Hanya Allah yang Memberikan Hidayah Kepada Anak Kita dan Membiasakan Anak Untuk Melaksanakan Ketaatan

Alhamdulillah
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
••

Haramnya Musik Part 02-Ustadz Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/ofwbyci7b7s73rkxljzeevyp7wp1u2x6
Bukti-Bukti Tauhid Dalam Al-Quran-Ustadz Mizan Qudsiah.MA.mp3
https://app.box.com/s/hsi14dtms05a0n6qs4ewcuhpn5zivgr9
Larangan Menyelisihi Syariat Rasulullah-Ustadz Thantawi Abu Muhammad.mp3
https://app.box.com/s/gn170l2t2bs4nyrakeqf1arndd00xt52
Mentalqin Mayat-Ustadz Harits Abu Naufal.mp3 https://app.box.com/s/8w30ug5443g9ioi26xz76wvlmetisqd5
Persatuan Islam-Ustadz Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/naudgnh4qnqe160gydwuhe9fspzlkeaa
Serial Ramadhan Adab Shalat Idhul Fitri-Ustadz Ahmad Firdaus. Lc.mp3
https://app.box.com/s/e361z1u0gpbrstdl31kkbi8gimlb449z
Serial Ramadhan Ilmu Seputar Zakat Fitrah-Ustadz Ahmad Firdaus. Lc.mp3
https://app.box.com/s/u29vjvm9zuh2vzqw8zr3ru2gbn9x0z7e
Tanya Jawab Ustadz Dr.Erwandi Tarmizi.MA.mp3
https://app.box.com/s/p1zijyqmwf28po8w7ks4rus5fzmtyxa9
 
.…===
Hanya Allah yang Memberikan Hidayah Kepada Anak Kita

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga
hari kiamat, amma ba’du:
Berikut pembahasan tentang, semoga Allah
menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,
.

Perkara yang harus disadari oleh para orang tua, bahwasannya kita hanya bisa berusaha mendidik anak kita agar menjadi anak yang shalih dan shalihah, dengan mengajarkan kepada  mereka perkara agama, dari aqidah, adab, akhlaq, doa-doa dan perkara agama lainnya.
Dengan harapan anak kita kelak menjadi anak yang shalih dan shalihah. 
.
Namun hidayah berada ditangan Allah Ta’aala, Allah Ta’aala memberikan hidayah kepada siapa yang Allah khendaki dengan menyadari hal ini kita akan bersandar kepada Allah dalam mendidik anak kita agar menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah, dan memperbanyak doa untuk kebaikkan buah hati kita.
.
✅ Allah Subhaanahu wata’aala berfirman
.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
.

Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.

.
Ya Rabb kami anugerahkan kepada kami dari istri-istri kami dan keturunan kami penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami bagi orang-orang yang bertakwa (sebagai) imam (pemimpin).”  (al-Furqan:74)

.
✅ Allah Subhaanahu wata’aala berfirman tentang doa nabi Ibrahim,
.
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
.

Robbi hab lii minash-shoolihiin
.
.
“Ya Rabb-ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.” (Ash-Shaaffat:100)

.
✅ Allah Subhaanahu wata’aala berfirman tentang doa nabi Zakaria,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Robbi hab lii mil-ladunka dzurriyyatan thoyyibah, innaka samii’ud-du’aa’.

Ya Rabb-ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa. (Ali Imran [3]: 38).
.

✅ Doa Agar Menjadi Hamba Yang Bersyukur, Agar Bisa Beramal Shaleh Dan Minta Anak Shaleh

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
.

Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu, wa ashlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin.

.
Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (Al-Ahqaf [46]: 15).
.


Seseorang yang telah dewasa dan menginjak usia 40 tahun memohon pada Allah dengan doa di atas. Doa ini juga berisi permintaan kebaikan pada anak dan keturunan.
.

Ini diantara hal yang terpenting untuk disadari oleh para orang tua dan para pendidik, sehingga mereka bersandar hanya kepada Allah dalam mendidik anak-anak mereka. Karena tidak ada yang dapat memberikan hidayah kepada anak kita kecuali Allah.
.
Allah Subhaanahu wata’aala berfirman,
.
مَنْ يَهْدِ اللهُ فَهُوَ المُهْتَدِي وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
.
 “Siapa yang Allah beri petunjuk maka ia (adalah) orang yang mendapat petunjuk dan barangsiapa (Dia biarkan) sesat maka mereka (adalah) orang-orang merugi.” (al-A’raf:178)

.
✅ Dalam ayat lain  Allah Subhaanahu wata’aala berfirman,
.
إِنَّكَ لا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالمُهْتَدِينَ
.
Sesungguhnya (engkau muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai akan tetapi Allah (Dia) memberi petunjuk saiapa yang (Dia) kehendaki dan Dia lebih mengetahui terhadap orang-orang yang mendapat pentunjuk.” (Al-Qashash:56)
.

Berkata asy-Syaikh al-Allamah Shalih al-Fauzaan rahimahullah: “Sesungguhnya Allah berkata kepada Rasul-Nya (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam: ‘Sesungguhnya kamu tidak mampu memberi hidayah taufiq kepada orang yang engkau sukai untuk masuk islam akan tetapi hal itu (hidayah taufiq) berada di tangan Allah, Dialah yang memberikan hidayah taufiq kepada siapa yang Allah kehendaki untuk diberi hidayah dan Dia lebih mengetahui siapa yang berhak mendapat hidayah dan siapa yang tidak berhak mendapat hidayah.” (Al Mulakhos fii Syar’i Kitabit Tauhid hlm. 154)
.
Maka ketika ada orang tua atau pendidik  kurang menyadari hal ini atau melalaikannya maka dia telah melalaikan hal yang terbesar dalam masalah pendididkan anaknya. Semoga Allah menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang shailh dan shalihah.
.

  • Membiasakan Anak Untuk Melaksanakan Ketaatan

.
Diantara perkara yang penting untuk diperhatikan dalam masalah tarbiyatul aulad (pendidikan anak) adalah membiasakan anak untuk melakukan ketataan kepada Allah.
.
Tentang hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
.
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
.
Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat pada usia tujuh tahun, pukulah mereka karena meninggalkannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah mereka di tempat tidur.” (HR. Abu Dawud dan dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani di al-Irwa’ no 247)

.
✅ Dari ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, bahwa ia berkata:
.
أَرْسَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الْأَنْصَارِ الَّتِي حَوْلَ الْمَدِينَةِ: ” مَنْ كَانَ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ، وَمَنْ كَانَ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيَصُمْ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ ” . قَالَت: فَكُنَّا بَعْدَ ذَلِكَ نَصُومُهُ، وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا الصِّغَارَ مِنْهُمْ، وَنَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِدِ، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهَا إِيَّاهُ عِنْدَ الْإِفْطَارِ
.
Rasulullah mengirim utusan di pagi hari ‘Asyura’ ke kampung-kampung kaum Anshar yang berada disekitar Madinah (untuk mengumumkan), Barangsiapa di pagi hari ini berpuasa, hendaklah ia menyempurnakan puasanya. Barangsiapa di pagi hari ini berbuka (tidak berpuasa), hendaklah ia menyempurnakan sisa harinya (dengan berpuasa).
.
✅ Ar-Rubayyi’ berkata, “Setelah peristiwa itu, kami selalu melakukan puasa ‘Asyura dan mengajak anak-anak kami yang masih kecil di antara mereka untuk berpuasa. Kami (mengajak) mereka pergi ke masjid, lalu kami membuat mainan dari kapas untuk mereka. Apabila salah seorang dari mereka menangis meminta makanan, kami memberi mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (Mutafaqun alaihi)

.
Dalam sebuah atsar dari Umar, dimana beliau berkata kepada seseorang yang mabuk dikarenakan minum khmar (minuman memabukkan) dibulan ramadhan:
.
Celaka kamu (karena mabuk di bulan ramadhan), sementara anak-anak kita mau berpuasa.” Lalu Umar mencambuk orang itu sebanyak delapan puluh kali, kemudian mengirimnya kenegeri Syam.” (HR. Bukhari secara mua’alaq (tanpa sanad). Sa’id bin Manshur dan al-Baghawi pada kitab al-Jadiyyat secra maushul (dengan sanad) bersambung sampai umar)
.
Dari sini kita mengetahui perintah Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam dan kebiasan para shahabat dalam mentarbiyah anak-anak mereka yaitu membiasakan anak-anak mereka untuk melakukan ketaatan kepada Allah semenjak kecil. Bahkan perkara ini sangatlah penting dalam permasalahan mendidik anak-anak, sehingga anak menjadi mencintai dan terbiasa  serta tumbuh dalam ketaatan dan ibadah kepada Allah. Berbeda ketika orang tua tidak membiasakan anaknya untuk shalat, puasa, ngaji dan ketaatan yang lainnya maka bisa jadi ketika besar anak tersebut enggan  atau malas atau bahkan meremehkan kewajiban yang Allah wajibkan kepadanya atau bahkan meninggalkannya.
.
Apalagi melakukan amalan-amalan yang hukumnya sunnah. Maka untuk para orang tua dan para pendidik yang menginginkan kebaikkan untuk anak-anaknya maka biasakanlah, serta motivasilah  anak-anak untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Dengan harapan anak-anak kita tumbuh menjadi seseorang yang shalih yang senantiasa melaksankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.  

  • Pendidikan Anak Tanggung Jawab Siapa

Orang tua mempunyai kewajiban dalam mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang benar, pendidikan yang sesuai syari’at, namun kalau kita melihat realita dari orang tua kaum muslimin banyak diantara mereka melalaikan hal ini sehingga dampak jelek atau buruk akibat melalaikan hal ini menimpa mereka, seperti anaknya menjadi anak yang tidak nurut, atau ngelawan dan durhaka kepadanya atau dampak jelek lainnya yang kembalinya yang pertama adalah kelalaian orang tua dalam mendidik anaknya dengan baik. anak merupakan amanah yang Allah amanahkan kepada kita.

Allah Subhaanahu wata’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَخُونُوا اللهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahuinya ” (QS. Al-Anfaal : 27)

✅ Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang suami pemimpin dirumahnya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya”. ( HR. Bukhari daN Muslim dari Abdullah Bin Umar Radiyalallahu ‘Anhu)

✅ Dan dalam riwayat Muslim : “Dan anakmu mempunyai hak atasmu”.

Banyak bentuk-bentuk pelalaian atau kesalahan pendidikan anak yang dilakukan oleh orang tua diantaranya.

Yang pertama : Memasukkan anak ke tempat pendidikan atau sekolah yang di dalanmnya mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan aqidah, tauhid dan terdapat pelanggaran syar’i di dalamnya.

Keimanan,  tauhid serta aqidah adalah perkara yang terpenting yang kita miliki, sangat ironis sekali kalau ada orang tua yang mengorbankan aqidah anaknya hanya dengan tujuan dapat ijazah di sekolah umum misalnya atau bahkan sekolah Kristen atau Hindu hanya karena sekolah itu bagus atau ternama.

Rasululllah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrahnya (Islam), bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi“ (HR. Bukhari dari Abu Hurairah Radiyalallahu ‘Anhu)

Apakah para orang tua tidak takut terhadap suatu hari yang mereka akan dimintai pertanggung jawabkan atas apa yang mereka lakukan, atas amanah anak yang mereka abaikan, atas agama anak yang mereka tidak perdulikan…!!! Lalu setelah itu mereka berharap mempunyai anak yang sholeh ???!!!.

Lihat seorang bapak yang sholeh, mewasiatkan anaknya tentang perkara dien, tentang perkara tauhid tentang perkara aqidah, tentang supaya anaknya berhati – hati dari hal-hal yang membatalkan keimanannya. Sebagaimana yang Allah khabarkan tentang hamba yang sholeh Luqman yang berkata kepada anaknya

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya “Hai anakku  janganlah kamu mempersekitukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah benar-benar kedzaliman yang besar“ (Qs. Luqman :13)

Wahai para orang tua selektiplah dalam memilih tempat pendidikan, jangan engkau masukkan anak-anakmu ketempat pendidikan yang disana terdapat pelanggaran terhadap syariat islam apalagi pelanggaran terhadap aqidah islamiyah.

••~~••(Lanjut ke Halaman 2) ••~~••