Fiqih Ramadhan (Bag.3) 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

 
**

1.Perbanyak Doa di Bulan yang Mulia

2.Puasanya Orang Yang Meninggalkan Shalat

3.Perbanyaklah Berdoa di Bulan Ramadhan

4.Berhubungan Badan Ketika Puasa Ramadhan Bagi Mufasir

5.Dosa Juga Dilipatgandakan Di Bulan Ramadhan

6.Fidyah Tidak Bisa Ditunaikan Dalam Bentuk Uang

7.Dimana Zakat Fitrah Harus Ditunaikan?

8.Tidak Sah Shalat Tarawih yang Ngebut & TidakTuma’ninah

9.Bulan Ramadhan Anugrah Teragung

10.Utang Tidak Mengurangi Zakat

***

Agar Hati Ikhlas Menerima Syariat Poligami-Ust.Rizal Yuliar Putrananda.mp3
https://app.box.com/s/jj2crkm9tdnfsy6einbdkz983nf29qry
Tamasya ke Surga-Ust Ariful Bahri.mp3
https://app.box.com/s/4b3qqxe7kyo4rmob5uckfga9d5lxa3sg
Tafsir Surat Al-Anam Ayat 30-32-Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/bbvhmc7b5evafueq7hps339me0x41bb2
Serial Ramadhan Keutamaan Malam Lailatul Qadar-Ahmad Firdaus.mp3
https://app.box.com/s/lysn1t2zbw1d3n4bpk96gcmoobaozsog
Serial Ramadhan Amalan I’tikaf Rasul-Ahmad Firdaus.mp3
https://app.box.com/s/pil0hlutol69rk6euq4tse7wmh8tf08d
Sampai Garis Finish-Ust Syafiq Basalamah.mp3
https://app.box.com/s/cgnv66iglfvgnmukjvm53fl70mes215s
Perjalanan Masih Panjang Namun Bekal Masih Sedikit-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/fngij9x0ef49y08oxf8n8m284cs0x970
Haramnya Musik Part1-Ust.Harist Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/74u45wmhos9z1gshtgbcqbehtglnjow5
Hukum Seputar Mahar Pernikahan-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/z7twd45x44kozbyzdxxeylw2kq14glwe
Tanya Jawab Seputar Pernikahan Bagian 1-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/t4ykhl4c3hv4nx2bin2nwwq02w0bllri
Tanya Jawab Seputar Pernikahan Bagian 2-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/eni1z39d517tjv2hn1qyzlsd1j736j2j 
••••

➡ Fiqih Ramadhan (Bag.3)
Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR
***

  • FIQIH RAMADHĀN (Bag.3)

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠّﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

Kaum muslimin dan muslimat rahīmani wa rahīmakumullāh, yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Kita kembali melanjutkan apa yang tersisa dari pembahasan fiqih puasa (fiqih Ramadhān). Kita akan sampaikan beberapa perkara yang membatalkan puasa.

Kata Syaikh Muhammad bin Shālih Al Utsaimin rahimahullāh dalam pertemuan ke empat belas: ﻓِﻲ ﻣُﻔَﻄِﺮَﺍﺕٍ ﺍﻟﺼَّﻮﻡ , 
➡ Perkara-perkara Yang Membatalkan Puasa.

➡ · Puasa Secara Bahasa

Puasa secara bahasa berasal dari kata as shiam yang berarti al imsāk yaitu menahan.

✅ ⇛Jadi setiap usaha untuk menahan, bisa dikatakan dengan “shiam”.

Diantaranya ketika seseorang menahan untuk tidak berbicara maka ini juga disebut dengan puasa (shiam). Sebagaimana Maryam bintu Imrān, beliau ketika mengandung putranya (Nabi Īsā ‘alayhissalām), Allāh Subhānahu wa Ta’āla memerintahkan Maryam untuk berpuasa.

Maka beliau diperintahkan oleh Allāh untuk menjawab kepada kaum Bani Isrāil dengan perkataan:

ﺇِﻧِّﻲ ﻧَﺬَﺭْﺕُ ﻟِﻠﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﺻَﻮْﻣًﺎ ﻓَﻠَﻦْ ﺃُﻛَﻠِّﻢَ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺇِﻧْﺴِﻴًّﺎ

Aku bernadzar untuk tidak berbicara (shaum, imsak, menahan). Aku tidak akan berbicara dengan seorangpun pada hari ini.” (QS Maryam: 26)

✅ Kalau kalian ingin tanya tentang diriku dan ingin tanya tentang anak yang aku bawa ini maka:

ﻓَﺄَﺷَﺎﺭَﺕْ ﺇِﻟَﻴْﻪِ

Tanya saja padanya (pada bayi yang ku gendong ini, saya tidak akan menjawab).”

Maka orang-orang Bani Isrāil ketika Maryam diam bahkan menunjuk pada bayinya, mereka mengatakan:

ﻛَﻴْﻒَ ﻧُﻜَﻠِّﻢُ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﻬْﺪِ ﺻَﺒِﻴًّﺎ

Bagaimana kita bisa mengajak bicara bayi yang masih di gendongan?”

Tiba-tiba Nabi Īsā yang saat itu masih bayi berkata:

ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧِّﻲ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ , ﺁﺗَﺎﻧِﻲَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻨِﻲ ﻧَﺒِﻴًّﺎ

Saya ini Abdullāh, Allāh telah mengajarkan kepadaku Al Kitāb dan menjadikan aku seorang Nabi.” (QS Maryam 30)

✅ ⇛Nabi Īsā, masih bayi sudah diangkat menjadi Nabi dan beliau sempat berdakwah. Maka Maryam menahan dirinya dari berbicara, itulah yang disebut dengan shaum.

·

Secara Istilah

Pengertian dan definisi puasa adalah:

Menahan diri untuk tidak makan, tidak minum dan juga dari perkara-perkara yang semakna dengan makan dan minum, dan dari segala macam perkara yang membatalkan puasa, dari sejak munculnya fajar shadiq sampai terbenamnya matahari (sampaibulatan matahari itu betul-betul tenggelam di ufuk barat).

Yang semakna dengan makan dan minum contohnya: merokok. Segala macam perkara yang membatalkan puasa contohnya: di infus dll.

Fajar ada dua:

✅ ⑴ Fajar Kadzib.

Fajar kadzib adalah yang muncul pertama kali, biasanya 1/2 jambsebelum fajar shadiq


✅ ⑵ Fajar Shadiq.

Fajar shadiq biasanya ditandai dengan dikumandangkan adzan subuh.

Hanyaterkadang sebagian adzan subuh itu terlalu cepat dikumandangkan dibandingkan munculnya fajar shadiq. Maka adzan ini belum bisa dijadikan patokan.

➡ Patokannya bagaimana?
✅ ⇛Lihat ciri-ciri fajar shadiq, yaitu munculnya warna terang yang melintang di ufuk timur, makin lama makin terang.

Wallāhu Ta’āla A’lam.

ﻭَﻛُﻠُﻮﺍ ﻭَﺍﺷْﺮَﺑُﻮﺍ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺘَﺒَﻴَّﻦَ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟْﺨَﻴْﻂُ ﺍﻟْﺄَﺑْﻴَﺾُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨَﻴْﻂِ ﺍﻟْﺄَﺳْﻮَﺩِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﺛُﻢَّﺃَﺗِﻤُّﻮﺍ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ

Makan dan minumlah kalian, sampai telah jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam (yakni munculnya benang putih dari benang hitam), yakni fajar. Kemudian sempurnakan puasa itu hingga lail.”

✅ ⇛Benang putih itu fajar shadiq, benang hitam itu malam. Maksudnya bukan membedakan benang putih atau hitam sebagaimana kisah Adi bin Hatib. Ketika mendengar ayat ini maka diapun tidur dan di bawah bantalnya ditaruh dua benang (benang hitam dan putih). Setiap saat dia lihat mana benang yang hitam mana yang putih. Akhirnya bercerita kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

Kok saya tidak bisa membedakan antara benang putih dan hitam sampai subuh, ini bagaimana?” Kata Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam: Kalau begitu bantalmu besar sekali, karena yang dimaksud dengan benang putih dengan benang hitam itu adalah malam hari dan fajar, seluas langit.”

  • Kapan disebut lail?

Yaitu ketika matahari terbenam (waktu maghrib) dan pada waktu maghrib itulah perubahan hari (bukan jam 12 malam).

Kalau kita sudah tahu definisi puasa, bahwasanya puasa adalah menahan dari segala perkara yang membatalkannya, maka kita simpulkan berarti puasa bisa batal, cuma banyak orang yang menyepelekan.b

Terkadang dia melakukan pembatal tapi dia tidak sadar, maka untuk itu kita perlu mempelajari pembatal-pembatal puasa.

Pembatal-pembatal puasa itu ada 7:

  • ➡ ⑴ Al jima’ | Hubungan suami istri

Baik itu halal maupun harām.

⇛Yang halal bagaimana? Yaitu hubungan suami istri (pada umumnya).

✅ ⇛Yang harām bagaimana?

√ Hubungan suami istri ketika hāidh.

√ Hubungan suami istri (maaf) tidak lewat kemaluannya tapi lewat dubur, ini kata Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah perbuatan homoseksual shaghir (menyerupai kaumnya Nabi Luth).

√ Masih pacaran (ini banyak sekali sekarang), belum resmi. Terkadang orang itu inginnya cepet yang enak-enak saja tidak mau melalui suatu proses yang sebetulnya mudah sekali.

Agama islam itu mudah dan memudahkan, menjadikan sesuatu yang harām menjadi halal.

Maka segala bentuk jima’, entah itu yang halal atau yang harām, (yaitu) masuknya kemaluan laki-laki kedalam kemaluan perempuan maka ini membatalkan puasa.

✅ Kata Syaikh:

Dan ini adalah pembatal puasa yang paling besar dosanya. Puasanya batal dan dia juga berdosa. Maka, kapan saja kalau ada orang yang berpuasa kemudian berhubungan suami istri, maka puasanya batal, baik puasa wajib maupun puasa sunnah.

✅ Lalu bagaimana apabila ini dilakukan?

Maka wajib bagi orang yang melakukannya mengqadha’ untuk hari itu dan ditambah kafarah mughaladhah (denda yang berlipat-lipat besar).

✅ Apa itu kafarahnya?

Kafarah yang pertama membebaskan budak, kemudian kalau tidak bisa membebaskan budak maka berpuasa selama dua bulan berturut-turut, tidak boleh batal disela-selanya kecuali ada udzur syar’i.

✅ ⇛Misalnya terpotong oleh dua hari raya atau hari tasyrik atau mungkin sakit yang memang menghalangi dia dari puasa, atau safar sehingga mengakibatkan dia untuk berbuka, atau hāidh, dan lain-lain. Ini adalah udzur-udzur syar’i. Demikian, Wallāhu Ta’āla A’lam.

  • ➡ ⑵ Keluarnya air mani

Keluarnya air mani karena sengaja, baik karena dia mencium, menyentuh, meraba atau onani (masturbasi). Bahkan sebagian ulama mengatakan, kalau mikir (menghayal) kemudian sampai keluar air mani maka puasanya batal. Kalau melihat kemudian dia menundukan pandangan mata, kemudian melihat lagi sampai keluar air mani maka batal puasanya. Makanya ada pembahasan masalah seperti itu berarti kemungkinan besar ada (terjadi). Sampai pernah bercerita kepada saya tentang kejadian itu, melihat kemudian keluar air mani, karena kuatnya syahwat.

Sebagian ulamā ada yang mengatakan, kalau melihat pertama kemudian keluar air mani maka tidak batal puasanya, tapi kalau dia melihat pertama kemudian diulang lagi kemudian keluar air mani, maka batal puasanya, kenapa?

Karena dia mengulang-ulang melihatnya.

Dalam hadīts dikatakan: “Pandangan pertama itu jatahmu (tidak sengaja) dan pandangan kedua ini tanggung jawabmu.”

~~

Dari Buraidah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ali radliyallahu ‘anhu:

ﻳَﺎ ﻋَﻠِﻲّ !ُ ﻻَﺗُﺘْﺒِﻊِ ﺍﻟﻨَّﻈْﺮَﺓَ ﺍﻟﻨَّﻈْﺮَﺓَ , ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻟَﻚَ ﺍﻷُﻭﻟَﻰ ﻭَﻟَﻴْﺴَﺖْ ﻟَﻚَ ﺍﻷَﺧِﻴْﺮَﺓُ

Wahai Ali, janganlah engkau mengikuti pandangan (pertama yang tidak sengaja) dengan pandangan (berikutnya), karena bagi engkau pandangan yang pertama, dan tidak boleh bagimu pandangan yang terakhir (pandangan yang kedua).”(HR At Tirmidzi nomor 2701, versi Maktabatu Ma’arif Riyadh nomor 2777)

~~~

Maka, kalau tidak sengaja kemudian keluar air mani maka tidak batal.

Allāhu Ta’āla A’lam bish Shawwab.

Adapun yang berpikir (kemudian keluar mani) yang saya sampaikan tadi sebetulnya tidak batal karena Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﺠَﺎﻭَﺯَ ﻋَﻦْ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻣَﺎ ﺣَﺪَّﺛَﺖْ ﺑِﻪِ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻬَﺎ

Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengampunkan dari umatku sesuatu yang hanya merupakan bisikan-bisikan dalam hatinya.” (HR Bukhari nomor 4864, versi Fathul Bari nomor 5249)

✅ Jadi kalau mikir kemudian keluar mani maka tidak batal. Wallāhu Ta’āla A’lam bish Shawab

Tapi kalau keluar mani dengan sengaja, dengan mencium atau memegang atau onani dan yang lainnya maka yang seperti ini adalah membatalkan puasa.

Karena puasa itu hakikatnya adalah meninggalkan hawa nafsu sebagaimana sabda Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam dalam hadīts qudsi:

ﻳَﺘْﺮُﻙُ ﻃَﻌَﺎﻣَﻪُ ﻭَﺷَﺮَﺍﺑَﻪُ ﻭَﺷَﻬْﻮَﺗَﻪُ ﻣِﻦْ ﺃَﺟْﻠِﻲ، ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻟِﻲ

“Dia meninggalkan makannnya, minumannya, dan nafsu syahwatnya, karena puasa untuk-Ku.”

(HR Bukhari nomor 1761, versi Tathul Bari nomor 1894)

✅ Kalau mencium boleh tidak?

Kalau dia orang yang kuat syahwatnya dan yakin dengan mencium akan keluar air mani maka tidak boleh mencium, dan anda lebih tahu tentang diri anda. Apabila suaminya tidak mengapa bila mencium, maka tidak mengapa.

Wallāhu Ta’āla A’lam bish Shawwab.

Makan atau Minum

Yaitu masuknya makanan atau minuman ke dalam rongga tubuh dari (lewat) mulut atau hidung, makanan apa saja.

⇛Sehingga kalau seorang sengaja menelan batu, padahal batu bukan makanan, tapi dia maksudkan untuk makan, maka batal puasanya.

✅ Bagaimana hukumnya kalau hanya sekedar mencium bau makanan?

Maka tidak batal.

√ Demikian juga kalau mencicipi makanan, maka tidak batal.

→ Maksud mencicipi makanan adalah hanya sekedar rasa di lidah setelah itu dikeluarkan (kalau bisa) tapi terkadang sulit (jadi tidak mengapa).

→ Dicicipi saja sudah terasa dan tidak harus ditelan, karena mencicipi makanan itu letak rasanya di lidah. Syaraf (indra) perasa itu letaknya di lidah, karena itu jika makanan sudah ditelan hilang rasanya.

⇛ Jadi kalau sekedar mencicipi tidak masalah dan tidak membatalkan puasa.

✅ Ustadz, bagaimana kalau ada orang memakai tetes mata kemudian terasa pahit ditenggorokan (karena memang ada jalur saraf dari mata ke tenggorokan), apakah membatalkan puasa?

Jawabannya: Tidak !

√ Sebagaimana orang yang kentut di dalam air, kalaupun air betul-betul masuk lewat dubur maka tidak membatalkan puasa.

√ Karena mata, telinga kemudian dubur dan anggota tubuh yang lainnya bukan tempat masuknya makanan atau minuman. Tempat masuknya makanan dan minuman adalah mulut atau hidung.

Sampai dicontohkan oleh ulama:

Seandainya ada orang yang sedang masak sayur, menggunakan panci/belanga yang besar sekali, mau berbuka puasa bersama. Terus, mau mencicipi atau mau mengaduk kemudian dicari sendok besar yang digunakan untuk mengaduk tapi tidak ada, sehingga memakai kakinya. Ketika mengaduk terasa gurih di tenggorokannya maka puasanya tidak batal.

✅ ⇛Mengapa?

Karena kaki bukan tempat masuknya makanan.

ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﺑﻤﻌﻨﻰ ﺍﻷﻛﻞ ﻭﺍﻟﺸﺮﺍﺏ

  • ➡ (4) Sesuatu yang seperti makanan dan minuman

Ada 2 macam sesuatu yang seperti (bermakna sama) dengan makanan dan minuman:

ﺣﻘﻦ ﺍﻟﺪﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ

✅ ① Donor darah yang dimasukkan ke dalam tubuh orang yang sedang berpuasa.

Misal:

Seorang yang lagi berpuasa kemudian mengalami pendarahan,ﻓﻴﺤﻘﻦ ﺑﻪ ﺩﻡ , kemudian darah itu didonorkan kepada dia (adadonor ada penerima.

⇛Bagaimana orang yang berpuasa kemudian menerima donor darah?

Kata Syaikh, ﻓﻴﻔﻄﺮ ﺑﺬﻝ , maka puasanya batal.

ﻷﻥ ﺍﻟﺪﻡ ﻫﻮ ﻏﺎﻳﺔ ﺍﻟﻐﺬﺍﺀ ﺑﺎﻟﻄﻌﺎﻡ ﻭﺍﻟﺸﺮﺍﺏ

Karena darah itulah tujuan dari makanan dan minuman.”

ﺍﻹﺑﺮ ﺍﻟﻤﻐﺬ ِّﻳﺔ

✅ ② Infus

ﺍﻟﺘﻲ ﻳﻜﺘﻔﻰ ﺑﻬﺎ ﻋﻦ ﺍﻷﻛﻞ ﻭﺍﻟﺸﺮﺏ ﻓﺈﺫﺍ ﺗﻨﺎﻭﻟﻬﺎ ﺃﻓﻄﺮ

Infus ini apabila dia mewakili makanan dan minuman maka yang seperti ini membatalkan puasa.”

Walaupun infus bukan makanan dan minuman akan tetapi maknanya sama, dia menguatkan.

Ustadz, bagaimana kalau suntikan obat, misalkan suntikan anti biotik?

Misalnya:

Lagi puasa digigit anjing rabies, ﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺫﺍﻟﻚ , maka harus disuntik anti rabies, maka yang seperti itu tidak menbatalkan puasa.

Wallāhu Ta’āla A’lam bishawab

  • ➡ ⑸ Keluarnya darah

 Keluarnya darah karena sebab berbekam. Ini ada khilaf di kalangan para ulamā, akan tapi Syaikh Muhammad Shālih bin Al 'Utsaimin mengatakan bahwasanya orang yang dibekam itu batal puasanya.

✅ Karena Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ﺃَﻓْﻄَﺮَ ﺍﻟْﺤَﺎﺟِﻢُ ﻭَﺍﻟْﻤَﺤْﺠُﻮﻡُ

Orang yang membekam dan dibekam batal puasanya. (Hadīts ini juga dikeluarkan oleh Abū Dāwūd, Ibnu Mājah dan Ad Darimi. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ no. 931 mengatakan bahwa hadīts ini shahīh)

Kata Syaikh Muhammad Shālih bin AlUtsaimin dalam masalah batal dibekam dan membekam: ﻫﺬﺍ ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﻛﺜﺮ ﻓﻘﻬﺎﺀﺍﻟﺤﺪﻳﺚ

Ini adalah pendapatnya Imām Ahmad, dan kebanyakan ulamā hadīts. Jadi, untuk masalah dibekam dan membekam sebaiknya dihindari, walaupun sebagian ulamā memperinci bahwa kalau memang yang dibekam itu kuat tidak menyebabkan dia lemah maka dia boleh berbekam, kalau memang dibutuhkan. Dan bekam itu sebuah pengobatan yang sangat efektif. Berdasarkan testimoni, kanker bisa diobati dengan dibekam, māsyā Allāh.

Allāh Subhānahu wa Taāla telah menurunkan pengobatan untuk umat ini diantaranya adalah dengan bekam. Kemudian juga ada type pengobatan yang sama yaitu dengan fasdu.

✅ ⇛Fasdu itu adalah pengobatan dengan memutuskan sebagian pembuluh darah sehingga darah akan keluar. Ini pengobatan di Arab.

.

✅ ⇛Jadi diputuskan sebagian urat darahnya sehingga darah mengucur, seperti kran mampet dibocorin kemudian air yang kotor keluar, setelah itu di tutup lagi, jadi yang kotor biar keluar terlebih dahulu. Yang seperti ini tidak membatalkan puasa. Wallāhu Taāla Alam bish Shawwab

~~~•~~~ (Lanjut Ke Halaman 2) ~~~••~~~