Hamba Hamba ArRahman.

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Doa Istighotsah dan Penjelasannya

2.Tata Cara Shalat Dhuha

3.Bagaimana Status Puasa Orang yang Tidak Sempat Berniat Puasa Karena Sakit dan Ketiduran?

4.Quraniyyun Menolak Hadits

5.Bolehkah Menggunakan Mahar Berupa Makhluk Hidup Kucing Atau Burung?

6.10 Nasehat Aktivis Muslim

7.Ukuran kebenaran itu adalah keimanan Para Sahabat Nabi

8.Berikan Hak Jalan

9.AMALAN YANG PAHALANYA BERLIPAT GANDA

10.Ibadurrahman

11.Sifat ‘ Ibadurrahman (1), Tawadhu’ & Lemah Lembut

12.Sifat ‘ Ibadurrahman (2), Rajin Shalat Malam 

13.Sifat ‘ Ibadurrahman (3), Berlindung dari Siksa Neraka

==

Tafsir Tentang Ibadurrahman-Ust.Armen Halim Naro

Kriteria Ibadurrahman-Ust.Moh.Suaib Al Faiz

Rahasia Dibalik Doa Ibadurrahman-Konsultasi Syariah

Aku Adalah Hamba Allah-Ust.Syafiq Basalamah

Hamba Allah Yang Mulia-Ust.Abdulla Roy

Sifat Hamba-Hamba Allah-Ust.Maududi Abdullah 

Ada_apa_setelah_ramadhan Ustadz Farhan Abu Furaihan.mp3
https://app.box.com/s/dpm2wupy48mctown51q3thk5gp4qk4jg
10 Kaidah Untuk Tegar di Atas Sunnah-Ust Sofyan Chalid Ruray.mp3
https://app.box.com/s/jrg03s57oqd1h119gfsju5cd9mmkq8l3
Dahsyatnya Neraka-Ust.Ariful Bahri.mp3
https://app.box.com/s/5t0q6f78fetolqolzv0z1fssv3jmhyzq
Hukum Jimat Dalam Islam-Ust Sofyan Chalid Ruray.mp3
https://app.box.com/s/njgo2k6uo1vk2pbyhbh6g101l45zi2pc
Jagalah Pakaianmu-Ust.Mizan Qudsiyah.mp3
https://app.box.com/s/d3y5bska0msd2s8c5585hape5x7cwoe8
Jangan_lupakan_hal_ini_sebelum_tidur Ustadz Mizan Qudsyiah MA.mp3
https://app.box.com/s/tn44a5dl7g1547cc790ej7nl2l8q8iol
Kelompok Yang Selamat-Ust.Ahmad Zainuddin.webm
https://app.box.com/s/cvsekthamsfb7tdy8wyko3hfzhr8k3kb
Kenapa Harus Istiqomah Setelah Ramadhan-Ust.Ahmad Zainuddin.mp3
https://app.box.com/s/yfesnqsz2vi7um6jc8ik44nqikpcum93
Keutamaan Shalat Ashar-Ust Mizan Qudsiyab.webm
https://app.box.com/s/qkgx13gd7f1jai2e81vhki8ux0scddnm
“Hakikat Kehidupan Dunia”-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi
https://drive.google.com/file/d/1gORLEyZYBYP6LCWgF-2bVEbVGvj2qnFV/view?usp=drivesdk  

.

➡ Hamba Hamba ArRahman

.

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

.==

  • Hamba Hamba ArRahman

Surah al-Furqan adalah salah satu surah yang biasa kita baca atau bahkan kita hafal dari al-Qur’an yang mulia, kalam Rabbul Alamin.

.

✅ Surah ini dinamakan al-Furqan yang bermakna pembeda (antara yang haq dengan yang batil) karena ayat pertama memuat kata tersebut,

.

تَبَارَكَ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡفُرۡقَانَ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦ لِيَكُونَ لِلۡعَٰلَمِينَ نَذِيرًا ١

 .      

Mahasuci Dzat yang telah menurunkan al-Furqan (yakni al-Qur’an) kepada hamba-Nya (Muhammad) agar dia menjadi peringatan bagi segenap alam.” (al-Furqan: 1)

Saudariku muslimah…

Entah sudah berapa kali kita menamatkan bacaan surah tersebut bila mengkhatamkan al-Qur’an merupakan kebiasaan kita. Namun, adakah sesuatu yang kita dapat dari surah tersebut yang bisa menjadi bahan renungan?

.

Tentu saja, jawabannya, banyak sekali! Nah, kita ingin membicarakan salah satunya, yaitu ayat-ayat yang memuat sifat-sifat para hamba Allah Yang Maha Penyayang (ar-Rahman), yang selanjutnya kita sebut dengan ‘ibadurrahman.

Al-Allamah al-Muhaddits Imam aljarh wat ta’dil zaman ini, asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali—semoga Allah ‘azza wa jalla menjaga beliau dan memanjangkan usianya dalam berkhidmat kepada sunnah—pernah menyampaikan keterangan tentang ayat-ayat tersebut dalam beberapa majelis di rumah beliau pada Ramadhan 1430 H.

.

Terkesan dengan keterangan beliau, kami menyusun tulisan ini dengan berbekal sebuah kitab yang memuat keterangan beliau yang berjudul Nafahat al-Huda wa al-Iman min Majalis al-Qur’an (hlm. 437—449).

.

Bacalah terlebih dahulu surah al-Furqan ayat 63—76. Itulah ayat-ayat yang memuat sifat-sifat ‘ibadurrahman, akhlak mereka, dan interaksi mereka dengan Rabb mereka serta dengan sesama manusia.

  • Tawadhu dalam Berjalan

.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

.

وَعِبَادُ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمۡشُونَ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ هَوۡنٗا

.       

Dan hamba-hamba ar-Rahman itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati….” (al-Furqan: 63)

.

Berjalan dengan rendah hati yang mereka lakukan tumbuh dari sifat tawadhu’ kepada Allah ‘azza wa jalla. Sifat ini adalah satu sifat yang terpuji dalam agama ini, bahkan terpuji dalam seluruh ajaran agama terdahulu.

.

Tengoklah salah satu wasiat Luqman kepada putranya terkait adab ini.

.

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ

.       

Janganlah engkau berjalan di atas bumi ini dengan angkuh (merasa besar diri/tinggi hati).” (Luqman:18)

.

Dalam surah al-Isra’, Allah ‘azza wa jalla berfirman,

.

وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّكَ لَن تَخۡرِقَ ٱلۡأَرۡضَ وَلَن تَبۡلُغَ ٱلۡجِبَالَ طُولٗا ٣٧

 .      

Janganlah engkau berjalan di atas bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali tidak pula engkau bisa mencapai tingginya gunung-gunung.” (al-Isra’: 37)

.

Ayat ini menunjukkan Allah ‘azza wa jalla menghinakan orang yang angkuh yang merasa dirinya besar, “Siapa kamu hingga kamu merasa besar diri dan meremehkan orang lain? Bukankah kamu tidak bisa mencapai tingginya gunung-gunung?”

.

Adapun ‘ibadurrahman berjalan di atas bumi-Nya Allah ‘azza wa jalla ini dengan penuh tawadhu kepada Allah ‘azza wa jalla , menghinakan diri di hadapan-Nya ‘azza wa jalla, dan rendah hati kepada orang-orang beriman.

Mereka berjalan dengan tenang, penuh kesantunan, tanpa dibuat-buat, sebagaimana orang sombong berjalan dengan gaya yang dibuat-buat.

 

.

  • Tidak Membalas Kebodohan dengan Kebodohan

.

Karena sempurnanya akhlak dan mulianya jiwa mereka, mereka tidak membalas ucapan buruk yang ditujukan kepada mereka dengan keburukan.

.

✅ Allah ‘azza wa jalla berfirman,

.

وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ قَالُواْ سَلَٰمٗا ٦٣

.

Jika orang-orang bodoh mengajak bicara mereka (menujukan kepada mereka ucapan-ucapan buruk), mereka mengatakan, ‘salaman’ (perkataan yang baik).” (al-Furqan: 63)

.

Mereka menjaga lisan mereka dari dosa dan dari ucapan yang dapat mencacati kehormatan dan kemuliaan mereka dengan tidak membalas ucapan buruk dengan keburukan.

.

Sebab, melayani perkataan buruk dari orang-orang bodoh yang tidak paham kemuliaan jiwa, akan mencacati kemuliaan orang-orang yang cerdas. Walaupun orang-orang bodoh itu mencaci dan menujukan kata-kata keji kepada mereka, mereka justru membalasnya dengan akhlak yang tinggi berupa kesabaran, kelembutan, dan ucapan yang baik. Saat dicaci orang bodoh, sebagian orang yang mulia berkata, “Assalamu ‘alaikum.”

.

✅ Allah ‘azza wa jalla berfirman,

.

سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ لَا نَبۡتَغِي ٱلۡجَٰهِلِينَ ٥٥

.       

Salamun ‘alaikum, kami tidak ingin bergaul (melayani) orang-orang jahil.” (al-Qashash: 55)

.

Janganlah engkau menjadi orang bodoh yang membalas cacian dengan cacian. Akan tetapi, tetaplah tenang dan sabar. Balaslah keburukan dengan kebaikan.

.

✅ Bukankah Allah ‘azza wa jalla berfirman,

.

وَلَا تَسۡتَوِي ٱلۡحَسَنَةُ وَلَا ٱلسَّيِّئَةُۚ ٱدۡفَعۡ بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِي بَيۡنَكَ وَبَيۡنَهُۥ عَدَٰوَةٞ كَأَنَّهُۥ وَلِيٌّ حَمِيمٞ ٣٤ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَمَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٖ ٣٥

 .      

Dan tidaklah sama kebaikan dan keburukan. Balaslah (keburukan itu) dengan yang lebih baik. (Jika engkau berbuat demikian) engkau dapati orang yang tadinya antara engkau dan dia ada permusuhan, (di belakang hari) seolah-olah merupakan teman yang sangat setia. Sifat itu (membalas keburukan dengan kebaikan) tidaklah dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidaklah dianugerahkan kecuali kepada orang yang memiliki keberuntungan yang besar.” (Fushshilat: 34—35)

.

Inilah akhlak yang diajarkan oleh Allah ‘azza wa jalla kepada kita. Dia menerangkan sifat-sifat kekasih dan hamba-hamba pilihan-Nya agar kita menirunya.

.

Ayat ke-63 dari surah al-Furqan di atas memuat dua interaksi yang dilakukan hamba: dengan Allah ‘azza wa jalla dan dengan sesama hamba Allah ‘azza wa jalla.

  • Menggunakan Sebagian Malamnya untuk Shalat

.

Ayat berikutnya (ayat 64) dalam surah al-Furqan khusus menyebutkan hubungan hamba dengan Rabbnya,

.

وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمۡ سُجَّدٗا وَقِيَٰمٗا ٦٤

.       

Orang-orang yang bermalam untuk Rabb mereka dengan banyak sujud dan berdiri.” (al-Furqan: 64)

.

Mereka beribadah kepada Allah ‘azza wa jalla dengan qiyamul lail.

Bermalam untuk Rabb mereka’, bukanlah maknanya mereka shalat sepanjang malam, tetapi sebagian waktu malam, sebagaimana ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mengapa?

.

Karena syariat agama kita ini mudah dan ringan, tidak memberati pemeluknya. Islam adalah agama yang pertengahan antara sifat meremehkan dan sifat berlebih-lebihan.

.

Karena itulah, tatkala sebagian sahabat ingin membebani diri dengan ibadah tertentu, ada yang berkata, “Aku akan shalat malam sepanjang malam dan tidak akan tidur.”

Yang lain berkata, “Aku akan selalu berpuasa dan tidak pernah berbuka.”

Yang satunya lagi berkata, “Aku akan fokus ibadah dan tidak akan menikah.”

.

✅ Ternyata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam marah kepada mereka dengan menyatakan,

.

        مَا بَالُ أَقْوَامٌ قَالُوْا كَذَا وَكَذَا؟ لَكِنّيِ أُصَلِّي وَأَنَامُ، وَأَصُوْمُ وَأُفْطِرُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ. فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

.

Mengapa orang-orang itu mengatakan ini dan itu? Aku shalat dan aku juga tidur. Aku puasa dan aku juga berbuka. Aku pun menikahi banyak wanita. Barang siapa membenci sunnahku, dia bukanlah temasuk golonganku.” (HR. al-Bukhari no. 5063 dan Muslim no. 1401 dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, dan ini adalah lafadz Muslim)

.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan puasa dan shalat yang paling dicintai Allah ‘azza wa jalla, dalam sabda beliau kepada Abdullah ibn Amr ibnul Ash radhiallahu ‘anhuma,

.

        أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ، كَانَ يَصُوْمُ يَوْمًا وَيُفْطِرَ يَوْمًا. وَأَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللهِ صَلاَةُ دَاوُدَ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُوْمُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ

.

Puasa yang paling Allah ‘azza wa jalla cintai adalah puasa Nabi Dawud ‘alaihissalam. Beliau ‘alaihissalam berpuasa sehari dan berbuka (tidak puasa) sehari. Shalat (malam) yang paling Allah ‘azza wa jalla cintai adalah shalat Dawud ‘alaihissalam. Beliau tidur separuh malam dan bangun shalat (setelahnya) selama dua pertiga malam dan tidur lagi (setelah shalat) seperenam malam (yang tersisa).” (HR. al-Bukhari no. 3420 dan Muslim no. 1159)

.

 ‘Ibadurrahman adalah orang-orang yang mengerjakan shalat dengan penuh khusyuk. Allah ‘azza wa jalla menyebutkan dalam firman-Nya,

.

 .

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢

.       

Sungguh, beruntung orang-orang yang beriman. (Yaitu) mereka yang khusyuk dalam mengerjakan shalat.” (al-Mukminun: 1—2)

.

  • Senantiasa Berdoa agar Dijauhkan dari Neraka

.       

Ibadurrahman mengimani adanya surga dan neraka. Mereka yakin akan dahsyatnya azab neraka dan kesengsaraan para penghuninya, hingga mereka memohon perlindungan kepada Allah ‘azza wa jalla dari neraka. Doa yang mereka lantunkan,

.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱصۡرِفۡ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا ٦٥

.       

Dan orang-orang yang berdoa, “Wahai Rabb kami, palingkanlah dari kami (jauhkanlah) azab Janannam. Sesungguhnya azabnya adalah kebinasaan yang kekal.” (al-Furqan: 65)

.

Orang-orang kafir akan diazab dalam neraka selama-lamanya. Azab itu senantiasa menyertai mereka. Mereka ingin rehat walau sebentar dari azab, namun tidak mereka dapatkan.

 .

Mereka tidak mati dalam neraka, namun hidup yang semestinya pun tidak. Mereka terus diazab sebagai balasan kekufuran mereka kepada Allah ‘azza wa jalla, kesyirikan mereka, dan gelimang maksiat saat hidup di dunia.

.

Adapun hamba-hamba Allah ‘azza wa jalla yang saat di dunia beriman kepada-Nya, beramal saleh, menjauhi perbuatan buruk dan tercela—terutama kekafiran—sembari memohon kepada Allah ‘azza wa jalla agar dijauhkan dari api neraka. Sebab, seseorang tidak bisa menjamin dirinya selamat dari azab, apa pun amalannya.

.

Rasul yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan satu doa untuk dibaca pada akhir setiap shalat sebelum salam, baik shalat fardhu atau nafilah, sebagaimana yang tersampaikan lewat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,

.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

.

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الْآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ: مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الَحْمْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

.

Apabila salah seorang dari kalian selesai dari tasyahhud akhir, hendaknya dia berlindung kepada Allah dari empat perkara (yaitu); dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari kejelekan al-Masih ad-Dajjal.” (HR. Muslim no. 588)

.

Doa Setelah Tasyahhud Akhir Sebelum Salam 1

.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

.

Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qobr, wa min ‘adzaabi jahannam, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid-dajjaal.

.

Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.(HR. Al-Bukhari 2/102 dan Muslim 1/412. Lafal hadits ini dalam riwayat Muslim.)

.

Doa Setelah Tasyahhud Akhir Sebelum Salam 2

.

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

.

Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qobr, wa ‘adzaabin-naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarril masiihid-dajjaal.

.

Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, siksa neraka, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan Almasih Dajjal.-HR. Muslim no. 588.

.

Doa Setelah Tasyahhud Akhir Sebelum Salam 3

.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

.

Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qobr, wa a’uudzu bika min fitnatil masiihid-dajjaal, wa a’uudzu bika min fitnatil mahyaa wal mamaat. Allaahumma innii a’uudzu bika minal ma’tsami wal maghrom.

.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah Almasih Dajjal. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan setelah mati. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari perbuatan dosa dan kerugian.(HR. Al-Bukhari 1/202 dan Muslim 1/412.)

.

Ibadurrahman tidaklah teperdaya dan silau dengan iman, amal saleh, dan ibadah mereka yang banyak. Mereka juga tidak tertipu oleh qiyamul lail yang mereka lakukan hingga dengan percaya diri mengatakan, “Kami pantas masuk surga dengan kelebihan yang ada pada kami.” Hal itu sebagaimana yang terjadi pada orang-orang dungu, ahlul bid’ah dan kesesatan, yang merasa yakin masuk surga.

.

Becerminlah kepada manusia-manusia terbaik setelah para nabi dan rasul, yaitu para sahabat radhiallahu ‘anhum. Mereka tidak merasa aman dengan diri-dirimereka.

.

Seorang tabi’in, Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah, berkata, “Aku telah berjumpa dengan tiga puluh orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka semua mengkhawatirkan kemunafikan menimpa diri-diri mereka.”

.

Demikianlah seharusnya seorang mukmin. Dia tidak merasa aman terhadap dirinya, tidak bangga diri dan membanggakan amalnya.

.[||||||] Lanjut ke Halaman 2 [|||||||]

Iklan