FAEDAH Daurah Batu – Malang (1440 H / 2019 M) dan Asal Ilmu Adalah Takut Kepada Allah Ta’ala

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••==

1.Doa Agar Anak Tidak Terkena Sawan

2.Apakah Termasuk Syirik Menyandarkan Sesuatu Pada Sebabnya, Tanpa Menyebut Asma Allah?

Dzikir Bersama-Sama Bid’ah?

4.Mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam

5.Kuburan Khusus orang Islam

6. Thalibul ilmu yang sukses …

7.Jangan berharap kebaikan dari orang kafir …

8.Anak adalah anugerah yang harus dijaga …  

==

Pilar Pilar Tawakkal-Ust Syariful Mahya Lubis
https://mir.cr/1ZJFRFS5
https://drive.google.com/file/d/1vW0f8I_c3TpINwPiZ-Drwo7rJolYkpj5/view?usp=drivesdk
Fenomena Pengikut Dajjal-Ust. Zainal Abidin Syamsudin.webm
https://mir.cr/AQHII7BO
https://drive.google.com/file/d/1p0TACs58er1xy6IjH8ssqe14LaxaeXZN/view?usp=drivesdk
11 Renungan Sains-Ust.Ali Ahmad Bin Umar.mp3
https://app.box.com/s/oh7rrk8e63g1ym8cctfwazijatym11qu
Agar Turun Pertolongan Allah Bag.1-Ust.Nizar Saad Jabal.mp3
https://app.box.com/s/igjep60a5e1syqmszlukigto4qze5tqm
Agar Turun Pertolongan Allah Bag.2-Ust.Nizar Saad Jabal.mp3
https://app.box.com/s/th746hqmr0uyog4l413jlszyqbiqwo8e
Doa Orang Yang Terdzalimi Cepat Terkabulkan-Ust.Syauqi AlYamani.mp3
https://app.box.com/s/i99k4slima9fvqvwz3paql2f2lj4w0q1
Hiduplah Sesuai Levelmu-Ust.Maududi Abdullah.webm
https://app.box.com/s/qkwfgpwvloocpz7tr2e750awkd8fsdkw
Keutamaan Mengasingkan Diri-Ust.Abu Hasan Arif.mp3
https://app.box.com/s/8hidvn50p9owvwcr2nmzckqngzaty158
Lentera Kebaikan-Ust.Rizal Yuliar Putrananda.mp3
https://app.box.com/s/noyhynq6pxpohbqimhk8byg20ohjgx3j
Ngalap Berkah-Ust.Suryadi Abidin.webm
https://app.box.com/s/9yassx79c7hf934mla759aup2e4p46nq
Rumah Tangga Rasulullah-Ust.Zainul Arifin.mp3
https://app.box.com/s/hs3pq6u83x80efty82xxaen3twcehik4
Tantangan Dakwah Para Ulama Salaf-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/3b9vnukrevkpnmc1ta4vr2sk13oggesr
Kemilau Aqidah salaf (Aqidah Imam Qutaibah bin Sa’id Al-Balkhy ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ )-Ustadz Dzulqarnain, M Sunusi
Bag1:https://drive.google.com/file/d/1-DEshJms38XYcN7mczhuzF-IZYOYMBo0/view?usp=drivesdk
Bag2:https://drive.google.com/file/d/1t1IPaagb-QVIYT1Siuc9pbrNo8jwelK4/view?usp=drivesdk
Yaa Allah….Kumohon Kerinduan Bertemu Dengan_MU-Ust. Salman Mahmud
https://drive.google.com/file/d/10WlG6KE4wWefflwM-xWaG3G4tmjoZCNu/view?usp=drivesdk
Satu Langkah Tinggalkan Berita-Ustadz Ammi Nur Baits
https://drive.google.com/file/d/1-hC8y4Uy0iJ4GsRAmaFnzPNZIanqj1XB/view?usp=drivesdk
GENERASI TERBAIK-Ustadz Muhammad Alif,Lc
https://drive.google.com/file/d/1-X5PqgTzTfP3ZHveNena4E8o0q-XTV9T/view?usp=drivesdk
UNTAIAN NASEHAT ‘ULAMA TIMUR TENGAH-Syaikh Nu’man Bin Abdil Karim Al-Watr
https://drive.google.com/file/d/1mC_vMHJVh9kPwr7U9O33i6Sp7XZJHuuc/view?usp=drivesdk
LINK DOWNLOAD REKAMAN AUDIO TABLIGH AKBAR ULAMA ARAB SAUDI
Fadhilatusy: Syaikh Abdul hadi Al-Umairy ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ * _(pengajar ma’had&anggota pelayanan masjidil haram,arab saudi)_
*Fadhilatusy: Syaikh Badr Abdillah Al-Furayh ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ * _(mudir urusan ilmiah & pengarahan pada kantor departemen umum urusan masjidil haram & masjid nabawi)_
*Istiqomah Sesudah Ramadhan https://s.id/5wDnN
https://drive.google.com/file/d/14G5Lb2BnCe1oBibFVxzzWGyGvs2lQgtE/view?usp=sharing
*Kiat-Kiat Menggapai Hidayah https://s.id/5wDtR
https://drive.google.com/file/d/1juACK59TmXNgPBw1a-mtSjv7KMqd9hX2/view?usp=sharing
*Pengaruh Tauhid Dalam Kehidupan Seorang Hamba sesi-1https://s.id/5wDwr
https://drive.google.com/file/d/1UJzOKwTt2GZn54fe9EZOoxdlVL-SMkeW/view?usp=sharing
*Pengaruh Tauhid Dalam Kehidupan Seorang Hamba sesi-2 https://s.id/5wDCa
https://drive.google.com/file/d/1sDimHyU70XqjqFP63KsA7wRnhX2fj16O/view?usp=sharing
*Berbekal Untuk Negeri Akhirat https://s.id/5wDFy

https://drive.google.com/file/d/1EQv4tDBL54DD89dEMIhs4XXBhcwIEZHu/view?usp=sharing  

Ebook

Mengenal Tauhid Lebih Dekat-Ust.Ari Wahyudi (335Halaman)  
****

  • FAEDAH Daurah Batu – Malang (1440 H / 2019 M) dan Asal Ilmu Adalah Takut Kepada Allah Ta’ala

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

==

FAEDAH (1) Daurah Batu – Malang (1440 H / 2019 M)
Syaikh ‘Ali Al-Alhalabi -hafizhahullaah- (Pelajaran Pertama)

➡ [1]- Pentingnya mempelajari Bahasa ‘Arab karena:

اللُّغَةُ الْعَرَبِيَّةُ مِفْتَاحُ الْإِسْلَامِ

Bahasa Arab adalah kunci Islam.

Semakin engkau memperbagus Bahasa Arab-mu; maka engkau semakin memperbagus agamamu. Dan orang yang tidak faham Bahasa Arab; maka dia kehilangan banyak [dari ilmu agama].

➡ [2]- Dibahas pentingnya Bahasa Arab; karena kitab yang akan dibahas adalah Syi’r ‘Ilmiy (Sya’ir Ilmu), yang merupakan suatu bentuk dari cara menulis. [Di antara kelebihannya adalah: mudah dihafal].

✅ Akan tetapi yang perlu diperhatikan -dalam menghafal ilmu berbentuk sya’ir maupun bentuk yang lainnya- adalah: jika engkau menghafal tanpa memahami; maka engkau kurang. Dan jika Allah memberikan taufik kepadamu untuk memahami [ilmu]; maka jika digabung dengan hafalan = itu adalah “nuurun ‘alaa nuur” (cahaya di atas cahaya).

➡ [3]- Penulis kitab -yang akan dibahas- adalah Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di -rahimahullaah-, ada juga yang membaca As-Si’di; maka ini perkaranya mudah (tidak masalah), karena khilaf (perselisihan) dalam masalah nasab: sudah terjadi sejak zaman dahulu.

➡ [4]- Cukuplah untuk menunjukkan tingginya kedudukan Syaikh bahwa: di antara muridnya adalah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin -rahimahullaah-, yang di antara karya [terbesar] beliau (Syaikh Al-‘Utsaimin): “Asy-Syarhul Mumti'”, dimana belum pernah ditulis kitab fiqih semisal itu.

✅ Kalau ada yang berkata: kitab itu bukan tulisan beliau; tapi hasil ceramah.

Kita katakan: Syaikh Al-‘Utsaimin “Lisaanuhu Qalam” (lisan beliau adalah pena), dimana dalam beliau menyampaikan dan dalam merinci pembagian adalah seperti tulisan.

Seperti perkataan beliau: masalah ini punya dua segi, dan segi pertama ada dua perkara, dan perkara pertamanya ada empat cabang.

Dan kemampuan semacam ini didapat dari gurunya; yaitu: Syaikh As-Sa’di -rahimahullaah-.

➡ [5]- Madzhab adalah jalan untuk mengenal kebenaran dan bukan tanda atas kebenaran [bukan tanda bahwa madzhab tertentu pasti benar]. Syaikh Al-Albani -rahimahullaah- pernah berkata: “Kami tidak melarang dari bermadzhab, akan tetapi kami melarang dari menjadikan madzhab sebagai agama.”

➡ [6]- Di antara kitab [terbaik] Syaikh As-Sa’di adalah: Tafsir beliau “Taisiirul Kariimir Rahmaan Fii Tafsiir Kalaamil Mannaan” dan kitab [fiqih beliau]: “Manhajus Saalikiin”

Syaikh Ziyad Al-‘Abbadi -hafizhahullaah- [Liqa Maftuh (1)]

➡ [7]- Kita hidup di dunia berada dalam safar (perjalanan) [menuju akhirat]; maka jangan sampai kita berpaling (dalam safar kita ini) kepada: permasalahan (fitnah) wanita, harta, & ingin terkenal. Maka [waspadalah terhadap] syaithan yang senantiasa mengawasi [dan menggodamu] tujuannya agar engkau tidak kembali ke negerimu (Surga).

✅ Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ}

kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raaf: 17)

➡ [8]- Ingin terkenal merupakan penghancur yang jika masuk dalam hatimu; maka ia akan membunuhmu. Yang menjadikanmu terangkat secara hakiki adalah Allah. Kalau Allah menghendakimu untuk dikenal; maka engkau akan dikenal. Dan Allah juga yang (bisa) menghinakanmu.

✅ Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ}

Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali ‘Imran: 26)

✅ Maka hendaknya semangatmu engkau fokuskan pada: bagaimana caranya untuk membuat Allah ridha. Dan kalau Allah mengangkatmu; maka bersyukurlah kepada Allah dan hendaknya engkau tawadhu’ (merendah).

➡ [9]- Hati-hati dari hasad terhadap teman-temanmu. Jangan sampai engkau ingin menjadi tinggi; tapi dengan cara merendahkan selainmu. Ingatlah bahwa yang bisa mengangkat secara hakiki hanyalah Allah.

✅ Semangatlah untuk mengerahkan usahamu dalam berdakwah mengajak kepada Allah. Jangan [mencari-cari dan] membesar-besarkan kesalahan orang lain, menjadikan kesalahan kecil sebesat semut; dibesar-besarkan sampai sebesar gajah.

➡ [10]- Untuk kiat-kiat untuk bisa tetap (istiqamah) dalam agam; maka masing-masing [tingkatan] orang: memiliki “ushuul” (prinsip-prinsip) untuk bisa tetap (istiqamah).

* Untuk orang awam; maka cara terbesar untuk bisa tetap (istiqamah) adalah.

✅ 1. Menuntut ilmu.

✅ 2. Senantiasa Shalat dengan berjama’ah.

✅ 3. Mencari teman yang baik.

✅ Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

((لَا تُصَاحِبْ إِلَّا مُؤْمِنًا، وَلَا يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلَّا تَقِيٌّ))

Janganlah bersahabat kecuali dengan mukmin, dan janganlah memakan makananmu kecuali orang bertakwa.”

✅ 4. Istri yang shalihah. Seperti Khadijah yang menghibur Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- dan membantu beliau.

✅ 5. Lingkungan yang baik. Seperti sabda Rasulullah tentang orang yang membunuh 100 orang kemudian datang kepada ahli ilmu dan diperintahkan untuk pindah ke negeri yang baik.

Adapun untuk penuntut ilmu; maka selain lima perkara di atas (agar tetap istiqamah) dia juga harus:

✅ 6. Tidak terputus dari menuntut ilmu dan tidak terputus dari menyampaikan dan memgajarkan ilmu.

✅ 7. Waspada dari ‘ujub (membanggakan diri). Hendaknya memperbanyak membaca kitab-kitab Ibnul Qayyim & Ibnul Jauzi tentang Tazkiyatun Nufus.

Jika engkau mempelajari ilmu tapi tidak bertambah rasa takutmu terhadap Allah; maka permasalahan ada padamu atau pada ilmu yang engkau pelajari.

✅ 8. Dan untuk semuanya jangan lupa untuk banyak minta ketetapan dari Allah.

➡ [11]- Tidak pernah saya dapati penuntut ilmu yang sibuk mengurusi [aib] orang lain; melainkan Allah akan menyibukkannya (sehingga lalai) dari [aib-aib] dirinya sendiri.

[12]- Ahlul Hadits ada dua:

1. Yang bermadzhab; seperti: Ibnu Khuzaimah, Al-Hakim, Al-Hafizh Ibnu Hajar, dll.

2. Yang mempraktekkan fiqih hadits, mengambil fiqih dari dalil dan tidak menisbatkan diri kepada madzhab tertentu. Seperti: Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa-i, dll.

➡ [13]- Penuntut ilmu di awal pembelajarannya dia hendaknya membaca semua (bidang ilmu). Kemudian baru mengambil takhashshush (spesialisasi).

-ditulis oleh: Ahmad Hendrix-

=

FAEDAH (2) Daurah Batu – Malang (1440 H / 2019 M)

Syaikh ‘Ali Al-Halabi -hafizhahullaah- (Pelajaran Kedua)

➡ [14]- Tadabbur terbesar adalah: mentadabburi Kitabullah.

➡ [15]- Banyak orang-orang barat -dan orang-orang timur- yang mengagumi Al-Qur-an dari segi kebagusan bahasanya saja, dan mengagumi Nabi Muhammad -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- hanya sebagai pahlawan [atau semisalnya].

✅ Maka ini bukanlah cara pandang kita. Nabi Muhammad -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- adalah seorang nabi yang diberi wahyu oleh Allah, sehingga kita melihat beliau sebagaana yang Allah firmankan:

{قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ …}

Katakanlah (Muhammad): “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya sesembahan kamu adalah sesembahan Yang Maha Esa.” .…” (QS. Al-Kahfi: 110)

➡ [16]- Satu kalimat jika dikatakan oleh seseorang merupakan tauhid yang murni, akan tetapi jika dikatakan oleh orang lain bisa menjadi kesyirikan. Yang membedakan antara keduanya adalah: keadaan (‘aqidah dan lainnya) dari orang yang mengatakannya.

➡ [17]- Imam As-Subki dalam Thabaqah Syafi’iyyah menceritakan biografi ‘Alauddin Al-Baji -yang merupakan tokoh terbesar Asy’ariyyah pada zaman itu: ketika Syaikhul Islam mendatanginya dan ditanya: “Apa yang ingin engkau sampaikan?” Syaikhul Islam menjawab: “Saya justru ingin mengambil faedah dari anda, anda adalah Syaikh kami.”

Saya (Syaikh ‘Ali) merasa heran terhadap kisah ini, maka saya teliti biografi Al-Baji ini [kenapa Syaikhul Islam sangat menghormatinya padahal dia tokoh terbesar Asy’ariyyah].

Ternyata [kebiasaan] Al-Baji adalah sangat mengagungkan nash, mengagungkan dalil. [Maka hendaknya kita menghormati orang lain sesuai dengan kedudukannya & pengagunannya terhadap dalil].

➡ [18]- Sikap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullaah- terhadap kalimat-kalimat yang masih globlal yang tidak terdapat nash-nya dalam Al-Qur-an & As-Sunnah; sikap beliau adalah: merincinya, karena memungkinkan untuk mengandung makna baik & buruk. Seperti lafazh “Tajsiim” bagi Allah ( bahwa Allah memiliki jisim/badan):

✅ – Kalau maksudnya adalah bahwa Allah mempunyai anggota badan yang sama seperti makhluk-Nya; maka ini bathil.

✅ – Adapun kalau maksudnya adalah menetapkan sifat-sifat Allah seperti yang terdapat dalam Al-Qur-an & As-Sunnah tanpa menyerupakan dengan makhluk -seperti sifat: tangan, wajah, dll.-; maka ini benar [akan tetapi hendaknya menggunakan istilah syar’i].

➡ [19]- Ahli Bathil yang mengucapkan kalimat yang masih global; maka diartikan sesuai dengan manhaj mereka yang bathil.

Sedangkan Ahli Haq yang mengucapkan kalimat yang masih global; maka diartikan sesuai dengan manhaj mereka yang haq.

Syaikh Ziyad Al-‘Abbadi -hafizhahullaah- (Pelajaran Pertama)

➡ [20]- Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ}

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (QSAl-Hijr: 9)

✅ Al-Qur-an mutawatir; dimana setiap generasi meriwayatkan dari generasi sebelumnya, dst.

Maka tugas kita terhadap Al-Qur-an adalah: dalam pemahaman, bukan dalam sah atau tidaknya.

Adapun tugas kita terhadap As-Sunnah; maka ada dua: dari segi pemahaman dan dari segi shahih atau tidaknya. Karena untuk hadits mutawatir -lafzhi- sangatlah sedikit jumlahnya.

➡ [21]- Dan hadits shahih adalah yang terpenuhi padanya lima syarat: (1)sanadnya bersambung, (2)perawinya ‘adl, (3)dhabth (hafalan)-nya sempurna, (4)tidak syadz, & (5)tidak ada ‘illah

✅ Maka untuk (keshahihan) sanad inilah dibutuhkan Ilmu Rijal (ilmu tentang para perawi hadist). Para ulama sudah menulis tentangnya sejak zaman dahulu; seperti: “At-Taariikhul Kabiir” karya Imam Al-Bukhari, “Ats-Tsiqaat” karya Ibnu Hibban, “Al-Kaamil” karya Ibnu ‘Adiy, dll.

Dan ilmu Jarh Wa Ta’dil adalah bagian/cabang dari Ilmu Rijal ini.

➡ [22]- Menikah pada zaman Salaf adalah mudah (oleh karena itulah seorang janda bisa diminati oleh lebih dari satu orang), dan perzinaan pada zaman mereka justru susah.

✅ Sedangkan pada zaman sekarang pernikahan dipersulit dan perzinaan justru mudah.

Maka jika sesuatu yang halal itu dipersulit: akan tersebar kerusakan.

-ditulis oleh: Ahmad Hendrix-

=

FAEDAH (3) Dauroh Batu – Malang (1440 H / 2019 M)
Syaikh ‘Ali Al-Halabi -hafizhahullaah-

➡ [23]- Sikap lemah lembut digunakan oleh Ahli Bid’ah lebih banyak dari penggunaan kita Ahlus Sunnah.

Ahlul Bid’ah sering menuduh kita dengan sikap keras. Dan memang kebanyakan tuduhan itu tidak benar, akan tetapi hal itu hendaknya menjadi pendorong bagi kita untuk meningkatkan sikap lemah lembut kita.
Jika ada sikap keras pada diri kira; hendaknya kita akui, agar nantinya kita berusaha untuk mengobati.

✅ Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ}

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut: 69)

➡ [24]- Syaikh Al-‘Albani membid’ahkan bersedekap ketika i’tidal. Akan tetapi kalau engkau mengingkari hal itu lebih keras dari pengingkaran Syaikh Al-Albani; maka itu tidak benar. Syaikh adalah seorang alim besar sedangkan engkau hanya taklid kepadanya. Dan itupun Syaikh berkata: “Kalau aku makmum di belakang Syaikh Bin Baz; maka aku akan bersedekap.” Karena beliau berpendapat harusnya mengikuti imam (yang alim) dalam segala perbuatannya.

✅ Adapun saya (Syaikh ‘Ali); berbeda pendapat dengan beliau dalam dua hal ini. Saya berpendapat:
Bersedekap dalam i’tidal adalah Khilafus Sunnah -dan tidak semua Khilafus Sunnnah itu Bid’ah-.
– Mengikuti imam hanyalah ketika imam itu sesuai dengan Sunnah.

➡ [25]- Zaman sekarang diperlukan pujian terhadap orang berilmu walaupun sebenarnya orang berilmu itu tidak butuh pujian dari orang yang di bawahnya.
Karena zaman sekarang adalah zaman banyaknya orang yang mengingkari dan tidak mengakui keilmuan para ahli ilmu.

➡ [26]- Untuk bisa mengatakan bahwa sebuah hadits yang dha’if itu: maknanya adalah benar (shahih); maka tergantung kepada pengetahuan terhadap syari’at, sehingga dengannya bisa tahu bahwa makna tersebut sesuai dengan syari’at

Syaikh Ziyad Al-‘Abbadi
➡ [27]- Syarat-syarat orang bisa melakukan Jarh Wa Ta’dil (mencela & memuji):
1. ‘Adl (tsiqah/terpercaya).
2. Memiliki sifat wara’ sehingga tidak fanatik dan tidak mengikuti hawa nafsu.
3. Tidak lalai, sehingga tidak tertipu hanya karena melihat lahiriyah orang lain (dikira terpercaya padahal tercela).
4. Mengetahui sebab-sebah Jarh Wa Ta’dil, sehingga tidak mencela orang yang harusnya dipuji, dan tidak memuji orang yang harusnya dicela.

➡ [28]- Kalaupun seorang itu ahli Jarh Wa Ta’dil; maka jangan terburu-buru menerima celaannya terhadap orang lain, jika penyebabnya adalah persaingan antar teman sepantaran (selevel).

➡ [29]- Sibukkanlah diri kalian dengan hal yang lebih bermanfaat bagi kalian, sibukkanlah diri kalian dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.
-ditulis oleh: Ahmad Hendrix  
=

  • ASAL ILMU ADALAH TAKUT KEPADA ALLAH TA’ALA*

Sungguh nikmat dunia Allah Ta’ala itu diberikan kepada siapa yang Dia cintai dan kepada siap yang Dia tidak cintai, adapun Nikmat agama hanya memberi kepada siapa yang Allah Ta’ala cintai

Tapi diantara nikmat agama yang Allah Ta’ala berikan kepada hamba-Nya , ada Ada suatu nikmat yang istimewa, Nikmat ini tidaklah di berikan pada semua orang , bahkan tidak diberikan pada seluruh orang islam, nikmat ini hanya di berikan pada orang yang di pilih oleh Allah Ta’ala, yang di inginkan kebaikan pada dirinya, yang dicintai Allah Ta’ala.

[|||••|||] Lanjut ke Hal…2 { “`•••“`}

Iklan