Ramadhan Bulan Istimewa 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Kemuliaan Lailatul Qodr,Waktunya,Tanda-Tandanya,Amalan 10 Hari Akhir Ramadhan-Ust.Sofyan Chalid Ruray.mp3
https://app.box.com/s/hkyu67ofunjukwwrcrdmys82bqch2tm0
Membenci Syariat Yang Rasulullah Bawa-Ust.Thantawi Abu Muhammad.mp3
https://app.box.com/s/hw4177ohveswx7kadlck80er54knb9k5
Nabi Palsu Di Masa Hidpnya Rasulullah-Ust Syauqi Al Yamani.mp3
https://app.box.com/s/2mf5m69s6ggzgpbtubzue9ysak2qv7ks
Serial Ramadhan (Kesalahan-Kesalahan Orang Yang Berpuasa)-Ust.Ahmad Firdaus.mp3
https://app.box.com/s/osywekx0hpr3w43ginzfsixomukwu0k3
Serial Ramadhan (Keutamaan Umroh Di Bulan Ramadhan)-Ust.Ahmad Firdaus.webm
https://app.box.com/s/24qa57aqcqa2n4hkmn71s8nccjlx0sjd
==
Adat Yang Menjadi Sumber Hukum-Ust.Harits Abu Naufal.webm
https://app.box.com/s/fxj74nbti6tl8y9orbxo6jo094l2pl6s
SerialRamadhan-Wajib Mengamalkan Al-Qur’an-Ust.Ahmad Firdaus.webm
https://app.box.com/s/arzdoodpixteivvyi1c49ynuek1cp2eh
Taqwa Dalam Puasa-Ust Zaid Susanto.webm
https://app.box.com/s/zl6p8zf6k1mfpk7o2d7wmq7gmgss1b3n
Tawassul Antara Yang Disyariatan dan Tidak Diperbolehkan-Ustadz Abu Hanifah Ibnu Yasin-mc.m4a
https://app.box.com/s/jeqx2usr13t46ffjdltgddsu9dh3sy9z
Pemberontak dan Pendukung Kezaliman Penguasa Akan Terusir Dari Telaga Nabi-Ust.Sofyan Chalid Ruray.webm
https://app.box.com/s/ynkwan4wes7a9ji3o4ajyt1n95el3yvo
Puasa Tapi Maksiat Jalan Terus-Ust.Aris Munandar.webm
https://app.box.com/s/2g14utsxynjbmwi55fmtpkj6k2v18vy2
Serial Ramadhan-Keutamaan Memberi Makanan Berbuka-Ustadz Ahmad Firdaus.webm https://app.box.com/s/bg2p5yzxhoyw9ue6ho7gq3ngbrb5aask
**
Sunnah-Sunnah Yang Sering Terlupakan Dibulan Ramadhan-Ust.Dr.Firanda Andirja.mp3
https://app.box.com/s/mdw00eqfvru479e0jvhgm4zvv6co3inm
Tanya Jawab Ramadhan-Ust.SyamsuRizal.mp3
https://app.box.com/s/bae59ln23j13q8jimwe8xqn57wx0eoz5
Yang Disangka Dilarang Di Bulan Ramadhan-Ust.Dr.Firanda Andirja.mp3
https://app.box.com/s/ikcfc5bf1qe7raxm5tcczp7p4pcg8ua4
Hijrah Bukan Sekedar Trend-Ust Mufy Hanif Tholib.webm
https://app.box.com/s/mmfhb6djmpv9ckodmxcduftcp431cf6i
Apa itu Sufi dan Tasawuf part 2-Ustadz Harist Abu Naufal.webm
https://app.box.com/s/nedxougpzup271vxa2jskftdr4kyto58
Dosa Sekecil Apapun Akan Memasukannmu Ke Neraka-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/eibkphvc75f0tod18aeyaolbzp1awnyz
Jangan Gara Gara Paslonnya Tidak Terpilih_ Memberontak Kudeta Demo Ust Abdullah Husni.mp3
https://app.box.com/s/nxwd4kwaatum1drny7psgnzmxjgvfaxb
((Webm Diputar Dengan App Mx Player di Hp Android))
**
Ebook
Menghidupkan 10 Terakhir Ramadhan-Syaikh ‘Abdullah Al-Jarullah 54Halaman
https://app.box.com/s/xhn7g7aujqjnyxpkyfn2idfks587bdkb
Catatan Atas Kitab Tauhid Bag.1(Syaikhul Islam Muhammad Bin ‘Abdul Wahhab 214Halaman
https://drive.google.com/uc?export=download&id=1QQ11B0bSXUwj6sCDeDYh4gzKxXojOpfa
10 Hari Terakhir Bulan Ramadan Bersama Rasulullah Penyusun: Syaikh Nashir asy-Syimaliy
https://drive.google.com/uc?export=download&id=1OznpPt7nf-bKDx8IqtxXvT2jU-NCIlHQ

Madrasah Ramadhan-Ust Sofyan Chalid Ruray 333Halaman
Fiqh dan Hikmah Puasa, Tarawih, I’ tikaf, Zakat dan Hari Raya. Ringkasan Pembahasan,Fatwa dan Tarjih Ulama Ahlus sunnah Wal Jama’ah
https://archive.org/download/MADRASAHRAMADHAN/MADRASAH%20RAMADHAN.pdf
Saat Ramadhan Menyapa-Ustadz Ali Ahmad bin Umar 50Halaman
https://app.box.com/s/6nq11z8crd0q06k4riv6b3l4m0nhl3x3
Fiqih Ramadhan-Ustadz Abu Hafizhah Irfan 128Halaman
https://app.box.com/s/e2w1fdc2at7aqtzgbke5fpgrf3n5cay9
Berbagi Faedah Fikih Puasa dari Matan Abu Syuja-Muhammad Abduh Tuasikal, MSc 86Halaman
https://app.box.com/s/jm6cwklbglu86rxf6ooqcms3znukkg61
Meraih Surga Bulan Ramadhan-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
https://drive.google.com/open?id=0BzDT5zrhbMyDeHRWTlR1RjNETGM
Hadiah dan Bekal Persiapan Menyambut Ramadhan 227 Hlm
https://app.box.com/s/lwln3qkdk6g468mo4fham0q2os25gjoe
https://kautsaramru.files.wordpress.com/2016/06/ebook-hadiah-dan-bekal-ramadhan.pdf
24 Jam di Bulan Ramadhan 116Hlm
https://app.box.com/s/mdan6rweylowzetto7m7y2kwqzf4vqok
Puasa-Muhammad Bin Ibrahim Altuwayjiry 54Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-60.pdf
Risalah Ramadhan(Keutamaan-Kekhususan-Hukum-Faedah-Adab-Fatwa-Pesan-Nasehat)-Abdullah Bin Jarullah 202Hlm
http://www.islamicbook.ws/indonesian/indonesian-52.pdf
Buku Saku Ramadhan(Hukum, Keutamaan dan Beberapa Perkara yg Berkaitan Dgn Puasa
http://pustaka.hisbah.net/wp-content/uploads/2016/06/Ramadhan-Cet-IV1.pdf
Buku Saku Ramadhan”-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Munajjid 117Hlm
https://drive.google.com/file/d/0BwfJLm9banNvMU1IcHY2X3JvdFE/view
“Bekal Ramadhan”-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid 89Hlm
https://drive.google.com/file/d/0B8vJSWqLZFYQQ2RBbjVPVFEwSUk/view
 
===

➡ Ramadhan Bulan Istimewa

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

  • RAMADHĀN BULAN ISTIMEWA (BAGIAN 01)*

Alhamdulillāh, hari ini kita masih bisa menghirup udara pada bulan yang mulia ini, bulan yang istimewa.

Jika ada yang bertanya, kenapa bulan Ramadhān bulan istimewa?

Bulan Ramadhān adalah bulan istimewa karena bulan ini (Ramadhān) bulan diturunkannya Al Qurān. Allāh pilih bulan ini menjadi bulan diturunkannya Al Qurān.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ

_”Bulan Ramadhān adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qurān.”_

(QS. Al Baqarah: 185)

Kita bayangkan dalam urusan dunia ini (misalnya) hari kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus, hari dimana pertama kali bangsa kita memperoleh kemerdekaannya, pasti kita melihat bagaimana antusiasnya warga negara kita dalam menyambutnya, padahal ini hanyalah kebebasan dari penjajah.

Lalu bagaimana jadinya jika itu adalah hari pertama kebebasan manusia dari kebodohan?

Kebebasan manusia dari kebodohan, yang akan menyelamatkan manusia dari api yang menyala-nyala (neraka) karena Al Qurān adalah petunjuk bagi manusia.

Tentu bulan awal turunkan Al Qurān menjadi bulan yang mulia dan istimewa.

Kemudian, mengapa bulan Ramadhān menjadi bulan yang istimewa?

Karenal puasa difardhukan, puasa diwajibkan untuk dilakukan sebulan penuh pada bulan ini.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

_”Barangsiapa di antara kamu yang menyaksikan bulan tersebut (di negeri tempat tinggalnya), maka hendaklah ia berpuasa.”_

(QS. Al Baqarah: 185)

Bulan Ramadhān merupakan bulan yang istimewa, karena pada bulan ini Allāh mewajibkan kita untuk berpuasa selama satu bulan penuh, yang mana puasa merupakan salah satu dari rukun Islām yang lima.

Kemudian mengapa bulan Ramadhān menjadi bulan yang istimewa?

Karena pada bulan ini, Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan sayembara.

✅ Apa sayembaranya?

Barangsiapa yang bisa menemukan satu malam yang bernama Lailatul Qadr maka ia telah beribadah yang mana ibadah tersebut lebih baik daripada 1000 bulan.”

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ

_”Malam lailatul qadr (kemuliaan) itu lebih baik daripada seribu bulan.”_

(QS Al Qadr: 3)

Jika ada seorang bos berkata, “Siapa yang mau bekerja semalam penuh pada akhir bulan ini, maka ia akan mendapatkan gaji 1000 bulan.”

➡ Misalnya:

Seorang karyawan dengan gaji 1 bulan satu juta maka dengan bekerja 10 hari dia mendapatkan 1 Milyar rupiah, tentu ini adalah moment yang sangat berkesan bagi para karyawan.

Pada bulan Ramadhān di sepuluh malam terakhir nanti akan ada suatu malam rahasia yang mana nilai ibadahnya akan dilipat gandakan hingga 1000 bulan lebih baik dan lebih banyak dari 1000 bulan (sekitar 360 ribu hari atau sekitar 83 sekian tahun) ini menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan bulan Ramadhān.

Kemudian di antara yang menyebabkan bulan Ramadhān adalah bulan yang istimewa adalah pada setiap malam pada bulan Ramadhān Allāh membebaskan orang-orang dari Neraka.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ﻭَ ﻟِﻠَّﻪِ ﻋُﺘَﻘَﺎﺀُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ، ﻭَ ﺫَﻟِﻚَ ﻛُﻞَّ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ

_”Dan Allāh memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam (bulan Ramadhān).”_

(Hadīts hasan riwayat At-Tirmidzī lihat Al Misykat nomor 1960)

Inilah di antara beberapa sebab yang menjadikan bulan Ramadhān adalah bulan yang istimewa.

Semoga bermanfaat, in syā Allāh kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya.

Wallāhu Ta’āla A’lam Bishshawāb

==

  • RAMADHĀN BULAN ISTIMEWA (BAGIAN 2)*

Pada kesempatan ini kita lanjutkan pembahasan, “Mengapa bulan Ramadhān adalah bulan istimewa?”

Bulan Ramadhān menjadi bulan istimewa selain karena sebab yang telah disebutkan pada pertemuan yang telah lalu, keistimewaan yang lainnya adalah:

Bulan Ramadhān menjadi istimewa karena pada bulan ini (Ramadhān) pintu-pintu surga dibuka lebar-lebar oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, sehingga tidak ada satu pintu pun yang ditutup. Begitu juga pintu-pintu neraka ditutup rapat-rapat oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla hingga tidak ada satu pintu pun yang terbuka.

Dan pada bulan Ramadhān syaithān-syaithān yang jahat dibelenggu oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

✅ Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ. وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَ ذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

_Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhān, syaithān-syaithān dan jinn-jinn yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan, “Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.” Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam._

(Hadīts riwayat At Tirmidzī dalam Sunan-nya nomor 682 dan Ibnu Mājah dalam Sunan-nya nomor 1682, dihasankan oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh dalam Al Misykat nomor1960)

Hadīts ini menunjukkan bahwa bulan Ramadhān telah dipersiapkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla untuk menjadi bulan yang istimewa.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyiapkan bulan Ramadhān agar menjadi bulan yang memiliki atmosfir ibadah yang luar biasa.

Agar para hamba-Nya bisa maksimal dalamberibadah pada bulan tersebut. Sampai-sampai syaithān-syaithān dibelenggu, pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat, serta Allāh siapkan pahala yang luar biasa pada bulan tersebut.

Itulah dan dengan sebab-sebab yang lainnya yang belum sempat untuk disebutkan menjadikan bulan Ramadhān menjadi bulan yang istimewa.

Wallāhu Ta’āla A’lam Bishshawāb.

Semoga bermanfaat.

==_

  • MENGAPA RAMADHĀN TERASA BIASA*

Alhamdulillāh, Allāh Subhānahu wa Ta’āla masih memberikan kesempatan kepada kita, untuk bertemu dengan bulan Ramadhān.

Akan tetapi mengapa ketika bulan Ramadhān tiba, kita tetap merasa biasa, seakan-akan tidak ada sensasi di dalam diri kita untuk mempersembahkan ibadah terbaik kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla?

Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Ternyata, ketika kita sudah sering bersinggungan dengan suatu hal maka sensitifitas kita (kepekaan kita) terhadap hal tersebut akan menurun.

Sebagai contoh:

Ketika kita melewati TPS (Tempat Pembuangan Sampah) pasti kita akan mencium bau yang sangat tidak sedap, bahkan tidak sedikit yang ingin muntah karena baunya.

✅ Kenapa?

Karena kita belum terbiasa.

Akan tetapi para tukang sampah, para pengangkut sampah, mengapa mereka bisa menahan bau yang sangat tidak sedap tersebut?

✅ Mengapa?

Karena mereka sudah terbiasa.

Begitu pula dengan seorang yang baru pertama kali melihat Ka’bah, bisa dipastikan orang tersebut akan meneteskan air mata harunya, akan tetapi ketika kita melihat orang yang berkali-kali melihat Ka’bah seakan-akan sudah tidak ada rasa haru lagi, sudah tidak ada tangisan dan air mata lagi.

Dan hal tersebut pernah dikatakan oleh sebagian ulamā.

✅ Ternyata:

كثرة المساس تميت الإحساس

_”Seringnya interaksi (bersinggungan) akan mematikan sensitifitas.”_

Hal seperti ini sangat berbahaya jika terjadi dengan bulan Ramadhān.

Sangat berbahaya ketika kita sudah menganggap Ramadhān biasa saja.

√ Sangat berbahaya jika sensitifitas kita dalam menyambut Ramadhān telah tiada.

Mungkin, karena di antara kita ini adalah Ramadhān yang kelima belasnya. Mungkin ini Ramadhān yang kedua puluh, tiga puluh, empat puluh bahkan ini adalah Ramadhān yang lebih dari itu semua.

Hal ini berbahaya karena Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah bersabda:

“Celaka seseorang!”

✅ Coba kita renungkan.

Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah manusia mulia. Beliau manusia yang sangat penyantun, Beliau adalah manusia yang sangat berkasih sayang. Bahkan saat disakiti oleh kaumnya Beliau hanya mengatakan, “Yā Allāh, ampunilah kaumku, karena mereka tidak tahu.”

Seorang Nabi yang sangat penyantun itu sekarang mengatakan, “Celaka seseorang itu!”

Ini menunjukkkan sangat keterlaluannya perbuatan orang itu.

Apa yang dilakukan orang ini, sehingga Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam sangat keras sekali dengannya?

✅ Orang itu adalah:

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

_”Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhān kemudian Ramadhān berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.”_

✅ Oleh karena itu, salah satu resep agar Ramadhān menjadi berarti, agar kita giat (bersemangat) beribadah pada bulan yang penuh berkah ini (Ramadhān), salah satu caranya adalah dengan menanamkan doktrin dalam diri kita.

Apa doktrinnya?

Katakan dalam diri kita:

Ini adalah Ramadhān terakhir kita”

Jangan pernah kita menyangka umur kita masih panjang, karena ada orang yang tidak sakit tiba-tiba tiada dan ada orang yang sudah sakit bertahun-tahun lamanya namun sampai sekarang masih bisa menghirup udara.

Tidak ada yang bisa menjamin umur seseorang. Dengan doktrin (menanamkan dalam diri kita) bahwa ini adalah Ramadhān terakhir kita, In syā Allāh, kita akan bisa mempersembahkan ibadah terbaik pada bulan yang mulia ini.

Dalam rangka mencari bekal mengharap ridhā Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Bakar bin Abdillāh Al Muzzanīy rahimahullāh berkata:

إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَنْفَعَكَ صَلَاتُكَ فَقُلْ : لَعَلِّي لَا أُصَلِّي غَيْرَهَا

_”Jikalau engkau ingin, shalātmu memberikan manfaat kepadamu, maka katakanlah (ketika shalāt itu), mungkin ini adalah shalāt terakhirku.””

Jika menanamkan prasangka ini adalah shalāt yang terakhir, membuat shalāt kita lebih baik sebagaimana perkataan Bakar bin Abdillāh Al Muzzanīy rahimahullāh tadi, maka puasapun demikian.

Dengan menanamkan prasangka atau doktrin bahwa ini adalah “Ramadhān terakhir kita,” in syā Allāh kita akan bisa menjadikan Ramadhān kita menjadi Ramadhān yang penuh arti.

Semoga bermanfaat dan semoga Ramadhān ini menjadi Ramadhān terbaik sepanjang sejarah kehidupan kita.

Walaupun Ramadhān sudah sering menghampiri kita, semoga kita masih bisa bersemangat untuk mempersembahkan yang terbaik yang kita mampu.

Wallāhu Ta’āla A’lam Bishshawāb

===

  • ➡ *KAPANKAH PUASA RAMADHĀN KITA DIKATAKAN SAH?*

Alhamdulillāh, kita masih diberikan kesempatan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla untuk menuntut ilmu agama.

Tema kita hari ini adalah, “Kapankah puasa Ramadhān kita dikatakan sah?”

Puasa Ramadhān dikatakan sah apabila memenuhi syarat dan rukunnya.

Di antara syarat yang penting untuk diketahui, adalah:

✅ ⑴ Berniat pada malam hari sebelum terbit fajar.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imām An Nassā’i nomor 2333, yang dishahīhkan oleh Syaikh Albāniy rahimahullāh.

✅ Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

_”Siapa yang belum berniat di malam hari sebelum Shubuh, maka tidak ada puasa untuknya.”_

Ini menunjukkan bahwa seseorang harus memiliki niat di setiap malam bulan Ramadhān untuk menunaikan puasa pada esok harinya.

Sehingga jika ada seorang yang tidak meniatkan pada malam harinya (misalnya) orang yang pingsan sebelum Maghrib hingga terbit Fajar, maka orang tersebut tidak sah puasanya dan harus mengqadhānya.

Akan tetapi niat tempatnya di dalam hati, seorang yang sudah berniat dalam hatinya untuk berpuasa Ramadhān, maka niatnya sah.

✅ ⑵ Kita harus meninggalkan pembatal-pembatal puasa. Tidak boleh seorang makan atau minum atau berhubungan badan atau melakukan pembatal lainnya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, kecuali bagi seorang yang melanggar tetapi dalam keadaan lupa, maka ia dimaafkan dan puasanya tetap sah.

Dan jika ada ulamā yang berbeda pendapatdalam sebuah pembatal puasa seperti berbekam atau suntikan atau yang lainnya maka hendaknya kita berhati-hati dalam bersikap.

Jika tidak terpaksa sekali hendaknya menunda hal-hal yang diperselisihkan tersebut hingga matahari tenggelam agar puasa kita selamat.

✅ ⑶ Harus memastikan bahwa ia tidak berbuka puasa sampai benar-benar yakin bahwa matahari telah tenggelam.

Dahulu di masjid Nabawi jika Ramadhān adzan Maghrib diundur kurang lebih dua menit dari jadwal aslinya, hal ini dilakukan dalam rangka kehati-hatian.

Dan hal tersebut tidaklah tercela, karena yang tercela adalah tidak segera berbuka sampai bintang-bintang terlihat sebagaimana kebiasaan kaum Syi’ah.

Akan tetapi memastikan atau meyakinkan diri bahwa matahari sudah benar-benar tenggelam bukan merupakan perbuatan tercela dan hal ini sering di ingatkan oleh para ulamā.

Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan agar puasa kita sah.

Berniat di malam harinya.

√ Menjaga diri dari pembatal-pembatal puasa sejak matahari terbit hingga terbenam matahari. 

√ Dan memastikan saat berbuka matahari telah tenggelam (tidak boleh tergesa-gesa untuk berbuka).

Semoga pembahasan ini bermanfaat.

Wallāhu Ta’āla A’lam Bishshawāb

= •~•~•~•~ (Lanjut ke Halaman 2) •~•~••~~

Iklan