Memahami Hakikat Kesyirikan musyrik Quraisy pada Zaman Jahiliyyah

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Kapan Terjadi Syirik Cinta?

2Berdoa Kepada Mayit Adalah Kesyirikan

3.Cara Mendakwahi Keluarga Yang Berbuat Syirik

4.Kesyirikan pada Zaman Sekarang ternyata Lebih Parah

Bag.1:Bag2Bag3

5.Mandi Wajib Hanya Niat dan Mengguyurkan Air Seperti Mandi Biasa?
6.Penyimpangan Kaum Musyrikin Terdahulu dalam Tauhid Asma’ wa Shifat (Bag. 3) 
7.Mandi Wajib Menggunakan Sabun dan Sampo

8.Penuntut Ilmu Menahan Komentar yang Memperkeruh Suasana

9.Muslimah, Tetap Produktif di Rumah

==

Syirik Pada Zaman Jahiliyah dan Tindakan Pencegahannya

BerHati-Hati Dari Dosa Kesyirikan-Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘AbdilMuhsin Al-‘Abbad Al-Badr

Apa Itu Syirik?-Ust.Abu Haidar As Sundawy 

Misteri Dibalik Kesyirikan-Ust.Ahmad Zainuddin

Peringatan Terhadap Bahaya Kesyirikan-Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr

Penyebab Kesyirikan anak Adam-Ust.Mizan Qudsiyah

Pentingnya Mengenal Kesyirikan-Ust.Afifi Abdul Wadud

Kebiasaan Kaum Jahiliyyah-Ust.Ahmad Zainuddin

Berpikirlah Wahai Para Pelaku Kesyirikan-Ust.Maududi Abdullah

Sebab Dinamai Kesyirikan-Ust.Ahmad Zainuddin

==

Pilar Pilar Tawakkal-Ust Syariful Mahya Lubis
https://mir.cr/1ZJFRFS5
https://drive.google.com/file/d/1vW0f8I_c3TpINwPiZ-Drwo7rJolYkpj5/view?usp=drivesdk
Fenomena Pengikut Dajjal-Ust. Zainal Abidin Syamsudin.webm
https://mir.cr/AQHII7BO
https://drive.google.com/file/d/1p0TACs58er1xy6IjH8ssqe14LaxaeXZN/view?usp=drivesdk
11 Renungan Sains-Ust.Ali Ahmad Bin Umar.mp3
https://app.box.com/s/oh7rrk8e63g1ym8cctfwazijatym11qu
Agar Turun Pertolongan Allah Bag.1-Ust.Nizar Saad Jabal.mp3
https://app.box.com/s/igjep60a5e1syqmszlukigto4qze5tqm
Agar Turun Pertolongan Allah Bag.2-Ust.Nizar Saad Jabal.mp3
https://app.box.com/s/th746hqmr0uyog4l413jlszyqbiqwo8e
Doa Orang Yang Terdzalimi Cepat Terkabulkan-Ust.Syauqi AlYamani.mp3
https://app.box.com/s/i99k4slima9fvqvwz3paql2f2lj4w0q1
Hiduplah Sesuai Levelmu-Ust.Maududi Abdullah.webm
https://app.box.com/s/qkwfgpwvloocpz7tr2e750awkd8fsdkw
Keutamaan Mengasingkan Diri-Ust.Abu Hasan Arif.mp3
https://app.box.com/s/8hidvn50p9owvwcr2nmzckqngzaty158
Lentera Kebaikan-Ust.Rizal Yuliar Putrananda.mp3
https://app.box.com/s/noyhynq6pxpohbqimhk8byg20ohjgx3j
Ngalap Berkah-Ust.Suryadi Abidin.webm
https://app.box.com/s/9yassx79c7hf934mla759aup2e4p46nq
Rumah Tangga Rasulullah-Ust.Zainul Arifin.mp3
https://app.box.com/s/hs3pq6u83x80efty82xxaen3twcehik4
Tantangan Dakwah Para Ulama Salaf-Ust.Harits Abu Naufal.mp3
https://app.box.com/s/3b9vnukrevkpnmc1ta4vr2sk13oggesr
Kemilau Aqidah salaf (Aqidah Imam Qutaibah bin Sa’id Al-Balkhy ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ )-Ustadz Dzulqarnain, M Sunusi
Bag1:https://drive.google.com/file/d/1-DEshJms38XYcN7mczhuzF-IZYOYMBo0/view?usp=drivesdk
Bag2:https://drive.google.com/file/d/1t1IPaagb-QVIYT1Siuc9pbrNo8jwelK4/view?usp=drivesdk
Yaa Allah….Kumohon Kerinduan Bertemu Dengan_MU-Ust. Salman Mahmud
https://drive.google.com/file/d/10WlG6KE4wWefflwM-xWaG3G4tmjoZCNu/view?usp=drivesdk
Satu Langkah Tinggalkan Berita-Ustadz Ammi Nur Baits
https://drive.google.com/file/d/1-hC8y4Uy0iJ4GsRAmaFnzPNZIanqj1XB/view?usp=drivesdk
GENERASI TERBAIK-Ustadz Muhammad Alif,Lc
https://drive.google.com/file/d/1-X5PqgTzTfP3ZHveNena4E8o0q-XTV9T/view?usp=drivesdk
UNTAIAN NASEHAT ‘ULAMA TIMUR TENGAH-Syaikh Nu’man Bin Abdil Karim Al-Watr
https://drive.google.com/file/d/1mC_vMHJVh9kPwr7U9O33i6Sp7XZJHuuc/view?usp=drivesdk
LINK DOWNLOAD REKAMAN AUDIO TABLIGH AKBAR ULAMA ARAB SAUDI
Fadhilatusy: Syaikh Abdul hadi Al-Umairy ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ * _(pengajar ma’had&anggota pelayanan masjidil haram,arab saudi)_
*Fadhilatusy: Syaikh Badr Abdillah Al-Furayh ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ * _(mudir urusan ilmiah & pengarahan pada kantor departemen umum urusan masjidil haram & masjid nabawi)_
*Istiqomah Sesudah Ramadhan https://s.id/5wDnN
https://drive.google.com/file/d/14G5Lb2BnCe1oBibFVxzzWGyGvs2lQgtE/view?usp=sharing
*Kiat-Kiat Menggapai Hidayah https://s.id/5wDtR
https://drive.google.com/file/d/1juACK59TmXNgPBw1a-mtSjv7KMqd9hX2/view?usp=sharing
*Pengaruh Tauhid Dalam Kehidupan Seorang Hamba sesi-1https://s.id/5wDwr
https://drive.google.com/file/d/1UJzOKwTt2GZn54fe9EZOoxdlVL-SMkeW/view?usp=sharing
*Pengaruh Tauhid Dalam Kehidupan Seorang Hamba sesi-2 https://s.id/5wDCa
https://drive.google.com/file/d/1sDimHyU70XqjqFP63KsA7wRnhX2fj16O/view?usp=sharing
*Berbekal Untuk Negeri Akhirat https://s.id/5wDFy
https://drive.google.com/file/d/1EQv4tDBL54DD89dEMIhs4XXBhcwIEZHu/view?usp=sharing  

==
Ebook

Mengenal Tauhid Lebih Dekat-Ust.Ari Wahyudi (335Halaman) 

https://app.box.com/s/es1kbzaocj3lye1xeki5rze1g49ixt4t 

https://drive.google.com/file/d/1-3f6Z4On5ZQ-CnmSuqET–PjufTuHlcw/view?usp=drivesdk  
Tahukah Engkau Apa Itu Tauhid?-Prof. Dr. Abdurrazzaq al-Badr 93Halaman

Menjaga Tauhid-Syeikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz 133Halaman

Catatan Atas Kitab Tauhid Bag.1(Syaikhul Islam Muhammad Bin ‘Abdul Wahhab 214Halaman

Buku Saku Aqidah Islam “Sembahlah Rabb Kalian”-Al Mubarok76Halaman

Pandangan Ulama Bermazhab Syafi’i Tentang Syirik-DR.Muhammad binAbdurrahman Al Khumayyis 73Hlm  

==

Memahami Hakikat Kesyirikan musyrik Quraisy pada Zaman Jahiliyyah

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Open Donasi,Sedekah,Waqaf,Infaq: https://bit.ly/2JIhYq3

kunjungi blog di https://bit.ly/2L0zNlR

Ebook Islam https://bit.ly/2vjhBt1

Mp3 Kajian: https://bit.ly/2Vg2wqJ

Ebook Islam 2: https://bit.ly/2UBykBM

mp3 kajian sunnah 2: https://bit.ly/2DDAn2x

Gabung Grup Kajian Sunnah dan Bimbingan Islam: https://bit.ly/2IAuxmR

 

***

Seseorang yang bertauhid (muwahhid), wajib untuk takut terhadap perbuatan syirik. Tidak selayaknya dia mengatakan, “Saya seorang muwahhid, dan saya telah memahami tauhid, sehingga tidak mungkin saya berbuat syirik.” Perkataan seperti ini adalah hasil dari tipu daya setan, dan seseorang hendaknya tidak memuji dan menyombongkan dirinya sendiri. Seseorang tidak boleh untuk tidak takut terhadap perbuatan syirik selama dia masih hidup. Karena selama itu pula dia akan menemui berbagai macam fitnah.

✅ Fitnah kesyirikan adalah fitnah yang sangat berbahaya. Sehingga seseorang selayaknya untuk tidak merasa aman dari tergelincir dalam kesesatan dan dari terjerumus ke dalam perbuatan syirik. Oleh karena itulah, dia harus mempelajari permasalahan syirik ini agar dapat menjauhkan diri darinya. Dan hendaknya seseorang meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala dan memohon penjagaan dan petunjuk dari-Nya. [1]

  • Ketidaktahuan Masyarakat terhadap Hakikat Syirik

✅ Salah satu akibat jauhnya masyarakat dari ilmu tauhid adalah ketidaktahuan mereka terhadap hakikat syirik yang sebenarnya. Yang mereka fahami, yang disebut sebagai syirik itu adalah jika ada seseorang yang tidak percaya adanya Tuhan, atau jika dia bersujud menyembah patung, batu, pohon, dan sebagainya sebagaimana kaum musyrikin dahulu. Atau seseorang baru disebut sebagai orang musyrik jika yang disembah adalah batu, pohon, patung, dan sejenisnya. Adapun jika yang disembah adalah orang shalih dan para wali yang memiliki kedudukan di sisi Allah Ta’ala, maka hal itu bukanlah kesyirikan. Sehingga dengan “entengnya” seseorang mengatakan, ”Nggak usah belajar tauhid pun, tidak mungkin orang berakal akan menyembah batu atau kayu yang tidak bisa berbuat apa-apa.”

✅ Karena kebodohan itulah, mereka tidak bisa memahami, mengapa orang musyrik dahulu disebut sebagai seorang musyrik? Mereka juga tidak memahami, siapakah sesembahan orang musyrik zaman dahulu? Yang mereka fahami, orang musyrik Quraisy dahulu disebut sebagai orang musyrik karena tidak percaya adanya Allah Ta’ala serta menyembah patung dan berhala. Padahal kenyataannya, mereka adalah masyarakat yang beriman kepada rububiyyah Allah Ta’ala. Mereka meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat Yang menciptakan, memberikan rizki, dan mengatur urusan alam semesta. [2] Bahkan keimanan mereka tidak hanya berhenti di situ saja, bahkan mereka pun beribadah kepada Allah Ta’ala. Berikut ini penulis sampaikan sedikit pembahasan tentang dalil-dalil yang menunjukkan bahwa orang musyrik Quraisy adalah masyarakat yang beribadah kepada Allah Ta’ala.

  • Orang-Orang Musyrik Jahiliyyah adalah Masyarakat yang Beribadah kepada Allah

✅ Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh hafidzahullah menjelaskan bahwa orang-orang musyrik jahiliyyah bukanlah masyarakat yang tidak beribadah kepada Allah Ta’ala. Bahkan di antara mereka ada orang-orang yang ahli puasa, ahli shalat, ahli berhaji, ahli zakat, ahli sedekah, ahli mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan thawaf atau ber-i’tikaf, dan ibadah-ibadah lainnya. Mereka tidak hanya mencukupkan diri dengan hanya mengakui bahwa Allah-lah satu-satunya Dzat Yang menciptakan atau mentauhidkan Allah dalam rububiyyah-Nya saja. Namun, mereka juga kemudian beribadah kepada Allah dengan melaksanakan shalat, zakat, haji, dan puasa. [3]

Di antara bukti yang menunjukkan hal tersebut adalah beberapa ayat dan hadits berikut ini.

➡ Bukti pertama, orang-orang musyrik jahiliyyah adalah masyarakat yang mencintai Allah Ta’ala. 
✅ Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, amat sangat cintanya kepada Allah” (QS. Al-Baqarah [2]: 165).

✅ Ayat tersebut menunjukkan bahwa orang-orang musyrik mencintai sesembahan-sesembahan mereka, sebagaimana mereka juga mencintai Allah Ta’ala. Padahal kita telah mengetahui bahwa cinta (mahabbah) adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat agung di sisi Allah Ta’ala. Namun, meskipun mereka sangat mencintai Allah Ta’ala, kecintaan mereka itu tidaklah memasukkan mereka ke dalam Islam. Karena di samping mencintai Allah Ta’ala, ternyata mereka juga mencintai selain Allah Ta’ala. Oleh karena itu, barangsiapa yang mencintai Allah Ta’ala atau mencintai karena Allah Ta’ala, maka dia-lah orang-orang yang ikhlas. Dan barangsiapa yang mencintai Allah Ta’ala dan juga mencintai selain Allah Ta’ala, itulah orang musyrik. [4]

  • Bukti kedua, orang-orang musyrik juga bernadzar kepada Allah Ta’ala. 

Hal ini ditunjukkan dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Dulu di masa jahiliyyah aku pernah bernadzar untuk ber-i’tikaf semalam di Masjidil Haram?”  Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

فَأَوْفِ بِنَذْرِكَ

Tunaikanlah nadzarmu” (HR. Bukhari no. 2032).

Perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Umar untuk menunaikan nadzarnya dalam kondisi telah masuk Islam, padahal nadzarnya itu diucapkan ketika masih jahiliyyah menunjukkan bahwa nadzarnya itu adalah karena Allah Ta’ala yang merupakan kebaikan di dalam agama Islam. [5] Jika nadzar itu dulunya ditujukan kepada selain Allah Ta’ala, tentu akan dilarang oleh Rasulullah untuk ditunaikan ketika sudah masuk Islam.

  • Bukti ketiga, orang-orang musyrik juga melaksanakan ibadah haji ke baitullah. 

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

كَانَ الْمُشْرِكُونَ يَقُولُونَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ – قَالَ – فَيَقُولُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَيْلَكُمْ قَدْ قَدْ. فَيَقُولُونَ إِلاَّ شَرِيكًا هُوَ لَكَ تَمْلِكُهُ وَمَا مَلَكَ. يَقُولُونَ هَذَا وَهُمْ يَطُوفُونَ بِالْبَيْتِ

“Orang-orang musyrik dahulu mengatakan, ‘Labbaika laa syariika laka’ [Aku penuhi panggilan-Mu (Allah), tidak ada sekutu bagimu]. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ’Cukup, cukup!’ Namun mereka justru melanjutkan, ‘Illa syariikan huwa laka tamlikuhu wa maa malaka’ [Kecuali sekutu yang memang Engkau miliki, Engkau memiliki dia, dan apa yang dia miliki]. Mereka mengatakan yang demikian itu dalam keadaan thawaf di baitullah” (HR. Muslim no. 2872).

  • Bukti keempat, orang-orang musyrik juga berpuasa dengan model puasa yang bermacam-macam. 

✅ Di antara mereka ada yang berpuasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, ada pula yang berpuasa dari matahari terbit hingga matahari tenggelam, dan ada pula yang berpuasa lebih lama dari itu.[6] Mereka juga mempunyai hari tertentu untuk berpuasa, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau radhiyallahu ‘anha berkata,

كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِى الْجَاهِلِيَّةِ

Dulu, hari ‘Asyura adalah hari dimana orang Quraisy jahiliyyah berpuasa” (HR. Bukhari no. 2002).

  • Bukti kelima, orang-orang musyrik juga bersedekah. 

✅ Dalam sebuah hadits diceritakan,

أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ – رضى الله عنه – أَعْتَقَ فِى الْجَاهِلِيَّةِ مِائَةَ رَقَبَةٍ ، وَحَمَلَ عَلَى مِائَةِ بَعِيرٍ ، فَلَمَّا أَسْلَمَ حَمَلَ عَلَى مِائَةِ بَعِيرٍ وَأَعْتَقَ مِائَةَ رَقَبَةٍ ، قَالَ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْتَ أَشْيَاءَ كُنْتُ أَصْنَعُهَا فِى الْجَاهِلِيَّةِ ، كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا ، يَعْنِى أَتَبَرَّرُ بِهَا ، قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم : أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ لَكَ مِنْ خَيْرٍ

“Sesungguhnya Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu membebaskan seratus orang budak pada masa jahiliyyah dan menginfakkan seratus ekor unta (untuk perang). Ketika sudah masuk Islam, dia membebaskan seratus orang budak dan menginfakkan seratus ekor unta (untuk jihad). Hakim bin Hizam berkata, ‘Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, wahai Rasulullah! Apa pendapatmu tentang apa yang telah aku lakukan selama masa jahiliyyah, aku dahulu beribadah dengan cara tersebut (Maksudnya, aku berbuat kebaikan dengan cara tersebut)’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Engkau masuk Islam dengan (membawa) kebaikan yang telah Engkau lakukan’” (HR. Bukhari no. 2538).

✅ Contoh lainnya adalah salah satu sesembahan kaum musyrikin, yaitu Al-Latta, adalah seorang hamba Allah yang shalih karena senang bersedekah untuk para jamaah haji. Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

كَانَ الَّلاَتُ رَجُلاً يَلُتُّ سَوِيقَ الْحَاجِّ

“Al-Latta adalah seorang lelaki yang mengaduk tepung untuk (diberikan kepada) jamaah haji” (HR. Bukhari no. 4859).

✅ Selain itu, nama ayah Rasulullah yang meninggal dalam keadaan masih musyrik, yaitu “Abdullah” [hamba Allah] sebenarnya juga menunjukkan bahwa orang musyrik mengenal Allah Ta’ala dan meyakini bahwa mereka sebenarnya adalah “hamba Allah”.

  • Bukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa orang-orang jahiliyyah tersebut bukanlah masyarakat yang jauh dari beribadah kepada Allah Ta’ala. 

✅ Bahkan mereka adalah sekelompok masyarakat yang beribadah kepada Allah Ta’ala dengan tatacara ibadah yang mereka warisi dari agama Ibrahim ‘alaihis salaam. Dan dalam sebagian masalah, mereka mewarisinya dari agama Musa ‘alaihis salaam. Namun, meskipun mereka meyakini sifat rububiyyah Allah Ta’ala, meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya Dzat yang mencipta dan memberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan, akan tetapi mereka tidak termasuk kaum muslimin. Bahkan Allah Ta’ala mengutus Muhammad bin ‘Abdillah yang menyeru mereka untuk mentauhidkan Allah Ta’ala. Lalu, apa sebenarnya permasalahannya? Mengapa mereka dikatakan berbuat syirik? Mengapa mereka disebut sebagai orang musyrik? Padahal mereka meyakini rububiyyah Allah Ta’ala? Mereka juga melakukan berbagai aktivitas ibadah kepada Allah Ta’ala, namun mengapa hal itu tidak menjadikan mereka termasuk dalam golongan kaum muslimin? [7]

Catatan kaki:

[1]     Lihat I’anatul Mustafiid, 1/94-95 karya Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafidzahullah.

[2]    Lihat tulisan kami:

Kesyirikan pada Zaman Sekarang ternyata Lebih Parah (01)

[3]     Lihat Syarh Kasyfu Asy-Syubuhat, hal. 24 karya Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh hafidzahullah.

[4]     Lihat Fathul Majiid, 1/216-217 karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah.

[5]     Syarh Ibnu Baththal, 7/197.

[6]     Lihat Syarh Kasyfu Asy-Syubuhat, hal. 24.

[7]     Lihat Syarh Kasyfu Asy-Syubuhaat, hal. 25. ___

====

  • Orang-Orang Musyrik Jahiliyyah juga Beribadah kepada Selain Allah

✅ Pokok permasalahannya adalah karena di samping menyembah Allah Ta’ala, orang-orang musyrik jahiliyyah juga menyembah banyak sesembahan yang lain. Di antaranya, mereka menyembah para wali dan orang-orang shalih sebagaimana yang terjadi pada kaum Nuh ‘alaihis salaam ketika mereka bersikap ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap orang-orang shalih di kalangan mereka seperti Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. Kaum Nuh ‘alaihis salaam menyembah kubur orang-orang shalih tersebut di samping mereka juga menyembah Allah Ta’ala. Mereka beralasan bahwa Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr adalah orang-orang shalih yang akan membantu mendekatkan diri mereka kepada Allah Ta’ala dan memberikan syafa’at untuk mereka di sisi Allah Ta’ala. [1]

✅ Inilah kondisi orang-orang musyrik. Mereka juga menyembah para wali, orang-orang shalih, dan malaikat dengan beralasan, “Tidaklah kami menyembah mereka kecuali untuk mendekatkan diri kami kepada Allah Ta’ala” atau dengan beralasan, “Mereka adalah pemberi syafa’at bagi kami di sisi Allah Ta’ala.” Mereka tidak mengatakan, “Mereka adalah sekutu-sekutu Allah dalam masalah rububiyyah”, akan tetapi mereka mengatakan, “Mereka adalah hamba-hamba Allah yang menjadi wasilah (perantara) ibadah kami di sisi Allah, memberikan syafa’at bagi kami, dan mendekatkan diri kami kepada Allah sedekat-dekatnya.”

  • ➡ Mereka tidak menyebut perbuatan mereka itu sebagai kesyirikan, karena memang setan telah memperdaya mereka bahwa perbuatan tersebut bukanlah kesyirikan. 

✅ Menurut bisikan setan, perbuatan mereka itu hanyalah dalam rangka tawassul (mencari perantara dalam beribadah) dan tasyaffu’ (mencari syafa’at) dengan orang-orang shalih. Padahal, yang menjadi dasar penilaian bukanlah nama atau istilah yang mereka gunakan, namun hakikat dari perbuatannya. Perbuatan mereka itu tetap dinilai syirik meskipun mereka menyebutnya sebagai tasyaffu’ dan taqarrub. Karena nama atau istilah tidaklah mengubah hakikat sesuatu. Dan Allah Ta’ala tidaklah ridha disekutukan dengan sesuatu apa pun dalam peribadatan kepada-Nya. [2]

✅ Para ulama telah menukil adanya ijma’  (kesepakatan) kafirnya orang-orang yang menjadikan makhluk sebagai perantara ibadah dirinya kepada Allah Ta’ala. 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

فمن جعل الملائكة والأنبياء وسائط يدعوهم ويتوكل عليهم ويسألهم جلب المنافع ودفع المضار مثل أن يسألهم غفران الذنب وهداية القلوب وتفريج الكروب وسد الفاقات فهو كافر بإجماع المسلمين

Barangsiapa yang menjadikan malaikat dan para Nabi sebagai perantara (dalam ibadah), mereka berdoa kepadanya, bertawakkal kepadanya, meminta kepada mereka untuk mendatangkan manfaat dan mencegah datangnya bahaya, misalnya meminta kepada mereka agar diampuni dosanya, mendapatkan hidayah, menghilangkan kesusahan, atau memenuhi kebutuhan, maka dia telah kafir dengan kesepakatan kaum muslimin.” [3]

Syaikh Sulaiman bin ‘Abdillah Alu Syaikh rahimahullah berkata ketika mengomentari ijma’ yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah di atas,

Itu adalah kesepakatan yang benar, dan termasuk dalam masalah agama yang dapat diketahui dengan sangat mudah. Para ulama madzhab yang empat dan yang lainnya telah menegaskan dalam masalah hukum murtad, bahwa barangsiapa yang menyekutukan Allah Ta’ala maka dia telah kafir. Maksudnya, di samping beribadah kepada Allah, dia juga beribadah kepada selain Allah dengan bentuk ibadah apa pun. Dan terdapat juga kesepakatan di dalam Al Qur’an dan As-Sunnah bahwa doa adalah ibadah. Sehingga apabila ditujukan kepada selain Allah, maka termasuk syirik.” [4]

  • Dari pejelasan-penjelasan di atas, jelaslah bahwa yang menjadikan orang kafir Quraisy sebagai orang musyrik adalah karena mereka beribadah kepada selain Allah Ta’ala, di samping juga beribadah kepada Allah Ta’ala.

✅ Mereka tidak mentauhidkan Allah Ta’ala dalam beribadah. Namun mereka juga mendekatkan diri kepada patung dan berhala yang merupakan perlambang orang-orang shalih. Ini merupakan penjelasan yang sangat jelas, bahwa orang musyrik pada zaman Rasulullah tidaklah jauh dari ibadah kepada Allah Ta’ala. Bahkan mereka adalah orang-orang yang ahli ibadah dan memiliki banyak kebaikan. Sehingga di satu sisi, mereka adalah orang-orang yang terbiasa bersedekah dan berdzikir, namun di sisi yang lain mereka termasuk orang-orang musyrik karena mereka juga beribadah kepada selain Allah Ta’ala. Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memerangi mereka semuanya, tanpa membedakan apa sesembahan yang mereka sembah selain Allah Ta’ala. [5]

Catatan kaki:

[1]     Silakan dibaca tulisan kami:

Kesyirikan pada Zaman Sekarang ternyata Lebih Parah (03)

[2]     Lihat Syarh Masail Jahiliyyah, hal. 20-21 karya Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan hafidzahullah.[3]     Majmu’ Fataawa, 1/124.

[4]     Taisir Al-‘Aziz Al-Hamid, 1/194.

[5]     Lihat Syarh Kasyfu Asy-Syubuhaat, hal. 25 karya Syaikh Shalih bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh hafidzahullah.

___

{{{=====}}} Lanjut ke Halaman 2 {{===}}