Keutamaan Ummahatul Mukminin(Ibunda Orang-Orang Yang Beriman)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

Biografi Ummahatul Mukminin (Ust. AbuHaidar al Sundawi)

Sifat Istri Nabi-Ust.M.Nur Ihsan

Bag.1:Bag2

Pelajaran Dari Istri Nabi-Ust.Abu Fairuz

Istri Nabi Adalah Ibunda Kaum Beriman-Ust.Ahmad Zainuddin

Pelajaran Berharga Dari Ummahatul Mukminin-Ust.Ahmad Zainuddin

Bag1:Bag2

Wasiat Allah Untuk Ummahatul Mukminin-Ust.Muhammad Hamid  
==

Kajian Ilmiah Ustadz Syafiq Basalamah

Jadilah Istri Yang Menyenangkan.mp3

Sifat Istri yang Harus Dipahami Suami

Jadilah Suami Penyayang Terhadap Istri

Nasehat untuk Wanita

Wanita Paling Mulia

Kepada Seluruh Wanita

*
Kajian Ilmiah Ustadz Khalid Basalamah

Peringatan Tegas Untuk Para Istri dan KaumWanita – .mp3

Nasehat Untuk Suami Istri

Tugas Utama Wanita

Hukum wanita menguploud foto di mediasosial.mp3

== 
Ebook

Keutamaan Ummahatul Mukminin-25Hlm

Ibunda Kaum Mukminin, Potret Indah Kehidupan Istri Nabi

.

➡ Keutamaan Ummahatul Mukminin

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

  • KEUTAMAAN UMMAHATUL MUKMININ

Isteri-istri Nabi adalah wanita yang mulia, yang berbeda dengan wanita-wanita yang lainnya.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

يٰنِسَآءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَاَحَدٍ مِّنَ النِّسَآءِ اِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَـطْمَعَ الَّذِيْ فِيْ قَلْبِهٖ مَرَضٌ وَّقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا

Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah-lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 32)

Isteri-isteri Nabi mendapatkan pahala dua kali lipat dibandingkan dengan wanita-wanita lain selain mereka.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتَعْمَلْ صَالِحًـا نُّؤْتِهَـآ اَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ ۙ وَاَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيْمًا

Dan barang siapa di antara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 31)

Isteri-isteri Nabi merupakan Ummahatul Mukminin (Ibunda orang-orang yang beriman), yang harus dihormati dan dimuliakan.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

اَلنَّبِيُّ اَوْلٰى بِالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ اَنْفُسِهِمْ وَاَزْوَاجُهٗۤ اُمَّهٰتُهُمْ ۗ وَاُولُوا الْاَرْحَامِ بَعْضُهُمْ اَوْلٰى بِبَعْضٍ فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ اِلَّاۤ اَنْ تَفْعَلُوْۤا اِلٰۤى اَوْلِيٰٓئِكُمْ مَّعْرُوْفًا ۗ كَانَ ذٰ لِكَ فِى الْكِتٰبِ مَسْطُوْرًا

Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah).”(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 6)

Sehingga orang yang beriman tidak diperbolehkan untuk menikahi isteri-isteri Nabi selama-lamanya.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَدْخُلُوْا بُيُوْتَ النَّبِيِّ اِلَّاۤ اَنْ يُّؤْذَنَ لَـكُمْ اِلٰى طَعَامٍ غَيْرَ نٰظِرِيْنَ اِنٰٮهُ وَلٰـكِنْ اِذَا دُعِيْتُمْ فَادْخُلُوْا فَاِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوْا وَلَا مُسْتَأْنِسِيْنَ لِحَـدِيْثٍ ۗ اِنَّ ذٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِى النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيٖ مِنْكُمْ ۖ وَاللّٰهُ لَا يَسْتَحْيٖ مِنَ الْحَـقِّ ۗ وَاِذَا سَاَ لْتُمُوْهُنَّ مَتَاعًا فَسْئَـــلُوْهُنَّ مِنْ وَّرَآءِ حِجَابٍ ۗ ذٰ لِكُمْ اَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّ ۗ وَمَا كَانَ لَـكُمْ اَنْ تُؤْذُوْا رَسُوْلَ اللّٰهِ وَلَاۤ اَنْ تَـنْكِحُوْۤا اَزْوَاجَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖۤ اَبَدًا ۗ اِنَّ ذٰ لِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللّٰهِ عَظِيْمًا

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelahnya (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.“(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 53)

✅ Berkata Imam Al-Qurthubi

Allah memuliakan isteri-isteri Nabi dengan menjadikan-mereka-sebagai-Ummahatul Mukminin (Ibunda orang-orang-yang beriman), yaitu-atas-wajibnya memuliakan, berbuat-baik, dan mengangungkan (mereka), serta kaum laki-laki diharamkan untuk menikahi mereka).”-Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, 14/54.

 

Berikut ini adalah isteri-isteri Nabi dan biografi singkat mereka :

  • ➡ 1. Khadijah binti Khuwailid

Khadijah merupakan ibu bagi anak-anak Nabi selain Ibrahim.

Rasulullah menikahinya setelah ia dinikahi dengan dua orang, yaitu; ‘Atiq bin ‘Abid dan Abu Halah At-Tamimi.

Rasulullah tidak menikah dengan wanita lain sampai ia meninggal dunia. Khadijah meningal dunia di kota Makkah pada tahun 10 kenabian sebelum Isra’ mi’raj, pada usia 65 tahun.

Di antara keutamaan Khadijah adalah bahwa Allah dan Malaikat Jibril mengirimkan salam kepadanya, dan ia dijanjikan akan Surga yang tidak ada suara teriakan di dalamnya.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah-berkata;

“(Pada suatu hari) Jibril datang-menemui Nabi dan berkata, “Wahai Rasulullah, inilah Khadijah yang datang membawa wadah berisi lauk, makanan, atau minuman, apabila ia datang kepadamu, maka sampaikanlah salam dari Rabb-nya dan salam-salam dariku. Berikanlah kabar gembira kepadanya dengan sebuah rumah di Surga dari bambu-yang indah, yang tidak ada suara teriakan-dan tidak ada keletihan di dalamnya.”-HR. Bukhari Juz 3 : 3609, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 4 : 2432.

  • ➡ 2. Saudah binti Zam’ah

Selang beberapa hari setelah wafatnya Khadijah, Rasulullah menikah dengan Saudah binti Zam’ah. Rasulullah menikahinya setelah ia dinikahi oleh seorang laki-laki muslim yang bernama As-Sukran bin ‘Amr, saudara laki-laki Suhail bin ‘Amr. Saudah meninggal dunia di Madinah pada masa pemerintahan ‘Umar, yaitu pada tahun 54 H.

✅ Di antara keutamaannya Saudah adalah ia memberikan-jatah-giliran-bermalamnya kepada ‘Aisyah, sebagai-bentuk rasa cintanya kepada Rasulullah

Sebagaimana diriwayatkan dari ‘Aisyah “Bahwa-Saudah-binti-Zam’ah-memberikan hak gilirnya kepada ‘Aisyah. (Sehingga) Nabi bergilir pada ‘Aisyah (dua kali, yaitu); hari ‘Aisyah-dan hari Saudah. HR. Bukhari Juz 5 : 4914, lafazh ini miliknya dan-Muslim Juz 2 : 1463.

  • ➡ 3. ‘Aisyah binti Abu Bakar

Rasulullah bermimpi melihat-‘Aisyah dua atau tiga kali, dikatakan-kepada beliau dalam mimpi tersebut, “Ini-adalah isterimu.” Lalu Rasulullah menikahi ‘Aisyah pada bulan Syawwal-di kota Makkah, sekitar dua atau tiga tahun-sebelum hijrahnya Nabi ke Madinah,ketika ‘Aisyah usia enam tahun.-Rasulullah tinggal serumah dengannya-ketika ‘Aisyah berusia sembilan tahun.

✅ ‘Aisyah telah meriwayatkan sebanyak-2.210 hadits. Dan ‘Aisyah menempati peringkat-keempat sahabat yang banyakmeriwayatkan hadits Nabi. ‘Aisyah meninggal dunia di-Madinah pada tahun 58 H, pada usia 66 tahun.

Di antara keutamaan ‘Aisyah adalah bahwa pernah turun wahyu kepada-Rasulullah ketika beliau sedang bersama-‘Aisyah-dalam-satu-selimut.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah ia berkata,Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

Wahai Ummu Salamah, janganlah engkau menyakitiku dengan keberadaaan ‘Aisyah. Demi Allah, wahyu wahyu tidak pernah turun kepadaku ketika aku sedang berada dalam satu selimut dengan salah seorang dari isteri-isteriku, kecuali ketika aku sedang bersama ‘Aisyah (dalam satu selimut).” HR. Bukhari Juz 3 : 3564.

Isteri Rasululla yang paling mulia adalah Khadijah dan ‘Aisyah. Kedua-memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh yang lainnya. Khadijah memiliki keutaaman menjadi orang yang pertama masuk Islam dan membantu perjuangan pada awal-awal Islam. Sedangkan ‘Aisyah-memiliki keutamaan bahwa ia membantu penyebaran ilmu pada masa penyebaran Islam.

  • ➡ 4. Hafshah binti ‘Umar

Rasulullah menikahi Hafshah pada tahun 3 Hijriyah. Rasulullah menikahinya setelah ia dinikahi oleh seorang laki-laki muslim yang bernama Khunais bin Khudzafah yang meninggal pada perang Uhud. Hafshah telah meriwayatkan sebanyak 60 hadits. Hafshah meninggal dunia di Madinah pada tahun 41 H.

  • ➡ 5. Zainab binti Khuzaimah

Rasulullah menikahi Zainab binti Khuzaimah  setelah suaminya ‘Abdullah bin Jahsy mati syahid pada perang Uhud.

Zainab binti Khuzaimah digelari Ummul Masakin (Ibunya orang-orang miskin),karena banyak memberi makan kepada orang-orang miskin. Zainab binti Khuzaimah meninggal dunia di Madinah pada tahun 4 H, selang dua bulan dari pernikahannya bersama Rasulullah

  • ➡ 6. Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah Al-Makhzumiyyah.

Rasulullah menikahi Ummu Salamah i pada tahun 4 hijriyah.

Rasulullah menikahinya setelah suaminya Abu Salamah ‘Abdullah bin ‘Abdul Asad meninggal dunia karena luka yang didapatinya ketika perang Uhud.

Ummu Salamah meninggal dunia di Madinah pada tahun 61 H.

  • ➡ 7. Zainah binti Jahsy Al-Asadiyyah

Zainab binti Jahsy adalah putri bibi Rasulullah.Ia dinikahi oleh Rasulullah a setelah diceraikan oleh anak angkat Rasululla, yaitu Zaid bin Haritsah pada tahun 5 H. Zainab binti Jahsy telah meriwayatkan sebanyak 11 hadits. Zainab binti Jahsy meninggal dunia pada tahun 20 H.

Di antara keutamaan Zainab binti Jahsy, adalah bahwa ia dinikahkan langsung oleh Allah dari atas tujuh lapis langit, sehingga dengan ini Zainab binti Jahsy berbangga di hadapan isteri-isteri Nabi yang lainnya.

✅ Sebagaimana firman Allah

وَاِذْ تَقُوْلُ لِلَّذِيْۤ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاَنْعَمْتَ عَلَيْهِ اَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللّٰهَ وَتُخْفِيْ فِيْ نَفْسِكَ مَا اللّٰهُ مُبْدِيْهِ وَتَخْشَى النَّاسَ ۚ وَاللّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشٰٮهُ ۗ فَلَمَّا قَضٰى زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنٰكَهَا لِكَيْ لَا يَكُوْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ حَرَجٌ فِيْۤ اَزْوَاجِ اَدْعِيَآئِهِمْ اِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا ۗ وَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ مَفْعُوْلًا

Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya, Pertahankanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah, sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak engkau takuti. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi.“(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 37)

Diriwayatkan dari Anas,ia berkata;

“Zainab berbangga di hadapan isteri-isteri Nabi dengan mengatakan, “Kalian telah dinikahkan oleh keluarga-keluarga kalian, sedangkan aku dinikahkan oleh Allah dari atas tujuh lapis langit.” HR. Bukhari Juz 6 : 6984.

Zainab binti Jahsy juga merupakan wanita yang suka bersedekah. Diriwayatkan dari ‘Aisyah ia berkata, Rasulullah bersabda; “Di antara kalian yang paling dahulu menyusulku (setelah aku wafat adalah) yang paling panjang tangannya di antara kalian.” Maka para isteri-isteri Nabi saling (mengukur) panjang tangan mereka (untuk mengetahui) siapakah yang paling-panjang tangan(nya di antara mereka).‘Aisyah berkata, “Yang paling panjang tangnnya di antara kami adalah Zainab binti Jahsy, karena ia suka bekerja dan bersedekah.”-HR. Muslim Juz 4 : 2452.

  • ➡ 8. Juwairiyyah binti Al-Harits Al-Khuzaiyyah

Juwairiyyah binti Al-Harits Al- Khuzaiyyah adalah wanita tawanan perang pada perang Bani Musthaliq. Ia adalah bagian dari harta ghanimah untuk Tsabit bin Qais, lalu Tsabit menjualnya.

✅ Rasulullah membebaskannya dan menikahinya pada tahun 6 Hijriyah. Nama aslinya adalah Barrah. Lalu Rasulullah menggantinya dengan Juwairiyyah. Karena pernikahannya dengan Rasulullah maka kaum muslimin membebaskan seratus budak tawanan perang, karena mereka telah menjadi kerabat Nabi. Ini adalah salah satu keberkahan Juwairiyah bagi kaumnya. Juwairiyyah binti Al-Harits meninggal dunia di Madinah pada tahun 56 H.

  • ➡ 9. Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan

Ummu Habibah dinikahi oleh Rasulullah a ketika Ummu Habibah berada di Habasyah, karena ia berhijrah ke kota tersebut. Ketika pernikahannya Raja Najasy memberikan mahar kepada.Rasulullah untuk diserahkan kepada Ummu Habibah sebesar empat ratu dinar. Ia dinikahi oleh Rasulullah setelah suaminya yang awalnya masuk Islam kembali menjadi orang nashrani, yaitu Ubaidullah bin Jahsy. Ummu Habibah telah meriwayatkan sebanyak 65 hadits.

✅ Ummu Habibah meninggal dunia di Madinah pada masa pemerintahan saudara laki-lakinya, yaitu Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun 44 H.

  • ➡ 10. Shafiyyah binti Huyay bin Akhthab

✅ Shafiyyah binti Huyay berasal dari Bani Nadhir dan ia adalah keturunan Nabi harun bin Imran. Rasulullah membebaskannya dari status hamba sahaya, dan pembebasan ini dijadikan sebagai maharnya. Ia dinikahi oleh Rasulullah setelah ia menikah dengan dua orang, yaitu Salam bin Misykam, lalu ia dicerai dan Kinanah bin Abil Haqiq yang terbunuh dalam perang Khaibar. Ia dinikahi oleh Rasulullah setelah penaklukan Khaibar pada tahun 6 H. Shofiyah telah meriwayatkan sebanyak 10 hadits.

Shafiyyah binti Huyay meninggal dunia di Madinah pada tahun 50 H.

  • ➡ 11. Maimunah binti Al-Harits Al-Hilaliyyah

Maimunah binti Al-Harits adalah wanita terakhir yang dinikahi oleh Rasulullah. Dahulu namanya adalah Barrah, lalu Rasulullah a menamakannya dengan Maimunah. Ia dinikahi oleh Rasulullah di Sarif pada tahun 7 H,waktu umrah qadha’, setelah ia dinikahi.oleh Ibnu ‘Abd Yalail dan Abu Rahm bin.‘Abdul Uzza. Maimunah binti Al-Harits meninggal dunia di Sarif pada tahun 51 H.

Dari sebelas isteri-isteri Rasulullah di atas, dua orang meninggal dunia sebelum meninggalnya Rasululah, yaitu Khadijah binti Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah. Sedangkan sembilan yang lainnya meninggal.dunia setelah meninggalnya Rasulullah. Masih ada dua orang wanita lagi yang pernah menikah.dengan Rasulullah namun beliau belum pernah berhubungan dengan keduanya dan keduanya tidak mendapatkan keutamaan.sebagai isteri Rasulullah.

Berkata Ibnul Qayyim;

Siapa saja yang diceraikan oleh Nabi ketika beliau masih hidup dan beliau belum menggaulinya,maka tidak dikatakan-sebagai isteri Nabi”-Jalaul Afham fi Shallati was Salami ‘ala Khairil Anam, 172.

(~~~) Lanjut Ke Halaman Dua (~~~)

Iklan