Benarkah Ada Sisa Peninggalan dan Rambut Nabi shallallahu alaihi wasallam? dan Jaminan Selamat Itu Dengan Mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••===

Benarkah Ada Sisa Peninggalan dan Rambut Nabi shallallahu alaihi wasallam-Syaikh Ashim Al Hakim

Bolehkah Mengharap Berkah Pada Benda Peninggalan Nabi ?-Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi

Syaikh Shalih Al Fauzan Menjawab Masalah Rambut Rasululullah

Ngalap Berkah Oleh Ustadz Firanda Andirja MA

Hukum Tabarruk-Ustadz Ahmad Zainuddin

Seluk Beluk Tabarruk-Ustadz Ahmad Zainuddin

Yang Harus Anda Ketahui Tentang Tabarruk-Ustadz Ahmad Zainuddin

Ngalap Berkah dari Pohon, Batu, atau yangSejenisnya – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr.‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Amir As Soronjy · Ngalap Berkah Sesuai Al-Quran dan Sunnah

Bag1Bag2

=

Ebook

Memahami Ngalap Berkah

Ulama Syafi’iyyah dan Tabarruk

Hakikat Syirik dan Macamnya

[Abu Islam Saalih bin Thaha ‘Abdul Wahid]Methode Setan dalam Menyesatkan Manusia

Antara Berhala dan Kuburan Wali

Kasyfu Syubhat(Membantah Syubhat Persoalan Tauhid)

=

Bolehkah Mengharap Berkah Pada Benda Peninggalan Nabi? dan Jaminan Selamat Itu Dengan Mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

  • Rambut Peninggalan Rasulullah, Benarkah?

Abu Ubaidah As Sidawi

Lagi viral tentang seorang yang mengaku mendapat amanah tuk membawa sehelai rambut peninggalan Rasulullah yg bersertifikat. Banyak orang tefitnah & terkagum sehingga berebut untuk mencium dan ngalap berkah darinya.

Berikut ini penjelasan singkat tentang masalah tersebut agar kita tidak termasuk korban hoaks tersebut.

  • ➡ 1. Pembagian Peninggalan Nabi

Syeikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad menjelaskan:

“Peninggalan Rasulullah terbagi menjadi tiga:

➡ 1. Peninggalan beliau berupa hadits dan sunnah. Ini wajib dijaga.

➡ 2. Peninggalan beliau berupa tempat.

Ini jika shahih, maka diambil seperti masjid Nabawi, masjid Quba yg memiliki keutamaan sholat di sana. Adapun tempat yang tidak ada dalilnya yang shahih maka ditinggalkan.

➡ 3. Peninggalan Nabi dari jasad seperti rambut, baju, sandal, tongkat dan sebagainya. Ngalap berkah padanya boleh sebagaimana dilakukan sahabat dan tabiin. Adapun sekarang, maka peninggalan tersebut telah hilang, tidak ada wujudnya dan tidak boleh dijadikan sebagai sandaran”. (At-Tahdzir Min Ta’zhimil Atsar Ghoiril Masyru’ah 4/215-216 -Kutub Wa Rosail)

  • ➡ 2. Ngalap Berkah Dengan Rambut Nabi

Perlu diketahui bahwa dzat Rasulullah berbarokah sebagaimana juga perbuatan beliau. Oleh karena itu para sahabat dahulu mengambil barokah dari jasad Rasulullah seperti rambutnya, keringatnya, ludahnya, sisa air wudhunya dan lain sebagainya, bukan sebagai ghuluw (berlebihan) kpd beliau tetapi sebagai penghormataan dan pengagungan kepada beliau karena mereka faham bahwa keberkahan hanya dari Allah.

Ngalap berkah dengan rambut Nabi terjadi pada masa Nabi masih hidup dan juga setelah mati.

Saat masih hidup, pernah Nabi ketika cukur rambut saat haji, beliau membagi2kan rambut nya kepada para sahabat. (Shahih Muslim 4/1812)

✅ Imam Nawawi mengatakan: “Dalam hadits ini terdapat dalil tentang tabarruk para sahabat dg rambut Nabi dan penghormatan mereka kepada rambu beliau”. (Syarh Shahih Muslim 15/82)

Begitu pula setelah wafatnya Nabi, para sahabat dan juga tabi’in menyimpan beberapa helai Nabi, diantaranya adalah Anas bin Malik dan Ummu Salamah. (Shahih Bukhori 1/50, 7/57)

  • ➡ 3. Masih Adakah Peninggalan Rambut Nabi Sekarang ini?

Pada zaman sekarang ini, banyak orang dg mudahnya mengklaim dia memiliki peninggalan Nabi berupa sorban, pedang, piring, tongkat, rambut, cincin dan lain sebagainya. Apakah itu benar?

Klaim ini tidak benar sama sekali karena beberapa alasan berikut:

➡ 1. Peninggalan Rasulullah itu tidak banyak, melainkan sedikit sekali.

➡ 2. Peninggalan beliau banyak yang hilang karena beberapa faktor, diantaranya banyaknya peperangan seperti di akhir masa Abbasiyah saat pasukan Tatar menyerang Baghdad. (Lihat Al Bidayah wa Bihayah Ibnu Katsir 6/8)

➡ 3. Tidak ada bukti otentik dan valid yg menegaskan bahwa itu adalah benar2 rambut Rasulullah. Kalau cuma praduga saja maka tidak bisa diterima, apalagi konsekwensi dari klaim ini menjadikan manusia melebihi batas dan rusak aqidahnya. Seorang muslim harus hati2 dalam agamanya dan aqidahnya, jangan terbawa perasaan dan semangat tanpa ilmu yg berujung kesesatan. Seorang muslim harus konsisten berpegang pada agamanya dan tidak melampui batas dari garis agama.

➡ 4. Banyak sekali klaim peninggalan rambut Nabi di berbagai negara; di Turki, Damaskus, Mesir, Palestina dll yang gak masuk akal. Bahkan di Kostantinopel diklaim rambut Nabi di sana sebanyak 43 helai rambut pada tahun 1327 H kemudian dihadiahkan 25 hingga tersisa cuma 18. Bahkan di sebagian negara, rambut peninggalan tersebut disimpan di kotak atau botol dan dihiasi dg sutra. Di sebagian negara bahkan dirayakan pada malam tertentu seperti 27 Ramadhan atau nisyfu syaban.

Ahmad Taimur Basya mengatakan: “Apa yang beredar di kalangan manusia bahwa itu adalah rambut Rasulullah bisa jadi itu yang beliau bagikan kepada para sahabat. Hanya saja masalah yang sulit adalah mengetahui yang shahih dan tidak“. (Al Atsar An Nabawiyyah hlm. 82)

Intinya, klaim sebagian kalangan tersebut yang mengatakan bahwa ini atau itu adalah Rambut Nabi sangat meragukan dan butuh bukti otentik.

✅ Syeikh Al Albani mengatakan: “Kita berkeyakinan bahwa peninggalan Nabi sekarang ini seperti sandal, rambut dan sebagainya sudah tidak ada. Tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan bukti otentik tentang keshahihannya“. (At Tawassul Anwauhu wa Ahkamuhu hlm. 86)

Apalagi setelah berlalu 14 abad dari zaman beliau ditambahnya banyak para pendusta kepada beliau sebagaimana pendusta pada hadits2 beliau.

Maka yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita tabarruk dengan mengamalkan ajaran beliau, meneladani ibadah beliau, mengangungkan sunnah beliau dan mempelajari hadits2 beliau.

✅ Catatan tambahan: Tabarukk dg peninggalan itu khusus untuk peninggalan Nabi. Adapun selain nabi maka tidak bisa dibuat tabarruk siapapun orangnya. Oleh karena itu tidak dinukil dari seorangpun sahabat bahwa mereka tabarruk dg peninggalan Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali, padahal tidak ada di kalangan umat ini yg lebih mulia dari mereka.

(Diringkas dari At Tabarruk Anwa’uhu wa Ahkamuhu, hlm. 243-260 oleh Dr. Nashir Al Juda’i dan Syarh Syamail Nabi karya Syeikh Abdur Rozzaq Al Badr hlm. 103-106)

=

  • ➡ Apa betul, itu Rambut Rasul -shallallahu alaihi wasallam-?

Soal:

Apakah bekas² yg ditinggalkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam masih ada hingga hari ini, seperti: baju dan RAMBUT beliau?

✅ Syeikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah:

Tunjukkan kepada kita bekas² peninggalan beliau itu, siapa yg bisa membuktikan bahwa ini bajunya Rasul, bahwa ini rambutnya Rasul? Siapa yg bisa membuktikan ini?

Ini hanyalah khurafat, tidak ada dasarnya sama sekali

[Sumber: Dars Syarh Addurun Nadhid]

——

Jangan sampai kita lebih menghargai rambut yg belum tentu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam .. tapi sunnah² atau tuntunan² yg sudah jelas valid dari beliau kita abaikan.

Jangan sampai, ketika sudah jelas ALAT MUSIK itu beliau haramkan, Anda abaikan .. tapi ketika belum jelas apakah itu rambut beliau, Anda elu²kan.

✅ Ingatlah, bahwa disebutkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah:

Sesungguhnya yg diwariskan para nabi hanyalah ilmu (agama)”.

✅ “Aku telah meninggalkan utk kalian dua perkara, jika kalian berpegangteguh kepada keduanya, maka kalian tdk akan tesesat selamanya; Kitabullah dan Sunnahku”.

Bukan tentang rumah, sandal, pakaian, rambut, dan yg semisalnya .. krn yg lbh bermanfaat bagi umatnya adalah tuntunannya, dan itu juga yg akan dijaga Allah hingga akhir zaman.

✅ Ingatlah, bahwa terlalu berlebihan dlm menyikapi bekas² yg ditinggalkan seseorang, bisa mengantarkan seseorang kepada kesyirikan .. dan menyelamatkan tauhid jauh lebih penting bg kebaikan kita .. makanya sahabat Umar radhiallahu anhu lebih memilih menebang pohon Syajaroatur Ridwan, daripada tetap menjaganya tp tauhid kaum muslimin akan terganggu.

Demikian semoga bermanfaat .. dan silahkan dishare

Ad Dariny

=

  • HEBOH DENGAN RAMBUT RASULULLAH

Ummat ini akan menjadi ummat yang terseok-seok berjalan menuju jurang kebinasaan ketika bergantung dengan sesuatu yang tak jelas dengan meninggalkan yang jelas.

Siapa yang bisa membuktikan bahwa apa yang ada di Mosium Turki tersebut benar-benar bagian dari rambut Rasulullah- shallalahu alaihi wa sallam-yang terurai?.

Jikalah perkataan yang disandarkan pada Nabi ditolak dan ditinggalkan para ulama karena rantai sanadnya yang menyambung terdapat padanya orang-orang yang tdk tsiqah(dipercaya), dhaif(lemah),tertuduh berdusta..dst, apalagi klaim yang di bawa artis fulan bahwa ia benar-benar membawa rambut Rasulullah-shallalahu alaihi wa sallam, tanpa sanad dan jalur riwayat, kecuali katanya dan katanya belaka.

✅ Padahal para ulama kita berkata:” Sanad itu bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, niscaya setiap orang bebas bicara semaunya tentang agama ”.

Kalau ada 5 orang dari berbagai penjuru dunia masing-masing mengklain membawa atau memiliki rambut Rasulullah, pertanyaanya yang mana satu dibenarkan? Kalau dibenarkan lantas apa yang menjadi timbangan kebenarannya?

Kalaulah emas kan diketahui dengan api dan air raksa, serta alat-alat canggih lainnya, sehingga tidak pernah ada toko emas yang tertipu ketika membeli emas dari pelanggan, maka apa alat mendeteksi itu benar-benar rambut Nabi?.

  • ISLAM TIDAK DI IKAT DENGAN RAMBUT NABI

Anggap sajalah apa yang diklaim itu benar-benar rambut Nabi-walaupun mustahil dibuktikan dengan ilmiyah- lantas, apa yang dapat dijadikan pegangan hukum dengan rambut tersebut? Bisakah orang bahagia atau celaka dengan mengimani atau kufur terhadap rambut tersebut?…

✅ Saya misalnya, mengingkari itu adalah rambut Nabi, lantas apakah saya bisa dikafirkan dengannya, celaka dan masuk neraka?

Atau sebaliknya saya mengimani itu adalah rambut Nabi yang otentik, dapatkah saya dipastikan menjadi pengikut Nabi setia dan masuk ke dalam surga Allah dengan mengimani benda itu?.

  • PARA SAHABAT BERJAYA DENGAN MENGAMALKAN QURAN DAN SUNNAH

✅ Dalam sejarah, kita mengetahui memang benar sebagian sahabat menyimpan rambut Nabi ketika beliau bercukur lepas perjanjian Hudaibiah, dan Abu Thalhahlah yang paling banyak mengambil rambut Nabi sebagaimana yang disebutkan dalam sahih Bukhari, namun mereka diangkat Allah menjadi penakluk bumi dengan nilai-nilai tauhid dan penerapan sunnah Nabi, bukan dengan cincin, pedang, tombak, rambut dan sejenisnya yang ditinggalkan Nabi.

  • JAMINAN SELAMAT ITU DENGAN MENGAMALKAN QURAN DAN SUNNAH

✅ Jika di rumah anda ada satu gudang mushaf Quran yang jelas bersanad sampai hingga ke Utsman dan kepada Nabi, atau diperpustakaan anda dipenuhi dengan buku-buku hadis yang semuanya sahih, apakah sudah jaminan anda kan selamat dan beruntung sekedar menyimpan dan menjaganya?

Jawabnya tidak, sebab berjaya atau celaka seseorang itu terpulang bagaimana sikapnya dalam mengamalkan atau mentelantarkan isi kedua warisan itu.

✅ Lihatlah kaum khawarij, tak berguna bagi mereka bacaan quran dan hafalan mereka yang mengalahkan bacaan dan hafalan sahabat, tetapi tetap dicap Nabi sebagai “anjing-anjing neraka”.

Pesan Nabi kita:” Kutinggalkan pada kalian dua warisan yang tidak akan tersesat kalian selama berpegang dengan keduanya, kitab Allah dan Sunnahku”.Berpegang maksudnya adalah dengan mengamalkan secara utuh apa yang tertera dalam keduanya.

✅ Dengan demikian, tidak usah heboh jika ada orang yang klaim bawa- bawa serban Nabi, tongkat Nabi, Rambut Nabi, cincin Nabi dst..

Kemudian kita elu-elukan dia, kita sanjung setinggi langit, “lisanul hal”seolah menghukumi dia lebih baik dan hebat daripada orang yang tidak pernah tau tentang rambut Nabi. Santai saja..

Cukuplah bagi kita yang warisan yang jelas tak ada keraguan padanya, berupa ajarannya yang bersanad hingga sampai kepada beliau.

So, besok beli Sahih Bukkhari dan Sahih Muslim, pelajari isinya, imani jika berupa berita, kerjakan bila berupa perintah, dan jauhi bila berupa larangan, istiqamah dengan ajarannya, dakwahi manusia kepadanya…

✅ Kujamin kau akan beruntung , meski tak percaya apa yang dikatakan artis fulan bahwa ia bawa rambut Nabi.

———-

Abu Fairuz My

=

  • NGALAP BERKAH DENGAN RAMBUT NABI?

Oleh : Ahmad Anshori

Assalamuallaikum wrwb ustadz,baru2 ini ada berita opick membawa sehelai rambut Rasululloh,apakh itu benar ? Dan apakah boleh kita sampai mengagung2kn rambut tsb sprti perlakuan opick dkk thd benda tsb

Ibu Farida, di Yogyakarta.

JAWABAN :

Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillah walhamdulillah was sholaatu wassalam’ala Rasulillah wa ba’du.

Ngalap berkah (tabarruk) dengan bekas fisik Nabi Shallallahu’alaihi wasallam memang dibolehkan. Sebagaimana dilakukan oleh para sahabat, mereka pernah bertabaruk dengan air bekas wudhu Nabi Shallallahu’alaihi wasallam, baju beliau, minuman beliau, rambut dan seluruh bekas fisik yang mulia Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Dan Nabi shalallahu alaihi wasallam tidak mengingkari tindakan mereka. Menunjukkan bahwa hal tersebut boleh dilakukan. Karena memang pada tubuh Nabi Shallallahu’alaihi wasallam yang mulia, mengandung keberkahan dari Allah ‘azza wa jalla.

✅ Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu pernah menceritakan,

دَخَلَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ فَقَالَ عِِنْدَنَا فَعَرَقَ وَجَاءَتْ أُمِّيبِقَارُورَةٍ فَجَعَلَتْ تُسَلِّتُ الْعَرَقَ فِيهَا فَاسْتَيْقَظَ فَقَالَ:يَا أُمَّ سُلَيْمٍ، مَا هَذَا الَّذِي تَصْنَعِينَ؟ قَالَتْ: هَذَا عَرَقُكَنَجْعَلَهُ فِي طِيْبِنَا وَهُوَ مِنَ أَطْيَبِ الطِّيبِ

Suatu saat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkunjung ke rumah kami. Lalu beliau tidur siang. Beliau berkeringat ketika itu. Kemudian ibuku mengambil botol dan mengumpulkan keringat itu di dalamnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbangun dan bertanya, “Ummu Sulaim.. apa yang sedang kamu lakukan ?”

“Ini adalah keringat Anda Ya Nabi..,” jawab Ummu Sulaim, “kami akan campur dengan parfum kami. Itu adalah parfum terbaik.”

Dalam riwayat, dijelaskan jawaban Ummu Sulaim,

نَرْجُو بَرَكَتَهُ لِصِبْيَانِنَا

Kami mengharap mendapatkan barakah keringat ini untuk anak-anak kami.”

Rasul pun berkata,

أَصَبْتِ

Anda benar…

(HR. Bukhori)

✅ Di kesempatan yang lain, sahabat Abu Juhaifah radhiallahu ‘anhu mengisahkan,

خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ بِالْهَاجِرَةِ فَأُتِيَ بِوَضُوءٍفَتَوَضَّأَ فَجَعَلَ النَّاسُ يَأْخُذُونَ مِنْ فَضْلِ وَضَوئِهِفَيَتَمَسَّحُونَ بِهِ فَصَلَّى النَّبِيُّ الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ وَالْعَصْرَرَكْعَتَيْنِ وَبَيْنَ يَدَيْهِ عَنَزَةٌ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui kami saat hari panas terik. Air wudhu disiapkan untuk beliau. Seusai wudhu, orang-orang bergegas mengambil sisa wudhu beliau. Lalu mereka usap-usapkan pada tubuh mereka. Kemudian beliau shalat zhuhur dua rakaat dan ashar dua rakaat. Beliau shalat menghadap sebuah tombak kecil.” (HR. Bukhori)

✅ Bahkan para ulama sepakat boleh.

Dalam Ensiklopedia Fikih terbitan Kementerian Wakaf Kuwait diterangkan,

اتفق العلماء على مشروعية التبرك بآثار النبي صلى الله عليه وسلم وأورد علماء السيرة والشمائل والحديث أخبارا كثيرة تمثل تبرك الصحابة الكرام رضي الله عنهم بأنواع متعددة من آثاره صلى الله عليه وسلم

Para ulama telah sepakat (ijma’), disyariatkannya ngalap berkah dengan bekas fisik Nabi Shallallahu’alaihi wasallam. Ulama-ulama Siroh (sejarah Nabi) telah menyebutkan banyak hadis tentang tabarruk para sahabat yang mulia dengan bekas-bekas fisik Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, dengan berbagai macamnya.

(Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 11/62)

  • HANYA UNTUK NABI

Tabarruk dengan fisik atau bekas fisik manusia, tidak boleh dilakukan kecuali kepada fisik yang mulia Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Tidak boleh dilakukan pada para wali Allah lainnya atau orang-orang sholih selain Nabi.

✅ Syekh Sholih Al Utsaimin rahimahullah menerangkan,

كان الصحابة يتبركون بعرق النبي صلى الله عليه وسلم ويتبركون بريقه ويتبركون بثيابه ويتبركون بشعره ، أما غيره صلى الله عليه وسلم فإنه لا يتبرك بشيء من هذا منه ، فلا يتبرك بثياب الإنسان ولا بشعره ولا بأظفاره ولا بشيء من متعلقاته إلا النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم

Dahulu para sahabat berharap berkah dari keringatnya Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam. Mereka juga berharap berkah dari air ludah beliau, baju dan rambut beliau. Adapun untuk selain Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, tidak boleh kita berharap berkah dari baju, rambut, kuku atau segala sesuatu yang melekat pada fisiknya, kecuali hanya kepada Nabi shalallahu alaihi wa sallam saja.

(Syarah Riyadussholihin, 1/852)

Terbukti dalam praktek para sahabat -radhiyallahu’anhum-, sepeninggal Nabi, tak ada satupun riwayat yang menyebutkan bahwa seorangpun dari mereka bertabaruk dengan bekas wudhu atau rambutnya Abu Bakr As Sidiq atau Umar bin Khattab radhiyallahu’anhuma.

  • MASIH ADAKAH RAMBUT RASULULLAH SAAT INI?

✅ Abdullah bin Mubarok -rahimahullah- pernah mengatakan,

الإسناد من الدين ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

Sanad adalah bagian dari agama. Kalau bukan karena sanad, niscaya orang akan mengklaim sesukanya.

Sanad adalah, data urutan orang-orang dalam jalur periwayatan sebuah kabar.

Mengenai rambut Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, jika saja itu benar, tidak perlu dipermasalahkan. Namun, membuktikan keountentiakan rambut beliau yang mulia, harus ada bukti berupa jalur sanad yang terjaga dan bisa dipertanggungjawabkan. Apakah bukti ini bisa diupayakan pada zaman ini?

Mari kita simak keterangan dari pada pakar sejarah. Diantaranya berikut :

  • ➡ [1] KETERANGAN SYEKH AHMAD BASA TAIMUR.

✅ Beliau menyatakan dalam buku beliau “Al-Atsar An Nabawiyah”,

فما صح من الشعرات التي تداولها الناس بعد ذلك ، فإنما وصل إليهم مما قسم بين الأصحاب رضي الله عنهم ، غير أن الصعوبة في معرفة صحيحها من زائفها

Tak satupun riwayat valid yang bersambung sampai ke Nabi berkenaan rambut Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam yang tersebar di masyarakat sepeninggal beliau. Rambut-rambut beliau yang sampai kepada mereka mungkin bersumber dari para sahabat; semoga Allah meridhoi mereka, yang telah tersebar setiap helainya. Hanya saja, sangat sulit mengidentifikasi riwayat yang valid dengan yang tidak. (Al-Atsar An Nabawiyah, hal. 82 – 84)

  • ➡ [2] KETERANGAN PAKAR HADIS ABAD INI : SYEKH NASHIRUDIN AL-ALBANI.

✅ Beliau menjelaskan,

” هذا ولابد من الإشارة إلى أننا نؤمن بجواز التبرك بآثاره صلى الله عليه وسلم ، ولا ننكره خلافاً لما يوهمه صنيع خصومنا . ولكن لهذا التبرك شروطاً منها الإيمان الشرعي المقبول عند الله ، فمن لم يكن مسلماً صادق الإسلام فلن يحقق الله له أي خير بتبركه هذا ، كما يشترط للراغب في التبرك أن يكون حاصلاً على أثر من آثاره صلى الله عليه وسلم ويستعمله .

Kita mengimani bahwa boleh bertabaruk dengan bekas fisik Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam. Kita tidak mengingkari hal ini, sebagaimana yang disangkakan orang-orang. Namun, tabaruk (agar berkhasiat) memiliki syarat-syarat, diantaranya adalah iman yang diterima di sisi Allah. Siapa yang tidak muslim jujur Islamnya, dia tidak berhak mendapatkan keberkahan ini. Disyaratkan pula untuk mereka yang ingin bertabaruk dengan bekas fisik Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam untuk benar-benar mendapatkan benda tersebut, kemudian menggunakannya untuk wasilah mendapat berkah.

✅ Beliau melanjutkan,

ونحن نعلم أن آثاره صلى الله عليه وسلم من ثياب أو شعر أو فضلات قد فقدت ، وليس بإمكان أحد إثبات وجود شيء منها على وجه القطع واليقين ، وإذا كان الأمر كذلك فإن التبرك بهذه الآثار يصبح أمراً غير ذي موضوع في زماننا هذا ويكون أمراً نظرياً محضاً، فلا ينبغي إطالة القول فيه

Kita semua mengetahui bahwa bekas-bekas fisik Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam sepeti baju, rambut atau yang lainnya, telah punah. Dan tidak seorangpun diantara kita yang mampu menghadirkan benda-benda tersebut dengan yakin dan valid. Maka dari itu, bertabaruk dengan hal-hal demikian zaman ini menjadi pembahasan yang tidak terlalu penting, hanya sekadar praduga atau klaim. Olehkarenanya, tidak perlu kita memperpanjang pembicaraan tentang masalah ini. (Masu’ah Al Albani fil ‘Aqidah, 3/731)

  • SARANA NGALAP BERKAH YANG PASTI

Jika kita menginginkan betul berkah dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, ada satu sarana yang valid dan pasti dapat keberkahan. Yaitu bertabaruk dengan ajaran yang dibawa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, yang sampai detik ini jejaknya masih terjaga, bahkan hingga hari kiamat.

Silahkan ngalap berkah dari meneladani sunah-sunah beliau shallallahu’alaihi wasallam.

✅ Ada keterangan menarik dari Syeikhul Islam Ahmad Al Harroni rahimahullah,

كَانَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ لَمَّا قَدِمَ عَلَيْهِمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَرَكَتِهِ لَمَّا آمَنُوا بِهِ وَأَطَاعُوهُ، فَبِبَرَكَةِ ذَلِكَ حَصَلَ لَهُمْ سَعَادَةُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، بَلْ كُلُّ مُؤْمِنٍ آمَنَ بِالرَّسُولِ وَأَطَاعَهُ حَصَلَ لَهُ مِنْ بَرَكَةِ الرَّسُولِ بِسَبَبِ إيمَانِهِ وَطَاعَتِهِ مِنْ خَيْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، مَا لَا يَعْلَمُهُ إلَّا اللَّهُ

Penduduk Madinah, di saat kedatangan Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, mereka mendapatkan keberkahan, saat mereka beriman dan taat kepada beliau. Dengan berkah ini, mereka mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Bahkan setiap mukmin yang beriman Rasul serta patuh kepada perintahnya, meraka mendapat keberkahan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, disebabkan iman serta ketaatan mereka kepadanya. Berupa kebaikan dunia dan akhirat yang tak ada tahu nilainya kecuali Allah. (Majmu’Fatawa, 11/ 113)

Wallahua’lam bis showab.

***

Dijawab oleh : Ahmad Anshori

= ~~~•~~~ (Lanjut ke Halaman 2) •••~~~••