhadap umat-umat yang mendustakan kebenaran.

[Lihat: “Manhajul Anbiyaa Fid Da’wah Ilallaah Fiihil Hikmah Wal ‘Aql” (hlm. 64 & 115)

  • Sehingga, wajar saja kalau dalam situasi semacam ini; Yusuf tetap melakukan ibadah di saat susah.

Sebagaimana hamba wajib untuk beribadah kepada Allah di waktu lapang/senang; maka dia juga wajib untuk beribadah di saat susah. Maka Yusuf -‘alaihis salaam- senantiasa berdakwah mengajak kepada Allah. Dan ketika beliau masuk penjara; maka beliau terus melanjutkan (dakwah)nya, beliau mendakwahi dua orang pemuda (yang masuk penjara bersamanya) kepada Tauhid dan melarang keduanya dari syirik.”

[“Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hlm. 410)]

{يَا صَاحِبَيِ السِّجْنِ أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ * مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ أَمَرَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ}

✅ “(Yusuf berkata): Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik: tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu? Ataukah Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa?! Apa yang kalian sembah selain Dia hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat -baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu-. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusuf: 39-40)

-ditulis oleh: Ahmad Hendrix-

=

  • PROVOKATOR ADALAH PEMBERONTAK ?

Oleh : Abu Fadhel Majalengka

Ada sebagian orang mengatakan, bahwa pemberontakan itu dengan senjata, kalau dengan kata-kata melalui mimbar-mimbar bebas (demonstrasi, tabligh akbar, khutbah jumat dll) atau melalui media massa, media elektronik dan media sosial, itu bukan bentuk pemberontakan.Padahal melalui kata-kata itulah awal yang memicu terjadinya pemberontakan dengan fisik atau dengan senjata.

Utsman bin Affan radhiyallahu di demo dan dibunuh, itu awalnya karena kata-kata yang memprovokasi masyarakat, sehingga masyarakat marah dan menuntut Khalifah Utsman Bin Affan radhiyallahu anhu.

Untuk itu, salah satu jenis pemberontakan adalah memprovokasi dan menganjurkan masyarakat untuk memberontak kepada pemerintah. Ini merupakan bentuk pemberontakan walaupun tidak membawa senjata.

✅ Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah ditanya tentang hal ini

من يدعو إلى الخروج ويقول إن الخروج عن جماعة المسلمين لا يعني بالخروج بالمظاهرات وإبداء الرأي بل الخروج المحذر منه هو الخروج المسلح؟

Bagaimana dengan orang yang memprovokasi untuk memberontak kepada pemerintah dan menyatakan bahwa yang dimaksud dengan menyempal dari jamaah kaum Muslimin (memberontak kepada pemerintah) bukanlah dengan cara melakukan demonstrasi dan mengemukakan pendapat. Tetapi yang dimaksud dengan pemberontakan yang diperingatkan oleh syari’at agar dijauhi adalah pemberontakan bersenjata?

✅ Beliau hafizhahullah menjawab

الخروج أنواع منه الخروج بالكلام إذا كان يحث على الخروج ويرغب بالخروج على ولي الأمر هذا خروج ولو ما حمل السلاح؛ بل ربما يكون هذا أخطر من حمل السلاح، الذي ينشر فكر الخوارج ويرغب فيه هذا أخطر من حمل السلاح، يكون الخروج بالقلب أيضا إذا لم يعتقد ولاية ولي الأمر وما يجب له ويرى بغض ولاة الأمور المسلمين هذا خروج بالقلب، الخروج قد يكون بالقلب والنية، قد يكون بالكلام، ويكون بالسلاح أيضا، نعم.

Pemberontakan ada beberapa macam, diantaranya adalah pemberontakan dengan ucapan. Ini juga merupakan salah satu jenis pemberontakan jika dengan ucapan tersebut memprovokasi dan menganjurkan untuk memberontak kepada pemerintah. Ini merupakan bentuk pemberontakan walaupun tidak membawa senjata. Bahkan terkadang ini lebih berbahaya dibandingkan membawa senjata. Orang yang menyebarkan pemikiran Khawarij dan menganjurkannya maka dia lebih berbahaya dibandingkan membawa senjata. Pemberontakan bisa juga dilakukan dengan hati, yaitu jika seseorang tidak meyakini kekuasaan pemerintah dan tidak meyakini kewajiban yang ditetapkan oleh syari’at terhadapnya dan membenci pemerintah. Semacam ini merupakan pemberontakan dengan hati. Jadi pemberontakan itu bisa dengan hati, niat dengan ucapan, dan juga dengan senjata. http://www.alfawzan.af.org.sa/node/14279

✅ Berhati-hatilah dengan perkara ini, yakni memberontak kepada pemerintah, baik dengan hati, lisan maupun fisik, karena kerusakannya akan lebih parah dibandingkan dengan keadaan yang sekarang. Hidup aman itu kenikmatan yang tidak ada tandingannya setelah nikmat agama.

✅ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِيْ سِرْبِهِ مُعَافُى فِي جَسَدِهِ عِندَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَ نَمَا حِيزَتْ لَهُ الدُ نْيَا

Barangsiapa merasa aman di tempat tinggalnya, tubuhnya sehat dan mempunyai bekal makan hari itu, seolah-olah dunia telah ia kuasai dengan keseluruhannya”. (HR Tirmidzi. Berkata Syekh Al Albani : Hadits Shahih).

✅ Berkata As-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah:

نعمة الامن لا يشابهها نعمة غير نعمة الاسلام والعقل (شرح رياض الصالحين ٢٦٨).

Kenikmatan keamanan tidak ada yang menyerupainya kenikmatan selain kenikmatan Islam dan akal. » Syarah Riyadh As-Shalihin (268).

Berkata asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah,

Nikmat keamanan dan ketenteraman tidak bisa ditandingi oleh nikmat apa pun setelah kenikmatan agama.

Maka dari itu, kita wajib menjauhi segala sesuatu yang akan membuat gejolak di masyarakat.

Kita tidak menganggap para penguasa itu bebas dari kesalahan. Para waliyyul amr dari kalangan ulama dan umara punya banyak kesalahan.

✅ Tetapi, sebuah riwayat menyebutkan, ‘Sebagaimana kondisi kalian maka akan seperti itulah pimpinan kalian.’ Lihatlah keadaan manusia. Di antara hikmah Allah Subhanahu wata’ala bahwa penguasa dan rakyat itu sama,

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang lalim itu sebagai penguasa terhadap sebagian orang lalim yang lain karena apa yang mereka usahakan.” (al-An’am: 129)

Yang wajib kita lakukan adalah mendoakan para penguasa secara diam diam ataupun terang-terangan. Kita doakan mereka agar mendapat taufik, kebaikan, dan dapat memperbaiki.

Disebutkan bahwa al-Imam Ahmad rahimahullah dahulu mengatakan, “Kalau aku tahu bahwa aku punya doa yang pasti terkabul, pasti akan aku gunakan untuk mendoakan penguasa.” Sebab, apabila penguasa itu baik, akan baik pula bagi umat. Dan ini benar. (al-Imam az-Zahid hlm. 118—119.

Sebagai muslim yang baik, maka hendaklah senantiasa mendoakan negeri kita ini negeri yang aman, negeri yang penuh keberkahan dan rizki yang melimpah, sebagaimana doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis sallam.

Allah Ta’ala berfirman :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim bedo’a : Wahai, Rabbku, jadikanlah negeri ini negeri aman sentausa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian”.(QS. al-Baqarah : 126]

=

  • ➡ 70 tahun berada dibawah pemimpin yang zalim lebih baik daripada satu malam tanpa pemimpin”

✅ Pada tanggal 13 Juli 1977, sekitar pukul 21.30, seluruh kota New York mengalami bencana yg tak pernah dibayangkan penduduk kota itu. NY mengalami pemadaman listrik yg membuat seluruh kota dalam kegelapan total selama 24 jam. Total blackout itu memicu banyak orang merasa bebas sebebas-bebasnya melakukan apa saja yg diinginkan.

✅ Hasilnya? Kota dalam kondisi kacau balau tanpa aturan; total 16ribu toko dijarah, lebih dari 1000 lokasi bangunan dibakar, ribuan wanita dilaporkan mengalami pelecehan seksual … dan total kerugian materiil diestimasi mencapai 300 juta dollar. Untuk menggambarkan “kacau satu malam” itu, koran The NY Post memberi judul berita di halaman utamanya: “New York’s disaster adds up to most expensive man-made one the nation has ever seen”

✅ Kejadian ini menunjukkan bahwa memang pada dasarnya manusia itu amat zalim dan bodoh, cenderung tdk amanah (QS33:72). Dengan kata lain, manusia hidup itu perlu aturan dan hukum, supaya kezaliman dan kebodohan itu tidak menenggelamkannya. Dan tentunya diperlukan juga pemimpin yg memiliki otoritas mengawal aturan dan hukum tsb supaya setiap orang tidak bedigasan semaunya sendiri. Tak mengherankan jika para salaf terdahulu mengatakan: “70 tahun berada dibawah pemimpin yang zalim lebih baik daripada satu malam tanpa pemimpin” … Dan New York 1977 telah membuktikannya, bahkan ketika para pemimpinnya masih eksis; hanya karena mereka tak mampu menegakkan hukum akibatnya satu kota dipenuhi kezaliman.

✅ Memang idealnya … pemimpin itu tidak bodoh dan tidak zalim. Akan tetapi masalahnya adalah, kecuali para Nabi (yg memang Allah beri keistimewaan), tak ada di dunia ini orang yg sempurna bebas dari sifat bodoh dan zalim. Dan karena ‘life must go on’, maka hukum dan aturan tetap perlu ditegakkan, sehingga konsekuensinya suka tidak suka, mau tidak mau … siapapun pemimpin yg Allah hadirkan di tengah2 kita (bagaimanapun caranya) harus diterima dgn ikhlas. Sederhananya, tidaklah logis mengharapkan pemimpin yg tidak zalim tetapi dgn cara melegalkan kezaliman lain semisal #revolusi atau #peoplepower.

Cukupkan saja pemilu dan demokrasi sebagai kezaliman yg telah lewat! Jangan tambah lagi dengan kezaliman yg baru yg akan membawa derita dan tentunya kezaliman2 yg lain.

Damailah Indonesiaku … Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita.

=

  • PeoplePower not belong to Islam … it is khawarij, syiah or communist way.

✅ Rumus textbook politik kekuasaan itu cuma 2, yakni memperjuangkan keadilan dan melawan kezaliman. Dua2nya dipakai bani kepruk: kaum khawarij, syiah dan orang2 komunis sejak zaman baheula. Mereka menuangkan sentimen keadilan dan kezaliman ini dlm manipol (manifesto politik)-nya, yg kemudian diwujudkan dalam pemberontakan atau revolusi rakyat alias people power yg diyakininya mampu memperbaiki keadaan; persis seperti yg dikatakan Vladimir Illich Lenin: “Revolusi adalah lokomotif sejarah”.

✅ Monggo silahkan dibaca sejarah mulai dari pemberontakan Dzul Khuwaishirah pada Nabi ﷺ, makar Abdulah bin Saba thd khalifah Utsman, “jihad” Abu Muslim al-Khurasani melawan penguasa Bani Umayah, revolusi Bolshevik-nya Lenin yg menumbangkan Tsar Nikolai II, dan revolusi Iran yg diimami Khomeini menjatuhkan Syah Reza Pahlavi. Semuanya itu mengangkat isyu yg sama ‘keadilan’ dan ‘kezaliman’

✅ Intinya inti, jangan percaya dan tinggalkan ulama, da’i, atau habib yg mengajak memerangi kezaliman dan ketidak-adilan penguasa meskipun yg dijanjikannya adalah iming2 hidup sejahtera. Tidak ada jihad untuk urusan beginian. Sederhananya, karena kezaliman dan ketidak-adilan penguasa adalah ujian (kesabaran) dari Allah, sementara sejahtera bukanlah tujuan hidup manusia … Betul?

Kita bisa saksikan di banyak negara ulama2 dan da’i2 yg menggunakan kharismanya untuk membius rakyat mengobarkan api permusuhan.

== ——- ~~~(Lanjut ke Halaman 2) ~~~—