AL-QAULUTS TSABIT (Memahami Tauhid Dengan Benar) Bag.1



Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Wajibnya Mengetahui Tauhid Yang Benar dan Syirik Besar –Ustadz Anas Burhanuddin 3Mb15Mnit

DiBalik Tauhid-Mizan Qudsiyah

Syarah Kitab Tauhid 1-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/qrz04a2t477q2qi5m209o29koyc8getw
Syarah Kitab Tauhid 10-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/jtli1icfkm2lfquvr94w0oujega6o8sh
Syarah Kitab Tauhid 16-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/9jgw7o3us5xq1nhsnhwip278em7w55f5
Syarah Kitab Tauhid 17-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/n4zr0voanl468qyx7cjysj0a6382y50l
Syarah Kitab Tauhid 18-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/1h6x8raa6b5632ocb4r92384dnyegzzk
Syarah Kitab Tauhid 2-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/lc9flem3jlchgz01g2rpcesvptfx1gyl
Syarah Kitab Tauhid 3-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/vpkv25zmflcd0ss5rkto1ezs245c357f
Syarah Kitab Tauhid 4-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/y57tg7c82etba4y5wmlf6lmvc6i6q4m4
Syarah Kitab Tauhid 5-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/d9o7kh6z2rmfauvtv512q8c42ub2df9u
Syarah Kitab Tauhid 6-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/6lv9ubw3dzilxmretzjpqgpq75390a17
Syarah Kitab Tauhid 7-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/7pbkm666l6ua0aj31bzcv7wyx33si9nx
Syarah Kitab Tauhid 8-Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat.webm
https://app.box.com/s/k4e831v60psj42uu96blzg9r0d02qxdu
 

Webm file diputar dengan mx player Di android

=
Ebook

Menjaga Tauhid-Syeikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz 133Halaman

Ad-Daa’ Wa Ad-Dawaa’ Macam-macamPenyakit Hati yang.Membahayakan dan Resep Pengobatannya -Karya : Ibnu Qayyim Al Jauziyah-566Halaman

Kitab Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab(matan & terjemahan)

Pedoman Tauhid(103hlm)-Prof DR Abdurrazzaq Al-Badr

Kaidah Memahami Tauhid(125hlm)-Syaikh Shalih bin Shalih Al-Fauzan

Tahukah Engkau Apa Itu Tauhid?-Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr 93Halaman link2

Al-Qauluts Tsabit (Memahami Tauhid Dengan Benar)-43Hlm

Ucapan Yang Teguh Dalam Kalimat Tauhid-71Hlm

Menyelami Samudra Kalimat TauhidMeniti Jalan Menuju Tauhid-Syekh Muhammad bin Jamil Zainu 70Hlm

Tauhid Urgensi dan Manfaatnya-Syekh DR Umar bin Su’ud al ‘Ied 72Hlm

Kitab Tsalatsatul Ushul, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab (matan & terjemahan)

Syarah Al-Qawaa-‘id Al-Arba’(4Kaidah Utama) karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan 

==

  • AL-QAULUTS TSABIT (Memahami Tauhid Dengan Benar) Bag.1

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

Allah Ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْۤا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰٓئِكَ لَهُمُ الْاَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.“(QS. Al-An’am 6: Ayat 82)

➡ Tauhid merupakan hak Allah atas para hambaNya.

Sebagaimana hadits dari Muadz ia berkata;

Aku pernah dibonceng Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam diatas seekor keledai, yang bernama Ufair. Lalu beliau bersabda, “Hai Muadz, Tahukah engkau apa hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para HambaNya dan apa hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah?” Aku menjawab, “Allah dan RasulNya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hambaNya ialah supaya mereka beribadah kepadaNya saja dan tidak berbuat syirik sedikitpun kepadaNya; sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah adalah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak berbuat syirik sedikitpun kepadaNya.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, tidak perlukah aku sampaikan kabar gembira ini kepada orang-orang?” Beliau menjawab, “Jangan engkau menyampaikan kabar gembira ini kepada mereka, sehingga mereka nanti akan bersikap menyandarkan diri.””

(HR. Bukhari Juz 3 : 2701, Muslim Juz 1 : 30)

➡ Kalimat tauhid Laa Ilaha Illallah adalah kalimat yang agung.

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudry, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diatas bersabda; “Musa berkata, Wahai Rabbku, ajarkan kepadaku sesuatu untuk berdzikir dan berdo‟a kepadaMu.” Allah berfirman, “Katakan wahai Musa Laa Ilaha Illallah” Musa berkata, “Wahai Rabbku semua hambaMu mengucapkan ini.” Allah berfirman, “Wahai Musa, seandainya ketujuh langit dan penghuninya selain Aku serta bumi diletakkan pada daun timbangan, sedangkan Laa Ilaha Illallah diletakkan pada daun timbangan yang lain, maka Laa Ilaha Illallah niscaya lebih berat timbangannya.” (HR. Ibnu Hibban dan Hakim)

➡ Dan seorang yang murni tauhidnya serta tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka Allah k akan memberikan ampunan meskipun dosanya sepenuh bumi.

Diriwayatkan dari Anas, ia berkata, saya telah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diatas bersabda, Allah telah berfirman; “Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi : 3540, hadits hasan shahih)

TAUHID

➡ DEFINISI TAUHID

Tauhid adalah mengesakan Allah semata dalam beribadah dan tidak menyekutukanNya. Tauhid merupakan pokok yang dibangun diatasnya semua ajaran, maka jika pokok ini tidak ada, amal perbuatan menjadi tidak bermanfaat dan gugur, karena tidak sah sebuah ibadah tanpa tauhid.

PEMBAGIAN TAUHID

Tauhid dibagi tiga macam :

➡ 1. Tauhid Rububiyyah

Tauhid Rububiyyah yaitu mengesakan Allah dalam penciptaan,kekuasaan dan pengaturan.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ رَبَّكُمُ اللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ۗ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهٗ حَثِيْثًا ۙ وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُوْمَ مُسَخَّرٰتٍۢ بِاَمْرِهٖ ۗ اَ لَا لَـهُ الْخَـلْقُ وَالْاَمْرُ ۗ تَبٰرَكَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ

Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam.”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 54)

➡ 2. Tauhid Uluhiyyah

Tauhid Uluhiyyah yaitu mengesakan Allah dalam beribadah, dengan kata lain agar manusia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Maka tidak ada yang diseru dalam do’a kecuali Allah,tidak ada yang dimintai pertolongan kecuali Dia, tidak ada yang boleh dijadikan tempat bergantung kecuali Dia, tidak boleh menyembelih kurban atau bernadzar kecuali untukNya, dan tidak boleh mengarahkan seluruh ibadah kecuali untukNya dan karenaNya semata.

✅ Sebagaimana firman Allah

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 21)

الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَآءَ بِنَآءً ۖ وَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّـكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 22)

Tauhid rububiyyah mengharuskan Adanya tauhid uluhiyyah. Hal ini berarti siapa yang mengakui tauhid rububiyyah untuk Allah, dengan mengimani tidak ada pencipta, pemberi rizki dan pengatur alam kecuali Allah ,maka ia harus mengakui bahwa tidak ada yang berhak menerima ibadah dengan segala macamnya kecuali Allah. Dan itulah tauhid uluhiyyah.

➡ 3. Tauhid Asma’ wa Sifat

Tauhid Asma‟ wa Sifat yaitu mengesakan Allah sesuai dengan Nama dan sifat yang Ia sandangkan sendiri kepada DiriNya, dalam KitabNya atau melalui lisan RasulNya Muhammad.

✅ Sebagaimana do‟a yang pernah diajarkan oleh Rasulullah;

Ya Allah, Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusanMu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya,…” (HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Syaikh Al-Albani, hadits tersebut adalah shahih)

Yaitu dengan menetapkan apa yang ditetapkan Allah dan menafikan apa yang dinafikanNya dengan tanpa tahrif, ta’thil, takyif, tamtsil.

Tahrif : adalah merubah asma‟ul husna dan sifat-sifatNya yang maha tinggi atau merubah makna-maknanya.

Ta’thil : adalah meniadakan sifat-sifat Allah atau meniadakan makna-makna sesungguhnya dari asma‟ dan sifat. Yang demikian adalah kekafiran, karena merupakan bentuk pendustaan terhadap Allah dan RasulNya.

Takyif : adalah menanyakan hakekat bentuk sifat Allah

Tamtsil : adalah menyerupakan sifat Allah dengan makhkluk. Yang seperti ini termasuk kesyirikan dan pendustaan terhadap Allah. Juga mengandung perendahan hak Allah dari sisi memberikan permisalan bagiNya dengan makhlukNya.

✅ AllahTa’ala berfirman:

فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۗ جَعَلَ لَـكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّ مِنَ الْاَنْعَامِ اَزْوَاجًا ۚ يَذْرَؤُكُمْ فِيْهِ ۗ لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

“(Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu pasangan-pasangan dari jenis kamu sendiri, dan dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan (juga). Dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.”

(QS. Asy-Syura 42: Ayat 11)

SIFAT-SIFAT ALLAH

Sifat-sifat Allah terbagi menjadi dua macam :

➡ 1. Sifat Tsubutiyyah

Sifat Tsubutiyyah adalah sifat yang Allah tetapkan untuk DiriNya; seperti, sifat hidup, ilmu, dan kekuatan. Sifat Tsubutiyyah dibagi dua macam, yaitu :

➡ a. Sifat Dzatiyyah

Sifat Dzatiyyah adalah sifat senantiasa Allah bersifat dengannya, seperti; sifat Maha Mendengar, Maha Melihat, dan sebagainya.

➡ b. Sifat Fi‟liyyah

Sifat Fi‟liyyah adalah sifat yang berkaitan dengan kehendak Allah

√ Jika Allah menghendakinya, maka Allah akan melakukannya.

√ Dan jika Allah tidak menghendakinya, maka Allah tidak melakukannya. Seperti; Datang.

√ Terkadang ada sifat yang bersifat Dzatiyyah dan Fi‟liyyah dilihat dari dua sisi. Seperti; Sifat Kalam (Berbicara), sifat ini dilihat dari asal adalah Sifat Dzatiyyah, karena Allah senantiasa mimiliki Sifat Bicara.

√ Apabila dilihat dari tiap-tiap pembicaraan-Nya, maka sifat ini adalah Sifat Fi‟liyyah, karena Sifat Bicara berkaitan dengan kehendak-Nya. Allah berbicara dengan perkara yang Ia kehendaki dan kapan Ia menghendaki-Nya.

➡ 2. Sifat Salbiyyah

Sifat Salbiyyah adalah sifat Allah tiadakan dari Diri-Nya, seperti Dzalim. Maka wajib untuk kita menghilangkannya dari Allah karena Allah telah menghilangkan sifat tersebut dari Diri-Nya. Peniadaan sifat ini harus diiringi dengan menetapkan lawannya sesuai dengan kesempurnaan pada Allah, karena peniadan semata tidak menunjukkan kesempurnaan sampai terkandung padanya penetapan.lawan dari yang dihilangkan.

✅ Misalnya untuk hal diatas adalah firman Allah;

 وَ لَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا

Dan Rabbmu tidak menganiaya seorangpun.”

(QS. Al-Kahfi : 49)

Wajib bagi kita untuk menghilangkan Sifat Dzalim dari Allah dengan diikuti penetapan sifat Adil bagi-Nya sesuai dengan kesempurnaan pada-Nya.

KAIDAH MEMAHAMI TAUHID

Kemurnian ibadah akan dicapai jika memahami empat kaidah berikut :

➡ 1. Bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diatas mereka meyakini Tauhid Rububiyyah.

Mereka menyakini bahwa Allah sebagai Pencipta, Pemberi rizki, Yang menghidupkan, Yang mematikan, Yang memberi manfa’at,

Yang memberi madzarat, Yang mengatur segala urusan (Tauhid Rububiyyah). Tetapi semuanya itu tidak menyebabkan mereka sebagai muslim.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ مَنْ يَّرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ اَمَّنْ يَّمْلِكُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَ مَنْ يُّخْرِجُ الْحَـيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَـيِّ وَمَنْ يُّدَبِّرُ الْاَمْرَ ۗ فَسَيَـقُوْلُوْنَ اللّٰهُ ۚ فَقُلْ اَفَلَا تَتَّقُوْنَ

Katakanlah (Muhammad), Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapakah yang mengatur segala urusan? Maka mereka akan menjawab, Allah. Maka katakanlah, Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”

(QS. Yunus 10: Ayat 31)

➡ 2. Orang-orang musyrik hanya menjadikan berhala untuk mendekatkan mereka kepada Allah dan mereka berharap nantinya berhala tersebut akan memberi syafa‟at.

✅ Sebagaimana firman Allah ;

اَ لَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُ ۗ وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَاۤ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰى ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ

Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.”

(QS. Az-Zumar 39: Ayat 3)

✅ Adapun dalil tentang syafa‟at yaitu firman Allah

Allah Ta’ala berfirman:

وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ هٰۤؤُلَآ ءِ شُفَعَآ ؤُنَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗ قُلْ اَتُـنَـبِّــئُوْنَ اللّٰهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِ ۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah. Katakanlah, Apakah kamu akan memberi tahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di Bumi? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan itu.”

(QS. Yunus 10: Ayat 18)

➡ 3. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam diatas memerangi semua bentuk peribadatan yang dilakukan oleh manusia

Diantara mereka ada yang menyembah matahari dan bulan, diantara mereka ada pula yang menyembah orang-orang shalih, para malaikat, para wali, pepohonan, dan bebatuan. Dalilnya adalah firman Allah

✅ Allah berfirman:

وَقٰتِلُوْهُمْ حَتّٰى لَا تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ لِلّٰهِ ۗ

Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 193)

Sedangkan dalil larangan beribadah kepada matahari dan bulan adalah firman Allah

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۗ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”

(QS. Fussilat 41: Ayat 37)

Kesyirikan tidak ada perbedaannya antara orang yang beribadah kepada patung atau beribadah kepada orang shalih atau beribadah kepada kepada selain Allah siapapun dia. Sehingga Allah mengatakan;

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا ۗ

Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (QS. An-Nisa’ : 36)

➡ 4. Kesyirikan pada zaman ini lebih dahsyat dan lebih kental daripada kesyirikan pada zaman dahulu Karena kaum musyrikin terdahulu hanya berbuat syirik ketika dalam keadaan lapang dan mengikhlaskan ibadah ketika sempit. Adapun-kaum musyrikin pada zaman sekarang mereka melakukan kesyirikan dalam keadaan lapang maupun sempit. Sebagaimana firman Allah ;

✅ Allah berfirman:

فَاِذَا رَكِبُوْا فِى الْفُلْكِ دَعَوُا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۚ فَلَمَّا نَجّٰٮهُمْ اِلَى الْبَـرِّ اِذَا هُمْ يُشْرِكُوْنَ

Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) menyekutukan (Allah),”

(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 65)

SYIRIK DAN PEMBAGIANNYA

➡ DEFINISI SYIRIK

Syirik adalah menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yang merupakan kekhususan Allah. Seperti memalingkan do‟a, menyembelih kurban, bernadzar dan sebagainya kepada selainNya.

PEMBAGIAN SYIRIK

Syirik ada 2(dua) jenis :
➡ I. Syirik Besar

Syirik besar yaitu memalingkan bentuk ibadah kepada selain Allah , dan syirik ini mengeluarkan pelakunya dari agama Islam serta menjadikan pelakunya kekal didalam neraka jika meninggal dunia dan belum bertaubat dari padanya.

✅ Sebagaimana firman Allah

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.”

(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 48)

Syirik besar ada 4(empat) macam :

➡ 1. Syirik Dakwah (Do’a)

Syirik dakwah (do‟a) yaitu berdo‟a kepada Allah dan kepada selainNya. Allah berfirman;

Maka apabila mereka naik kapal mereka berdo‟a kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (QS. Al-Ankabut : 65)

✅ Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarhu Tsalatsatil Ushul;

Do‟a ada 2(dua) macam :

➡ a. Do’a mas-alah

Do‟a Mas-alah yaitu permohonan untuk dipenuhi hajat dan kebutuhannya. Hal ini bisa bernilaikan ibadah jika do‟a tersebut dari hamba kepada Tuhannya. Permohonan seperti ini boleh dilakukan terhadap sesasma hamba, asalkan yang diminta tersebut mampu mengabulkan dan mengerti tentang maksud permintaan tersebut, seperti ucapan seseorang, “Wahai fulan, berilah saya makan.”

➡ b. Do’a ibadah

Do‟a Ibadah yaitu permohonan yang dilakukan sebagai penyembahan terhadap yang di do‟ai dengan harapan agar ia mendapat balasan dan pahalanya serta takut akan siksanya. Yang demikian itu tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah. Barangsiapa yang memalingkannya, berarti ia telah keluar dari agama Islam dan mendapatkan ancaman dari Allah

➡ 2. Syirik Niat (Tujuan)

Syirik niat (tujuan) yaitu menujukan ibadah untuk selain Allah

✅ Allah berfirman;

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَ زِيْنَتَهَا نُوَفِّ اِلَيْهِمْ اَعْمَالَهُمْ فِيْهَا وَهُمْ فِيْهَا لَا يُبْخَسُوْنَ

Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan.”(QS. Hud 11: Ayat 15)

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ لَـيْسَ لَهُمْ فِيْ الْاٰخِرَةِ اِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوْا فِيْهَا وَبٰطِلٌ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud 11: Ayat 16)

➡ 3. Syirik Keta’atan

Syirik keta‟atan yaitu mentaati selain Allah dalam hal maksiat kepada Allah.

✅ Allah berfirman;

اِتَّخَذُوْۤا اَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَالْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ ۚ وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَـعْبُدُوْۤا اِلٰهًا وَّاحِدًا ۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ سُبْحٰنَهٗ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan selain Dia. Maha Suci Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 31)

Adi bin Hatim datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diatas sedangkan di lehernya tergantung salib dari perak. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diatas menbacakan ayat;

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah”

Ia berkata; Mereka tidak menyembah rahib-rahib itu.‟ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diatas menjawab; “Justru (mereka menyembah rahib-rahib itu), sebab rahib-rahib itu telah mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram untuk pengikutnya dan mereka pun mengikutinya. Demikian itulah bentuk penyembahan mereka kepada rahib-rahib itu.” (HR. Tirmidzi)

➡ 4. Syirik Mahabbah

Syirik mahabbah yaitu menyamakan selain Allah dengan Allahdalam hal kecintaan. Kecintaan kepada Allah adalah kecintaan yang disertai dengan ketundukan dan kepatuhan yang mutlak. Kecintaan seperti ini hanyalah diperuntukkan bagi Allah semata. Tidak boleh ada sesuatu pun yang berhak menerimanya selain Dia. Sehingga apabila ada orang yang mencintai selain Allah setara dengan kecintaan kepadaNya maka ia telah menjadikannya sebagai tandingan Allah dalam hal kecintaan dan penghormatan. Perbuatan ini termasuk syirik.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَشَدُّ حُبًّا لِّـلّٰهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْۤا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ ۙ اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ

Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 165)

|•~|•~| (Lanjut ke Halaman 2) |•~|•~|