Lailatul Qodr 

,
Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Malam Lailatul Qadar-Ust.Mizan Qudsiyah

Berburu Lailatul Qadar-Ust.Ahmad Zainuddin

Lailatul Qadar Terakhirku-Ust.Ahmad Zainuddin

Malam Lailatul Qadar-Ust.Firanda Andirja

Malam Lailatul Qadar-Ust.Syafiq Basalamah

Mengejar Malam Lailatul Qadar-Ust.Syafiq Basalamah

Mencari Lailatul Qadar-Ust.Ahmad Zainuddin

Lailatul Qadar Lebih Baik Dari 1000Bulan-Ust.Ahmad Zainuddin

Takutlah Pada Suatu Hari Engkau Akan Dikembalikan-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/h4njn0f3mu2ahglm7hecgx74fwlhri8t
Para Ruwaibidhoh Saat Ini Bermunculan-Ust Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/ce4bu3lp2vq5qr36pdejc1vhfehzenb9
Peringatan Akan Kengerian Neraka dan Siksaan Di Dalamnya- Ust.Harist Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/z10lp43mtn3nqsw48y2r4fee4rorezuv
Serial Ramadhan Amalan Rasul di 10 Hari Terakhir Ramadhan-Ust.Ahmad Firdaus.mp3
https://app.box.com/s/wv0kb931v9h1mmmej6fovq6op80gndne
Serial Ramadhan Keberkahan Dalam Makan Sahur-Ust.Ahmad Firdaus.mp3 .mp3
https://app.box.com/s/mxan1aqyo4tbaksjeap1txmvgj5y1sfz
Khutbah Sang Iblis di Neraka-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/qwtbfcn2j4htghv01hny85jrvbz5apri
Jangan Berharap Kepada Manusia-Ust Abdurrahman Thayyib.webm
https://app.box.com/s/lvsm7zdtngvls2zjajtpsa8bm8hiqjnk
Hukum Berdoa Meminta Kepada Orang Shalih Yang Telah Meninggal-Ust.Harist Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/66syrd6cotqzff31u8322xmvel8yzmfw
Allah Al Khabir-Ust.Dr.Firanda Andirja.mp3
https://app.box.com/s/tbr7z8eyus65oxoidzv667ot3r4oj7c5
Bolehkah Mencela Pemimpin yang Zhalim-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/irw7eer5i7kca97br0ouxbpa2qev0z2x
Dakwah Para Nabi dan Rasul-Ust.Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/kqefp0o3oj8wyvbf69j9o6mdc55ybd3z
((WEBM DIPUTAR DENGAN MX PLAYER DI ANDROID))
== 

=

Ebook

Lailatul Qadr

Hukum Dan Keutamaan lailatulqadar 

Beberapa Kekeliruan Kaum Muslimin Seputar Lailatul Qadar 

Menggapai Malam Kemuliaan

Menikmati Keindahan Surga-30Halaman

 

==

➡ Lailatul Qodr

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

➡ 23. LAILATUL QODR 

  • ➡ Apa yang Dimaksud dengan Lailatul Qodr?

Secara bahasa, Lailatul Qodr terdiri dari 2 kata: lail yang berarti malam, dan qodr yang berarti takdir. Pada Lailatul Qodr ditulis takdir seluruh makhluk hingga setahun ke depan. Namun, tulisan takdir itu tidaklah berbeda sedikitpun dengan tulisan di Lauhul Mahfudz yang telah tertulis 50 ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Sebagian Ulama’ mengartikan qodr dengan kemuliaan.  

Apa Saja Keutamaan Lailatul Qodr?

  • ➡ 1. Al-Quran diturunkan (awal kali) di Lailatul Qodr

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami menurunkannya (al-Quran) pada Lailatul Qodr (Q.S al-Qodr:1)

  • ➡ 2. Beribadah pada malam itu lebih baik dibandingkan beribadah di 1000 bulan lain yang tidak ada Lailatul Qodr-nya

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

✅ Lailatul Qodr lebih baik dibandingkan 1000 bulan (Q.S al-Qodr:3).

  • ➡ 3. Pada malam itu para Malaikat turun ke bumi.

Para Malaikat yang merupakan penduduk langit turun ke bumi sehingga menimbulkan banyak kebaikan.

تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Para Malaikat dan Jibril turun padanya dengan idzin dari Tuhan mereka dengan membawa segala perkara (kebaikan dan keberkahan)(Q.S al-Qodr:4, tafsir al-Baghowy).

Sangat banyak jumlah Malaikat yang turun ke bumi hingga lebih banyak dari jumlah kerikil di bumi.

وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى

Sesungguhnya Malaikat pada malam tersebut di bumi lebih banyak dibandingkan jumlah kerikil (H.R Ahmad, atThoyalisiy, dishahihkan Ibnu Khuzaimah, dinyatakan sanadnya hasan oleh al-Bushiry dan al-Albany)

  • ➡ 4. Keselamatan meliputi malam itu hingga terbit fajar.

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Keselamatan pada malam itu hingga terbit fajar (Q.S al-Qodr: 5)    

Mujahid -seorang murid Ibnu Abbas- menjelaskan bahwa pada malam itu tidak ada penyakit dan syaithan sama sekali. Sedangkan Qotadah menjelaskan bahwa maksud keselamatan pada malam itu adalah kebaikan dan keberkahan (Zaadul Masiir karya Ibnul Jauzi (6/179-180)).

  • ➡ 5. Pada malam itu ditulis takdir tahunan setiap makhluk. Ditulis takdir seluruh makhluk sejak malam itu hingga tahun berikutnya.

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Di dalamnya ditetapkan setiap (takdir) perkara dengan penuh hikmah (bijaksana) (ad-Dukhan:4)

Pada Lailatu Qodr ditulis takdir seluruh makhluk hingga Lailatul Qodr tahun depan (sebagaimana dijelaskan al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolaany dalam Fathul Baari).

  • Benarkah Anggapan Bahwa Lailatul Qodr Hanya Terjadi di Masa Rasulullah Sedangkan Sekarang Tidak Ada Lagi? 

✅ Anggapan itu tidak benar. Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu anhu pernah membantah anggapan semacam itu.

عَنْ صَالِحٍ مَوْلَى مُعَاوِيَةَ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي هُرَيْرَةَ زَعَمُوْا أَنَّ لَيْلَةَ الْقَدْرِ قَدْ رُفِعَتْ قَالَ كَذَبَ مَنْ قَالَ كَذَلِكَ قُلْتُ فَهِيَ فِيْ كُلِّ شَهْرِ رَمَضَانَ أَسْتَقْبِلُهُ قَالَ نَعَمْ

Dari Sholih maula Muawiyah beliau berkata: Aku berkata kepada Abu Hurairah: Mereka menganggap bahwa Lailatul Qodr sudah diangkat. Abu Hurairah menyatakan: Telah berdusta orang yang mengatakan demikian. Aku (Sholih) berkata: Apakah itu ada bisa kutemui pada tiap Ramadhan? Abu Hurairah menjawab: Ya (H.R Abdurrozzaq  no 5586)

  • Kapan Terjadinya Lailatul Qodr?

Nabi shollallahu alaihi wasallam menyuruh kita untuk mencari Lailatul Qodr pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Terlebih pada malam ganjil. Ditekankan lagi pada malam ke-27 dan 29. Pada tiap tahun Lailatul Qodr berpindah dalam kisaran 10 hari terakhir Ramadhan itu (Fatwa Syaikh Bin Baz). Kadangkala pada 21, kadang 23, dan seterusnya. Bisa juga pada malam genap. Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah tidak melewatkan sholat Maghrib, Isya’ dan Subuh  berjamaah, melakukan sholat malam (tarawih dan witir) berjamaah, memperbanyak ibadah: baca Qur’an, doa, dzikir di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana yang dilakukan Nabi.

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

✅ Carilah Lailatul Qodr pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan (H.R alBukhari no 1880 dan Muslim no 1998)

فَالْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ فِي كُلِّ وِتْرٍ

Maka carilah ia (lailatul Qodr) di 10 malam terakhir pada setiap (malam) ganjil (H.R al-Bukhari dan Muslim)

✅ Said bin al-Musayyid -seorang tabi’i- menyatakan:

مَنْ صَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ، لَمْ يَفُتْهُ خَيْرُ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Barangsiapa yang sholat Maghrib dan Isya berjamaah, tidak akan terlewatkan dari kebaikan Lailatul Qodr (riwayat Abdurrozzaq dan Ibnu Abi Syaibah, sanadnya shahih. Pendapat Said bin al-Musayyib tersebut juga disetujui oleh al-Imam asy-Syafii (atTaysiir bi syarhil Jaami’is Shoghir karya al-Munawi(2/826))

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

Barangsiapa yang sholat Isya’ berjamaah, seakan-akan ia qiyaamul lail sepanjang separuh malam. Barangsiapa (diikuti dengan) sholat Subuh berjamaah, seakan-akan ia sholat malam pada seluruh bagian malam (H.R Muslim no 1049 dari Utsman bin Affan)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ إِنَّهَا لَيْلَةُ سَابِعَةٍ أَوْ تَاسِعَةٍ وَعِشْرِينَ

Dari Abu Hurairah -radhiyallaahu anhu- bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda tentang Lailatul Qodr: sesungguhnya malam itu adalah malam ke-7 atau ke-9 pada (tanggal) dua puluh (Ramadhan)(H.R Ahmad, atThoyalisiy, dihasankan sanadnya oleh al-Bushiry). 

  • ➡ Bacaan Apa yang Hendaknya Banyak Dibaca pada Saat Kita Menyangka Malam Itu adalah lailatul Qodr?

Jika kita menduga kuat bahwa malam itu adalah Lailatul Qodr hendaknya kita banyak membaca:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allaahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, yang menyukai pemberian maaf, maka maafkanlah aku (H.R atTirmidzi, anNasaai, Ibnu Majah, Ahmad, dari Aisyah, dishahihkan al-Hakim dan al-Albany)

  • Doa Malam Lailatul Qadar 2

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ

Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan terbebas dari masalah.

HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 29189. Al-Albani menilai riwayat ini shahih, dan beliau berkomentar, “Nampaknya, A’isyah mengatakan demikian karena pendapat pribadinya.” Simak Silsilah As-Shahihah (7/1011).

Hadits:

Dari Abdullah bin Buraidah, bahwa A’isyah radhiyallahu ‘anha, pernah mengatakan: “Jika saya tahu bahwa suatu malam itu adalah lailatul qadar, tentu doa yang paling banyak kuucapkan di malam itu, aku meminta kepada Allah ampunan dan terbebas dari masalah.”

Catatan:

Pada dasarnya, lailatul qadar termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Karena setiap muslim bisa membaca doa apapun untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. Dan doa A’isyah di atas adalah doa yang terbaik, karena doa ini diajarkan langsung oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada istri tercintanya. Karena itu, doa ini dianjurkan untuk dibaca berulang-ulang.

  • Cara membacanya:

Doa lailatul qadar hanya dibaca di malam hari, ketika seorang muslim memiliki dugaan kuat bahwa malam itu adalah lailatul qadar. Seseorang bisa memperkirakan apakah malam itu lailatul qadar ataukah bukan melalui ciri malam tersebut.

Tidak ada bilangan tertentu untuk doa ini, karena itu bisa dibaca berapapun jumlahnya. Semakin banyak, semakin bagus.

Bisa juga diselingi dengan kegiatan yang lain. Misalnya: membaca doa ini 3x, kemudian shalat, setelah itu membaca lagi dan membaca doa yang lain.

  • Adakah Tanda-tanda Khusus Terjadinya Lailatul Qodr

✅ Disebutkan dalam sebagian hadits tanda-tanda secara fisik tentang Lailatul Qodr, di antaranya:

إِنَّ أَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا سَاطِعًا سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ لَا بَرْدَ فِيهَا وَلَا حَرَّ وَلَا يَحِلُّ لِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِ فِيهَا حَتَّى تُصْبِحَ وَإِنَّ أَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَلَا يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ

Sesungguhnya tanda Lailatul Qodr adalah malam itu jernih terang seakan-akan bulan bersinar tenang lembut, tidak dingin dan tidak panas. Tidak ada bintang yang dilempar (kepada syaithan) pada malam itu hingga pagi. Tanda (di pagi hari) matahari keluar tidak ada sinar yang tersebar bagaikan bulan purnama. Tidak boleh syaithan keluar bersamanya pada saat itu (H.R Ahmad dari Ubadah bin as-Shomit, dinyatakan oleh al-Haytsami bahwa perawi-perawinya terpercaya).

Ust.Abu Utsman Kharisman

==

  • MENGGAPAI MALAM SERIBU BULAN

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada lailatul qodr. Dan tahukah engkau apa lailatul qodr itu? Lailatul qodr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Turun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qodr: 1-5)

  • KEKHUSUSAN LAILATUL QODAR

Surat Al-Qodr adalah satu surat penuh yang berbicara tentang kemuliaan lailatul qodr, diantara kemuliaannya yang dijelaskan dalam surat yang mulia ini :

  • ➡ [1] Malam yang Penuh Berkah

Lailatul qodr adalah malam yang penuh dengan kebaikan-kebaikan yang melimpah, malam yang penuh dengan ketenangan dan keselamatan, malam yang dimuliakan dengan turunnya Al-Qur’an, sebagaimana pada ayat yang lain Allah ta’ala menegaskan,

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيم

Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS Ad-Dukhan: 3-4)

  • ➡ [2] Nilai Amal Shalih Dilipatgandakan Menjadi Lebih Baik dari Amalan 1000 Bulan

Amal shalih pada malam itu lebih baik dari amal shalih yang dilakukan selama 1000 bulan (83 tahun 4 bulan) tanpa lailatul qodr, padahal jika seseorang hidup selama itu belum tentu dia memiliki amalan senilai itu apalagi lebih besar.

✅ Asy-Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata,

فَالْعَمَلُ الَّذِيْ يَقَعُ فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ الْعَمَلِ فِيْ أَلْفِ شَهْرٍ خَالِيَةٍ مِنْهَا

Amalan yang dilakukan ketika lailatul qadr lebih baik dari amalan selama seribu bulan tanpa lailatul qodr.” (Tafsir As-Sa’di, hal. 931)

Dan ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa keutamaan tersebut bersifat umum, siapa saja kaum muslimin yang beramal di malam tersebut maka insya Allah ia akan mendapatkan keutamaannya, tidak khusus orang-orang tertentu saja. Sama saja apakah ia menyadari malam itu lailatul qodr atau tidak.

  • ➡ [3] Banyaknya Malaikat yang Turun

Banyak sekali malaikat yang turun di malam tersebut bersama berkah dan rahmat Allah ta’ala.

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى

Sesungguhnya malaikat di malam tersebut di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu-batu kerikil.” (HR. Ahmad Ash-Shahihah: 2205)

✅ Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

يَكْثُرُ تَنزلُ الْمَلَائِكَةِ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ لِكَثْرَةِ بَرَكَتِهَا، وَالْمَلَائِكَةُ يَتَنَزَّلُونَ مَعَ تَنَزُّلِ الْبَرَكَةِ وَالرَّحْمَةِ

Banyaknya malaikat yang turun di malam tersebut karena keberkahannya yang melimpah, dan malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/444)

  • ➡ [4] Malam Penentuan Takdir Tahunan :

Pada malam itu ditetapkan takdir secara terperinci selama satu tahun.

✅ Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata,

يُقْضَى فِيهَا مَا يَكُونُ فِي السَّنَةِ إِلَى مِثْلِهَا

Ditetapkan pada malam itu apa yang akan terjadi selama satu tahun sampai tahun berikutnya.” (Tafsir Ath-Thobari, 24/534)

Penulisan takdir ini dibagi menjadi empat, antara lain :

  • ➡ [a] al-kitabah al-azaliyyah

✅ Yaitu catatan takdir yang ada di Lauhul Mahfudz. Hal ini sebagimana hadits yang diriwayatkan dari ’Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, bahwa Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- bersabda ;

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيْرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ

Allah telah menuliskan takdir para makhluk(-Nya) lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim : 2653).

  • ➡ [b] al-kitabah al-umriyyah

✅ Yaitu catatan takdir sekali seumur hidup, yakni pada waktu janin berumur seratus dua puluh hari (empat bulan). Sebagaimana diriwayatkan dari Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin Mas’ud -radhiyallahu ‘anhuma ia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam , bersabda ;

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ : بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ.

Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari berupa nutfah, kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga, lalu menjadi segumpal daging selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya, lalu diperintahkan untuk menuliskan empat kalimat; rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya.” (HR. Bukhari : 3154 dan Muslim : 2643).

  • ➡ [c] al-kitabah al-hauliyyah

Yaitu catatan takdir tahunan, yakni yang terjadi ketika lailatul qadar.

✅ Allah Ta’ala berfirman;

فِيهَا يُفْرَقُ كُلّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ

Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad-Dukhan : 4).

Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah ;

أَيْ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوْظِ إِلَى الْكَتْبَةِ أَمْرُ السَّنَّةِ، وَمَا يَكُوْنَ فِيْهَا مِنَ الاَجَالِ وَالْأَرْزَاقِ وَمَا يَكُوْنُ فِيْهَا إِلَى آخِرِهَا.

✅ “Yaitu ketika lailatul qadar dirincikan (catatan takdir) dari Lauhul Mahfuzh ke catatan (takdir) tahunan. Yang mencakup ajal-ajal, rizki-rizki, dan apa saja yang terjadi sampai akhir (tahun).” (Tafsirul Qur’anil ‘Azhim)

Karena ketika lailatul qadar Allah merincikan takdir kita setahun yang akan datang, maka kita berdoa memohon kepada Allah kebaikan dan memohon dijauhkan dari keburukan untuk setahun yang akan datang.

➡ [d] al-kitabah al-yaumiyyah, Yaitu catatan takdir harian.

  1. [5] Malaikat Mendoakan Orang yang Beribadah

Para malaikat mengucapkan salam (mendoakan keselamatan) untuk orang-orang yang beribadah di malam tersebut.

✅ Al-Imam Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,

تَسْلِيمُ الْمَلَائِكَةِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ عَلَى أَهْلِ الْمَسَاجِدِ، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

“Malaikat mendoakan keselamatan ketika lailatul qodr untuk orang-orang yang beribadah di masjid sampai terbit fajar.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/444)

  • ➡ [6] Allah Ta’ala menurunkan satu surat lengkap untuk menjelaskan keutamaan Lailatul Qadar bahkan surat tersebut dibaca sampai hari kiamat
  • ➡ [7] Kalimat pertanyaan yang digunakan untuk menunjukan keagungan lailatul Qadar sebagaimana Firman Nya :

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

Dan tahukah engkau apa lailatul qodr itu?

  • KAPAN LAILATUL QODAR?

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qodr pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qodr pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari)

Akan tetapi penghitungan malam ganjil bisa dihitung dari depan, yaitu malam 21, 23, 25, 27 dan 29. Bisa pula dihitung dari belakang (malam-malam yang tersisa), yaitu 9, 7, 5, 3 dan 1 hari yang tersisa.

Maka apabila dihitung dari belakang malam ganjil adalah malam-malam genap apabila dihitung dari depan, yaitu malam 22, 24, 26, 28 dan 30.

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي تَاسِعَةٍ تَبْقَى فِي سَابِعَةٍ تَبْقَى فِي خَامِسَةٍ تَبْقَى

“Carilah lailatul qodr di sembilan malam yang tersisa, tujuh malam yang tersisa dan lima malam yang tersisa.” (HR. Al-Bukhari)

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

فَالْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ الْتَمِسُوهَا فِى التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ

“Maka carilah lailatul qodr di sepuluh malam terakhir Ramadhan, carilah di malam ke 9, 7 dan 5 (yang tersisa).” (HR. Muslim)

✅ Hadits yang mulia ini dijelaskan maknanya oleh Sahabat yang Mulia Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu,

إِذَا مَضَتْ وَاحِدَةٌ وَعِشْرُونَ فَالَّتِى تَلِيهَا ثِنْتَيْنِ وَعِشْرِينَ وَهْىَ التَّاسِعَةُ فَإِذَا مَضَتْ ثَلاَثٌ وَعِشْرُونَ فَالَّتِى تَلِيهَا السَّابِعَةُ فَإِذَا مَضَى خَمْسٌ وَعِشْرُونَ فَالَّتِى تَلِيهَا الْخَامِسَةُ

Apabila telah berlalu malam 21 maka yang berikutnya adalah malam 22, itulah malam 9 (yang tersisa), apabila berlalu malam 23 maka yang berikutnya (malam 24) adalah malam 7 (yang tersisa), apabila telah berlalu malam 25 maka yang berikutnya (malam 26) adalah malam 5 (yang tersisa).” (HR Muslim)

✅ Dan itu berlaku sampai akhir Ramadhan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

الْتَمِسُوهَا فِى تِسْعٍ يَبْقَيْنَ أَوْ فِى سَبْعٍ يَبْقَيْنَ أَوْ فِى خَمْسٍ يَبْقَيْنَ أَوْ فِى ثَلاَثٍ أَوْ آخِرِ لَيْلَةٍ

Carilah lailatul qodr pada 9 hari yang tersisa, atau 7 hari yang tersisa, atau 5 hari yang tersisa, atau 3 hari yang tersisa, atau malam yang terakhir.” (HR. At-Tirmidzi, Shahihul Jaami’: 1243)

✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

لَكِنَّ الْوِتْرَ يَكُونُ بِاعْتِبَارِ الْمَاضِي فَتُطْلَبُ لَيْلَةَ إحْدَى وَعِشْرِينَ وَلَيْلَةَ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ وَلَيْلَةَ خَمْسٍ وَعِشْرِينَ وَلَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَلَيْلَةَ تِسْعٍ وَعِشْرِينَ.وَيَكُونُ بِاعْتِبَارِ مَا بَقِيَ كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {لِتَاسِعَةٍ تَبْقَى لِسَابِعَةٍ تَبْقَى لِخَامِسَةٍ تَبْقَى لِثَالِثَةٍ تَبْقَى}.

✅ “Akan tetapi malam ganjil itu bisa dilihat kepada hari yang telah berlalu, maka ia dicari pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29. Dan bisa dilihat kepada hari yang tersisa, sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, “Pada sembilan malam yang tersisa, tujuh malam yang tersisa, lima malam yang tersisa, tiga malam yang tersisa.”

فَعَلَى هَذَا إذَا كَانَ الشَّهْرُ ثَلَاثِينَ يَكُونُ ذَلِكَ لَيَالِيَ الْأَشْفَاعِ. وَتَكُونُ الِاثْنَيْنِ وَالْعِشْرِينَ تَاسِعَةً تَبْقَى وَلَيْلَةُ أَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ سَابِعَةً تَبْقَى.

Atas dasar perhitungan dengan melihat kepada hari-hari yang tersisa tersebut, apabila bulan mencapai 30 hari maka lailatul qadr terdapat pada malam-malam genap, dan jadilah malam ke-22 sebagai sembilan hari yang tersisa dan malam ke-24 sebagai tujuh hari yang tersisa,

وَهَكَذَا فَسَّرَهُ أَبُو سَعِيدٍ الخدري فِي الْحَدِيثِ الصَّحِيحِ. وَهَكَذَا أَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الشَّهْرِ. وَإِنْ كَانَ الشَّهْرُ تِسْعًا وَعِشْرِينَ كَانَ التَّارِيخُ بِالْبَاقِي كَالتَّارِيخِ الْمَاضِي.

demikianlah yang ditafsirkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri dalam hadits yang shahih. Dan demikianlah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mengamalkannya di bulan itu. Adapun jika bulan hanya 29 hari maka hitungan malam ganjil dengan penanggalan sisa hari sama dengan penanggalan hari yang telah berlalu.

وَإِذَا كَانَ الْأَمْرُ هَكَذَا فَيَنْبَغِي أَنْ يَتَحَرَّاهَا الْمُؤْمِنُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ جَمِيعِهِ كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {تَحَرَّوْهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ} وَتَكُونُ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ أَكْثَرَ. وَأَكْثَرُ مَا تَكُونُ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ كَمَا كَانَ أبي بْنُ كَعْبٍ يَحْلِفُ أَنَّهَا لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ.

Jadi, apabila kenyataannya seperti ini maka hendaklah seorang mukmin itu berusaha mendapati lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir seluruhnya (bukan hanya pada tanggal-tanggal ganjil saja), sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir.” (Majmu’ Fatawa 25/285)

(Lanjut ke Halaman 2)

    Iklan