Kedahsyatan Setelah Kematian

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Kematian yang Menyadarkan-Ust.Ahmad Zainuddin

Rintangan Setelah Kematian-Ust.Ahmad Zainuddin

Rintangan Setelah Kematian-Ust.Syafiq Basalamah

Kehidupan Setelah Kematian-Ust Abdullah Zaen

Kehidupan Setelah Kematian-Ust Abdurrahman Thayyib

Dahsyatnya Kehidupan Setelah Kematian-Ust.Mizan Qudsiyah

Kita meninggal menunggu hari kematian-Ust.Syafiq Basalamah

Hanya Kematian Tempat Istirahat-Ust.Syafiq Basalamah

Kematian Tidak Bisa Dihindari-Ust.Khalid Basalamah

Mari Kita Siapkan Kematian-Ust.Khalid Basalamah

==

Al Itisam Adakah Istilah Bidah Hasanah Bag.1-Ustadz Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/1gyyx74dv7azd42btagvko94wdekfcc2
Al Itisam Adakah Istilah Bidah Hasanah Bag.2-Ustadz Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/ymlc9t7g2on9fn7gfama05mq948t15oe
Al Itisam Syubhat Bahwa Bidah Terbagi Menjadi 5 dan Bantahannya-Ustadz Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/8s2vqv9j45kjyghwje4mvd3enxh0y1dj
Bahaya Mengolok-ngolok Agama-Ust.Abu Hanifah Ibnu Yasin-mc.m4a
https://app.box.com/s/31ucbawi3bo4ietwbxfqp2ftgv7hpfbf
Mengenal Ringkas Makna Syahadat LA ILAHA ILLALLAH-Ust.Abu Hanifah Ibnu Yasin-mc.m4a https://app.box.com/s/y5kwj4wpq6imcgiswn1dm7kp4vsny3yg
(makna syahadat Muhammad Rasulullah)-Ust.Abu Hanifah Ibnu Yasin.mp3
https://drive.google.com/uc?export=download&id=1EhitN-RBg2MC096jJLK-Ccx5QYC8KgFo
Cara Bersyukur Kepada Allah-Ustadz Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/j2bcbhep2m96jo3c80k51ceyx4h713gu
Jangan CobaCoba Meninggalkan Shalat-Ustadz Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/2lndhph2hdmgxaabhz62amvbqbgbnpnx
Jangan Sekutukan Allah-Ust.Sofyan Chalid Ruray.mp3
https://app.box.com/s/hsf8jmv1biamxawscf72dz0m201ob6b9
Kapan Seorang Anak Wajib Mengerjakan Shalat Ustadz Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/z45ptapqa7svgpoxss6os0zg5bl2v3ip
Memudaratkan Orang Lain Maka Allah Akan Memudaratkanmu-Ustadz Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/sdd9fzdu9j7iydx0ps4uup1lrg8kx3h0
Sikap Muslim Menyikapi Berita Hoax-Ustadz Farhan AbuFuraihan.mp3
https://app.box.com/s/5qbicjnjpkjm9u1q0mu50gaa3fi9o24z
Tafsir Ibnu Katsir QS.Al Baqarah Ayat 6 Keadaan Sifat Orang Kafir-Ust.Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/uqsei8848o9ju6syxegkjmj99hy6eslr
Tafsir Ibnu Katsir QS.Al Baqarah Ayat 8 Sifat Orang Munafik-Ust.Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/n55si88nhatuqeae096ksk15dymz369o
Tafsir Ibnu Katsir QS.Al Baqarah Ciri dan Sifat Orang Beriman dan Bertakwa-Ust.Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/ho283hw5q1poojph5t30o6wq4kvc4ecd
 
==

Ebook

Kedahsyatan Setelah Kematian

Ada Apa Setelah Kematian – Asy SyaikhMuhammad bin Shalih Al Utsaimin

Misteri Setelah Kematian-Dr. Abu Hafizhah Irfan,MSI 33Hlm

Sebelum Datangnya Penyesalan Yaitu Kematian-Dr. Abu Hafizhah Irfan,MSI 25Hlm 

==

➡ KEDAHSYATAN SETELAH KEMATIAN

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

===

Tabiat manusia adalah benci terhadap kematian dan berusaha lari darinya.

Sebagaimana diriwayatkan dari Mahmud bin Labid , bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

Dua hal yang dibenci oleh anak Adam; (1) Kematian, (padahal) kematian lebih baik bagi seorang mukmin daripada fitnah. (2) Sedikitnya harta, (padahal) sedikitnya harta (akan menjadikan) sedikitnya hisab (pada Hari Kiamat).” (HR. Ahmad. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 139.)

Bagaimana pun cara manusia untuk menghindari kematian, pada saatnya kematian pasti akan datang.

✅ Allah Ta’ala berfirman;

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

(QS. Al-Jumu’ah 62: Ayat 8)

Setelah kematian manusia akan memasuki alam-kubur dan akhirat. Alam kubur merupakan persinggahan menuju akhirat. Barangsiapa yang selamat di alam kubur niscaya kehidupan setelahnya akan lebih mudah. Namun sebaliknya, barangsiapa yang tidak selamat di alam kubur niscaya kehidupan setelahnya akan lebih sulit.

Diriwayatkan dari ‘Utsman bin ‘Affan ia berkata,bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Sesungguhnya (alam) kubur merupakan tempat pertama (dari kehidupan) akhirat. Barangsiapa yang selamat darinya, maka (kehidupan) setelahnya akan lebih mudah. Namun barangsiapa yang tidak selamat darinya, maka (kehidupan) setelahnya akan lebih sulit.”

(HR. Tirmidzi Juz 4 : 2308, Hakim Juz 1 : 1373 dan Ibnu Majah : 4267. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Ibni Majah Juz 10 : 3442.)

Berikut ini adalah fase kehidupan manusia setelah kematian hingga berakhir di Surga atau di Neraka.

  • ➡ 1. RUH DIBAWA KE LANGIT

Setelah ruh manusia keluar dari jasadnya, maka ruh tersebut dibawa oleh para Malaikat ke langit. Malaikat memohon agar pintu-pintu langit dibuka untuk ruh orang yang beriman, dan pintu-pintu langit tidak akan dibuka untuk ruh orang kafir.

Allah berfirman;

اِنَّ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَاسْتَكْبَرُوْا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبْوَابُ السَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ حَتّٰى يَلِجَ الْجَمَلُ فِيْ سَمِّ الْخِيَاطِ ۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُجْرِمِيْنَ

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 40)

Allah memerintahkan agar ruh orang yang beriman dikembalikan ke bumi setelah kitab amalannya ditulis di Iliyyin, di Surga yang paling tinggi. Tafsirul Qur’anil Karim: Juz ‘Amma, 103 Sedangkan ruh orang kafir akan dihempaskan dengan kuat dari langit setelah kitab amalannya ditulis di Sijjin, di lapisan bumi yang paling rendah.-Tafsirul Qur’anil Karim: Juz ‘Amma, 98.

Allah Ta’ala berfirman:

حُنَفَآءَ لِلّٰهِ غَيْرَ مُشْرِكِيْنَ بِهٖ ۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَكَاَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ اَوْ تَهْوِيْ بِهِ الرِّيْحُ فِيْ مَكَانٍ سَحِيْقٍ

“(Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya. Barang siapa menyekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.”

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 31)

  • ➡ 2. HIMPITAN KUBUR

Di dalam kubur terdapat himpitan kubur. Tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari himpitan liang kubur, meskipun anak kecil sekalipun.

Diriwayatkan dari Abu Ayyub, Rasululah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Seandainya ada seseorang yang selamat dari himpitan kubur, niscaya anak ini akan selamat (dari himpitan kubur).” (Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 5238.)

Bahkan Sa’ad bin Muadz seorang Sahabat yang kematiannya pada tahun 5 H–karena luka akibat anak panah yang didapatkannya dalam perang Khandaq (Ikhtar Isma Mauludika, Muhammad ‘Abdurrahim)- menggoncangkan Arsy Allah , beliau juga merasakan himpitan kubur.

Sebagaimana diriwayatkan dari Jabir ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Arsy Ar-Rahman bergoncang karena kematian Sa’ad bin Muadz .”

(Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 3 : 3592, Muslim Juz 4 : 2466,Ahmad dan Ibnu Majah : 158. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 2521.)

Diriwayatkan pula dari ‘Aisyah ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Sesungguhnya kuburan memiliki himpitan. Seandainya ada seorang yang dapat selamat dari (himpitan kubur) tersebut, niscaya selamatlah Sa’ad bin Mu’adz .”-HR. Ahmad. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ : 2180.

Himpitan kubur bukanlah bagian dari siksa kubur.

Sebagaimana penjelasana dari Imam Adz-Dzahabi ; “Himpitan kubur bukan bagian dari siksa kubur, tetapi merupakan sesuatu yang harus ditemui seorang muslim-seperti rasa sakit yang ia rasakan ketika anaknya atau keluarganya meninggal ketika di dunia. Rasa sakit tersebut akan dirasakan oleh seorang hamba, dan hal tersebut bukan bagian dari siksa kubur dan bukan pula bagian dari siksa Neraka Jahannam. Namun untuk hamba yang bertaqwa (himpitan tersebut) akan diringankan oleh Allah dalam sebagiannya atau seluruhnya.”-Siyar A’lamin Nubala’, 1/ 290, dengan diringkas

  • ➡ 3. FITNAH KUBUR

Fitnah kubur adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh Malaikat Munkar dan Nakir kepada mayit tentang Rabb, Nabi dan agama. Fitnah kubur ini akan diberikan kepada semua orang yang telah mukallaf, baik yang mukmin maupun yang kafir.

Diriwayatkan dari ‘Utsman bin Affan ia berkata, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian dan mohonkanlah keteguhan untuknya, karena ia sekarang sedang ditanya (oleh Malaikat).”-HR. Abu Dawud : 3221, dengan sanad yang shahih.

Allah akan meneguhkan iman orang-orang yang-beriman di dalam kubur mereka dengan memberikan kemampuan untuk menjawab fitnah kubur.

Allah Ta’ala berfirman:

يُثَبِّتُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِ ۚ وَيُضِلُّ اللّٰهُ الظّٰلِمِيْنَ ۗ وَيَفْعَلُ اللّٰهُ مَا يَشَآءُ

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 27)

Ada beberapa orang yang tidak mendapatkan fitnah kubur, antara lain :

  • ➡ a. Para Nabi

Karena para adalah orang-orang yang dijadikan objek pertanyaan kepada manusia dan karena para Nabi lebih utama daripada para syuhada’.

  • ➡ b. Para shiddiqun (para pencinta kebenaran)

Shiddiqun adalah orang-orang yang sangat teguh kepercayaannya kepada kebenaran Rasul. Shiddiqun akan diselamatkan dari fitnah kubur, karena para shiddiqun lebih utama daripada para syuhada’. Hal ini sebagaimana yang diisyaratkan dalam firman Allah

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰٓئِكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰٓئِكَ رَفِيْقًا

Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 69)

  • ➡ c. Para syuhada’

Syuhada’ adalah orang-orang yang meninggal dunia dalam peperangan di jalan Allah (mati syahid). Suatu ketika ada salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah; “Wahai Rasulullah, mengapa orang-orang yang beriman-difitnah (ditanya) di dalam kuburnya kecuali orang yang mati syahid?” Rasulullah menjawab, “Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya sebagai fitnah (ujian baginya).”

-HR. Nasa’i Juz 4 : 2053. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh AlAlbani dalam Shahihul Jami’ : 4483.

  • ➡ d. Para murabithun

Murabithun adalah orang-orang berjaga-jaga diperbatasan wilayah pertempuran, meskipun mereka tidak mati syahid.

Diriwayatkan dari Salman ia berkata, aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Berjaga-jaga di perbatasan (wilayah pertempuran) sehari semalam lebih baik daripada puasa sebulan (penuh) dengan melakukan (shalat) pada malamnya. Jika ia meninggal dunia, maka pahala amalan shalih yang biasa ia lakukan akan terus mengalir untuknya, rizkinya senantiasa diberikan kepadanya dan (ia akan) diamankan dari fitnah (kubur).”-HR. Muslim Juz 3 : 1913.

  • ➡ e. Anak-anak dan orang gila

Karena mereka bukan mukallaf (tidak terkena beban syari’at).

  • ➡ 4. NIKMAT KUBUR ATAU SIKSA KUBUR

Barangsiapa yang berhasil menjawab pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Nakir, maka ia akan mendapatkan nikmat kubur. Adapun seorang yang gagal menjawab pertanyaan kubur, maka ia akan mendapatkan siksa kubur. Ruh orang-orang yang beriman akan tidur dikuburnya dan ruh orang-orang kafir akan disiksa di kuburnya. kubur orang yang beriman akan mendapatkan cahaya, sedangkan kubur orang yang selalu berbuat kemaksiatan akan dipenuhi dengan kegelapan. Ditampakkan setiap pagi dan sore tempatnya kelak pada Hari Kiamat; apakah di Surga atau di Neraka.

Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian meninggal dunia, maka akan diperlihatkan kepadanya tempatnya setiap pagi dan sore. Jika ia termasuk penghuni Surga, maka akan (diperlihatkan tempatnya) di Surga. Adapun jika ia termasuk penghuni Neraka, maka-akan (diperlihatkan tempatnya) di Neraka. Akan-dikatakan kepadanya hingga Allah membangkitkannya pada Hari Kiamat, “Inilah tempatmu.” (HR. Bukhari Juz 1 : 1313 dan Muslim Juz 4 : 2866.)

Siksa kubur akan menimpa ruh dan jasad.

Menampakkan Neraka setiap pagi dan sore merupakan bagian dari siksa kubur.

✅ Allah berfirman;

ﻭَﺣَﺎﻕَ ﺑِﺂﻝِ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥَ ﺳُﻮﺀُ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ ﴿٤٥﴾ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ ﻳُﻌْﺮَﺿُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻏُﺪُﻭًّﺍﻭَﻋَﺸِﻴًّﺎ ۖ ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺗَﻘُﻮﻡُ ﺍﻟﺴَّﺎﻋَﺔُ ﺃَﺩْﺧِﻠُﻮﺍ ﺁﻝَ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥَ ﺃَﺷَﺪَّ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ

Firaun beserta kaumnya dikepung oleh adzab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras”. [al Mukmin(Ghafir)/40: 45-46]

Di antara penyebab siksa kubur adalah; tidak-bertabir atau tidak membersihkan diri ketika buang air kecil, mengadu domba, berzina, riba, dan lain sebagainya. Nabi pernah melalui dua kuburan, lalu beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa dan keduanya disiksa bukan karena (dosa yang dianggap) besar. Salah satu dari keduanya suka mengadu domba dan yang lainnya tidak bertabir ketika ia buang air kecil” (HR. Bukhari Juz 1 : 213 dan Muslim Juz 1 : 292, lafazh ini miliknya.)

  • ➡ 5. HARI KEBANGKITAN

Setelah terjadi tiupan faza’ (kematian), maka hancurlah alam semesta. Kemudian setelah 40 masa ditiuplah tiupan ba’ts (kebangkitan).

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَآءَ اللّٰهُ ۗ ثُمَّ نُفِخَ فِيْهِ اُخْرٰى فَاِذَا هُمْ قِيَامٌ يَّنْظُرُوْنَ

Dan sangkakala pun ditiup maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah).”

(QS. Az-Zumar 39: Ayat 68)

✅ Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda berkata, “Jarak antara kedua tiupan adalah 40.” Para sahabat bertanya, “Apakah 40 hari?” Rasulullah menjawab,“Aku tidak mau mengatakannya.” Para sahabat bertanya, “Apakah 40 bulan?” Rasulullahmenjawab, “Aku tidak mau mengatakannya.” Para sahabat bertanya lagi, “Apakah 40 tahun?” Rasulullah menjawab, “Aku tidakmau mengatakannya.” Lalu Rasulullah kembali bersabda, “Kemudian Allah menurunkan hujan dari langit, maka manusia akan tumbuh seperti tumbuhnya sayuran. Tidak ada anggota tubuh pun dari manusia melainkan akan hancur kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor. Dari tulang ekor tersebut manusia disusun kembali pada Hari Kiamat.” (HR. Bukhari Juz 4 : 4651)

Manusia akan dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan tidak dikhitan.

Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas dari Nabi, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan tidak dikhitan.”

Kemudian Rasulullah membaca (ayat), “Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya.” QS. Al-Anbiya’ : 104.

Dan yang pertama kali diberi pakaian adalah Ibrahim ” (Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 3 : 3171, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 4 : 2860.)

  • ➡ 6. MAHSYAR

Setiap umat akan datang bersama para Rasul mereka menuju ke Mahsyar. Pada hari itu bumi diratakan. Allah menjadikannya terhampar luas, tidak ada bagian yang rendah dan tidak pula ada bagian yang menjulang tinggi,Tafsirul Qur’anil Karim: Juz ‘Amma, 26. sehingga bumi mampu menampung seluruh manusia meskipun banyak jumlahnya. Taisirul Karimir Rahman, 917.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَ

Katakanlah, (Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian,”

(QS. Al-Waqi’ah 56: Ayat 49)

لَمَجْمُوْعُوْنَ ۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ

pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.”

(QS. Al-Waqi’ah 56: Ayat 50)

Ketika itu matahari didekatkan oleh Allah sedekat satu mil. Sebagaimana diriwayatkan dari Miqdad bin Al-Aswad ia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda;

“Matahari pada Hari Kiamat akan didekatkan kepada (para) makhluk hingga berjarak (hanya) satu mil.”-HR. Muslim Juz 4 : 2864.

Sehingga manusia akan berkeringat sesuai dengan kadar amalannya ketika di dunia.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar , dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ; ”{Hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb-semesta alam (untuk menunggu hisab dan balasan) Tafsirul Jalalain, 587.}. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara mereka berdiri (tenggelam) dengan keringatnya hingga pertengahan kedua telinganya.”

(HR. Bukhari Juz 4 : 4654, Muslim Juz 4 : 2862, lafazh ini miliknya, dan Tirmidzi Juz 5 : 3336)

Lalu Neraka Jahannam pun didatangkan ditarik-dengan 70.000 tali kekang, setiap tali kekang ditarik oleh 70.000 Malaikat.

Diriwayatkan dari ’Abdullah (bin Mas’ud) ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Pada hari itu didatangkan Neraka Jahannam dengan 70.000 tali kekang, yang tiap-tiap tali kekangnya dipegang oleh 70.000 Malaikat yang menariknya.”

(HR. Muslim Juz 4 : 2842 dan Tirmidzi Juz 4 : 2573. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ :8001.)

Ketika orang-orang kafir melihat Neraka Jahannam, maka mereka berharap dapat menebus diri mereka dengan anak-anak mereka, isteri mereka, saudara mereka, keluarga mereka, bahkan dengan seluruh penduduk bumi agar mereka dapat selamat dari siksaan Neraka Jahannam.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

يُّبَصَّرُوْنَهُمْ ۗ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِيْ مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍۢ بِبَنِيْهِ (11)وَ صَاحِبَتِهٖ وَاَخِيْهِ (12)وَفَصِيْلَتِهِ الَّتِيْ تُـئْوِيْهِ(13)وَمَنْ فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ۙ ثُمَّ يُنْجِيْهِ (14)

Orang kafir ingin seandainya ia dapat menebus (dirinya) dari siksaan pada hari itu dengan anakanaknya. (Dengan) isteri dan saudaranya. Keluarganya yang melindunginya (ketika di dunia). Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (ia mengharapkan dengan tebusan tersebut dapat) menyelamatkannya.” QS. Al-Ma’arij : 11 – 14.

  • ➡ 7. HISAB

Manusia akan dihadapkan kepada Allah untuk dihisab. Orang kafir dan orang munafik akan dihisab di hadapan seluruh makhluk untuk mempermalukan mereka dan menegakkan hujjah atas mereka. Sedangkan orang yang beriman akan Allah hisab secara berduaan dengan-Nya.

Diriwayatkan dari Shafwan , Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;“Didekatkan seorang yang beriman kepada Rabb-nya –atau seorang yang beriman mendekat (kepada Rabbnya)- hingga sangat dekat. Kemudian orang yangberiman tersebut diperintahkan untuk mengakui dosadosanya. Lalu orang tersebut berkata, “Aku mengakuinya.” Allah berfirman, “Apakah engkau telah mengakuinya? Apakah engkau telah mengakuinya?” Maka Allah berfirman, “Aku telah menutupinya untukmu ketika di dunia, maka Aku akan mengampuninya untukmu pada hari ini.” Lalu diberikan kitab catatan kebaikannya. Adapun orang-orang (munafik) atau orang-orang kafir, maka Allah akan memanggil mereka di hadapan seluruh makhluk, “Merekalah orang-orang yang berdusta atas nama Allah. Ketahuilah bahwa laknat Allah akan menimpa orang-orang yang berbuat kezhaliman. QS. Hud : 18.

(HR. Bukhari Juz 4 : 4408.)

Umat yang pertama kali dihisab adalah umat-Muhammad. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;“Kita adalah (umat yang) terakhir, (akan tetapi) kita adalah (umat yang) pertama kali (dihisab) pada Hari Kiamat.” HR. Muslim Juz 2 : 855.

Amalan yang pertama kali dihisab adalah shalat,sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah masalah pertumpahan darah. Diriwayatkan dari ‘Abdullah (bin Mas’ud) ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;“Pertama kali yang akan diputuskan di antara para hamba adalah (tentang masalah pertumpahan) darah.

(HR. Muslim Juz 3 : 1678)

  • ➡ 8. PEMBAGIAN KITAB CATATAN AMAL

Kemudian kitab catatan amal manusia dibagikan. Manusia akan menerima kitab catatan amal yang tidak meninggalkan sesuatu yang kecil dan tidak pula sesuatu yang besar, kecuali semua tercatat dalam kitab tersebut.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَ يَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَـتَـنَا مَالِ هٰذَا الْـكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّاۤ اَحْصٰٮهَا ۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًا ۗ وَ لَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا

Dan diletakkanlah Kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, Betapa celaka Kami, Kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya, dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun.”

(QS. Al-Kahf 18: Ayat 49)

Orang yang beriman akan menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanannya. Sebagaimana firman Allah ;

فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ ۙ فَيَقُوْلُ هَآ ؤُمُ اقْرَءُوْا كِتٰبِيَهْ

Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, Ambillah, bacalah kitabku (ini).”

(QS. Al-Haqqah 69: Ayat 19)

Sedangkan orang kafir akan menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kiri, dengan dibengkokkan ke belakang. Karena tangan kanannya dibelenggu di lehernya dan tangan kirinya dibengkokkan ke belakang, sehingga ia menerimanya dari belakang punggungnya.

Tafsirul Qur’anil Karim: Juz ‘Amma, 114.40

Allah Ta’ala berfirman:

وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِشِمَالِهٖ ۙ فَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُوْتَ كِتٰبِيَهْ

Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.”

(QS. Al-Haqqah 69: Ayat 25)

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ وَرَآءَ ظَهْرِهٖ

Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang,”

(QS. Al-Insyiqaq 84: Ayat 10)

فَسَوْفَ يَدْعُوْا ثُبُوْرًا

maka dia akan berteriak, Celakalah aku!”

(QS. Al-Insyiqaq 84: Ayat 11)

  • ➡ 9. MIZAN

Kemudian amal perbuatan manusia ditimbang dengan timbangan yang hakiki dan sangat teliti.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذِ اِلْحَـقُّ ۚ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka, barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang yang beruntung,” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 8)

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْۤا اَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَظْلِمُوْنَ

dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 9)

Mizan pada Hari Kiamat jumlahnya hanya satu dan memiliki dua daun timbangan. Adapun yang ditimbang pada Hari Kiamat adalah; amalan, orang yang beramal dan kitab catatan amal. Dalil-dalilnya adalah sebagai berikut :

  • ➡ a. Yang ditimbang adalah amalan

Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : ”Sesuatu yang lebih berat di timbangan adalah akhlak yang baik.” (HR. Ahmad. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah Juz 2 : 876.)

  • ➡ b. Yang ditimbang adalah orang yang beramal

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya pada Hari Kiamat akan didatangkan seorang yang besar dan gemuk, namun di sisi Allah tidak mencapai berat sayap nyamuk.” Rasulullah bersabda; “Jika kalian bersedia bacalah (ayat), “Kami tidak mengadakan perhitungan (amal) bagi mereka pada Hari Kiamat.QS. Al-Kahfi : 105.

-Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 4 : 4452 dan Muslim Juz 4 :2785.

  • ➡ c. Yang ditimbang adalah kitab catatan amal

Sebagaimana disebutkan dalam hadits bithaqah (kartu) yang diriwayatkan dari ’Abdullah bin ’Amru bin Al-’Ash ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Kemudian diletakkan catatan-catatan tersebut pada satu daun timbangan dan kartu tersebut pada daun timbangan (yang lainnya).” -HR. Tirmidzi Juz 5 : 2639. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh AlAlbani dalam Shahihul Jami’ : 1776.

{{••••}}  (Lanjut ke Halaman 2)  {{••••}}

    Iklan