Meraih Kejayaan Umat Dengan Tauhid 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

JauhiMusik dan Nyanyian Oleh Ust MuhammadRomelan Lc

Mengembalikan Setiap Permasalahan kepada Allah dan RasulNya-Ust.Abdullah Taslim

Taatlah Kepada Allah, Taatlah Kepada Rasul dan Ulil Amri-Ust.Abdullah Taslim 

Takutlah Pada Suatu Hari Engkau Akan Dikembalikan-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/h4njn0f3mu2ahglm7hecgx74fwlhri8t
Para Ruwaibidhoh Saat Ini Bermunculan-Ust Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/ce4bu3lp2vq5qr36pdejc1vhfehzenb9
Peringatan Akan Kengerian Neraka dan Siksaan Di Dalamnya- Ust.Harist Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/z10lp43mtn3nqsw48y2r4fee4rorezuv
Serial Ramadhan Amalan Rasul di 10 Hari Terakhir Ramadhan-Ust.Ahmad Firdaus.mp3
https://app.box.com/s/wv0kb931v9h1mmmej6fovq6op80gndne
Serial Ramadhan Keberkahan Dalam Makan Sahur-Ust.Ahmad Firdaus.mp3 .mp3
https://app.box.com/s/mxan1aqyo4tbaksjeap1txmvgj5y1sfz
Khutbah Sang Iblis di Neraka-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/qwtbfcn2j4htghv01hny85jrvbz5apri
Jangan Berharap Kepada Manusia-Ust Abdurrahman Thayyib.webm
https://app.box.com/s/lvsm7zdtngvls2zjajtpsa8bm8hiqjnk
Hukum Berdoa Meminta Kepada Orang Shalih Yang Telah Meninggal-Ust.Harist Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/66syrd6cotqzff31u8322xmvel8yzmfw
Allah Al Khabir-Ust.Dr.Firanda Andirja.mp3
https://app.box.com/s/tbr7z8eyus65oxoidzv667ot3r4oj7c5
Bolehkah Mencela Pemimpin yang Zhalim-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/irw7eer5i7kca97br0ouxbpa2qev0z2x
Dakwah Para Nabi dan Rasul-Ust.Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/kqefp0o3oj8wyvbf69j9o6mdc55ybd3z
((WEBM DIPUTAR DENGAN MX PLAYER DI ANDROID))
== 

•••

  • Meraih Kejayaan Umat Dengan Tauhid

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

  • MERAIH KEJAYAAN UMAT DENGAN TAUHID

Oleh Abu Ghozie As Sundawie

Sesungguhnya umat islam, umat akhir zaman adalah umat yang berjaya, umat yang berwibawa umat yang dimenangkan oleh Allah, umat yang memiliki izzah dan kemuliaan dibandingkan umat lainnya. Semua keutamaan itu tidaklah didapatkan dengan cuma cuma akan tetapi dengan tebusan dan pengorbanan serta syarat yang tidak ringan. Keutamaan yang hanya diraih dengan keimanan dan amal shalih, serta menegakan syari’at Allah dimuka bumi.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS Al A’raf : 96).

✅ Allah Ta’ala juga berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS An nahl : 97)

✅ Allah Ta’ala berfirman :

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS Ali Imran : 139)

Sebagaimana ketaatan dan amal shalih adalah sumber kebahagiaan dan kejayaan maka demikian pulalah sebaliknya bahwa dosa dan kemaksiatan itu sumber bencana dan kehancuran serta keterpurukan.

✅ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُـمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَيَنْزِعُهُ شَيْئٌ حَتَّى تَرْجِعُواْ إِلَى دِيْنِكُمْ.

Apabila kalian melakukan jual beli dengan cara ‘inah, berpegang pada ekor sapi kalian ridha dengan hasil tanaman dan kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan membuat kalian dikuasai oleh kehinaan yang tidak ada sesuatu pun yang mampu mencabut kehinaan tersebut (dari kalian) sampai kalian kembali kepada agama kalian.” [HR. Abu Dawud : 3462].

Sebagian kelompok kelompok pergerakan dakwah telah keliru dalam mendiagnosa penyakit umat berupa kehinaan, kelemahan dan keterpurukan yang pada akhirnya hal ini membawa kepada kesalahan menacri solusi dan jalan keluarnya sehingga bukannya memperbaiki tubuh umat tapi malah semakin memperburuk keadaan.

Diantara kesalah kesalah tersebut :

➡ [1] Makar orang kafir, sehingga disibukan dengan mempelajari makar musuh musuh islam ,strategi mereka, jumlah kekuatan mereka, persenjataan mereka. Sampai mereka melupakan mempelajari dasar dasar ilmu agama yang merupakan kewajiban pertama sebelum kewajiban yang lain, seperti mempelajari tauhid dan aqidah.

✅ Padahal Allah Ta’ala telah berfirman tentang lemahnya makar orang orang kafir :

وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu sedikitpun (QS Ali Imran : 120)

✅ Allah Ta’ala berfirman :

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi. (QS Ghafir : 55)

✅ Allah Ta’ala berfirman :

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لِيُثْبِتُوكَ أَوْيَقْتُلُوكَ أَوْيُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (QS Al Anfal : 30)

➡ [2] Penguasa yang dzalim, sehingga mereka sibuk memikirkan bagaimana caranya menggulingkan penguasa, menggantikan atau melengserkan penguasa, mengkritisinya bahkan tidak segan segan mencela penguasa di mimbar mimbar jumat dan hari raya sampai pada taraf mengkafirkan penguasa. Padahal penguasa yang dzalim adalah cerminan dari rakyatnya yang juga dzalim.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan. (QS Al An’am : 129)

✅ Imam Ibnu Qoyyim -rahimahullah- berkata :

وَتَأَمَّلْ حِكْمَتَهُ تَعَالَى فِي اَنْ جَعَلَ مُلُوكَ الْعِبَادِ وَأُمَرَاءَهُمْ وَوُلَاتَهُمْ مِنْ جِنْسِ اَعْمَالِهِمْ بَلْ كَأَنَّ أَعْمَالَهُمْ ظَهَرَتْ فِيْ صُوَرِ وُلَاتِهِمْ وَمُلُوْكِهِمْ فَإِنْ اسْتَقَامُوْا اسْتَقَامَتْ مُلُوْكُهُمْ وَإِنْ عَدِلُوْا عَدَلَتْ عَلَيْهِم وَإِنْ جَارُوْا جَارَتْ مُلُوْكُهُمْ وَوُلَاتُهُمْ وَإِنْ ظَهَرَ فِيْهِمُ الْمَكْرُ وَالْخَدِيْعَةُ فَوُلَاتُهُمْ كَذَلِكَ وَإِنْ مَنَعُوْا حُقُوْقَ اللَّهِ لَدَيْهِمْ وَبَخَلُوْا بِهَا مَنَعَتْ مُلُوْكُهُمْ وَوُلَاتُهُمْ مَا لَهُمْ عِنْدَهُمْ مِنَ الْحَقِّ

Dan perhatikanlah hikmah Allah Ta’ala dalam menjadikan para Raja, pemimpin dan penguasa mereka diantara bagian dari jenis amalan rakyatnya, bahkan amalan rakyatnya Nampak pada bentuk amalan penguasanya dan para Rajanya, apabila rakyat istiqamah maka rajanya pun akan istiqamah, apabila rakyatnya berbuat adil maka pemimpinnya pun akan berbuat adil, tapi apabila rakyatnya dzalim maka pemimpinnya pun akan dzalim, apabila nampak pada rakyatnya makar dan tipu daya, maka pemimpinnya pun demikian, apabila rakyat enggan menunaikan hak Allah pada mereka, dan berlaku bakhil dengannya, maka pemimpinnya pun tidak akan memberikan kebaikannya” (Miftah Daris Sa’adah 2/177)

✅ Ibnu Abdil ‘Iz Al Hanafi -rahimahullah- mengatakan :.

وَأَمَّا لُزُومُ طَاعَتِهِمْ وَإِنْ جَارُوا، فَلِأَنَّهُ يَتَرَتَّبُ عَلَى الْخُرُوجِ مِنْ طَاعَتِهِمْ مِنَ الْمَفَاسِدِ أَضْعَافُ مَا يَحْصُلُ مِنْ جَوْرِهِمْ، بَلْ فِي الصَّبْرِ عَلَى جَوْرِهِمْ تَكْفِيرُ السَّيِّئَاتِ وَمُضَاعَفَة الْأُجُورِ، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى مَا سَلَّطَهُمْ عَلَيْنَا إِلَّا لِفَسَادِ أَعْمَالِنَا، وَالْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ، فَعَلَيْنَا الِاجْتِهَادُ بالِاسْتِغْفَارِ وَالتَّوْبَة وَإِصْلَاحِ الْعَمَلِ.

Adapun senantiasa mentaati pemimpin walaupun dzalim, karena pengaruh dari memberontak kepada ketaatan dari mereka berupa kerusakan yang lebih besar dari sekedar kedzaliman mereka, akan tetapi sabar atas kedzaliman mereka merupakan penghapus dosa dan dilipat gandakannya pahala. Karena sesungguhnya Allah tidak menimpakan kepada kita penguasa yang dzxalim melainkan dari akibat rusaknya perbuatan kita, dan balasan itu sesuai amalan, maka bagi kita wajib untuk bersungguh sungguh minta ampun kepad Allah, bertaubat serta memperbaiki amalan..” (Syarah Aqidah At Thohawiyah 2/542)

Ketaatan dalam perkara yang baik kepada penguasa dan para ulamanya, memuliakan serta menghormati mereka adalah sumber kejayaan, keberkahan dan kejayaan umat.

Sahal bin ‘Abdullah At Tasturi -rahimahullah- berkata :

لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَظَّمُوا السُّلْطَانَ وَالْعُلَمَاءَ، فَإِذَا عَظَّمُوا هَذَيْنَ أَصْلَحَ اللَّهُ دُنْيَاهُمْ وَأُخْرَاهُمْ، وَإِذَا اسْتَخَفُّوا بِهَذَيْنِ أَفْسَدَ دُنْيَاهُمْ وَأُخْرَاهُمْ.

Manusia senantiasa berada diatas kebaikan selama mereka memuliakan penguasa dan ulama, ketika mereka memuliakan keduanya, maka Allah akan memperbaiki urusan dunia dan akhirat mereka, tapi kalau tidak ada pemuliaan kepada keduanya, rusaklah dunia dan akhirat mereka” (Tafsir Al Qurthubi 5/262)

➡ [3] Pecah belah, dan bercerai berainya kaum muslimin di berbagai bangsa, sehingga mereka sibuk menyatukan badan kaum muslimin di berbagai negeri, sibuk mengumpulkan umat dengan membuat kelompok kelompok, ormas ormas yang justru inilah hakekat perpecahan, sebab persatuan itu bukan persatuan badan akantetapi persatuan hati dalam pemahaman dan kebenenaran. Dan jumlah yang banyak (kuantitas) atau bersatu bukanlah jaminan kemenangan dan standar kebenaran.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ

Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mu’minin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfa’at kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.(QS At Taubah : 25).

➡ [4] Meninggalkan jihad, sehingga mereka menggelorakan jihad dan memerangi orang kafir di mana mana, menteror orang kafir dimana mana, walaupun cara nya sangat jauh dari tuntunan jihad syar’i. Sementara kewajiban jihad diikat dengan adanya syarat dan kaedah kaedah jihad, diantara syaratnya adalah adanya kemampuan.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya (QS Al Nafal : 60)

✅ Allah Ta’ala berfirman :

أَوَ لَمَّا أَصَابَتْكُم مُّصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُم مِّثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِندِ أَنْفُسِكُمْ

Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri“. (QS Ali Imran : 165)

✅ Allah Ta’ala hanya akan menolong orang orang yang beriman. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (QS Ghofir : 51)

✅ Allah Ta’ala juga berfirman :

فَأَيَّدْنَا الَّذِينَ آَمَنُوا عَلَى عَدُوِّهِمْ فَأَصْبَحُوا ظَاهِرِينَ

maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (QS As Shaf : 14)

✅ Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

وَحَيْثُ ظَهَرَ الْكُفَّارُ فَإِنَّمَا ذَاكَ لِذُنُوبِ الْمُسْلِمِينَ الَّتِي أَوْجَبَتْ نَقْصَ إِيمَانِهِمْ، ثُمَّ إِذَا تَابُوا بِتَكْمِيلِ إِيمَانِهِمْ نَصَرَهُمُ اللَّهُ، كَمَا قَالَ تَعَالَى: {وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ} وَقَالَ:{أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ}

Manakala orang orang Kafir menguasai kaum muslimin sesungguhnya hal itu karena sebab dosa dosa kaum muslimin sendiri yang dengan dosa tersebut menjadi lemahlah iman mereka, jika mereka bertaubat dengan menyempurnakan iman mereka pastilah Allah akan turunkan pertolongan Nya untuk mereka sebagaimana Allah Ta’ala telah berfirman : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS Ali Imran : 139).

✅ Allah Ta’ala berfirman : “Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Ali Imran : 165) (Al Jawabus Shahih, Syaikhul Islam 6/450)

  • Penyakit umat dan solusi nya :

✅ Diantara penyebab utama kelemahan umat islam dan keterpurukan umat islam adalah mereka lalai dari agama, dan penyelisihan mereka terhadap syari’at dari berbagai sisi baik dari sisi ibadah, muamalah bahkan sampai dalam masalah akidah dan prinsip prinsip agama.

✅ Penyelisihan terhadap hak Allah berupa kesyirikan dan kekufuran, penyelisihan terhadap sunnah Nabi shalallahu alaihi wasallam berupa kebid’an dan perkara perkara yang di ada adakan didalam agama adalah sebab kehinaan dan kemunduran umat serta diharamkannya pertolongan dari Allah.

Maka solusnya adalah wajibnya kaum muslimin untuk kembali kepada agamanya yang dilandasi dengan pemahaman yang benar, menegakan syari’atnya yang paling mendasar adalah menegakan tauhidullah, memalingkan semua jenis ibadah hanya kepada Allah.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلُيَبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعَبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ}

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS An Nuur : 55)

✅ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُـمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَيَنْزِعُهُ شَيْئٌ حَتَّى تَرْجِعُواْ إِلَى دِيْنِكُمْ.

Apabila kalian melakukan jual beli dengan cara ‘inah, berpegang pada ekor sapi kalian ridha dengan hasil tanaman dan kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan membuat kalian dikuasai oleh kehinaan yang tidak ada sesuatu pun yang mampu mencabut kehinaan tersebut (dari kalian) sampai kalian kembali kepada agama kalian.” (HR. Abu Dawud : 3462).

✅ Kaum yang beriman dan makna iman adalah kaum yang bertauhid kepada Allah akan selalu mendapatkan pertolongan Allah dan petunjuk di dunia serta akhirat sebagaimana dalam Firman Allah Ta’ala :

إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)” (QS Ghofir : 51)

Kaum yang berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam akan senantiasa mendapat pertolongan dan kemenangan dari Allah, kepada merekalah julukan Thoifah al Manshurah (kelompok yang ditolong oleh Allah) disematkan, sebagaimana dalam sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :

«لاَ يَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ، حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ»

Pasti akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang senantiasa meraih kemenangan, sampai ketetapan dari Allah ‘azza wa jalla datang menghampiri mereka. Dan mereka pun tetap di atas kemenangannya.” (HR Bukhari : 7311)

✅ Sebagaimana kunci kemakmuran suatau Negeri adalah ketakwaan dan keimanan.

Allah Ta’ala berfirman ;

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوْاْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَـٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلأَرْضِ وَلَـٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَـٰهُمْ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS 7. Al A’raaf : 96)

Oleh karena itu jaminan keamanan dan petunjuka hanya bagi yang bertauhid yang tidak mencampurkan dan merusak tauhidnya dengan kesyirikan.

✅ Allah Ta’ala menegaskan dalam firman-Nya:

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang berhak mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang berhak mendapatkan petunjuk.” (Al An’am: 82).

Yang dimaksud dengan kezaliman dalam ayat di atas adalah kesyirikan, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menafsirkan ayat ini.

✅ Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ: {الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ} شَقَّ ذَلِكَ عَلَى أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَالُوا: أَيُّنَا لَمْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيْسَ كَمَا تَظُنُّونَ، إِنَّمَا هُوَ كَمَا قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ: {يَا بُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ} لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ”

Ketika ayat ini turun, terasa beratlah di hati para sahabat, mereka mengatakan siapakah di antara kita yang tidak pernah menzalimi dirinya sendiri (berbuat maksiat), maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salaam bersabda, “Tidak demikian, akan tetapi yang dimaksud (dengan kezaliman pada ayat tersebut) adalah kesyirikan. Tidakkah kalian pernah mendengar ucapan Luqman kepada anaknya, “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (Luqman: 13) (HR Bukhari : 6937).

Demikianlah Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan kepada kita kejayaan dan kemenangan yang semua itu diraih dengan tauhid dan aqidah yang lurus.

~~~•~~~ (Lanjut ke Halaman 2) •••~•••  

Iklan