Faedah Ramadhan (Bag.3) 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

fenomena_wisata_religi_ke_makam_wali_ustadz_harist_ abu_naufal.mp3
Part1:https://app.box.com/s/8s63swpohgf3nv0c1e41unac0p9zteeq
Part2:https://app.box.com/s/gmnuavgkey59v65yga6jur8eonmi1smw
Hukum_mengusap_dan_mencium_kuburan_Menurut_Ulama_Islam_Ustadz_Harist_Abu_Naufal.mp3
https://app.box.com/s/wb01ex61p51byhsg4zcv6fpnne894qwg
pandangan_para_ulama_islam_hukum_safar_ke_makam_wali_ustadz_harist_abu_naufal.mp3
https://app.box.com/s/h2csoxxetncwnte8ssu2xvgayo01n96b
pendapat_para_ulama_hukum_mengazankan_mayit_saat_di_kuburkan_ustadz_harist_abu_naufal.mp3
https://app.box.com/s/s5d5pjkzojtq0gpvs2xbf2fe5g1ce3om
13 Kemungkaran Hari Raya-Ust.Sofyan Chalid Ruray.webm
https://app.box.com/s/jgmp577fni3cn8vhx12b4jj6zqkz12cm
Bersihkah Hatiku Selepas Ramadhan-Ust SyafiqBasalamah.mp3
https://app.box.com/s/i4v6x79s0inwao6606vk1yqe8lv8o4r2
Jangan Tumpahkan Darah Kalian dan Darah Kaum Muslimin(Nasehat Imam Ahmad Bin Hambal-Ust.Sofyan ChalidRuray.webm
https://app.box.com/s/qzcgoqjr4bentmzh5wwliofvztyqspzv
Malam Lailatul Qadar-Ust.Ade Agustian.mp3
https://app.box.com/s/7i0ofuuoeuv9waivcy1tc8gerzdq189i
Serial Ramadhan Perintah Mencari Lailatul Qadar-Ust.AhmadFirdaus.mp3
https://app.box.com/s/z2a97mj90udrrpk2l6gqavrlr4p34v87
Serial Ramadhan Taubat Disisa Bulan Ramadhan-Ust.AhmadFirdaus.mp3
https://app.box.com/s/9cstqcgtwy68c6kqtue398q7835fuy8b
Tamasya ke Surga-Ust Ariful Bahri.mp3
https://app.box.com/s/4b3qqxe7kyo4rmob5uckfga9d5lxa3sg
 

==

1.Fiqih Ringkas I’tikaf, bag. 1

2.Meraih Ampunan Allah Azza Wa Jalla Al-Ghafûr Di Bulan Ramadhan Yang Mulia

3.Ramadhan Akan Segera Pergi

4.Tidak Boleh Mendo’akan Allah

5.Awas Hoaks: Bersikap Hati-Hati dalam Menyebarkan (Share) Berita

6.Pengertian I’tikaf

7.Ramadhan, Bulan Berdoa

Rajin Shalat Tarawih Tapi Tidak Shalat Wajib Berjamaah di Masjid

9.Jangan Remehkan Sedekah

10.Hadits Yang Sangat Lemah Tentang Larangan Berpuasa Ketika Safar

==

➡ Faedah Ramadhan (Bag.3)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

  • Pengganti Umur

Al Hafizh Ibnu Rojab ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ berkata

Wahai orang orang yang telah menyia nyiakan umurnya pada sesuatu yang tidak bermanfaat, perbaikilah atas apa yangterluput darimu di malam lailatul qodar ini karena sesungguhnya hal itu merupakan penganti umur”

Latho’if Al Ma’arif hal 272

==

  • ➡ *Faidah Seputar Malam Kemuliaan (1)*

Allah ta’ala berfirman,

ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺩْﺭَﺍﻙَ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ. ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ

_“Tahukah kamu apa itu lailatul qadar? Lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan.”_ [al-Qadr: 2-3].

Mujahid rahimahullah mengatakan,

ﻋﻤﻠﻬﺎ، ﺻﻴﺎﻣﻬﺎ ﻭﻗﻴﺎﻣﻬﺎ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻟﻒ ﺷﻬﺮ

_“Beramal di malam itu, baik puasa dan qiyamul lail, lebih baik (nilainya) dari seribu bulan.”_ [Tafsir al-Qurthubiy 24/545].

✅ Dianjurkan bersungguh-sungguh menghidupkan malam _(qiyam al-lail)_ dengan melaksanakan shalat di malam kemuliaan _(lailatul qadr)._ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻡَ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ ﺇﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻭَﺍﺣْﺘِﺴَﺎﺑًﺎ ﻏُﻔِﺮَ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﺗَﻘَﺪَّﻡَ ﻣِﻦْ ﺫَﻧْﺒِﻪِ

_“Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan (penuh) keimanan dan pengharapan (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”_

[HR. al-Bukhari: 1910 dan Muslim: 760].

✅ Dianjurkan memperbanyak do’a di saat itu dengan do’a yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha. Aisyah berkata,

ﻗُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺭَﺃَﻳْﺖَ ﺇِﻥْ ﻋَﻠِﻤْﺖُ ﺃَﻯُّ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ ﻣَﺎ ﺃَﻗُﻮﻝُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻗَﺎﻝَ ‏«ﻗُﻮﻟِﻰ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧَّﻚَ ﻋَﻔُﻮٌّ ﺗُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻌَﻔْﻮَ ﻓَﺎﻋْﻒُ ﻋَﻨِّﻰ »

_”Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab,”Katakanlah: *‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni* (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).”_ [HR. Ahmad: 25384; at-Tirmidzi: 3513; Ibnu Majah: 3850. Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani].

✅ Sejumlah hadits yang menceritakan ciri-ciri lailatul qadr tidak berderajat shahih. Hanya satu ciri lailatul qadr yang shahih, yaitu matahari di waktu pagi akan terbit dengan pancaran cahaya yang tidak menyengat seperti informasi yang diperoleh dari sahabat Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu. Beliau ditanya oleh Zirr bin Hubaisy rahimahullah,

ﺳَﺄَﻟْﺖُ ﺃُﺑَﻲَّ ﺑْﻦَ ﻛَﻌْﺐٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﺇِﻥَّ ﺃَﺧَﺎﻙَ ﺍﺑْﻦَ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻣَﻦْ ﻳَﻘُﻢْﺍﻟْﺤَﻮْﻝَ ﻳُﺼِﺐْ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺣِﻤَﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﻳَﺘَّﻜِﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺃَﻣَﺎ ﺇِﻧَّﻪُ ﻗَﺪْ ﻋَﻠِﻢَ

ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻭَﺃَﻧَّﻬَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻌَﺸْﺮِ ﺍﻟْﺄَﻭَﺍﺧِﺮِ ﻭَﺃَﻧَّﻬَﺎ ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺳَﺒْﻊٍ ﻭَﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ ﺛُﻢَّ ﺣَﻠَﻒَ ﻟَﺎﻳَﺴْﺘَﺜْﻨِﻲ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺳَﺒْﻊٍ ﻭَﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﺑِﺄَﻱِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺗَﻘُﻮﻝُ ﺫَﻟِﻚَ ﻳَﺎ ﺃَﺑَﺎ ﺍﻟْﻤُﻨْﺬِﺭِ ﻗَﺎﻝَﺑِﺎﻟْﻌَﻠَﺎﻣَﺔِ ﺃَﻭْ ﺑِﺎﻟْﺂﻳَﺔِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺗَﻄْﻠُﻊُﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ ﻟَﺎ ﺷُﻌَﺎﻉَ ﻟَﻬَﺎ

_“Saya bertanya kepada Ubay bin Ka’b radliallahu ‘anhu. Saya katakan, “Sesungguhnya saudaramu Ibnu Mas’ud berkata, ‘Barangsiapa yang menunaikan shalat malam sepanjang tahun,nniscaya ia akan mendapatkan malam Lailatul Qadr.'” Maka Ubay bin Ka’b berkata, “Semoga Allah merahmatinya. Ia menginginkan agar manusia tidak hanya bertawakkal. Sesungguhnya ia telah mengetahui bahwa Lailatul Qadr terjadi pada bulan Ramadlan, yakni dalam sepuluh hari terakhir tepatnya pada malam ke dua puluh tujuh.” kemudian Ubay bin Ka’b bersumpah, bahwa adanya Lailatul Qadr adalah pada malam ke dua puluh tujuh. Maka saya pun bertanya, “Dengan landasan apa, Anda mengatakan hal itu ya Abu Mundzir?” Ia menjawab, “Dengan dasar alamat atau tanda-m tanda yang telah dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kami, bahwa di hari itu matahari terbit dengan pancaran cahaya yang tidak menyengat.“_ [HR. Muslim: 1999].

==

  • ➡ *Kekeliruan-kekeliruan dalam Mencari Lailatul Qadr (2)*

*Sibuk mencari-cari tanda-tanda Lailatul Qadr*

Hadits-hadits yang menyebutkan tanda-tanda Lailatul Qadr seperti malam yang jernih; tenang; tidak panas, tidak pula dingin; tidak berawan; tidak hujan; tidak pula berangin; dan tidak berbintang dan terdapat meteor; *seluruhnya berderajat dha’if (lemah)*.

✅ Hanya satu tanda Lailatul Qadr yang tepat berdasarkan hadits shahih, tanda itu terjadi setelah Lailatul Qadr berakhir, bukan tanda yang terjadi sebelum atau yang menyertainya. Tanda itu adalah matahari di waktu pagi setelah Lailatul Qadr, terbit dengan pancaran sinar yang tidak menyilaukan.

Sebagian orang berusaha mengamati pancaran sinar di waktu pagi selepas malam-malam terakhir Ramadhan. Apabila mereka melihat tanda yang sesuai dengan apa yang disebutkan dalam hadits, mereka pun menjadi malas menghidupkan malam-malam yang tersisa.

✅ Hal ini jelas merupakan kelalaian dikarenakan sejumlah hal: Alim ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan kata asy- syu’a pada hadits di atas. Ibnu Siidah mengatakan,

ﺍﻟﺸُّﻌﺎﻉ: ﺿﻮﺀ ﺍﻟﺸﻤﺲ، ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺮﺍﻩ ﻛﺄﻧﻪ ﺍﻟﺤﺒﺎﻝ ﻣﻘﺒﻠﺔ ﻋﻠﻴﻚ، ﺇﺫﺍ ﻧﻈﺮﺕ ﺇﻟﻴﻬﺎ.ﻭﻗﻴﻞ : ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﺮﺍﻩ ﻣﻤﺘﺪﺍً ﻛﺎﻟﺮﻣﺎﺡ ﺑﻌﻴﺪ ﺍﻟﻄﻠﻮﻉ . ﻭﻗﻴﻞ: ﺍﻟﺸُّﻌﺎﻉ: ﺍﻧﺘﺸﺎﺭﺿﻮﺋﻬﺎ

_“asy-Syu’a adalah sinar matahari yang engkau lihat seolah-olah seperti untaian tali yang mendatangimu. Pendapat lain menyatakan asy-syu’a adalah sinar matahari yang memanjang dan terbit menjauh. Pendapat lain menyatakan asy-syu’a adalah sinarnmatahari yang menyebar.”_ [al-Muhkam 1/65].

Boleh jadi orang yang melihat keliru. Karena terkadang awan gelap menutupi matahari sehingga melemahkan intensitas sinarnya. Hal ini membuat orang yang melihat, memastikan bahwa di saat itu sinar matahari tidaklah menyengat.

✅ Oleh karena itu, dalam beberapa momen, terjadi perbedaan antara orang yang mengamati kondisi langit di waktu Subuh dalam menentukan terjadinya Lailatul Qadr seperti yang pernah terjadi dibArab Saudi pada tahun 1436H. Sejumlah orang menyatakan bahwa tidak ada asy-syu’a di waktu pagi hari ke-23 Ramadhan, sementara yang lain menyatakan hal yang sama di pagi hari ke-27

Ramadhan! Dan ketika hal ini didiskusikan dengan ahli falak, Prof. Abdullah al-Khudhairi yang juga seorang pengamat terkenal, beliau mengatakan, “Saya telah melakukan pengamatan selama 5 menit di waktu pagi pada hari ke-23 Ramadhan, dan tidak ada asy-syu’a saat itu. Dan demikian pula, hal yang sama saya lakukan di waktu pagi hari ke-27 Ramadhan, selama 13 menit saya melakukan pengamatan dan juga tidak terdapat asy-syu’a!”

✅ *Hal ini menguatkan bahwa tidak setiap orang yang melihat dan mengamati tanda Lailatul Qadr memiliki pengamatan dan penilaian yang tepat!* Hal yang dianjurkan apabila memang orang yang melakukan pengamatan merupakan orang yang ahli adalah menyembunyikan tanpa mempublikasikan apa yang dilihatnya dan bergembiralah apabila Allah menganugerahkan taufik untuk menghidupkan malamnya dengan ibadah.

===

  • ➡ SETAN TIDAK KELUAR PADA SAAT LAILATUL QADAR

✅ Dalil atas hal tersebut adalah Hadits yang di riwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Mas’ud -radhiyallahu anhu- , bahwasanya

Nabi -shalallahu alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya matahari setiap harinya terbit diantara dua tanduk setan kecuali saat pagi (yang malamnya) lailatul qadar”.

✅ Dan dalam riwayat Imam Ahmad dari Ubadah bin As Shamit -radhiyallahu anhu- dari Nabi shalallahu alaihi wasallam beliau bersabda, “Dan tidak bisa setan keluar saat malam tersebut (lailatul qadar)“.

✅ Dan dalam riwayat Ibnu Hibban dari Jabir dari Nabi -shalallahu alaihi wasallam- beliau bersabda, “Setan tidak keluar pada malam lailatul qadar sampai fajarnya“.

✅ Oleh karena itu Allah Rabbul Alamin berfirman, “Keselamatan (pada malam lailatul qadar) sampai terbit fajar” (QS Al Qadar : 5) yaitu malam seluruhnya penuh dengan kebaikan dan keselamatan, selamat dari Setan dan gangguannya.

✅ Ad Dhahak -rahimahullah- meriwayatkan dari Ibnu Abbas – radhiyallahu anhuma- , “Dimalam tersebut di belenggu jin yang Jahat demikian juga jin Ifrit di rantai”.

Mujahid -rahimahullah- berkata, “Malam tersebut penuh keselamatan, setan tidak mampu untuk melakukan kejahatan, tidak sanggup pula mengganggu manusia”. Dia juga mengatakan, “Setan tidak disebar (untuk berbuat jahat) dan tidak terjadi penyakit (gangguan).

✅ Dan diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab -radhiyallahu anhu- ia berkata, “Setan tidak mampu untuk mencelakakan siapapun dimalam itu, tidak pula menyakiti, membuat kerusakan, para tukang sihir pun tidak mampu menjalankan sihirnya

===

  • KECANDUAN DOSA BISA BERUJUNG SUUL KHATIMAH

✅ Al Imam Ibnu Rajab -rahimahullah- berkata :

قَالَ عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي رَوَّادٍ : حَضَرْتُ رَجُلًا عِنْدَ الْمَوْتِ يُلَقَّنُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَقَالَ فِي آخِرِ مَا قَالَ: هُوَ كَافِرٌ بِمَا تَقُولُ، وَمَاتَ عَلَى ذَلِكَ، قَالَ فَسَأَلْتُ عَنْهُ، فَإِذَا هُوَ مُدْمِنُ خَمْرٍ.

Abdul Aziz bin Abu Rowad berkata, “Aku telah menghadiri seseorang saat sekaratul mautnya, lalu ditalqin dengan kalimat Laa Ilaha Illallah, maka akhir yang diucapkannya, ia kufur terhadap apa yang engkau ucapkan tersebut dan ia pun mati diatas keadaan itu. Maka aku bertanya tentangnya, dan ternyata dia adalah orang yang kecanduan minuman keras”

فَكَانَ عَبْدُ الْعَزِيزِ يَقُولُ: اتَّقُوا الذُّنُوبَ، فَإِنَّهَا هِيَ الَّتِي أَوْقَعَتْهُ. وَفِي الْجُمْلَةِ: فَالْخَوَاتِيمُ مِيرَاثُ السَّوَابِقِ، فَكُلُّ ذَلِكَ سَبَقَ فِي الْكِتَابِ السَّابِقِ، وَمِنْ هُنَا كَانَ يَشْتَدُّ خَوْفُ السَّلَفِ مِنْ سُوءِ الْخَوَاتِيمِ، وَمِنْهُمْ مَنْ كَانَ يَقْلَقُ مِنْ ذِكْرِ السَّوَابِقِ.

Secara umum penutup penutup amal pastilah merupakan akibat dari amal amal perbuatan yang telah lalu, dan semua itu telah didahului oleh ketetapan didalam catatan lauhul mahfudz, dan karena itulah para Salafus shalih sangat takut kepada penutup penutup amal yang buruk, sehingga diantara mereka ada yang gundah dengan amal amal yang telah mereka lakukan sebelumnya.

وَقَدْ قِيلَ: إِنَّ قُلُوبَ الْأَبْرَارِ مُعَلَّقَةٌ بِالْخَوَاتِيمِ، يَقُولُونَ: بِمَاذَا يُخْتَمُ لَنَا؟ وَقُلُوبُ الْمُقَرَّبِينَ مُعَلَّقَةٌ بِالسَّوَابِقِ، يَقُولُونَ: مَاذَا سَبَقَ لَنَا.

Dikatakan hati orang orang yang baik tertambat pada amal amal penutup. Mereka biasa mengatakan, “Dengan apa amalan amalan kita akan ditutup?”, lalu hati hati orang yang didekatkan kepada Allah tertambat kepada amal amal yang telah lalu, mereka berkata, “amal apa saja yang telah kita lakukan?”

وَكَانَ سُفْيَانُ يَشْتَدُّ قَلَقُهُ مِنَ السَّوَابِقِ وَالْخَوَاتِيمِ، فَكَانَ يَبْكِي وَيَقُولُ: أَخَافُ أَنْ أَكُونَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا، وَيَبْكِي، وَيَقُولُ: أَخَافُ أَنْ أُسْلَبَ الْإِيمَانَ عِنْدَ الْمَوْتِ.

Sufyan As Tsauri senantiasa gundah dengan amal amal perbutan yang telah beliau lakukan dan juga gundah dengan penutup penutup amal, maka beliau kadang menangis dan berkata, aku khawatir kalau aku tercatat di lauhul mahfudz sebagai orang yang celaka. Dan beliau juga kadang menangis dan berkata, aku khawatir iman akan dicabut dari diriku ketika kematian menjelang

وَمِنْ هُنَا كَانَ الصَّحَابَةُ وَمَنْ بَعْدَهُمْ مِنَ السَّلَفِ الصَّالِحِ يَخَافُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمُ النِّفَاقَ وَيَشْتَدُّ قَلَقُهُمْ وَجَزَعُهُمْ مِنْهُ، فَالْمُؤْمِنُ يَخَافُ عَلَى نَفْسِهِ النِّفَاقَ الْأَصْغَرَ، وَيَخَافُ أَنْ يَغْلِبَ ذَلِكَ عَلَيْهِ عِنْدَ الْخَاتِمَةِ، فَيُخْرِجُهُ إِلَى النِّفَاقِ الْأَكْبَرِ، كَمَا تَقَدَّمَ أَنَّ دَسَائِسَ السُّوءِ الْخَفِيَّةِ تُوجِبُ سُوءَ الْخَاتِمَةِ،

Inilah sebabnya para Sahabat dan As Salafus Shalih yang datang setelah mereka, takut kemunafikan mendera diri mereka, sehingga mereka sangat gundah dan takut karenanya. Karena itu, orang mu’min khawatir sekali bila kemunafikan yang kecil menghinggapi dirinya, lalu kemunafikan yang kecil itu akan mendominasi dirinya ketika kematian menjelang, sebagai mana yang telah disinggung bahwa keburukan keburukan yang tersembunyi dapat menyebabkan penutup hidup yang buruk.

وَقَدْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ فِي دُعَائِهِ: ” «يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ ” فَقِيلَ لَهُ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ آمَنَّا بِكَ وَبِمَا جِئْتَ بِهِ، فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا؟ فَقَالَ: ” نَعَمْ إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ شَاءَ» وَفِي هَذَا الْمَعْنَى أَحَادِيثُ كَثِيرَةٌ.

✅ Nabi shalallahu alaihi wasallam sendiri sering kali mengucapkan dalam doanya, “Wahai Dzat yang membolak balikan hati, teguhkan hatiku diatas agama Mu. Hingga pernah ditanyakan kepada beliau, wahai nabiyullah kami beriman kepada engkau dan kepada ajaran yang engkau bawa, maka apakah engkau khawatir kepada kami ? maka beliau bersabda, “Iya karena sesungguhnya hati manusia itu berada diantara dua jari Allah ‘Azza wajalla yang Dia bolak balikan sebagaimana yang Dia kehendaki. Dan hadits yang semakna dengan ini sangatlah banyak. (Jaami’ul ‘Ulum Wal Hikam, ibnu Rojab)

Abu Ghozie As Sundawie

==

Doa Memohon Keteguhan Hati 1

✅ Doa yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan adalah:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik.

Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.(HR. Tirmidzi no. 3522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Doa Memohon Keteguhan Hati 2

اَللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ، صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

Allaahumma mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa ‘alaa thoo’atik.

✅ Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu.(HR. Muslim no. 2654.)

Doa Memohon Keteguhan Hati 3

اَللَّهُمَّ يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ، صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ

Allaahumma yaa mushorrifal quluub, shorrif quluubanaa ‘alaa diinik.

✅ Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami pada agama-Mu.(HR. Muslim 2654.)

==

  • ➡ KEAGUNGAN LAILATUL QODR

Abu Ubaidah As Sidawi

Malam Lailatul Qodr adalah malam yang mulia, Alloh telah memuliakannya dengan banyak keutamaan dan kebaikan.

Malam ini lebih baik dari seribu bulan, ibadah pada malam ini sebanding dengan ibadah seribu bulan yaitu 83 tahun 4 bulan, padahal umur manusia sangat sedikit yang bisa mencapai seperti itu.

✅ Kemuliaan dan keagungan malam ini bertambah lagi dengan diturunkannya al-Quran dan kebaikan yang banyak, Alloh menggambarkan kemuliaan malam Lailatul Qodr;

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Robbnya untuk mengatur segala urusan. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS.al-Qodr: 1-5).

Imam Ibnu Katsir mengatakan: “Malaikat banyak turun pada malam ini karena banyaknya kebaikan pada malam tersebut. Para malaikat turun bersamaan dengan turunnya keberkahan dan rahmat”. ( Tafsir Ibnu Katsir 5/444)

~~~•~~~~ (Lanjut ke Halaman 2) ••~~~~••