Basmalah dan Hamdala 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••••

Bahagia Dengan Hamdalah” Oleh Ustadz DR.Ade Hermansyah Lc,M.PDI

Rahasia Di Balik Basmalah Ustadz Afifi Abdul Wadud

Hukum Membaca Hamdalah Sesuai Shalat

10 Khasiat Basmalah

Menyelami Samudera Basmalah-Ustadz Badrusalam

=
Ebook

Basmalah dan Hamdalah

Tafsir Basmalah

ETIKA KEHIDUPAN MUSLIM SEHARI-HARi

Risalah Ramadhan-Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al Jarullah 189Halaman

•••••

➡ Basmalah dan Hamdalah

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

====

  • BASMALAH & HAMDALA

✅ Para ahli tafsir menerangkan bahwa-dalam kalimat Bismillahir Rahmanir Rahim(Dengan menyebut nama Allah Yang Maha-Pengasih lagi Maha Penyayang) terdapat-sepenggal kalimat yang tidak disebutkan-secara eksplisit. Penggalan kalimat tersebut-mewakili perbuatan yang akan dilakukan-seorang hamba. Jika seorang hendak-menulis, maka seolah-olah ia berkata,Bismillah, aku menulis.Tafsirul Qur’anil Karim, 1/8.

Oleh karena itu, mengucapkan basmalah dianjurkan setiap hendak-memulai semua pekerjaan yang-diperbolehkan oleh syari’at.

✅ Adapun ucapan, Alhamdulillahi-Rabbil ‘Alamin (Segala puji bagi Allah,Rabb semesta alam) adalah menunjukkan-rasa syukur yang dipanjatkan kepada Allah-atas segala karunia yang tidak terhitung-jumlahnya, dengan disiapkannya segala-sarana dan prasarana secara baik oleh Allah-agar para hamba dapat melakukan-ketaatan kepada-Nya. Bahkan Allah juga-telah membuka pintu rizki secara luas di dunia, Allah juga telah memberikan peringatan dan seruan yang akan menggiring hamba-Nya menuju ke dalam Surga.[Tafsirul Qur’anil Azhim, 1/21.]

 

Berikut ini adalah beberapa waktu yang seorang muslim disyari’atkan untuk mengucapkan basmalah dan hamdalah.

Basmalah Adalah Ucapan

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

bismillaahir-rohmaanir-rohiim

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Hamdala Adalah Ucapan

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

al-hamdu lillaahi robbil-‘aalamiin

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

  • WAKTU DISYARI’ATKAN MEMBACA BASMALAH & HAMDALA

Di antara waktu disyari’atkan membaca basmalah adalah :

  • ➡ 1. Ketika Akan Berwudhu

Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله تعالىٰ عنهما bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda;

لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اِسْمَ اَللَّهِ عَلَيْهِ

Dan tidak ada wudhu untuk seseorang yang tidak menyebut nama Allah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud :101,Tirmidzi :25, dan Ibnu Majah : 397. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani 5 dalam Irwa’ul Ghalil :81)

  • ➡ 2. Dzikir Pagi dan Sore

Diriwayatkan dari ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله تعالىٰ عنهما ia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda; “Tidaklah ada seorang hamba yang setiap hari ketika pagi dan setiap sore membaca,

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bismillahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’, wa huwas samii’ul ‘aliim

“Dengan menyebut nama Allah yang jika disebut segala sesuatu yang ada di bumi dan yang ada di langit tidak akan berbahaya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” sebanyak tiga kali maka tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakannya. (HR. Tirmidzi Juz 5 : 3388 dan Ibnu Majah : 3869.Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 5745.)

  • ➡ 3. Ketika Akan Makan dan Minum

Diriwayatkan dari ‘Umar bin Abi Salamah رضي الله تعالىٰ عنهما ia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda;

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

Wahai anak, Bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang dekat denganmu.” (HR. Bukhari Juz 5 : 5061.)

  • ➡ 4. Ketika Mengawali Menulis Surat

Sebagaimana suratnya Nabi Sulaiman kepada penguasa Yaman;

اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,”

(QS. An-Naml 27: Ayat 30)

✅ Demkian pula surat Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada Heraklius;

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ﻣﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺇﻟﻰ ﻫﺮﻗﻞ ﻋﻈﻴﻢﺍﻟﺮﻭﻡ ﺳﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺍﺗﺒﻊ ﺍﻟﻬﺪﻯ ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ ﻓﺈﻧﻲ ﺃﺩﻋﻮﻙﺑﺪﻋﺎﻳﺔ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺃﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻢ ﻳﺆﺗﻚ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺟﺮﻙ ﻣﺮﺗﻴﻦ ﻓﺈﻥﺗﻮﻟﻴﺖ ﻓﺈﻥ ﻋﻠﻴﻚ ﺇﺛﻢ ﺍﻷﺭﻳﺴﻴﻴﻦ ﻭ

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dari Muhammad ( صلى الله عليه وسلم), hamba Allah dan Rasul-Nya kepada Heraklius penguasa Romawi. Keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk,adapun setelah itu; maka sesungguhnyaaku mengajakmu kepada agama Islam.Masuklah ke dalam agama Islam, niscaya engkau akan selamat (dan) Allah akan memberimu pahala dua kali lipat.” (HR. Bukhari Juz 1 : 7)

  • ➡ 5. Ketika Meruqyah

Diriwayatkan dari Abu Sa’id (Al-Khudri) رضي الله تعالىٰ عنهما

Jibril mendatangi Rasulullah lalu berkata “Wahai Muhammad, apakah engkau sakit?”

Beliau menjawab, “Ya.” Kemudian Jibril عليه السلام mengucapkan,

بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَئٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اَللَّهُ يَشْفِيكَ، بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

Bismillaahi arqiika, min kulli syai-in yu’dziika, min syarri kulli nafsin au ‘ainin haasidin, allaahu yasyfiika, bismillaahi arqiika.

“Dengan nama Allah, aku meruqyah engkau dari segala kejahatan jiwa atau orang-orang yang hasad, semoga Allah memberikan kesembuhan kepada engkau dengan nama Allah aku meruqyah engkau.” (HR. Muslim Juz 4 : 2186.)

  • ➡ 6. Ketika Akan Memasuki Kamar Mandi

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib رضي الله تعالىٰ عنهما , bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda; “Penghalang antara penglihatan jin terhadap auratnya anak Adam ketika masuk kamar mandi adalah bacaan, “Dengan menyebut nama Allah.” (HR. Tirmidzi Juz 2 : 606. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 2611)

  • ➡ 7. Ketika Keluar Rumah

Diriwayatkan dari Anas bin Malik رضي الله تعالىٰ عنهما ia berkata, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda;

“Jika seorang keluar dari rumahnya, lalu membaca,

بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Bismillaah, tawakkaltu ‘alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

“Dengan menyebut nama Allah,aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (maka) dikatakan ketika itu, “Engkau telah diberi petunjuk, engkau telah dicukupi, dan engkau telah dijaga,” para setan akan menjauh darinya. Dan berkata setan yang lain, “Bagaimana mungkin kalian akan menggangu seorang yang telah diberi petunjuk, telah dicukupi, dan telah dijaga?”

(HR. Tirmidzi Juz 5 : 3426 dan Abu Dawud : 5095.Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 499)

  • ➡ 8. Ketika Mengawali Naik Kendaraan

Diriwayatkan dari Ali bin Rabi’ah رضي الله تعالىٰ عنهما

بِسْمِ اللَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Dengan menyebut nama Allah, segala puji bagi Allah, {Maha Suci (Rabb kami) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami.} QS. Az-Zukhruf : 13 – 14.

Bismillaah, alhamdulillaah, (subhaanal-ladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun), alhamdulillaah (3x), allaahu akbar (3x), subhaanakallaahumma innii zholamtu nafsii faghfir lii, fa-innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.

Segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah, segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha besar, Allah Maha Besar” “Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menzhalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau.”

HR. Muslim Juz 2 : 1342 dan Abu Dawud : 2602.

  • ➡ 9.Ketika Tergelincir

✅ Diriwayatkan dari Abu Tamimah رضي الله تعالىٰ عنهما , dari Abu Milyah, dari seorang laki-laki, ia berkata;

Aku pernah dibonceng oleh Nabi ketika tunggangannya tersandung aku berkata, “Celaka setan.” Maka Nabi bersabda, “Janganlah engkau mengatakan,“Celaka setan.” Karena sesungguhnya jika engkau mengatakan seperti itu, maka setan akan membesar sampai sebesar rumah.” Tetapi jika kamu membaca “Bismillah,” maka setan akan mengecil hingga lebih kecil dari seekor lalat.” (HR. Ahmad,)

➡ Keutamaan basmalah

عَمَّنْ كَانَ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُنْتُ رَدِيفَهُ عَلَى حِمَارٍ فَعَثَرَ الْحِمَارُ فَقُلْتُ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَقَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ تَعِسَ الشَّيْطَانُ تَعَاظَمَ الشَّيْطَانُ فِي نَفْسِهِ وَقَالَ صَرَعْتُهُ بِقُوَّتِي فَإِذَا قُلْتَ بِسْمِ اللَّهِ تَصَاغَرَتْ إِلَيْهِ نَفْسُهُ حَتَّى يَكُونَ أَصْغَرَ مِنْ ذُبَابٍ

Dari orang yang membonceng keledai Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, ia berkata, “Aku pernah membonceng Beliau saar menunggang keledai, kemudian keledai itu tergelincir, maka aku berkata, “Celakalah setan, “ Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Janganlah kamu katakan “Celakalah setan,” karena jika kamu mengatakan celakalah setan, maka setan akan membesarkan dirinya dan berkata; “Aku akan melawannya dengan kekuatanku, ” Tetapi jika kamu membaca “Bismillah,” maka setan akan mengecil hingga lebih kecil dari seekor lalat.” (HR. Ahmad, Al Haitsami dalam Al Majma’ berkata, “Diriwayatkan oleh Ahmad dengan beberapa sanad dan para perawinya adalah para perawi kitab shahih.”)

Mengecilnya setan merupakan pengaruh dari keberkahan basmalah.

  • ➡ 10. Ketika Akan Menyembelih

Menyebut nama Allah adalah syarat kehalalan hewan sembelihan. Barangsiapa yang tidak menyebut Nama Allah dengan sengaja, maka sembelihannya tidak halal.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

فَـكُلُوْا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللّٰهِ عَلَيْهِ اِنْ كُنْتُمْ بِاٰيٰتِهٖ مُؤْمِنِيْنَ

Maka makanlah dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya”

(QS. Al-An’am 6: Ayat 118)

  • ➡ 11. Ketika Akan Berburu

Para ulama’ telah bersepakat tentang disyari’atkannya mengucapkan basmalah ketika melepaskan al-jawarih atau ketika melepaskan alat berburu. Al-Jawarih adalah hewan buas yang memiliki taring, seperti; anjing, macan, elang, rajawali, dan yang semisalnya.

✅ Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Tsa’labah Al-Khasyani رضي الله تعالىٰ عنهما , ia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda

Apa yang ditangkap oleh anjingmu yang terlatih dan engkau telah menyebut nama Allah atasnya, maka makanlah.” (HR. Bukhari Juz 5 : 5177 dan Muslim Juz 3 :1930, lafazh ini miliknya.)

  • ➡ 12. Penjagaan Rumah Ketika Tidur

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah رضي الله تعالىٰ عنهما . ia berkata, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda;

Jika malam mulai datang atau (ketika) sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah). Kerena saat itu setan sedang berkeliaran. Jika telah berlalu waktu sore (maghrib), maka biarkanlah mereka.Tutuplah pintu-pintu kalian dengan menyebut nama Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang terkunci. Ikatlah gerabah kalian dengan menyebut nama Allah. Tutuplah bejana kalian dengan menyebut nama Allah, meskipun dengan hanya kalian beri sesuatu penghalang di atasnya. Dan matikanlah lampu-lampu kalian.”

(Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 3 : 3128 dan Muslim Juz 3 : 2012, lafazh ini miliknya.)

  • ➡ 14. Ketika Akan Jima’ Dengan Isteri

Dianjurkan kepada seorang suami ketika akan jima’ dengan isterinya agar mengucapkan doa;

بِسْمِ اللَّهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Bismillaah. Allaahumma jannibnasy-syaithoona wa jannibisy-syaithoona maa rozaqtanaa.

“Dengan Nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari (anak) yang Engkau anugerahkan pada kami.”

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda;

Maka jika ditakdirkan (dari hubungan)keduanya itu menghasilkan anak, setan tidak akan membahayakan anak tersebut selamanya.

(Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 1 : 141 dan Muslim Juz 3 : 1434, lafazh ini miliknya.)

 

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ، قَالَ: بِاسْمِ اللهِ، اللهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِي ذَلِكَ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

Kalau sekiranya salah seorang di antara mereka ketika mendatangi istrinya mengucapkan, Bismillaah. Allaahumma jannibnasy-syaithoona wa jannibisy-syaithoona maa rozaqtanaa.

“Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.” Maka jika ditaqdirkan anak dari keduanya, niscaya setan tidak dapat membahayakannya selama-lamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • ➡ 14. Ketika Memasukkan Jenazah ke Dalam Liang

Diriwayatkan dari Ibnu ’Umar رضي الله تعالىٰ عنهما :

“Nabi صلى الله عليه وسلم jika memasukkan jenazah (ke dalam) kuburnya, mengucapkan,

بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللَّهِ

Bismillaahi wa ‘alaa millati rosuulillaah.

“Dengan menyebut Nama Allah, diatas agama Rasulullah.”

(HR. Abu Dawud : 3213. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 4796.)

  • 15. Ketika Masuk Rumah

Ada hadis yang menganjurkan agar kita menyebut nama Allah saat masuk rumah. Tujuannya adalah agar setan dari luar tidak turut masuk rumah bersama kita.

Dalam hadis dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang memasuki rumahnya lalu dia menyebut nama Allah saat masuk rumah, begitu pula saat dia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), ‘Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.’ Ketika dia masuk rumahnya tanpa menyebut nama Allah, setan-pun mengatakan (pada teman-temannya), ‘Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.’ Dan ketika dia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setanpun berkata, ‘Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.’”(HR. Muslim 2018.)

Hadis ini secara umum menunjukkan anjuran untuk berdzikir, menyebut nama Allah ketika masuk rumah dan ketika hendak makan.

= ~~~•~~~ (Lanjut ke Halaman 2) ~~~•~~~