Takwa & Tawakal Cara Menghadapi Makar Musuh

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Waspadai Tipu Daya Musuh

2.Menghadapi Tipu Daya Orang Kafir

3.Waspadai Makar Misionaris Dalam Menyesatkan Ummat

4.Bangunan Islam (Syarah Rukun Islam)bag.3

5.Daftar Sekolah Pengusaha Muslim KPMI Entrepreneur School (KES) Angkatan 8

6.Berikut Ini Bukan Durhaka Kepada Orang Tua

7.Bangunan Islam (Syarah Rukun Islam)

8.Ketika Anda Didekati Orang Baik

==

Peringatan Dari Syaitan dan Tipu Dayanya-Ust.Sofyan Bafin Zen

Hakikat Syiah dan Makarnya-Ust.Ali Musri

Sejarah Hitam Makar Yahudi-Ust.Ali Salman

Takwa-Ust Abu Haidar

Bag1:Bag2

Takwa-Ust Abu Zubeir Al-Hawaary

Tawakkal-Ust.Firanda Andirja

Hakikat Takwa Kepada Allah – Indonesia – Fariq Qasim ‘Anuz

==

Pilar Pilar Tawakkal-Ust Syariful Mahya Lubis
https://mir.cr/1ZJFRFS5
https://drive.google.com/file/d/1vW0f8I_c3TpINwPiZ-Drwo7rJolYkpj5/view?usp=drivesdk
Fenomena Pengikut Dajjal-Ust. Zainal Abidin Syamsudin.webm
https://mir.cr/AQHII7BO
https://drive.google.com/file/d/1p0TACs58er1xy6IjH8ssqe14LaxaeXZN/view?usp=drivesdk
11 Renungan Sains-Ust.Ali Ahmad Bin Umar.mp3
https://app.box.com/s/oh7rrk8e63g1ym8cctfwazijatym11qu
Agar Turun Pertolongan Allah Bag.1-Ust.Nizar Saad Jabal.mp3
https://app.box.com/s/igjep60a5e1syqmszlukigto4qze5tqm
Agar Turun Pertolongan Allah Bag.2-Ust.Nizar Saad Jabal.mp3
https://app.box.com/s/th746hqmr0uyog4l413jlszyqbiqwo8e
Doa Orang Yang Terdzalimi Cepat Terkabulkan-Ust.Syauqi AlYamani.mp3
https://app.box.com/s/i99k4slima9fvqvwz3paql2f2lj4w0q1
Hiduplah Sesuai Levelmu-Ust.Maududi Abdullah.webm
https://app.box.com/s/qkwfgpwvloocpz7tr2e750awkd8fsdkw
Keutamaan Mengasingkan Diri-Ust.Abu Hasan Arif.mp3
https://app.box.com/s/8hidvn50p9owvwcr2nmzckqngzaty158
Lentera Kebaikan-Ust.Rizal Yuliar Putrananda.mp3
https://app.box.com/s/noyhynq6pxpohbqimhk8byg20ohjgx3j
Ngalap Berkah-Ust.Suryadi Abidin.webm
https://app.box.com/s/9yassx79c7hf934mla759aup2e4p46nq
Rumah Tangga Rasulullah-Ust.Zainul Arifin.mp3
https://app.box.com/s/hs3pq6u83x80efty82xxaen3twcehik4
Tantangan Dakwah Para Ulama Salaf-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/3b9vnukrevkpnmc1ta4vr2sk13oggesr
Kemilau Aqidah salaf (Aqidah Imam Qutaibah bin Sa’id Al-Balkhy ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ )-Ustadz Dzulqarnain, M Sunusi
Bag1:https://drive.google.com/file/d/1-DEshJms38XYcN7mczhuzF-IZYOYMBo0/view?usp=drivesdk
Bag2:https://drive.google.com/file/d/1t1IPaagb-QVIYT1Siuc9pbrNo8jwelK4/view?usp=drivesdk
Yaa Allah….Kumohon Kerinduan Bertemu Dengan_MU-Ust. Salman Mahmud
https://drive.google.com/file/d/10WlG6KE4wWefflwM-xWaG3G4tmjoZCNu/view?usp=drivesdk
Satu Langkah Tinggalkan Berita-Ustadz Ammi Nur Baits
https://drive.google.com/file/d/1-hC8y4Uy0iJ4GsRAmaFnzPNZIanqj1XB/view?usp=drivesdk
GENERASI TERBAIK-Ustadz Muhammad Alif,Lc
https://drive.google.com/file/d/1-X5PqgTzTfP3ZHveNena4E8o0q-XTV9T/view?usp=drivesdk
UNTAIAN NASEHAT ‘ULAMA TIMUR TENGAH-Syaikh Nu’man Bin Abdil Karim Al-Watr
https://drive.google.com/file/d/1mC_vMHJVh9kPwr7U9O33i6Sp7XZJHuuc/view?usp=drivesdk
LINK DOWNLOAD REKAMAN AUDIO TABLIGH AKBAR ULAMA ARAB SAUDI
Fadhilatusy: Syaikh Abdul hadi Al-Umairy ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ * _(pengajar ma’had&anggota pelayanan masjidil haram,arab saudi)_
*Fadhilatusy: Syaikh Badr Abdillah Al-Furayh ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ * _(mudir urusan ilmiah & pengarahan pada kantor departemen umum urusan masjidil haram & masjid nabawi)_
*Istiqomah Sesudah Ramadhan https://s.id/5wDnN
https://drive.google.com/file/d/14G5Lb2BnCe1oBibFVxzzWGyGvs2lQgtE/view?usp=sharing
*Kiat-Kiat Menggapai Hidayah https://s.id/5wDtR
https://drive.google.com/file/d/1juACK59TmXNgPBw1a-mtSjv7KMqd9hX2/view?usp=sharing
*Pengaruh Tauhid Dalam Kehidupan Seorang Hamba sesi-1https://s.id/5wDwr
https://drive.google.com/file/d/1UJzOKwTt2GZn54fe9EZOoxdlVL-SMkeW/view?usp=sharing
*Pengaruh Tauhid Dalam Kehidupan Seorang Hamba sesi-2 https://s.id/5wDCa
https://drive.google.com/file/d/1sDimHyU70XqjqFP63KsA7wRnhX2fj16O/view?usp=sharing
*Berbekal Untuk Negeri Akhirat https://s.id/5wDFy
https://drive.google.com/file/d/1EQv4tDBL54DD89dEMIhs4XXBhcwIEZHu/view?usp=sharing  

==
Ebook

Mengenal Tauhid Lebih Dekat-Ust.Ari Wahyudi (335Halaman)
https://app.box.com/s/es1kbzaocj3lye1xeki5rze1g49ixt4t
https://drive.google.com/file/d/1-3f6Z4On5ZQ-CnmSuqET–PjufTuHlcw/view?usp=drivesdk  

Waspadai Tipu Daya Musuh

Anjuran Untuk Selalu Bertaqwa Kepada Allah

Tawakkal

Bertawakkal Kepada Allah 

==

Takwa & Tawakal Cara Menghadapi Makar Musuh (Sufi, Syiah, kaum liberal, komunis, dan paham menyimpang yang menanamkan kebencian dan permusuhan terhadap para dai tauhid yang berjalan di atas Kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Dengan Penyebaran Opini Dusta, Makar Mereka Mengatakan Wahabi, Cebong Sawah, Antek Yahudi, Talafi, Dll)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

==

Berbagai tuduhan, tudingan, dan hujatan dicurahkan kepada para dai tauhid dan sunnah. Demikian pula kepada negara tauhid dan sunnah, Kerajaan Arab Saudi, bahwa mereka adalah wahabi dan kerajaan yang menebarkan ajaran/doktrin wahabiyah.

Bahkan, tuduhan tersebut tidak sampai pada tahapan itu saja. Mereka menyatakan bahwa radikalisme dan terorisme di dunia ini sumbernya adalah wahabi, salafi, dan para tokohnya, seperti Ibnu Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, dll.

Kalau kita perhatikan dengan saksama, tuduhan-tuduhan yang disebarkan oleh Sufi, Syiah, kaum liberal, komunis, dan paham menyimpang lainnya melalui berbagai media ternyata memiliki tujuan yang sama, yaitu menanamkan kebencian dan permusuhan terhadap para dai tauhid yang berjalan di atas Kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula Kerajaan Arab Saudi yang berjalan membelanya.

Berikut ini beberapa penjelasan tentang hakikat makar mereka dan cara menghadapinya. Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan hidayah dan taufik untuk memahami dan berjalan di atasnya.

 

  • Pergulatan Antara Kebenaran dan Kebatilan

Pergulatan antara orang-orang yang mengikuti kebenaran (ahlul haq) dan orang-orang yang mengikuti kebatilan (ahlul batil) merupakan sunnatullah (ketetapan dari Allah subhanahu wa ta’ala) yang pasti terjadi. Hal itu tidak bisa dihindari. Ia merupakan ujian dan cobaan dari Allah subhanahu wa ta’ala terhadap para hamba-Nya.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Demikianlah, apabila Allah menghendaki, niscaya Allah akan membinasakan mereka. Akan tetapi, Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain.” (Muhammad: 4)

✅ Asy-Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah menafsirkan ayat di atas,

Hukum-hukum yang disebutkan terkait dengan diujinya orang beriman dengan orang kafir, silih bergantinya kemenangan di antara mereka, dan tertolongnya sebagian mereka menghadapi sebagian lainnya; jika Allah subhanahu wa ta’ala berkehendak, sungguh Dia akan menolong orang-orang yang beriman.

Sebab, Dia adalah Dzat yang Mahakuasa melakukan segala sesuatu. Dia Mahakuasa untuk tidak menakdirkan kemenangan bagi orang-orang kafir di satu tempat pun selama-lamanya sehingga orang-orang beriman berhasil membinasakan kebun-kebun mereka.

✅ Akan tetapi, sungguh Allah subhanahu wa ta’ala akan menguji sebagian kalian dengan yang lainnya agar terjadi jihad fi sabilillah. Dengan ujian itu, tampak jelas keadaan para hamba-Nya, mana yang jujur dan mana yang dusta.

Dengan demikian, orang yang beriman bisa beriman dengan yang benar berlandaskan bashirah (ilmu dan keyakinan), bukan iman yang dibangun karena mengikuti kelompok yang menang. Sebab, iman yang seperti itu lemah sekali. Iman yang seperti itu tidak akan bertahan saat pemiliknya menghadapi ujian dan cobaan.” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hlm. 785)

Para nabi dan rasul adalah golongan hamba-Nya yang paling mulia. Mereka juga dibenturkan dengan para musuhnya.

✅ Demikian berita Allah subhanahu wa ta’ala dalam kitab-Nya,

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّٗا شَيَٰطِينَ ٱلۡإِنسِ وَٱلۡجِنِّ يُوحِي بَعۡضُهُمۡ إِلَىٰ بَعۡضٖ زُخۡرُفَ ٱلۡقَوۡلِ غُرُورٗاۚ وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُۖ فَذَرۡهُمۡ وَمَا يَفۡتَرُونَ ١١٢ وَلِتَصۡغَىٰٓ إِلَيۡهِ أَفۡ‍ِٔدَةُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ وَلِيَرۡضَوۡهُ وَلِيَقۡتَرِفُواْ مَا هُم مُّقۡتَرِفُونَ ١١٣

       

Dan demikianlah, Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

Dan (juga) agar hati kecil orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat cenderung kepada bisikan itu, mereka merasa senang kepadanya dan supaya mereka mengerjakan apa yang mereka (setan) kerjakan.” (al-An’am: 112—113)

✅ Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata menafsirkan ayat di atas,

Allah subhanahu wa ta’ala menghibur Rasul-Nya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menyatakan bahwa sebagaimana Kami menjadikan bagimu musuh-musuh yang menolak dakwahmu, memerangimu, dan dengki terhadapmu—ini adalah sunnah (ketentuan)-Ku—demikian pula Aku menjadikan musuh bagi setiap nabi yang Aku utus kepada makhluk.

✅ Musuh-musuh mereka adalah setan-setan dari golongan jin dan manusia. Mereka menghadang dan menentang dakwah para rasul.

Sebagian mereka menghias-hiasi perkara batil yang mereka serukan kepada yang lain. Mereka kemas dengan ungkapan yang menarik hingga menampilkannya dalam bentuk yang terbaik.

Tujuannya adalah menipu orang-orang bodoh. Orang dungu yang tidak memahami hakikatnya dan makna sebenarnya akan menerimanya. Slogan yang dikemas dan dihias tersebut membuat takjub orang yang bodoh. Mereka pun meyakini bahwa yang benar adalah batil, sedangkan yang batil dianggap sebagai kebenaran.

Oleh karena itulah, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa hati orang yang tidak beriman terhadap akhirat akan condong terhadap slogan/ucapan kosong itu. Sebab, ketiadaan iman terhadap hari akhir dan ketiadaan akal yang bermanfaat di hati mereka, telah mendorong mereka (untuk condong terhadapnya).

 

  • Penyebaran Opini Dusta, Makar Mereka

Di antara makar-makar ahlul batil dalam rangka menanamkan kebencian dan permusuhan terhadap ahlul haq dan para dai yang mengajak kepada kebenaran adalah menyebarkan opini-opini yang buruk terhadap seluruh umat manusia melalui seluruh media massa. Bahkan, opini itu mereka sebarkan melalui kajian, pelajaran di sekolah, dan sebagainya.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Makar mereka ini bukanlah hal yang baru. Ini sudah dilakukan oleh pendahulu mereka terhadap para nabi dan para rasul.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

         

كَذَٰلِكَ مَآ أَتَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا قَالُواْ سَاحِرٌ أَوۡ مَجۡنُونٌ ٥٢  أَتَوَاصَوۡاْ بِهِۦۚ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٞ طَاغُونَ ٥٣

       

Demikianlah, tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, “Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila.”

Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu? Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas. (adz-Dzariyat: 52—53)

✅ Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menghibur Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Apa yang dikatakan orang musyrik kepadamu, wahai Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dahulu juga diucapkan kepada para rasul ‘alaihimussalam. Seperti itulah. Tidaklah datang seorang rasul pun kepada mereka (para pendusta) kecuali mereka akan berkata terhadap rasul itu sebagai tukang sihir atau orang gila.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘Apakah mereka saling mewasiatkan ucapan itu? Bahkan, mereka adalah kaum yang melampaui batas (zalim).’

✅ Maknanya, mereka adalah kaum yang melampaui batas. Hati mereka serupa sehingga apa yang diucapkan oleh generasi belakangan sama dengan yang dikatakan oleh para pendahulunya. Maka dari itu, wahai Muhammad, berpalinglah dari mereka. Kami tidaklah mencelamu dengan sikapmu tersebut.” (Tafsir al- Qur’an al-‘Azhim, 4/201)

Bahkan, Fir’aun la’natullah ‘alaihi mengelabui kaumnya dengan opini dusta kepada kaumnya tentang Nabi Musa ‘alaihissalam dan dakwahnya.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan dalam kitab-Nya,

         

وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ ذَرُونِيٓ أَقۡتُلۡ مُوسَىٰ وَلۡيَدۡعُ رَبَّهُۥٓۖ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُبَدِّلَ دِينَكُمۡ أَوۡ أَن يُظۡهِرَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ٱلۡفَسَادَ ٢٦

       

Dan berkata Firaun (kepada pembesar-pembesarnya), “Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Rabbnya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi.” (Ghafir: 26)

✅ Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah menjelaskan bahwa ucapan Fir’aun ini adalah kalimat yang paling mengherankan. Orang yang paling jahat menasihati rakyatnya supaya tidak mengikuti orang terbaik (Musa ‘alaihissalam). Itu adalah penipuan dan pemutarbalikan fakta.

✅ Pada zaman sekarang ini, kaum Sufi, demikian pula Syiah, kaum liberalis, sosialis, komunis, dan lainnya, melalui berbagai media menyematkan julukan “wahabi”, “salafi wahabi” kepada orang yang berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menyebarkan opini tersebut dalam rangka menjauhkan kaum muslimin dari para dai sunnah.

✅ Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah mengatakan, “Julukan tersebut bertujuan menanamkan kebencian dan menjauhkan umat dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kalian wajib teliti dalam urusan tersebut dan memerhatikan maknanya.

Penamaan ‘wahabi’ adalah penisbatan kepada seorang alim ulama, bukan penisbatan kepada Marx atau Lenin, bukan kepada Amerika atau Rusia, bukan pula kepada salah seorang pemimpin yang memusuhi Islam. Meski demikian, kita tidak boleh menisbatkan diri kecuali kepada Islam dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (al-Mushara’ah, hlm. 294—295)

✅ Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah juga berkata, “Apabila engkau mendengar seseorang berkata, ‘Orang ini wahabi,’ ketahuilah bahwa orang tersebut memiliki dua kemungkinan:

Orang jelek yang berbuat kejelekan,

Orang bodoh yang tidak bisa membedakan.

Semua ini adalah kedustaan besar yang dituduhkan kepada seorang dai yang mengajak umat untuk mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

  إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلۡفَٰحِشَةُ فِي ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ١٩

       

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (an-Nur: 19)

Saudara-saudaraku di jalan Allah subhanahu wa ta’ala, Allah subhanahu wa ta’ala menamai kita muslimin. Kita adalah umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita tidak rela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diganti oleh yang lain. Kita tidak rela dinisbatkan kepada al-Imam asy-Syafi’i, Zaidi, Wahabi, atau yang lainnya.

✅ Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah adalah seorang alim yang mulia. Dengan menisbatkan seseorang kepada beliau, mereka menganggap bisa berbuat buruk (menjauhkan umat darinya).

✅ Aku nasihatkan kepada saudaraku di jalan Allah subhanahu wa ta’ala untuk membaca Kitab at-Tauhid. Niscaya akan kalian lihat di dalamnya ayat al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Itu adalah sebuah kitab yang mulia. Walaupun ada beberapa hadits dhaif di dalamnya, tetapi tidak berbahaya. Sungguh, aku telah menjelaskannya di dalam kitabku an-Nahju Sadid. Bacalah!

✅ Janganlah engkau menjadi pembebek kejelekan dengan menyatakan, ‘Apabila orang-orang berbuat baik kepadaku, aku akan berbuat baik kepadanya. Apabila mereka berbuat buruk, akupun akan berbuat buruk kepada mereka.’

(Jangan seperti itu,) perhatikan diri-diri kalian. Apabila orang-orang berbuat baik kepadamu, berbuat baiklah kepada mereka. Apabila mereka berbuat buruk, janganlah engkau menzalimi mereka. Wallahu a’lam.” (al-Mushara’ah, hlm. 398)

 

  • Intimidasi dan Provokasi

Musuh-musuh dakwah ini, seperti kaum Sufi, Syiah, liberalis, sosialis, komunis, dll., tidak segan melakukan intimidasi dan provokasi terhadap para dai yang mengajak kepada tauhid dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Modus ini pun bukan makar yang baru.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala memberitakan intimidasi yang dilakukan oleh orang-orang munafik terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiallahu ‘anhum,

ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدۡ جَمَعُواْ لَكُمۡ فَٱخۡشَوۡهُمۡ فَزَادَهُمۡ إِيمَٰنٗا وَقَالُواْ حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَكِيلُ ١٧٣

فَٱنقَلَبُواْ بِنِعۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضۡلٖ لَّمۡ يَمۡسَسۡهُمۡ سُوٓءٞ وَٱتَّبَعُواْ رِضۡوَٰنَ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ ذُو فَضۡلٍ عَظِيمٍ ١٧٤

إِنَّمَا ذَٰلِكُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ يُخَوِّفُ أَوۡلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمۡ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ١٧٥

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.”

Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (Ali Imran: 173—175)

✅ Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah menjelaskan, intimidasi yang dilakukan oleh salah seorang musyrikin dengan ucapannya, “Sesungguhnya mereka (musuh-musuh kalian) telah bersatu untuk melibas kalian,” sebenarnya dia adalah salah seorang dai setan yang menakut-nakuti (mengintimidasi) para walinya yang tidak beriman dan orang yang imannya lemah.

Oleh karena itu, janganlah kalian (wahai orang yang beriman) takut terhadap mereka. Namun, takutlah kalian kepada-Ku. Jika kalian adalah orang-orang yang beriman.”

✅ Maksudnya, kata as-Sa’di rahimahullah, “Janganlah kalian takut terhadap kaum musyrikin yang menjadi wali setan, karena ubun-ubun mereka di tangan Allah subhanahu wa ta’ala. Mereka tidak akan mampu berbuat apa pun kecuali dengan takdir-Nya. Akan tetapi, takutlah kalian kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang akan menolong para wali-Nya yang takut kepada-Nya dan yang menyambut seruan-Nya.”

Ketika mereka tidak memiliki hujah dan kalah dalam berargumentasi, mereka melakukan provokasi terhadap massa untuk membendung dan memberangus dakwah tauhid dan sunnah ini.

✅ Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan niat jahat mereka dalam firman-Nya,

         

يُرِيدُونَ لِيُطۡفِ‍ُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٨

       

Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.” (ash-Shaf: 8)

^^^^^^ (Lanjut ke Halaman 2) ^^^^^^^