Tafsir SURAT AL-MULK [Kerajaan](Bag.1)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Keutamaan Membaca Surat Al Mulk

2.Faedah Surat Al Mulk , Allah Menguji Manusia Siapakah yang Baik Amalnya...

Tafsir Surat Al Mulk-Ust.Syafiq Basalamah

Tafsir Surat Al Mulk-Ust.Abu Fairuz

Ayat 01-12 Bagian 1

Ayat 01-12 Bagian 2

Ayat 13-18

Ayat 18-30

Ebook

Tafsir Surat Al-Mulk-45Hlm

Tafsir Al-‘Irfan Jilid 10(Juz 28, 29 dan 30)-729Hlm

Menyikapi Perbedaan Pendapat Dalam Penafsiran Al-Qur’an 

••
Tafsir SURAT AL-MULK [Kerajaan]

(Bag.1)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

=

SURAT AL-MULK [Kerajaan]

Surat Ke-67 : 30 Ayat

(Makkiyyah, diturunkan sesudah Surat Ath-Thur)

Surat Al-Mulk akan memberikan syafa’at pada-Hari Kiamat kepada para pembacanya. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah,dari Nabi, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;“Sesungguhnya ada satu surat di dalam Al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat, yang akan memberikan syafa’at kepada orang yang membacanya hingga orang tersebut diampuni, (yaitu surat); “Tabarakal ladzi bi yadihil mulku. (QS. Al-Mulk.)”

(HR. Ahmad, Hakim Juz 1 : 2075, Tirmidzi Juz 5 : 2891, Abu Dawud : 1400, dan Ibnu Majah : 3786, lafazh ini miliknya. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Ibni MajahJuz 9 : 3053.)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur di malam hari, kecuali setelah membaca Surat As-Sajdah dan Surat Al-Mulk.

Diriwayatkan dari Jabir, “Bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur (di malam hari) hingga beliau membaca surat “Alif, lam, mim tanzil” (QS. As-Sajdah) dan “Tabarakal ladzi bi yadihil mulku. (QS. Al-Mulk.)

”(HR. Ahmad, Hakim Juz 2 : 3545, Tirmidzi Juz 5 : 2892, lafazh ini miliknya. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 4873.)

Membaca surat al-Mulk setiap malam.

Dari Anas bin Malik رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

Ada satu surat dalam Al-Qur-an yang hanya terdiri dari tiga puluh ayat, namun ia akan membela orang yang membacanya sampai ia memasukkannya ke dalam Surga. Para Shahabat bertanya, “Surat apa itu wahai Rasulullah?” Beliau ﷺ menjawab, “Surat al-Mulk.”(Shahiih, HR. Ath-Thabrani dalam al-Ausath IV/391, Shahiihul Jaami’, no. 3644)

Dari Abu Hurairah رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,

Rasulullah ﷺ bersabda,.”Ada satu surat dalam Al-Qur-an yang terdiri dari tiga puluh ayat, yang akan memberikan syafa’at kepada seseorang sampai orang tersebut diampuni dosanya.”

Para Shahabat bertanya, “Surat apa itu wahai Rasulullah?” Beliau ﷺ menjawab,

Surat al-Mulk.“(Shahiih, HR. Ahmad, II/321, At-Tirmidzi, V/151, no. 2891, Abu Dawud, II/119, no. 1400, Ibnu Majah, II/1244, no. 3789, dan an-Nasaa-i, VI/496, Shahiihul Jaami’, no. 2091)

✅ ‘Abdullah bin Mas’ud رضي الله تعالىٰ عنه berkata,.”Barangsiapa yang membaca ‘Tabarakalladzi bi yadihil mulk’ (surat al-Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah ﷺ menamakan surat tersebut al-Mani’ah (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullaah (al-Qur-an). Barangsiapa yang membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (Hasan, Diriwayatkan oleh An-Nasaa’i dalam al-Kabiir, VI/179, Shahiih at Targhiib wat Tarhiib, no. 1589)

==

AYAT 1 S/D 11 : Penyesalan Penghuni Neraka

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ ۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Maha Suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 1)

Maknanya adalah; Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi di dunia dan di akhirat.-Zubdatut Tafsir, 754.

Allah memutuskan, bertindak, serta mengatur dengan ilmu dan hikmah-Nya. Segala sesuatu yang dinginkan-Nya akan terjadi, dan sesuatu yang tidak diinginkan-Nya tidak akan terjadi

-Aisarut Tafasir, Abu Bakar Jabir Al-Jazairi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُ

yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun,” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 2)

Maknanya adalah; Dia yang menetapkan kematian dan kehidupan bagi kalian untuk menguji kalian, siapakah di antara kalian yang paling ikhlas dan paling benar amalannya. (Taisirul Karimir Rahman, 875.)

Dan Dia Maha Perkasa untuk melakukan pembalasan terhadap orang yang durhaka kepada-Nya (Tafsirul Jalalain, 526) lagi Maha Pengampun untuk memberikan ampunan yang besar terhadap orang-orang yang bertaubat (Aisarut Tafasir, Abu Bakar Jabir Al-Jazairi).sesudah mereka berbuat durhaka terhadap-Nya dan menentang perintah-Nya.(Tafsirul Qur’anil ‘Azhim, 4/396.)

 

Kata ”kematian” didahulukan daripada kata ”kehidupan” dalam ayat ini karena kematian lebih kuat untuk menjadi pendorong bagi manusia melakukan amalan kebaikan. Amalan yang baik adalah amalan yang ikhlas dan benar. Sebagaimana perkataan Al-Fudhail bin ‘Iyadh (Beliau adalah seorang Tabi’ut Tabi’in yang wafat di Makkah tahun 187 H) ketika menafsirkan “ahsanu amala,” ia mengatakan; ”Lebih baik amalannya (adalah yang) paling ikhlas dan paling benar (amalannya).”

Al-Fudhail rahimahullah berkata, “Suatu amalan tidak akan diterima (oleh Allah ) hingga ikhlas dan benar. Ikhlas jika dilakukan karena Allah., dan benar jika sesuai dengan Sunnah (Rasulullah ).” Mukhtashar Tafsiril Baghawi, 962.

Allah memberi perintah serta larangan kepada manusia, dan menguji mereka dengan berbagai kesenangan syahwat yang menyelisihiperintah-Nya. Taisirul Karimir Rahman, 875.

Maka jika seorang hamba terjerumus dalam dosa dan kemaksiatan hendaknya ia segera memohon ampunan kepada Allah dan berupaya untuk memperbaiki amalannya, sehingga Allah akan menghapuskan dosa-dosanya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya sungguh Allah akan melenyapkan kalian. Lalu Dia (akan) mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa, kemudia mereka memohon ampun kepada Allah , dan Allah akan memberikan ampunan kepada mereka.” (HR. Muslim Juz 4 : 2749.)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًا ۗ مَا تَرٰى فِيْ خَلْقِ الرَّحْمٰنِ مِنْ تَفٰوُتٍ ۗ فَارْجِعِ الْبَصَرَ ۙ هَلْ تَرٰى مِنْ فُطُوْرٍ

yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 3)

Maknanya adalah; Yang telah menciptakan tujuh langit yang bertingkat-tingkat, Tafsirul Qur’anil ‘Azhim, 4/396 yang tidak saling bersentuhan.-Tafsirul Jalalain, 562. Kalian sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pengasih sesuatu yang tidak seimbang, bahkan sempurna dan tidak ada kekurangan.-Tafsirul Qur’anil ‘Azhim, 4/396.

Maka lihatlah berulang-ulang dengan penuh perhatian, apakah kalian melihat sesuatu kejanggalan?-Taisirul Karimir Rahman, 875.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ اِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَّهُوَ حَسِيْرٌ

Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.”

(QS. Al-Mulk 67: Ayat 4)

Maknanya adalah; kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatan kalian akan kembali kepada kalian dalam keadaan terhina dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan.penglihatan kalian pun dalam keadaan kelelahan.(Tafsirul Qur’anil ‘Azhim, 4/396.)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَـقَدْ زَيَّـنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ

Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.”

(QS. Al-Mulk 67: Ayat 5)

Maknanya adalah; sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bumi(Tafsirul Jalalain, 562) dengan bintang-bintang. Kami jadikan bintang-bintang tersebut sebagai pelempar para setan yang hendak mencuri berita dari langit.(Taisirul Karimir Rahman, 876) Dan Kami sediakan bagi para setan tersebut di akhirat siksa Neraka yang menyala-nyala. (Zubdatut Tafsir, 754.)

Qotadah rahimahullah berkata

خَلَقَ هَذِهِ النُّجُومَ لِثَلاَثٍ: جَعَلَهَا زِينَةً لِلسَّمَاءِ، وَرُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ، وَعَلاَمَاتٍ يُهْتَدَى بِهَا

Allah menciptakan bintang-bintang ini untuk tiga perkara, Allah menjadikannya sebagai perhiasan untuk langit, untuk melempar para syaitan, dan untuk menjadi alamat (tanda-tanda) sebagai penunjuk arah” (Shahih Al-Bukhari 4/107 secara táliq majzuum bihi)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ

Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya, akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

(QS. Al-Mulk 67: Ayat 6)

Maknanya adalah; orang-orang yang kafir kepada Rabb mereka dari kalangan manusia dan jin akan mendapatkan siksa Jahannam. Dan Neraka Jahannam adalah seburuk-buruk tempat kembali.-Taisirul Karimir Rahman, 876.-Tafsirul Jalalain, 562.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِذَاۤ اُلْقُوْا فِيْهَا سَمِعُوْا لَهَا شَهِيْقًا وَّهِيَ تَفُوْرُ

Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara,”

(QS. Al-Mulk 67: Ayat 7)

Maknanya adalah; apabila mereka dilemparkan ke dalamnya dengan penuh kehinaan dan kerendahan, mereka mendengar suara Neraka yang keras dan mengerikan,sedangkan Neraka itu mendidihdan bergejolak.-Taisirul Qur’anil Azhim, 4/462.-Tafsirul Jalalain, 562.-At-Tafsirul Muyassar, Shalih bin Muhammad Alu Asy-Syaikh.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۗ كُلَّمَاۤ اُلْقِيَ فِيْهَا فَوْجٌ سَاَلَهُمْ خَزَنَـتُهَاۤ اَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيْرٌ

“hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan kedalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?”

(QS. Al-Mulk 67: Ayat 8)

Maknanya adalah; hampir-hampir Neraka tersebut terbelah dan terpotong-potong karena marahnya terhadap orang kafir. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan orang-orang kafir, para Malaikat penjaga Neraka tersebut bertanya kepada mereka dengan nada celaan, “Apakah belum pernah datang kepada kalian ketika di dunia seorang pemberi peringatan, yang memperingatkan kalian tentang adanya Hari Kiamat?“-Zubdatut Tafsir, 755.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَآءَنَا نَذِيْرٌ ۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍ ۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ

“Mereka menjawab, Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.”
(QS. Al-Mulk 67: Ayat 9)

Maknanya adalah; mereka menjawab, “Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakannya sebagai bentuk penolakan terhadap dakwah mereka dan kami katakan, “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada seorang pun dari manusia. Kalian tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar”

-Aisarut Tafasir, Abu Bakar Jabir Al-Jazairi.

Di antara bentuk keadilan Allah bahwa Allah.tidak menyiksa manusia, kecuali setelah diutusnya Rasul kepada mereka. Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah

Allah menyebutkan keadilan-Nya terhadap makhlukNya, bahwa Allah tidak akan menyiksa seorang manusia, kecuali setelah tegak hujjah atasnya dan (setelah) diutusnya seorang Rasul kepadanya.-Tafsirul Qur’anil Azhim, 4/397.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْۤ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ

“Dan mereka berkata, Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 10)

Maknanya adalah; dan mereka berkata, “Seandainya kami mendengarkan dengan disertai pemahaman atau memikirkan peringatan tersebut, niscaya kami tidak akan menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala.“-Tafsirul Jalalain, 562.

✅ Pendengar dan akal merupakan sarana masuknya hidayah bagi seseorang. Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di “Mereka meniadakan dari diri mereka jalan-jalan-(masuknya) hidayah, yaitu mendengarkan (ayat-ayat) yang diturunkan oleh Allah, dan (syari’at) yang dibawa oleh para Rasul. Dan akal yang berguna bagi pemiliknya, yang akan mengantarkan (pemilik)nya pada hakikat suatu (kebenaran), menunjukkan kepada kebaikan, dan akan menjauhkan (pemiliknya) dari segala sesuatu yang akan berakibat mendatangkan celaan “ -Taisirul Karimir Rahman, 876

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاعْتَرَفُوْا بِذَنْۢبِهِمْ ۚ فَسُحْقًا لِّاَصْحٰبِ السَّعِيْرِ

Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 11)

Maknanya adalah; mereka mengakui dosa mereka, ketika tidak bermanfaat lagi pengakuan tersebut. Maka kebinasaanlah bagi penghuni Neraka yang menyalanyala, karena mereka dijauhkan dari rahmat Allah. -Tafsirul Jalalain, 562.

==

AYAT 12 S/D 19 : Orang yangTakut Kepada Allah

➡ TAFSIR SURAT AL-MULK AYAT 12 S/D 19

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 12)

Maknanya adalah; sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabb mereka yang tidak terlihat oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dari dosadosa mereka dan pahala yang besar yang telah Allah sediakan bagi mereka, yaitu Surga.-Taisirul Karimir Rahman, 876.

Di antara balasan bagi orang-orang yang takut kepada Allah adalah mereka akan mendapatkan naungan dari Allah pada Hari Kiamat.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda;

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada yang tidak ada naungan, kecuali naungan-Nya di antaranya;- Seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku takut kepada Allah” . Seorang laki-laki yang mengeluarkan suatu sedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. Dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesunyian hingga meneteslah air matanya. (HR. Bukhari Juz 1 : 629, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 2 :1031.)

.

Yang lebih besar dari semua kesenangan Surga adalah keridhaan Allah kepada para penghuni Surga.-Taisirul Karimir Rahman, 876.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman kepada penduduk Surga, “Wahai penduduk Surga.” Penduduk Surga menjawab, “Kami menjawab panggilanmu, wahai Rabb kami.” Allah berfirman, “Apakah kalian telah ridha?” Mereka menjawab, “Mengapa kami tidak ridha, sedangkan Engkau telah memberikan kepada kami sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari makhuk-Mu.” Allah berfirman, “Aku akan memberikan (sesuatu) yang lebih utama dari itu.” Mereka bertanya, “Wahai Rabb (kami), apakah sesuatu yang lebih utama tersebut?” Allah berfirman, “Aku telah menghalalkan kepada kalian keridhaan-Ku, maka Aku tidak akan murka kepada kalian setelah (ini) selama-lamanya.”(HR. Bukhari Juz 5 : 6183, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 4 :2829.

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاَسِرُّوْا قَوْلَـكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖ ۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ

Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 13)

Maknanya adalah; rahasiakanlah perkataan kalian atau kalian tampakkan, itu semua sama saja bagi Allah tidak ada yang tersembunyi baginya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati, berupa niat dan keinginan-keinginan.-Taisirul Karimir Rahman, 876.

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَ لَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ ۗ وَهُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ

Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Maha Halus, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 14)

Maknanya adalah; apakah Allah tidak mengetahui apa yang telah diciptakan-Nya, sedangkan Dia Maha Halus ilmu-Nya lagi Maha Mengetahui?-Tafsirul Jalalain, 563.

✅ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَـكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖ ۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahi lah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk 67: Ayat 15)

✅ Maknanya adalah; Dia-lah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kalian sehingga dapat ditempati dan tidak bergoncang, maka berjalanlah di segala penjurunya untuk mencari rizki dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Taisirul Karimir Rahman, 877.

Dan hanya kepada-Nya-lah kalian dibangkitkan dari alam kubur untuk mendapatkan balasan. Tafsirul Jalalain, 563.

Di dalam ayat ini terkandung motivasi untuk mencari rizki dan bekerja.-At-Tafsirul Muyassar, Shalih bin Muhammad Alu Asy-Syaikh.

Maka hendaknya seorang muslim optimis dan menempuh cara yang baik dalam mencari rizki. Karena suatu jiwa tidak akan pernah meninggal dunia hingga ia menghabiskan seluruh rizki yang telah ditetapkan baginya.

Sebagaimana diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

Wahai sekalian manusia bertaqwalah kepada Allah berbuat baiklah dalam mencari (rizki). Karena sesungguhnya suatu jiwa tidak akan pernah meninggal dunia hingga ia menghabiskan rizkinya, walaupun terlambat datangnya.” HR. Ibnu Majah : 2144. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh AlAlbani dalam Shahihul Jami’ : 2742.

Seorang muslim yang berusaha dengan sungguhsungguh dalam mencari rizki dan benar-benar bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan memberinya rizki kepadanya.

Sebagaimana diriwayatkan dari Umar ia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda;

Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya sungguh Allah akan memberikan rizki kepada kalian sebagaimana Allah memberi rizki kepada burung, ia pergi di pagi hari dalam kondisi perut kosong dan pulang di sore hari dalam keadaan perut kenyang.

(HR. Ahmad, Tirmidzi Juz 4 : 2344, dan Ibnu Majah : 4164, lafazh ini miliknya. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Ibni Majah Juz 10 : 3359.)

Insya Allah Bersambung…..

Dr. Abu Hafizhah Irfan,MSI

== ||••|| (Lanjut ke Halaman 2) ||••||