Tata Cara Sholat 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Waktu Shalat dan Tata Cara Shalat-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi

Tata Cara Shalat Sesuai Petunjuk Nabi-Ustadz Abu Qatadah

Syarah Kitab Umdatul Hakam-Ustadz Firanda Andirja

Shalat Berjamaah

Bab Sholat

Waktu-Waktu Sholat(Bag.2)

Waktu-Waktu Sholat(Bag.3)

Waktu-Waktu Sholat(Bag.4)

=

Ebook

MATERI BERGAMBAR SIFAT SHALAT NABI 

MATERI BERGAMBAR SIFAT WUDHU NABI

Hukum Thaharah(Bersuci) dan Shalat-Erwandi Tarmizi MA 54Hlm

Tuntunan Thaharah dan Shalat-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah Bin Baaz dan Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin 45 Hlm

Hukum Orang yang Meninggalkan Shalat-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin 42 Hlm

Petunjuk Lengkap Tentang Shalat-DR.Said bin Ali Al-Aqahthani 240Hlm

Sholat (Definisi-Anjuran-Ancamannya) 29Hlm

Jadikan Sabar & Shalat Sebagai Penolongmu

Fiqih Shalat Lengkap-503Hlm

Tuntunan Praktis Shalat (Hukum-Hukum Seputar Shalat, mulai dari; syarat sah shalat hingga dzikir-dzikir sesudah shalat)

Shalat Tathawwu’ 30Hlm(membahas masalah fiqih seputar Shalat-shalat Sunnah, diantaranya; Shalat.Isyraq, Shalat Dhuha, Shalat Istikharah, Shalat Sunnah Wudhu, Shalat Tahiyatul Masjid,Shalat Sunnah Sebelum Khutbah Jum’at Dimulai, Shalat Sunnah Setelah Shalat Jum’at,Shalat Ketika Pulang Dari Safar, Shalatnya Pengantin Baru Sebelum Jima’, Shalat Taubat,Shalat Hajat, dan Shalat Tasbih.)-Shalat Rawatib

Marilah Shalat Berjama’ah-42Hlm

Fiqh dan Hukum Seputar Shalat-105Hlm

Waktu-Waktu Shalat-16Hlm

(membahas tentang waktu-waktu shalat fardhu, waktu-waktu yang dilarang shalat, tempat-tempat yang dilarang shalat, beserta pengecualiannya.)

Fiqh Bersuci dan Sholat Sesuai TuntunanNabi

Koreksi Atas Kekeliruan Ibadah Sholat 615Hlm

==

  • Tata Cara Sholat

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

====

TATA CARA SHOLAT

  • ➡ Apakah Dalil untuk Jumlah Rokaat Sholat Fardlu 5 Waktu?

Jawab:

➡ Dalil Umum

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ أَوَّلَ مَا افْتُرِضَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةُ رَكْعَتَانِ رَكْعَتَانِ إِلَّا الْمَغْرِبَ فَإِنَّهَا كَانَتْ ثَلَاثًا ثُمَّ أَتَمَّ اللَّهُ الظُّهْرَ وَالْعَصْرَ وَالْعِشَاءَ الْآخِرَةَ أَرْبَعًا فِي الْحَضَرِ وَأَقَرَّ الصَّلَاةَ عَلَى فَرْضِهَا الْأَوَّلِ فِي السَّفَرِ

Dari Aisyah istri Nabi shollallahu alaihi wasallam beliau berkata: Pertama yang diwajibkan sholat kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam adalah dua rokaat dua rokaat kecuali Maghrib yang 3 rokaat. Kemudian Allah sempurnakan (jumlah rokaat) Dzhuhur, Ashar, dan Isya’ akhir 4 rokaat dalam kondisi hadir (tidak safar) dan ditetapkan sholat sebagaimana kewajibannya yang awal di waktu safar (H.R Ahmad, dinyatakan sanadnya jayyid oleh Syaikh al-Albaniy dalam Silsilah as-Shahihah penjelasan riwayat no 2815) 

Dalil Khusus 

  • ➡ Sholat Subuh : 2 Rokaa

عَنْ قَيْسِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يُصَلِّي بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ الصُّبْحِ رَكْعَتَانِ فَقَالَ الرَّجُلُ إِنِّي لَمْ أَكُنْ صَلَّيْتُ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا فَصَلَّيْتُهُمَا الْآنَ فَسَكَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Qoys bin Amr –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam melihat seorang laki-laki sholat dua rokaat setelah sholat Subuh. Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Sholat Subuh itu dua rokaat. Maka orang itu mengatakan: Sesungguhnya aku belum sholat dua rokaat sebelumnya (sebelum sholat Subuh) maka aku mengerjakannya sekarang. Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam diam (H.R Abu Dawud, dishahihkan Ibn Hibban dan al-Hakim, disepakati keshahihannya oleh adz-Dzahabiy dan al-Albaniy)

  • Sholat Dzhuhur : 4 rokaat 

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الظُّهْرَ بِالْمَدِينَةِ أَرْبَعًا وَصَلَّى الْعَصْرَ بِذِي الْحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ

Dari Anas radhiyallahu bahwasanya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat Dzhuhur di Madinah 4 rokaat, dan sholat Ashar di Dzulhulaifah 2 rokaat (H.R Muslim) 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الظُّهْرَ خَمْسًا فَلَمَّا سَلَّمَ قِيلَ لَهُ أَزِيدَ فِي الصَّلَاةِ قَالَ وَمَا ذَاكَ قَالُوا صَلَّيْتَ خَمْسًا فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ

✅ “Sesungguhnya Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam sholat dzhuhur 5 rokaat, ketika selesai salam ditanyakan kepada beliau: Apakah sholat ditambah? Nabi menyatakan: Ada apa? Para Sahabat berkata: Anda telah sholat 5 rokaat. Maka beliau sujud dua kali sujud (sujud sahwi)” (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).

  • Sholat Ashar : 4 rokaat

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الْعَصْرَ فَسَلَّمَ فِي ثَلَاثِ رَكَعَاتٍ ثُمَّ دَخَلَ مَنْزِلَهُ فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ الْخِرْبَاقُ وَكَانَ فِي يَدَيْهِ طُولٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَكَرَ لَهُ صَنِيعَهُ وَخَرَجَ غَضْبَانَ يَجُرُّ رِدَاءَهُ حَتَّى انْتَهَى إِلَى النَّاسِ فَقَالَ أَصَدَقَ هَذَا قَالُوا نَعَمْ فَصَلَّى رَكْعَةً ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ

✅ “Sesungguhnya Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam sholat ashr, kemudian beliau salam pada rokaat ke-3 kemudian masuk rumahnya, maka bangkitlah seseorang yang disebut al-Khirbaaq yang memiliki tangan panjang. Maka ia berkata: Wahai Rasulullah…kemudian disebutkan apa yang dilakukan Nabi. Maka beliau kemudian keluar (seperti terlihat marah) menarik selendangnya sampai (di hadapan) manusia. Kemudian beliau bertanya: ‘Apakah lelaki ini benar?’Para Sahabat menjawab: ya. Maka kemudian Nabi sholat satu rokaat, kemudian salam, kemudian sujud 2 kali sujud, kemudian salam” (H.R Muslim dari Imron bin Hushain).

  • Sholat Maghrib : 3 rokaat

لاَ تُوْتِرُوا بِثَلَاثٍ وَلَا تَشَبَّهُوْا بِصَلاَةِ الْمَغْرِبِ أَوْتِرُوْا بِخَمْسٍ أَوْ بِسَبْعٍ

Janganlah witir dengan 3 rokaat dan jangan menyerupai sholat maghrib. Berwitirlah dengan 5 atau 7 rokaat (H.R al-Hakim, dinyatakan shahih sesuai syarat al-Bukhari dan Muslim oleh adz-Dzahabiy)

dalam riwayat atThohawy pada syarh Ma’aaniy al-atsar dinyatakan dengan lafadz:

لاَ تُوْتِرُوْا بِثَلَاثِ رَكَعَاتٍ تَشَبَّهُوْا بِالْمَغْرِبِ

Janganlah kalian berwitir dengan 3 rokaat yang menyerupai Maghrib (H.R atThohawiy dalam syarh Ma’aaniy al-Atsar no 1609, dinyatakan sanadnya shahih oleh al-Albaniy dalam sholaatut taraawih).

Para Ulama menjelaskan bahwa witir boleh 3 rokaat, sama jumlah rokaatnya dengan Maghrib, tapi jangan sama dalam tata caranya, yaitu ada 2 tahiyyat/tasyahhud. Kalau mau witir 3 rokaat, mestinya satu kali tahiyyat di akhir saja. 

  • Sholat Isya’ : 4 rokaat

عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ شَكَا أَهْلُ الْكُوفَةِ سَعْدًا إِلَى عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَعَزَلَهُ وَاسْتَعْمَلَ عَلَيْهِمْ عَمَّارًا فَشَكَوْا حَتَّى ذَكَرُوا أَنَّهُ لَا يُحْسِنُ يُصَلِّي فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ فَقَالَ يَا أَبَا إِسْحَاقَ إِنَّ هَؤُلَاءِ يَزْعُمُونَ أَنَّكَ لَا تُحْسِنُ تُصَلِّي قَالَ أَبُو إِسْحَاقَ أَمَّا أَنَا وَاللَّهِ فَإِنِّي كُنْتُ أُصَلِّي بِهِمْ صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَخْرِمُ عَنْهَا أُصَلِّي صَلَاةَ الْعِشَاءِ فَأَرْكُدُ فِي الْأُولَيَيْنِ وَأُخِفُّ فِي الْأُخْرَيَيْنِ

Dari Jabir bin Samuroh beliau berkata: Ahlul Kufah mengadukan Sa’ad (bin Abi Waqqosh) radhiyallahu anhu kepada Umar radhiyallahu anhu, maka Umar melepas jabatan itu (sebagai gubernur Kufah) dari Sa’d. Umar menggantikannya dengan Ammar. Penduduk Kufah mengadukan keadaan Sa’ad bahkan menyebutkan bahwa Sa’ad tidak baik dalam sholatnya. Kemudian Umar mengutus orang kepada Sa’ad dan berkata: wahai Abu Ishaq (Sa’ad), sesungguhnya orang-orang ini mengaku bahwa engkau tidak baik dalam sholat. Abu Ishaq (Sa’ad) menyatakan: Saya demi Allah telah melakukan sholat sebagaimana sholat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Saya tidak menguranginya. Saya melakukan sholat Isya dengan memanjangkan bacaan di dua rokaat awal dan meringankan bacaan di dua rokaat akhir… (H.R al-Bukhari) 

  • Ringkasan Tata Cara Sholat

Berwudhu’ dengan sempurna, kemudian berdiri untuk sholat dengan menghadap kiblat. Berniat dalam hati untuk mengerjakan sholat sesuai dengan yang diwajibkan atau disunnahkan saat itu.

Kemudian bertakbir mengucapkan: Allaahu Akbar dengan mengangkat tangan jari jemari dirapatkan menghadap kiblat sejajar bahu dan ujung jemari sejajar telinga. Selanjutnya membaca doa istiftah. Salah satu istiftah yang pendek adalah: Alhamdulillahi hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih.

Kemudian mengucapkan taawwudz, misalkan dengan: A’udzu billaahi minasy syaithoonir rojiim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsih. Selanjutnya membaca Bismillahirrohmaanirrohiim dan AlFatihah serta mengucapkan Aamiin.

Bagi Imam dan orang yang sholat sendirian wajib membaca alFatihah pada setiap rokaat. Sedangkan bagi makmum, hanya membaca alFatihah jika Imam tidak membaca dengan keras atau makmum tidak mendengar karena terlalu jauh jaraknya atau bermasalah pendengarannya.

Imam membaca keras bacaan alFatihah dan bacaan surat pada dua rokaat awal di sholat Maghrib, Isya’, Subuh, dan sholat Jumat.

Setelah itu, bertakbir dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu kemudian ruku’. Gerakan ruku’ adalah membungkukkan badan diusahakan lurus, namun bagi yang mengalami kesulitan pada tulang punggungnya, bisa mengerjakan gerakan membungkuk sesuai kemampuan.  Pada saat ruku’ letakkan kedua telapak tangan pada kedua lutut dan merenggangkan jari jemari. Dalam ruku’ agungkanlah Allah. Wajib mengucapkan Subhaana Robbiyal Adzhiim sekali. Jika mengucapkan lebih dari sekali itu adalah baik. Jika ditambahkan dengan ucapan wabihamdihi juga baik. Boleh juga setelah membaca Subhaana Robbiyal Adzhiim disambung dengan bacaan ruku’ yang lain.

Bagi makmum yang mendapati Imam ruku’ atau gerakan sebelumnya, ia masih terhitung mendapatkan rokaat tersebut. Dalam ruku’ dilarang membaca ayat alQuran.

Kemudian bangkit dari ruku’ dengan mengucapkan tasmi’ (Sami’allaahu liman hamidah) dan mengangkat kedua tangan sejajar bahu. Bacaan tasmi’ wajib dibaca oleh Imam atau orang yang sholat sendirian. Sedangkan makmum jika Imam mengucapkan Sami’allahu liman hamidah, ia mengikutinya dengan mengucapkan Robbanaa wa lakal hamdu bersamaan dengan i’tidal.

Setelah itu, posisi i’tidal (berdiri lurus dengan tangan dibiarkan bebas terjuntai di samping kiri kanan). Dalam posisi i’tidal ini diwajibkan mengucapkan Robbana wa lakal hamdu atau varian bacaan yang disunnahkan dengan kalimat semisal, seperti Allaahumma robbana lakal hamdu. Jika ditambahkan dengan bacaan selanjutnya, lebih baik. Seperti tambahan bacaan: Hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiihi.

Berikutnya, bertakbir tanpa mengangkat kedua tangan, turun menuju sujud. Sujud harus pada 7 tulang. Dahi dan hidung harus menyentuh tanah. Demikian juga kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung jari kaki. Jari-jari dirapatkan dan diarahkan ke kiblat. Siku tangan tidak boleh menyentuh tanah. Jika di kiri kanan tidak ada orang lain yang berdekatan dengan kita, disunnahkan menjauhkan telapak tangan di samping tubuh sejajar bahu. Disunnahkan pula agak menjauhkan perut dari paha. Hal itu disebut tajaafi. Gunanya agar seluruh persendian dan tulang mendapatkan haknya masing-masing dalam ibadah, tidak bertumpu satu sama lain. Namun, jika area sholat sempit, kita bisa sujud dengan menumpukan siku tangan pada paha dan telapak tangan diletakkan di tanah di bawah dada.

Dalam sujud, diwajibkan membaca Subhaana robbiyal A’la sekali. Jika ditambahkan dengan wa bihamdih juga baik. Jika dibaca lebih dari sekali, itu sunnah. Boleh juga menambah dengan bacaan sujud lain yang disunnahkan. Disunnahkan pula memperbanyak doa dalam sujud. Tidak boleh membaca ayat alQuran dalam sujud, kecuali jika diniatkan berdoa dan menggunakan lafadz doa dalam al-Quran, bukan diniatkan membaca al-Quran. Rasakan kedekatan dengan Allah dalam sujud, karena Nabi menyatakan bahwa saat sujud adalah masa-masa terdekat seorang hamba dengan Allah. Satu kali sujud menghapuskan satu dosa dan mengangkat satu derajat.

Kemudian bangkit dari sujud dengan bertakbir untuk duduk di antara dua sujud dengan duduk iftirasy atau iq-aa’. Saat duduk di antara dua sujud mengucapkan Robbighfirlii saja atau dengan lafadz lain sesuai sunnah. Kemudian bertakbir menuju sujud. Setelah itu bertakbir untuk berdiri ke rokaat berikutnya.

Sholat Subuh berjumlah 2 rokaat, sholat Dzhuhur 4 rokaat, Ashar 4 rokaat, Maghrib 3 rokaat, Isya 4 rokaat sebagaimana kesepakatan (ijma’) para Ulama’ yang disebutkan oleh Ibnul Mundzir dalam kitab al-Ijmaa’.

Bangkit dari sujud menuju berdiri dari rokaat ganjil boleh menggunakan duduk istirahat jika diperlukan. Namun tidak perlu takbir dari duduk istirahat menuju berdiri (Fatwa alLajnah adDaaimah). 

Pada setiap 2 rokaat ada tahiyyat/ tasyahhud. Jika tasyahhud dalam sholat hanya sekali di akhir, duduknya adalah iftirasy. Namun, jika jumlah tasyahhud lebih dari 1, di tasyahhud akhir duduknya adalah tawarruk. Telapak tangan kiri diletakkan pada lutut kiri dalam keadaan ditelungkupkan terhampar, sedangkan telapak tangan kanan diletakkan pada paha kanan. Memberi isyarat dengan jari telunjuk tangan kanan ke depan dari awal hingga akhir tasyahhud sedangkan ibu jari dipertemukan dengan jari tengah.

Khusus untuk bangkit dari tasyahhud awal, disunnahkan mengangkat kedua tangan sejajar bahu ketika bertakbir. Sedangkan bangkit pada rokaat yang lain, tidak disunnahkan mengangkat kedua tangan ketika bertakbir.

Disunnahkan membaca sholawat setelah bacaan tasyahhud, terutama pada tasyahhud akhir. Setelah sholawat ditambah dengan doa-doa yang diajarkan Nabi dalam sholat sebelum salam.

Kemudian salam dua kali dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sebagai penutup sholat. Demikianlah secara ringkas tata cara sholat dari takbir hingga salam.

~~~•~~~ (Lanjut Ke Halaman 2) ~~~•~~~