Transfer Pahala Kepada Mayyit dan Berbaktilah, Niscaya Anakmu Kelak Akan Berbakti 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••****

1.Tidak Kuat Puasa Dan Teknis Pembayaran Fidyah

2.Shalat Ditunda, Adzan Juga Ditunda

3.Ancaman Terhadap Pembagian Waris yang Menyelisihi Syari’at

4.Tugas Mukmin Di Bulan Ramadhan

5.Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadhan

6.Salah Paham Mengenai Bau Mulut Orang yang Berpuasa

7.Apakah Harus Di Bulan Ramadhan?

8.Mendulang Faidah dari Hadits Perpecahan Umat

9. Sahabat Sejati

10. Pilar Pendidikan Anak

==

Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja · Balasan Sesuai Amal Perbuatan

Ustadz Azhar Seff Transfer Pahala Untuk Mayyit

==

Kemuliaan Lailatul Qodr,Waktunya,Tanda-Tandanya,Amalan 10 Hari Akhir Ramadhan-Ust.Sofyan Chalid Ruray.mp3
https://app.box.com/s/hkyu67ofunjukwwrcrdmys82bqch2tm0
Membenci Syariat Yang Rasulullah Bawa-Ust.Thantawi Abu Muhammad.mp3
https://app.box.com/s/hw4177ohveswx7kadlck80er54knb9k5
Nabi Palsu Di Masa Hidpnya Rasulullah-Ust Syauqi Al Yamani.mp3
https://app.box.com/s/2mf5m69s6ggzgpbtubzue9ysak2qv7ks
Serial Ramadhan (Kesalahan-Kesalahan Orang Yang Berpuasa)-Ust.Ahmad Firdaus.mp3
https://app.box.com/s/osywekx0hpr3w43ginzfsixomukwu0k3
Serial Ramadhan (Keutamaan Umroh Di Bulan Ramadhan)-Ust.Ahmad Firdaus.webm
https://app.box.com/s/24qa57aqcqa2n4hkmn71s8nccjlx0sjd
==
Adat Yang Menjadi Sumber Hukum-Ust.Harits Abu Naufal.webm
https://app.box.com/s/fxj74nbti6tl8y9orbxo6jo094l2pl6s
SerialRamadhan-Wajib Mengamalkan Al-Qur’an-Ust.Ahmad Firdaus.webm
https://app.box.com/s/arzdoodpixteivvyi1c49ynuek1cp2eh
Taqwa Dalam Puasa-Ust Zaid Susanto.webm
https://app.box.com/s/zl6p8zf6k1mfpk7o2d7wmq7gmgss1b3n
Tawassul Antara Yang Disyariatan dan Tidak Diperbolehkan-Ustadz Abu Hanifah Ibnu Yasin-mc.m4a
https://app.box.com/s/jeqx2usr13t46ffjdltgddsu9dh3sy9z
Pemberontak dan Pendukung Kezaliman Penguasa Akan Terusir Dari Telaga Nabi-Ust.Sofyan Chalid Ruray.webm
https://app.box.com/s/ynkwan4wes7a9ji3o4ajyt1n95el3yvo
Puasa Tapi Maksiat Jalan Terus-Ust.Aris Munandar.webm
https://app.box.com/s/2g14utsxynjbmwi55fmtpkj6k2v18vy2
Serial Ramadhan-Keutamaan Memberi Makanan Berbuka-Ustadz Ahmad Firdaus.webm https://app.box.com/s/bg2p5yzxhoyw9ue6ho7gq3ngbrb5aask
***
Sunnah-Sunnah Yang Sering Terlupakan Dibulan Ramadhan-Ust.Dr.Firanda Andirja.mp3
https://app.box.com/s/mdw00eqfvru479e0jvhgm4zvv6co3inm
Tanya Jawab Ramadhan-Ust.SyamsuRizal.mp3
https://app.box.com/s/bae59ln23j13q8jimwe8xqn57wx0eoz5
Yang Disangka Dilarang Di Bulan Ramadhan-Ust.Dr.Firanda Andirja.mp3
https://app.box.com/s/ikcfc5bf1qe7raxm5tcczp7p4pcg8ua4
Hijrah Bukan Sekedar Trend-Ust Mufy Hanif Tholib.webm
https://app.box.com/s/mmfhb6djmpv9ckodmxcduftcp431cf6i
Apa itu Sufi dan Tasawuf part 2-Ustadz Harist Abu Naufal.webm
https://app.box.com/s/nedxougpzup271vxa2jskftdr4kyto58
Dosa Sekecil Apapun Akan Memasukannmu Ke Neraka-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/eibkphvc75f0tod18aeyaolbzp1awnyz
Jangan Gara Gara Paslonnya Tidak Terpilih_ Memberontak Kudeta Demo Ust Abdullah Husni.mp3
https://app.box.com/s/nxwd4kwaatum1drny7psgnzmxjgvfaxb
 
((Webm diputar dengan mx Player di android))
==

Ebook

Hukum Membacakan Al-Quran untuk Mayit

Amal Shalih Yang Pahalanya Sampai Ke Mayit

Membaca alquran berjamaah dan menghadiahkan amal Ibadah Untuk Mayit

Bulir Bulir Kebaikan

Kuburku Surgaku (Kematian-Hikmah,Persiapan dan Amalan-amalannya) – M. Taufiq Ali Yahya

Ada Apa Setelah Kematian – Asy-SyaikhMuhammad bin Shalih Al Utsaimin

==

➡ Transfer Pahala Kepada Mayyit dan Berbaktilah, Niscaya Anakmu Kelak Akan Berbakti

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

****

  • TRANSFER PAHALA KEPADA MAYYIT

Abu Ghozie As-Sundawie

 

➡ SOAL :

Ustadz apakah sampai kiriman pahala kita, seperti pahala shalat, atau baca al-Fatihah, atau sedekah atau haji umrah di kirimkan untuk oarang yang telah mati ? Jazakallah khair atas jawabannya, dari Kang Dadang di Majalengka.

➡ JAWAB :

Barokallahu fikum ….pertanyaan tentang kirim pahala ini jawabannya memerlukan rincian, karena didalam mengoper pahala untuk orang mati itu ada yang dibolehkan dan pahalanya sampai kepada mayyit, seperti sedekah, puasa, haji atau umrah , qadha utang puasa, nadzar, dll. Dan ada yang tidak boleh pahala tersebut tidak sampai kepada mayyit seperti shalat lalu pahala shalat itu di kirimkan kepada mayyit.

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

[1] Orang hidup bisa memberi manfaat kepada orang yang telah mati tapi tidak secara mutlak. Akan tetapi hanya terbatas apa yang disebutkan oleh dalil saja diantaranya :

  • ➡ 1. DO’A

Do’a yang dimaksud adalah memohonkan ampunan serta rahmat kepada Allah untuk mayyit.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hasyr : 10)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengatakan bahwa diantara do’a yang diijabah adalah do’a dari kejauhan (Bidzahril ghaib) sementara mendo’akan mayyit adalah diantara bentuk do’a dari kejauhan yakni yang di do’akannya tidak mengetahuinya.

✅ Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Do’anya seorang Muslim kepada saudaranya dari kejauhan (yang tidak diketahui oleh oarang yang di do’akan) adalah di ijabah. Di kepalanya ada malaikat yang di perintahkan (untuk mengaminkan) setiap muslim yang mendo’akan saudaranya dengan kebaikan. Malaikat itu mengatakan, Amiin semoga engkau pun mendapatkan seperti dengan yang telah engkau do’akan” (HR Muslim : 2733)

✅ Mari simak hadits berikut ini,

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنِ اسْتَغْفَرَ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِكُلِّ مُؤْمِنٍ وَمُؤْمِنَةٍ حَسَنَةً»

Dari Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa mendoakan ampunan bagi kaum mukminin dan mukminat, Allah akan menuliskan untuknya pahala sejumlah mukmin dan mukminah”. HR. Thabaraniy dalam Musnad asy-Syamiyyin dan isnadnya dinilai baik oleh al-Haitsamiy.

Sejak adanya dunia hingga akhir zaman, berapa jumlah kaum mukminin dan mukminat?. Hanya Allah saja yang tahu pastinya. Sebanyak itulah pahala yang akan kita dapatkan. Bayangkan betapa banyaknya pahala tersebut!

Karenanya para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam pun terbiasa untuk mendoakan segenap kaum muslimin. Berikut contoh doa-doa mereka:

➡ Doa Nabi Nuh ‘alaihissalam,

“رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ”

robbighfir lii wa liwaalidayya wa liman dakhola baitiya mu`minaw wa lil-mu`miniina wal-mu`minaat, wa laa tazidizh-zhoolimiina illaa tabaaroo

✅ Artinya: “Ya Rabbi ampunilah aku, kedua orang tuaku dan siapapun yang memasuki rumahku dalam keadaan beriman. Serta orang yang beriman laki-laki dan perempuan”. QS. Nuh (71): 28.

➡ Doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam,

“رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ“

Robbanaghfir lii wa liwaalidayya wa lil-mu`miniina yauma yaquumul-hisaab

✅ Artinya: “Wahai Rabb kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta semua orang yang beriman pada hari diadakannya perhitungan (hari kiamat)”. QS. Ibrahim (14): 41.

➡ Doa Untuk Saudara Yang Wafat Agar Dirahmati dan Diampuni Dosa-Dosanya Oleh Allah

 رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ“

Robbanaghfirlanâ wa li ikhwâninal ladzîna sabaqûnâ bil îmân, wa lâ taj’al fî qulûbinâ ghillal lilladzîna âmanû. Robbanâ innaka Ro’ûfur Rohîm”

✅ (Wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sungguh Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang”. QS. Al-Hasyr (59).

Ayat ini menganjurkan agar kaum muslimin generasi setelah para sahabat, untuk mendoakan kebaikan bagi kaum muslimin generasi pendahulunya. Memohon ampunan untuk mereka yang masih hidup dan untuk mereka yang sudah meninggal.

Ini dalil bahwa doa sesama muslim bisa sampai kepada mereka yang telah meninggal, meskipun tidak ada hubungan keluarga.

=

➡ Doa Meminta Ampun #1

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻰ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻱَّ ﻭَ ﻟِﻠْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤَﺎﺕ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕِ ﺍﻟْﺄَﺣْﻴَﺎﺀِﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺍﻟْﺄَﻣْﻮَﺍﺕ

Allahumaghfirli WaliWalidayya Wal Muslimina wal muslimat, wal mu’minina mal mu’minat, al ahyaa’i minhum wal amwat

✅ “Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal”.

➡ Doa Meminta Ampun #2

“ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا، وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ“.

Robbanâghfirlanâ dzunûbanâ wa isrôfanâ fî amrinâ, wa tsabbit aqdâmanâ, wanshurnâ ‘alal qoumil kâfirîn”.

✅ Artinya: “Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami. Serta tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”. QS. Ali Imran (3): 147.

➡ Doa Meminta Ampun #3

“رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ“.

Robbanâ innanâ âmannâ faghfirlanâ dzunûbanâ wa qinâ ‘adzâbannâr”.

✅ Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari siksaan neraka”. QS. Ali Imran (3): 16.

➡ Doa Meminta Ampun #4

“رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا، رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا، وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ“.

Robbanâ innanâ sami’nâ munâdiyan yunâdî lil îmâni an âminû birabbikum fa âmannâ. Robbanâ faghfir lanâ dzunûbanâ wa kaffir ‘annâ sayyi’âtinâ, wa tawaffanâ ma’al abrôr”.

✅ Artinya: “Wahai Rabb kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), “Berimanlah kalian kepada Rabbmu”, maka kami pun beriman. Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti”. QS. Ali Imran (3): 193.

➡ Doa Meminta Ampun #5

“رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ“.

Robbanâ âmannâ faghfir lanâ warhamnâ wa Anta khoirur rôhimîn”.

✅ Artinya: “Wahai Rabb kami, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik”. QS. Al-Mu’minun (23): 109.

“رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“.

Robbanâ atmim lanâ nûronâ waghfirlanâ, innaka ‘alâ kulli syai’in qodîr”.

✅ Artinya: “Wahai Rabb kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu”. QS. At-Tahrim (66): 8.

➡ Doa Meminta Ampun #7

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ، اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ

Allaahummaghfir lihayyinaa wa mayyitinaa wa syaahidinaa wa ghoo-ibinaa wa shoghiirinaa wa kabiirinaa wa dzakarinaa wa untsaanaa. Allaahumma man ahyaytahu minnaa fa-ahyihi ‘alaal islaam, wa man tawaffaytahu minnaa fatawaffahu ‘alaal iimaan. Allaahumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa tudhillanaa ba’dahu.

✅ Ya Allah, ampunilah orang yang hidup dan yang mati di antara kami, orang yang hadir dan yang tidak hadir, yang masih kecil dan yang sudah dewasa, laki-laki maupun perempuan. Ya Allah, orang yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkan dengan memegang ajaran Islam, dan orang yang Engkau matikan di antara kami, maka matikan dengan memegang keimanan. Ya Allah, jangan halangi kami untuk memperoleh pahalanya dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya.(HR. Ibnu Majah 1/480, Ahmad 2/368 dan lihat Shahih Ibnu Majah 1/251.)

➡ Doa Meminta Ampun #8

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

Robbigh-fir warham, wa anta khoirur-roohimiin.

✅ “Ya Tuhanku, berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik.”.(Al Mu’minun [23]: 118).

✅ Apalagi bila doa yang kita panjatkan tersebut tanpa sepengetahuan orang yang kita doakan. Ini akan lebih berpeluang untuk dikabulkan Allah.

عن أُمَّ الدَّرْدَاءِ رضي الله عنها أنها قَالَتْ لصفوان: “أَتُرِيدُ الْحَجَّ الْعَامَ؟”، قال: فَقُلْتُ: “نَعَمْ”، قَالَتْ: “فَادْعُ اللهَ لَنَا بِخَيْرٍ”، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: ” دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: “آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ”

Suatu hari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha berkata kepada Shafwan, “Apakah engkau akan berangkat haji tahun ini?”. Beliau menjawab, “Ya”. Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kebaikan untuk kami”. Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan dia adalah mustajab. Di dekat kepalanya ada seorang malaikat yang ditugasi untuk mengamini, setiap dia berdoa kebaikan untuk saudaranya. Sang malaikat berkata, “Amin. Engkau pun akan mendapat hal yang serupa”. HR. Muslim.

Selain mustajab, doa untuk orang lain tanpa sepengetahuan dia juga akan menghasilkan karunia serupa untuk kita. Bila kita mendoakan kebaikan untuk orang lain, maka kita pun akan mendapatkan kebaikan semisalnya.

  • ➡ 2. MEMBAYARKAN UTANG PUASA MAYYIT

Dalil untuk masalah ini adalah hadits :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ امْرَأَةً رَكِبَتِ الْبَحْرَ فَنَذَرَتْ إِنْ نَجَّاهَا اللَّهُ أَنْ تَصُومَ شَهْرًا، فَنَجَّاهَا اللَّهُ، فَلَمْ تَصُمْ حَتَّى مَاتَتْ فَجَاءَتْ، ابْنَتُهَا أَوْ أُخْتُهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَأَمَرَهَا أَنْ تَصُومَ عَنْهَا»

Dari Ibnu Abbas bahwasanya seorang perempuan berlayar di laut. Ia bernadzar untuk melakukan puasa selama satu bulan jika Allah menyelamatkannya. Lalu Allah menyelamatkan perempuan itu, namun ia tidak melakukan puasa tersebut sampai dia meninggal dunia. Anak perempuannya —atau saudaranya— datang kepada Rasulullah, kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memerintah kepadanya untuk berpuasa atas nadzar ibunya itu. (HR Abu Dawud : 3302)

Dari Aisyah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيهُ

Siapa yang meninggal dunia sementara ia punya hutang puasa, maka walinya yang harus mempuasakannya” (HR Muttafaq ‘Alaih)

  • ➡ 3. MEMBAYARKAN UTANG PIUTANG MAYYIT

Yang berhak melunasi utang mayyit ini adalah kerabat nya atau orang lain yang ingin berbuat kebaikan untuk mayyit.

✅ Qotadah Radhiyallahu anhu mengatakan :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِرَجُلٍ لِيُصَلِّيَ عَلَيْهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ، فَإِنَّ عَلَيْهِ دَيْنًا. قَالَ أَبُو قَتَادَةَ: هُوَ عَلَيَّ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بِالوَفَاءِ، قَالَ: بِالوَفَاءِ، فَصَلَّى عَلَيْهِ.

Sesungguhnya pernah didatangkan jenazah seorang lelaki kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam untuk dishalati, lalu Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Shalatilah temanmu, karena dia mempunyai tanggungan utang’.” Abu Qatadah berkata, ‘Aku yang menanggung utangnya’. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Kamu mau melunasinya?” Abu Qatadah mengiyakannya, maka Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun menshalatinya. (HR Tirmidzi : 1069)

  • ➡ 4. MENUNAIKAN NADZAR MAYYIT

✅ Dalilnya adalah Hadits Ibnu Abbas, Beliau mengatakan :

أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنْ نَذْرٍ كَانَ عَلَى أُمِّهِ تُوُفِّيَتْ قَبْلَ أَنْ تَقْضِيَهُ؟ فَقَالَ : اقْضِهِ عَنْهَا.

Bahwasanya Sa’ad bin ‘Ubadah bertanya kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam tentang utang nadzar ibunya yang meninggal dunia dan belum di tunaikannya. Maka Beliau shalallahu alaihi wasallam bersabda, “ Tunaikanlah utang nadzarnya” (HR Bukhari 6698, Muslim : 6638)

➡ 5. MENGHAJIKAN ATAU MENGUMRAHKAN MAYYIT

✅ Dalilnya adalah Hadits Ibnu Abbas juga ia mengatakan :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ: لَبَّيْكَ عَنْ شُبْرُمَةَ، قَالَ: «مَنْ شُبْرُمَةُ؟» قَالَ: أَخٌ لِي أَوْ قَرِيبٌ لِي قَالَ: «حَجَجْتَ عَنْ نَفْسِكَ؟» قَالَ: لَا، قَالَ: «حُجَّ عَنْ نَفْسِكَ ثُمَّ حُجَّ عَنْ شُبْرُمَةَ»

Sesungguhnya Nabi shalallahu alaihi wasallam mendengar seorang lelaki berkata, Labbaik ‘an Syubrumah (aku penuhi panggilan Engkau untuk Syubrumah), Beliau bertanya, “Siapa Syubrumah?‘”la menjawab, “Saudara lelakiku atau kerabatku, “Beliau berkata, “Apakah kamu telah haji untuk dirimu? ” ia menjawab, “Belum, ” beliau berkata, “Hajilah untuk dirimu, baru kemudian untuk Syubrumah. “ (HR Abu Dawud : 1811)

  • ➡ 6. BERSEDEKAH ATAS NAMA MAYYIT

✅ Dalilnya adalah :

عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمَّ سَعْدٍ مَاتَتْ فَأَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ الْمَاءُ قَالَ فَحَفَرَ بِئْرًا وَقَالَ هَذِهِ لِأُمِّ سَعْدٍ

Dari Sa’ad bin Ubadah, sesungguhnya ia telah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibunya Sa’ad telah wafat, maka sedekah apa yang paling utama untuknya? ” Beliau bersabda, “Air.” Sa’ad berkata, “

Maka aku membuat sumur yang aku niatkan pahalanya untuk ibuku.”

(HR Abu Dawud : 1681)

➡ Catatan :

Walaupun dalam hadits tertulis sedekah untuk mayyit sifatnya tertentu untuk orang tua, namun hal ini mencakup boleh sedekah untuk selain orang tua seperti kerabat bahkan orang lain yang bukan kerabat.

✅ Dan sampainya pahala sedekah untuk mayyit ini telah disepakati oleh para ulama diantaranya imam an-Nawawi -rahimahullah- berkata :

وفي هذا الحديث : أن الصدقة عن الميت تنفع الميت ويصله ثوابها وهو كذلك بإجماع العلماء

dan diantara faidah dari hadits ini adalah : bahwa sedekah atas nama seorang yang telah meninggal ( mayit ) akan memberikan manfaat untuknya dan pahalapun sampai kepadanya, dan itu merupakan kesepakatan ulama…”

Mayyit disini bersifat umum baik orang tua atau bukan , baik kerabat atau bukan.

✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- juga berkata :

” الصدقة عن الموتى ونحوها تصل إليهم باتفاق المسلمين

” Sedekah atas nama mayyit atau semisalnya akan sampai kepadanya (pahala) berdasarkan kesepakatan ulama kaum muslimin ” ( Jaami’ al Masaail 4/270 )

  • ➡ 7. AMAL SHALIH YANG DILAKUKAN OLEH ANAK SECARA OTOMATIS AKAN SAMPAI KEPADA ORANG TUANYA YANG TELAH MENINGGAL

Seluruh amalan shalih seorang anak apapun bentuknya baik itu shalat, puasa, dzikir, baca al-Qur’an termasuk dalam hal ini baca al-Fatihah, sedekah, belajar ilmu agama, akan samapi kepada orang tuanya yang telah meninggal. Apa sebabnya karena anak adalah hasil usaha dan jerih payah orang tuanya.

✅ Disini berlaku ayat :

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS An-Najm : 39)

✅ Sementara anak adalah hasil usaha orang tuanya, sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ أَطْيَب مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَإِنَّ وَلَدَهُ مِنْ كَسْبِهِ

Sesungguhnya perkara yang dimakan seseorang yang paling baik adalah karena hasil usahanya, dan anak adalah bagian dari hasil usaha” (HR Ahmad : 24032)

➡ [2] Inilah diantara beberapa amalan yang pahalanya sampai kepada mayyit, adapun seperti shalat, membaca al-Qur’an adalah amalan yang tidak sampai kepada mayyit, terkecuali dari seorang anak terhadap orang tua, akan sampai kepada mayyit karena anak adalah hasil orang tua.

➡ [3] Disana ada pula amalan mayyit ketika hidup di dunia yang akan mengikutinya sampai ke alam kuburnya, mengalir terus pahala sedekahnya, yaitu amalan shalih secara umum, atau shadaqah yang jariyah.

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS Yasin : 12)

✅ Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

«إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ، يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ»

Sesungguhnya salah satu amal perbuatan dan kebajikan-kebajikan seorang mukmin yang akan menemui setelah kematinya, adalah; ilmu yang diajar dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, muhshaf (Al Qur’an) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah untuk ibnu sabil (musafir) yang dibangunnya, sungai yang dialirkan airnya, atau sedekah yang dikeluarkannya dari hartanya di waktu sehat dan hidupnya, semuanya itu akan menemuinya setelah meninggal dunianya’.” (HR Ibnu Majah : 242, di sahihkan Al-Albani di kitab Irwa’ul Ghalil 6/28 ), Demikian semoga bermanfaat, Wallahu a’lam

Dari Anas , beliau mengatakan: Rasûlullâh shalallahu alaihi wasallam bersabda : Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) :

1. Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu,

2.mengalirkan sungai,

3.menggali sumur,

4.menanamkan kurma,

5.membangun masjid,

6 mewariskan mushaf atau

7.meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal

(Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Kasyful Astâr, hal:149. al-Bazzar dalam Musnadnya 7289, al-Baihaqi dalam Syuabul)

  • ➡ 1.Ilmu

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengabarkan:

Sesungguhnya di antara amalan dan kebaikan seorang mukmin yang akan menemuinya setelah kematiannya adalah: ilmu yang diajarkan dan disebarkannya……..

(HR. Ibnu Majah dan Baihaqi, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani)

Abu Hurairah,bahwa Rasûlullâh shalallahu alaihi wasallam bersabda :

Sesungguhnya diantara amal dan kebaikannya yang akan menyertai seorang Mukmin setelah meninggalnya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya…….

(HR. Ibnu Majah, no. 242. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh.al-Albani rahimahullah dalam Shahîh Sunan Ibni Majah, no. 198.)

Juga hadits dari Abu Umamah al-Bahili,dari Rasûlullâh shalallahu alaihi wasallam :”Ada empat hal yang pahalanya tetap mengalir bagi pelakunya setelah meninggalnya (yaitu) orang yang.meninggal saat menjaga perbatasan dalam jihad fi sabilillah, orang yang mengajarkan ilmu dia akan tetap diberi pahala selama ilmunya itu diamalkan;.Orang yang bersedekah maka pahalanya akan tetap mengalir selama sedekah itu masih ada; dan orang yang meninggalkan anak shalih yang mendo’akannya”

(HR. Ahmad (5/260-261); ath-Thabrani, no. 7831. Hadits ini dinilai hasan Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahîh al-Jâmi)

.

Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu yang.bermanfaat, yang mengantarkan seseorang mengenal.agama dan Rabbnya. Ilmu yang menjadi petunjuk.seseorang ke jalan yang lurus. Ilmu yang mengenalkan.jalan hidayah dan jalan kesesatan. Ilmu yang mengajarkan mana yang haq dan mana yang batil. Mana yang halal dan mana yang haram.

Ketika orang yang berilmu wafat, maka ilmu mereka pun tetap kekal di tengah-tengah masyarakat. Di saat jasad mereka tertanam di tanah kuburan, pahala mereka tetap bermunculan.

Para ulama mengatakan:”Saat ulama pergi, buku-buku mereka tetap kekal abadi.”

Sekarang, suaranya (pun) terekam dalam pita-pita kaset (atau kepingan CD) yang berisi pelajaran-pelajaranilmiyah, muhadharah dan khuthbah-khuthbah yang saratdengan manfaat, sehingga generasi-generasi yang datang setelahnya bisa mengambil manfaat darinya.

Orang yang berpartisipasi dalam mencetak buku-buku yang bermanfaat, dan menyebarkan buku-buku karya para Ulama yang sarat dengan faedah serta membagikan kaset-kaset ilmiyyah maka dia juga mendapatkan pahala yang besar dari sisi Allâh

  • Apakah ini juga berlaku untuk ilmu dunia?

Pertanyaan ini pernah disampaikan kepada Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah.

Jawaban beliau,Secara teks hadits, ilmu disini sifatnya umum, semua ilmu yang bermanfaat, bisa mendatangkan pahala. Hanya saja, yang paling bermanfaat adalah ilmu syariah. Andai ada orang yang wafat, dan dulu dia pernah mengajarkan tentang ketrampilan yang mubah, dan itu bermanfaat bagi orang yang diajari, maka dia mendapatkan pahala dan juga diberi pahala untuk memberikan ilmu semacam ini

Liqaat Bab al-Maftuh, 117/16

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Menyampaikan /menyebarkan sunnah (petunjuk) Rasulullah kepada umat manusia lebih utama daripada menyampaikan (melemparkan) panah ke leher musuh (berperang melawan orang kafir di medan jihad), karena menyampaikan panah ke leher musuh banyak orang yang (mampu) melakukannya, sedangkan menyampaikan sunnah (petunjuk) Rasulullah kepada umat manusia hanya (mampu) dilakukan oleh (para ulama) pewaris para Nabi dan pengemban tugas mereka di umat mereka, semoga Allah Menjadikan kita termasuk golongan mereka dengan karunia dan kemurahan-Nya”

Kitab “Jala-ul afhaam” (hal. 415)

  • ➡ 2.mengalirkan sungai,

Maksudnya adalah membuat aliran-aliran sungai dari mata air dan sungai induk, supaya airnya bisa sampai ke pemukiman masyarakat serta sawah ladang mereka. Dengan demikian, manusia akan terhindar dari dahaga,tanaman tersirami, serta binatang ternak mendapatkanair minum.

Betapa pekerjaan besar ini akan menghasilkan begitu banyak kebaikan bagi manusia dengan membuat kemudahan bagi dalam mengakses air yang merupakan unsur terpenting dalam kehidupan. Semisal dengan ini yaitu mengalirkan air ke pemukiman masyarakat melalui pipa-pipa, begitu pula menyediakan tandon-tandon air di jalan-jalan dan tempat-tempat yang mereka butuhkan.

~~~•••~~~~ (Lanjut ke Halaman 2) ~~••~~