Fiqih Ramadhan (Bag.1)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Kemuliaan Lailatul Qodr,Waktunya,Tanda-Tandanya,Amalan 10 Hari Akhir Ramadhan-Ust.Sofyan Chalid Ruray.mp3
https://app.box.com/s/hkyu67ofunjukwwrcrdmys82bqch2tm0
Membenci Syariat Yang Rasulullah Bawa-Ust.Thantawi Abu Muhammad.mp3
https://app.box.com/s/hw4177ohveswx7kadlck80er54knb9k5
Nabi Palsu Di Masa Hidpnya Rasulullah-Ust Syauqi Al Yamani.mp3
https://app.box.com/s/2mf5m69s6ggzgpbtubzue9ysak2qv7ks
Serial Ramadhan (Kesalahan-Kesalahan Orang Yang Berpuasa)-Ust.Ahmad Firdaus.mp3
https://app.box.com/s/osywekx0hpr3w43ginzfsixomukwu0k3
Serial Ramadhan (Keutamaan Umroh Di Bulan Ramadhan)-Ust.Ahmad Firdaus.webm
https://app.box.com/s/24qa57aqcqa2n4hkmn71s8nccjlx0sjd
==
Adat Yang Menjadi Sumber Hukum-Ust.Harits Abu Naufal.webm
https://app.box.com/s/fxj74nbti6tl8y9orbxo6jo094l2pl6s
SerialRamadhan-Wajib Mengamalkan Al-Qur’an-Ust.Ahmad Firdaus.webm
https://app.box.com/s/arzdoodpixteivvyi1c49ynuek1cp2eh
Taqwa Dalam Puasa-Ust Zaid Susanto.webm
https://app.box.com/s/zl6p8zf6k1mfpk7o2d7wmq7gmgss1b3n
Tawassul Antara Yang Disyariatan dan Tidak Diperbolehkan-Ustadz Abu Hanifah Ibnu Yasin-mc.m4a
https://app.box.com/s/jeqx2usr13t46ffjdltgddsu9dh3sy9z
Pemberontak dan Pendukung Kezaliman Penguasa Akan Terusir Dari Telaga Nabi-Ust.Sofyan Chalid Ruray.webm
https://app.box.com/s/ynkwan4wes7a9ji3o4ajyt1n95el3yvo
Puasa Tapi Maksiat Jalan Terus-Ust.Aris Munandar.webm
https://app.box.com/s/2g14utsxynjbmwi55fmtpkj6k2v18vy2
Serial Ramadhan-Keutamaan Memberi Makanan Berbuka-Ustadz Ahmad Firdaus.webm https://app.box.com/s/bg2p5yzxhoyw9ue6ho7gq3ngbrb5aask
**
Sunnah-Sunnah Yang Sering Terlupakan Dibulan Ramadhan-Ust.Dr.Firanda Andirja.mp3
https://app.box.com/s/mdw00eqfvru479e0jvhgm4zvv6co3inm
Tanya Jawab Ramadhan-Ust.SyamsuRizal.mp3
https://app.box.com/s/bae59ln23j13q8jimwe8xqn57wx0eoz5
Yang Disangka Dilarang Di Bulan Ramadhan-Ust.Dr.Firanda Andirja.mp3
https://app.box.com/s/ikcfc5bf1qe7raxm5tcczp7p4pcg8ua4
Hijrah Bukan Sekedar Trend-Ust Mufy Hanif Tholib.webm
https://app.box.com/s/mmfhb6djmpv9ckodmxcduftcp431cf6i
Apa itu Sufi dan Tasawuf part 2-Ustadz Harist Abu Naufal.webm
https://app.box.com/s/nedxougpzup271vxa2jskftdr4kyto58
Dosa Sekecil Apapun Akan Memasukannmu Ke Neraka-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/eibkphvc75f0tod18aeyaolbzp1awnyz
Jangan Gara Gara Paslonnya Tidak Terpilih_ Memberontak Kudeta Demo Ust Abdullah Husni.mp3
https://app.box.com/s/nxwd4kwaatum1drny7psgnzmxjgvfaxb
((Webm Diputar Dengan App Mx Player di Hp Android))
**
Ebook
Menghidupkan 10 Terakhir Ramadhan-Syaikh ‘Abdullah Al-Jarullah 54Halaman
https://app.box.com/s/xhn7g7aujqjnyxpkyfn2idfks587bdkb
Catatan Atas Kitab Tauhid Bag.1(Syaikhul Islam Muhammad Bin ‘Abdul Wahhab 214Halaman
https://drive.google.com/uc?export=download&id=1QQ11B0bSXUwj6sCDeDYh4gzKxXojOpfa
10 Hari Terakhir Bulan Ramadan Bersama Rasulullah Penyusun: Syaikh Nashir asy-Syimaliy
https://drive.google.com/uc?export=download&id=1OznpPt7nf-bKDx8IqtxXvT2jU-NCIlHQ

Madrasah Ramadhan-Ust Sofyan Chalid Ruray 333Halaman
Fiqh dan Hikmah Puasa, Tarawih, I’ tikaf, Zakat dan Hari Raya. Ringkasan Pembahasan,Fatwa dan Tarjih Ulama Ahlus sunnah Wal Jama’ah
https://archive.org/download/MADRASAHRAMADHAN/MADRASAH%20RAMADHAN.pdf
Saat Ramadhan Menyapa-Ustadz Ali Ahmad bin Umar 50Halaman
https://app.box.com/s/6nq11z8crd0q06k4riv6b3l4m0nhl3x3
Fiqih Ramadhan-Ustadz Abu Hafizhah Irfan 128Halaman
https://app.box.com/s/e2w1fdc2at7aqtzgbke5fpgrf3n5cay9
Berbagi Faedah Fikih Puasa dari Matan Abu Syuja-Muhammad Abduh Tuasikal, MSc 86Halaman
https://app.box.com/s/jm6cwklbglu86rxf6ooqcms3znukkg61
Meraih Surga Bulan Ramadhan-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
https://drive.google.com/open?id=0BzDT5zrhbMyDeHRWTlR1RjNETGM
Hadiah dan Bekal Persiapan Menyambut Ramadhan 227 Hlm
https://app.box.com/s/lwln3qkdk6g468mo4fham0q2os25gjoe
https://kautsaramru.files.wordpress.com/2016/06/ebook-hadiah-dan-bekal-ramadhan.pdf
24 Jam di Bulan Ramadhan 116Hlm
https://app.box.com/s/mdan6rweylowzetto7m7y2kwqzf4vqok
Puasa-Muhammad Bin Ibrahim Altuwayjiry 54Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-60.pdf
Risalah Ramadhan(Keutamaan-Kekhususan-Hukum-Faedah-Adab-Fatwa-Pesan-Nasehat)-Abdullah Bin Jarullah 202Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-52.pdf
Buku Saku Ramadhan(Hukum, Keutamaan dan Beberapa Perkara yg Berkaitan Dgn Puasa
http://pustaka.hisbah.net/wp-content/uploads/2016/06/Ramadhan-Cet-IV1.pdf
Buku Saku Ramadhan”-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Munajjid 117Hlm
https://drive.google.com/file/d/0BwfJLm9banNvMU1IcHY2X3JvdFE/view
“Bekal Ramadhan”-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid 89Hlm
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQQ2RBbjVPVFEwSUk/view 

===

➡Fiqih Ramadhan (Bag.1)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga

hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah

menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

  • FIQIH RAMADHĀN

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠّﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

Kaum muslimin muslimat rahimanī wa rahimakumullāh, Alhamdulillāh

Pembahasan kita pada hari ini adalah pembahasan tentang fiqih Ramadhān.

Saya akan membahas tentang fiqih, dan ini saya bahas atau saya ambil dari bukunya Syaikh Muhammad Shālih bin Al ‘Utsaimin.rahimahullāh, “Majālis Syahri Ramadhān”.

  • ➡ (Tujuannya🙂

Yang pertama, biar kita semakin rindu.

√ Yang kedua, namanya orang Islam, harus mendasari amalannya dengan ilmu, tidak bisa seorang itu beramal tanpa ilmu.

Pembahasan pertama tentang fiqih, saya tidak akan membahas tentang kapan mulainya Ramadhān dan bagaimana memulai Ramadhān. Karena sudah jelas mulai Ramadhān adalah tanggal 1 Ramadhān. Terlepas dari perbedaan yang ada di umat Islam Indonesia. Yang jelas mulainya tanggal 1 Ramadhān. _Dan paling amannya adalah mengikuti pemerintah._

✅ Kemudian yang akan saya sampaikan yang pertama adalah kata Syaikh Muhammad Shālih bin Al ‘Utsaimin dalam “Al Majālisu As Sādis”, halaqah atau pertemuan keenam beliau mengatakan:

ﻓِﻲْ ﺃَﻗْﺴَﺎﻡِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻓِﻲْ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡِ

Macam-macamnya manusia dibulan Ramadhān (di hadapan ibadah puasa).

Beliau mengatakan bahwa manusia itu terbagi menjadi 10 macam:

  • ➡ *(1) Kelompok Pertama*

ﺍَﻟﻤُﺴْﻠِﻢُ ﺍﻟﺒَﺎﻟِﻎُ ﺍﻟﻌَﺎﻗِﻞُ ﺍﻟﻤُﻘِﻴﻢُ ﺍﻟﻘَﺎﺩِﺭُ ﺍﻟﺴَّﺎﻟِﻢُ ﻣِﻦ ﺍﻟﻤَﻮَﺍﻧِﻊ

Yang pertama adalah Orang yang muslim, baligh, berakal, tidak safar, mampu melaksanakan puasa, terhindar dari segala macam halangan untuk menjalankan puasa.

✅ Kelompok orang yang pertama adalah orang yang terkumpul di dalamnya 6 (enam) sifat.

Yaitu:

Muslim

⑵ Bāligh

⑶ ‘Āqil

⑷ Muqīm (tidak safar)

⑸ Qādir (mampu)

⑹ Sālim minal mawāniq (terhindar dari perkara-perkara yang.menghalangi untuk melakukan puasa).

Orang yang tipe pertama ini apabila terkumpul di dirinya 6 (enam).sifat ini, maka kata Syaikh Muhammad Shālih bin Al ‘Utsaimin :

ﻳَﺠِﺐُ ﻋَﻠَﻴﻪِ ﺻَﻮﻡُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥ ﺃَﺩَﺍﺀً

“Wajib mengerjakan puasa Ramadhān diwaktunya.”

✅ Dalilnya juga firman Allāh Ta’āla:

ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺑَﻴِّﻨَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥِﻓَﻤَﻦْ ﺷَﻬِﺪَ ﻣِﻨْﻜُﻢُ ﺍﻟﺸَّﻬْﺮَ ﻓَﻠْﻴَﺼُﻤْﻪُ

(QS Al Baqarah: 185)

✅ Demikian juga firman Allāh Ta’āla:

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻛَﻤَﺎ ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ

(QS Al Baqarah: 183)

Muslim

Berarti, siapa saja yang merasa dirinya muslim, dia wajib untuk berpuasa.

√ Muslim Bāligh

~~> Bagaimana kalau halnya orang itu kāfir, Ustadz? Dia kāfir, bāligh (bāligh tapi kāfir), berakal, dia juga muqim (tidak safar). Kemudian dia juga mampu. Kemudian dia tidak ada halangan untuk menjalankan puasa

Apakah orang kāfir wajib puasa, ataukah tidak?

Tidak, karena kāfir.

Jadi, kata-kata wajib itu ada dua:

⑴ Kewajiban atau dia terkena beban,hakekatnya dia terkena beban.

⑵ Kewajiban untuk melaksanakan.Dan tidak wajib melaksanakan karena syarat untuk melaksanakan puasa adalah muslim.

✅ Tapi yang pertanyaan selanjutnya, apakah dia terkena beban?

Jawabannya: Iya, dia terkena beban, beban syaria’at. Dia wajib masuk Islam, kemudian dia wajib terkena beban-beban syari’at islam. Tapi kalau dia melaksanakan (puasa) maka tidak akan diterima oleh Allāh Subhanahu Wa Ta’ala.

Jadi bagaimana?

Orang kāfir itu tetap terkena beban syari’at. Tapi kalau melaksanakan tidak diterima.

Jadi kewajiban yang mengarah kepadanya ada dua yaitu “wujubu taqlif” dan “wujubul adā”.

Kalau wujubul adã tidak kena beban.

Kalau wujubu taqlif, dibebani.

Oleh sebab itu, setiap orang kāfir nanti akan di hisab oleh Allāh karena dia terbebani puasa.

Makanya Allāh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, menceritakan tentang perbincangan penduduk Surga dan penduduk Neraka.

✅ Di katakan oleh penduduk-penduduk surga:

ﻣَﺎ ﺳَﻠَﻜَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺳَﻘَﺮَ

Apakah yang menyebabkan kalian terjerumus ke dalam neraka Saqar?”(QS Al Mudatsir: 42)

✅ Kata orang-orang kāfir (penduduk neraka):

ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟَﻢْ ﻧَﻚُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺼَﻠِّﻴﻦ

Dulu kami adalah orang-orang yang tidak mengerjakan shalāt.” (QS Al Mudatsir: 43)

Jadi mereka tetap akan di adzab oleh Allāh karena mereka meninggalkan shalāt. Tapi kalau mengerjakan shalāt tidak diterima, kalau meninggalkan dosa lagi.

Bagaimana jalan keluarnya?

Jalan keluarnya masuk Islam, kemudian shalāt.

Maka silahkan, kalau memang ada keluarga yang belum shalāt, belum puasa, nasehati.

Kemudian disini dikatakan: Bāligh. Bāligh

Apa ciri-ciri bāligh?

[insyā Allāh, bersambung ke bagian 2]

**

  • ➡ *(2) Kelompok yang kedua*

Ash Shaghiru (anak kecil).

✅ Kata Syaikh:

ﻓَﻠَﺎ ﻳَﺠَﺐُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺒْﻠُﻎَ

“Tidak wajib puasa sampai baligh.”

Ibu-ibu, Bapak-bapak harus tahu tanda-tanda balighnya anak-anak. Terkadang seorang anak sudah baligh tapi tidak tahu kalau dirinya telah baligh, ini yang jadi masalah.

Anak kecil tidak wajib berpuasa sampai dia baligh, akan tetapi, apakah anak kecil dibiarkan begitu saja tidak berpuasa?

Jawabanya: Tidak, “ﻳُﻌَﻠَّﻢُ “, tapi diajari berpuasa.

Memang secara beban (taklif) belum terkena kepada dia.

✅ Rasūlullāh shallallāhu ‘alaihi wasallam

mengatakan:

ﺭُﻓِﻊَ ﺍﻟْﻘَﻠَﻢُ ﻋَﻦْ ﺛَﻼَﺙٍ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺋِﻢِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺴْﺘَﻴْﻘِﻆَ ﻭَﻋَﻦِ ﺍﻟﺼَّﻐِﻴﺮِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻜْﺒُﺮَ ﻭَﻋَﻦِﺍﻟْﻤَﺠْﻨُﻮﻥِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻌْﻘِﻞَ ﺃَﻭْ ﻳَﻔِﻴﻖَ

Pena taklif itu tidak dibebankan kepada 3 orang:

1. Orang yang ketiduran sampai bangun.

2. Dari anak kecil sampai dia baligh.

3. Orang yang gila sampai dia sadar.”

(HR an Nasā’i nomor 3378, versi Maktabatu al Ma’arif Riyadh nomor 3432)

✅ Tapi, apakah dibiarkan saja, pertanyaannya? Tidak, harus diajari.

Kata Syaikh:

ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﻳُﺼَﻮِّﻣُﻮْﻥَ ﺃَﻭْﻟَﺎﺩَﻫُﻢْ

“Mereka itu (para shahabat) mengajari anak-anak mereka berpuasa.”

Sebagaimana mereka mengajari anak untuk shalat. Bahkan “memaksa” dalam mengajari anak mereka berpuasa. Umur 7 tahun diajak shalat, diajari shalat supaya nanti waktu gede tidak kaget. Walaupun masih kecil-kecil tapi mereka diajak berpuasa. Kalau datang lapar mereka, sibuk membikinkan mainan .

Bapak-bapak, Ibu-ibu harus kreatif bagi yang punya anak kecil atau punya cucu. Nanti Bapak-bapak mengajak main supaya tidak ingat dengan rasa laparnya.

✅ ~~> Ustadz, apakah kalau mengajari dan memaksa mereka itu tidak zhalim?

==> Tidak, justru jika membiarkan anak tidak diajari itulah yang zhalim, karena ini adalah hak anak yaitu untuk mendapatkan pelajaran.

Ingat kisah seorang bapak yang datang kepada ‘Umar bin Kaththab. Kisahnya, bapak itu lapor tentang kebandelan sang anak. Kemudian kata Amirul Mukminin: “Coba datangkan kesini anaknya.” Kemudian setelah dilaporkan oleh bapaknya dan mau dinasehati oleh ‘Umar, anak itu bilang dulu: “Boleh tidak saya bertanya dulu kepada Anda?” Kata Amirul Mukminin: “Silahkan.” Kata Sang Anak: “Apakah hak anak dari bapaknya, wahai Amirul Mukminin?”

(Lihat, hak anak berarti kewajiban orang tua.)

Kata Amirul Mukminin: “Yang pertama: Bapak memilihkan ibu yang baik bagi anak-anaknya.”

Jangan hanya dilihat cantiknya saja, jangan dilihat kayanya saja, jangan dilihat ini keturunan ningrat tapi lihatlah agamanya, bagaimana hubungan dia dengan Allāh, bagaimana hubungan dia dengan orang tuanya, bagaimana hubungan dia dengan temannya. Bagi yang sudah terlambat ada jalan keluarnya, apa itu?

 ✅ Doa, minta supaya Allāh merubah istrinya menjadi istri yang shalihah, atau dengan cara lain.

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻨَﺎ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻦَﺍ ﻗُﺮَّﺓَ ﺃَﻋْﻴُﻦٍ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ

Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al Furqon: 74).

Kata anak:

Bapak saya memilihkan ibu bagi saya seorang pelacur.” (Profesinya betul-betul pelacur, dinikahi sama bapaknya. Jadi tiap hari anaknya nonton ibunya melacur, na’udzu billāhi min dzalik.)

✅ “Terus, apa yang kedua, wahai Amirul Mukminin?” “Kasih nama yang baik.”

“Amirul mukminin, bapak saya ngasih nama saya Ju’al.” (Ma’af, artinya kumbang tai. Hati-hati kalau ngasih nama anak.)

✅ “Kemudian, yang ketiga apa, wahai Amirul Mukminin?” “Beri pendidikan kepada anaknya, itu kewajiban orang tua.” Kata anak tadi:

“Wahai Amirul Mukminin, bapakku tidak pernah mengajari Al Qur’an satu huruf pun (kebaikan) kepadaku.” Kalau kita tidak mengajari anak kita berpuasa itu berarti kita zhalim.

✅ ~~> Ustadz, anak saya baru 1 tahun masak diajari puasa?

==> Ya jangan secepat itu, nanti ada usia yang memang mapan untuk diajari puasa. Mungkin 7 tahun, mungkin di bawah itu, tapi biasakan mereka untuk berpuasa. Kalau dulu, kita sering diajari berpuasa sama orang tua kita “puasa mbeduk” (puasa dengan berbuka waktu zhuhur), itu tidak apa-apa, sekuatnya

Atau mungkin sahurnya maju, kalau jam 7 masih boleh makan. Jadi dia tahu tentang masalah puasa sedikit-sedikit,

Wallāhu A’lam.

Bagaimana anak kecil itu wajib berpuasa? Kalau dia sudah baligh. Tanda-tanda baligh itu ada 3, disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Utsaimin:

١. ﺇﻧﺰﺍﻝ ﺍﻟﻤﻨﻲ ﺑﺎﺣﺘﻼﻡ ﺃﻭ ﻏﻴﺮﻩ

✅ 1. Keluarnya air mani baik dengan ihtilam (mimpi basah) ataupun yang lainnya (yang jelas-jelas menunjukkan bahwa dia sudah bisa keluar mani).

٢. ﻧﺒﺎﺕ ﺷﻌﺮ ﺍﻟﻌﺎﻧﺔ

✅ 2. Tumbuhnya bulu kemaluan.

٣. ﺑﻠﻮﻍ ﺗﻤﺎﻡ ﺧﻤﺲ ﻋﺸﺮﺓ ﺳﻨﺔ

✅ 3. Mencapai usia 15 tahun.

Ini 3 ciri baik laki-laki ataupun perempuan.

—– ٤. ﺍﻟﺤﻴﺾ

✅ —–4. Khusus bagi anak perempuan, dia mengalami haidh.

~~> Ustadz, apakah ini semu harus terkumpul sebagai syarat-bsyarat menjadi baligh?

==> Tidak, kata para ulama salah satu saja dari syarat ini sudah ada maka dia sudah baligh.

Masalah, bagaimana kalau anak kecil ketika dipertengahan harindia mengalami baligh, dan ini kenyataan? Bagaimana hukumnya jika seorang anak ketika di tengah-tengah shalat kemudian baligh? Apakah dia wajib mengulangi shalatnya (dari awal) atau tidak? Yang dibayangkan adalah umur dia saat itu telah 15 tahun. Demikian juga seorang anak lagi main-main di tengah-tengah hari dia baligh, apakah dia wajib berpuasa atau tidak?

Maka dikatakan oleh sebagian ulama, dia wajib untuk menahan diri dari makan dan minum pada sisa harinya. Tapi dia tidak wajib mengqadha puasa hari itu, artinya sisa harinya tetap jangan makan jangan minum karena sekarang kewajibannya telah datang. Wallāhu A’lam.

[insyā Allāh, bersambung ke bagian 3]

=

  • ➡ *(3) Kelompok yang ketiga*

Al Majnūn yaitu orang yang gila, yaitu orang yang hilang akalnya. Apakah orang ini wajib puasa ataukah tidak?

Tidak wajib puasa, kenapa? Karena “rufi’ al qalam”, pena taklif diangkat dari orang-orang yang semacam ini.

Bagaimana kalau dia itu gilanya kadang-kadang? Maka, saat dia gila tidak wajib puasa, saat tidak gila maka dia wajib puasa.

Apakah harus mengqadha hari-hari gilanya?

Jawabnya: Tidak, karena saat itu dia tidak kena beban, tidak kena kewajiban. Makanya ya sudah, dia puasa sesuai dengan jumlah hari sehatnya.

==> Sehari gila sehari tidak, maka sehari puasa sehari tidak, naudzubillāhimminal junūn (kita berlindung kepada Allāh dari gila)..Gila (hilang akal) sebabnya bisa stress, bisa karena jin (kemasukan jin), Wallahu Ta’āla A’lam bishshawāb.

Nah, sekarang bagaimana halnya kalau ada orang gila, tiba-tiba sadar di tengah hari pas bulan Ramadhān? Maka kata para ulama, dia wajib untuk menahan dirinya dari makan dan minum sampai selesai.

Apakah dia wajib mengqadha separo harinya yang tadi dia tidak puasa?

Jawabannya: Tidak, Wallahu Ta’āla A’lam bishshawāb.

  • ➡ *(4) Kelompok yang keempat*

ﺍﻟﻬﺮﻡ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻠﻎ ﺍﻟﻬﺬﻳﺎﻥ ﻭﺳﻘﻂ ﺗﻤﻴﻴﺰﻩ ﻓﻼ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ

Al Harim yaitu orang yang sudah tua renta sehingga dia terkadang ngelantur dan tidak bisa membedakan, tamyīznya hilang dicabut oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Kalau anda atau siapa saja yang punya orang tua semacam ini _sabar_.

✅ Dulu anda ketika kecil ngelanturnya berapa tahun? Cuma karena kulit ketang kecil pecah saja nangis. Jika dibayangkan, untuk seperti itu saja ditangisi. Begitu pula jika orang tua sudah hilang tamyīznya, sama, maka kita harus sabar. Susahnya anda dalam merawat orang tua itu tidak lama, mungkin saja anda yang akan mati lebih dulu. Makanya kita harus yakin, insyā Allāh, susah yang saya alami ketika merawat orang tua itu tidak lama. Apalagi jika dibandingkan dengan nikmatnya nantihidup di akhirat. Itu (orang tua adalah) pintu surga. Siapa saja yang masih punya.orang tua, sebelum datang waktu penyesalan, maka gunakan kesempatan.

Jenis/kelompok keempat ini adalah orang tua yang sudah pikun yang ngelantur, tidak bisa membedakan, maka apakah dia wajib puasa atau tidak?

✅ Kata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, *”Dia (orang pikun) tidak wajib puasa dan tidak wajib membayar fidhyah.”* Sebagian orang masih membayar fidhyah. Seharusnya bagi orang tua yang seperti ini (sudah pikun), tidak wajib membayar fidhyah.

✅ ~~> Lho ustadz, “melas ora difidhyahi” (kasihan tidak dibayarkan fidhyahnya).

==> Masalahnya bukan “melas” (kasihan) atau tidak, masalahnya kita malah mewajibkan sesuatu yang tidak wajib. Jika memang sudah pikun, melantur, tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, maka sudah gugur kewajibannya.

  • ➡ *(5) Kelompok yang kelima*

Yaitu orang yang tidak mampu puasa secara terus menerus, tetapi masih mempunyai ingatan yang kuat. Dimana udzurnya itu tidak mungkin hilang.

✅ Misalnya:

Orang yang sudah sangat tua, tetapi māsyā Allāh, ingatannya sangat kuat, masih ingat shalāt, ingin shalāt dan bisa shalāt, tidak pikun, tetapi dia betul-betul tua renta dan tidak mampu untuk puasa.

√ Atau orang yang sakit yang tidak bisa diharapkan kesembuhannya lagi, misal kanker stadium 4.

✅ Maka apa kata Syaikh?

ﻓﻼ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪﺍﻟﺼﻴﺎﻡ

Orang yang semacam ini tidak wajib puasa.”

Wajib qadha atau tidak?

Maka tidak wajib qadha, karena memang asalnya tidak mampu walaupun ingatannya masih sangat bagus dan shalāt masih bisa.

Demikian juga ketika sakit, kanker usus misalnya, setiap makanan yang masuk keluar lagi, naudzubillāhi min dzalik. Orang yang meninggal karena sakit di perutnya, syahid.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menuliskan bagi kita syahada, Allāhumma āmīn.

✅ ~~> Bagaimana bisa, sekarang tidak ada perang?

==> Kalau Allāh sudah berkehendak, maka tidak ada satupun yang bisa menolaknya.

Umar bin Al Khathab, hidup di kota Madinah, aman dan tentram, “turu neng ngisor wit” (tidur di bawah pohon), khalifah (pemimpin paling puncak umat Islam saat itu) ini tidak takut sama sekali, tidak takut dibunuh, “nggletak” (tidur) di bawah pohon. Karena apa? Amannya luar biasa.

Beliau berdoa: Allāhummarzuqni syahadatan di madīnatī rasūlika shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Yā Allāh, berilah aku mati syahid di kota Nabi-Mu ini.” Sahabatnya berkata, “Wahai ‘Umar, apa ya bisa?” Tetapi ternyata ‘Umar bin Khathab meninggal ditusuk oleh abu Lu’Lu’ Al Majus, yang sekarang diagung-agungkan oleh orang syiah. Pembunuhnya ‘Umar diagung-agungkan, dianggap sebagai pahlawan sejati. Allāhu Musta‘an.

Barangsiapa yang minta syahādah (mati syahid) dengan sungguh- sungguh kepada Allāh, maka Allâh akan sampaikan dia ke derajat orang shuhadā (orang yang mati syahid) meskipun matinya di atas ranjangnya. Subhānallāh.

Maka, Bapak-bapak, Ibu-ibu, mintalah kepada Allāh, mumpung masih sempat minta. Yang kita minta jangan sesuatu yang pendek, mintalah yang jauh, “Allahummā innī as’aluka firdausal a’lā” minal jannah”.

✅ ~~> Ustadz, firdaus a’la itu kan tempatnya para nabi, para shahabat, apakah kita mampu?

==> Apakah anda meragukan kemampuan dan kakuasaan Allāh? Tentunya tidak, siapa tahu kita menjadi tetangganya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Allahumma āmīn..Silahkan Bapak-bapak, Ibu-ibu yang masih punya orang tua “diopeni” (dirawat) betul.

Bagaimana dia? Tidak wajib berpuasa tetapi wajib membayar fidhyah. Berapa? Fidhyahnya itu, jika dihitung beras atau makanan pokok, maka 1/4 shaq (1shaq = 2,5-3 kg) beras.

✅ ~~> Ustadz, jika kita ingin ngasih makan boleh atau tidak?

==> Na’am (iya), kata ith’am di dalam Qur’ān, itu berlaku dengan cara apapun (tidak harus dengan beras mentah), yang sudah bisa disebut dengan memberi makan.

Jadi jika orang tua kita hutang puasanya dua hari, maka kita beri makan orang miskin sehari satu kali selama dua hari atau sekaligus dua orang miskin sehari satu kali. Ini sudah dinamakan dengan ith’am.

✅ ~~> Caranya bagaimana?

==> Gampang, (misal) bungkuskan nasi + lauknya (gurame atau telur) + tempe + kerupuk, ini diberikan (kepada orang miskin) sudah cukup, ringan, Alhamdulillāh. “Addīnu yusrun”, agama itu mudahnIni tentang kelompok kelima.

** •••~~~••• (Lanjut ke Halaman 2) ~~~•~~

Iklan