✅ Nikmat apa kah itu…..????

Dalam surah Al Baqarah ayat 269, Allah Ta’ala berfirman

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

_Allah menganugerahkan al hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang memiliki akal yang dapat mengambil pelajaran_

Setiap orang ada akal, tapi tidak semua orang tidak diberikan kemampuan dalam merenungi ayat ini, makanya Allah Ta’ala berfirman mengenai ayat ini bahwa tidak semua orang bisa berfikir.

✅ Imam Ibnu Katsir Rahimahulloh berkata :

_Abdullah ibnu abbas Radhiallahu Anhu berkata الْحِكْمَةَ disini maksudnya adalah ilmu akan Al Quran karim.

Artinya Orang yang mengerti Al Qur’an, mengerti tentang nasih dan mansuhnya ayat, mengerti akan ayat yang muhkam dan ayat mutasyabih, mengerti akan hukum dalam Al Qur’an mana yang Halal dan yang Haram.

✅ Imam Malik rahimahulloh menyimpulkan dengan berkata :

_Sungguh mantab dalam hatiku, bahwa الْحِكْمَةَ dalam ayat ini maksudnya adalah pemahaman (ilmu) yang dalam terhadap Ayat-ayat Allah Ta’ala._

✅ Adapun pengertian ilmu, Imam Asy Syafii Rahimahulloh berkata :

_ilmu adalah firman Allah Ta’ala dan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam serta ucapan para sahabat Radhiallahu Anhuma._

*Jadi yang dimaksud الْحِكْمَةَ dalam ayat ini adalah Ilmu Agama*

*✔. Nikmat ilmu agama adalah Anugerah dan kebaikan besar dari Allah Ta’ala*

✅ Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala dalam ayat ini

أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا

_ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak_

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

_“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)._

Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus tentang Al-Qur’an dan Hadits Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam.

Semua orang ingin kebaikan dari Allah Ta’ala tapi tidak semua orang diberikan-Nya

Kebaikan besar itu ketika seseorang difahamkan akan Agama, *yang diawali* dengan diberikan kecintaan terhadap Ilmu Agama, semangat dan cinta menghadiri majelis ilmu.

Maka syukurilah ketika telah ada kecintaan akan ilmu dan tetaplah semangat menghadiri majelis ilmu, serta teruslah berdoa agar diberi terus nikmat ini.

*✔. Nikmat ilmu agama Nikmat yang sangat berharga*

✅ sampai-sampai Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam menyebutkan dalam sabdanya

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالاً فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِى الْحَقِّ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الْحِكْمَةَ ، فَهْوَ يَقْضِى بِهَا وَيُعَلِّمُهَا

_“Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.”_

(HR. Bukhari no. 73 dan Muslim no. 816)

Kenapa di tuntut dan di bolehkan hasad (ghibtoh), karena hal ini adalah suatu nikmat besar baginya bagi kehidupan dunia dan akhiratnya

Hasad disini bukan artinya hasad yang menginginkan hilangnya nikmat itu dari saudaranya (sebab ini terlarang) tapi hasad ini adalah ghibtoh

✅ Ibnu nawawi berkata gibtoh artinya berangan-angan agar diberi pula nikmat (ilmu agama) itu oleh Allah Ta’ala

*✔. Allah Ta’ala manjadikan ilmu agama sebagai warisan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam*

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

_“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.”_

(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

*Ini menunjukkan ilmu agama adalah nikmat dan memiliki keutamaan yang luar biasa diantaranya :*

*-. Siapa yang mempelajari Ilmu Agama maka akan mendapat pahala yang luarbiasa dari Allah Ta’ala.*

✅ Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ كَانَ لَهُ أَجْرُ مُعْتَمِرٍ تَامِّ الْعُمْرَةِ، فَمَنْ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ فَلَهُ أَجْرُ حَاجٍّ تَامِّ الْحِجَّةِ

_Siapa yang bergegas berangkat ke masjid di pagi hari, tidak memiliki tujuan apapun selain untuk belajar agama atau mengajarkannya, maka dia mendapatkan pahala orang yang melakukan umrah sempurna umrahnya. Dan siapa yang berangkat ke masjid sore hari, tidak memiliki tujuan apapun selain untuk belajar agama atau mengajarkannya, maka dia mendapatkan pahala orang yang berhaji sempurna hajinya._

(HR. Hakim 311 dan dinilai oleh ad-Dzahabi: Sesuai syarat Bukhari. Hadis ini juga dinilai shahih oleh Imam al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib, no. 86).

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

مَنْ دَخَـلَ مَـسْجِـدَنَا هَـذَا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْلِيُعَلِّمَهُ كَانَ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْل اللهِ، وَمَنْ دَخَـلَهُ لِغَيْرِ ذَلِكَ كَانَ كَالنَّاظِرِ إِلَى مَالَيْسَ لَهُ .

_Artinya: “Barang siapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) dengan tujuan untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, dia ibarat seorang yang berjihad di jalan Allah. Dan barang siapa yang memasukinya dengan tujuan selain itu, dia ibarat orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya.”_

[Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ahmad (II/350, 526-527), Ibnu Majah (no. 227), Ibnu Hibban (no. 87-At-Ta’liqat), Ibnu Abi Syaibah (no. 3306), dan Al-Hakim (I/91), dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

✅ Dari Hadist diatas Syaikh Ibnu ‘Ustsaimin Rahimahulloh berkata :

Orang yang fokus belajar ilmu agama boleh di beri zakat, karena kedudukannya sama dengan orang yang berjihad.

*-. Orang yang mempelajari ilmu agama akan diangkat derajatnya di dunia dan diakhirat.*

✅ Firman Allah Ta’ala

… يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَتٍۗ … ۝

_Artinya: “… Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”_

(Qs. Al-Mujadilah: 11)

Sungguh seseorang yang tidak memiliki harta dan jabatan tapi memiliki ilmu agama, itu lebih mulia disisi Allah Ta’ala daripada orang kaya yang memiliki harta, pangkat dan jabatan tapi tidak memiliki ilmu agama.

✅ Adalah Sulaiman bin Mihran Al-A’masy, guru dari Abdullah Ibnu mubarak Rahimahumulloh

Beliau dari sisi penampilan dan fisik tidak ada yang bisa di banggakan. Disebutkan mata beliau cacat tapi majelis beliau di hadiri oleh manusia dari berbagai penjuru negeri. Beliau di muliakan oleh Allah Ta’ala dihadapan Manusia karena Ilmu Agama yang beliau miliki.

✅ Beliau Rahimahulloh berkata :

_Seandainya aku tidak belajar ilmu agama maka tidak ada yang akan datang kepada ku, dan jika saya tukang sayur maka manusia akan jijik membeli sayur dari saya._

*Tapi ingat…*

Jangan Belajar Ilmu Agama dengan tujuannya agar dimuliakan manusia, di puji oleh manusia, di pandang oleh manusia.

✅ hadits Anas secara marfu’, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

من تعلم العلم ليباهي به العلماء، أو ليجاري به السفهاء، أو ليصرف به وجوه الناس إليه، فهو في النار

_‘Barangsiapa yang menuntut ilmu dengan maksud untuk membanggakan diri di hadapan ulama atau untuk mendebat orang-orang bodoh, atau agar dengan ilmunya tersebut semua manusia memberikan perhatian kepadanya, maka dia di neraka._

[HR. Ibnu Majah dalam Al Muqoddimah (253)]

*-. Ilmu itu akan melahirkan rasa takut pada diri seseorang.*

✅ Firman Allah Ta’ala

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

_Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun._ (QS Fathir ; 28)

Orang yang berilmu itu akan lebih takut kepada Allah Ta’ala dari pada orang yang jahil

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling beriman dan paling bertaqwa.

✅ Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

_“Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim)._

✅ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عُرِضَتْ عَلَيَّ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ فِي الْخَيْرِ وَالشَّرِّ وَلَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا قَالَ فَمَا أَتَى عَلَى أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمٌ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ غَطَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَلَهُمْ خَنِيْنٌ

_Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat tentang kebaikan dan keburukan seperti hari ini. *Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis.*_

✅ Anas bin Mâlik –perawi hadits ini mengatakan, “Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para Sahabat selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil menangis sesenggukan. [HR. Muslim, no. 2359]

========================

_Wallahu ‘alam_

Dari Abu Bakrah , Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

… لِيُبَلِّغ الشَّاهِدُ مِنْكُمْ الْغَائِبَ…

_…(Maka) Hendaklah yg hadir menyampaikan kepada yg tak hadir…_

(HR. Bukhari; 102)

–Abdullah–
•••••••••••••••••••••••

_*Ya Allah, saksikanlah bahwa kami telah menjelaskan dalil kepada umat manusia, mengharapkan manusia mendapatkan hidayah,melepaskan tanggung jawab dihadapan Allah Ta’ala, menyampaikan dan menunaikan kewajiban kami. Selanjutnya, kepadaMu kami berdoa agar menampakkan kebenaran kepada kami dan memudahkan kami untuk mengikutinya*_

_*Itu saja yang dapat Ana sampaikan. Jika benar itu datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Kalau ada yang salah itu dari Ana pribadi, Allah dan RasulNya terbebaskan dari kesalahan itu.*_

Hanya kepada Allah saya memohon agar Dia menjadikan tulisan ini murni mengharap Wajah-Nya Yang Mulia, dan agar ia bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi tabungan bagi hari akhir.

Saya memohon kepada Allah Ta’ala Agar menjadikan Tulisan ini amal soleh saat hidup dan juga setelah mati untuk saya dan untuk kedua orang tua saya juga keluarga saya dihari dimana semua amal baik dipaparkan

Sebarkan,Sampaikan,Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat kepada orang-orang terdekat Anda/Grup Sosmed,dll, Semoga Menjadi Pahala, Kebaikan, Amal Shalih Pemberat Timbangan Di Akhirat Kelak. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas kebaikan Anda.

Wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq

_*“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.”* (HR Muslim no. 2674)_